Informasi berguna

Menguber Warna Warninya Pepohonan di Alam di Musim Gugur

Sejak pindah ke negara bagian Kentucky, dari beberapa tahun lalu, saya itu gregetan banget pengen melihat perubahan warna daun-daun di musim gugur. Karena pertama kali saya tinggal di Amrik, saya tinggal di bagian barat utara yang pepohonannya kebanyakan pohon cemara. Jadi waktu musim gugur, tidak terlalu terasa pergantian warna daun. Di KY, yang jelas jenis-jenis pepohonan disini lebih beragam, meskipun tidak sesumringah negara-negara bagian New England yang konon cantik sekali di saat musim gugur.Setiap kali masuk bulan Oktober, saya ngeh kalau sudah masuk musim gugur, cuma koq lupa melulu buat jalan-jalan??!! Memang saya kalau akhir pekan kerja jadi agak susah mau mencari waktu luang. Pas ingat dan ada waktu, sering kali sudah terlambat, udara sudah terlalu dingin, pohon-pohon sudah pada gundul.Nah, tahun ini udara baru terasa semilir itu pas masuk bulan Oktober, saya juga tidak lagi kerja hari Minggu dan kalau tho kerja di hari Sabtu, saya biasanya selesai jam 1 siang.Masuk minggu kedua di bulan Oktober saya sudah celingukan memperhatikan pohon-pohon di sekeliling saya. Di hutan kota Bernheim mereka baru selesai selenggarakan acara Colorfest yang saya jadikan indikasi kalau pepohonan sudah banyak yang berubah warnanya. Jadilah saya bilang sama keluarga kalau kita akan pergi ke Natural Bridge/Red River Gorge akhir pekan lalu. Kenapa pilih ke situ?Kami sekeluarga sudah pernah mengunjungai Natural Bridge/Red River Gorge di tahun 2003 kalau tidak salah, pas musim panas. Kami senang ke situ karena pemandangannya bagus. Natural Bridge itu pada dasarnya jembatan alam , lokasi nya di 2135 Natural Bridge Rd, Slade, KY 40376 kira-kira 2 jam-an dari tempat tinggal kami.Setelah mengecek cuaca, kami putuskan untuk berangkat hari Sabtu setelah saya selesai kerja. Kami cuma menginap di hotel cilik karena kami tahu hari Sabtu itu selain kami akan diperjalanan juga akan hujan seharian, Jadi kami tidak butuh hotel yang keren lah.Sampai di Slade, kami cuma makan di restoran di Natural Bridge State Resort Park, lalu tidur. Hari minggunya, langit terlihat jernih, suhu semilir! ah cocok sekali buat hiking! Kami sarapan pagi di resto local, makanannya enak – saya pesan telur pakai croissant, wuih croissantnnya lembut dan flaky banget! Resto ini lokasi nya dekat dengan motel tempat kami menginap juga.Dari situ kami langsung menuju ke lokasi Natural Bridge. Pertama kita coba di trail di tempat parkiran dekat fasilitas kolam renang. Trail nya seru karena melewati jembatan goyang aka suspension bridge.Tapi setelah kami baca, trail ini agak-agak panjang, jadilah kita balik ke tempat parkir dan mulai hiking kita dari trail yang lokasinya dibelakang Hemlock Lodge.Di awal trail di tulisnya ini trail terpendek dan termudah.Kenyataannya…haduh..naik-naik ke puncak gunung deh! Mana lupa bawa tongkat jalan ! Tapi paling enggak, pemandangan sepanjang trail itu apik lah..Pas sudah sampai di bawah jembatan alam..legaaaaaaaaaa rasanya! Puih!Jadi trail ini akan membawa kita di bawah bentangan jembatan. Untuk berada di atas jembatan, kita harus melewati ‘gang’ sempit diantara batuan, lalu diteruskan dengan naik tangga dan gak terlalu banyak lah anak tangganya.And it is sooo worth it !Sampai di atas jembatan, rasanya sejuk, dan teduh melihat warna warni pepohonan di kejauhan.Dari atas jembatan pengunjung bisa hiking ke beberapa trail lainnya untuk balik ke parkiran. Anak saya dan bapaknya pilih naik sky lift buat turun, saya pilih jalan yang sama. Waktu pertama kali kami ke tempat ini, kami semua naik sky lift naik dan turun. Cuma kali ini karena saya bawa si anjing kecil, saya tidak bisa gunakan sky lift .Sampai di tempat parkir , kami lanjutkan perjalanan dengan mengeksplorasi Natural Bridge/Red River Gorge :berhenti di danau Mill Creek,berhenti di jembatan alam lainnya,menyeberang jembatan goyang Sheltowee,ngecek lokasi tree house yang disewakan oleh Red River Gorgeoussampai anak merengek minta pulang..ha..ha…ha…Yang jelas kami sekeluarga sangat senang dengan Natural Bridge/Red River Gorge. Seperti memang lokasi ini lebih cantik untuk dikunjungi saat musim gugur, karena udara lebih sejuk, tidak banyak serangga dan pemandangan juga lebih warna warni.

Pertama Kali : Jadi Pendonor Darah

Hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019, saya pertama kalinya menyumbangkan darah.

Norak dan telat ya? He..he..he..

Memang saya akui koq kalau dalam masalah ini saya telat banget. Sudah sering lihat teman2 baik di Indo maupun Amrik berdonor ria.

Alasannya? Sok sibuk sama kerjaan dan saya paling malas kalau harus pergi ke tempat A cuma mau nyumbang darah wae.

Tapi koq tahun ini saya dapat ‘panggilan’ ..ceileee…

Pas baru saja ngobrol ngalor ngidul dengan teman kantor yang hobi mendonor dan dia menceramahi saya karena tidak pernah mendonor, seminggu kemudian waktu saya ke tempat olah raga, eh lihat pengumuman ini..

Wah..masih sempat daftar dong? Pikir saya.

Dan juga waktunya tidak mengganggu jadwal saya dan lokasi juga cuma 5 menit dari rumah.

Jadilah malam itu saya mendaftarkan diri. Besok harinya saya tanya2 lagi ke teman saya yang sudah “pakar” dalam mendonorkan darahnya.

Dia bilang banyak-banyak minum air, usahakan tidak minum obat apapun malam sebelumnya.

Pas hari H, saya sudah menegak 2 botol air dan makan pagi komplit..(mie goreng dong!😜)

Datang ke lokasi, saya di cari di pendaftar dan kartu identitas saya di cek. Setelah masalah administrasi selesai, suster nya mengecek kadar haemoglobin saya dengan mengambil darah saya beberapa tetes.

Kadar Hm saya bagus, di atas 12.

Selanjutnya saya diminta untuk menjawab 50 pertanyaan Ya/Tidak.

Pertanyaan2 ini untuk mengecek kebiasaan dan gaya hidup pendonor , mngecek resiko kesehatan kita lah intinya. Apakah kita pernah tinggal di negara tertentu, melakukan aktifitas tertentu, ada penyakit tertentu dsb.

Setelah selesai menjawab pertanyaan, saya diminta berbaring di kasur periksa. Di situ si suster mulai mencari pembuluh darah saya.

Saya diberikan semacam busa yang saya bisa remas-remas. Setelah ketemu , suster lagi mrmbersihkan bagian itu dengan alkohol.

Lalu?

Ya disuntik jarumlah saya…he..he..he..

Sakit? Sakit dikit lah..tapi gak sampai meringis lama2.

Selama darah saya diambil, saya harus meremas-remas si squeezer supaya si pembuluh tetap memompa darah saya.

Total darah yang diambil itu 1 pint.

Selain darah yang diambil di kantong, darah saya juga diambil dalam tabung-tabung kecil. Darah ditabung-tabung ini adalah darah saya yang akan dites: apa golongannya, apakah ada penyakit tertentu dsb.

Setelah jarum dicopot, dan bekas tempat pencoblosan jarum ditutup 2 jenis plester- satu kain kasa yang bolrh dicopot setelah 5 jam dan satu lagi plester silang warna jingga yang boleh dilepas setelah satu jam.

Setelah itu suster minta saya mengangkat tangan saya selama beberapa menit. Intinya mencegah si darah tidak “bocor”.

Selesai deh!

Sebelum pulang saya boleh pilih makanan ringan :ada oreo, cheez it, kismis, dll, dan jus apel atau fruit punch dan juga dikasih kaos gratis.

Mudah ya?!

Saya juga dikasih tahu sama si suster, kalau suatu saat darah saya dipilih menjadi donor, saya akan di kirim email pemberitahuan.

Wah..terharu juga kalau saya dapat pemberitahuan seperti itu..karena artinya darah saya dipakai untuk menyelamatkan seseorang kan?

Waktu saya tanya lagi ke teman saya yang pakar donor (64 kali!!), dia ternyata baru-baru ini dapat email pemberitahuan yang si suster bilang.

Darahnya dipakai untuk tranfusi seseorang. Asli terharu kan?!

Ada satu hal yang saya mau ingatkan..setelah kita mendonorkan darah, ada efek sampingnya.

Bisa mual, lelah, tidak punya energi dan ngantuk.

Pendonor juga tidak disarankan melakukan aktifitas yang terlalu menguras tenaga.

Jadilah saya batalkan kelas olah raga saya malam itu dan besok malamnya.

Masalah efek samping….saya ternyata kena ngantuk….

Dan ngantuknya itu buanngggeet!!!

Jam 7 malam hari itu, saya sudah ngorok di kamar….zzzzz

Jadi kesimpulannya gimana?

Jadi pendonor itu bikin hati senang ternyata. Mudah, tidak bertele-tele, gratis pula! Dan, darah kita mungkin bisa menyelamatkan seseorang loh!

Kalau teman-teman belum pernah melakukannya, mudah-mudahan setelah baca tulisan ini, jadi ikutan ya?

Yang jelas, menurut suster, minimum umur pendonor tanpa ijin orang tua itu 17 tahun. Maksimum? Tidak ada batasan, asalkan sehat dan berat badan mencukupi. (Ada batas minimum , tapi saya tidak tanya, yang jelas tidak boleh terlalu kurus ya.)

#pertamakali

#donordarah

Belajar Yuk Biar Tidak Goblok (2): Apa Itu Women Shelter

Waktu saya hijrah ke Amrik tahun 2005, saya boleh dibilang clueless banget ya.

Meskipun saya anak Jakarta dan pas mendarat di Amriknya , mendarat di kota cilik, tetap saja banyak hal-hal baru, hal-hal berbeda yang saya temui.

Saya ingat suatu sore kami jalan2 keliling kota pakai mobil. Lihat thrift store, pawn shop, youth center dan segambreng istilah asing lainnya yang saya baru dengar saat itu.

Lalu di jalan rindang di daerah tertua di kota saya, saya melihat ada rumah kecil dengan papan “help center”.

Apa itu ya? Pikir saya.

Sekilas saya baca informasi di depan rumah itu : crisis counseling.

Saya tidak kepikiran tentang rumah kecil itu lagi sampai beberapa bulan kemudian saya ada masalah dengan pasangan, saya nekat kabur. Maklum saya kan agak2 dramatis lah. Baru umur 30 an gitu deh….

Saya waktu itu tidak punya mobil ya, jadilah saya jalan kaki. Mau kemana? Pikir saya?

Yang jelas saya tahu saya harus ke tempat aman (safe place istilahnya disini).

Lalu saya ingat ke rumah kecil yang saya lewati beberapa waktu lalu. Saya putuskan untuk pergi ke tempat itu.

Jarak dari tempat saya tinggal ke rumah kecil itu 2.4 mil atau 3.8 kilo.

Jaman itu belum ada telpon pintar ya, jadi saya tahu lokasi semata2 karena saya perhatikan jalan ini dan itu.

Setelah saya sampai disitu, petugas langsung terima saya, tanyakan apa masalah saya dan tanpa banyak bla bla bla lagi saya di transpor ke ‘rumah rahasia’.

Intinya rumah kecil yang saya datangi itu adalah tempat dimana penduduk bisa mencari pertolongan : baik itu makanan, rumah, perlindungan dari pasangan yang pengguna obat, alkohol, abusive, saat merasa putus asa dan lain2nya.

Karena kasus saya saat itu (verbally abused/controlling saya diancam akan dicabut akses ke rekening bank-padahal saat itu saya tidak kerja), dan saya tidak mau balik ke rumah, oleh petugas saya dikirim ke women shelter.

Apa itu sih women shelter?

Women shelter pada dasarnya rumah yang disediakan untuk wanita2 yang mengalami penyiksaan (abused) , terutama fisik.

Women Shelter (WS) ini lokasinya dirahasiakan. Sangat tertutup dari luarnya. Tidak boleh ada yang tahu alamat WS ini dengan alasan keamanan. Cuma petugas dan polisi yang tahu dimana WS ini.

Karena kecenderungan si penganiaya, mereka biasanya terus mengejar si korban sampai mereka temukan. (Ada filem mbak JLo deh kalau tidak salah)

WS ini dibuat sedemikan menjadi tempat aman buat penghuninya. Pintu pagar ada kunci tertentu. Tidak boleh ada pengunjung. Penghuni juga tidak diperkenankan keluar.

Petugas bekerja sama dengan polisi dimana kalau si penganiaya mengadukan si korban, polisi sudah mendapat laporan dari petugas tentang kondisi abused. Jadi polisi tidak akan memberikan informasi apapun ke si pelapor.

Intinya women shelter adalah fasilitas yang tersedia di kota untuk perempuan saat mereka butuh perlindungan dari perlakuan buruk pasangan.

Saya merasa sangat aman dan terlindungi di WS. Dan juga saya bisa tenangkan diri disini.

WS tidak mengenakan biaya apapun. Dan kalau kita minta bantuan tambahan, misalnya menelpon kedutaan, saudara, teman, mereka akan bantu kita.

Saya (dan anak) diberikan kamar sendiri. Kamar mandi, dapur, ruang bersantai. ruang cuci baju ya digunakan bersama penghuni lainnya.

Sabun, sampo, sikat gigi. sisir disediakan, kalau memang kita tidak bawa baju ganti, mereka akan carikan. (Karena kan..kebanyakan penghuni WS kabur tho..sebagian besar mana sempat ngepakin barang2 pribadi…)

Kita boleh tinggal maksimum 7 hari di WS.

Intinya di Amrik, banyak fasilitas untuk penduduknya yang mencari bantuan.

Semoga tidak ada yang menggunakan fasilitas WS ini ya. Tapi kalau pun ada, jangan malu atau ragu. Fasilitas ini ada untuk menolong kita.

Kalau mau cari fasilitas2 seperti WS gunakan kata2 dibawah ini waktu lakukan pencarian.

  • Abuse
  • Domestic violence
  • Abusive
  • Battered
  • Molested
  • Crisis
  • Counseling
  • Help
  • Hotline crisis

C50BC91B-3256-4358-B049-29CF70575A05

 

Eh..pembaca tahu kan ya bagaimana menggunakan mesin pencari?

#belajarbiartidakgoblok

#mypeoplegoblokkatanya

Belajar Yuk Biar Tidak Goblok

Saya mau tulis beberapa tips buat teman-teman yang baru pindah ke Amrik (atau yang relatif baru tinggal di sini kurang dari 2 tahun).

Yang mudah-mudahan menolong teman-teman untuk mengerti tata cara hidup di sini yang notabene pastilah berbeda dengan hidup di Indonesia dan pastinya ya biar tidak dibilang “Goblok” gitu….😊

  • Sadarilah kalau kita imigran alias pendatang. Sopan santun tetap harus dijaga. Rasis? Bukan cuma di Amrik, di mana2 orang2 rasis itu ada. Jadi gimana dong? Ya buktikan kalau kita imigran yang sopan, yang patuhi aturan, yang tahu tata krama lokal. Bukan berarti karena bule2 demen minum beralkohol , kita juga ikutan ya. Atau langsung ngecet rambut jadi pirang. Stereotip imigran, kita dianggap tidak bisa berbahasa Inggris dengan benar, ya patahkan itu dengan belajar bahasa Inggris untuk perbaiki bahasa Inggris kita yang masih belepotan. Imigran tidak berpendidikan? Ayo sekolah lagi! (Silahkan baca tulisan saya mengenai seorang imigran disini
  • Mengerti kita itu tinggal di bagian mana di Amrik. Di barat? Di selatan? Di utara? Di midwest? Bisa bedakan antara kota dengan negara bagian, apa bedanya. Kenapa gitu penting amat? Biar kalau kita ada keadaan darurat, kita bisa dengan jelaskan dimana lokasi kita. Misalnya ni, jangan cuma bilang “Saya tinggal di Kentucky”. Kentucky itu negara bagian, ada berpuluh2 kota ya di Kentucky. Tolong belajar geografi lagi, baca peta Amerika ya.
  • Sebagai warga negara Indoensia, mengerti kita itu harus lapor ke perwakilan Indonesia yang mana? Ada KJRI California, KJRI Los Angeles, KJRI Chicago, KJRI Houston, KJRI New York dan Kedubes di DC.
  • Belajar menggunakan mesin pencari Google untuk cari tahu informasi-informasi publik: kantor polisi lokal, kantor bikin SIM, kantor bayar pajak, court house, rumah sakit, women’s shelter, tornado shelter. Google kalau saya bilang sudah cukup canggih untuk membaca kebiasaan kita. Jadi kalaupun kita pakai bahasa Indonesia misalnya, Google bisa deteksi kalau kita di Amrik, Google akan kasih kita informasi di Amrik.
  • Milikilah telpon seluler abad kini, yet tidak perlu yang tercanggih, cukup untuk akses ke internet, peta, foto, dan telpon. Bayar tagihan tepat waktu ya dan tahu bagaimana mengakses wifi gratis kalau pas data habis. Bikin video boleh banget, asal tahu buka internet juga kaliiii….
  • Simpan dokumen di satu tas, biar kalau ada apa2, seperti bencana alam, bencana RT, bencana tidak jelas lainnya, itu tas langsung bisa disambet dan kabuuuurrr ke tempat aman. Definisi dokumen penting : paspor negara kita. Kartu identifikasi lain. Akte kelahiran, ijazah sekolah. Dari sekian dokumen penting ini yang paling penting buat imigran, ya PASPOR. Istilahnya kalau kita punya paspor di tangan, dokumen2 lain can be left out.
  • Selalu sisihkan uang untuk diri kita sendiri, minimal cukup untuk tiket pulang (sendiri atau sama anak), atau untuk bisa hidup sendiri tanpa pasangan. Biarpun kita tidak kerja misalnya, sisihkan uang belanja sedikit demi sedikit untuk darurat. Simpan uang ini bersama2 dengan dokumen penting yang saya jelaskan diatas. Mau angka yang pakem? Minimal $1000. Dan..oh…Uang tunai masih diterima koq buat alat pembayaran di SEMUA tempat.😊
  • Perhatikan kota tempat kamu tinggal. Dimana bisa nemu polisi, dimana rumah sakit, dimana pemadam kebakaran. Tahu rute jalan utama, rute bis, rute kereta (kalau ada). Cara nelpon taksi tradisional gimana. Jangan cuma tahu mal doang. Please deh.
  • Selalu tanamkan di diri, kalau kita sendirilah yang harus bisa menolong diri kita. Minta bantuan boleh banget, tapi coba jangan membiasakan bikin heboh atau panik orang lain.
  • Polisi, aparat keamanan lainnya tugasnya menolong dan melindungi kita. Hormati mereka.
  • Jangan menyalahgunakan sistem deh alias nge- abuse. Karma loh!

Tinggal di negara baru jelas bikin keder ya.

Tapi bukan berarti kita jadi goblok.

Eh maaf duh kasar amat yaa bahasanya. Jadi malu deh saya…

Orang Indonesia konon santun perkataan dan perbuatannya, ayo tunjukkan dong!

Apalagi kita di negeri orang.

Setuju kan?!

Sekedar mengingatkan, cara kita berbicara, pilihan kata2 yang kita pakai itu cerminan diri kita sendiri loh. 😊

Catatan : bukan belagu, hal2 yang saya tulis diatas itu karena kebetulan saya baru tinggal disini 14 tahunan, punya pengalaman lumayan lah: pernah nelpon 911, 3 kali, sekali karena minta tolong, takut karena pas pasangan lagi mabok, takut salah satu dari kita jadi gelap mata. Pas polisi datang, mereka baik sekali dan menolong menengahi argumen kami berdua.

Saya juga pernah kabur ke tempat aman karena merasa di verbally abuse. Abuse itu macam2 ya, ada fisik, ada perkataan, ada keuangan, bahkan seks. Apapun bentuknya, namanya ya tetap abuse.

Masalah kabur bermodal paspor negara asli (dan tiket lah), saya tahu itu bukan mustahil karena saya punya kenalan yang melakukannya. Hari ini saya masih ketemu dia, besoknya dia sudah lenyap. Dan dia minggat bersama anaknya.

Yang jelas secara umum, saya selalu merasa aman melapor ke polisi.

Meskipun saya tidak pernah memakai layanan kedutaan Indo untuk hal2 lain selain urusan paspor, saya merasa aman karena saya tahu mereka ada.

Jangan takut bertanya sana sini, karena dengan bertanya kita jadi tidak goblok. 😜

Tinggal di Amerika : Belajar Membangun Kredit

Halo!!

Saya kali ini mau membahas tentang pengkreditan ala Amerika.

Pengkreditan atau peminjaman uang mau tidak mau adalah hal yang kita akan lakoni sebagai ‘orang dewasa’ 😉

Dari mulai kartu kredit, pinjaman untuk sekolah, beli mobil hingga beli rumah.

Nah di Amerika, setiap kali seseorang mau meminjam uang ke bank atau institusi keuangan lainnya, si individu akan di cek angka kreditnya. (istilah Amriknya  itu FICO credit score atau cukup credit score- saya singkat dengan CS ya untuk seterusnya).

Pengecekan CS individu tidak selalu berhubungan langsung dengan permintaan kredit di insitusi keuangan, beberapa perusahaan (tidak semua) juga melakukan pengecekan CS sebagai syarat penerimaan kepegawaian, yang saya tahu juga sebelum kita bisa dipertimbangkan untuk bisa menyewa apartemen, pengelola apartemen mensyaratkan pengecekan CS.

CS  pada dasarnya adalah tiga angka yang didapatkan dari hasil analisa matematik kondisi keuangan individu untuk menilai kredibilitas individu dalam hal peminjaman uang.

Semakin tinggi CS individu, semakin rendah bunga yang bisa di dapatkan si individu.

Di Amrik, ada 3 biro utama yang merekam kegiatan kredit seseorang : Experian, TransUnion dan Equifax.

Setiap individu diatas 18 tahun bisa mengakses angka kreditnya dari masing-masing biro ini, dan angka yang didapat dari biro yang satu dengan yang lain biasanya tidak selalu sama karena setiap biro memiliki kriteria yang agak berbeda dalam hal menilai kredit individu. Kalau tertarik untuk mengetahu perbedaan kriteria antara ketiga biro ini, bisa dibaca di sini.

 

Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai CS disini -kebetulan rekan saya yang juga tinggal di Amrik menulis pembahasan cukup detail tentang CS di blog nya, pembaca bisa baca penjelasan tentang CS di blog dia Cerita SF-.yang saya mau coba bagikan ke pembaca adalah bagaimana kita sebagai imigran bisa membangun CS kita.

Masalah utama yang di hadapi kita sebagai imigran adalah : tidak memiliki sejarah pengkreditan sama sekali di US.

Lah, namanya juga imigran kan?  Hidup kita boleh dibilang dimulai dari NOL lagi.

Ibaratnya orang baru lulus mau mencari pengalaman kerja,

tapi selalu ditolak karena tidak punya pengalaman kerja. ?????

Jadi gimana dong? Tenang, ini saya bagikan tip berdasarkan pengalaman pribadi sendiri tentang CS ini :

Langkah paling mudah membangun kredit adalah lewat pemilikan kartu kredit.

  • Kalau anda bersuamikan/beristrikan orang Amerika (dan mudah-mudahan CS dia bagus!!), boleh minta supaya anda di cantumkan sebagai pemohon tambahan (co-applicant bukan authorized user) dalam kartu kredit pasangan anda. Pastikan kalau anda dicantumkan sebagai co-applicant, dalam arti anda juga turut bertanggung jawab dalam hal pembayaran kartu kredit yang anda ajukan yang notabene akan tercantum dalam laporan CS. Kalau cuma sebagai authorized user anda cuma bisa memakai kartu, tapi tidak bertanggung jawab secara keuangan yang artinya juga tidak membangun kredit anda. Cara ini saya lakoni di bulan-bulan pertama saya tinggal di Amrik.
  • Ajukan pengambilan kartu kredit toko – ada 2 jenis kartu kredit di Amrik : kartu kredit yang diterima luas di penjuru dunia dengan logo : Amex, Visa, MasterCard, Discover dan kartu kredit yang hanya bisa dipakai di toko-toko tertentu. Kartu kredit toko pada umumnya memiliki persyaratan yang tidak terlalu ketat dengan kartu kredit global. Kemungkian permohonan kredit anda akan disetujui lebih besar. Di mana bisa ambil kartu kredit toko? Hampir semua toko-toko besar di Amrik menawarkan kartu kredit : Macys, Dillard, Old Navy, Banana Republic, Ann Taylor, Target dsb.

Yang harus diperhatikan dalam kartu kredit toko ini adalah : tingginya suku bunga dan batas kredit tidak besar. Apa artinya tinggi suku bunga? Kalau anda tidak membayar saldo penuh di batas tanggal akhir , anda akan dikenakan bunga yang cukup tinggi (tergantung dari saldo akhir).

Keuntungan kartu kredit toko ini adalah, kalau setelah periode tertentu anda dilihat bagus kinerja nya (pembayaran tepat waktu, tidak pernah lewat batas kredit), selalu ada kemungkinan untuk di naikkan tingkatannya menjadi kartu kredit global – yang artinya ya anda bisa menggunakan kartu kredit yang bersangkutan di manapun kartu kredit diterima.

  • Ajukan permohonan kartu kredit terbatas (secured credit card) dari bank (lebih baik di bank yang memang anda punya rekening). Apa itu kartu kredit terbatas? Kartu kredit terbatas memiliki daya beli yang serupa dengan kartu kredit tradisional, bedanya adalah pemohon diharuskan menaruh uangnya terlebih dahulu di kartu kredit ini dan sebagian besar kartu kredit jenis ini memiliki iuran tahunan. Kalau di tempat saya kerja, minimum pemohon bisa menaruh uang $250 dan maksimum $2,000 dengan iuran tahunan $36.

Pada dasarnya pemohon menggunakan uangnya sendiri dalam membangun kreditnya. Seperti halnya kartu kredit tradisional, pemilik kartu kredit terbatas juga akan menerima laporan pemakaian (statement) di akhir periode tertentu dan diwajibkan untuk membayar apa yang sudah dibelanjakan, baik minimum ataupun penuh. Kira-kira setelah satu tahun, anda bisa coba mengajukan permohonan kartu kredit tradisional dengan syarat anda ya menggunakan si kartu kredit terbatas layaknya kartu kredit tradisional.

Ada beberapa hal yang saya mau bagikan juga dalam masalah pengkreditan ini , supaya teman-teman tidak salah kaprah…he…he..he.

  1. Memiliki latar belakang kredit yang baik di Amrik itu lumayan penting. Meskipun mungkin kita punya cukup uang untuk membayar ini itu secara tunai, tidak ada salahnya untuk tetap membangun kredit.  Saya pribadi pernah temukan kasus dimana ada individu yang notabene berkecukupan, tetapi ditolak permohonan kreditnya semata-mata karena dia tidak memiliki latar belakang kredit sama sekali.
  2. Semakin beragam jenis kredit yang pernah kita miliki, semakin ‘baik’ rapor kita.
  3. Gunakan kredit – terutama kartu kredit- tidak lebih dari 50% dari batas kredit yang diberikan
  4. Pertahankan dan jaga kredit pertama yang anda buka sebaik mungkin. Misalnya : kredit pertama yang anda dapat itu kartu kredit. Setelah kartu kredit ini anda dapat 3 kartu kredit lainnya dalam jangka waktu 3 tahun. Kalau anda memutuskan ingin menutup kartu kredit yang lain, usahakan tutup yang terbaru yang anda punya. Karena lamanya kredit yang anda miliki adalah salah satu faktor dalam CS.

 

Pertama Kali : Ikutan Kelas Masak

Kali ini saya mau cerita pengalaman saya ikut kelas masak bareng Cooking at Millie.

Nemu kelas ini tidak sengaja pas lagi browsing Facebook…lucu juga pikir saya.

Secara saya seneng coklat…

Iseng ah..gak ada salahnya! Jadilah saya daftarkan ke kelas hari Selasa tanggal 12 Februari 2019 jam 6:30 PM.

Biaya nya $55.00 , gak murah sik..sekali2 boleh lah.

Saya sempat nanya boleh gak bawa anak saya -buat motoin says gitu- tapi gak boleh karena tempat terbatas katanya.

Jadilah selesai kerja, jam 5:40 pm, saya berangkat. Lokasi kelas di pusat kota Louisville, sekitar 30 menitan dari tempat saya tinggal.

Sampai di lokasi, sudah ada 8 peserta, semuanya pasangan..ada Ibu Dan anaknya, ada suami istri….lha..saya manyun juga cuma sendiri…katanya tempat terbatas??

Ya sudahlah…

Saya pilih meja kedua dari depan.

Penataan ruang ya seperti layaknya dapur. Ada kompor dengan 4 burner, panci, mangkuk, spatula, garpu.

Di area kerja saya, sudah tersedia bahan2 yang akan digunakan untuk membuat coklat malam ini

Jam 6:35, kelas dimulai.

Coklat pertama yang dibuat adalah oreo chocolate truffles.

Tinggal campur kue oreo yang sudah jadi bubuk- tanpa bagian putihnya- dengan cream cheese.

Adonan diuleni sampai tercampur semuanya lalu dibentuk bola-bola kecil

Koq truffles saya pipih begini ya?? Ternyata cara saya me-roll adonan kurang “muter”! Ha!!

Bola2 coklat ini lalu disimpan di kulkas supaya mengeras.

Aktifitas media adalah membuat adonan bentukan coklat yang nantinya akan digunakan untuk membuat coklat berbentuk bunga mawar.

Pertama-tama air didihkan diatas panci, setelah mendidih, matikan api,pindahkan panci ke counter, kalu kita letakkan coklat serpihan di atasnya dan mulai mengaduk-aduk hingga semua coklat meleleh.

Setelah meleleh, masukkan air gulag sedkitsemi deficit. Air gula akan membuat lelehan coklat kita liat seperti clay..

Proses ini lumayan makan waktu lama, karena kita harus terus mengelus menguleni adonan coklat sampai adonan “pas”: tidak berair, tidak terlalu kaku juga.

Setelah adonan jadi, seperti foto diatas, harus di keringkan.

Sementara menunggu adonan kering, peserta ke penganan coklat berikut : stoberi celup coklat.

Langkah pertama adalah serpihan coklat yang ditandai dipping kita lelehkan.

Prosesnya sama seperti melelehkan coklat pertama kali, tapi kita tidak menggunakan tambahan gula.

Dan disini peserta harus terus menerus mengaduk si lelehan coklat sembari mencemplung si stroberi supaya coklat tidak mengeras.

Saya barragan dengan peserta sebelah gantian mengaduk coklatnya.

O iya..truffles kita yang disimpan di kulkas sebelumnya juga akan dicelup coklat barengan dengan stroberi.

Tuh….hasilnya!!! Banyak ya?!!

Selesai celap celup, kita balik ke adonan coklat lagi.

Sekarang peserta harus meratakan si adonan

Haduh! Pegel!

Sebisa mungkin kita bikin adonanjadi tipis, supaya lebih enak dimakan.

Selesai meratakan adonan, mulai lah kita mencetak pola untuk membuat bunga mawar coklat.

Cetakan yang dipakai adalah cetakan berbentuk hati dengan ukuran yang berbeda-beda.

Peserta juga diberikan edible glitters yang bisa ditaburkan di kelopak mawar.

Dan ini hasilnya!

Selesai acara, masing-masing peserta membawa pula satu kontak coklat berisi oreo truffles, stroberi value coklat, coklat berbentuk mawar dan lolipop hati.

Seru?

Seru! Saya pribadi tidak hobi masak, tapi saya lebih tertarik ke ‘ilmu’ memasak…

Misalnya….saya jadi tahu

Kenapa coklat jangan dicampur dengan air misalnya (karena buyar), kenapa stroberinya jangan disimpan di lemari es..karena akan terlalu berair..akan susah celupan coklat nempel.

Kenapa pas nyampur gula dengan coklat kita gak mau adonan terlalu berminyak…

Mau ikutan lagi?

Boleh aja..kalau temanya menarik!

O iya..peserta disuguhi 2 shots bourbon…di tengah-tengah kelas…

Say minum seeuntik…ha.ha..ha..gak doyan…berhubung disuguhi ya monggo wae….

Sekian cerita pendek pengalaman saya…

Sampai lain kali!

Mumpung di Amrik: Explorasi Makanan Dunia

Sebelum ke Amrik, saya boleh dibilang kurang gaul dalam hal makanan. Pernah sik makan di resto Arab di hotel Sahid Jaya, makan Korea di resto2 dekat bundaran HI, makan Sushi di Darmawangsa, makan sup telur ala Cina di Blok M, makan taco di Plaza Indonesia, makan burger di resto rantai ala Amrik.

Gak berani makan yang kurang familiar ya, selain keder, gak ada teman yang mau diajak dan mahal juga kali…

Disini saya pertama kalinya makan masakan India…eh..suka ternyata….

Lalu kebetulan punya kenalan orang Turki, orang Irak, orang Paki yang rata-rata hobi masak.

Jadilah saya kenal baklava, nasi biryani, dan berbagai makanan asing lainnya….

Yang enaknya di Amrik, harga makanan dunia itu rata-rata ya sama dengan masakan lokal.

Kalau pas ada rejeki kami jalan-jalan ke kota besar di Amrik, pasti kami nyobain makan di resto yang tidak biasa.

Yang jelas nyari resto Indo lah, dari mulai Seattle, San Francisco, Denver, Ohiyo di Cleveland, Bali di Columbus, Mayasari di Indiana, Rickshaw di Chicago, Dallas, Bandung di Madison, Java Warung sudah kami coba.

Favorit kedua itu masakan India, menu favorit saya itu domba/lamb, mau di nasi, atau ala semur, saya doyan.

Kalau di resto Cina, saya paling girang kalau nemu bebek Peking.

Masakan Korea, ya nge-BBQ .

Buat saya, selain excited nyoba makanan baru, saya senang menelaah kemiripan makanan negara yang satu dengan negara yang lain ataupun karakter makanan.

Baru tahu kalau ada mi kari misalnya, atau ternyata masakan Afrika banyak penganan ikan dan rasanya mirip sama ikan panggang Indo.

Atau idealnya bebek Peking supaya garing, harus dianginin 24 jam sebelum dimasak…

Siomai bukan cuma milik abang2 sepeda di pinggiran Jakarta….

Jenis-jenis mi itu buanyaaaak….. ada mi kurus, mi endut (udon), mi transparan dan seterusnya…

Ramen aslinya kuah dasarnya dari 🐷🐖🐽

Vietnam dan India kenal dengan krupuk juga…

Crepes pada dasarnya martabak….bisa manis, bisa asin

Matcha, Chai, jadi favorit saya selain teh Sari Wangi…

Fudge itu ibarat dodol buat bule…

Yogurt ternyata bisa digunakan di makanan tho?

Orang Meksiko, Cuban, Afrika ternyata demen pisang goreng juga.

Inget susu kental manis?

Coklat Brazil, cemilan manis ala Meksiko pakai juga loooh

Seru kalau saya bilang ya..

Ternyata banyak yang kita pelajari dari makanan!

Beneran deh..saran saya..kalau tinggal di sini, apalagi di kota besar..yuk berpetualang kuliner!

Pertama Kali : Dilukis dan Melukis

Dulu waktu tinggal di Indo, pas jalan-jalan ke Pasar Seni Ancol sering lihat artis yang sedang melukis modelnya atau pengunjung di publik.

Lucu juga.

Cuma saya tidak PD. Mahal juga kali…

Di Amrik, pemandangan yang sama cukup sering saya lihat. Ada rasa kepingin, cuma koq ya keder ya…gimana gitu…

Nah, bulan Oktober lalu, di kota tempat saya tinggal ada festival seni tahunan, St.James Art Festival namanya.

Saya dan teman saya, yang anak Indo juga jalan-jalan lah ke lokasi St. James.

Teman saya sehari sebelumnya sudah mampir dan dia niat banget untuk dilukis sama artis ini.

Saya mah hayoo saja. Cari punya cari, kita ketemu juga artis ybs.

Saya mengamati si artis melukis teman saya.

Ternyata keren loh…dari mulai kanvas kosong, coret sana coret sini, campurkan warna-warna cat, hingga jadi potret wajah itu kira-kira 30 menit.

Teman saya selesai dilukis, saya koq jadi kepengen juga? Latah ya?

Jadilah saya gantian duduk manis di kursi…

30 menit kemudian lukisan wajah saya jadi deh…

Puas gak? Puas.

Apalagi si artis, namanya Ali membolehkan saya memilih warna latar belakang di lukisan saya ( ungu lah😊)

Si artis mematok harga $94 untuk lukisan wajah ini.

Mau dilukis lagi lain kali? Gak solo kali ya..berdua sama anak lucu juga kali…he..he..he…

Mirip gak lukisannya sama aslinya?

Kata anak saya sik mirip 😍

Setelah punya lukisan diri, beberapa bulan kemudian, teman saya yang lainnya mengajak saya ikutan kelas lukis singkat di Uptown.

Saya pernah diajak sebelumnya, tapi tidak ikutan, di tempat yang berbeda.

Nyesel juga tidak ikut, karena pas lihat hasil lukisan teman saya, low lucu juga…

Ya sudah..kesempatan belum tentu datang 2 kali kan?

Biaya kelas singkat ini $40, tapi saya dapat diskon, jadi saya cuma bayar $37.

Sampai di lokasi, peserta sudah disediakan celemek, 4 ukuran kuas, kanvas yang sudah bersketsa sesuai dengan pilihan kelas.

Tema lukisan itu beda setiap bulannya, tema kali ini adalah pemandangan di kanal Venice, Itali.

Saat itu ada total 7 peserta di kelas, 2 laki-laki dan 5 perempuan.

Instrukturnya perempuan masih muda.

Kelas dimulai sesuai waktu, pertama-tama peserta menuangkan cat 6 warna berbeda di kertas di area masing-masing.

Lalu instruktur memberi tahu peserta warna apa yang akan dicampur dan bagian mana dari sketsa yang akan diwarnai.

Setelah 1.5 jam, akhirnya lukisan saya jadi!

Yang uniknya , meskipun kita semua melukis obyek yang sama, hasil akhir beda loh!

Dan yang saya baru sadari, ternyata melukis itu relaxing banget!

Saya sangat menikmati perasaan saat saya mencampur warna dan bermain dengan kuas di kanvas.

Dan waktu lukisan akhirnya selesai, ada rasa puas melihat hasil karya sendiri.

Mau ikutan kelas lukis lagi?

Most likely I will!

Belajar Bahasa Perbankan Amrik

Saya kebetulan kerja di industri Perbankan, awal-awal kerja sebagai teller, sekarang saya kerja di operasional bagian pemalsuan cek.

Dari banyak pengalaman melayani nasabah maupun kasus-kasus, saya mau bagi sedikit ilmu buat teman-teman ya biar lebih mengerti sedikit tentang perbankan ala Amrij.

Produk

Seperti bank-bank ditanah air, bank-bank disini juga menawarkan berbagai jenis produk.

Yang paling umum adalah rekening checking dan savings.

Checking adalah rekening yang kita gunakan sehari-harinya: pengeluaran dan pemasukan. Dengan rekening checking kita biasanya diberikan kartu debit untuk membeli ataupun membayar ini itu.

Selain kartu debit, sebagai nasabah kita juga diberikan opsi untuk memiliki buku cek.

Kalau Savings seperti judulnya, ya buat simpanan ya..bukan buat digunakan untuk pengeluaran sehari-hari, tabungan lah istilahnya.

Yang jelas hampir setiap orang pasti butuh Checking, sementara untuk menabung atau memiliki simpanan kayaknya koq susah bener deh.

Kalau saya boleh saranin, buka kedua-duanya. Masalah menabung, langsung minta bank jadwalkan transfer otomatis tiap kali gajian. Mau cuma $5 keq, gak masalah yang penting kita sudah selalu sisihkan.

Usahakan simpanan kita jangan diotak -atik, meskipun bunga simpanan kurang menarik, lihat simpanan ini sebagai dana darurat. Cuma diambil saat kita benar-benar butuh uang.

Dari segi peraturan pun oleh pemerintah, ada batasan pengambilan atau pentransferan keluar dari tabungan per bulan, yaitu 6 kali. Kalau kita tarik uang (rmasuk transfer uang keluar) lebih dari 6 kali dalam 1 bulan, simpanan kita akan kena penalti otomatis dan langsung tipe akun kita akan berubah menjadi2 akun checking.

Pertanyaan kedua.

Mau buka akun sendiri atau akun bareng dengan pacar atau suami?

Saya pribadi punya akun sendiri dan punya akun bareng.

Kenapa? Banyak alasan sik…salah satu2nya karena nasehat ibu saya…kata beliau..biar kecil kamu punya lah tabungan sendiri…..

Ini sik masalah pilihan pribadi banget ya…saya mau kasih tahu pro dan kontra nya saja..

Akun pribadi berarti kita satu-satunya pemilik akun tsb. Artinya cuma kita yang boleh ngambil uang, menulis cek , memakai kartu debit dari akun ybs.

Repotnya kalau kita sakit atau meninggal, secara hukum kita tidak bisa minta orang lain untuk mengakses akun kita.

Kalau akun tabungan, berarti ada 2 orang atau lebih yang punya akses penuh ke akun.

Enaknya ya kalau ada apa-apa dengan salah satu pemilik akun, ada orang lain yang bisa akses akun

Tidak enaknya???

Kalau pemilik yang satu kurang pinter mengelola uang ya wis uang kita bisa habis tanpa jejak…

Atau misalnya si pemilik satu punya utang (atau punya pinjaman dengan pihak lain), si creditor punya hak untuk menarik bayaran dari akun manapun selama akun tsb ada nama si peminjam.

Kebayang misalnya situ gajian…eh koq tiba-tiba ada cek masuk buat bayar creditor X misalnya? Ya nasib…karena pemilik akun yang satu lagi pakai nomor akun ini buat bayar si kreditor.

Atau misalnya pemilik yang satu boros, sehingga akun jadi overdrawn,ya kamu harus ikutan bayar penalti dan kadang malah nama kamu bisa ikutan di blacklist karena kelakuan pemilik akun yang lain.

Waktu pertama kali lihat cek, saya bingung loh..ini makainya gimana yaaa?

Yuk lihat contoh cek dibawah ini

1-maker of the check atau nama yang punya rekening cek bersangkutan

2- tanggal kita menulis cek

3-payee atau kepada siapa cek kita akan bayar. Jadi kalau kita mau bayar rekening koran misalnya, ya tulis Kompas.

4-nilai numerik si cek yang kita setujui untuk dibayarkan oleh bank

5-nama bank kita

6-memo, buat catatan kita, untuk keperluan apa cek kita gunakan

7-tanda tangan kita sebagai pemilik cek

8- nomor cek

9- nomor rekening kita

10 –routing number yang notabene nomor pengenal bank

11-nilai tertulis cek kita

Ada hal2 penting yang harus kita ingat dalam menulis cek

  1. Jangan pernah tanda tangani cek kosong, karena itu sama saja artinya kita memberikan ‘akses’ or pihak ketiga untuk memgambil uang kita seberapa mereka mau
  2. Usahakan lengkapi semua isian, terutama #2,3,4,11,7.
  3. Selalu pastikan kalau nilai tertulis vs nilai angka sama, kalau Ada perbedaan pihak bank akan ambil nilai tertulis. Jadi misalnya nilai angka $880, nilai tertulis eight hundred bank akan bayar $800.
  4. Sangat penting untuk kita selalu konsisten dalam menandatangani cek, ini akan memudahkan pihak bank mengecek kalau cek kita ada yang memalsukan.
  5. Jangan pernah bolehkan orang lain menandatangani cek kita kecuali ybs juga ada di rekening kita.
  6. Simpan cek kita di tempat yang aman dan tersembunyi, kalau perlu di kotak terkunci.
  7. Segera laporkan ke bank kita, kalau buku cek kita hilang, supaya bank bisa bantu kita mencegah cek kita disalahgunakan orang lain

Biaya

Untuk membuka akun, baik itu rekening ataupun tabungan, setiap bank punya persyaratan masing-masing.

Salah satu yang kita harus perhatikan adalah biaya bulanan, baik untuk akunya, maupun biaya kartu debit, cek, catatan aktifitas bulanan.

Bank-bank besar di Amrik seperti Wells Fargo, Bank of America, Chase Bank, Region Bank, Fifth Third Bank, PNC biasanya mengenakan biaya bulanan, kecuali kita memenuhi persyaratan tertentu, biaya bulanan bisa di tangguhkan.

Sementara bank-bank lokal di kota tempat tinggal biasanya masih banyak yang menawarkan produk tanpa biaya bulanan apapun , tanpa kita harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu.

Saya pribadi punya 2 bank, satu bank lokal di Montana, satu bank multi nasional.

Saya sendiri tidak terlalu masalah punya rekening di bank di luar tempat saya berdomisili, yang agak riweh adalah waktu kita perlu layanan tambahan lainnya seperti mengirim uang ke luar negeri, atau membeli cek khusus dari bank.

Jadi memang saya sarankan untuk punya rekening yang ada kantor cabangnya dimana kita berdomisili.

Sekali lagi, kita harus perlakukan rekening bank kita sebagai hal yang pribadi sekali, dalam arti jangan sekali-kali kita membagi informasi rekening kita ke pihak ketiga, kecuali untuk masalah pengiriman gaji dari tempat kita kerja, masalah pajak dengan pemerintah, masalah pembayaran kewajiban kita ke kreditor.

Mudah-mudahan berguna ya!

 

 

 

 

 

Festival Derby 2

Masih bagian dari keriaan Kentucky Derby Festival, hari Sabtu tanggal 18 April 2018, saya diajak teman untuk nonton air show dan kembang api, kebetulan dia punya tiket extra…asikkk..rejeki nomplok!

Acara ini biasa disebut dengan Thunder Over Louisville.

Jam 2 saya dan anak di jemput teman saya dan suaminya, kita langsung cabut ke pusat kota dengan berbekal kursi lipat dan selimut.

Sampai di pusat kota, setelah parkir kami berempat berjalan kaki sekitar 4 blok ke lokasi Belvedere yang sudah dipesan khusus untuk pemegang tiket dari perusahaan ini.

Sampai di Belvedere, Kami diberi gelang untuk keluar masuk dan beberapa glowing sticks.

Setelah mengetek tempat menonton, Kami pergi ke lokasi makan yang juga disediakan dari perusahaan. Makanan ringan seperti hotdog, nachos, cotton candy, ice cream, soda, botol air mengalir tidak henti-henti.

Jam 3, air show dimulai, jam 4 pengunjung boleh mulai makan malam.

Acara kembang api dimulai setelah matahari terbenam, dan pengunjung mulai keluarkan glowing stick mereka

Sekitar jam 10, acara selesai.

Saya sendiri baru kali ini nonton acara Thunder Over Louisville dari awal hingga akhir.

Seru? Pasti. Yang jelas tahun ini, cuaca sangat mendukung, matahari bersinar cerah, tapi tidak kepanasan.

Cuma ni…pas pulangnya..haduh..mandeq dimana-mana.

Kami terjebak di kemacetan tidak kurang dari 2 jam, 1 jamnya habis di gedung garasi!!!

Mungkin besok-besok mending parkir jauhan kali yaaaa…….tapi harus rela jalan jauhan juga!😁