Saya beli tiket untuk tur online untuk jam 4 sore dan karena saya ambil tur trolley saya dapat potongan $6.
Kami ke lokasi pakai trolley hop on and off. O iya, lupa, saya ambil tiket troli untuk 2 hari, karena waktu saya lihat2, perhentian si troli ini boleh dibilang ya lokasi2 yang kami akan lewati, termasuk Tea Pary Museum ini.
Tempat stop si troli ini juga dekat banget sama hotel kami. Jadi gampang lah.
Dengan ikutan tur, pengunjung dijelaskan lah ya latar belakang istilah tea party.
Seru sik, saya jadi belajar juga tentang sejarah Amerika.
Awal masuk, setiap pengunjung dibkasih kartu “karakter” , nama orang2 yang terlibat di insiden pembuangan teh dari kapal.
Di utasan saya di IG di bawah teman2 bisa lihat prototype kapal, dan kotak2 teh yang di lempar ke laut (biasalah saya , maubikutan ngelempar juga, harap maklum ya pembaca🤭).
Di lokasi ada musium, ada tempat buat ngeteh dan ngemil. Di mana pengunjung bisa icip2 teh yang dibuang ke laut. Total ada 5 jenis teh yang dibuang ke laut pada saat peristiwa bersejarah itu.
Saat di Indonesia saya menghadiri pemakaman oma, oom dan tante.
Di Amerika saya terpaksa cuma bisa gigit jari waktu dengar kematian ayah, ibu, sepupu saya dan suami sahabat saya.
Pemakaman yang saya pernah hadiri langsung saat di Amrik itu adalah saat kematian adik ipar, kenalan suami (saat itu) dan kucing saya.
Dimanapun dan siapapun yang meninggal , berita kematian selalu menohok..mengagetkan, terhenyak.
Saya nangis jelas.
Masih teringat jelas pas saya terima kabar ayah meninggal. Saya sedang bekerja. Langsung nangis di tempat, atasan bolehkan saya pulang. Saya teruskan nangis di rumah.
Berbulan-bulan saya masih gak bisa percaya kalau ayah sudah tidak ada. Sering saya terpikir. Ah telpon ayah ah…. tiba2 teringat. Ah..ayah sudah meninggal?!?
Ini kondisinya saya beribu2 kilometer dari ayah ya. Rasa hampa itu tetap terasakan.
Saat dengar sepupu saya meninggal tiba2, saya bemgong berhari2. Gak kebayang si istri.
Saat suami teman saya meninggal, saya marah. Karena buat saya mereka itu soul mate.. kenapa koq Tuhan pisahkan mereka.
Tapi dari sekian berita2 kematian yang saya alami, kematian pasangan kenalan baru2 ini entah kenapa lebih menyakitkan dan membuat saya……..depresi
Kenapa?
Karena saya baru sadar kalau saya gak siap untu mati dan kalau tho saya “siap”, mereka yang harus mengurus kematian saya belum tentu siap dan meskipun mereka siap, tetap saja berat.
Di Amrik ada yang namanya cuti bereavement, yang rata2 cuma dikasih 3 hari.
Selama ini saya gak mikir, apa artinya 3 hari?
3 hari untuk mereka yang melayat, mungkin cukup. 3 hari untuk yang ditinggalkan? Sangat gak cukup.
Kebayang gak perasaan hampa, perasaan kehilangan, tapi tetap harus urus tetek bengek. Dari mulai hari penguburan, urusan administrasi, keuangan dan hal2 lainnya yang baru kita sadari harus diurus juga.
Entah kenapa emosi saya crumbled kayak gedung didemolisi. Saya nangis berhari2. Mungkin karena saya disini sendiri?
Gak kebayang gimana anak saya harus urus ini itu saat saya atau bapaknya meninggal.
Saya telpon ayahnya anak saya. Minta dia urus gono gini. Dia dengar nada saya “aneh”.
“Kamu kenapa?”
“Ada suami kenalan meninggal. Saya sedih untuk kenalan saya dan panik dengan kondisi saya”
Dia mengerti. “Baik. Saya coba urus”
We grieve differently
Cara kita berduka berbeda-beda.
Saya dengan menulis. Bukan untuk menghina, ngomongin kematian orang tertentu tapi untuk refleksi dan menyadari kematian lebih real ..
Hidup dengan kematian itu terasa lebih kejam, karena kita dituntut untuk terus berjalan sementara hati kita remuk redam….
Kalau saya boleh milih jurusan pas kuliah ni….saya sebetulnya tertarik sekali dengan psikologi.
Tepatnya ke masalah mental, kejiwaan seseorang dimana kepribadian seseorang terbentuk.
Saya suka mikir, eh kalau tiap bayi dikasih chip yan merekam kejadian yang dialami hingga mereka mencapai usia 18 tahun, bisa kali kita cari akar permasalahan seseorang?
Tapi apa daya, emak saya tipe emak Asia yang “kalau bukan insinyur bukan anak saya”, jadi ya saya masuk jurusan teknik Sipil. Asli berasa banget dungunya!
Tapi ya namanya jaman itu ya..mana bisa membangkang sama ortu, meskipun saya ada jiwa ngeyelnya tapi kalau yang namanya masalah sekolah, saya nurut deh
Nah, karena saya banyak mengalami masalah2 emosi, depresi, kesedihan berlarut-larut, kegagalan hubungan, saya kan jadi pakai jasa terapi, kembalilah saya ke kesenangan saya pas muda, ilmu psikologi.
Hal yang saya baru2 ini sangat tertarik adalah masalah wounded inner child.
Buat saya masalah ini menarik banget buat memahami pamdangan orang lain atau alasan kenapa seseorang berbuat sesuatu.
Konon dari yang saya baca dari isu wounded child berlanjut ke tipe attachment kita. Saya juga lagi baca audiobook buat lebih memahami dua topik ini dan ya lebih memahami diri sendiri juga sik.
Maklum ternyata saya bawaan oroknya itu self aware banget. Ada bagusnya ada enggaknya. Ini mah cerita buat di tulisan berikutnya kalo ya?!🤭
Dan thank God akan teknologi cookie yang memantau kesukaan saya, saya nemu reel ini , yang sebetulnya iklan dari app kesehatan mental.
Gak cukup saya repost, saya sampai screenshot satu satu. Kenapa gitu? Karena utasan ini berasa banget dengan apa yang saya sedang rasakan dan coba mengerti saat ini
Tapi…tapi…luka hati bisa disembuhkan kalau kita sadar kita punya luka. Dan ada keinginan kuat untuk menyembuhkan.
Dari yang saya baca2, sebagian besar dari kita gak sadar akan luka hati ini. Kita lebih pilih untuk berpura-pura gak pernah terluka. Lebih pilih untuk mengacuhkan. Yang paling “parah” sebagian besar dari kita lebih pilih untuk……menyalahkan pihak lain.😭
Yang terakhir itu yang paling menyesakkan deh. Karena saat kita PILIH untuk menyalahkan orang lain, bukan hanya kita mengacuhkan luka kita sendiri, tapi kita juga menambah / menguak luka lama seseorang.
Yuk. Berhenti menyakiti diri sendiri dan orang lain.
Belajar mindful, awareness jelas gak gampang.
Seperti juga IQ kecerdasan, IQ emosional mungkin juga gak semua orang akan setingkat “dewa” ya.
Tapi ni…kalau saya bilang sik, bedanya dengan IQ kecerdasan yang bisa MeNToQ, tingkat intelejensia emosional bisa lebih ditinggikan levelnya?
Eh sok tahu deh.
Kalau saya pribadi sik mau ya jadi orang dengan tingkat IQ emosi tinggi.
Mbuh lah. Saya pun kurang paham. Kata orang cinta itu bikin seseorang mabuk kepayang, gak bisa hidup tanpanya.
Akhir2 ini saya dipaksa menelaah arti kata cinta. Ceileeee…gak nahan deh🤭
Saya baca tiga buku berturut2 : Codependency No More. 5 Love Languages. Attachment Theory.
Kesimpulan saya? Cinta atau mencintai seseorang itu intinya kata kerja. Bukan cuma perasaan sar ser, hati berbunga-bunga pas lihat si cem-ceman.
Mencintai seseorang adalah pilihan. Dan kalau kita sudah memilih untuk mencintai sesuatu, seseorang, kita harus “bergerak”, aktif melakukan perbuatan mencintai apapun itu.
Saya cinta air terjun misalnya. Ya saya berusaha mengunjungi air terjun di berbagai tempat.
Saya cinta anjing saya. Ya dia saya peluk, saya bawa ke dokter untuk cek kesehatan, saya belikan baju, mainan, ajak jalan kemanapun saya pergi sebisa mungkin. Kadang dia suka merengek-rengek lapar, saya suka luluh kasih dia cemilan. Saya coba mengerti kelakuan dia, meskipun ya susah juga. Wong saya bukan anjing 🙃
Tapi karena saya cinta, saya mau ngerti kalau dia gak suka keluar saat udara dingin. Saya gak marah kalau dia lagi2 salah nyantronin apartemen.
Saya cinta pekerjaan saya. Saya mengerti apa yang pekerjaan saya “harapkan” dari saya. Saya mengerti the why saya melakukan apa yang saya lakukan. Saya belajar dari kesalahan saya dan berusaha gak akan melakukan kesalahan yang sama. Saya berusaha sekeras mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan saya tepat pada waktunya. Kalau ada hal yang saya tidak mengerti, saya cari tahu.
Gak bohong kadang saya nangis saat bekerja. Saya merasa lelah, gak worth it. Tapi saya gak nyerah begitu saja. Saya pilih untuk teruskan pekerjaan yang saya lakoni. Karena saya kadung cinta.
Kalau cinta sama orang gimana?
Ya saya artinya harus berusaha ngertiin orang tsb ya? Saya mau tahu apa sik yang bikin orang ini merasa dicinta? Apa yang bikin orang ini merasa gak dicintai?
Sama estranged suami, saya ngerasa gak dicintai karena dia sibuk minum alkohol, saya gak ngerasa dicintai karena saya merasa saya ‘sendiri’ di kehidupan RT kami.
Saya ingat sekali saat saya baru saja melahirkan, saya kena baby blues, badan meriang. Saya telpon minta dia pulang secepatnya, karena saya mau istirahat. Dia malah datang hampir jam 8 malam (biasanya jam 530an). Dari situ tangki cinta saya mulai bocor perlahan-lahan.
Pastinya ada masa2 saya merasa dicintai. Saat kami sekeluarga pergi kemping. Meskipun gak tidur di kasur empuk, tangki cinta saya terasa penuh karena terasa sekali kebersamaan kami. Membangun tenda, memasak makanan ala kadarnya, menggelar tikar piknik.
Bedanya mencintai sesuatu dan mencintai seseorang? karena sesuatu itu benda mati, usaha mencintai cuma dari kita semata.
Tapi saat kita pilih untuk mencintai seseorang, kata kerja ini akan lebih efektif hasilnya kalau timbal balik.
Balik lagi ke kasus saya & suami.
Jujur sampai saat ini, saya gak tahu apa bahasa cinta si suami dulu. Tapi juga saya gak akan heran kalau suamipun gak tahu bahasa cinta saya.
Bahasa cinta anjing saya? Makanan. Itu jelas banget. 🤪
Kalau saya pikir2, kebocoran tangki cinta saya itu banyak disebabkan karena saya gak merasa he’s on my side dan saya gak bisa mengandalkan dia sbg pelindung
Waktu saya dikibulin agen travel. Waktu dia jatuh di tempat parkir di bar, saya repot lapor ke pemilik bar, waktu saya kena homesick saat baru pindah dan seterusnya.
Saya datang ke pengadilan bersama dia masalah tunggakan child support. Saya ingat bagaimana kami menggenggam tangan seakan2 berkata We’ll get through this together “.
Tapi genggaman tangan tanpa perubahan saja ya gak cukup karena ternyata dia gak cari jalan keluar untuk membereskan masalah ini hingga tuntas.
Perlahan-lahan saya membeku. Saya menjadi istri yang dingin, sadis.
Kalau kita melihat cinta sebagai perasaan semata, kayaknya itu gak akan cukup ya. Logikanya kita tahu sendiri kalau perasaan kan datang dan pergi.
Intinya mencintai itu perbuatan yang kita lakukan penuh kesadaran.
Mencintai bukan berarti tidak ada luka🩸🩸 tidak ada tersinggung😖, tidak ada marah 😡, tidak ada kekecewaan.
Mencintai berarti sadar kalau pasangan kita dan kita sendiri punya kelemahan masing-masing.
Sadar kalau…well. We are all broken. Kita semua punya trauma. Dari masa kecil, dari masa muda. Kita semua “menyembunyikan” luka lama (yang kita pikir sudah sembuh 100%)
Baik saya atau siapapun deh gak ada yang mudah untuk dimengerti Tapi yang lebih penting adalah saat kita sama2 mau tumbuh bersama, mau mengerti pasangan kita,
Air terjun yang sama gak selalu bergemuruh dengan air berlimpah, tidak selalu terlihat jernih. Saya belajar memahami karakter air terjun. Saya sadar kalau ada faktor cuaca, faktor manusia, faktor alam sekitar yang mempengaruhi air terjun yang saya cintai. Saya sadar meskipun air terjun yang saya cintai tidak berniat untuk berubah, tapi perubahan tetap akan terjadi.
Selama air terjun itu bisa memberikan saya ketenangan jiwa, memberikan kesejukan dari percikan airnya, saya tetap mencintainya.
Sempat emosi dengan kelakuan nasabah, tapi setelah saya pikir2,itu bukan masalah saya lah Gak perlu diambil hati❤️
Betis kiri saya akhir-akhir ini terasa “kaku” dan seperti tidak bertenaga.
Jujur saya agak panik ada ketakutan kalau tiba2 kedua kaki saya mendadak lumpuh. Duh jangan ya gusti. Saya gak mau menyusahkan orang lain selama saya hidup.
Menghela nafas. Buang jauh2 pikiran2 aneh
Minggu ini, minggu Thanksgiving, terus terang saya kalau liburan seperti ini cenderung sedih dan depresi. Berasa banget kesendirian saya.
Hari Rabu, rekan kerja saya ajak saya ke bar. Ya wis saya temani. Dia cerita ttg laki2 yang akan dia kencani minggu ini. Seru juga dengar cerita dia.
Hari Jumat teman baik saya nelpon, ya udah kita rumpi2. Dia nyaranin saya buat cepetan cari cowo baru🤭. Saya cengengesan saja.
Malam ini saya ambil ekstra jam kerja..setelah itu saya mampir ke Costco beli barang2 dapur. Wuih hebatnya saya beneran cuma beli yang saya butuhkan loh!
Hari Sabtu hadiah anniversary dari tempat kerja kedua tiba!
Wah asik punya pisau baru!
Malamnya ada kenalan dari medsos yang telpon saya buat ngerumpi soal salah satu anak Indo di Amrik. Astagaa..dramaaa saudara2. 🤪
Saya geleng2 dengar ceritanya. Dari mulai balas2 an komentar, sampai informasi tanggal lahir, kapan nikah dsb dikorek2.
Eh kan bener, ternyata saya gak sedramatis ini lohhh😉
Pagi-pagi mau berangkat ke kantor, gak jadi karena ternyata prakiraan cuaca hari ini hujan seharian. Mobil saya bannya harus diganti, tapi belum sempat, Jadi gak PD nyetir di jalan licin.
Ya sudah, kerja dari rumahlah.
Eh ada rekan dari tim lain yang kita memang kemarin membahas kasus kita yang berhubungan. Setelah diskusi selesai, dia kasih saya Spotlight dimana dia tulis kalau dia suka kerja sama dengan saya.
Wah, serius saya terharu banget! Senang rasanya kalau ada rekan yang bisa see through us.
22 November 2025
Ah senangnya saya dapat notifikasi dari tempat kerja untuk menebus hadiah kerja 15 tahun.
Jujur saya cukup beruntung dalam masalah pekerjaan. Saya selalu dapat atasan dan rekan kerja yang baik , cerdas dalam bidang mereka.
Hari ini tempat kerja sibuk, maklum ada promosi Black Friday. Saya layani pasangan muda. Si perempuan sebetulnya cantik. Kulitnya mulus, pipinya agak tembem tapi tipe tembem yang imut. Tapi koq cemberut melulu dan cenderung gak ramah. Jujur, saya hampir kebawa mood si cewe, mana komputer bertingkah pula . Si mbak tambah cemberut. Tapi saya bilang ke diri sendiri , ya udah lah kasihan si eneng, hidupnya susah kali🙃
Selesai kerja, saya pergi ke Lowe’s, lihat2 promosi Black Friday barang2 elektronik yang memang saya lagi butuh. Entah gimana harga total yang saya bayar dari $1100 jadi cuma $750?
Saya bingung, tapi juga gak protes…..anggaplah rejeki semesta karena saya sudah berniat baik ❤️❤️