jalan-jalan

Jalan-Jalan : Menyeberang Danau Michigan – bagian 3

Selesai berdune buggy ria , kami kembali melanjutkan perjalanan ke arah kota Ludington dimana kami akan menyeberang danau Michigan menggunan ferry.

Ferry yang akan kami tumpangi namanya SS Badger, di negara Michigan, ferry ini berangkat dari kota Ludington dan berlabuh di kota Manitoc di negara bagian Wisconsin.

 

Saya sendiri selama tinggal di Amrik sudah beberapa kali naik ferry, sewaktu di Seattle, dan waktu menyeberang dari Indiana ke Illionois. Tapi ferry ferry yang saya lakoni sebelumnya, itu kategori ferry cilik, dan waktu tempuhnya juga kurang dari 1 jam.

Ferry kali ini membutuhkan waktu 4 jam!

Ferry dijadwalkan berangkat jam 9 pagi hari Minggu tanggal 8 Oktober 2017. Kami sekeluarga sampai di pelabuhan Ludington jam 8 pagi. Mobil dengan kuncinya ditinggal di depan ferry,  penumpang harus antri masuk ke ferry tanpa akses ke mobil selama menyeberang.

pano_20171008_075142-1893220492.jpg

Wuih…besar juga euy si ferry ini, sudah begitu fasilitasnya komplit! yang jelas ada ruang makan, ada bioskop, ada tempat buat main anak-anak, ada tempat main Xbox (tidak termasuk di harga tiket), ada toko suvenir ,  toilet laki-laki dan perempuan dan  beberapa pilihan ruang tunggu untuk para penumpang selama di perjalanan.

 

Tempat makan ada bagian makanan ringan seperti nachos, sayap ayam, burger dan ada bagian makanan utama (Upper Deck Cafe) : dipagi hari hingga jam 10:30 AM mereka menyajikan sarapan, jam 11:30 AM mulai makan siang yang saat itu menunya adalah taco.

img_20171008_0959091378771309

Kami tadinya cuma pesan tiket saja, tapi setelah di ferry, kami tambahkan sewa ‘Stateroom’ yang notabene kabin dengan dua tempat tidur berikut toilet sendiri.  Harga sewa kabin ini $49. Kuncinya antik loh!

Selama menunggu ferry berangkat saya kongkow-kongkow di dek terbuka…udaranya sejuk dan sinar matahari pagi membuat penumpang tidak terlalu kedinginan.

pano_20171008_082804282177413.jpg

IMG_20171008_073737-COLLAGE.jpg

Eh alah….waktu ferrynya mulai jalan………………ternyata saya itu orangnya mabok laut!! yang ada mual dan pengen muntah!!! ūüė¶

Ugggh…jadilah terpaksa saya ngendon selama di perjalanan!!! sebel banget!! tapi mau gimana lagi??!! dari pada muntah kan??!!ih untung banget kita sewa kamar buat si eneng ini, kalau tidak, tidak kebayang saya dengan muka tidak berbentuk harus tiduran di  tempat umum!

Memang sih ada toko yang jual obat anti mabok, tapi terakhir saya mengalami kondisi seperti ini , obat anti maboknya tidak mempan!! jadi saya pikir daripada ngabisin uang, mending merem saja deh dikamar!!

 

Untungnya cuma saya yang norak kena mabok laut, si kecil dan suami bisa menikmati perjalanan ferry menyeberang dari awal hingga akhir.

Kami tiba di kota Manitoc, Wisconsin jam 3:30 PM waktu setempat.


Si eneng norak ini baru pulih dari mabok laut setelah pantai Wisconsin sudah terlihat dari ferry!! yang ada saya ditertawakan sama si kecil dan suami karena tidur sepanjang perjalanan bukannya mengeksplorasi ferry sepuasnya!

Ya wis, lain kali kalau ada jadwal naik kapal, saya ternyata harus minum obat mabuk laut sebelumnya!!! ūüėČ

 

 

 

 

 

Advertisements

Jalan-Jalan : Menelusuri Danau Michigan – bagian 2

Kalau baca dari Wikipedia, danau Michigan itu salah satu dari 5 danau besar di Amerika Utara.  Pantai danau Michigan terbentang dari barat ke timur di negara bagian Wisconsin, Illinois, Indiana dan Michigan.  Danau Michigan ini satu-satunya danau yang semuanya terletak di negara Amrik, 4 danau lainnya terbagi dengan negara lain (Kanada).

Kamu sempat mampir di pantai danau Michigan waktu masih di negara bagian Indiana, yaitu di Michigan City.

Di pantai sepanjang negara Michigan, banyak taman-taman propinsi (state park) yang pelancong bisa mampir. Tapi kami pilih untuk mampir di taman Silver Lake untuk ber dune-buggy!

Operator untuk dune buggy di lokasi Silver Lake ini namanya MacWood’s Dune Ride. Konon operator ini sudah beroperasi dari jaman bahela, dari jaman si babe, masih kecil! ha!

Kami sampai di lokasi MacWood’s sekitar jam 2 an, mereka tutup jam 4 dan hari Minggu nya adalah hari terakhir mereka beroperasi di tahun ini!

Cuaca saat kami di sana itu mendung dan sangat berangin, sempat cemas juga apakah si operator buka untuk umum atau tidak di hari itu, untungnya mereka masih buka meskipun angin bertiup lumayan heboh.

Untuk berkendara di padang pasir ini , saya rekomendasikan memakai kacamata hitam, celana panjang, bandana atau selendang, jaket ringan dan sepatu tipe kasa (mesh).

Setelah menunggu sekitar 20 menit, giliran kami naik si dune buggy!

IMG_20171007_142147-COLLAGE.jpg

si kecil pilih duduk dibagian paling belakang jip. Jip yang digunakan adalah jip merah terbuka degan kapasitas  5 baris tempat duduk untuk pengunjung lainnya termasuk supir.

PANO_20171007_145211.jpg

Wooohooo!! pengemudi buggy kami tidak sungkan-sungkan untuk ngebut dan ngepot! ha!!! seru!!! berhubung ngebut, saya cuma berani pegang telpon seluler, karena saya bawaannya pegangan bar takut jatuh!ha….ha….ha

Jip berhenti di beberapa tempat, di pemberhentian terakhir itu di tepi danau Silver, dimana kita bisa melihat danau di satu sisi dan bentangan pasir di sisi yang lain.

PANO_20171007_145532.jpg

 

Waktu kami berhenti itu, yang namanya angin bertiup kencang sekali!! saya yang pakai celana pendek harus menderita di terpa pasir yang cukup pedih juga rasanya pas kena kulit!!

Pemandangan Danau Silver dari Sisi Lautan Pasir

PANO_20171007_150118.jpg

tiff infomation

tiff infomation


Selendang dan kacamata super berguna untuk melindungi mata dan muka dari tiupan pasir!!

Perhentian di danau Silver ini adalah perhentian terakhir sebelum buggy kembali ke lokasi awal . Siap-siap tidak berpegangan ya karena akan ada turunan yang lumayan terjal di akhir perjalanan!

Turunan terakhir  Yang Paling Berasa Anjolknya!

Yuhuuu! anjlok euy!

Seru?

Banget! Asik!

Cuma rasanya koq kurang lama ya ber dune buggy ria nya!??!! he…he….he

Tapi yang jelas, kalau pembaca ada yang berminat ke danau Michigan, berdune buggy ria itu kudu dilakoni lah!!! ūüėČ

IMG_20171007_144521-COLLAGE.jpg

IMG_20171007_144501-COLLAGE.jpg

Jalan-Jalan : Menelusuri Danau Michigan – bagian 1

Halo. Halo.

Sudah lama ya tidak menulis, terutama tidak menulis tentang jalan-jalan.

Pengennya sih menulis secara berkala ya, cuma kadang memang tidak ada cerita baru, kadang tidak mood, kadang tidak ada waktu! He…he…he

Kali ini mau cerita tentang liburan mini kami tanggal 8 Oktober lalu, dimana si kecil tidak ada jadwal sekolah dari hari Jumat tanggal 8 Oktober hingga hari Selasa tanggal 10 Oktober.

Kami memang sudah berencana mau pergi keluar kotalah, cari penyegaran istilahnya.

Waku mau memutuskan tujuan, kami bingung juga mau pilih jalan ke mana? Indianapolis, Indiana? Cincinnati, Ohio? Chicago, Illinois? Mobile, Alabama? Atlanta, Georgia? Kalamazoo, Michigan?

Dua kota pertama kami sudah sering mampir, ¬†Chicago berhubung banyak tempat yang akan dikunjungi, si babe bilang kami tidak punya cukup waktu, Mobile, AL, kejauhan dan si babe khawatir bahaya angin kencang yang lagi musim ¬†saat ini, Atlanta, si babe tidak tertarik, Kalamazoo, saya punya teman yang memang sudah lama saya pengen kunjungi….

Jadilah kami pilih Kalamazoo…lah waktu saya tanya teman saya, ternyata di waktu yang sama, dia akan mudik ke negaranya, Pakistan…hampir saja rencana batal, tapi akhirnya kami putuskan untuk tetap pergi ke Michigan, suami tahu 2 ¬†hal yang menarik untuk kami lakoni : melihat¬†Sand Dunes dan menyeberang danau Michigan dengan ferry.

Hari Jumat tanggal 8 Oktober kami mulai perjalanan ke Michigan! Dari tempat kami, untuk ke Michigan tinggal ambil arah utara, melalu jalan antara negara nomor 65.

Kami  meginap di kota di perbatasan Indiana dan Michigan.

Hari Sabtu, kami teruskan perjalanan, dari peta saya lihat ada kota bernama Holland, saya bilang mampir yuk di kota ini, kayaknya koq menarik.

Kota Holland di Michigan ini memang terlihat ‘meniru’ suasana Holland di Eropa, saya lihat ada sepatu ala Holland, bangunan kincir angin di pelbagai sudut kota.

tiff infomation

 

Kami mampir di pusat kota (down town) nya. Kebetulah sedang ada ‘farmer’s market’ juga.

Saya sudah sering ke Farmer’s Market sebelumnya dan memang saya selalu suka suasana Farmers Market ini – yang istilah Indonesianya pasar kaget lah. Pedagang-pedagang lokal membuka tenda berjualan bermacam-macam produk mereka : dari mulai keju, sayur-sayuran, bunga petik, roti, coklat, bumbu-bumbu dan lain sebagainya.

Yang saya senang di pasar kaget kali ini adalah buncahan warna-warna sayuran dan bunga yang dipajang. Asli meriah sekali dan cantik! Tomatnya terlihat merah segar, sayuran hijaunya juga terlihat hijau merona, bunga-bunga petiknya besar-besar dan warna warni!! waduh…saya jadi pengen beli semua rasanya!!!

IMG_20171007_103807-COLLAGE.jpg

Selesai melihat pasar kaget , kami jalan menyelusuri downtown Holland. Pusat kota Holland ini tipikal pusat kota kecil di Amrik, apik dan menarik.

Pengunjung bisa melihat toko-toko baju lokal, toko buku, tempat ngopi, toko pernak pernaik, galeri seni dan banyak lagi!

Saya betah sekali jalan-jalan ‘tanpa tujuan’ di tempat-tempat seperti ini!!! ¬†Di sini kami makan siang di resto namanya ……. Yang bikin ngiler di tempat ini adalah bagian toko rotinya, yang notabene memajang berbagai jenis kue-kue coklat…..

IMG_20171007_110724.jpg

Saya bingung mau milih yang mana, akhirnya pilih cream puff coklat…..wuihh…enaaaaaaakkkk!! sangat direkomendasikan !

tiff infomation

Selesai ngayap di kota Holland, kami teruskan perjalanan ke taman Silver Lake di tepi danau Michigan!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Liburan Musim Panas 2017 : Kereta Api, Kemping dan Arung Jeram – bagian 2

Hari Kamis, tanggal 20 Juli 2017, kita sekeluarga keluar dari hotel untuk menuju ke Blackwater Falls State Park. ¬†Dari hotel tempat kita menginap ke lokasi itu sekitar 1.5 jam, kita diberitahu oleh petugas di Cass rute yang tercepat dari hotel. Dia bilang, jangan ikuti GPS, karena kalian akan dikasih rute ‘ngawur’. ūüėČ

Sampai di lokasi, kita coba ganti lokasi kemah, karena waktu pesan pertama kali saya diberitahu kalau lokasi kemah kita itu gersang, tidak ada pepohonan. Ternyata di lokasi perkemahan masih ada beberapa spot yang tersedia. Ya sudah kita mutar lokasi untuk memilih tempat yang cocok : nah, untuk memilih lokasi dimana kita akan dirikan tenda ini, ada dua hal utama yang kita pertimbangkan :

  1. Tidak terlalu jauh, tapi juga tidak terlalu dekat dengan kamar mandi – tidak mau jelas-jelas di sebelah kamar mandi karena akan terlalu ribut mendengar orang keluar masuk kamar mandi
  2. Dikelilingi pepohonan, selain teduh, pohon juga bisa berfungsi untuk menggantung hammock, atau mengkaitkan tali terpal.

Pilih sana pilih sini, kita putuskan ambil lokasi tenda nomor 58.  Setelah selesai dirikan tenda, kita pergi mengeksplorasi taman : ketemu petting zoo, melihat babi super gendut, kelinci, llama, keledai, ayam, turki, domba.

Collage 2017-07-24 01_04_32

Dari situ, kita sempatkan untuk melihat air terjun Blackwater.

Selesai melihat air terjun, kita ke danau Pendelton

PANO_20170720_171428_1500872790119

dimana pengunjung bisa berkayak ria, bersepeda perahu, atau berpapan dayung (paddle boarding). Saya dan si kecil pilih bersepeda perahu….lumayan pegel…ha….ha….ha… Ongkos untuk masing-masing aktifitas $5 per 1/5 jam.

Habis mendayung, kita pergi ke hotel (lodge) untuk makan di restorannya, o iya..di taman ini, pengunjung tidak harus kemping ya..ada pilihan untuk menginap di kamar hotel atau vila (cabin)

Yang seru ni…saya senang banget waktu melihat menu bufet di restoran, saya bisa makan semua jenis makanan yang di sediakan! ada pasta dengan daging sapi, ikan tilapia, ayam panggang, keju makaroni, kentang goreng, salad. Hore!! Jarang-jarang euy bisa makan semua pilihan yang ada! (catatan : saya tidak mengkonsumsi daging babi). ūüėČ

Selesai makan, kita kembali ke tenda, membuat api unggun hingga malam tiba lalu tidur deh! Besok mau berarung jeram ni!

 

 

 

Liburan Musim Panas 2017 : Kereta Api, Kemping dan Arung Jeram – Bagian 1

Liburan musim panas kali ini saya ‘relakan’ aktifitas pilihan suami karena dia ulang tahun tanggal 19 Juli. ¬†Berhubung dia hobi kereta api, dia pilih pelesir naik kereta api uap di kota kecil bernama Cass, negara bagian West Virginia (WV). ¬†Jadilah¬†hari Selasa lalu, 18 Juli 2017, kita sekeluarga memulai perjalanan kendara kita ke negara bagian West Virginia¬†.

Kita sebelumnya sudah pernah mampir di WW di tahun 2015, tapi cuma ¬†mampir di Charleston, ibukota negara WV dan daerah New River Gorge, ibaratnya cuma di ‘ujung’ ¬†perbatasan dengan negara bagian kita, Kentucky dan juga cuma akhir pekan. Nah, waktu itu kita sempat lihat aktifitas arung jeram, cuma karena tidak ada waktu, tidak kita lakoni, padahal si anak mau sekali ikutan berarung jeram. ¬†Saya sempat janji ke si kecil kalau satu saat kita akan kembali ke WV dan berarung jeram ria.

Nah, ingat janji saya dulu,  sekalianlah saya cari-cari aktifitas arung jeram di lokasi sekitar CASS, ketemu Blackwater Falls Outdoor, yang juga dekat dengan hutan nasional Blackwater Falls yang ada air terjun cantik.  Tahu dong saya kan hobi nyari air terjun! Saya pikir ya cocok lah, semua anggota keluarga kebagian jatah : si suami dapat naik kereta api pilihannya, si anak dapat berarung jeram yang dijanjikan, dan saya dapat melihat air terjun.

Untuk tidur, saya pilih menginap di Inn at Snowshoe untuk 2 malam pertama dan kemping di area Blackwater Falls State Park untuk 2 malam selanjutnya. Terus terang pilihan saya semata-mata berdasarkan harga. Si hotel ini boleh dibilang yang termurah yang saya bisa temui/pesan lewat internet diantara tempat penginapan disekitarnya.

Jarak dari tempat kita tinggal ke lokasi hotel di Snowshoe lumayan jauh, kita berangkat sekitar jam 9 an, dan sampai di lokasi jam 6 sore.  Hotelnya biasa saja ya, dibanding dengan harga $153  untuk 2 malam, ya worth it lah :  jangan harap super mewah ya..yang jelas ada kolam renang, ada sarapan ala kadarnya. Tidak ada wi-fi di kamar, cuma ada di lobi dan tidak ada microwave di kamar.

Yang saya tidak ‘ngeh’ itu ternyata daerah Snowshoe itu daerah ‘elit’ , susah sekali mencari kamar hotel, karena daerah Snowshoe yang notabene daerah resort untuk bermain ski ternyata juga lokasi balapan sepeda gunung seantero US dan segambreng acara-acara lainnya!

Untung juga kita bisa dapat hotel lumayan murah dan mepet pula pesan kamarnya!

Dari Inn ke lokasi CASS kereta api itu sekitar 30 menit, sebetulnya diukur dari jarak, tidak terlalu jauh, cuma jalan antara 2 tempat itu super berliku-liku, maklum di pegunungan ya….untuk kita yang tidak familiar, ya tidak bisa ngebut lah.

Kereta api kita masuk stasiun jam 11:15 am, berangkat jam 11:45 AM ke perberhentian Bald Knob. O iya, kereta api yang kita naiki ini bukan kereta api seperti kereta Parahyangan ya…tapi kereta api turis, total ada 5 gerbong, semuanya gerbong terbuka alias tidak ada pendingin udara, bangkunya model bangku kayu, kamar mandi cuma 1 di tengah-tengah gerbong. Yang ‘dijual’ di kereta api model seperti ni adalah lokomotifnya, lokomotif yang digunakan adalah lokomotif uap tipe “SHAY”, yang umurnya sudah 150 tahun!

Collage 2017-07-23 20_46_59

Dari stasiun utama ke stasiun tujuan di Bald Knob dan kembali ke stasiun awal , itu menghabiskan waktu sekitar 4 +jam. Harga tiket kereta tergantung tujuan atau tema yang kita pilih, untuk detail harga kereta bisa di lihat di situs CASS disini.

Negara bagian WV dilewati pegunungan Apalachian, dimana-mana terlihat rentang pegunungan, termasuk waktu kita naik kereta api ini. Yang jelas memang cantik dan sejuk ya…di beberapa lokasi malah terasa sekali temperaturnya lebih sejuk dibanding lokasi lainnya.

Collage 2017-07-23 22_33_01

PANO_20170719_144943

Tempat Pemberhentian di Bald Knob

O iya, kita juga diberi sangon…roti dengan irisan daging, ada turki dan babi, kue coklat, kripik kentang- begitu lihat menunya yah..yang ada saya males makan ya? coba ada nasi bungkus gitu…..jadi ya cuma ngemil kripik saja…he…..he…..he..

Selesai naik kereta api, kita balik ke hotel, besok jalan ke lokasi lain, sekitar 1.5 jam-an untuk mulai kemping dan berarung jeram!

 

 

 

 

Jalan-Jalan Akhir Pekan : Nashville, Indiana

Suntukkkk di rumah melulu tiap akhir pekan! Sejak saya tidak lagi kerja dua tempat di hari Sabtu, saya ‘gatelan’ kepengen explorasi ke sana ke mari. Bersepeda ke rute baru sudah, jalan-jalan ke bekas taman hiburan jaman 1900 sudah…kemana lagi dong??!!

Jadilah hari Sabtu kemarin kami kabur ke kota Nashville di negara bagian tetangga, Indiana. Saya sudah sering mendengar tentang kota Nashville ini, tapi belum pernah melihat sendiri, konon kota ini apik dan seru untuk akhir pekan.

Berhubung dana terbatas, kami tidak pesan hotel, tapi kami pesan tenda Tipi atau tenda ala Indian di Rawhide ranch dan juga mau ikutan ber-zip lining ria di tempat yang sama.

Jarak dari tempat kami tinggal ke lokasi kemah itu 1 jam 40 menitan. Kami berangkat jam 3, sampai di lokasi jam 4.30 PM.

Saat tiba di lokasi, masih ada petugas yang mengantarkan kami ke lokasi Tipi. Catatan : di Amrik, tempat-tempat seperti ini (sewa kabin), tamu yang datang setelah kantor registrasi tutup, biasanya oleh petugas disisipkan amplop berisi kunci dan lokasi kabin/kemah. Jadi tamu tetap bisa datang kapan saja, tanpa harus bingung dimana kabin/tenda mereka.

Tipi yang kami sewa pada dasarnya ya tenda, kantong tidur, peralatan masak, harus kami bawa sendiri. Harga sewa Tipi ini $45 per malam.

Yang lucu, di dalam Tipi ternyata boleh buat api unggun – kalau bawa tenda sendiri ya tidak mungkin lah pasang api dalam tenda- tapi suam tidak mau ambil resiko masang api dalam tempat tertutup yang terbuat dari kain pula.

Anak saya misuh-misuh tidak mau tidur di Tipi karena lantainya pasir Рkalau pakai tenda sendiri, kan lantainya terpal si tenda.  Setelah ada kali 1 jam-an dia ngomel, akhirnya tertidur juga.

Kalau saya cuma takut tidur kemasukan pasir, tapi ternyata kami semua bisa tidur tanpa ‘kebanjiran’ pasir koq…he….he…he…

Collage 2017-06-11 22_25_36

Karena hari masih ‘siang’, kami jalan-jalan ke taman Brown County ¬†(Brown County State Park) ¬†sempat hiking ke danau Sthral, cuma 1 mil pulang pergi sih..cuma trailnya banyak tangga, dan menurun, jadi waktu balik ya banyak naik tangganya……wadduhh…asli keringetan, mana si kecil mengeluh minta di gendong, jadilah saya sempat gendong dia..lumayan 27 kilo…..

Collage 2017-06-11 22_22_54

Hari Minggu, kami sarapan – pilihan sarapan ini terserah tamu hotel. Tidak termasuk dalam harga Tipi. Berhubung ini kemping kilat, suami malas repot-repot masang api, kompor dan lain-lain, jadi ya kami pesan sarapan.

Sarapannya standar Amrik lah : telor orak arik, roti, sosis dan martabak manis Amrik alias pancake.

Setelah sarapan kami menunggu giliran untuk berzip lining jam 11.

Selain kami ada 2 keluarga lainnya dalam grup yang sama. Total peserta 9 orang – maksimum 10 orang dalam 1 grup. Ada 2 instruktur, Joe dan Paula yang pergi bareng-barang kami.

Kami sebelumnya sudah pernah ber-zip lining ria, yaitu waktu ultah saya, jadi kami sudah ‘pro’ lah…he…he..he.’

Seperti biasa, kami di lengkapi dengan helmet dan tali pengaman ini dan itu. Salah satu instruktur akan ‘menangkap’ peserta di tempat mendarat , sementara instruktur yang lainnya memandu peserta untuk meluncur.

Total kita meluncur di 6 kabel, kabel ke-enam sama dengan kabel ke-empat cuma ya kebalikan arah.

Dibanding dengan pengalaman kami berzip lining pertama kali  (baca di sini), zip lining kali ini boleh dibilang amat mudah (kata anak saya malah kurang seru!), karena jarak antar point yang satu dengan yang lain tidak terlalu jauh bentangnnya dan juga tidak terlalu tinggi Рibaratnya kalau tho jatuh, tidak akan patah kaki atau luka parah, paling beset-beset atau keseleo.

Collage 2017-06-11 22_15_02

Tapi ya tetap seru lah, karena kan bukan sesuatu yang kami lakoni setiap tahunnya!

Harga untuk bermain zip line $25 karena kami menginap di lokasi, kalau tamu luar harganya $35 per orang.  Peserta harus berumur diatas 7 tahun dan berat badan tidak boleh kurang dari 60 lbs juga tidak boleh lebih dari 200 lbs.

Selain wara-wiri di lokasi Tipi, kami sempat mampir ke kota Nashville, yang jaraknya 3 mil dari tempat kami menginap. Kota Nashville ini, kota yang penuh dengan toko-toko lokal, dari mulai butik baju, tempat ngopi, ngeteh, es krim (ada 3!!) , resto-resto ini itu, studio foto, kereta api turis, toko lilin, toko permen, toko coklat dan banyak lagi!…ibarat jalan-jalan ke Kuta atau jalan Cihampelas Bandung.

Saya sih bisa betah berjam-jam cuma jalan-jalan keliling kota dan keluar masuk toko lihat ini itu, cuma anak dan suami saya cranky, jadi kami tidak lama-lama di sini.

Cuma sempat foto ala koboy jaman bahela….

Collage 2017-06-11 23_01_16

Setelah saya lihat-lihat, banyak alternatif penginapan di sekitar kota Nashville, ada hotel-hotel chain, kemping di state park, ataupun penginapan-penginapan  kecil di pusat kota Nashvillenya sendiri.

Secara umum kota Nashville, enak untuk dikunjungi sekali-kali kalau pas lagi bosan, pengen jalan-jalan tapi tidak mau ke mal misalnya.

Kalau kamu tipenya senang window shopping, kota Nashville lumayan seru buat diintip. Kalau kamu tipenya petualang, selain zip lining, kamu bisa juga naik kuda, bersepeda di hutan, berkayak ria atau berenang.

Buat saya, kalau tho mau berakhir pekan lagi di sini, mungkin saya akan coba tempat penginapan lain atau kalau tho kami mau kemping, kayaknya kami akan pilih kemping di dalam Brown County State Park – karena untuk masuk ke taman ini harus bayar $9 per kendaraan luar kota.

 

 

 

 

 

Napak Tilas Abraham Lincoln

Sebelum saya hijrah ke Amrik, saya sudah tahu sedikit tentang Abraham Lincoln. Terus terang beliau adalah salah satu tokoh Amerika yang saya kagumi ; dimata saya Lincoln adalah seorang pekerja keras, jujur dan percaya akan kesamaan hak antar warga negara.

Nah, waktu saya pindah ke Kentucky, baru ngeh kalau di negara bagian inilah tokoh yang saya kagumi lahir.

Setelah di awal bulan Maret 2017 kami jalan-jalan ke DC, sempat mengunjungi teater tempat Lincoln ditembak, kami pikir-pikir kenapa tidak sekalian melengkapi jejak Lincoln di kota Springfield, Illinois?

Jadilah liburan sekolah (Spring break) si kecil kali ini, kami pilih untuk mampir di Springfield, Illinois untuk melengkapi napak tilas Mr. Lincoln.

Dengan komplitnya kunjungan kami ke Springfield, kami boleh dibilang sudah napak tilas Mr. Lincoln sejak beliau lahir, hingga beliau dikebumikan.

Kalau teman-teman tertarik, ini tempat-tempat yang kami kunjungi yang berkaitan dengan Mr. Lincoln :

  • Lincoln di Kentucky

Lincoln lahir di Knob Creek, negara bagian Kentucky. Beliau lahir di kabin kayu (log home) – kabin dalam arti, ya tempat tidur, ya dapur, ya makan di satu ruangan! Gile ya….dari kabin sekecil itu lahir tokoh yang dikagumi di sejarah Amerika!

Lincoln_birthplace

Informasi lebih lanjut bisa dibaca di situ Lincoln BirthPlace

  • Lincoln di Indiana

Dari Kentucky, Lincoln sekeluarga hijrah ke Indiana, yang sekarang di kenal dengan nama Lincoln City. Disini kamu bisa lihat prototipe rumah yang dibangun ayah Lincoln dan bagaimana mereka hidup sehari-hari dijamannya.

Untuk keterangan lebih lanjut bisa dibaca di situs Lincoln Boyhood National Park.

  • Lincoln di Illinois

Setelah Lincoln dewasa, beliau hijrah seorang diri ke negara bagian Illinois. Pertama-tama beliau menetap di New Salem, di New Salem, Lincoln boleh dibilang bekerja serabutan ini itu, dari menjadi surveyor tanah, toko kelontong, tukang kayu dan banyak lagi. Disini Lincoln sempat terjerat hutang cukup besar, yang membuat beliau hijrah lagi ke Springfiled untuk mencari peruntungan baru.

Di Springfield inilah hidup sebagian besar hidup Lincoln dihabiskan (beliau tinggal di Springfield selama 25 tahun).  Disinilah Lincoln memulai karirnya sebagai pengacara, anggota senat, menikah,  mempunyai anak, kehilangan anak dan hingga akhirnya terpilih menjadi presiden Amerika ke 16.

Untuk masuk ke rumah Lincoln, tidak dikenakan biaya – karena memang permintaan anak Lincoln waktu dia memberikan rumah ini ke negara bagian Illinois – tapi kita tidak boleh masuk sendiri, harus dengan pemandu tur, jadi pengunjung harus ambil tiket masuk.

Tur selalu ada setiap 5 menit, jadi pengunjung tidak harus menunggu lama-lama. Sambil menunggu giliran, pengunjung bisa menonton video tentang Lincoln selama 20 menit .

Rumah Lincoln sendiri tidak terlalu besar, 2 tingkat dengan 4 kamar tidur : kamar tidur Lincoln, kamar tidur Mary (istri Lincoln) berbagi dengan 2 anak Lincoln yang kedua dan ketiga kamar tidur Robert – anak pertama Lincoln dan kamar tidur pembantu keluarga mereka (hired girl). Lincoln memperbesar rumah ini sejalan dengan karirnya sebagai pengacara yang menanjak.

Rumah ini boleh dibilang saksi bisu suka duka yang di alami Lincoln, dari mulai dia baru meniti karirnya sebagai pengacara, kalah di pemilihan senat, kehilangan anaknya hingga terpilih jadi presiden Amerika ke 16.

CollageoutsidehouseCollageinsidehouse

Beberapa bagian dari rumah Lincoln masih asli dan bukan replika, karena itu pengunjung tidak bisa masuk ke ruangan masing-masing, melainkan hanya melihat dari pintu masuk dari tiap ruangan saja.

Pengunjung harus berjalan di karpet biru dan dilarang keras melintas karpet biru ataupun menggapai ke perabotan, kalau ada yang bandel, alarm akan berbunyi dan pengunjung di minta keluar dari rumah.

Di tengah kota Springfield, kamu juga bisa lihat kantor Lincoln saat jadi pengacara ; Lincoln – Herndon. Boleh dibilang seantero kota Springfield, kamu akan lihat banyak ini itu serba Lincoln, patung, perpustakaan, hiasan kota, semuanya memakai gambar Lincoln.

Collage 2017-04-04 22_00_42

Dari rumah Lincoln, kami pergi ke makam Lincoln di 1441 Monument Ave, Springfield, IL 62702.

Collage 2017-04-04 20_45_09

Disini semua keluarga Lincoln, kecuali anak pertamanya, dikebumikan.

Collage 2017-04-04 20_46_20

PANO_20170404_204338

Terus terang sejarah Lincoln boleh dibilang tragis, selain beliau sendiri dibunuh saat menjabat presiden, ibunya meninggal waktu Lincoln masih kecil dan 3 anak-anak Lincoln meninggal saat mereka masih muda.

  • Lincoln di Washington DC

Lincoln menjabat presiden selama 4 tahun dan 1 bulan. Disini juga, di teater Ford, tempat dimana Lincoln ditembak oleh John Wilkes Booth.

Sebagai presiden, Lincoln memikul tugas yang sangat berat : menyatukan kembali Amerika Serikat – karena perbudakan, beberapa negara bagian sempat memilih melepaskan diri dari union – ini bahkan terjadi sebelum Abe dilantik jadi presiden.
Bayangkan saja, belum juga beliau resmi, keadaan negara yang akan dipimpin ‘sudah’ tidak bersatu lagi!

Di masa kepresidenan Lincoln jugalah perang sipil (Civil War) terjadi.

Di DC, ada 3 tempat utama yang kudu dikunjungi yang berkaitan dengan mendiang Lincoln : Monumen Lincoln, Teater Ford dan Rumah Peterson – rumah dimana Lincoln sempat dirawat dan menghembuskan nafas terakhirnya setelah penembakan di teater.

Monumen Lincoln kamu bisa kunjungi di malam hari, karena monumen terbuka dan tidak diperlukan tiket untuk masuk. Teater Ford dan rumah Peterson, harus dikunjungi di siang hari, karena terbatas waktu kunjungannya.

 

 

Jalan-Jalan : Washington DC : Teater Ford, Panda dan Washington Monumen

Sabtu,  11 Maret 2017

Hari terakhir di DC!

Rencana kita hari ini adalah pergi ke teater Ford Рteater dimana Presiden Abraham Lincoln di bunuh, mampir ke Bonbin untuk melihat panda, melewati Embassy Row Рjalan dimana kedutaan-kedutaan besar negara asing Рtermasuk negara Indonesia  berlokasi dan memilih salah satu dari sekian banyak museum di pusat kota DC sebagai pilihan pribadi tanpa harus ikutan grup.

Rombongan sampai di lokasi teater sekitar jam 9: an, karena ada waktu cukup banyak , jadi ya kita jalan-jalan saja sekitar lokasi teater sampai tiba waktunya untuk masuk ke teater.

fordteaterentrance

Teater tempat Lincoln terbunuh ini ukurannya boleh dibilang mini, cuma ada 2 balkon VIP, Lincoln duduk di sebelah kanan.

FordTeater

Sempat merinding juga terbayang kejadian 15 April 1865. Dari teater, kita ke seberang jalan , dimana ada museum tentang kejadian penembakan Lincoln dan rumah tempat Lincoln meninggal dunia.:(

Keterangan foto :

  • kiri atas :Kamar tempat Lincoln meninggal dunia
  • kiri bawah : Museum tentang peristiwa penembakan Lincoln
  • Pintu dimana pembunuh Lincoln masuk ke balkon teater
  • pistol pembunuh Lincoln
  • Ilustrasi saat Lincoln dirawat
  • Keterangan tentang pistol pembunuh Lincoln

lincolnmuseum

Selesai dari teater, rombongan mampir di monumen Franklin D. Roosevelt, monumen Martin Luther King dan monumen Washington – yang mengingatkan saya seperti Monas di Jakarta.

FDR

 

Dari pusat kota, kita lanjutkan perjalanan ke bonbin nasional untuk melihat panda!!

Saya dan anak fan berat panda, beruang hitam putih yang gemesin! Rasanya baru ini saya beneran pergi melihat panda di bonbin….jelas, gemesin seperti yang saya lihat di media. Saking gemesnya, saya luluh hati membelikan anak boneka panda (kami sudah punya 3 boneka panda di rumah gitu loh).

panda

 

Selesai melihat si panda, kita balik ke pusat kota DC sambil melewati Embassy Row – kalau di Jakarta ibarat daerah Menteng kali ya. Konon bangunan kedutaan Indonesia cukup mencolok (unik), jadi mudah di kenali. Sayang saya tidak ada foto yang jernih, tapi ada videonya dibawah ini. Senang juga melihat bendera negara Indonesia berkibar ūüôā

Kembali di pusat kota DC, kita punya beberapa pilihan, mau ke National Museum of American History,  Indian American History, atau Air and Space Museum. Anak dan suami pilih ke Air & Space Museum.

Di museum ini kita sempat nonton film pendek di planetarium tentang Dark Universe, main simulator pesawat dan makan siang di arena makan.

Berakhirnya acara bebas ini, berarti berakhir pula wisata sejarah kita di DC.

Terus terang cuapeek sekali rasanya, tapi tidak nyesal, karena saya belajar banyak tentang sejarah Amerika dari wisata kali ini.

Apakah akan kembali ke DC?

Mungkin juga. Karena masih banyak sekali yang bisa dilihat di DC yang tidak kesampain disinggahi. Yang jelas bukan mau lihat Cherry Blossom alias Sakura ya…karena di Jakarta dulu, di rumah ortu ada pohon Sakura.

Sampai jumpa lagi DC!

 

 

 

 

 

Jalan-Jalan : Washington DC – White House, Capitol Building, Arlington Cemetery

Jumat, 10 Maret 2017.

Hari ini kami sudah di wanti-wanti untuk berpakaian berlapis dan membawa jaket hujan, karena berdasarkan prakiraan cuaca DC akan diguyur hujan sepagian.

Jam 7:45 am kita berangkat dari hotel menuju White House, alias tempat tinggal presiden Amrik. Sayangnya kita tidak dapat tur di dalam White House, konon ada mis saat transisi pergantian presiden. Sekolah sudah mengajukan ijin untuk tur, tapi pihak WH tidak pernah terima ijin sekolah, jadilah kita cuma bisa lihat WH dari kejauhan.

whitehouse

Dari WH, kita menuju ke Capitol Building , seperti capital building di setiap negara bagian, Capitol Building di DC berfungsi sebagai gedung pemerintahan, dimana senat dan perwakilan rakyat (senates and house) bekerja sehari-hari.

Untuk masuk CB, kita harus melewati pemeriksaan seperti di bandara, di cek nama di lobi, untuk kemudian di beri lencana pengunjung.DSCN4167 (2)

Di CB, kita tur di beberapa bagian dari gedung.

Bagian yang paling mewah, tentunya di ruangan di bawah kubah CB atau Rotunda. Di langit-langit di kubah, ada lukisan Mr. George Washington dengan selimut ungu dipangkuan, di kanan Mr. Washington adalah Lady Freedom dan disebelah kirinya adalah Lady Libery,  dikelilingi dengan perwakilan dari 13 negara koloni.

Lukisankubah_CapitolBuilding

Di rotunda juga ada 13 lukisan yang mewakili peristiwa-peristiwa penting (kedatangan Christopher Columbus, Pembaptisan Sacajewa, Penandatangan deklarasi kemerdekaan dll) di sejarah Amerika dan patung-patung tokoh politik.

lukisandidindingrotunda

Selain rotunda, kita juga menonton filem pendek dan sempat bertemu dengan senator dari negara bagian Kentucky, Senator Mitch McConnell.

Selesai di CB, kita berangkat ke pemakaman Arlington. Taman pemakaman ini ibarat taman pemakaman pahlawan di Kalibata lah kalau di Indonesia. Anggota militer banyak yang dikuburkan disini, termasuk presiden JFK (istri dan beberapa kerabat Kennedy lainnya)

Di makam JFK atas permintaan Jacquelin Kennedy, di tempatkan api abadi yang tidak pernah padam.

makamJFK

Di sini kita juga sempat melihat acara pergantian pengawal makam.

Dari lokasi pemakaman, kita pergi makan di Hard Rock Cafe di downtown DC, lalu dilanjutkan dengan mengunjungi monumen Perang Dunia kedua (World War II Monumen), monumen perang Vietnam dan monumen Lincoln (Lincoln Memorial) – ketiga monumen ini berada di lokasi yang sama.

‚ÄĆlincolnmemorial

Monumen Lincoln

Di monumen Lincoln, di dinding terukir salah satu pidato Lincoln, nah di situ ada kesalahan mengeja oleh si pengukir. Kata Future tereja Euture, kalau mata jeli, pengunjung bisa melihat hapusan huruf E menjadi F.

lincoln_misspell

Sayangnya kita tidak bisa lama-lama tur di luar, karena udara amat dingin menggigit, kasihan si anak-anak rata-rata kedinginan!

Kita balik ke hotel setelah berhenti di Iwojima monumen.

Jalan-Jalan : Gettysburg – Washington DC

Buat saya, Washington DC ya¬†memang salah satu tempat di daftar ‘Tempat yang harus dikunjungi di Amrik’ , Bucket List ceritanya. ¬†Ibukota negara Amrik gitu loh. Harus di kunjungi dong.

Nah waktu anak saya kelas 4, kami sudah tahu kalau nanti saat dia di kelas 5, sudah tradisi di sekolahnya dimana murid-murid bisa memilih untuk pergi mengunjungi kota-kota besar untuk pilihan field trip mereka, Cincinnati, Indianapolis, Chicago atau Washington DC. Kami sudah sepakat kalau akan pilih ke DC.

Jadilah waktu orientasi kelas 5 di bulan Agustus 2016, kami isi formulir untuk sekeluarga pergi ke DC bersama sekolah anak. Seret juga waktu tahu kalau ongkosnya $725 per orang! Berarti saya harus kumpulkan uang $1450 dalam waktu 6 bulan (September – Februari).

Alhamdulillah pas waktunya tiba, saya berhasil membayar ongkos jalan-jalan lunas.

Acara ke DC (dan sekitarnya) lumayan padat, dalam satu hari grup akan mengunjungi paling tidak 3 lokasi bersejarah. Kami akan pergi selama 3 hari : dari hari Kamis, 9 Maret 2017, balik ke Louisville, Kentucky hari Sabtu malam, tanggal 11 Maret 2017.

Jam 6 pagi kami sekeluarga sudah nangkring di bandara Louisville.

DSCN4044 (2)

Jam 8 an pesawat berangkat menuju bandara BWI (Baltimore-Washington International), sekitar jam 930 an, kami sampai di Baltimore, langsung naik bus menuju Gettysburg.

Gettysburg itu apa ya? Gettysburg itu salah satu kota di negara bagian Pennsylvania, yang pada jaman civil war adalah salah satu lokasi pertempuran antara Utara dan Selatan yang menelan beribu-ribu korban di kedua pihak. Gettysburg menjadi salah satu titik patokan terpenting dalam sejarah civil war Amerika.

Di Gettysburg, kami melihat-lihat  koleksi museum di lokasi,

GettysburgMuseum_0317

dilanjutkan dengan menonton filem pendek tentang sejarah civil war 

DSCN4060 (3).JPG

lalu menengok cyclorama –¬†lukisan cat minyak di sekeliling ruangan dengan efek suara saat pertempuran terjadi.

Setelah cyclorama, kami makan di kafeteria – makan kotak istilah Indonya, cuma menunya sandwich bukan nasi padang :0

Seusai makan, acara diteruskan di bus mengunjungi situs-situs pertempuran di sekitar kota Gettysburg dengan pemandu turis.

Mendengar cerita di belakang civil war terus terang membuat saya merinding, negara Amerika benar-benar ‘dibangun’ dengan beribu-ribu nyawa. Tidak terbayang betapa ‘angot’nya situasi di tahun 1860 dimana negara Amrik terpecah menjadi 2 pihak : Confederate dan Union semata-mata karena perbudakan dan bagaimana presiden Amerika saat itu, Presiden Abraham Lincoln- presiden favorit saya- berusaha sekeras-kerasnya untuk kembali mempersatukan Amerika.

GettysburgField_0317

Selesai di Gettysburg, rombongan balik ke daerah DC, yaaaah..kena macetnya DC…widiiih, amit-amit deh, macetnya jadi mengingatkan saya dengan Jakarta! Karena kena macet, acara jadi berubah sedikit, ¬†rombongan langsung pergi ke tempat makan malam di Uno Pizza di ¬†Union Station –¬†stasiun

Selesai makan kita pergi ke monumen Jefferson. Thomas Jefferson adalah salah satu dari 4 founding fathers negara Amerika,  perancang deklarasi kemerdekaan dan juga presiden ketiga Amrik.  Pemikiran Mr. Jefferson terus terang sangat maju dan terbuka di jamannya. Jefferson juga salah satu tokoh sejarah Amerika yang saya kagumi.

JeffersonMemorial

Beberapa tempat yang rencananya kami kunjungi hari ini terpaksa harus ditunda, karena waktu tidak memungkinkan. Dari monumen Jefferson, kami langsung menuju hotel di Maryland untuk istirahat.