Month: December 2015

Berfoto Dengan Santa

Heh?

Piye tho, wis tuwir gini masih demen fotoan sama Santa???

Dari segi kepercayaan, saya tidak ber-santa-santaan sejak kecil, dari segi budaya campuran saya tidak membesarkan anak saya bersanta-santaan – pertama memang karena segi kepercayaan, tapi sejujurnya dari segi keuangan juga tidak kuat euy (tiap tahun ngantri untuk berfoto dengan santa, membelikan hadiah dari ‘santa’ dsb)

Setelah anak saya agak gedean sedikit, saya agak melonggarkan dia berinteraksi dengan santa.

Kemarin waktu jalan-jalan di pusat kota Louisville, mau foto selfie dengan latar belakang Snoopy eh tahu-tahu ada Santa nongol, ya sudah, jadilah si kecil berfoto dengan Santa, dua kali malah – karena si Santa tiap kali nongol waktu kita mau berselfiean- masa ditolak?

Hari ini ditempat kerja, eh…ada Santa! ya jadilah si Santa di todong kami semua untuk berselfie ria. Dengar cerita si Santa, kalau dia melakoni peran Santa ini setiap tahun dan tidak dibayar! dan dia melakoni dibeberapa tempat, bayangkan dengan Santa di mal yang di bayar $2,000 per minggunya!

Meskipun saya tidak ‘peduli’ dengan keberadaan santa, tapi saya salut dengan si bapak, bersedia menyenangkan hati anak-anak tanpa pamrih!

Gimana dengan kita semua ya?  bisa tidak kita jadi santa tanpa pamrih?

 

 

 

Jalan-Jalan Alam : O’Bannon Woods

Halo! Di sini lagi musim sakit euy! Di tempat kerja ada 3 rekan yang sakit ; ada yang kena virus flu, ada yang kena virus perut ada yang kena alergi tidak jelas.

Setelah bertahan, kayaknya saya ketularan juga. Jadi tulisan saya kali ini lewat foto-foto saja ya….karena masih tidak enak badan dan tidak ada energi untuk menulis.

Lokasi : Hutan alam O Bannon, Indiana

 

Sempat melihat beberapa rusa muda saat kami meninggalkan lokasi.

Lucu ya? saya selalu senang kalau ketemu rusa liar seperti ini, entah kenapa saya selalu sebut si rusa dengan sebutan ‘Bambi’…he…he…he..

Waktu kita menuju pintu keluar, eh ketemu lagi dengan bambi lainnya di pinggir jalan :

 

Jalan-Jalan di Pusat Kota Louisville

Hore hari Sabtu lagi! Setelah minggu lalu cuaca kurang bersahabat, Sabtu ini matahari tidak malu-malu mengeluarkan cahayanya. Berhubung hari Sabtu minggu depan dan minggu berikutnya saya harus kerja, saya paksa suami dan anak untuk jalan-jalan, tidak usah jauh-jauh, cukup ke pusat kota (downtown) saja,pinta saya.

Jadilah kami bertiga berangkat ke pusat kota, kebetulan hari Jumat sebelumnya saya sempat ke pusat kota juga untuk urusan imigrasi dan saya sempat lihat ada ‘keriaan’ di jalan keempat (4th Street), ya sudah kami menyusuri koridor jalan utama untuk menuju 4th st, sambil celingukan kiri dan kanan melihat hal-hal yang bisa diabadikan dengan kamera.

Pusat kota Louisville boleh dibilang di belah oleh 2 jalan utama : Main St dan Market St.  Ibarat koridor Sudirman di Jakarta, di dua koridor ini, kita bisa temukan restoran, gedung kantor, gedung pemerintahan, lapangan terbuka, teater, hotel lengkap lah pokoknya.

Di Main St ada satu bagian yang disebut dengan Museum Row  dimana ada 10 museum/atraksi yang berdekatan satu dengan yang lainnya :

1. Louisiville Slugger Museum,

 

 

2.Frazier Museum,

3. Kentucky Science Center,

4. Muhammad Ali,

5. Glasswork,

6. Kentucky Museum Art & Craft,

7. The Kentucky Center for the Performing Art,

DSCN4168

8. 21C Museum Hotel,

This slideshow requires JavaScript.

 

9. Kentucky Show,

10. Evan Williams Bourbon Experience.

Saya sendiri belum mengunjungi kesepuluh tempat tersebut, yang sudah pernah saya kunjungi itu Louisville Slugger Museum (tidak masuk ke dalam lokasi pembuatan), Kentucky Science Cnter, The Kentucky Center for the Performing Art Kentucky Museum Art & Craft dan Evan Williams Bourbon Experience. Kebanyakan juga karena saya ikutan acara kunjungan sekolah anak saya. 😉

Selain atraksi dan museum, pusat kota juga dihiasi berbagai macam dekorasi artistik, dan seperti yang saya pernah tulis sebelumnya Louisville ini kotanya balapan kuda, jadi jangan heran kalau ketemu berbagai patung kuda warna warni di sudut kota Louisville.

This slideshow requires JavaScript.

4th Street itu sendiri oleh pemerintah setempat dijadikan koridor hiburan (entertainment) yang artinya jalan ini bisa ditutup saat ada konser musik jalan ataupun acara musiman lainnya.

Sehari-harinya 4th St penuh dengan rumah makan-rumah makan, baik lokal maupun chain : Hard Rock Cafe, Kentucky Fried Chicken, Taco Bell, QDoba, Dunkin Donut, dan sebagainya.

Berhubung sudah masuk bulan Desember, kota Louisville saat ini sibuk berdandan untuk menghadapi Natal : pohon natal, Sinterklas dll. Waktu kita turun dari gedung parkir dan lewat koridor salah satu museum, eh ada Sinterklas yang ‘minta’ di foto bareng A. Ya jadilah si A berfoto dengan Santa…ha..ha..ha…(padahal kami lagi mau nyoba tongkat narsis yang baru kami dapat dari pesta natal di tempat saya kerja di hari sebelumnya!)

Benar saja, waktu kita sampai di  4th st sendiri, 3 blok ditutup dari akses kendaraan untuk acara ‘Santa House‘. Pemda membangun kedai berjualan dengan nuansa gubuk di jalan yang ditutup, juga membangun arena sepatu es. Kedai-kedai yang dibuka jualannya bermacam-macam, dari mulai wiski, kopi, hiasan natal, sampai makanan.  Sayangnya ‘rumah Santa’ masih ditutup , jadi kami tidak bisa melihat isi rumah si Sinterklas.

Di blok selatan 4th st ada toko kesukaan saya, toko coklat isi bourbon…hi..hi..hi…namanya Art Eatables. Ada kali 2 tahun lalu saya nyasar di sini, baru kemarin mampir lagi…jadilah beli 2 kotak coklat bourbon.

 

 

Yang saya selalu senangi saat berjalan-jalan di pusat kota skala Louisville adalah melihat arsitektur gedung-gedung tua. Dan sebagian besar kota-kota di Amerika, pemerintah lokalnya lumayan perhatian dengan pelestarian gedung-gedung bersejarah.