Warisanku Kenanganku

Beberapa bulan setelah ibu meninggal bulan April tahun 2019, salah satu kenalan nyeletuk “Ngomong2 lo dah dapat jatah warisan blom?”

Saya dengernya cengengesan…

Warisan? Haduh sepertinya kata ini sudah lama gak nongol di kosa kata saya ya. Bukan kenapa2, sejak pindah ke Amrik, boleh dibilang saya harus “ngerelain” meninggalkan dunia Indonesia saya.

Dari masalah makanan, ngobrol pakai bahasa Indonesia, cara beberes tempat tidur, cara bab, cara masak, berkunjung ke kerabat, bersapa ke kerabat kapan saja, menghadiri hajatan, baik itu hajatan hura2 ataupun hajatan duka cita. Termasuk juga mikirin warisan.

Saya sih tahu diri sekali ya kalau saya tidak turun tangan saat orang tua sakit hingga beliau2 meninggal. Jadi saya juga amat sangat tahu diri gak usik2 masalah warisan tetek bengek.

Harapan saya cuma semoga warisan ayah ibu berguna buat orang2 yang memang butuh.

Lagipula kalau tho saya dikasih warisan..tetek bengeknya lebih bikin pusing.

Kalau ditanya, “Memang kamu gak mau gitu “harta” ayah atau ibumu?”.

Jujur, ada beberapa barang ayah ibu yang pengen saya bawa ke sini. Kebanyakan bukan masalah nilai nominal, tapi lebih ke masalah kenangan, lebih masalah ke ‘sesuatu yang mengingatkan saya kepada almarhum ayah dan ibu’.

Untungnya ya, sewaktu beliau2 masih hidup, saya beberapa kali dikirimkan barang2 dari Indo. Yang sampai saat ini saya simpan baik2, apakah itu perhiasan berharga maupun boneka panda dari Cina.

Mungkin saya satu2nya orang dewasa yang masih suka memeluk boneka panda ya? Ya gak apa2.

Nah ngomong masalah kenang2 an. Berhubung saya orangnya praktis, saya pikir daripada ngarep yang gak jelas, mending saya create sendiri kenang2 an dari ayah ibu sebagai warisan mereka kepada saya.

Mau tahu apa yang lekat di ingatan saya tentang “harta almarhun ayah ibu” dan sukur banget saya berhasil “jadikan” warisan / kenang2 an buat saya?

1. Pemisah ruangan / tirai kerang

Saya ingat antara wastafel dan ruang TV, ibu taruh pemisah ruangan terbuat dari kayu yang ada kaca warna warni (stained glass). Entah kenapa saya senang sekali dengan pemisah ruangan tersebut.

Saya juga ingat kalau suatu waktu di depan pintu kamar saya, saya gantung hiasan kerang jadi seperti tirai.

Untuk kenangan ini saya kebetulan nemu pemisah ruang yang makai kerang di toko World Market beberapa tahun lalu. Pas lihat ini saya langsung ingat rumah Cibubur. Jadilah saya beli.

2. Lampu stained glass

Di ruang makan kami, saya ingat banget, ibu pasang lampu stained glass. Kalau tidak salah warnanya dasarnya putih, ada burung biru. Seperti juga pemisah ruang, lampu ini salah satu favorit saya.

Dilalah, saya nemu lampu stained glass di garage sale. Kalau tidak salah, saya beli $10 , tapi rasanya seperti punya harta karun loh!

Saat ini lampu cantik ini belum punya tempat yang cocok, tapi saya akan selalu bawa lampu ini kemana pun saya pergi

3. Tanaman

Almarhum ibu itu, setiap Sabtu/Minggu pagi rajin keluar, untuk ngurus tanaman2 beliau. Beberapa tanaman yang saya kengenin dari halaman rumah kita yaitu bunga melati, kembang sepatu, bunga kenanga, bunga sedap malam dan banyaakkk lagi.

Berhubung saya tinggal di negara 4 musim, gak mungkinlah saya bisa nanam pohon2 tersebut. Tapi pas saya pindah ke KY yang notabene cuacanya lebih banyak panasnya dibanding pas tinggal di MT, tahun lalu, saya nekatkan beli bunga melati (baca cerita saya disini).

Tahun ini saya lagi2 nekatkan beli tanaman kembang sepatu. Sengaja saya pilih warna kuning, karena saya ingat almarhum ibu punya bunga sepatu campuran merah/kuning. Kelopaknya kuning, tapi bagian tengahnya merah merona. Cantik banget.

Ada banyak lagi sik ya kenang2an yang saya pengen create. Misalnya koleksi kristal2 ibu, sabun2 wangi ibu.

Yang saya sekarang sedang cari untuk menjadikan kenang2 an saat tinggal sama ortu menjadi kenyataan adalah sendok teh yang cantik2.

Saya ingat koleksi sendok2 teh ibu. Imut2 dan cantik. Di sini yang namanya sendok teh ya cuma stainless steel saja gitu. Saya sempat lihat di toko asia di tempat saya jual sendok2 teh cantik..tapi belum ada yang saya sreg.

Mudah2 an satu hari saya ketemu ya.

Ada gak teman2 yang punya sentimen saya seperti saya? Yuk berbagi

Pelesir Ulang Tahun 2020

Tanggal 11 Juli, saya ulang tahun. Ih sudah emak-emak banget ternyata. 😉

Rencananya saya mau ke Philly, tapi apa daya Covid tiba, jadi rencana ke Philly kudu dibatalkan. (Saat menulis ini negara bagian PA relatif belum dibuka kembali sejak pembatasan Covid di bulan Maret 2020, dibanding dengan negara bagian KY yang sudah dalam tahap 2 pembukaan ekonomi).  Trus kemana dong?  Pikir saya? Rasanya ‘gatel’ tetap pengen jalan2, tapi yang ‘relatif’ lebih aman, yaitu, ya..jalan pakai mobil sendiri.

Tapi kemana? setelah mikir ini itu, saya putuskan mau jalan ke negara bagian tetangga di selatan, alias Tennesse buat hiking lihat air terjun. Karena saya memang selalu senang jalan ke air terjun dan juga daerah yang saya lirik, Tellico Plains, lokasinya tidak jauh dengan Chattanooga yang kami sekeluarga pernah lakoni. Jadi saya agak PD lah, karena rencananya saya mau pergi bertiga doang, dengan anak saya dan anjing saya pakai mobil kecil saya, si smartie.

Hari Jumat, tanggal 10 Juli, kami bertiga mulailah jalan kendara ke Tellico Plains. Kami berangkat jam 10 pagi, lewat interstate 64 timur ke lokasi. Sampai di lokasi kira2 jam 4 sorean. Kabin yang saya pesan murah,namanya Silver Top Cabin at Tellico Plains harganya $60 per malam dari airbnb.com. Dan bersih lagi! dan pemiliknya ramah dan baik, karena saya travel cuma sama anak, masalah bersih dan keamanan jadi faktor utama ya.

Karena sudah sore, kami cuma keliling2 kota, lihat tempat2 makan dan lokasi air terjun.  Rencana saya, disini kami akan kunjungi 3 air terjun, Bald River Falls, Baby Falls, Conasauga Falls, ke kota Chattanooga untuk eksplorasi lebih detail, karena terakhir kami disini, gak sempat mampir banyak tempat dan cari tempat berenang alam alias swimming hole kalau istilah disini.

Hasilnya?

Masalah air terjun? asli saya puas.

Bald River Falls, pengunjung bisa lihat dari jalan, atau parkir dan turun ke air terjun sedekat mungkin atau kalau mau ya hike ke atas air terjun. Saya sudah sangat bahagia melihat si Bald River dari bawah dan dari jalan. Mendengar gemuruh air, rasanya ademmmm banget!

Bald River Falls dari samping
Sungai Tellico

Baby Falls, lokasinya berdekatan  dengan Bald River Falls, tidak se-spektakuler, Bald River falls, tapi tetap apik untuk dilihat. Apalagi di tempat parkiran disediakan meja2 piknik.  Saya mah bisa duduk batu-batu besar di tepian sungai Tellico berjam-jam cuma ngeliatin arus sungai menderu-deru.

Jalan ke dua air terjun diatas itu mudah, berliku2 sik, tapi ya aspal penuh. Jadi kudu selalu perhatikan jalan.





Conasuga Falls….nah…ini agak beda dengan 2 air terjun sebelumnya. Pertama akses ke air terjun ini, cuma jalan kerikil dan sempit dan banyak bolong2 dibeberapa bagian! saya yang pakai smartie saja, keder pas mikir kalau ada mobil papasan gimana ini? (untungnya gak!) dan musti pinter2 menghindari bolong sana bolong sini. Kalau hujan mah, jangan deh kalau saya bilang.

Selain masalah akses, masalah parkir juga nyebelin. Tempat buat parkir cuma buat buat 5-6 mobil ‘normal’. Kalau ada mobil yang parkirnya serampangan, yah nasib lah, musti nunggu ada yang keluar. Untungnya lagi pas saya sampai, ada mobil yang keluar, jadi saya dapat tempat parkir.

Kalau Bald River Falls/Baby Falls, akses untuk lihat air terjunnya juga relatif gampang, akses ke Conasuga ini amat berbatu2, asli musti lihat kemana kaki kita akan menapak, kalau enggak bisa2 kesengkle – pas saya disana, ada ibu yang kesengkle pergelangan kakinya dan harus digotong sama ambulans.

Sampai di lokasi……wahh….kelelahan terhapus deh! cantik dan pengunjung bisa duduk-duduk ngaso dekat air terjunnya tanpa takut tergelincir atau terbawa arus.

Conasauga Falls tampak depan
Bertiga di Conasauga Falls
Anakku dan Conasuaga Falls

Masalah swimming holes?

Nah..saya sih sudah pernah ke swimming holes yang lebih asik ya..yang kami datangi, Soddy Creek,  ibaratnya cuma berenang di sungai saja.  Ada sik swimming holes di lokasi yang lain, tapi sayangnya lagi2 masalah tempat parkir sangat terbatas! pas kami datang, kami gak bisa masuk karena parkiran penuh, dan penjaga taman sama sekali gak ramah sama kami. Dan lokasi swimming holes yang satu dengan yang lain agak2 jauh. Males.

Masalah explorasi kota Chattanooga?

Naah…efek Covid masih berasa banget ya. Resto2 yang tadinya ada ruang makan terbuka, semua ditutup. Toko2 lokal juga tutup lebih cepat.  Jadi kurang semarak gitu? dan hadewh…masalah parkir juga..kudu parkir di parkiran yang bayarnya $5-$8 per 3 jam…gak relaaaaa…;-)

Oh iya..saat pulang, kami sempat mampir di satu air terjun lagi, namanya Ozone Falls. Astagaaa…..jarak dari parkiran ke air terjun cuma 3/4 mil sik..cuma bebatuan semua!! Kalau mau kesini, jangan lupa bawa walking stick deh! Air terjun Ozone bukan tipe air terjun bergemuruh dengan volume air banyak, tapi tipe air terjun ‘langsing’ dan ‘tinggi’ dimana ada kolam buat berenang2. Berhubung kami sudah mode balik ke rumah, anak saya gak mau berenang wae.

Ozone Falls

Mudah2 an pembaca menikmati foto2 dan video pendek yang saya pajang disini yaaa.

Mobilku Lunas!

Cihuuuyyy!!

Hore!!

Hari ini saya gembira banget! Masuk ke akun bank buat ngecek saldo….dan ngecek pembayaran pinjaman mobil.

Eng ing eng…..akun pinjaman saya sudah lenyap!! Artinya???

Saya tidak punya hutang mobil lagi!! Masih belum percaya, saya telpon bank saya dan lewat telpon, si mbak bilang “Sudah lunas koq Bu, dari kemarin!!

Whooot whoot!!

Kenapa gitu koq bermakna banget ? Baru juga lunas pinjaman mobil yang gak seberapa?

Buat saya yang telat dewasa, telat mandiri, biasa dibayarin sama ortu, lunasnya mobil benar2 big deal banget.

Mobil ini mobil pertama saya,yang saya beli benar2 dari hasil kerja sendiri. Orang yang konon judulnya suami, sekali gak bantuin saya, baik dalam hal pembayaran angsuran, ongkos reparasi, bayar pajak

Awalnya pas pindah ke KY, saya di terima kerja di kantor cabang yang lokasinya 5 kilo dari rumah. Bulan2 pertama , kami masih pakai satu mobil. Pagi2 semua diangkut, anak di titip di sekolah, kemudian saya di drop, terus si bapak ke kantor di pusat kota.

Pulangnya, kadang saya kudu nongkrong dulu di mal sebelah tempat kerja, karena kantor cabang sudah tutup, tapi si bapak masih otw. Kalau pas apes, anak yang ada telat di jemput. Riweh lah pokoknya.

Mulai dong di bapak rewel, gak mau anterin lagi. Jadi kami mulai cari2 mobil buat saya.

Saat itu saya masih kerja paruh waktu ya, gaji tidak seberapa. Mobil yang saya mampu beli ya kudu mobil bekas , itu juga tergantung harga.

Cari punya cari, lupa gimana ceritanya, kami nemu promosi sign & drive plus 0% DP mobil Smart.

Penasaran kan? Datanglah kami ke toko Mercedez Benz-dealernya Smart, ketemu penjual namanya Charles Buehl.

Promosi yang kami dengar memang benar, cuma sayangnya saat itu tidak ada lagi stok Smart. Kecewa, ya kami pulang. Kalau tidak salah itu bulan November/Desember 2012.

Awal tahun baru, kami di telpon sama Charles, ditanya, apakah masih tertarik? Karena dia ada stok, dan buatan keluaran 2013 malah. Kami bilang ok.

Singkat cerita, pertengahan bulan Februari, saya bawa pulang mobil Smart Coupe 2, tanpa keluar uang sepeser pun.

Bayaran sewa pertama saya itu $99.00 -yang buat saya amat sangat terjangkau. Saya “sewa” mobil ini untuk 3 tahun.

Selesai 3 tahun, penjual yang sama tetap melayani kami. Dia ajukan metode termurah buat saya.

Aslinya kalau kita sewa (lease) mobil, di akhir leasing, kita punya pilihan :1) serahkan mobil balik ke dealer. Tergantung dari kondisi mobil, kita mungkin kena bayar ongkos perbaikan atau 2) serahkan mobil ke dealer, ambil sewa untuk mobil lainnya 3)beli mobil ybs.

Sama Charles, kami dianjurkan untuk “serahkan” mobil, tutup perjanjian sewa, untuk kemudian beli mobil yang sama, tapi statusnya bekas. Dengan begitu, kami akan dapat harga yang jauh lebih murah dibanding kalau beli langsung dari leasing

Singkat cerita lagi, ya sudah saya belilah mobil kecilku. Rentang pinjaman 5 tahun. Angsuran per bulannya $130.00.

Saat itu saya sudah kerja penuh, penghasilan sedikit lebih besar, jadi saya masih mampu bayar angsuran mobil.

Itu tahun 2016….harusnya pinjaman saya jatuh tempo bulan Februari 2021, tapi Alhamdulillah banget saya bisa lunasi lebih cepat.

Banyak banget suka duka saya sama si Smartie. Yang jelas, Smartie adalah mobil pertama yang saya mampu beli!

Meskipun kecil dan sering di olok2, saya tetap cinta sama Smartie.

She will always be my first car.

Smartieku sayang

Selingan Ringan: Makan Martabak Yuk!

Sebagai orang Indonesia kebanyakan, satu hal yang saya paling kangeni dari tanah air adalah makanan.

Sudah 15 tahun di Indonesia, saya tetep lebih milih makan siomay di banding cheese poppers, martabak terang bulan dibanding crepes.

Saya juga orangnya tidak hobi masak, jadi masalah kangen sama makanan Indonesia itu lebih dalem lagi.

Salah satu jajanan Indo yang saya kangen adalah martabak manis. Dulu pas di Indo saya lumayan sering beli dari abang2 yang dijualan di sekitar tempat saya tinggal.

Beda dengan martabak asin yang saya sudah PD bikin sendiri, martabak manis saya gak berani buatnya….

Disamping itu juga saya perhatikan, beberapa kali saya icip2 martabak manis homemade, rasanya kurang pas buat saya. Entah itu ketebelan, atau menteganya gak berasa, atau rasa tepungnya terlalu dominan.

Tapi kemarin itu..sakkkkiing pengennya saya nekat nyoba bikin dong. Iih…dua kali gagal. Keki banget rasanya.

Pertama kayaknya salah komposisi tepung, percobaan kedua, matangnya koq gak rata sik??

Setelah gagal dua kali, saya tanya ke teman saya yang hobi masak. Kata dia komposis tepung, tipe kompor, udara tempat kita tinggal berpengaruh…haaaalaahh..mau repot ya?!!

Manyun lah saya. Ternyata susah yaaaaa…(dan memang ya saya paling sebel bikin penganan yang bahannya tepung)

Nah, gak sengaja dengar ada toko khusus jualan martabak di Philadelphia, PA. Denger2 sik enak…cuma belum sempat2 juga ke sana.🙄

Nama warungnya MartabakOK. Pas liat di Google, kayaknya oke banget memang.

Setelah ngobrol sama teman yang juga hobi makan, ternyata MartabakOK terima pesanan untuk kirim ke seantero Amrik.

Ya sudahlah saya akhirnya menyerah. Sekitar dua minggu lalu, saya hubungi MartabakOK lewat WhatsApp. (pakai nomor telpon di bawah ini ya)

Responnya cepet lagi! Saya bilang saya lagi mikir2 mau pesan. Dikirimlah menu ke saya.

Biar gak usah bayar ongkir, saya pesan 4 loyang:

Setelah MartabakOK terima pesanan saya, mereka kirim tagihan yang jelas rinciannya. Saya lalu bayar via Zel.

Dasar saya pembeli yang bawel, saya minta kotak martabak dimasukkan ke paket juga. (Soalnya saya lihat, kotak mereka koq lucu gitu)

Pembayaran beres, beberapa hari kemudian saya di kirimkan foto nomor pengiriman paket.

Wuahhh..senangnya hati waktu lihat kalau paket on the way

Hari ini pas saya kebetulan keluar rumah, voila ada paket di kotak pos saya! Gak sabaran dong..saya langsung buka..mana juga pas sampai pas waktunya saya break dari tempat kerja.

Masing2 loyang dibungkus dalam plastik kedap udara, yang saya langsung masukkan ke freezer.

Saya cuma buka martabak manis komplit dan martabak asinnya.

Coba lihat …alangkah sedapnya penampilan si martabak?!!

Martabak Manis Coklat, Kacang, Keju

Martabak asinnya juga bolehlah…

Si martabak manis cukup dipanaskan di microwave selama 1-2 menit.

Waduh….enaaaaakkk banget! Menteganya berasa (jarum timbangan langsung goyang2), coklatnya, kejunya!!

Kalau martabak asinnya, saya tidak panaskan, karena saya malah senang makan kalau dingin. O iya, martabak asinnya ada 2 jenis saus. Kalau saya bilang, sausnya kurang pedas dan kurang cuko istilahnya, tapi si bule suka.

Jadi masa karantina terasa sedikit lebih manis (dan gembul) dengan adanya persediaan martabak di kulkas

Kalau ada teman2 yang seperti saya, doyan martabak manis tapi ogah masak, pesen deh ke MartabakOK. Dijamin gak nyesel!

Sebagai imigran, nemu yang kayak gini saya bersyukur banget! Bisa menikmati makanan Indo tanpa mudik!

(tulisan ini bukan promosi loh, cuma murni saking senengnya saya sama pelayanan dan produk martabak dari MartabakOK )

Selingan Ringan : Senangnya Apartemen di Renovasi

Hari ini cerita ringan dulu ya..bukan tentang Covid-19, bukan tentang etika jadi perempuan, ,mau berbagi kebahagian dikit…

Awal tahun ini ,kami diberitahu oleh pengelola apartemen kalau mereka akan melakukan renovasi di semua unit2 apartemen. Renovasinya itu sik cuma ganti tipe lantai dari karpet ke hardwood di dapur, kamar mandi, ruang makan, beberapa bagian hallway seperti pintu masuk, ruang cuci, ganti kabinet dapur, ganti tipe wastafel dan kabinet di seluruh kamar mandi, ganti lampu2 di dapur, ruang makan, patio, kloset.

Sebulan sebelum renovasi di gedung kami dimulai, kami dikasih surat pengingat, dua minggu selanjutnya kami terima surat yang intinya memberi tahu apa-apa yang harus dilakukan dan tanggal berapa hari renovasi kami. Dari surat itu, kami tahu kalau hari renovasi itu tanggal 2 Maret, hari Senin. Kami harus memindahkan mobil yang diparkir di depan gedung untuk tenda para pekerja.

Repot? jelas, karena ruangan yang akan di renovasi itu dapur, ruang makan, 2 kamar mandi, dan satu wastafel. Dapur dan ruang makan kami itu ruang yang paling penuh barang2…ya sudahlah kami jadi ibarat pindahan, semua barang-barang di tumpuk sana sini, ya di ruang TV, ya di kamar-kamar tidur. Kami jadinya juga mengungsi ke hotel dari hari Minggu hingga hari Rabu.

Saya sama sekali tidak nangkringin saat renovasi dikerjakan, berisik juga, lagian saya juga harus kerja.

Jreng-jreng-jreng..pas balik…wuih…ternyata keren banget euy hasilnya. Lemari-lemari dapur dari warna coklat jadi warna hitam, tipe sink juga di ganti, dari dua sink jadi hanya satu tapi lebih deep. Trus lemari nya juga dibuat lebih tinggi, kami jadi ada nambah ruang penyimpanan dengan lemari baru ini. Lemari es, mesin pencuci piring dan kompor diganti dengan yang lebih up to date, ditambah lagi sekarang ada microwave. Kami mah senang banget ya, secara lemari es juga mesin pembuat esnya sudah rusak, dan microwave kami juga mulai ngadat, jadi dapat ganti seperti ini ya pas banget waktunya!

Ruang makan jadi terlihat lebih ‘luas’ dan sleek. Jadilah saya mutar otak buat mengatur ruangan, habis kan gak mau dong, sudah direnovasi jadi keren, masa gak di manfaatin buat di atur lebih apik?

Sebelum renovasi di dekat pintu ada dua tumpuk rak sepatu plus kotak-kotak isi selendang dll, sekarang kotak-kotak saya pindahkan ke ruang cuci, di atas rak sepatu saya cuma taruh nampan dan vas bunga yang sebisa mungkin saya selalu isi dengan bunga , biar siapapun yang datang, langsung disambut dengan bunga gitu…

Senang lainnya,, saya jadi punya ruang kerja lebih luas , kemarin sebelum renovasi, ruang kerja saja mepet banget..tapi sekarang lebih lega’an…

Yang saya senang, saya bisa buat tea station buat saya, coffee station buat yang suka ngopi,

bahkan anjing dan kucing saya pun punya pojokan sendiri sendiri…he…he..he. Itu pernak pernik anjing yang saya selama ini beli dan tersebar dimana-mana sekarang semua bisa ngumpul deh.

Untungnya lagi ya, renovasi unit kami selesai sebelum apa2 ditutup karena Covid-19. Karena setelah renovasi di jalan kami selesai, manajemen menunda renovasi ke gedung berikutnya.

Yang jelas saya sekarang yang ada selalu repot ngebersihin wilayah dapur …ha…ha..ha..karena baru siiik!!

Saya kurang tahu apakah renovasi apartemen itu hal biasa? Kami sudah tinggal di komplek apartemen yang sama sejak 2014, ini pertama kalinya kami mengalami renovasi. Kalau teman-teman pernah mengalami cerita renovasi pas tinggal di apartemen , monggo di bagi kalau mau.

Perempuan, Laki-laki dan Selingkuh

Ada gak pembaca yang pernah jadi WIL? Alias wanita idaman lain? Atau jangankan WIL deh, jadi pacar kedua, jadi cem2 an, harem, ban cadangan? Atau di pelototin sama pacar orang?

Saya pernah ngerasain dicemburuin cewek lain. Seringnya karena gak sengaja.

Alias saya gak nyadar kl si ce ternyata demen sama co yang demen sama saya. Ato si co yang resmi punya pasangan demen sama saya.p]

Jaman duluuuuu banget..saya terbius sama kata2 mas expatriat kl dia demen sama saya. Si mas ngakunya lajang kan. Saya ya percaya wae….sampai pas saya telpon dia…tahu2 yg angkat perempuan…dan dia bilang kl dia istri si mas.

Langsung saya hapus nomor si mas dan tutup cerita. Saya bahkan ganti # telpon. Meskipun saya suakit hatinya, cuma saya ogah ngulik2 lagi.

Dari situ, saya janji ke diri saya sendiri..kalau saya ogah nyakitin perempuan lain. (Kalau laki2..gak apa2..😋)

Habis kejadian itu, bertahun2 kemudian, beberapa kali saya harus “kabur” dari lelaki karena mereka “ngaku” seneng sama saya, meskipun mereka punya pacar.

Apalagi kalau sang pacar sudah “emosi” duluan kalau ngeliat saya, padahal saya sama sekali gak demen sama pacar mereka. Gak ada chemistry gitu istilahnya.

Kalau maunya saya sik..saya ceplosin aja gitu “Mbak..maaf ya..lelaki mbak demen sama saya, saya gak demen tuh mbak” tapi kayaknya gak efektif. Entah kenapa kayaknya perempuan tetep mikirnya lakinya paling ganteng sendiri dan di mauin cewe2

Saya tetep di pelototin, tetep di “buang mukain”.

Itu kalo kasusnya si laki2 “baek” dalam arti mereka “nyadar” kalau saya gak mau sama mereka, jadi mereka gak “usaha” banyak2. ( sudah saya tolak soalnya)

Nah..lain lagi kalau kasusnya , si laki2 leboi.

Ada beberapa kali kejadian laki orang kirim text genit2 an ke saya. Tadinya saya pikir dia lajang, eh gak taunya punya pacar.

Pertama2 saya suka ngelak halus..pura2 sibuk dan selalu saya tanya “pacar lo dimana?”, yang dijawab dengan seenak udelnya “kerja”

(So..pacar lo sibuk, lo godain g??)

Waktu saya cerita sama temen saya yang ce, saya dipidatoin panjang lebar :”Kamu sih ngelayani”, dilanjutkan dengan “kamu sik kasih hati”. Padahal sik..enggak juga ya…cuma karena saya bales textnya bukan berarti saya doyan (dan mau dan pengen).

Ya sudah, saya nurutin saran si teman. Gak bales text si laki lagi, meskipun text isinya normal.

Tapi ternyata biar saya mingkem, ybs ngelunjak. Textnya tambah “apaan sik ??!”. Malessssss

Jadi lah nomor dia saya block. (Setelah saya cuekin kira2 seribu kali dan tetep usaha)

Pernah juga saya dicemburuin gak jelas.

“Koq duduk deket2 suami saya sik?”

Pas saya gak sengaja ngobrol sama laki orang di acara ngumpul2, di ruang terbuka dimana semua bisa lihat…saya yang disalahin.

Ih buset..mana g tau kalo g gak boleh duduk sebelahan dan ngobrol sama laki lo? Lagian juga..kalau g kepincut sama laki elo. Sekalian aja g minta dipangku??

G ketemu laki elo juga baru sekali ini dweh. Santai aja.

Dari situ saya belajar, kalau ternyata sesama perempuan pun kita akan selalu nyalahin perempuan lain.

Somehow, saya di tuntut buat “mundur” padahal saya gak pernah maju?

Perempuan dituntut jangan genit (karena laki2 demen). Tapi lelaki genit itu karena kodrat berbirahi tinggi. (Konon..begitu penjelasan yang saya dapat dari teman saya)

Perempuan selalu yang akan di harapkan memegang “kunci” dalam hal “selingkuh” atau “tidak selingkuh”

Kelakuan lelaki yang menjurus ke daerah rawan selingkuh dianggap “wajar” . Punya bini lebih dr satu itu “ibadah”.

Kalau perempuan pasang foto artistik seksi, kedip dikit, belahan dada dikit, paha mulus dikit, itu artinya “bisa dimaninin”.Artinya siapapun bisa kirim pesen ‘njilani’ karena itu artinya “undangan”. Lelaki foto telanjang dada..haduh..bodinya keren yaaa

Lelaki hobi sentuh sana sini, itu perhatian, padahal asli bikin risih.

Susah kan jadi perempuan?

Sepertinya standar ganda terhadap perempuan akan selalu berlaku. Nyebwlin banget memang. Makanya saya pilih jalan “aman” saja.

Ada lelaki kurang ajar, saya gak akan repot2 jelasin kl ybs kudu dikemplang..kalau bisa saya kemplang sendiri ya saya kemplang.

Apalagi kalau sudah ke masalah genit2an. Kata laki saya “men are dog” artinya lelaki mo baik kayak apa, instingnya mau aja dikasih cewek, yang bedain cuma tingkat “toleransi” dan seberapa latihan “kelakuan” yang dia dapat.

Berdasarkan dari situ, saya ya jaga jarak aja deh..social distancing gitu?!

kadang..kita kudu pick up our battle ya..dan juga…menyadari kalau change starts from ourselves…

Kita mungkin gak akan bisa ubah stereotip, standar ganda perempuan, tapi kita bisa bilang “laper Mas? Gih sana masak sendiri ya..makanan di kulkas banyak koq” atau “Mas, maaf ya saya gak tertarik nganu sama situ. Lagian saya juga males disumpahin sama bini/pacar orang.

Suasana Masa Karantina COVID19

Halo pembaca!

Semoga kabarnya baik2 saja ya. Beberapa hari belakangan, di seantero dunia kayaknya seragam menganjurkan penduduknya untuk mengkarantina diri selama masa rentan COVID 19.

Di kota tempat saya tinggal, Louisville, KY, ya sama juga. Mulai hebohnya itu, hari Kamis malam 12 Maret, setelah biro sekolah di wilayah kami mengumumkan kalau sekolah2 akan tutup mulai hari Senin tanggal 16 Maret hingga akhir liburan musim semi, 5 April.

Kami sendiri sik gak heboh2 banget..jadi pas denger pengumuman gitu ya manggut2 saja. Tapi trus pas ke supermarket hari Minggunya tanggal 15 Maret….walah….itu rak-rak sayuran, ayam kosong melompong!

Trus denger2 dari omongan teman2 kantor kalau orang2 pada ngeborong toilet paper. Saya sendiri kurang ngerti kenapa panik koq borongnya tisu cebok ya? Kami untungnya masih ada persediaan cukup lah.

Di kantor tempat saya kerja #1, karena kita semua memang kerjanya dari rumah, gal ada perubahan terlalu dramatis. Tapi di tempat kerja saya #2, jam operasi mulai 15 Maret dikurangi cuma buka sampai jam 7 malam.

Email saya juga dibanjiri pengumuman dari toko2 ritel lainnya tentang perubahan jam operasi mereka.

Hari Senin, 16 Maret, Gubernur KY tetapkan restoran dan bar untuk tutup, kecuali buat order ambil atau antar.

Hari Rabu, 18 Maret, saya dapat SMS dari bos saya di tempat kerja #2, kalau hari itu hari terakhir toko kita buka, dan toko akan tutup hingga pengumuman selanjutnya.

Toko tempat saya kerja termasuk toko terakhir yang tutup sementara..toko2 sekitar sudah tutup lebih duluan….

Asli itu kompleks pertokoan sepiiiii, kayak ghost town.

Hari terakhir itu kebetulan saya kerja…dari jam 6 sampai jam 8. Penjualan kita seharian cuma $500.

Apartemen tempat kami tinggal pun menutup kantor pemasarannya.

Tempat kerja #1 saya, mulai menutup lobi kantor2 cabang dan hanya melayani transaksi lewat jalan kendara.

Hari ini saya balik ke supermarket lagi…duh sukur banget ngeliat rak2 ada barang2 yang bisa dibeli…sayuran, buah2 an…

Beberapa rak2 masih terlihat kosong melompong…rak toilet paper ,

Pembelian daging ayam, daging giling, telur, susu, dibatasi jumlahnya untuk 1 konsumen untuk mencegah orang2 memborong terlalu banyak.

Rak nasi dan kacang2an..kosong..

Kosong Melompong

Saya beli telur, satu pak paha ayam, satu pak sayap ayam dan 2 pak kecil daging giling. Yang penting cukup untuk makan sekeluarga sampai akhir bulanlah.

Mudah2 an kita semua akan lewati masa karantina dengan lancar ya…

Yuk..jaga kesehatan, makan makanan yang sehat, kalau sakit atau gak enak badan..ya wis di rumah sajaaa….

15/20 : Negara-Negara Bagian Yang Saya Sudah Kunjungi – Bagian 4

31. Maryland (MD)

Kayaknya MD boleh dibilang baru numpang lewat doang deh…

32. Alabama (AL)

Salah satu negara bagian yang baru kami kunjungi di tahun 2019.

Entah kenapa sejujurnya saya kurang tertarik untuk mengexplorasi AL dilain kali.

AL-statecapcollage

33. Louisiana (LA) :

Mampir di New Orleans, kota jazz nya Amrik deh. Creole, jambalaya, voodo, bau pesing dimana-mana.

Mungkin saya sudah ketuaan ya, jadi kurang tertarik dengan bar-bar yang buanyaaak banget di New Orleans..apalagi di French Quarternya. Bisingnyaaa minta ampun!

34.  Mississippi (MS):

Cuma numpang lewat sik..tapi karena sempat makan di resto setempat,minum kopi dan ngaso bentar di pantai Biloxi, boleh dong diaku….

MS-biloxi35. Georgia (GA) :

Kami mampir di Atlanta,ibukota GA waktu liburan musim semi 2019. Entah gimana, saya langsung kepincut sama Atlanta, mungkin karena resto Indo banyak ya? atau mungkin juga karena Atlanta kesannya bersih dan modern, dibanding ibukota-ibukota lainnya.

Kami cuma semalam di Atlanta, jadi cuma mampir di musium Coca Cola dan resto Indo.

Yang jelas saya mah gak nolak deh kalau ke Atlanta lagi!

+1 adalah District of Coumbia atau DC

DC sebagai ibukotanya Amrik, adalah tempat yang kudu dikunjungi deh. Kayaknya belum resmi jadi orang Amrik kalau belum ke DC. Yang jelas kalau ke DC ya kudu kunjungin monumen-monumen yang tersebar di seantero kota ya.

Terus terang kami di DC itu ‘ngepot’ alias cepat-cepat, maklum kan barengan anak-anak SD segambreng, pas anak kami di kelas 5.

Mungkin suatu saat kami akan ke DC lagi, mudah2 an agak lebih luang waktunya…

15/20 : Negara-Negara Bagian Yang Saya Sudah Kunjungi – Bagian 3

21. Tennessee (TN) –

Negara bagian tetangganya KY di sebelah selatan. Saya demen ke TN, karena disini banyak tempat-tempat alam (air terjun maksudnya) yang enak buat di explorasi.

Kami pertama kali ke TN itu ke Nashville, ibukota TN dan pusatnya musik Country, lalu kita ke Great Smoky Mountain yang haduhh…adem, dan banyak air terjun cantik2!. Terakhir di tahun 2019, kami mampir di Knoxville dan Chattanooga.

Pokoknya kalau saya lagi ‘demam’ sudah lama gak hiking, TN salah satu pelarian saya deh!.

TN-collage

22. Florida (FL)

Saya ke FL sendirian, karena dibayarin sama tempat saya kerja buat menghadiri acara penghargaan. Ciele.kalau mau baca ceritanya ada di blog koq. Masih banyak tempat-tempat lain yang layak di kunjungi di FL ya, terutama ya pantai2nya lah…Mudah2 an kalau ada rejeki ya ke sana lagi.

23. Illinois (IL)

IL ini tempat presiden favorit saya, Abraham Lincoln dibesarkan. Kami sudah pernah ke Springfield ibukotanya IL dan ke Chicago. Saya pribadi pernah 2 kali ke Chicago. Chicago itu emang asik banget ya..cuma mahal buangget juga! huah..bokek kami setelah liburan ke Chi!

SpringfieldIL-collage
IL-collage

24. Missouri (MO)

Saya ingat banget, pas bulan Juli, lagi mau libur 3 hari karena hari kemerdekaan Amrik, tiba-tiba saya bilang, yuk ke St. Louis.

Jadilah kami ngacir ke St. Louis. Jelaslah naik ke monumen melengkung beken the Gateway of the West. Keren? Banget! cuma saya agak-agak deg-degan karena liftnya kecil dan pendek banget!

25. West Virginia (WV)

Kami di WV cuma pernah mampir di ibukotanya dan di kota Cass karena pasangan mau naik kereta api. Kami juga sempat berrafting ria disini.

WV-collage

26. Virginia (VA)

Kami mengunjungi VA waktu anak pelisir dengan sekolahnya ke tempat-tempat bersejarah DC/VA. Selain ke Arlington, kami belum wara wiri VA sendiri.

JFKtomb

27. North Carolina (NC)

Kami sudah 4 kali pergi ke NC. Pertama waktu ke Great Smoky Mountain karena ada bagian dari GSM di negara bagian NC, melayat kerabat yang meninggal, lalu liburan musim panas tahun 2016 dan 2019.

Kami suka dengan NC karena alamnya cuantik! Gak bosan deh ibaratnya main kesini. Selain punya pegunungan, NC juga ada bagian pantainya. Kota di NC yang pernah kami kunjungi itu Wilmington, Brevard, Ashville.

NC-collage

28. South Carolina (SC)

Sama seperti NE, SC kami cuma kunjungi ‘tepi’nya doang. Yaitu waktu liburan musim panas di NC, tempat menginap kami dekat ke perbatasan SC dimana kami sempat kunjungi Cesar Head State Park. Selain itu kami belum banyak kunjungi tempat2 lain di SC.

29. Wisconsin (WI)

Pertama kali kita mampir di WI itu cuma pas lewat, dimana kami makan di resto yang makanannya dibawa dengan kereta mainan.

Saya kedua kalinya pergi ke WI, di tahun 2016, mengunjungi sepupu saya yang lagi sekolah di Madison. Saya juga mengunjungi teman lama yang tinggal di Appleton. Di kedua kota yang saya kunjungi ini, dua-duanya ada resto Indo loh! di Madison namanya resto Bandung, kalau di Appleton nama restonya Java Warung. Dua2nya enaaakkk!!

30. Michigan (MI) :

MI itu lumayan seru deh buat dikunjungi, secara MI punya danau Michigan yang besar ya. Kami disini naik jip di gurun pasir…wuih…asikkk….

MI dan WI boleh dibilang tetanggaan yang di pisahkan dengan danau Michigan. Kami naik pernah melakoni feri menyeberang dari MI ke WI.

15/20 : Negara-Negara Bagian Yang Saya Sudah Kunjungi – Bagian 2

11. Iowa (IA)

Kami beberapa kali mampir di Iowa, karena IA negara bagian pasangan dibesarkan. Di Iowa, kami mampir di Des Moines, ibukotanya, lalu ke Iowa City tempat universitasnya pasangan, ke Lake Darling, tempat pasangan gede, Cedar Rapids.

12. Nebraska (NE)

Boleh dibilang kami cuma numpang lewat di Nebraska, hanya sempat berhenti di kota Omaha, dan sempat mengunjungi kebon binatang Henry Doorly . Yang saya paling berkesan dari kunjungan singkat saya di NE adalah gorila di bonbin Henry. Lah..si gorila ini hobinya nakut-nakutin anak-anak yang nontonin dia dari balik dinding kaca. Tiba-tiba si gorila ngagetin anak-anak dengan memukul dinding kaca. Ada anak2 yang jadi menangis, anak saya malah ketawa ngakak!

13. North Dakota (ND) boseeeeeeeeeennn…seperti tetanggannya SD, pemandangan di ND ini rata…..wae..

14. Ohio

OH adalah negara bagian kedua saya pernah berdomisili. Kami tinggal di bagian timur kota Cleveland. Kota-kota lainnya yang kami pernah kunjungi di OH itu : Akron, Medina, Columbus, ibukotanya OH, wara-wiri di Cincinnati, Dayton tempat lahirnya penerbangan di Amrik.

15. Minnesota (MN)

Ke sini waktu adiknya pasangan meninggal dunia di tahun 2011. Pengen kesini lagi karena mau MN terkenal akan danaunya.

16. New York (NY)

Pertama kali ke NY itu tahun 2009, kami ke air terjun Niagara yang lokasinya di kota Buffalo.

Kedua kalinya, tahun 2019 saya sendirian ke NY, reunian sama temen SMA yang lagi tugas/liburan disini. Ke patung Liberty, lokasi 9/11, Chelsea Market, Rockfeller Center, Empire State Building, nonton parade St. Patrick’s day.

Seru lah.

17. Pennsylvania (PA)

Kami mengunjungi PA waktu kami tinggal di Cleveland, Ohio, jadi sekitar tahun 2009/2010. Kami pergi ke kota Scranton buat lihat kereta api. Biasa deh hobinya ayah si anak.

18. Texas (TX)

Kami tadinya sempat mau pindah ke TX, tapi ternyata tempat kerja pasangan ada perubahan struktur, dia yang saat itu hanya kontraktor jadi ya di letgo. Di TX, kami sempat jalan-jalan ke Plano dan ke Galveston.

19. Kentucky (KY)

KY adalah negara bagian ketiga yang saya pernah menetap dan tempat tinggal saya saat ini. Di KY, kami sudah jalan-jalan ke Natural Bridge, air terjun Cumberland, Bowling Green, Frankfort, ibukota negara, Lexington, kota besar lainnya, tetanggaan di sebelah timur, Paducah, naik kereta di Big Fork, naik kapal uap Belle of Louisville, mengunjungi tempat-tempat penyulingan bourbon (KY boleh dibilang pusatnya ya)

20. Indiana (IN)

IN ini negara bagian tetanggaannya KY. Berhubung tetangga, jadi kami sering banget loncat ke IN, dari mulai melakoni perburuan kue di New Albany, menyebrang jembatan ke Jeffersonville, makan makanan Indo di Bloomington, atau jadi turis di Indianapolis.

IN itu lumayan seru kalau saya blilang, lebih banyak pilihan aktifitas di banding KY yang jelas.