lokal

Sekeping Indonesia di World Festival

Sejak pindah ke Amerika, saya selalu riang gembira dan hati berbuncah pas kebetulan ketemu barang-barang atau apapun dari Indonesia.Dari mulai lihat gambar harimau Sumatera di Starbucks, nemu kursi rotan ala orang kaya jaman 80 an di TJ Maxx, atau pas ada kegiatan budaya lokal dimana ada perwakilan dari Indonesia.Nah, akhir pekan Labor day ini, di kota tempat saya tinggal ada acara tahunan, namanya World Festival. Saya sudah sering mampir sik ke festival ini sejak kami pindah di tahun 2012, meskipun tidak setiap tahunnya.Pada dasarnya acara ini seperti bazaar terbuka, cuma temanya internasional, jadi selama 3 hari pengunjung bisa melihat parade dari bermacam-macam negara, pentas tarian Flamenco, Salsa, bagpipe players dll dan menikmati makanan dari berbagai negara.Tapi tahun ini spesial, karena tahun ini ada pentas tari Pendet dan tari Panji Semirang!Saya sebagai orang Indonesia yang kurang beruntung tidak bisa sering-sering mudik , langsung dong semangat 45 pengen hadir dan nonton.Ditambah kedua tarian ini saya tahu banget auranya, wong pas kelas 5 SD saya dimasukkin ke sanggar tari Bali oleh almarhum ibunda.Jam 11 saya sudah nangkring di meja Indonesia yang dihias dengan taplak batik, peta Indonesia versi batik, sepasang boneka wayang, angklung mini, congklak, topeng Rama dan Sinta, boneka kerbau, buku-buku masakan Indonesia, buku-buku anak-anak 2 bahasa dan buku-buku tentang Indonesia.

Jreng jreng …jam 2:30 PM waktu setempat, anak-anak blasteran Indo-Amrik yang cantik-cantik mulai menari tarian Pendet.Selama saya merekam pertunjukan mereka, saya seakan-akan dibawa kembali ke hari-hari saya berlatih di sanggar tari Bali dan berpentas menari Pendet untuk ujian kenaikan kelas ke tingkat Panji Semirang.Senang? Banget!Karena itu salah satu kenangan manis yang mau saya ingat terus.Perasaan saya yang berbunga-bunga karena akhirnya bisa ditindik 3 bondolan di kedua kening dan dahi.Mencium bau bunga kamboja di bokorMendengarkan musik Bali dimainkan dengan gamelan langsung bukan dari kaset terdengar sangat mistis di telinga…Ah…kenangan masa kecil memang indah ya.Yang jelas saya bersukur sekali punya teman-teman yang sangat bangga sebagai orang Indonesia dan mau bersusah payah melatih anak-anak mereka untuk ikut melestarikan budaya IndonesiaIni foto-foto cantik para penari dan video nya…https://youtu.be/kMzJNR1Ohhk

Advertisements

Pertama Kali : Ikutan Kelas Masak

Kali ini saya mau cerita pengalaman saya ikut kelas masak bareng Cooking at Millie.

Nemu kelas ini tidak sengaja pas lagi browsing Facebook…lucu juga pikir saya.

Secara saya seneng coklat…

Iseng ah..gak ada salahnya! Jadilah saya daftarkan ke kelas hari Selasa tanggal 12 Februari 2019 jam 6:30 PM.

Biaya nya $55.00 , gak murah sik..sekali2 boleh lah.

Saya sempat nanya boleh gak bawa anak saya -buat motoin says gitu- tapi gak boleh karena tempat terbatas katanya.

Jadilah selesai kerja, jam 5:40 pm, saya berangkat. Lokasi kelas di pusat kota Louisville, sekitar 30 menitan dari tempat saya tinggal.

Sampai di lokasi, sudah ada 8 peserta, semuanya pasangan..ada Ibu Dan anaknya, ada suami istri….lha..saya manyun juga cuma sendiri…katanya tempat terbatas??

Ya sudahlah…

Saya pilih meja kedua dari depan.

Penataan ruang ya seperti layaknya dapur. Ada kompor dengan 4 burner, panci, mangkuk, spatula, garpu.

Di area kerja saya, sudah tersedia bahan2 yang akan digunakan untuk membuat coklat malam ini

Jam 6:35, kelas dimulai.

Coklat pertama yang dibuat adalah oreo chocolate truffles.

Tinggal campur kue oreo yang sudah jadi bubuk- tanpa bagian putihnya- dengan cream cheese.

Adonan diuleni sampai tercampur semuanya lalu dibentuk bola-bola kecil

Koq truffles saya pipih begini ya?? Ternyata cara saya me-roll adonan kurang “muter”! Ha!!

Bola2 coklat ini lalu disimpan di kulkas supaya mengeras.

Aktifitas media adalah membuat adonan bentukan coklat yang nantinya akan digunakan untuk membuat coklat berbentuk bunga mawar.

Pertama-tama air didihkan diatas panci, setelah mendidih, matikan api,pindahkan panci ke counter, kalu kita letakkan coklat serpihan di atasnya dan mulai mengaduk-aduk hingga semua coklat meleleh.

Setelah meleleh, masukkan air gulag sedkitsemi deficit. Air gula akan membuat lelehan coklat kita liat seperti clay..

Proses ini lumayan makan waktu lama, karena kita harus terus mengelus menguleni adonan coklat sampai adonan “pas”: tidak berair, tidak terlalu kaku juga.

Setelah adonan jadi, seperti foto diatas, harus di keringkan.

Sementara menunggu adonan kering, peserta ke penganan coklat berikut : stoberi celup coklat.

Langkah pertama adalah serpihan coklat yang ditandai dipping kita lelehkan.

Prosesnya sama seperti melelehkan coklat pertama kali, tapi kita tidak menggunakan tambahan gula.

Dan disini peserta harus terus menerus mengaduk si lelehan coklat sembari mencemplung si stroberi supaya coklat tidak mengeras.

Saya barragan dengan peserta sebelah gantian mengaduk coklatnya.

O iya..truffles kita yang disimpan di kulkas sebelumnya juga akan dicelup coklat barengan dengan stroberi.

Tuh….hasilnya!!! Banyak ya?!!

Selesai celap celup, kita balik ke adonan coklat lagi.

Sekarang peserta harus meratakan si adonan

Haduh! Pegel!

Sebisa mungkin kita bikin adonanjadi tipis, supaya lebih enak dimakan.

Selesai meratakan adonan, mulai lah kita mencetak pola untuk membuat bunga mawar coklat.

Cetakan yang dipakai adalah cetakan berbentuk hati dengan ukuran yang berbeda-beda.

Peserta juga diberikan edible glitters yang bisa ditaburkan di kelopak mawar.

Dan ini hasilnya!

Selesai acara, masing-masing peserta membawa pula satu kontak coklat berisi oreo truffles, stroberi value coklat, coklat berbentuk mawar dan lolipop hati.

Seru?

Seru! Saya pribadi tidak hobi masak, tapi saya lebih tertarik ke ‘ilmu’ memasak…

Misalnya….saya jadi tahu

Kenapa coklat jangan dicampur dengan air misalnya (karena buyar), kenapa stroberinya jangan disimpan di lemari es..karena akan terlalu berair..akan susah celupan coklat nempel.

Kenapa pas nyampur gula dengan coklat kita gak mau adonan terlalu berminyak…

Mau ikutan lagi?

Boleh aja..kalau temanya menarik!

O iya..peserta disuguhi 2 shots bourbon…di tengah-tengah kelas…

Say minum seeuntik…ha.ha..ha..gak doyan…berhubung disuguhi ya monggo wae….

Sekian cerita pendek pengalaman saya…

Sampai lain kali!

Pertama Kali : Dilukis dan Melukis

Dulu waktu tinggal di Indo, pas jalan-jalan ke Pasar Seni Ancol sering lihat artis yang sedang melukis modelnya atau pengunjung di publik.

Lucu juga.

Cuma saya tidak PD. Mahal juga kali…

Di Amrik, pemandangan yang sama cukup sering saya lihat. Ada rasa kepingin, cuma koq ya keder ya…gimana gitu…

Nah, bulan Oktober lalu, di kota tempat saya tinggal ada festival seni tahunan, St.James Art Festival namanya.

Saya dan teman saya, yang anak Indo juga jalan-jalan lah ke lokasi St. James.

Teman saya sehari sebelumnya sudah mampir dan dia niat banget untuk dilukis sama artis ini.

Saya mah hayoo saja. Cari punya cari, kita ketemu juga artis ybs.

Saya mengamati si artis melukis teman saya.

Ternyata keren loh…dari mulai kanvas kosong, coret sana coret sini, campurkan warna-warna cat, hingga jadi potret wajah itu kira-kira 30 menit.

Teman saya selesai dilukis, saya koq jadi kepengen juga? Latah ya?

Jadilah saya gantian duduk manis di kursi…

30 menit kemudian lukisan wajah saya jadi deh…

Puas gak? Puas.

Apalagi si artis, namanya Ali membolehkan saya memilih warna latar belakang di lukisan saya ( ungu lahūüėä)

Si artis mematok harga $94 untuk lukisan wajah ini.

Mau dilukis lagi lain kali? Gak solo kali ya..berdua sama anak lucu juga kali…he..he..he…

Mirip gak lukisannya sama aslinya?

Kata anak saya sik mirip ūüėć

Setelah punya lukisan diri, beberapa bulan kemudian, teman saya yang lainnya mengajak saya ikutan kelas lukis singkat di Uptown.

Saya pernah diajak sebelumnya, tapi tidak ikutan, di tempat yang berbeda.

Nyesel juga tidak ikut, karena pas lihat hasil lukisan teman saya, low lucu juga…

Ya sudah..kesempatan belum tentu datang 2 kali kan?

Biaya kelas singkat ini $40, tapi saya dapat diskon, jadi saya cuma bayar $37.

Sampai di lokasi, peserta sudah disediakan celemek, 4 ukuran kuas, kanvas yang sudah bersketsa sesuai dengan pilihan kelas.

Tema lukisan itu beda setiap bulannya, tema kali ini adalah pemandangan di kanal Venice, Itali.

Saat itu ada total 7 peserta di kelas, 2 laki-laki dan 5 perempuan.

Instrukturnya perempuan masih muda.

Kelas dimulai sesuai waktu, pertama-tama peserta menuangkan cat 6 warna berbeda di kertas di area masing-masing.

Lalu instruktur memberi tahu peserta warna apa yang akan dicampur dan bagian mana dari sketsa yang akan diwarnai.

Setelah 1.5 jam, akhirnya lukisan saya jadi!

Yang uniknya , meskipun kita semua melukis obyek yang sama, hasil akhir beda loh!

Dan yang saya baru sadari, ternyata melukis itu relaxing banget!

Saya sangat menikmati perasaan saat saya mencampur warna dan bermain dengan kuas di kanvas.

Dan waktu lukisan akhirnya selesai, ada rasa puas melihat hasil karya sendiri.

Mau ikutan kelas lukis lagi?

Most likely I will!

Festival Derby 2

Masih bagian dari keriaan Kentucky Derby Festival, hari Sabtu tanggal 18 April 2018, saya diajak teman untuk nonton air show dan kembang api, kebetulan dia punya tiket extra…asikkk..rejeki nomplok!

Acara ini biasa disebut dengan Thunder Over Louisville.

Jam 2 saya dan anak di jemput teman saya dan suaminya, kita langsung cabut ke pusat kota dengan berbekal kursi lipat dan selimut.

Sampai di pusat kota, setelah parkir kami berempat berjalan kaki sekitar 4 blok ke lokasi Belvedere yang sudah dipesan khusus untuk pemegang tiket dari perusahaan ini.

Sampai di Belvedere, Kami diberi gelang untuk keluar masuk dan beberapa glowing sticks.

Setelah mengetek tempat menonton, Kami pergi ke lokasi makan yang juga disediakan dari perusahaan. Makanan ringan seperti hotdog, nachos, cotton candy, ice cream, soda, botol air mengalir tidak henti-henti.

Jam 3, air show dimulai, jam 4 pengunjung boleh mulai makan malam.

Acara kembang api dimulai setelah matahari terbenam, dan pengunjung mulai keluarkan glowing stick mereka

Sekitar jam 10, acara selesai.

Saya sendiri baru kali ini nonton acara Thunder Over Louisville dari awal hingga akhir.

Seru? Pasti. Yang jelas tahun ini, cuaca sangat mendukung, matahari bersinar cerah, tapi tidak kepanasan.

Cuma ni…pas pulangnya..haduh..mandeq dimana-mana.

Kami terjebak di kemacetan tidak kurang dari 2 jam, 1 jamnya habis di gedung garasi!!!

Mungkin besok-besok mending parkir jauhan kali yaaaa…….tapi harus rela jalan jauhan juga!ūüėĀ

Jalan-Jalan : Air Terjun & Danau Cumberland

pano_20170219_104320

Minggu, 19 Februari 2017.

Sambil sarapan di rumah makan di hotel, kami lihat-lihat mau kemana lagi hari ini….Tadinya mau ke Cumberland Gap, tapi koq balik ke Louisvillenya jauh ya? 3 jam-an…ya sudah jadi diputuskan kami akan ke danau Cumberland saja setelah nengok air terjun Cumberland.

Resto di hotel ini sebetulnya saya kurang demen sama makanannya…tapi pemandangannya okeh banget…dan juga praktis saja sih..sarapan di hotel…ini pemandangan kami selama makan pagi :

tiff infomation

Selesai makan, kami mulai jalan ke air terjun. Jarak dari tempat menginap ke air terjun, tidak jauh, cuma 0.75 mil, total 1.5 mil bolak balik. Trailnya tidak sulit, cuma menuju ke air terjun jalan nya menurun, pas balik ke tempat parkir…banyak tanjakan deh..lumayan ngos-ngosan…he…he..he

Kami sudah pernah ke air terjun Cumberland sebelumnya, di akhir musim panas tahun 2012. Saat itu, kami mah niat liburan, dan memang kami tinggal lebih lama dan berkemping ria. Ini foto kami waktu pertama kali ke air terjun Cumberland.

cumberland12_collage

Air terjun Cumberland  ini air terjun terbesar di Kentucky, karena ukurannya, air terjun Cumberland diberi nama  Niagara of the South. Di tahun 2012, kami juga pergi ke lokasi air terjun lainnya di sekitar lokasi Cumberland, tapi baru kali ini kami menginap dan menggunakan trail dari hotel untuk ke air terjun.

Cuaca hari ini bagus banget, cerah dan tidak banyak angin… Tidak terlalu banyak pengunjung di lokasi air terjun, mungkin karena bukan musim turis ya. Lokasi air terjun juga banyak yang di tutup, sepertinya ada limpahan air besar sehingga pemerintah kudu memperbaiki ini dan itu di lokasi.

Untung juga kami sudah pernah kunjungi air terjun ini pas musim panas, karena lebih banyak yang bisa dilakoni, kalau berkunjung pas akhir musim dingin seperti sekarang, pengunjung cuma bisa lihat air terjun saja.

Dari lokasi ini, kami mampir ke danau Cumberland, lokasinya sekitar 1.5 jam ke arah barat.  Danau Cumberland seru buat mereka yang suka boating , karena ya luas dan ada marinanya. Di sini kami makan siang di tempat piknik Рenaknya ya di taman-taman nasional di seantero Amrik, boleh dibilang selalu ada meja piknik, yang memang disediakan untuk pengunjung memasak sendiri untuk makan mereka tanpa harus mampir ke rumah makan yang harganya tidak murah.

pano_20170219_125906

Danau Cumberland dari teras hotel

Selesai melihat-lihat danau Cumberland dan bendungannya, balliklah kami ke Louisville, sampai jalan-jalan berikutnya ya!

Akhir Pekan : Main di Holiday World

 

Hari Sabtu tanggal 2 Oktober lalu, kami sekeluarga menyempatkan diri pelisir ke ‘Dunia Fantasi’ versi Indiana, yaitu Holiday World.

Kebetulan memang anak lagi jeda sekolah –¬†Fall Break istilahnya, dan dia sudah lama minta main ke tempat seperti ini, tapi sebelumnya kami tidak berani, karena si kecil takutnya belum bisa main di semua atraksi.

Tahun ini, sepertinya si anak (dan ibu, bapak) sudah siap mental dan fisik…ha…ha…ha jadilah kami sempatkan pergi.

Holiday World lokasinya di kota Santa Claus, Indiana, sekitar 1 jam dari tempat kami tinggal, Louisville, Kentucky. Kami pergi pagi-pagi, jam 9 sudah berangkat, untuk menghindari antrian dan kesulitan parkir. Kami juga beli tiket sambil di jalan, biar hemat waktu. Untuk bulan Oktober, harga tiket dewasa itu $34.99, dan tiket untuk si kecil $24.99.

Hari Sabtu taman ini buka jam 11, yang saya lupa, ternyata HW sudah masuk waktu bagian tengah, jadi lebih lambat satu jam dari kota saya.

Sampai di HW itu jam 10:30 am waktu setempat, gerbang sudah dibuka tapi atraksi masih ditutup, jadi kami ya jalan-jalan saja lihat ini itu. Sambil menunggu, si kecil sempat berfoto kocak sebagai body builder

1002161042.jpg

Jam 11 tepat, atraksi dibuka, saya maunya si kecil main yang ringan-ringan dulu lah..pemanasan istilahnya…jadilah dia naik perahu kano – yang mengingatkan saya waktu kita berdua mudik ke Jakarta tahun lalu, ada tempat main anak-anak di Grand Indo yang juga menyediakan atraksi yang sama.

1002161103_burst02_1477527522464.jpg

Dari naik kano, dilanjutkan dengan naik mobil kuno, yang ternyata tidak semudah yang kami kira…agak berat untuk menggenjot si mobil…yang ada anak saya ngos-ngosan..ha…ha..ha.

Setelah dua atraksi adem ayem ini , anak saya sudah tidak sabar lagi buat naik roller coaster. Di HW ada 4 roller coaster : Voyage, Raven, Legend dan Thunderbird.

Sementara saya belum siap mental, jadilah si bapak yang menemani si kecil naik roller coaster.

1002161111.jpg

 

Waktu yang dihabiskan untuk satu putaran roller coaster sih tidak lama ya, cuma waktu mereka berdua balik, suami saya yang ada puyeng kepala…….sementara si kecil lonjak lonjak kegirangan. (Wah, gawat saya pikir, masih ada 3 roller coaster lainnya…berarti saya dong yang harus menemani????)

Sambil memberanikan diri, kita main atraksi lainnya dulu sebelum ke roller coaster berikutnya.

Saya perhatikan hampir semua atraksi di HW sama seperti atraksi di Dufan. Ada perahu Kora-Kora, ada bangku ontang anting, rumah miring, arung jeram, Niagara-gara.

Di atraksi yang mirip dengan Niagara-gara (disini namanya Frightful Falls)¬†saya masih juga menjerit waktu perahu terjun ke air….(bikin malu ya?)

wp-1477529638737.jpg

Waktu naik Kora-kora, saya juga masih terasa kedernya….ha….ha…ha..kirain tambah umur tambah berani..ternyata enggak!!!

 

Setelah berusaha menghindar selama mungkin untuk naik roller coaster lagi, akhirnya tiba juga giliran saya untuk menemani si kecil naik roller coaster. Roller coaster yang kami naiki kali ini namanya The Voyage, konon di pilih sebagai roller coaster terasik.

 

Aduuuuh…tobaaaaaaaaaaaaaatt…..remuk redam badan saya naik roller coaster ini!!!! Saya bahkan terasa hampir mau mun**** uggghhh!!! selesai naik roller coaster, paha saya terasa lebam tidak karuan. Kapok dewh!!! si kecil? cekikikan kegirangan!!

Ogah. Ogah. Ogah. Tidak mau lagi naik roller coaster. HUH!

Setelah The Voyage, si kecil tadinya mau naik Thunderbird, tapi koq ya waktu dia nyoba duduk, saya tidak PD membolehkan , habis koq ya, badan dia masih kekurusan buat si kursi, takut dia ‘melambung’…..(ya tidak mungkin sih, cuma namanya ortu, jadi ya khawatir saja)

Jadilah kita lewati si Thunderbird. Yang paling si kecil hobi naik itu atraksi yang mirip Ombang Ombing. Jadi dia masuk ke mesin berbentuk piring bundar yang nantinya di putar ke sana ke mari. Saya cukup melihat dari bangku penonton. Anak saya¬†naik atraksi ini ada kali 10 kali bolak balik…euw..saya mah pusing wae.

 

Hari itu kita menghabiskan waktu sekitar 5 jam di HW.

Kita main di permainan jeram (Raging Rapids) Рyang sayangnya kurang seru kalau saya (dan anak saya bilang), main berburu ayam turki (Gobbler Getaway),  main kursi seperti ontang anting (Hallow Swings), naik kereta api Holidog Express, main perahu ala Kora Kora (Mayflower), main di Frightful Falls, masuk Mummy Maze, remuk redam di Voyage, Raven, Legend, dan naik Turkey Whirl.

Dari segi udara yang tidak terlalu panas, dan keramaian dan antrian tidak terlalu panjang, boleh dibilang kita pilih waktu yang tepat. Cuma memang kita tidak bisa menikmati area taman berenang, Splashin Safari- yang satu lokasi dengan rides –yang saat kami berkunjung, sudah tutup karena habis musimnya.

Dari segi kebersihan HW amat bersih dan teratur, disini pengunjung juga bisa ambil minuman soda/ air gratis! (saat musim panas, dipelosok taman disediakan pemulas penahan matahari gratis)

Yang jelas kata suami saya, kalau suatu saat kita ke sini lagi, kayaknya kita musti bawa teman yang agak mudaan, karena saya dan suami sama-sama ngerasa sudah terlalu uzur untuk beroller coaster ria….;-)

Roller coater yang terakhir kami naiki itu Raven, coba deh lihat ekspresinya si kecil, girang-girang saja!

 

2016fatherdayetc

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengintip Proyek Rumah Ramah Lingkungan

Hari Kamis tanggal 13 Oktober lalu, saya mendapat undangan ‘private viewing’ rumah yang dibangun oleh salah satu kenalan saya di sini.

2222.jpeg

Ini pengalaman pertama saya mengunjungi proyek rumah baru sebelum di pasarkan ke publik.

Saya tidak tahu juga apakah setiap perusahaan perumahan selalu mengadakan private viewing untuk proyek yang mereka kerjakan atau tidak, yang jelas di kota tempat saya tinggal memang setiap tahunnya ada acara Homearama, dimana pengunjung¬†membeli tiket untuk¬†melihat rumah-rumah baru di lingkungan perumahan tertentu, dari pameran rumah ini, pengunjung bisa mendapat ide untuk rumah yang akan mereka bangun, memilih kontraktor rumah ataupun langsung membeli rumah yang bersangkutan. Biasanya Homearama di selenggarakan di bulan Juli, sayangnya tahun ini saya kelewatan, padahal saya punya tiket gratis. ūüė¶ Mudah-mudahan tahun depan saya bisa datangi dan cerita disini ya!

Anyway,¬†waktu saya di beri undangan untuk melihat rumah baru ini, ya jelas saja saya senang! Maklum latar belakang pendidikan saya kan sarjana teknik sipil, dan saya sempat kerja lama di riset properti, dimana saya menyantroni berbagai macam proyek properti, termasuk proyek perumahan. Mengunjungi proyek rumah seperti nostalgia rasanya…ha…ha…ha..meskipun saya kurang suka dengan teknik sipil sendiri, tapi kalau subyeknya rumah dan material bangunan saya masih tertarik. (my soft spot istilahnya)

Yuk…kita lihat rumahnya……

Rumah ini lokasinya di lingkungan Norton Commons yang notabene lingkungan perumahan elit bagian timur kota Louisville, Kentucky.

Seperti kebanyakan rumah lainnya, rumah ini terdiri dari basement, lantai dasar, lantai satu dan lantai atap.

Di lantai dasar ada ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar utama, ruang cuci, dan toilet.

 

wp-1476920522610.jpg

Ruang TV/Keluarga/Tamu, Perhatikan meja kayu dan bangku kayu yang penampilannya tidak beraturan

 

wp-1476920502840.jpg

Tempat Tidur di Kamar Utama, saya naksir papan kepala, cukup $6,200 saja

 

Di lantai satu ada 2 kamar tidur, kamar mandi, teras, ruang kerja dan balkon.

wp-1476920482357.jpg1017161757a.jpg

wp-1476920491068.jpg

Pojokan Untuk Bekerja, semua material dari reclaimed wood

Di lantai atap, ruang terbuka.

wp-1476920474181.jpg

Lantai Atap

 

Yang membedakan proyek rumah ini dengan proyek rumah lainnya adalah, perusahaan di belakang proyek ini , yaitu UberGreen Spaces. Si pemilik UberGreen Space, Sy Safi ,boleh dibilang ahlinya membangun rumah yang bersertifikat ¬†‘hijau’ atau ramah lingkungan¬†dan efisien dalam penggunaan energi.

Proyek ini oleh Sy diberi nama Su Verde (Bahasa Italinya atau ‘About Green’ Bahasa Inggrisnya)

 

 

Tampak Muka Su Verde (Foto Kredit : Bret Knight)

 

 

Semua material yang digunakan dia pertimbangkan masak-masak fungsinya buat si pemilik rumah , dari mulai fondasi, dinding, jendela, lantai, atap, interior sampai kompor semuanya berkonsep hijau.

Sy juga semaksimal mungkin menggunakan barang-barang / artis-artis lokal untuk interior rumahnya sebagai wujud dia mendukung sesama pebisnis seperti dia.

Contoh : material lantai yang digunakan adalah kayu-kayu daur ulang (reclaimed wood) dari bangunan yang sudah tidak digunakan lagi. Pengunjung bisa lihat ‘cacat-cacat’ kayu di lantai yang memang sengaja dibiarkan apa adanya.

Untuk lantai-lantai kamar mandi, ada tambahan penghangat lantai, keren ya? jadi kalau pas musim dingin, setelah mandi tidak usah sengsara kedinginan kaki kita…ha…ha…ha..;-)

wp-1476920511569.jpg

Demikian juga bentangan kayu di ruang tamu, juga dari reclaimed wood ; yang uniknya lagi bentangan kayu ini mengalami proses pengawetan ramah lingkungan dengan cara pembakaran yang di kenal dengan teknik Shou Sugi Ban, sehingga warnanya menjadi hitam legam alami. Asli keren!

 

blackbeam

Kredit Foto : Bret Knight

 

 

blackbeam2

Ruang Tamu/TV dengan latar belakang si bentang kayu hitam yang membingkai ruang makan (Kredit Foto : Bret Knight)

Saya yang ada jadi banyak belajar tentang bahan-bahan bangunan tercanggih dan ramah lingkungan dari Sy.

 

Jelas banyak bengongnya…ha…ha..ha..wong saya sudah tidak berkecimpung di dunia sipil bertahun-tahun! Tapi seru juga, karena ya jadi tahu ternyata tersedia pilihan yang ramah lingkungan dan efisien di pasaran.

Yang saya senang dari rumah ini adalah lantai atapnya (roof top)

wp-1476920474181.jpg

Lantai Atap- buat tempat kongkow kongkow

rooftop

Kredit Foto : Bret Knight

dan pojokan (nook) yang nyaman dekat balkon lantai dua.

Kredit Foto : Bret Knight

 

Harganya? Konon rumah ini akan dipasarkan sekitar $1,000,0000 haaaaa…mahal yaaaaa…yang jelas saya bukan pembeli potensial rumah ini….ha….ha…ha..tapi for what it’s made of, I think it’s worth it.

O iya, kalau ada teman-teman pembaca yang kebetulan arsitek, atau teknik sipil atau juga senang dengan proyek-proyek seperti ini, bisa buka situs -situs dibawah ini untuk belajar lebih banyak tentang material-material terbaru :

http://www.proudgreenhome.com/videos/a-high-performance-thermal-envelope-starts-at-the-foundation/

http://www.proudgreenhome.com/videos/drywall-options-deliver-better-living-in-in-proud-green-home-of-louisville/

http://www.proudgreenhome.com/videos/sustainable-exterior-options-wrap-the-proud-green-home-of-louisville/

Untuk pembaca yang mau melihat foto-foto Su Verde lebih banyak lagi bisa buka link dibawah ini:

Foto Su Verde 1

Foto Su Verde 2

Foto Su Verde 3

 

Catatan :

Semua situs yang saya tautkan di tulisan saya ini sudah saya dapat ijin untuk membagi dari pihak Sy Safi sebagai pembangun proyek Su Verde. Harap tidak menggunakan tautan tanpa ijin tertulis dari pemilik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akhir Pekan : Menyusuri Sungai Ohio Bersama Belle of Louisville

Halo! Sudah lama ya saya tidak menulis…maklum sudah sebulan lebih saya resmi jadi pekerja penuh, yang ada sulit sekali mencari waktu luang yang santai, apalagi saya juga ada kerja tambahan yang biasanya kerja di hari Sabtu, tambah saja ribet nyari waktu luang baik untuk menulis atau untuk pelesir pendek.

Belum lagi cuaca tidak mendukung, secara akhir-akhir ini Louisville koq diguyur hujan melulu??!! Akhirnya hari Minggu lalu, kami nekatin saja pesan tiket buat menyusuri sungai Ohio dengan kapal uap Belle of Louisville. Sudah lama kami ingin berlayar dengan si Belle, tapi tidak jadi jadi, padahal kapal uap Belle of Louisville ini salah satu atraksi turis yang cukup beken di kota Louisville. Sejak kami pindah tahun 2012, kami cuma sempat mengunjungi keramaian ulang tahun Belle of Louisville ke 100 tahun 2014 lalu (bisa baca ceritanya disini)

Saya beli tiket online di situ Belle of Louisville, setelah saya perhatikan, beli tiket online sedikit lebih murah dibanding beli tiket langsung di lokasi, contohnya topi kapten untuk anak-anak, pesan online itu $7.55 di lokasi $8.00. Selain itu juga menghemat waktu, karena waktu tiba di lokasi kami tinggal tunjukkan surat pemesanan. O iya, saya juga ketemu kupon potongan $3 untuk tiket orang dewasa dari situ Pin Point.

Total tiket untuk 2 orang dewasa dan satu anak itu $54 (2x$20+1x$11+ fuel surcharge $3 = $54) , tapi karena kami dapat kupon $3 untuk tiket dewasa, total kami cuma $48. Lumayan ngirit $6!!

Hari Minggu, kami berangkat sekitar jam 11:30 AM dari apartemen, kapal dijadwalkan berangkat jam 1:00 siang, penumpang boleh masuk ke kapal jam 12:30 PM.

2016-08-07 12.06.56

 

Waktu kami tiba di lokasi, antrian di tiket belum terlalu panjang, di sini kami cukup tunjukkan bukti pemesanan untuk kemudian kami di berikan tiket masuk.

0813162256.jpg

Sekitar jam 12:30 PM, penumpang dipersilahkan masuk ke kapal, disini setiap penumpang akan diperiksa bawaannya, kami tidak ngeh kalau penumpang sama sekali tidak dibolehkan membawa makanan atau minuman, suami saya yang bawa botol air, terpaksa harus meninggalkan botol air di koridor pelabuhan.

Sebelum masuk ke kapal, penumpang di foto dulu – biasalah foto kenang-kenangan turis. ūüėČ

Foto turis ini bisa dibeli $6 atau $10 untuk 2. Sebagai turis lokal ya saya belilah untuk kenang-kenangan..

2016-08-07 13.42.17

Masuk ke kapal, pengunjung naik tangga ke dek pertama, dek ini adalah untuk mereka yang mengambil paket makan siang, semntara kami yang tidak ambil paket makan siang, langsung ke dek teratas, ambil tempat duduk di dek. Pengunjung bisa pilih untuk duduk di tepi kapal, yang notabene terbuka atau duduk di dalam bagian yang beratap. Kami pilih duduk di bagian yang beratap (takut item ceritanya!).  Pengunjung boleh pindah dari satu bagian ke bagian yang lain, kami saja yang ogah riweh dan tetap duduk di tempat yang sama dari awal hingga akhir perjalanan.

 

 

Cuaca hari itu cerah sekali, untung ‘peralatan’ saya komplit : kaca mata hitam dan topi bundar ;-), cuma agak-agak kepanasan karena pakai celana jeans…tip untuk teman-teman : mending pakai celana pendek atau rok deh..biar agak adem!

2016-08-072

 

Jam 1 lewat sedikit, kapal mulai bergerak menyusuri sungai Ohio ke arah timur……dari kapal kita bisa melihat kota Louisville dan jembatan-jembatan yang menghubungkan kota Louisville di negara bagian Kentucky dengan kota Clarksville di negara bagian Indiana. Ada 3 jembatan yang kami lalui, jembatan pertama , yaitu jembatan mobil John F. Kennedy, ¬†jembatan kedua yang baru dibuka tahun ini, jembatanan Abraham Lincoln dan jembatan pejalan kaki, Big Four Bridge.

 

2016-08-07

Jembatan Abraham Lincoln

 

Kapal terus berlayar hingga mendekati pulau kecil bernama Six mil, lalu kapal berputar balik ke pelabuhan. Waktu berbalik, kami bisa melihat dengan jelas, gedung-gedung di pusat kota Louisville.  Seru juga melihat pusat kota Louisville dari arah sungai Ohio.

Sepanjang perjalanan, kami lumayan haus, jadilah beli soda di bar di lantai bawah, nah tip lagi ni, mending beli soda sekalian waktu beli tiket online, dihargainya lebih murah, meskipun cuma $0.25 tapi tetap saja lebih murah!

Secara umum, acara berlayar dengan Belle lumayan relaxing…air sungai tidak heboh, pemandangan kota cukup menarik. Mungkin lain kali, kami bisa mencoba paket prasmanan atau paket malam hari….

Ini foto-foto yang saya ambil dari kapal, selamat menikmati!

2016-08-073

Menara Air Louisville (Louisville Historic Water Tower)

Toko Bumbu, Minyak dan Rempah-Rempah

Saya mengaku saja kalau tidak suka masak, anehnya saya suka melihat (dan beli) bumbu-bumbu ataupun rempah-rempah ini itu.

Maksudnya mau cari gampang, daripada bingung harus beli bumbu 7 rupa untuk buat satu masakan, mending cari paket yang sudah jadi, tinggal taburin ke daging, wis beres. Gitu kali ya?

Nah, di Amrik banyak lah yang namanya bumbu botolan tinggal jadi. Bumbu botolan, maupun bumbu lepasan bisa dibeli di supermarket, toko kelontong, online, maupun toko khusus bumbu dan rempah. Rasanya cocok-cocokan juga sih, tidak selalu dijamin enak. ūüė¶

Tapi saya tetap semangat untuk selalu mencoba!

Kebetulan hari Minggu (4 April 2016), waktu kami kelayapan di kota Madison, Indiana, ada toko namanya Galena. Dari luar kelihatannya toko ini cuma jualan minyak zaitun / balsamic, yang sebetulnya saya kurang suka – karena masih bingung memakainya. Tapi karena dasarnya saya ya itu, suka dan selalu ingin tahu hal-hal yang berkaitan dengan masak memasak, jadilah kami masuk ke toko ini.

Wah, ternyata toko ini bukan cuma jualan minyak zaitu dengan berbagai rasa! tapi juga jualan berbagai bumbu racikan, bumbu satuan, acar, manisan buah (reserve), kopi, selai bumbu buat colekan (dipping), paket sup , pasta dengan berbagai rasa. Dan semuanya buatan rumahan!

Saya banyak tanya masalah si minyak zaitun dengan  rasa bermacam-macam. Ada rasa daun ketumbar dan jeruk nipis, ada rasa kopi, ada rasa habanero, ada rasa chipotle, jeruk, dan banyaaaaaaaaaaak lagi!

Gimana gitu memakainya? Ternyata bisa dipakai apa adanya sebagai bumbu salad, dicampur dengan minyak zaitun rasa yang berbeda dan digunakan untuk merendam masakan. Usahakan mencampur 2 rasa yang bertolak belakang. Misalnya, minyak zaitun rasa madu dan jahe dicampurnya dengan minyak zaitun jeruk, supaya rasa manis dari madu di kombinasi dengan rasa asam dari jeruk.

Yang enaknya kalau belanja di toko lokal seperti ini, pengunjung bisa mencicipi dulu baik minyak zaitun ataupun bumbu racikan yang dijual ( di supermarket tidak bisa lah ya!)

Saya agak-agak terserang panik belanja mau beli bumbu racikan macam-macam, terutama karena ada bagian internasional yang jual racikan bumbu Tangine Maroko, bumbu kari Jepang, bumbu Korea, bumbu Tandori, dan banyak lagi deh! (sayang tidak ada bumbu masakan Indonesia)

Akhirnya saya pilih minyak zaitun dengan rasa madu dan jahe, jadi ada rasa manisnya dan sedikit ‘pedas’ dari si jahe. Untuk bumbu racikan, saya pilih piri-piri, bumbu untuk domba, dan bumbu racikan

Apakah saya jadi hobi masak setelah punya bumbu-bumbu ini? Ha. ūüėČ

 

 

 

 

 

Jalan-Jalan di Pusat Kota Louisville

Hore hari Sabtu lagi! Setelah minggu lalu cuaca kurang bersahabat, Sabtu ini matahari tidak malu-malu mengeluarkan cahayanya. Berhubung hari Sabtu minggu depan dan minggu berikutnya saya harus kerja, saya paksa suami dan anak untuk jalan-jalan, tidak usah jauh-jauh, cukup ke pusat kota (downtown) saja,pinta saya.

Jadilah kami bertiga berangkat ke pusat kota, kebetulan hari Jumat sebelumnya saya sempat ke pusat kota juga untuk urusan imigrasi dan saya sempat lihat ada ‘keriaan’ di jalan keempat (4th Street), ya sudah kami menyusuri koridor jalan utama untuk menuju 4th st, sambil celingukan kiri dan kanan melihat hal-hal yang bisa diabadikan dengan kamera.

Pusat kota Louisville boleh dibilang di belah oleh 2 jalan utama : Main St dan Market St.  Ibarat koridor Sudirman di Jakarta, di dua koridor ini, kita bisa temukan restoran, gedung kantor, gedung pemerintahan, lapangan terbuka, teater, hotel lengkap lah pokoknya.

Di Main St ada satu bagian yang disebut dengan Museum Row  dimana ada 10 museum/atraksi yang berdekatan satu dengan yang lainnya :

1. Louisiville Slugger Museum,

 

 

2.Frazier Museum,

3. Kentucky Science Center,

4. Muhammad Ali,

5. Glasswork,

6. Kentucky Museum Art & Craft,

7. The Kentucky Center for the Performing Art,

DSCN4168

8. 21C Museum Hotel,

This slideshow requires JavaScript.

 

9. Kentucky Show,

10. Evan Williams Bourbon Experience.

Saya sendiri belum mengunjungi kesepuluh tempat tersebut, yang sudah pernah saya kunjungi itu Louisville Slugger Museum (tidak masuk ke dalam lokasi pembuatan), Kentucky Science Cnter, The Kentucky Center for the Performing Art Kentucky Museum Art & Craft dan Evan Williams Bourbon Experience. Kebanyakan juga karena saya ikutan acara kunjungan sekolah anak saya. ūüėČ

Selain atraksi dan museum, pusat kota juga dihiasi berbagai macam dekorasi artistik, dan seperti yang saya pernah tulis sebelumnya Louisville ini kotanya balapan kuda, jadi jangan heran kalau ketemu berbagai patung kuda warna warni di sudut kota Louisville.

This slideshow requires JavaScript.

4th Street itu sendiri oleh pemerintah setempat dijadikan koridor hiburan (entertainment) yang artinya jalan ini bisa ditutup saat ada konser musik jalan ataupun acara musiman lainnya.

Sehari-harinya 4th St penuh dengan rumah makan-rumah makan, baik lokal maupun chain : Hard Rock Cafe, Kentucky Fried Chicken, Taco Bell, QDoba, Dunkin Donut, dan sebagainya.

Berhubung sudah masuk bulan Desember, kota Louisville saat ini sibuk berdandan untuk menghadapi Natal : pohon natal, Sinterklas dll. Waktu kita turun dari gedung parkir dan lewat koridor salah satu museum, eh ada Sinterklas yang ‘minta’ di foto bareng A. Ya jadilah si A berfoto dengan Santa…ha..ha..ha…(padahal kami lagi mau nyoba tongkat narsis yang baru kami dapat dari pesta natal di tempat saya kerja di hari sebelumnya!)

Benar saja, waktu kita sampai di ¬†4th st sendiri, 3 blok ditutup dari akses kendaraan untuk acara ‘Santa House‘. Pemda membangun kedai berjualan dengan nuansa gubuk di jalan yang ditutup, juga membangun arena sepatu es. Kedai-kedai yang dibuka jualannya bermacam-macam, dari mulai wiski, kopi, hiasan natal, sampai makanan. ¬†Sayangnya ‘rumah Santa’ masih ditutup , jadi kami tidak bisa melihat isi rumah si Sinterklas.

Di blok selatan 4th st ada toko kesukaan saya, toko coklat isi bourbon…hi..hi..hi…namanya Art Eatables. Ada kali 2 tahun lalu saya nyasar di sini, baru kemarin mampir lagi…jadilah beli 2 kotak coklat bourbon.

 

 

Yang saya selalu senangi saat berjalan-jalan di pusat kota skala Louisville adalah melihat arsitektur gedung-gedung tua. Dan sebagian besar kota-kota di Amerika, pemerintah lokalnya lumayan perhatian dengan pelestarian gedung-gedung bersejarah.