Saya Senang Koq Digombali

Haduhh…judulnya mana tahan?!?!! ibarat lagu dangdut ya??!

Ha….ha….ha…jadi gini ceritanya…..sebagai perempuan yang sudah lumayan ehm berumur banyak, paling tidak bukan ABG lagi lah, saya boleh dibilang sudah ‘lupa’ masalah pergombalan di dunia percintaan ataupun dunia kasmaran.

Terakhir ‘digombali’ itu paling tidak 15 tahun lalu ya, mungkin malah lebih lama lagi….jadi ya ingatan tentang masa-masa gombal sudah lama tersimpan di otak.

Tiba-tiba ada yang memuji ‘Kamu manis’. Heh? (terutama setelah dicerca buruk rupa)

Lain kali dikomentari ‘Kamu lucu dan enak diajak ngomong’. (maca ciiih???)

Atau waktu cerita sedang frustrasi, di kirim gambar lucu-lucuan, terus di kasih emoji peluk dan kecup. (GAMBAR loh ya..bukan kecupan asli, tapi rasanya tetap berjuta…..)

Aih.

Tanpa bisa dikontrol, senyum saya mengembang, saya kegelian sendiri, konyol, tapi koq menyenangkan?


Ternyata saya sudah seumur segini masih senang digombali ya?

Mungkin bukan masalah digombali yang saya rindukan, saya inginkan, saya ngerti lah kalau itu gombal, tapi perasaan hati yang ….

senang saat di puji, senang kalau kehadiran saya membawa perbedaan yang menyenangkan buat seseorang, berbunga karena merasa ada yang peduli walau hanya dengan mengirimkan pelukan, kecupan, bunga virtual, terharu kalau ada yang menyanggah bahwa saya tidak jelek….

apalagi setelah sekian lama merasa seperti kesetan kaki…atau manusia tidak berguna…

Saya tiba-tiba merasa perempuan lagi….perempuan yang punya hati, cinta untuk diberi, dibagi, dirasakan………….

Salah satu teman baik saya sempat kasih nasihat pendek, yang sampai detik ini saya tidak pernah lupakan,

CARPE DIEM

Kita hanya hidup sekali, bolehkanlah seseorang hadir di dalam perjalanan hidup kita untuk membuat kita bahagia, senang, tersenyum meskipun (mungkin) hanya sesaat.

xoxo

Untuk ES, AY terima kasih untuk selalu mau mendengarkan celoteh tidak karuan saya. Saya tahu kalau kalian ingin sekali melihat saya bahagia kembali.

Advertisements

‘Teman-teman’ Kita di Amerika Saat Susah Menimpa

Tinggal di Amrik dan bersuami bule tidak selalu seperti dongeng Cinderella.
Tidak sedikit cerita sedih wanita Indonesia di luar negeri, yang terkatung-katung, yang ditinggal, yang mengalami kekerasan rumah tangga, dan sebagainya

Untuk itu kita harus selalu jaga diri dan tahu kemana harus ‘pergi’ atau melapor saat keadaan yang tidak diinginkan terjadi.

Ini saya mau berbagi pengetahun sedikit tentang tempat-tempat ataupun layanan masyarakat umum untuk kita :

  • Sebagai warga negara Indonesia, perwakilan kita di negara Amrik adalah kedutaan besar Indonesia.  Di Amerika, karena negara besar, selain kedutaan, Republik Indonesia juga memiliki konsulat jendral di beberapa negara bagian.
    Fungsi kedubes/konjen ini adalah perwakilan negara Indonesia untuk melayani warga negara Indonesia yang tinggal di negara asing. Dari masalah urusan lapor diri, urus paspor, urus visa sampai ke masalah pelik yang menyangkut perlindungan diri kita.Jadikanlah kedubes/konjen Republic Indonesia sebagai ‘teman’ kita.screenshot_20180113-193321402598832.png

    Di Amrik, Republik Indonesia punya 1 kedutaan besar, yaitu di Washington DC, dan beberapa lokasi konsulat jendral:

    • Indonesian Consulate in San Francisco, United States

      1111 Columbus Avenue
      San Francisco , CA 94133

      Phone (1415) 4749571

      Email consulate@indonesiasanfrancisco.net
      Web Site http://www.kjrisfo.net
      Web Site http://indonesia-sanfrancisco.net

    • Indonesian Consulate in Hawaii, United States

      1001 Bishop Street, ASB Tower, Suite 2970
      Honolulu , HI 96813

      Phone (1808) 5313017

    • Indonesian Consulate in New York, United States

      325 East 38th Street
      New York, NY 94133

      Contact Hasan Kleib
      Phone (1 212) 9728333

      Email ptri@indonesiamissionny.org
      Web Site http://www.indonesiamissionny.org

    • Indonesian Consulate in Los Angeles, United States

      3457 Wilshire Boulevard
      Los Angeles, CA 90010

      Phone (1213) 3835126

      Email kjri@kjrila.net
      Web Site http://www.kjrila.net

    • Indonesian Consulate in Houston, United States

      10900 Richmond Avenue
      Houston, TX

      Phone (1713) 7851691

      Email kjrihouston@prodigy.net
      Web Site http://www.indonesiahouston.net/Formulir_Visa2.pdf

    • Consulate General of Indonesia in Chicago, United States

      211 West Wacker Drive
      Chicago, Illinois 60606

      Contact Mr. Daulat H Pasaribu
      Phone (+1) (312) 9201880

      Email generalinfo@indonesiachicago.org
      Web Site http://www.indonesiachicago.org

  • Suicide Hotline – tidak perlu mengernyitkan dahi dengar kata bunuh diri. This a real thing.  Kalau anda lagi benar-benar putus asa, kepingin nangis, mau curhat tidak bisa, tidak tahu kemana, terpikir mau mengakhiri hidup, cari nomor hotline ini, gratis, bisa ngobrol sepuasnya selama-lamanya sampai kita tenang. Tidak perlu malu, gengsi.
  • Perlindungan Kekerasan Rumah Tangga
    Dulu waktu saya tinggal di kota kecil, pas lagi jalan keliling keliling kota, tidak sengaja lihat rumah kantor kecil bertuliskan Women Center.  Bersyukur sekali saya koq lihat rumah kantor itu, karena ternyata saya membutuhkannya.Kekerasan rumah tangga itu bisa terjadi ke diri kita.  Abuse atau perlakuan semena-mena pasangan itu tidak semata-mata harus fisik loh ya, ini termasuk perlakuan lewat perkataan maupun tindakan non fisik, misalnya tiba-tiba menutup tabungan bersama kita dan suami tanpa bilang-bilang, tidak lagi mau memberikan uang, mengata-ngatai kita ‘jelek’ lah, tidak berguna lah dan sebagainya.Sebagai perempuan kita harus sadar hak kita sebagai pasangan, tidak usah sungkan-sungkan lari atau lapor ke tempat ini .

    Cari di mesin pencari ‘domestic abuse’ di setiap kota pasti ada fasilitas ini.
    Banyak tempat-tempat yang bahkan menyediakan shelter – tempat tinggal sementara untuk kita yang melapor. Shelter ini lokasinya rahasia, jadi si penyiksa tidak akan bisa menemukan kita, bahkan polisipun tidak akan memberitahukan lokasi kita kesiapapun meskipun kita mengijinkan.

    Jangan takut, kamu tidak sendiri!

  • Al Anon
    Saya pernah tulis sebelumnya, ini adalah ajang pertemuan mereka-mereka yang hidupnya dipengaruhi oleh pecandu alkohol. Karena sifatnya yang ‘tidak beridentitas, setiap anggota boleh dibilang berjanji akan tutup mulut tidak akan memberitahu siapapun tentang keberadaan kita di pertemuan

 

  • Tidak punya tempat tinggal?
    Setiap kota di negara bagian setahu saya ada fasililtas non profit yang bisa menolong . Waktu saya tinggal di Bozeman, Montana, saya merasa tertolong sekali dengan adanya HRDC (link https://www.thehrdc.org/)Anak saya bisa ikut pra TK, gratis karena suami kehilangan pekerjaannya (dan boleh dibilang kita hidup di bawah garis kemiskinan)
  • Food Stamp atau voucher makanan
    Nah food stamp ini atau dikenal dengan SNAP adalah fasilitas dari pemerintah (layanan-layanan diatas yang saya tulis, itu fasilitas dari organisasi-organisasi non profit)Saya, syukur Alhamdulillah belum pernah (dan mudah-mudahan tidak pernah) memakai fasilitas SNAP. Tapi kalau memang kita perlu, ya tidak ada salahnya koq untuk ambil fasilitas ini.Untuk informasi lebih lengkapnya baca disini : https://www.fns.usda.gov/snap/eligibility


    screenshot_20180113-2004182118780721.png

    Untuk masalah makanan bisa juga hubungi ‘Feeding America’

    screenshot_20180113-2003111148859087.png

  • County Clerk
    Selalu cek dimana lokasi kantor county clerk, dari sini kita bisa diarahkan ke layanan masyarakat lain yang mungkin kita perlukan : seperti layanan hukum.Kalau ada masalah hukum dan kita butuh pengacara, tapi kita tidak mampu, pemerintah setempat punya layanan hukum gratis untuk kita.   Istilahnya legal aid atau bantuan hukum.
  • Google
    Gunakan telpon pintar kita untuk mencari hal-hal penting juga, jangan cuma untuk postingan di  media sosial.’Google’ ibarat ‘Tuhan’ kecil lah, karena apa-apa,  ini itu, sebagian besar bisa ditemukan lewat meng-Google.Tempat-tempat yang saya tuliskan diatas sangat mudah ditemukan lewat pencarian di Google.

    Hidup di Amerika bisa sangat menantang, melelahkan dan membuat putus asa,
    jangan kehilangan harapan, semua ada jalan keluarnya!

 

 

PROSES MASUK KE AMERIKA – TANYA JAWAB

Sampai detik ini artikel saya “Proses Masuk Ke Amerika” yang paling buanyak di baca, juga yang paling banyak menjadi bahan pertanyaan teman-teman pembaca.

screenshot_2018-01-11-19-19-292067209615.png

Mungkin tulisan saya kurang mudah dimengerti atau gimana , karena sering kali pertanyaannya : kalau bukan sudah ada di tulisan, sudah saya jawab di bagian komentar.

Jadi saya putuskan membuat artikel khusus tanya jawab – dimana saya kumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang sungguh amat sering diajukan pembaca

Sanggahan : isi artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi di tahun 2004-2005, riset lewat situs terpercaya di internet.  Mohon selalu di cek kembali, tidak bertanggung jawab atas kesalahan pengertian di artikel ini.

Ini tanya jawab Proses masuk ke Amrik, adalah tanya jawab proses kita sebagai  sebagai pasangan resmi warga negara Amrik.

T = Tanya J = Jawab

  1. Tanya : Saya punya pacar orang Amrik , kita rencana mau nikah……

    Berbeda dengan visa kunjungan, visa kerja ataupun visa lain-lainnya, visa untuk kerabat atau calon kerabat dari seseorang WN Amrik itu dikategorikan ke dalam visa imigrasi.
    Ada 2 visa yang ditawarkan oleh imigrasi USA atau USCIS alias United States Citizenship and Imigration Services : visa tunangan (fiance visa) dan visa pasangan (spouse visa)

  2.  Apa beda visa tunangan dan visa pasangan?

    Visa tunangan adalah visa yang dikeluarkan oleh USCIS kepada tunangan WNAmrik, yang artinya mereka belum menikah dan akan menikah di AmrikVisa Pasangan adalah visa yang dikeluarkan oleh USCIS kepada pasangan resmi WNAmrik yang telah menikah (dalam hal ini telah menikah di Indonesia)Jadi jenis visa yang kamu mau ambil tergantung rencana kamu menikah dengan si WNAmrik : nikah di Amrik or nikah di Indo
  3. Bagaimana cara mengajukan visa tunangan atau visa pasangan?

    Kamu harus masukkan formulir imigrasi yaitu formulir I-130 Petition for Relative
    Sepanjang proses imigrasi akan ada formulir-formulir tambahan yang diminta oleh pihak imigrasi sebagai bagian dari proses imigrasi. Tapi itu petisi yang utama.
    Selalu gunakan nara sumber resmi yaitu https://www.uscis.gov/
    Dari situ klik di ‘FORMS’ lalu klik di I-130, keterangan lengkap ada di halaman I-130.screenshot_2018-01-11-19-32-38280794773.png

  4. Dokumen apa yang di perlukan dalam formulir?

    Masalah dokumen yang kudu dilampirkan itu bisa ditemukan di halaman 6 di: 
    Instructions for Form I-130 (PDF, 233 KB) ,

  5. Buku nikah harus dilegalisir?

    Yang saya mengerti keharusan buku nikah dilegalisir ini lebih ke aturan pihak Indonesia, bukan aturan imigrasi Amrik. Alasan dibalik legalisir buku nikah ini adalah pihak Indonesia tidak menyimpan foto kopi buku nikah kita. Jadi dilegalisir adalah untuk pembuktian pernikahan kita kalau buku nikah asli kita hilang.Dan juga untuk berjaga-jaga dipertanyakan saat kamu sudah tinggal di Amrik oleh pemerintah lokal.Catatan : saya tidak melegalisir buku nikah saya.
  6. Apa yang harus dipersiapkan saat wawancara

    Informasi mengenai ini itu wawancara bisa ditemukan di situs kedutaan besar Amrik (https://id.usembassy.gov/), ikuti saja tautan yang ada disitu, nanti kalian akan ketemu :screenshot_2018-01-11-20-02-241686555465.png
  7. Ditanya apa saja sih saat wawancara?

    Wawancara itu pada dasarnya pengecekan langsung dokumen-dokumen yang kita kirim dengan ‘aslinya’ yang bersangkutan.
    Jadi ya akan ditanya nama, alamat, tanggal lahir, tempat kelahiran, nama orang tua dan sebagainya.Si pewawancara harus memastikan kalau yang berdiri di depan dia adalah orang yang sama yang mengajukan aplikasi untuk visa.Kecuali kamu fraudster ya tidak perlu khawatir!Kamu bisa baca masalah wawancara di tautan ini y a:

    screenshot_2018-01-11-19-57-25538144548.png

  8. Dimana kita harus terjemahkan dokumen kita?

    Masuk ke situ:https://id.usembassy.gov/, di bagian ‘Cari’ masukkan kata ‘translator‘, dari hasil pencarian teratas adalah daftar penerjemah yang diakui
    Waktu saya cari dan buka daftar penerjemah, ada 2.5 halaman:screenshot_2018-01-11-20-06-42-505415661.png
  9. Mbak, saya masih bingung ni gimana dong?

    Jangan bingung! kalau tho bingung ajak (calon) suami untuk selalu membaca informasi di 3 situs utama :
    Situs keimigrasian Amrik : https://www.uscis.gov
    screenshot_2018-01-11-19-26-09-1509215541.png

    Situs kedutaan Amrik di Indonesia (alias Jakarta) https://id.usembassy.gov/


    screenshot_2018-01-11-19-55-20-1026147605.png


    Situs informasi travel ini itu ke Amrik :https://travel.state.gov/content/travel.html – situs ini banyak ditemukan di dalam situs kedutaan Amrik, jadi ikuti saja ya.

    Catatan : tiga situs ini sudah CUKUP buat anda untuk mencari informasi tentang imigrasi, visa dll, jangan gunakan situs lain, karena kemungkinan besar bukan situs resmi imigrasi Amrik – saya sendiri pernah salah klik!!

    Kayaknya sudah cukup pertanyaannya ya?

    Kalau masih ada yang kurang, kasih komentar, nanti mungkin saya bisa tambahkan disini!

    Terima kasih! mudah-mudahan bermanfaat!

 

 

Menelpon 9-1-1

Sebagian besar pembaca tahu lha apa 911 itu.

Di Amrik, 911 adalah nomor telpon yang kita putar saat keadaan darurat – bisa keadaan darurat pada diri sendiri , bisa keadaan darurat yang kita saksikan terjadi pada orang lain.

Saya pernah menelpon 911, 4 kali selama saya tinggal di US sejak tahun 2005.

Pertama kali menelpon 911 itu musim panas tahun 2006, anak saya baru umur 6 bulanan. Si mpok ceritanya lagi masak – masak sesuatu (lupa) yang pakai minyak banyak lah pokoke – bukan tumisan.

Ditinggal lah itu penggorengan di atas panci, sambil saya main dengan anak. Tiba-tiba tut…tut..tut..alarm berbunyi, kaget saya…astaga..apa ya????

Dari lantai ruang makan , saya melihat ke arah  dapur , ada asap mengepul,  hati ini langsung anjlok.

Oh Tuhan, apa yang terjadi??!!!

Lari ke dapur, astaga….ternyata panci yang saya tinggal dengan minyak didalamnya terbakar …..saya sudah matikan kompor, tapi karena kompornya tipe kompor listrik, jadi sisa ‘panas’ masih terasa dan itu cukup untuk membakar si minyak!!!

Bagaimana mematikan api?? saking paniknya saya tidak bisa mikir!!

Yang ada saya langsung gendong anak saya, ambil telpon dan lari ke teras belakang.

Halo 911

Tolong! ada kebakaran di rumah saya….

pendek kata, akhirnya pemadam kebakaran datang – sebelumnya untung ada tetangga yang baik hati lari ke rumah saya memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran.

Kedua kali saya menelpon 911 di bulan Desember 2009.

Kali ini karena saya takut kekerasan rumah tangga terjadi, karena suami pulang mabuk, saya telpon polisi. Sebenarnya saya tidak sempat berbicara,  karena telpon sudah direbut suami, tapi sudah tersambung ternyata, polisi tetap datang memeriksa keadaan saya.

Ketiga dan keempat kali saya menelpon 911, di tahun 2012 dari balkon apartemen saya.

Kali ini saya menelpon untuk orang lain, kami mendengar suara benturan keras, waktu lari ke balkon, ternyata ada tabrakan mobil di perempatan apartemen kami.

Ada kira-kira 10 menit, kita menunggu polisi , koq tidak datang-datang? Saya tanya kemana polisi? apa kita telpon?

Tadinya suami bilang ‘pasti sudah ada yang lapor’, tapi saya ngotot tetap menelpon…

Untung saja saya ngeyel, karena ternyata setelah sekian lama, belum ada laporan ke 911 tentang kecelakaan ini!! geblek kan???

Keempat kalinya kejadian serupa, kecelakaan di tempat yang sama! kali ini begitu mendengar suara ccciiiiitttttttt……dan gubrak, saya langsung ambil telpon dan lari ke teras, melihat kecelakaan (sudah tahu , dari kejadian pertama), sambil menelpon 911.

Buat saya 911 itu penyelamat sekali.

Umumnya ini yang operator tanyakan saat kita menelpon

911. Apa kondisi darurat anda.

Dari situ katakan apa yang terjadi : kecelakaan, kebakaran, masalah kesehatan – orang pingsan, jatuh, tertembak, dan sebagainya.

Sebutkan nama anda, nomor telpon anda dan lokasi anda – ini penting karena operator harus menyambung telpon kita ke petugas lokal, baik itu polisi, pemadam kebakaran atau ambulans.

Sering kali kita panik pasti – saya paniklah jelas, tapi biasanya si operator juga terlatih untuk menenangkan penelpon supaya bisa mendapat informasi yang jelas.

Yang harus kita ingat adalah menelpon 911 adalah untuk keadaan darurat saja – definisi keadaan darurat disini adalah hal-hal yang mengancam hidup kita.

Jadi jangan menelpon 911 buat pesan cheeseburger ya atau hal-hal konyol seperti dibawah ini….

 

 

 

 

Celoteh di Awal Tahun 2018

Halo Tahun 2018!

Ah tahun baru euy…biasanya orang-orang repot bikin resolusi. Saya pilih nulis saja ah.

Beberapa waktu lalu ada pembaca blog aku yang komentar “ penuh perjuangan juga ya MBA, WNI cewe nikah ma WNAmerika cowo”

Baca komentar itu saya jadi ‘geli’ sendiri..andaikan perjuangan kita cuma dimasalah imigrasi saja……kenyataannya perjuangan perempuan WNI menikah dengan WN Amrik itu bukan semata di masalah imigrasi loh.

Nah di tulisan kali ini saya mau blak-blakan buka-bukaan tantangan , perjuangan menikah dengan WN Amrik

  1. Menikah itu sendiri bukan hal yang sederhana, jangankan menikah dengan bangsa lain, menikah dengan bangsa sendiri pun pasti ada bentrokan.  Saya sendiri agak ‘telmi’  alias telat mikir tentang apa itu pernikahan.  Waktu menikah saya boleh dibilang tidak ‘ngerti’ apa sih artinya menikah itu? Untunglah saya menikah di umur yang sudah lumayan tinggi, tidak terpikir deh kalau saya menikah muda…

    Kalau anda menikah berarti ada kemungkinan bercerai.

    idih koq gitu sih? masa nikah trus langsung mikirin bercerai.

    Bukan begitu, ini kenyataan koq. Selalu siapkan diri untuk menghadapi hal yang (ter) buruk……

    Tidak usah malu, tidak usah gengsi, shit happens.

    Itu bagian dari hidup koq. Jangan putus asa. Jangan malu minta pertolongan orang lain ya.

  2. Kendala bahasa : memang sebagian besar orang Indonesia bisa berbahasa Inggris dan kenyataan kalau si bule mau nikah dengan kita, si bule sudah ‘ngerti’ apa yang kita omongin? gitu? Well…….Kendala bahasa bukan cuma masalah tata bahasa, kosa kata, struktur atau pelajaran bahasa lainnya ; kendala bahasa disini lebih ke cara kita mengekspresikan diri sehari-hari.

    Saya pribadi bahasa Inggrisnya tidak bego-bego amat, tetap di mata suami, dia banyak ‘tidak mengerti’ apa yang saya katakan.

    Bukan cuma di mata suami saja loh, namanya kita tinggal di Amrik, ya berarti kita harus bercakap-cakap dengan masyarakat umum kan? Salah mengerti, atau di pandang rendah itu salah satu hal yang kita akan hadapi.

  3. Kendala makanan : menikah dengan bule, makanan yang disajikan artinya akan beda dengan makanan yang kita terbiasa. Sebagian besar dari kita mudah beradaptasi , bisa suaminya yang mulai suka masakan Indo atau perempuannya yang jadi fasih memasak meatloaf, chicken pot pie (dan pie-pie lainnya) broccoli cheddar soup, you name it, the Indonesian wife will cook it.  Idealnya begitu, tapi tidak semua kasus sama. Saya contohnya, paling tidak suka masak (dan tidak ‘ngeh’ kalau menikah itu berarti harus SELALU masak buat pasangan?), janjinya pasangan karena saya kerja penuh waktu kita akan bergantian masak. Cuma koq yang dia masak cuma terbatas : spaghetti with marinara sauce, hamburger, chili, fried chicken as in KFC not as in Ayam Suharti, Plain Steak, mac and cheese (with or without tuna), canned bake beans with hot dogs.Bosen gila! Jadi ya saya yang lebih sering memasak supaya lebih ada variasi. Mudah-mudahan kalian pada senang masak ya? (#sayatidaksukamasak)

    Belum lagi masalah jenis makanan yang kita pantang (terutama untuk Muslim).

    Beberapa dari pasangan sangat menghormati pantangan kita, dan ikutan tidak makan, tapi tidak jarang ada pasangan yang tetap mengkonsumsi si ekor keriting seperti biasa baik itu diluar rumah maupun di dalam rumah.

    Kalau kamu tipe yang santai ya tidak masalah, tapi hal kecil seperti bisa jadi beban loh….

  4. Kendala Budaya : yang paling gampang deh, merayakan natal. Di Indonesia kita terbiasa ‘tahu’ kalau tidak semua orang merayakan natal dan kalau kita termasuk yang tidak merayakan natal ya kita tenang-tenang saja, tidak harus kan?Di sini, kecuali suami kita tipe ‘sangat’ memahami perbedaan, boleh dibilang jadinya kita ‘diharuskan’ ikutan merayakan natal.  Mungkin hal kecil sih ya, tapi buat saya terus terang agak melelahkan, karena saya merasa pe-er pressure sekali . Saya lebih suka suasana di Indonesia deh, saya merasa ‘bebas’ tidak bernatalan, tidak ada ‘paksaan’ atau dipertanyakan.

    Contoh lainnya minum alkohol, suami saya ternyata pecandu alkohol, ini menyiksa sekali loh, karena saya yang menganggap alkohol itu barang terlarang, sekarang harus melihat pasangan setiap malam minum.

  5. Kendala Keuangan : tidak semua dari kita dapat suami bule tajir tho? atau jadi Sugar Daddy; idealnya suami adalah sumber penghasilan keluarga. IDEALNYA. Dan jangan salah, banyak juga pria bule yang menganut faham kalau istri tugasnya di rumah, tidak perlu kerja.Terus terang buat saya, karena merasa ‘sendiri’ tanpa keluarga, saya terpacu untuk jadi mandiri dan tidak semata-mata mengantungkan diri dari penghasilan suami.

    Tahun-tahun pertama tinggal di Amrik memang saya tidak kerja , lebih banyak di rumah, beradaptasi dan merawat si anak, tapi kemudian saya KEJEDUG kenyataan waktu suami kehilangan kerja.

    Detik itu juga saya langsung teringat nasehat ibu saya : sebagai perempuan harus punya penghasilan sendiri dan tabungan sendiri……

    Disitulah saya merasa bersyukur sekali kalau saya bisa berpenghasilan – meskipun tidak besar- ta[i cukup bisa menolong keluarga saya bertahan hidup selama setahun lebih hingga suami mendapat pekerjaan baru.

    Belum lagi masalah kebiasaan pasangan membelanjakan uang. Ini juga bisa bikin berabe.

    Saya tipenya yang ogah minta duit, jadi ya saya pilih kerja sik.  Dan juga ya untuk itu, untuk menjaga diri saya sendiri, memastikan kalau ada hal-hal yang tidak diharapkan , saya bisa menghidupi diri sendiri.

  6. Kendala Pertemanan: support system istilah bulenya. Kalau di Indo kita ada orang tua, ada sanak keluarga, ada sohib sejak SD, sejak SMP, sejak SMA,’sejak kuliah…..Kesel sama pacar, curhat sama sohib, telpon-telponan, kabur ke rumah ortu, ke rumah oom, ke rumah teman.  Enak. (saya pernah koq kabur dan ngaso di rumah teman, jadi ya saya tahu laaah)

    Pindah ke Amrik, kita balik ke nol lagi.

    Mencari teman, gampang-gampang susah sih, bukannya tidak mungkin kita dapat sohib baru disini, bisa sesama orang Indo, bisa orang bule juga. Tapi ya itu , kita juga musti pinter-pinter bersosialisasi.

    Tidak selalu kita akan tinggal di kota yang banyak orang Indonesianya, mungkin salah satu dari kita tinggal di kota cilik mintik…yang semuanya bule dan manula, sosialisasi jadi tantangan kan?

    Ternyata setelah saya perhatikan saya agak-agak anti sosial..ha..ha..ha.

    Dan kalau kita jadi tidak ada support systemnya, ya bukan berarti dunia kiamat ya! Ya kita tetap akan survive lah – Insha ALLAH, cuma road will be bit rougher.

    Kesimpulannya?

    Menikah dengan bule tidak selalu indah, gemerlap, happy ending, pasang foto ciuman di Facebook, pasang status berbahasa Inggris , pasang foto-foto jalan-jalan dengan mas bulenya di media sosial

    Menikah dengan bule artinya banyak beradaptasi – setiap saat boleh dibilang-, otak dipicu untuk terus belajar, karena harus mikir dalam bahasa Indonesia, tapi ngomong dalam bahasa Inggris, kemandirian kita akan lebih di uji.

    Jadi…jangan lihat buku dari sampulnya yaaaaa!!!!

 

 

 

 

Jalan-Jalan : Cincy

Kota Cincinnati atau Cincy di negara bagian Ohio, adalah kota besar di luar negara bagian Kentucky yang jaraknya relatif dekat dari tempat kami tinggal.

Kami sekeluarga sudah sering ke Cincy, karena jaraknya yang tidak terlalu jauh, sekitar 1.5 jam, dan juga banyak acara-acara ‘heboh’ di Cincy yang menarik, seperti PNC Festival of Lights di bonbin Cincy, Taste of Asia pas hari ibu, Oktoberfest dan lain lain.

Selain acara, di Cincy juga banyak toko-toko tertentu yang di Louisville tidak ada, contohnya toko Lego favorit si anak, toko Container Store, toko LL Bean dst. Yang jelas di Cincy ada supermarket Asia yang lumayan komplit alias jual krupuk putih kampung kesayanganku!

Di liburan akhir tahun ini, kami pilih Cincy lagi untuk buang kepenatan sejenak.

Kami pilih menginap di hotel Hyatt Regency di pusat kota Cincy, sengaja pilih daerah pusat kota karena rencananya kami mau sigh seeing downtown wae kayak turis.

Enaknya di hotel di pusat kota, untuk berjalan dari lokasi yang satu ke yang lain, pejalan kaki bisa  pakai jembatan penyeberangan antar gedung atau Skywalk istilahnya.  Skywalk ini berasa sekali gunanya kalau pas musim dingin, dibanding jalan di ruang terbuka, mending jalan dalam ruang tertutup kan? 😉

Kami berangkat ke Cincy hari Kamis pagi (28 Desember 2017), tujuan pertama adalah ke Pusat Museum Cincy atau Cincinnati Museum Center untuk melihat ‘Holiday Junction Brickopolis’.

Kami sudah beberapa kali ke museum ini, museum ini salah satu tempat favorit kami di Cincy, karena selalu ada pameran yang menarik, tapi sejak bulan April lalu, museum ini sedang di renovasi, jadi sebagian besar ruangan-ruangannya dalam masa konstruksi, pameran yang ada ya cuma Holiday Junction Brickopolis saja.

20171228_132609.jpg

Tema pameran kali ini adalah kereta api ; di ruang pertama ada 3 meja model kereta api skala G, di ruangan kedua, isinya suasana kota, termasuk kereta api yang terbuat dari Lego.

Saya iseng nyariin ‘Scavenger Hunt’ di salah satu pajangan model Lego : lumayan kali ini nemu hampir semuanya kecuali si jam 13.20171228_132703.jpg

wp-1514594120489..jpg

Dari museum, kami lanjutkan perjalanan ke Krohn Conservatory yang juga ada acara bertema kereta api juga.  Krohn Conversvatory ini ibarat rumah hijau, memang sengaja kami cari tempat yang dalam ruangan, karena cuaca yang kurang mendukung untuk jalan-jalan di luar.

Waduh…ramainya minta ampun ini Krohn Conservatory!! buat masuk antri, parkir antri, beli tiket antri………..huaaaaaaaaaaa…ya mau gimana lagi..di lakoni saja.

Di Krohn ini saya juga iseng ikutan #krohnelfieselfie, dimana saya kudu temukan si elfie dan foto bareng dengan elfie plus pagi tag diatas…harapannya sih dapat kartu belanja $100 di Macy…ya namanya juga iseng kan !? Jadilah saya sibuk berselfie ria, sampai-sampai anak saya geleng-geleng kepala…kik..kik..kik..

wp-1514594551557..jpg

Dari Krohn kami makan di Montgemory Inn. Enak? biasa saja sih ya…mungkin karena spesial mereka itu panggangan babi yang saya tidak makan, jadi masakan yang lainnya kurang ‘greget’… saya pesan beef brisket..saos BBQ kurang pas kalau saya bilang….

Selesai makan kami masuk ke hotel, enak kamarnya besar….yang tidak enak, mm…harga kamar tidak termasuk parkir, untuk parkir, bisa pilih pakai valet parking $35 per hari atau parkir di garasi umum seberang jalan $17, ya kami pilih $17 lah yaw…kik..kik..ki…

Di lokasi yang sama dengan hotel kami itu toko Saks Fifth Avenue, di seberang jalan toko Macy, enak lah kalau ada lupa bawa bisa beli ke dua toko itu.

Selesai masukin koper, kami jalan ke menara Carew untuk ke lihat kota Cincy dari atapnya.  Menara Carew ini gedung tertinggi di pusat kota Cincy, dari lantai dasar kita naik ke lantai 45, lalu diteruskan naik lift ke lantai 48, dari situ naik tangga untuk ke atap. Tiketnya $4 untuk orang dewasa dan $2 untuk anak-anak dibawah usia 11 tahun. Bayarnya harus tunai.

20171229_1018511903544824.jpg

Dari Carew kami sempat jalan-jalan sebentar  melihat Fountain Square . Fountain Square ini kayak iconnya pusat kota Cincy lah…pas kami disana, ada arena selancar es sementara (ice rink), kepengen nyoba sih..tapi gak PD..karena pasti jatuh deh…jadi ya cuma liatin orang-orang berselancar saja.

20171228_174618631053030.jpg

Maunya terus keliling-keliling, eh koq tambah lama, tambah dingin ya??? jadilah balik ke hotel, besok lagi diteruskan yaaa….

Jumat, 29 Desember 2017.

Hari ini mau jadi turis asli! 😉

Kami tinggal mobil di garasi,  mau keliling-keliling pusat kota pakai Cincinnati Bell Connector alias street car.  Rencana hari ini adalah makan di Taste of Belgium.

Tiket untuk naik streetcar bisa di beli di kios otomatis di halte. Kami pilih tiket sehari seharga $2 per orang.  Streetcar berhenti di halte setiap 15 menit.  Pas kami sampai di halte, streetcar baru saja lewat, jadilah kudu menunggu 15 menit di udara yang lumayan menggigit!! hua….si kecil dan suami yang ada harus beli topi kupluk dan sarung tangan di Macy karena mereka kedinginan. Saya mah sudah komplit perlengkapan! ha…ha…ha

Streetcarnya enak, bersih dan tidak sumpek, daripada pusing cari parkir kalau pakai mobil sendiri, mending naik streetcar kan?

Streetcar ini rutenya melewati tempat-tempat asik lainnya yang bisa dikunjungi, seperti Music Hall, Findlay Market, Brewery District, Vine Street . 

Dari hotel ke tempat makan itu cuma memakan waktu 20 menit dengan streetcar, tidak terlalu lama kan?

Tempat makan yang kami pilih, Taste of Belgium, bukan tempat baru buat kami. Kami sudah pernah makan disini sebelumnya. Saya yang jelas kesengsem dengan wafel ala Belgianya dan kue-kue lainnya yang aduhai menggoda iman…

Berhubung timbangan sudah menukik tajam ke atas, jadi cuma bisa foto-foto doang lah dan ngiler dalam hati…ha…ha..ha

 

Selesai makan, kami balik ke garasi dengan streetcar lagi. Dari pusat kota, kami sempatkan mampir di toko Lego di kompleks mal Kenwood Towne Center untuk si kecil dan mampir di supermarket asia CAM.

Supermarket CAM ini lumayan banyak jual produk-produk Indonesia. Yang jelas ada Indomie : mi goreng, mi rasa BBQ, rasa ayam , rasa sapi, rasa kari, sambel botol ABC, kecap manis ABC, krupuk udang dan krupuk ACI.

20171229_145310517338513.jpg

Saya jelas beli sambal botol dan indomie, dan o iya..disini juga jual tempe yang rasanya lebih enak dibanding tempe yang di jual di Kroger atau Whole Foods.

Tadinya dari Cincy kami mau teruskan ke rumah makan Mayasari di Greenburg Indiana, tapi koq prakiraan cuaca bilang akan ada badai salju…jadilah kami putuskan untuk balik ke Louisville…

Ya tidak apa-apa, berarti suatu waktu nanti kami akan ke Cincy lagi dan mampir ke Mayasari waktu pulangnya!

Sampai ketemu lagi !!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemakaman Indo vs Amrik

Akhir-akhir ini timeline Facebook saya (sayangnya) diramaikan dengan berita kematian seseorang.

Ngomong-ngomong soal kematian, saya jadi pengen cerita tentang budaya pemakaman Indo dan Amrik.

Yang jelas saya paling canggung yang namanya menghadiri pemakaman
baik itu pas shalat jenazah, atau pelayanan di gereja, maupun saat di kuburan.

Canggung karena ya suasana pemakaman itu sendiri kan berarti ada orang yang meninggal ya? Secara umum mana ada gitu orang yang gembira menghadiri pemakaman?

Yang membuat bertambah canggung itu adalah interaksi dengan tamu-tamu lainnya.

Pemakaman seseorang adalah satu peristiwa ‘penting’ (sekali seumur hidup – harfiah!), dimana rekan-rekan, sanak saudara, teman-teman yang sudah sekian lama tidak bertemu, tiba-tiba berkumpul lagi untuk menghantarkan si jenazah ke perhentian abadinya, untuk ‘bertemu’ terakhir kalinya.

Nah…adegan bertemu teman-teman ataupun saudara-saudara yang sudah lama tidak berjumpa tentunya adalah ‘adegan’ yang membahagiakan!  Ibaratnya reuni lah.  Kalau dengar kata reuni kan , seru ya?

Tapi koq…reuni di acara pemakaman yang notabene peristiwa kurang mengenakkan.

Disitulah letak kecanggungan saya, mau bahagia melihat teman-teman/saudara-saudara yang sudah sekian lama tidak berjumpa atau sedih karena melihat keluarga yang ditinggalkan? 😦

Yang ada saya bawaannya mau cepat-cepat pulang, karena ya itu canggung.

Sejak hijrah ke Amrik, saya 2 kali menghadiri pemakaman, yang pertama di tahun 2010, saat adik suami meninggal dan yang kedua di tahun 2016 saat tante suami meninggal dunia.

Terus terang suasana pemakaman ala Amrik vs ala Indo beda banget.

Di Amrik itu boleh dibilang tabu memotret sana sini. Jangankan motret jenazah, motret tamu, memotret peti mati, taman pemakaman pun enggak! (jangan bandingin dengan film-film Hollywood yak! ini pemakaman rakyat biasa)

Inget banget waktu kami ke Minnesota untuk mengurus pemakaman adik suami, saya yang masih kebawa budaya Indo bawa kamera dong.

Pas mau motret, bareng keluarga adik suami yang lainnya saya sempat bingung koq mereka tidak ‘semangat’ ya? tapi ‘dongonya’ saya, saya tidak ngeh, jadi saya teuteup foto-foto sendiri.

Pas di gereja, saya bawa tuh kamera, pikir saya mau jadi seksi dokumentasi.  Mau motret jenazah di peti, eh yang ada suami melotot, hah? saya tanya, Lha kamu gak mau foto adikmu terakhir kalinya? NO. Jawabnya. Bingung.

Masih saya gatel mau motret memorabilia yang dipasang, dipelototin lagi. Pas ceramah dari pendeta selesai, ada pemain bagpipe ala Irlandia menghantarkan tamu-tamu keluar, saya dah keder tidak berani merekam dengan kamera. Padahal bagus banget prosesinya.

Selesai dari gereja, kami pergi ke rumah salah satu keluarga – boleh dibilang rumah duka lah,  disitu disediakan jamuan kecil untuk tamu-temu setelah pemakaman. Di situ ya pada ngobrol sih, cuma ngobrolnya santun sekali, suasana berkabung terasa banget.

Sekali lagi, tidak ada foto-fotoan!

Di hari penguburan, saya masih ngotot bawa kamera, tadinya mau ngerekam dari A sampai Z gitu….lagi-lagi tidak dibolehin sama suami. Jadilah saya ngedumel, tapi ya apa boleh buat, harus hormati permintaan suamilah, wong ini keluarga dia gitu kan.

Kedua kali acara pemakaman saya wis fasih, tidak bawa kamera sama sekali.  Tapi saya perhatikan apakah budaya tidak memotret memang budaya barat atau bawaan suami.  Tidak ada yang bawa kamera. (bawa telpon seluler berkamera ya hampir semua tamu, tapi tidak ada yang sibuk motret sana sini)

Waktu saya bilang ke suami kalau di budaya Indo, sudah biasa kita memotret si jenazah (dan memajang di media sosial!!), suami saya dengernya ibarat denger ada zombie jalan-jalan di mal.

Why? why would you want to take picture of the dead??? tanya nya.

Saya jawab sambil kebingungan juga…Well, now that I thought about it, I am not sure.  I guess we just want to capture the last image of the dead?

Is that weird?

Ha. Disini saya terbelah.

Di satu sisi, saya akui kalau budaya Indo ‘eksentrik’ dalam hal kematian, selain memotret jenazah, kita juga senang foto-foto (dan tidak jarang sambil cengengesan pula)- which you would never find in most American funerals in general.

Di sisi lain, kalau budaya Indo tidak ada potret memotret jenazah, kuburan dan lain-lain, saya tidak akan punya dokumentasi  disaat ayah saya dikuburkan  – yang buat saya adalah hal yang penting, karena saya tidak bisa menghadiri langsung prosesi pemakaman ayah (dan saudara-saudara ataupun rekan-rekan lainnya yang telah mendahului saya).

*menghela nafas* (nasib imgran pas-pasan)

Ah.

Sepertinya untuk hal ini saya adaptasi kedua budaya, budaya Indo dalam hal dokumentasi dan budaya Amrik dalam hal pembawaan diri.

Ashes to Ashes, Dust to Dust

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jalan-Jalan : Menyeberang Danau Michigan – bagian 3

Selesai berdune buggy ria , kami kembali melanjutkan perjalanan ke arah kota Ludington dimana kami akan menyeberang danau Michigan menggunan ferry.

Ferry yang akan kami tumpangi namanya SS Badger, di negara Michigan, ferry ini berangkat dari kota Ludington dan berlabuh di kota Manitoc di negara bagian Wisconsin.

 

Saya sendiri selama tinggal di Amrik sudah beberapa kali naik ferry, sewaktu di Seattle, dan waktu menyeberang dari Indiana ke Illionois. Tapi ferry ferry yang saya lakoni sebelumnya, itu kategori ferry cilik, dan waktu tempuhnya juga kurang dari 1 jam.

Ferry kali ini membutuhkan waktu 4 jam!

Ferry dijadwalkan berangkat jam 9 pagi hari Minggu tanggal 8 Oktober 2017. Kami sekeluarga sampai di pelabuhan Ludington jam 8 pagi. Mobil dengan kuncinya ditinggal di depan ferry,  penumpang harus antri masuk ke ferry tanpa akses ke mobil selama menyeberang.

pano_20171008_075142-1893220492.jpg

Wuih…besar juga euy si ferry ini, sudah begitu fasilitasnya komplit! yang jelas ada ruang makan, ada bioskop, ada tempat buat main anak-anak, ada tempat main Xbox (tidak termasuk di harga tiket), ada toko suvenir ,  toilet laki-laki dan perempuan dan  beberapa pilihan ruang tunggu untuk para penumpang selama di perjalanan.

 

Tempat makan ada bagian makanan ringan seperti nachos, sayap ayam, burger dan ada bagian makanan utama (Upper Deck Cafe) : dipagi hari hingga jam 10:30 AM mereka menyajikan sarapan, jam 11:30 AM mulai makan siang yang saat itu menunya adalah taco.

img_20171008_0959091378771309

Kami tadinya cuma pesan tiket saja, tapi setelah di ferry, kami tambahkan sewa ‘Stateroom’ yang notabene kabin dengan dua tempat tidur berikut toilet sendiri.  Harga sewa kabin ini $49. Kuncinya antik loh!

Selama menunggu ferry berangkat saya kongkow-kongkow di dek terbuka…udaranya sejuk dan sinar matahari pagi membuat penumpang tidak terlalu kedinginan.

pano_20171008_082804282177413.jpg

IMG_20171008_073737-COLLAGE.jpg

Eh alah….waktu ferrynya mulai jalan………………ternyata saya itu orangnya mabok laut!! yang ada mual dan pengen muntah!!! 😦

Ugggh…jadilah terpaksa saya ngendon selama di perjalanan!!! sebel banget!! tapi mau gimana lagi??!! dari pada muntah kan??!!ih untung banget kita sewa kamar buat si eneng ini, kalau tidak, tidak kebayang saya dengan muka tidak berbentuk harus tiduran di  tempat umum!

Memang sih ada toko yang jual obat anti mabok, tapi terakhir saya mengalami kondisi seperti ini , obat anti maboknya tidak mempan!! jadi saya pikir daripada ngabisin uang, mending merem saja deh dikamar!!

 

Untungnya cuma saya yang norak kena mabok laut, si kecil dan suami bisa menikmati perjalanan ferry menyeberang dari awal hingga akhir.

Kami tiba di kota Manitoc, Wisconsin jam 3:30 PM waktu setempat.


Si eneng norak ini baru pulih dari mabok laut setelah pantai Wisconsin sudah terlihat dari ferry!! yang ada saya ditertawakan sama si kecil dan suami karena tidur sepanjang perjalanan bukannya mengeksplorasi ferry sepuasnya!

Ya wis, lain kali kalau ada jadwal naik kapal, saya ternyata harus minum obat mabuk laut sebelumnya!!! 😉

 

 

 

 

 

Jalan-Jalan : Menelusuri Danau Michigan – bagian 2

Kalau baca dari Wikipedia, danau Michigan itu salah satu dari 5 danau besar di Amerika Utara.  Pantai danau Michigan terbentang dari barat ke timur di negara bagian Wisconsin, Illinois, Indiana dan Michigan.  Danau Michigan ini satu-satunya danau yang semuanya terletak di negara Amrik, 4 danau lainnya terbagi dengan negara lain (Kanada).

Kamu sempat mampir di pantai danau Michigan waktu masih di negara bagian Indiana, yaitu di Michigan City.

Di pantai sepanjang negara Michigan, banyak taman-taman propinsi (state park) yang pelancong bisa mampir. Tapi kami pilih untuk mampir di taman Silver Lake untuk ber dune-buggy!

Operator untuk dune buggy di lokasi Silver Lake ini namanya MacWood’s Dune Ride. Konon operator ini sudah beroperasi dari jaman bahela, dari jaman si babe, masih kecil! ha!

Kami sampai di lokasi MacWood’s sekitar jam 2 an, mereka tutup jam 4 dan hari Minggu nya adalah hari terakhir mereka beroperasi di tahun ini!

Cuaca saat kami di sana itu mendung dan sangat berangin, sempat cemas juga apakah si operator buka untuk umum atau tidak di hari itu, untungnya mereka masih buka meskipun angin bertiup lumayan heboh.

Untuk berkendara di padang pasir ini , saya rekomendasikan memakai kacamata hitam, celana panjang, bandana atau selendang, jaket ringan dan sepatu tipe kasa (mesh).

Setelah menunggu sekitar 20 menit, giliran kami naik si dune buggy!

IMG_20171007_142147-COLLAGE.jpg

si kecil pilih duduk dibagian paling belakang jip. Jip yang digunakan adalah jip merah terbuka degan kapasitas  5 baris tempat duduk untuk pengunjung lainnya termasuk supir.

PANO_20171007_145211.jpg

Wooohooo!! pengemudi buggy kami tidak sungkan-sungkan untuk ngebut dan ngepot! ha!!! seru!!! berhubung ngebut, saya cuma berani pegang telpon seluler, karena saya bawaannya pegangan bar takut jatuh!ha….ha….ha

Jip berhenti di beberapa tempat, di pemberhentian terakhir itu di tepi danau Silver, dimana kita bisa melihat danau di satu sisi dan bentangan pasir di sisi yang lain.

PANO_20171007_145532.jpg

 

Waktu kami berhenti itu, yang namanya angin bertiup kencang sekali!! saya yang pakai celana pendek harus menderita di terpa pasir yang cukup pedih juga rasanya pas kena kulit!!

Pemandangan Danau Silver dari Sisi Lautan Pasir

PANO_20171007_150118.jpg

tiff infomation

tiff infomation


Selendang dan kacamata super berguna untuk melindungi mata dan muka dari tiupan pasir!!

Perhentian di danau Silver ini adalah perhentian terakhir sebelum buggy kembali ke lokasi awal . Siap-siap tidak berpegangan ya karena akan ada turunan yang lumayan terjal di akhir perjalanan!

Turunan terakhir  Yang Paling Berasa Anjolknya!

Yuhuuu! anjlok euy!

Seru?

Banget! Asik!

Cuma rasanya koq kurang lama ya ber dune buggy ria nya!??!! he…he….he

Tapi yang jelas, kalau pembaca ada yang berminat ke danau Michigan, berdune buggy ria itu kudu dilakoni lah!!! 😉

IMG_20171007_144521-COLLAGE.jpg

IMG_20171007_144501-COLLAGE.jpg

Jalan-Jalan : Menelusuri Danau Michigan – bagian 1

Halo. Halo.

Sudah lama ya tidak menulis, terutama tidak menulis tentang jalan-jalan.

Pengennya sih menulis secara berkala ya, cuma kadang memang tidak ada cerita baru, kadang tidak mood, kadang tidak ada waktu! He…he…he

Kali ini mau cerita tentang liburan mini kami tanggal 8 Oktober lalu, dimana si kecil tidak ada jadwal sekolah dari hari Jumat tanggal 8 Oktober hingga hari Selasa tanggal 10 Oktober.

Kami memang sudah berencana mau pergi keluar kotalah, cari penyegaran istilahnya.

Waku mau memutuskan tujuan, kami bingung juga mau pilih jalan ke mana? Indianapolis, Indiana? Cincinnati, Ohio? Chicago, Illinois? Mobile, Alabama? Atlanta, Georgia? Kalamazoo, Michigan?

Dua kota pertama kami sudah sering mampir,  Chicago berhubung banyak tempat yang akan dikunjungi, si babe bilang kami tidak punya cukup waktu, Mobile, AL, kejauhan dan si babe khawatir bahaya angin kencang yang lagi musim  saat ini, Atlanta, si babe tidak tertarik, Kalamazoo, saya punya teman yang memang sudah lama saya pengen kunjungi….

Jadilah kami pilih Kalamazoo…lah waktu saya tanya teman saya, ternyata di waktu yang sama, dia akan mudik ke negaranya, Pakistan…hampir saja rencana batal, tapi akhirnya kami putuskan untuk tetap pergi ke Michigan, suami tahu 2  hal yang menarik untuk kami lakoni : melihat Sand Dunes dan menyeberang danau Michigan dengan ferry.

Hari Jumat tanggal 8 Oktober kami mulai perjalanan ke Michigan! Dari tempat kami, untuk ke Michigan tinggal ambil arah utara, melalu jalan antara negara nomor 65.

Kami  meginap di kota di perbatasan Indiana dan Michigan.

Hari Sabtu, kami teruskan perjalanan, dari peta saya lihat ada kota bernama Holland, saya bilang mampir yuk di kota ini, kayaknya koq menarik.

Kota Holland di Michigan ini memang terlihat ‘meniru’ suasana Holland di Eropa, saya lihat ada sepatu ala Holland, bangunan kincir angin di pelbagai sudut kota.

tiff infomation

 

Kami mampir di pusat kota (down town) nya. Kebetulah sedang ada ‘farmer’s market’ juga.

Saya sudah sering ke Farmer’s Market sebelumnya dan memang saya selalu suka suasana Farmers Market ini – yang istilah Indonesianya pasar kaget lah. Pedagang-pedagang lokal membuka tenda berjualan bermacam-macam produk mereka : dari mulai keju, sayur-sayuran, bunga petik, roti, coklat, bumbu-bumbu dan lain sebagainya.

Yang saya senang di pasar kaget kali ini adalah buncahan warna-warna sayuran dan bunga yang dipajang. Asli meriah sekali dan cantik! Tomatnya terlihat merah segar, sayuran hijaunya juga terlihat hijau merona, bunga-bunga petiknya besar-besar dan warna warni!! waduh…saya jadi pengen beli semua rasanya!!!

IMG_20171007_103807-COLLAGE.jpg

Selesai melihat pasar kaget , kami jalan menyelusuri downtown Holland. Pusat kota Holland ini tipikal pusat kota kecil di Amrik, apik dan menarik.

Pengunjung bisa melihat toko-toko baju lokal, toko buku, tempat ngopi, toko pernak pernaik, galeri seni dan banyak lagi!

Saya betah sekali jalan-jalan ‘tanpa tujuan’ di tempat-tempat seperti ini!!!  Di sini kami makan siang di resto namanya ……. Yang bikin ngiler di tempat ini adalah bagian toko rotinya, yang notabene memajang berbagai jenis kue-kue coklat…..

IMG_20171007_110724.jpg

Saya bingung mau milih yang mana, akhirnya pilih cream puff coklat…..wuihh…enaaaaaaakkkk!! sangat direkomendasikan !

tiff infomation

Selesai ngayap di kota Holland, kami teruskan perjalanan ke taman Silver Lake di tepi danau Michigan!