Author: Irus

Sekeping Indonesia di World Festival

Sejak pindah ke Amerika, saya selalu riang gembira dan hati berbuncah pas kebetulan ketemu barang-barang atau apapun dari Indonesia.Dari mulai lihat gambar harimau Sumatera di Starbucks, nemu kursi rotan ala orang kaya jaman 80 an di TJ Maxx, atau pas ada kegiatan budaya lokal dimana ada perwakilan dari Indonesia.Nah, akhir pekan Labor day ini, di kota tempat saya tinggal ada acara tahunan, namanya World Festival. Saya sudah sering mampir sik ke festival ini sejak kami pindah di tahun 2012, meskipun tidak setiap tahunnya.Pada dasarnya acara ini seperti bazaar terbuka, cuma temanya internasional, jadi selama 3 hari pengunjung bisa melihat parade dari bermacam-macam negara, pentas tarian Flamenco, Salsa, bagpipe players dll dan menikmati makanan dari berbagai negara.Tapi tahun ini spesial, karena tahun ini ada pentas tari Pendet dan tari Panji Semirang!Saya sebagai orang Indonesia yang kurang beruntung tidak bisa sering-sering mudik , langsung dong semangat 45 pengen hadir dan nonton.Ditambah kedua tarian ini saya tahu banget auranya, wong pas kelas 5 SD saya dimasukkin ke sanggar tari Bali oleh almarhum ibunda.Jam 11 saya sudah nangkring di meja Indonesia yang dihias dengan taplak batik, peta Indonesia versi batik, sepasang boneka wayang, angklung mini, congklak, topeng Rama dan Sinta, boneka kerbau, buku-buku masakan Indonesia, buku-buku anak-anak 2 bahasa dan buku-buku tentang Indonesia.

Jreng jreng …jam 2:30 PM waktu setempat, anak-anak blasteran Indo-Amrik yang cantik-cantik mulai menari tarian Pendet.Selama saya merekam pertunjukan mereka, saya seakan-akan dibawa kembali ke hari-hari saya berlatih di sanggar tari Bali dan berpentas menari Pendet untuk ujian kenaikan kelas ke tingkat Panji Semirang.Senang? Banget!Karena itu salah satu kenangan manis yang mau saya ingat terus.Perasaan saya yang berbunga-bunga karena akhirnya bisa ditindik 3 bondolan di kedua kening dan dahi.Mencium bau bunga kamboja di bokorMendengarkan musik Bali dimainkan dengan gamelan langsung bukan dari kaset terdengar sangat mistis di telinga…Ah…kenangan masa kecil memang indah ya.Yang jelas saya bersukur sekali punya teman-teman yang sangat bangga sebagai orang Indonesia dan mau bersusah payah melatih anak-anak mereka untuk ikut melestarikan budaya IndonesiaIni foto-foto cantik para penari dan video nya…https://youtu.be/kMzJNR1Ohhk

Advertisements

(Tidak Rencana) Jalan-Jalan : Pantai Wilmington, North Carolina

Bulan September lalu, waktu kebetulan libur ‘Labor Day’, kami ternyata harus pergi ke kota Wilmington di negara bagian Carolina Utara untuk menghadiri pemakaman kerabat suami.

Kami berangkat hari Jumat malam -setelah saya pulang kerja- sementara acara pelayanan itu hari Sabtu jam 11 pagi, jadilah boleh dibilang kami non stop berkendara dari Louisville, Kentucky ke Wilmington.

Mana hotel belum pesan pula, untunglah teknologi sudah canggih, sambil di jalan, saya cari-cari hotel yang tersedia – waduh…mana pas long weekend, yang ada semua hotel harganya tinggi! apa boleh buat, daripada tidak ada penginapan sama sekali, kami pilih hotel Staybridge untuk tempat kita ngaso di Wilmington.

Memang ini bukan perjalanan wisata yang direncanakan, tapi karena kebetulan pas hari libur, dan jarak tempuh yang cukup jauh dari kota kami (10 jam-an), daripada terlalu capai dijalan, kami putuskan untuk menghabiskan 1 hari penuh di kota Wilmington.

Kami sampai tepat waktu, masih sempat menghadiri layanan di gereja dan berkunjung ke rumah duka.

Setelah acara duka selesai, kami balik ke hotel. Di hotel, kami melihat-lihat, kira-kira apa yang kami bisa lakoni dalam waktu singkat ini.

Suami tertarik mau kunjungi museum kapal perang, saya ogah, saya kepingin ke pantai, karena setelah kami lihat Wilmington ini lokasinya dekat dengan pantai Wrightsville, di laut Atlantik.

Jadilah diputuskan kalau suami dan anak berkunjung ke museum, sementara saya jalan-jalan di downtown Wilmington.

Hari minggu pagi kita berangkat ke downtown Wilmington, beli tiket untuk ke museum kapal perang untuk

2016fatherdayetc2

Intip Gedung Pusat Pemerintahan

Kali ini saya mau cerita tentang koleksi saya mengunjungi gedung State Capital di ibukota masing-masing negara bagian.  Sejak pindah ke Amrik dan diajak jalan-jalan  bermobil ria dengan suami, saya selalu minta mampir di ibukota negara bagian yang bersangkutan – kalau memang kita lewati.

Pertama-tama saya cuma senang memotret gedung State Capitolnya dari luar, tapi waktu ke Madison, ibukota negara bagian Wisconsin, baru tahu kalau ternyata kita bisa masuk ke dalam gedung dan tur di dalam gedung.

Secara umum, gedung State Capitol selalu terbagi di 2 bagian : tempat senat bersidang dan tempat perwakilan daerah bersidang. Sebagian besar gedung State Capitol selalu berkubah dan biasanya dari dalam, kubah ini dihias sedemikian artistiknya dan pengunjung selalu ingin melihat kubah. Dari sekian banyak gedung state capitol yang saya kunjungi cuma satu yang tidak berkubah, yaitu gedung state capitol Indianapolis.

Interior gedung State Capitol juga amat mewah, marble Itali, kualitas terbaik kayu untuk pintu-pintu ruangan, lampu-lampu kristal, lukisan-lukisan yang menggambarkan sejarah Amerika dan patung-patung tokoh bersejarah Amerika.

Ruangan di bawah kubah biasanya disebut dengan Rotunda.

Berikut gedung-gedung State Capitol yang sudah saya kunjungi :

  1. Indianapolis, Indiana
  2. Helena, Montana
  3. Springfield, Illinois
  4. Sacramento, California
  5. Des Moines, Iowa
  6. Columbus, Ohio
  7. Nashville, Tenesse
  8. Cheyenne, Wyoming
  9. Denver, Colorado
  10. Boise, Idaho
  11. Charleston, West Virginia
  12. Utah, Salt Lake City
  13. Madison, Wisconsin
  14. Frankfort, Kentucky
  15. Olympia, Washington
  16. Washington DC, USA

Dari semua ibukota negara bagian diatas, saya baru masuk ke tiga gedung State Capitol :

  • Madison, Wisconsin
  • Washington DC, USA
  • Springfield, Illinois

Saya paling senang memang melihat hiasan kubah dari dalam gedung. Di Washington DC : gambar George Washington dikelilingi …………

Jalan-Jalan : Washington DC – Teater Ford, Panda dan Musium Air and Space

Sabtu, 12 Maret 2017.

Suhu hari ini konon lebih dingin dari hari kemarin. Jadilah kita berpakaian lebih komplit lagi. Topi, selendang, baju hangat, sarung tangan. Kalau kemarin si kecil kelupaan bawa selendang dan salah satu baju hangatnya, hari ini saya pastikan dia memakai 2 4 lapis baju!!

Rencana hari ini adalah berkunjung ke teater Ford, dimana presiden Abraham Lincoln dibunuh, mengunjungi Panda di National Zoo, melewati jalan Kedutaan (Embassy Row) dan melihat salah satu museum di pusat kota DC.

 

Tinggal di Amerika : Belajar Membangun Kredit

Halo!!

Saya kali ini mau membahas tentang pengkreditan ala Amerika.

Pengkreditan atau peminjaman uang mau tidak mau adalah hal yang kita akan lakoni sebagai ‘orang dewasa’ 😉

Dari mulai kartu kredit, pinjaman untuk sekolah, beli mobil hingga beli rumah.

Nah di Amerika, setiap kali seseorang mau meminjam uang ke bank atau institusi keuangan lainnya, si individu akan di cek angka kreditnya. (istilah Amriknya  itu FICO credit score atau cukup credit score- saya singkat dengan CS ya untuk seterusnya).

Pengecekan CS individu tidak selalu berhubungan langsung dengan permintaan kredit di insitusi keuangan, beberapa perusahaan (tidak semua) juga melakukan pengecekan CS sebagai syarat penerimaan kepegawaian, yang saya tahu juga sebelum kita bisa dipertimbangkan untuk bisa menyewa apartemen, pengelola apartemen mensyaratkan pengecekan CS.

CS  pada dasarnya adalah tiga angka yang didapatkan dari hasil analisa matematik kondisi keuangan individu untuk menilai kredibilitas individu dalam hal peminjaman uang.

Semakin tinggi CS individu, semakin rendah bunga yang bisa di dapatkan si individu.

Di Amrik, ada 3 biro utama yang merekam kegiatan kredit seseorang : Experian, TransUnion dan Equifax.

Setiap individu diatas 18 tahun bisa mengakses angka kreditnya dari masing-masing biro ini, dan angka yang didapat dari biro yang satu dengan yang lain biasanya tidak selalu sama karena setiap biro memiliki kriteria yang agak berbeda dalam hal menilai kredit individu. Kalau tertarik untuk mengetahu perbedaan kriteria antara ketiga biro ini, bisa dibaca di sini.

 

Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai CS disini -kebetulan rekan saya yang juga tinggal di Amrik menulis pembahasan cukup detail tentang CS di blog nya, pembaca bisa baca penjelasan tentang CS di blog dia Cerita SF-.yang saya mau coba bagikan ke pembaca adalah bagaimana kita sebagai imigran bisa membangun CS kita.

Masalah utama yang di hadapi kita sebagai imigran adalah : tidak memiliki sejarah pengkreditan sama sekali di US.

Lah, namanya juga imigran kan?  Hidup kita boleh dibilang dimulai dari NOL lagi.

Ibaratnya orang baru lulus mau mencari pengalaman kerja,

tapi selalu ditolak karena tidak punya pengalaman kerja. ?????

Jadi gimana dong? Tenang, ini saya bagikan tip berdasarkan pengalaman pribadi sendiri tentang CS ini :

Langkah paling mudah membangun kredit adalah lewat pemilikan kartu kredit.

  • Kalau anda bersuamikan/beristrikan orang Amerika (dan mudah-mudahan CS dia bagus!!), boleh minta supaya anda di cantumkan sebagai pemohon tambahan (co-applicant bukan authorized user) dalam kartu kredit pasangan anda. Pastikan kalau anda dicantumkan sebagai co-applicant, dalam arti anda juga turut bertanggung jawab dalam hal pembayaran kartu kredit yang anda ajukan yang notabene akan tercantum dalam laporan CS. Kalau cuma sebagai authorized user anda cuma bisa memakai kartu, tapi tidak bertanggung jawab secara keuangan yang artinya juga tidak membangun kredit anda. Cara ini saya lakoni di bulan-bulan pertama saya tinggal di Amrik.
  • Ajukan pengambilan kartu kredit toko – ada 2 jenis kartu kredit di Amrik : kartu kredit yang diterima luas di penjuru dunia dengan logo : Amex, Visa, MasterCard, Discover dan kartu kredit yang hanya bisa dipakai di toko-toko tertentu. Kartu kredit toko pada umumnya memiliki persyaratan yang tidak terlalu ketat dengan kartu kredit global. Kemungkian permohonan kredit anda akan disetujui lebih besar. Di mana bisa ambil kartu kredit toko? Hampir semua toko-toko besar di Amrik menawarkan kartu kredit : Macys, Dillard, Old Navy, Banana Republic, Ann Taylor, Target dsb.

Yang harus diperhatikan dalam kartu kredit toko ini adalah : tingginya suku bunga dan batas kredit tidak besar. Apa artinya tinggi suku bunga? Kalau anda tidak membayar saldo penuh di batas tanggal akhir , anda akan dikenakan bunga yang cukup tinggi (tergantung dari saldo akhir).

Keuntungan kartu kredit toko ini adalah, kalau setelah periode tertentu anda dilihat bagus kinerja nya (pembayaran tepat waktu, tidak pernah lewat batas kredit), selalu ada kemungkinan untuk di naikkan tingkatannya menjadi kartu kredit global – yang artinya ya anda bisa menggunakan kartu kredit yang bersangkutan di manapun kartu kredit diterima.

  • Ajukan permohonan kartu kredit terbatas (secured credit card) dari bank (lebih baik di bank yang memang anda punya rekening). Apa itu kartu kredit terbatas? Kartu kredit terbatas memiliki daya beli yang serupa dengan kartu kredit tradisional, bedanya adalah pemohon diharuskan menaruh uangnya terlebih dahulu di kartu kredit ini dan sebagian besar kartu kredit jenis ini memiliki iuran tahunan. Kalau di tempat saya kerja, minimum pemohon bisa menaruh uang $250 dan maksimum $2,000 dengan iuran tahunan $36.

Pada dasarnya pemohon menggunakan uangnya sendiri dalam membangun kreditnya. Seperti halnya kartu kredit tradisional, pemilik kartu kredit terbatas juga akan menerima laporan pemakaian (statement) di akhir periode tertentu dan diwajibkan untuk membayar apa yang sudah dibelanjakan, baik minimum ataupun penuh. Kira-kira setelah satu tahun, anda bisa coba mengajukan permohonan kartu kredit tradisional dengan syarat anda ya menggunakan si kartu kredit terbatas layaknya kartu kredit tradisional.

Ada beberapa hal yang saya mau bagikan juga dalam masalah pengkreditan ini , supaya teman-teman tidak salah kaprah…he…he..he.

  1. Memiliki latar belakang kredit yang baik di Amrik itu lumayan penting. Meskipun mungkin kita punya cukup uang untuk membayar ini itu secara tunai, tidak ada salahnya untuk tetap membangun kredit.  Saya pribadi pernah temukan kasus dimana ada individu yang notabene berkecukupan, tetapi ditolak permohonan kreditnya semata-mata karena dia tidak memiliki latar belakang kredit sama sekali.
  2. Semakin beragam jenis kredit yang pernah kita miliki, semakin ‘baik’ rapor kita.
  3. Gunakan kredit – terutama kartu kredit- tidak lebih dari 50% dari batas kredit yang diberikan
  4. Pertahankan dan jaga kredit pertama yang anda buka sebaik mungkin. Misalnya : kredit pertama yang anda dapat itu kartu kredit. Setelah kartu kredit ini anda dapat 3 kartu kredit lainnya dalam jangka waktu 3 tahun. Kalau anda memutuskan ingin menutup kartu kredit yang lain, usahakan tutup yang terbaru yang anda punya. Karena lamanya kredit yang anda miliki adalah salah satu faktor dalam CS.

 

Jalan-Jalan ke Chicago

Chicago. Salah satu kota metropolis di Amrik. Rasanya kurang komplit kalau belum ke Chicago.

Dari waktu tinggal di Cleveland, saya sudah pengen ke Chicago tapi belum kesampean.

Nah, bulan April lalu, saya sempet ke Chicago semalam dengan teman…wuiihh..magnificent!

Jadilah pas balik, saya bilang ke suami, musim liburan sekolah kali ini kita ke Chicago!

Saya dapat libur mulai tanggal 4 Juli hingga 15 Juli. Biasanya kami ogah jalan-jalan pas liburan 4 Juli ya..terlalu rame! Tapi pikir2 ya wis lah sekali-kali ikut keramaian tidak apa-apa kaliii….

Saya mulai memantau harga hotel, dari mulai Groupon, Expedia, saya pelototi..hi..hi..hi..

Setelah klik sana klik sini, saya pesan hotel Omni di Michigan Avenue, selain karena lokasinya saya sudah paham, juga karena hotel ini membolehkan membawa hewan peliharaan.

O iya, liburan kali ini pertama kalinya kami membawa anjing kecil kami, si Oxford.

Hidup Glamorku di Amrik

Tinggal di Amerika buat banyak orang itu ibarat mimpi jadi kenyataan, menang lotere milyaran lah.

Banyak orang-orang yang bela-belain akan melakukan apa saja buat bisa hijrah ke sini.

Konon nih..hidup di luar negeri itu serba enak….

Benar atau tidak siiih??

Mau tahu keglamoran hidup di Amrik?

  • Tinggal di Amrik, artinya kita harus bisa berbahasa Inggris. Keren dooongggg…. halah…siap2 untuk dipandang sebelah mata, dicemooh karena aksen kita yang terdengar asing. Jadi coba buang mental “bahasa Inggris saya jelek”, mending langsung ikutan kursus bahasa Inggris kalau memang niat tinggal disini
  • Jangan selalu harapkan kalau kita bisa mudik setiap tahun (meskipun pengharapan orang-orang ke kita, kita seharusnya mudik setiap tahun). Kalau kebetulan Mas bulenya wis royal, banyak duit ya bisa -bisa saja mudik tiap tahun. Atau kita pribadi kelebihan uang yang bisa disisihkan until ongkos mydik. Tapi pada kenyataannya tidak semua pendatang bisa dengan manisnya mudik ke Indo setiap tahun. Saya termasuk contoh imigran kere. Sejak hijrah 2005, baru 2x balik ke Indo.

Kalau ada yang gatel nanya “emang situ gak kerja apa?” Jawabnya, Memang kalau saya kerja kamu pikir gaji saya berapa gitu.

Ini termasuk juga saat ada musibah di tanah air, 2x saya cuma bisa nangis waktu ortu meninggal, karena saya di sini dan GAK MAMPU pulang. Sedih? Banget. Cuma mau gimana lagi, gak mungkin kan bayar ongkos pesawat pakai bulu ketek?

  • Jauh dari sanak saudara dan jangan mengharapkan bakalan dikunjungi. Saya orangnya ternyata tipe “gak apa-apa dan gak minta apa-apa”. Selamat pindah, saya tidak merengek-rengek minta dikunjungi sanak saudara, secara tidak murah ya. Lagian juga saya orangnya males ngerepotin…kalau ada yang punya rejeki lebih pas main ke Amrik, kebetulan “lewat” tempat saya, kalau mau ketemuan ya monggo. Pernah beberapa kali saya koq bego nya ngarep dikunjungi, sempet minta dikunjungi pula…tapi ternyata saya tidak masuk daftar “penting untuk ditengok” …ya wis. Gak apa-apa.
  • Jangan harapkan bantuan dari tanah air…(jauh aja!!) Dulu di Indo, duit kurang minta ortu. Sakit minta dikelonin ortu. Di sini siapin mental buat MANDIRI. Saya ngelahirin ya berdua sama laki, setelah melahirkan kalau temen2 di Indo dikelonin sejuta helpers saya ya do it yourself Anak sakit ya ditungguin sendiri, suami di operasi ya ditungguin sendiri, mobil mogok di tengah jalan, suami di negara lain, ya dorong.

Tapi…jangan keder ya…gak usah terlalu dipikirin juga.

Bantuan datang dari berbagai bentuk lah. Gak ada saudara, selalu ada orang-orang di sekitar kita yang gak akan sungkan-sungkan akan menolong kita.

Kayak waktu mobil saya di tabrak lari, untuk ngebenerin saya harus punya $500. Buat ukuran keluarga saya saat itu, uang segitu gak kecil ya…

Dilalah dapat sumbangan dari strangers….

Ada kebakaran di rumah, tetangga punya alat pemadam kebakaran, sehingga api bisa dipadamkan sebelum unit pemadam kebakaran datang

Gak ada mobil, ya naik sepeda, atau jalan kaki, atau naik bis

Gak ada ortu ato mertua, atau kakak, adik buat jagain anak, ya bayar daycare atau sitter atau teman/tetangga yang baik hati.

Ngomong-ngomong, kondisi “glamor” yang saya paparkan di atas gak selalu berlaku untuk semua imigran loh ya.

Banyak juga koq teman-teman Indo yang Alhamdulillah rejeki mereka bagus dan berlimpah, bolak balik Indo-Amrik mah gak masalah…

Yang sering dikunjungi keluarga dari Indo.

Tulisan di atas sebagian besar ya hal-hal yang saya alami sendiri, yang saya pikir2 gak apa2 lah dibagi,

Dengan harapan bisa membuat pembaca yang berminat hijrah ke Amrik agak membumi dan gak selalu melayang di negeri kayangan atau berangan-angan setinggi langit ketujuh ☺

Gimana? Siap mental?

Pertama Kali : Ikutan Kelas Masak

Kali ini saya mau cerita pengalaman saya ikut kelas masak bareng Cooking at Millie.

Nemu kelas ini tidak sengaja pas lagi browsing Facebook…lucu juga pikir saya.

Secara saya seneng coklat…

Iseng ah..gak ada salahnya! Jadilah saya daftarkan ke kelas hari Selasa tanggal 12 Februari 2019 jam 6:30 PM.

Biaya nya $55.00 , gak murah sik..sekali2 boleh lah.

Saya sempat nanya boleh gak bawa anak saya -buat motoin says gitu- tapi gak boleh karena tempat terbatas katanya.

Jadilah selesai kerja, jam 5:40 pm, saya berangkat. Lokasi kelas di pusat kota Louisville, sekitar 30 menitan dari tempat saya tinggal.

Sampai di lokasi, sudah ada 8 peserta, semuanya pasangan..ada Ibu Dan anaknya, ada suami istri….lha..saya manyun juga cuma sendiri…katanya tempat terbatas??

Ya sudahlah…

Saya pilih meja kedua dari depan.

Penataan ruang ya seperti layaknya dapur. Ada kompor dengan 4 burner, panci, mangkuk, spatula, garpu.

Di area kerja saya, sudah tersedia bahan2 yang akan digunakan untuk membuat coklat malam ini

Jam 6:35, kelas dimulai.

Coklat pertama yang dibuat adalah oreo chocolate truffles.

Tinggal campur kue oreo yang sudah jadi bubuk- tanpa bagian putihnya- dengan cream cheese.

Adonan diuleni sampai tercampur semuanya lalu dibentuk bola-bola kecil

Koq truffles saya pipih begini ya?? Ternyata cara saya me-roll adonan kurang “muter”! Ha!!

Bola2 coklat ini lalu disimpan di kulkas supaya mengeras.

Aktifitas media adalah membuat adonan bentukan coklat yang nantinya akan digunakan untuk membuat coklat berbentuk bunga mawar.

Pertama-tama air didihkan diatas panci, setelah mendidih, matikan api,pindahkan panci ke counter, kalu kita letakkan coklat serpihan di atasnya dan mulai mengaduk-aduk hingga semua coklat meleleh.

Setelah meleleh, masukkan air gulag sedkitsemi deficit. Air gula akan membuat lelehan coklat kita liat seperti clay..

Proses ini lumayan makan waktu lama, karena kita harus terus mengelus menguleni adonan coklat sampai adonan “pas”: tidak berair, tidak terlalu kaku juga.

Setelah adonan jadi, seperti foto diatas, harus di keringkan.

Sementara menunggu adonan kering, peserta ke penganan coklat berikut : stoberi celup coklat.

Langkah pertama adalah serpihan coklat yang ditandai dipping kita lelehkan.

Prosesnya sama seperti melelehkan coklat pertama kali, tapi kita tidak menggunakan tambahan gula.

Dan disini peserta harus terus menerus mengaduk si lelehan coklat sembari mencemplung si stroberi supaya coklat tidak mengeras.

Saya barragan dengan peserta sebelah gantian mengaduk coklatnya.

O iya..truffles kita yang disimpan di kulkas sebelumnya juga akan dicelup coklat barengan dengan stroberi.

Tuh….hasilnya!!! Banyak ya?!!

Selesai celap celup, kita balik ke adonan coklat lagi.

Sekarang peserta harus meratakan si adonan

Haduh! Pegel!

Sebisa mungkin kita bikin adonanjadi tipis, supaya lebih enak dimakan.

Selesai meratakan adonan, mulai lah kita mencetak pola untuk membuat bunga mawar coklat.

Cetakan yang dipakai adalah cetakan berbentuk hati dengan ukuran yang berbeda-beda.

Peserta juga diberikan edible glitters yang bisa ditaburkan di kelopak mawar.

Dan ini hasilnya!

Selesai acara, masing-masing peserta membawa pula satu kontak coklat berisi oreo truffles, stroberi value coklat, coklat berbentuk mawar dan lolipop hati.

Seru?

Seru! Saya pribadi tidak hobi masak, tapi saya lebih tertarik ke ‘ilmu’ memasak…

Misalnya….saya jadi tahu

Kenapa coklat jangan dicampur dengan air misalnya (karena buyar), kenapa stroberinya jangan disimpan di lemari es..karena akan terlalu berair..akan susah celupan coklat nempel.

Kenapa pas nyampur gula dengan coklat kita gak mau adonan terlalu berminyak…

Mau ikutan lagi?

Boleh aja..kalau temanya menarik!

O iya..peserta disuguhi 2 shots bourbon…di tengah-tengah kelas…

Say minum seeuntik…ha.ha..ha..gak doyan…berhubung disuguhi ya monggo wae….

Sekian cerita pendek pengalaman saya…

Sampai lain kali!

Mumpung di Amrik: Explorasi Makanan Dunia

Sebelum ke Amrik, saya boleh dibilang kurang gaul dalam hal makanan. Pernah sik makan di resto Arab di hotel Sahid Jaya, makan Korea di resto2 dekat bundaran HI, makan Sushi di Darmawangsa, makan sup telur ala Cina di Blok M, makan taco di Plaza Indonesia, makan burger di resto rantai ala Amrik.

Gak berani makan yang kurang familiar ya, selain keder, gak ada teman yang mau diajak dan mahal juga kali…

Disini saya pertama kalinya makan masakan India…eh..suka ternyata….

Lalu kebetulan punya kenalan orang Turki, orang Irak, orang Paki yang rata-rata hobi masak.

Jadilah saya kenal baklava, nasi biryani, dan berbagai makanan asing lainnya….

Yang enaknya di Amrik, harga makanan dunia itu rata-rata ya sama dengan masakan lokal.

Kalau pas ada rejeki kami jalan-jalan ke kota besar di Amrik, pasti kami nyobain makan di resto yang tidak biasa.

Yang jelas nyari resto Indo lah, dari mulai Seattle, San Francisco, Denver, Ohiyo di Cleveland, Bali di Columbus, Mayasari di Indiana, Rickshaw di Chicago, Dallas, Bandung di Madison, Java Warung sudah kami coba.

Favorit kedua itu masakan India, menu favorit saya itu domba/lamb, mau di nasi, atau ala semur, saya doyan.

Kalau di resto Cina, saya paling girang kalau nemu bebek Peking.

Masakan Korea, ya nge-BBQ .

Buat saya, selain excited nyoba makanan baru, saya senang menelaah kemiripan makanan negara yang satu dengan negara yang lain ataupun karakter makanan.

Baru tahu kalau ada mi kari misalnya, atau ternyata masakan Afrika banyak penganan ikan dan rasanya mirip sama ikan panggang Indo.

Atau idealnya bebek Peking supaya garing, harus dianginin 24 jam sebelum dimasak…

Siomai bukan cuma milik abang2 sepeda di pinggiran Jakarta….

Jenis-jenis mi itu buanyaaaak….. ada mi kurus, mi endut (udon), mi transparan dan seterusnya…

Ramen aslinya kuah dasarnya dari 🐷🐖🐽

Vietnam dan India kenal dengan krupuk juga…

Crepes pada dasarnya martabak….bisa manis, bisa asin

Matcha, Chai, jadi favorit saya selain teh Sari Wangi…

Fudge itu ibarat dodol buat bule…

Yogurt ternyata bisa digunakan di makanan tho?

Orang Meksiko, Cuban, Afrika ternyata demen pisang goreng juga.

Inget susu kental manis?

Coklat Brazil, cemilan manis ala Meksiko pakai juga loooh

Seru kalau saya bilang ya..

Ternyata banyak yang kita pelajari dari makanan!

Beneran deh..saran saya..kalau tinggal di sini, apalagi di kota besar..yuk berpetualang kuliner!