Ala Amerika

Jalan-Jalan : Menyeberang Danau Michigan – bagian 3

Selesai berdune buggy ria , kami kembali melanjutkan perjalanan ke arah kota Ludington dimana kami akan menyeberang danau Michigan menggunan ferry.

Ferry yang akan kami tumpangi namanya SS Badger, di negara Michigan, ferry ini berangkat dari kota Ludington dan berlabuh di kota Manitoc di negara bagian Wisconsin.

 

Saya sendiri selama tinggal di Amrik sudah beberapa kali naik ferry, sewaktu di Seattle, dan waktu menyeberang dari Indiana ke Illionois. Tapi ferry ferry yang saya lakoni sebelumnya, itu kategori ferry cilik, dan waktu tempuhnya juga kurang dari 1 jam.

Ferry kali ini membutuhkan waktu 4 jam!

Ferry dijadwalkan berangkat jam 9 pagi hari Minggu tanggal 8 Oktober 2017. Kami sekeluarga sampai di pelabuhan Ludington jam 8 pagi. Mobil dengan kuncinya ditinggal di depan ferry,  penumpang harus antri masuk ke ferry tanpa akses ke mobil selama menyeberang.

pano_20171008_075142-1893220492.jpg

Wuih…besar juga euy si ferry ini, sudah begitu fasilitasnya komplit! yang jelas ada ruang makan, ada bioskop, ada tempat buat main anak-anak, ada tempat main Xbox (tidak termasuk di harga tiket), ada toko suvenir ,  toilet laki-laki dan perempuan dan  beberapa pilihan ruang tunggu untuk para penumpang selama di perjalanan.

 

Tempat makan ada bagian makanan ringan seperti nachos, sayap ayam, burger dan ada bagian makanan utama (Upper Deck Cafe) : dipagi hari hingga jam 10:30 AM mereka menyajikan sarapan, jam 11:30 AM mulai makan siang yang saat itu menunya adalah taco.

img_20171008_0959091378771309

Kami tadinya cuma pesan tiket saja, tapi setelah di ferry, kami tambahkan sewa ‘Stateroom’ yang notabene kabin dengan dua tempat tidur berikut toilet sendiri.  Harga sewa kabin ini $49. Kuncinya antik loh!

Selama menunggu ferry berangkat saya kongkow-kongkow di dek terbuka…udaranya sejuk dan sinar matahari pagi membuat penumpang tidak terlalu kedinginan.

pano_20171008_082804282177413.jpg

IMG_20171008_073737-COLLAGE.jpg

Eh alah….waktu ferrynya mulai jalan………………ternyata saya itu orangnya mabok laut!! yang ada mual dan pengen muntah!!! ūüė¶

Ugggh…jadilah terpaksa saya ngendon selama di perjalanan!!! sebel banget!! tapi mau gimana lagi??!! dari pada muntah kan??!!ih untung banget kita sewa kamar buat si eneng ini, kalau tidak, tidak kebayang saya dengan muka tidak berbentuk harus tiduran di  tempat umum!

Memang sih ada toko yang jual obat anti mabok, tapi terakhir saya mengalami kondisi seperti ini , obat anti maboknya tidak mempan!! jadi saya pikir daripada ngabisin uang, mending merem saja deh dikamar!!

 

Untungnya cuma saya yang norak kena mabok laut, si kecil dan suami bisa menikmati perjalanan ferry menyeberang dari awal hingga akhir.

Kami tiba di kota Manitoc, Wisconsin jam 3:30 PM waktu setempat.


Si eneng norak ini baru pulih dari mabok laut setelah pantai Wisconsin sudah terlihat dari ferry!! yang ada saya ditertawakan sama si kecil dan suami karena tidur sepanjang perjalanan bukannya mengeksplorasi ferry sepuasnya!

Ya wis, lain kali kalau ada jadwal naik kapal, saya ternyata harus minum obat mabuk laut sebelumnya!!! ūüėČ

 

 

 

 

 

Advertisements

Icip -Icip Truk Makanan

Sekitar pertengahan bulan Maret lalu, saya pindah posisi di perusahaan. Dari bekerja di kantor cabang, saya pilih bekerja di operasional.

Salah satu konsekuensi dari pergantian posisi adalah saya sekarang balik kerja ‘kantoran’ alias kerja di gedung tinggi di pusat kota Louisville, Kentucky.

Kerja kantoran bukan hal yang baru buat saya. Jaman waktu saya masih muda belia di Indonesia, saya selalu kerja di perusahaan yang kantornya berlokasi di pusat kota Jakarta (kawasan segitiga emas istilahnya).

Dulu itu yang mananya kerja di ‘segitiga emas’ artinya makan siang bareng-bareng di Amigos (agak minggir got sedikit) atau kalau setelah gajian, lumayan sanggup makan di food court – atau kantin lah di gedung tempat bekerja.

Di Amrik gimana dong? ada gitu amigos?

Ha!

The closest thing to Amigos is……………food truck!

Yup. Truk makanan boleh dibilang ya makanan kaki limanya Amrik.

Saya belum ngeh tentang truk makanan di hari pertama saya kerja di kantor – maklum, stres karena baru pindah kan.

Baru hari kedua saya perhatikan dari jendela…eh…ada truk makanan parkir!

Nah sejak itu saya sibuk memperhatikan berbagai jenis truk makanan yang parkir disisi gedung saya.

Wuidih…tiap hari truk makanan yang parkir di gedung saya itu selalu berbeda. Minimal ada 2 truk makanan yang ngetem, paling banyak 3.

Si truk makanan ini biasanya ngetem di gedung-gedung yang banyak penyewanya lah – termasuk gedung tempat saya kerja. Intinya si truk ini selalu wara wiri, pindah tempat dari hari yang satu ke hari yang lain. Kalau kamu mau cari truk makanan tertentu, kamu bisa cari dimanan si truk ngendon hari itu lewat app “Where the food trucks at

Jenis-jenis makanan yang disajikan di truk makanan ini juga berbeda-beda. Ini yang pernah saya lihat mampir di gedung saya:

  1. Dakshin – makanan India
  2. Travelling Kitchen – taco Korea
  3. Boss Hogs BBQ – apapun panggang – babi, sapi, ayam
  4. Boo Boo Smoke Shack – idem
  5. LouSushi – sushi lah!
  6. Germany#1Food – sandwich Jerman katanya
  7. Black Rock Grille- hamburger
  8. Smok’N Cantina – taco Mexico
  9. Asian Modern Nomad – masakan Asia (mi goreng, nasi goreng gitu deh)

img_2017-03-21_20-45-33.jpg

wp-1491607196876.jpg

Yang saya sudah pernah cicipi itu Dakshin dan Travelling Kitchen.

Dakhsin sendiri ada restorannya di kota Louisville, tapi koq makanan dari truknya agak mengecewakan yak…hambar gitu..cuma pedas doang.

Hari ini saya nyoba Travelling Kitchen lumayan oke, konon taco bulgoginya yang beken, cuma karena saya minggu itu sudah makan bulgogi, jadi saya pesan taco ikan..lumayan! (cuma kurang nasi!! ha…ha..ha..perut Indonesia susah di’tenangkan’ cuma pakai taco)

 

0407171227.jpg

Pengennya sih saya coba semua makanan dari truk makanan yang berbeda-beda ya….cuma kantong ini gak kuat euy! Rata-rata harga makanannya $10, kalo setiap hari makan , habis $50! hi..hi..hi..mending buat beli baju atau sepatu deh! ha..ha….ha..

Mungkin nantinya saya berhasil nyoba semua truk makanan, tapi satu minggu sekali saja ya….;-)

O iya…yang enak ni ya…di pusat kota di Amrik banyak ruangan terbuka yang memang sengaja dibuat untuk pekerja-pekerja kantoran untuk ngaso, ¬†baik untuk istirahat ataupun ya makan. ¬†Di gedung saya, juga disediakan ruangan terbuka, cuma berhubung cuaca masih dingin dan berangin, tidak banyak pekerja yang memanfaatkan ruangan terbuka ini.

Ini saya foto dari lantai enam, tempat saya bekerja, kebetulan shrubnya lagi pas berbunga..cantik ya!

0407171316b.jpg

 

 

 

 

 

 

Jalan-Jalan : Washington DC : Teater Ford, Panda dan Washington Monumen

Sabtu,  11 Maret 2017

Hari terakhir di DC!

Rencana kita hari ini adalah pergi ke teater Ford Рteater dimana Presiden Abraham Lincoln di bunuh, mampir ke Bonbin untuk melihat panda, melewati Embassy Row Рjalan dimana kedutaan-kedutaan besar negara asing Рtermasuk negara Indonesia  berlokasi dan memilih salah satu dari sekian banyak museum di pusat kota DC sebagai pilihan pribadi tanpa harus ikutan grup.

Rombongan sampai di lokasi teater sekitar jam 9: an, karena ada waktu cukup banyak , jadi ya kita jalan-jalan saja sekitar lokasi teater sampai tiba waktunya untuk masuk ke teater.

fordteaterentrance

Teater tempat Lincoln terbunuh ini ukurannya boleh dibilang mini, cuma ada 2 balkon VIP, Lincoln duduk di sebelah kanan.

FordTeater

Sempat merinding juga terbayang kejadian 15 April 1865. Dari teater, kita ke seberang jalan , dimana ada museum tentang kejadian penembakan Lincoln dan rumah tempat Lincoln meninggal dunia.:(

Keterangan foto :

  • kiri atas :Kamar tempat Lincoln meninggal dunia
  • kiri bawah : Museum tentang peristiwa penembakan Lincoln
  • Pintu dimana pembunuh Lincoln masuk ke balkon teater
  • pistol pembunuh Lincoln
  • Ilustrasi saat Lincoln dirawat
  • Keterangan tentang pistol pembunuh Lincoln

lincolnmuseum

Selesai dari teater, rombongan mampir di monumen Franklin D. Roosevelt, monumen Martin Luther King dan monumen Washington – yang mengingatkan saya seperti Monas di Jakarta.

FDR

 

Dari pusat kota, kita lanjutkan perjalanan ke bonbin nasional untuk melihat panda!!

Saya dan anak fan berat panda, beruang hitam putih yang gemesin! Rasanya baru ini saya beneran pergi melihat panda di bonbin….jelas, gemesin seperti yang saya lihat di media. Saking gemesnya, saya luluh hati membelikan anak boneka panda (kami sudah punya 3 boneka panda di rumah gitu loh).

panda

 

Selesai melihat si panda, kita balik ke pusat kota DC sambil melewati Embassy Row – kalau di Jakarta ibarat daerah Menteng kali ya. Konon bangunan kedutaan Indonesia cukup mencolok (unik), jadi mudah di kenali. Sayang saya tidak ada foto yang jernih, tapi ada videonya dibawah ini. Senang juga melihat bendera negara Indonesia berkibar ūüôā

Kembali di pusat kota DC, kita punya beberapa pilihan, mau ke National Museum of American History,  Indian American History, atau Air and Space Museum. Anak dan suami pilih ke Air & Space Museum.

Di museum ini kita sempat nonton film pendek di planetarium tentang Dark Universe, main simulator pesawat dan makan siang di arena makan.

Berakhirnya acara bebas ini, berarti berakhir pula wisata sejarah kita di DC.

Terus terang cuapeek sekali rasanya, tapi tidak nyesal, karena saya belajar banyak tentang sejarah Amerika dari wisata kali ini.

Apakah akan kembali ke DC?

Mungkin juga. Karena masih banyak sekali yang bisa dilihat di DC yang tidak kesampain disinggahi. Yang jelas bukan mau lihat Cherry Blossom alias Sakura ya…karena di Jakarta dulu, di rumah ortu ada pohon Sakura.

Sampai jumpa lagi DC!

 

 

 

 

 

Kring Kring Kring Ada Sepeda

Sejak sebelum pindah ke Amrik, saya sudah senang bersepeda, meskipun bukan hobi seperti layaknya teman-teman di Indo saat ini – yaitu bersepeda ramai-ramai ke pelosok komplit dengan peralatan sepeda terkini – saya senang bersepeda di lingkungan tempat tinggal.

Malah waktu saya kelas 5 SD saya pernah jatuh dari sepeda dan tanggal dua gigi di depan dari kecelakaan itu.

Pindah ke Amrik, waktu masih berduaan saja dengan suami, langsung dibelikan sepeda gunung, dan diajak bersepeda ke trail di pegunungan. Itu pertama kalinya saya bersepeda di jalan setapak – bukan aspal. Senang-senang saja.

Bersepeda juga kami lakoni setelah kami punya anak, waktu anak kami masih cilik, kami beli trailer untuk si kecil dimana kami bisa bersepeda dengan dia di bonceng di trailernya. Transportasi sepeda ini saya gunakan cukup sering sehari-hari, secara kami cuma punya satu kendaraan – dan waktu itu saya tidak bekerja- kalau saya mau belanja kebutuhan sehari-hari cukup ngacir dengan sepeda.

Selain jalan-jalan di lingkungan, saya juga terbiasa bersepeda ke sekolah dengan anak saya. Dari mulai dia pra TK, sampai TK, kita biasa bersepeda bersama.

Kadang juga kita semua bersepeda ke pusat kota Bozeman di hari Minggu. Kota tempat kita tinggal itu juga bicycle friendly lah, di jalan ada jalur khusus sepeda, rak sepeda itu dimana-mana tersedia dan trail di penjuru kota itu hampir semuanya boleh dilewati pengendara sepeda.

Berabenya bersepeda ini kalau cuaca kurang mendukung – dan waktu kami tinggal di kota kecil di Bozeman, cuaca lebih sering tidak memungkinkan untuk ke sana ke mari dengan sepeda (Bozeman itu negara bagian Montana, di arah barat utara USA – secara umum kita alami musim dingin yang relatif lebih lama dan musim panas yang sebentar).

Pindah ke Kentucky, kita agak-agak jarang bersepeda, satu karena kita tinggal di apartemen, kedua karena kota tempat kita tinggal lebih besar skalanya dari Bozeman, lalu lintasnya kurang bicycle friendly, pengemudi mobil di sini agak-agak ngeri cara menyetirnya, ketiga karena kita ganti mobil dan belum punya rak sepeda di mobil yang baru ini.

Tapi minggu ini kami sudah mulai bisa bersepeda lagi! karena suami akhirnya beli rak sepeda untuk mobil kami.

0717161443a.jpg

Tadi kita ‘test drive‘ ke salah satu tempat jalan yang boleh untuk bersepeda juga. Catatan, di kota Louisiville, tidak semua taman kota, jalur pejalan kakinya boleh di lalui sepeda. Saat ini saya cuma tahu dua taman kota yang boleh untuk bersepeda, satu di Anchrage Trail dan satu lagi di Beckley Park.

Kita pilih trail yang pendek, Anchorage trail, ah..senangnya bisa bersepeda dengan aman lagi!

 

wp-1468800085411.jpg

 

Mari Belajar Berkemah : Tempat Perkemahan

Tempat Perkemahan atau camping ground secara umum bisa dibagi dua :

  • Yang di kelola pemerintah : US Forest Service, US National Park
  • Yang dikelola swasta : KOA, Yogi Bear, Black Forest dll

Yang dikelola pemerintah biasanya berada di dalam taman/hutan itu sendiri, sementara yang di kelola swasta biasanya berada di luar taman/hutam alam , sekitar 15 mil – 30 mil.

Harga antara kedua tempat perkemahan tidak terlalu beda, terakhir kami pesan tempat untuk dua malam di tempat perkemahan pemerintah itu $58, sementara di perkemahan swasta $64.

Dua-duanya bisa di pesan online.

Tempat perkemahan yang dikelola swasta biasanya lebih banyak pilihan : tenda, mobil kemping pribadi, kabin, atau sewa camper dari mereka. Dan kemungkinan tersedia lebih banyak fasilitas tambahan seperti kolam berenang, ruang bermain, lapangan rumput terbuka, tempat cuci baju, kamar mandi lengkap (bukan cuma WC tapi ada buat mandi juga)

Semenara tempat perkemahan pemerintah biasanya cuma dua pilihan : tenda atau camper. Kalau pilih tenda siap-siap tidak ada listrik dan air di lokasi kemah.

Dan tidak semua perkemahan pemerintah ada kamar mandi lengkap, lebih sering perkemahan pemerintah tidak tersedia fasilitas untuk mandi. Untuk mandi kita harus pergi ke lokasi lain. Jadi siap-siap untuk tidak mandi selama kemping!

Pertama-tama, saya kaget juga ya…gimana tho tidak mandi 2 hari???? yang ada saya pakai bandana untuk sembunyikan rambut saya yang sudah tidak karuan bentuknya! ūüėČ

Kalau tidak tahan untuk tidak mandi lebih dari satu hari, bisa pakai sampo khusus kemping – sampo tanpa bilas. 

Saya sendiri pernah memakainya, lumayan, agak ‘segar’ sedikit…..;-)

Di perkemahan pemerintah, ada istilah perkemahan primitif – nah, kalau ada kata ‘primitif’ itu artinya kamar mandinya kamar mandi tipe cemplung, bablas langsung tanpa air (baik untuk cuci tangan atau air untuk bilas kotoran!!). Kalau yang tipe ini mah terus terang saya ogah, yang ada stres duluan karena tidak akan bisa lakukan #2. Dan kalau toh harus memakai fasilitas primitif, saya yang ada bawa semprotan ruang yang berbau netral, jadi saya kudu semprot dulu itu toilet sebelum masuk.

Di setiap negara bagian, aturan tempat perkemahan bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana pemerintah lokal mau menanganinya.

Contoh : di perkemahan di propinsi-propinsi bagian barat Amrik, sudah umum terlihat larangan untuk tidak meninggalkan sisa makanan di lokasi tenda. Pemakai tenda di haruskan membersihkan meja piknik tempat makan sebersih mungkin!

Kami bahkan pernah kemah di mana pengunjung harus menggunakan shelter tertentu untuk makan – tidak boleh sama sekali makan di lokasi tenda kita berada. Alasannya sama, yaitu untuk menghindari binatang-binatang liar (beruang terutama) berkunjung dan sibuk mengendus-ngendus tenda anda.

Dan sampah makanan harus disimpan dimobil atau di buang ke tempat sampah yang sudah ditentukan – dan si tempat sampah ini boleh dibilang ‘terkunci’ – untuk mencegah binatang liar membuka dan mengambil sisa makanan.

Jangankan sisa makanan, tidak usah heran kalau melihat ada larangan untuk tidak meninggalkan benda-benda yang memiliki aroma harum seperti : bedak, penghalus kulit, parfum, deodoran di tenda- karena kemungkinan binatang-binatang liar bisa mencium barang-barang tersebut dan tertarik untuk mengambilnya.

Tempat perkemahan terakhir itu kita tidak boleh mencuci peralatan masak di lokasi. Sebetulnya aturan ini tidak baru sih, cuma kalau dibanding dengan tempat perkemahan lainnya yang pernah kita inapi, perkemahan ini ‘kelihatannya’ cukup ‘memadai’ fasilitasnya : bisa beli kayu api unggun di pintu masuk lokasi, bisa beli es (jarang-jarang perkemahan pemerintah ada fasilitas ini!!!)

Tapi ternyata dalam hal pembuangan sisa makanan, perkemahan ini tetap tidak ‘modern’. Padahal saya sudah bawa sabun cuci biodegrable! jadilah terpaksa air cucian ditampung dulu, untuk kemudian dibuang di tempat sampah. Berabe juga ya?

Intinya memang kalau kita berkemah itu, kita meminimalkan menggunakan bahan-bahan modern, selain untuk ‘mempertahankan’ keaslian dan keasrian lingkungan alami juga untuk meminimalkan efek kimia ke alam dan binatang-binatang liar di lokasi dan mengurangi polusi.

Gimana? Masih mau kemping? ūüėČ

 

 

 

Liburan Musim Panas 2016 : Explorasi Hutan DuPont

7 -9 Juli 2016

Tanggal 7 Juli, setelah selesai hiking , dari perkemahan Davidson River, kita pindah ke perkemahan Black Forest Family.

Perkemahan ini karena di kelola swasta, fasilitasnya lebih lengkap : ada kolam renang, ada ruang permainan elektronik, ada toko kelontong mini, penyewaan sepeda, dan ‘bioskop’ kecil. Di hari Sabtu dan Minggu, pengelola membuat acara sarapan pancake untuk penyewa.

Dari jalan , pengunjung bisa lihat tanda perkemahan berupa gambar beruang imut-imut.

Di perkemahan ini , kita dapat ruang lokasi 302, di jalan ‘Frankfuter’ , dibanding Davidson, lokasi tenda lebih kecil dan juga tidak ada tempat menggantung lentera. Tapi kamar mandinya relatif lebih ‘beradab’ dan juga di lokasi ada tempat untuk listrik.

blackforestcampground

Enaknya lagi karena ada toko kelontong di lokasi, pengunjung bisa beli keperluan dengan cepat, contohnya kami akhirnya beli plastik terpal, karena di malam kedua, sempat hujan, meskipun tidak deras, tapi membuat tenda agak lembab.

Setelah selesai mendirikan tenda, malam pertama karena kita tiba di lokasi belum terlalu malam, kita santai-santai di kolam renang.  O iya, malam ini kita tidak masak di kemah, karena masih kenyang makan di kota sebelum ke lokasi perkemahan.

Jumat 8 Juli 2019.

Dari informasi yang di dapat di pendaftaran, kita tahu kalau di DuPont ada beberapa lokasi air terjun, diantaranya :

  • Air terjun Hooker – salah satu lokasi pembuatan film The Last of Mohicans
  • Air terun Triple – ¬†konon ini air terjun di film Hunger Games
  • Air terjun ‘High’
  • Air terjun
  • Air terjun Connesstee

Empat air terjun pertama lokasinya boleh dibilang di satu tempat, jadilah kita putuskan untuk mendatangi air terjun tersebut.

Dari perkemahan ke lokasi air terjun Hooker/Triple/High itu tidak jauh, mungkin sekitar 15 menit dengan mobil. Lalu ya harus jalan kaki lagi ke lokasi masing-masing air terjun. Air terjun Triple/High/Grass Creek itu di satu arah, sementara air terjun Hooker di arah yang berbeda dengan ketiga air terjun pertama.

wp-1468359914456.jpg

Air terjun pertama yang kami datangi itu air terjun Hooker.

wp-1468359927756.jpg

Bentangannya lebar dan airnya banyak, yang seru, selain pengunjung bisa berenang di sekitar air terjun, pengunjung bisa ‘duduk-duduk’ di depan dan dibelakang air terjun. Sayangnya saya agak-agak cemen, meskipun saya sudah pakai baju renang…..jadi cuma anak saya yang berani duduk di depan dan belakang si air terjun.

Kalau anda berani, saya saranin sekali untuk ke air terjun sedekat mungkin!

2016-07-510

Si kecil bermain di air terjun

Selesai berbasah-basah di air terjun Hooker, kita lanjutkan perjalanan lagi ke air terjun ‘Triple’/’High;.

Untuk ke lokasi ‘Triple’, dari air terjun ‘Hooker’ kita harus berbalik arah.

Lokasi ‘Triple’ dan ‘High’ ini satu arah lah. Yang pertama di jumpai itu Triple, untuk ke air terjun High, harus mendaki lagi sekitar 1-2 mil.

wp-1468063606035.jpg

Di perjalanan menuju lokasi air terjun, pengunjung bisa melihat si air terjun dari kejauhan, asli cantik! ada 3 air terjun di satu lokasi (makanya dikasih nama ‘Triple’)

Pengunjung bisa ‘turun’ ke bagian tengah air terjun kedua dari air terjun’Triple’,tapi di tidak boleh berenang. ¬†Ada bagian dari sungai ‘Triple’ yang bisa untuk berenang, tapi bukan di lokasi air terjunnya sendiri.

 

wp-1468063567234.jpg

Air terjun Triple di latar belakang

Untuk ke lokasi air terjun ‘High’ boleh dibilang kita dah ‘semaput’…..rasanya koq tidak sampai-sampai. Tapi setelah menggeret kaki, tibalah kita di lokasi air terjun High..dan asli….cannnnnnnnnnnnnntiiiiiik sekali!!

Air terjunnya bergemuruh, sejuk dan spektakuler lah istilahnya!

Di jamin tidak menyesal sampai di lokasi. Pengunjung bisa berfoto amat dekat dengan air terjun, tapi tidak bisa berenang di depan air terjun. Tapi di bagian dasar air terjun, pengunjung bisa berkecipak kecipuk dan berenang. Terus terang saya bisa berlama-lama disini, habis indah sekali tempatnya!

DSCN4521

Air Terjun High

DSCN4522

Adem Rasanya Disini…

DSCN4532

Sedikit Menjauh Dari Air terjun

Dari sini, kita balik ke tempat parkir, tapi sebelumnya mampir di ‘swimming holes’ di bagian dari air terjun Triple.

Di lokasi ini , saya akhirnya beranikan nyemplung ke air, itu juga karena saya pastikan dulu kalau airnya dangkal….;-)

2016-07-511

Selesai basah kuyup di sini, kami balik ke tenda untuk istirahat.

Besok pagi kami pulang ke Louisville membawa kenangan yang mudah-mudahan di ingat selalu.

Sampai di liburan berikutnya!

 

Liburan Musim Panas 2016 : Kemping di Hutan Alam Pisgah (Bagian 2)

Hari mengexplorasi air terjun!!

Entah kenapa, saya itu kalau liburan, kemping terutama, malah semangat bangun pagi. Mungkin karena terbangun oleh suara kicauan burung ya? Tapi suami dan anak sih sami mawon, mereka tetap tidur dengan lelapnya.

Pagi-pagi kita sarapan dengan kentang serut dan telur orak-arik, yang jelas kudu ada proteinnya, karena kami akan banyak jalan biar tidak kelaparan….ha…ha…ha

DSCN4188

Setelah beres-beres, berangkatlah kita ke pusat informasi Pisgah yang lokasinya cuma 10 menit dari perkemahan.

Disini kita ambil peta dan tanya-tanya tentang lokasi air terjun :

  1. Air terjun Looking Glass
  2. Air terjun Daniel Ridge/Jackson
  3. Air terjun Graveyard
  4. Air terjun Slick Rock
  5. Air terjun Courthouse
  6. Air terjun Moore
  7. Air terjun Cave Rock
  8. Air terjun Sliding Rock

Banyak ya??  Maunya saya sih kam tengokin semua, tapi beberapa air terjun di atas memakan waktu yang lumayan lama untuk didatangi – berhubung kami bawa si anak, jadi harus dibatasi jalan ke air terjun yang tidak lebih dari 3 mil.

2016-07-52

Air terjun pertama yang kita kunjungi itu air terjun Looking Glass (LG). Lokasi (LG)itu gampang, dari pusat informasi tinggal jalan ke arah utara , di sebelah kiri akan ada tanda LG dan kelihatan banyak mobil-mobil parkir di tepi jalan.

Untuk melihat LG, pengunjung cukup turun tangga yang tidak terlalu tinggi dan sudah bisa melihat si air terjun.Di air terjun LG, pengunjung bisa melihat dari dekat – bahkan berenang – kalau mau.  Saya dan anak menyeberang sungai dari satu sisi ke sisi lain.

Ini salah satu air terjun favorit saya! tidak terlalu sulit untuk di capai dan jumlah air cukup banyak – tidak hanya tetesan saja.

Dari LG, kita jalan lagi, tetap di jalan yang sama 276, untuk ke air terjun berikutnya : Moore Cove . Yah, air terjun ini terus terang agak mengecewakan, volumenya airnya sedikit dan jarak pencapaian lumayan jauh. Kalau mau, lokasi ini boleh di lewatkan lah.

Dari Moore Cave, kita istirahat makan siang di pinggir kali pakai indomie goreng…he…he…he..

Selanjutnya kita jalan terus sampai ketemu Blue Ridge Parkway Highway, waduh di sepanjang jalan ini kita bisa berhenti di beberapa lookout untuk melihat pemandangan cantik-cantik.

 

Nah, waktu kami berhenti di salah satu overlook, koq lihat banyak mobil-mobil parkir ya? Yang ada kami ikutan parkir, dan mengikuti kemana arus pengunjung pergi. Tidak ada tanda di sekitar lokasi kecuali penanda kecil dengan angka 417 ini :

DSCN4300

Ya sudah, nekat saja pikir kami, sempat bertanya dengan salah satu hiker, dia bilang ini ke air terjun Courthouse ; Well, pikir kami, yang penting menuju air terjun lah.

Wah ternyata yang kami temui lebih seru dari air terjun, yang kami temui itu lokasi berenang, komplit dengan kolam kecil , tempat loncat dan air terjun ibarat di jacuzi. Belakangan kami baru tahu kalau lokasi ini disebut dengan ‘Skinny Dip‘ – memang tidak ada tanda terlihat di jalan untuk lokasi ini, ibaratnya ‘hidden gem‘ kata petugas di pusat informasi.

Kami menghabiskan waktu cukup lama disini, si kecil senang sekali, karena dia bisa terjun dari tepi batu, bisa berenang di kolam kecil..seru lah pokoknya!

 

Selesai berenang di Skinny Dip, kita lanjutkan lagi perjalanan di Blue Ridge Park Highway, di salah satu tempat parkir di overlook, Devils Courthouse pengunjung bisa lihat tebing batu di kejauhan – yang ternyata bisa di di daki! Jadilah kita naik naik ke tebing….asli pegel!!

DSCN4305

Bayangkan saja dari tempat parkir ini :

DSCN4324

Ujung tebing dari tempat kami parkir

Naik ke tebing :

DSCN4323

Tapi memang pemandangan dari tebing, cantik! jadi relalah kudu jalan ke atas ūüėČ

Turun dari Devils Courthouse, tujuan terakhir hari ini adalah ke Sliding Rock sebelum kembali ke kemah.

DSCN4329

Sliding Rock ini satu-satunya lokasi atraksi yang pengunjung harus bayar tiket masuk sebesar $2 – cuma terima uang tunai atau cek.

Apa gitu Sliding Rock?  Di SR, pengunjung ibaratnya main perosotan alami untuk nyemplung ke sungai. Seru? Banget! anak saya tidak mau balik ke kemah!

Dari SR, kita balik ke kemah, untuk makan malam dan istirahat untuk explorasi besok!!

 

 

Liburan Musim Panas 2016 : Kemping di Hutan Alam Pisgah (Bagian 1)

 

Liburan musim panas kali ini, Saya agak sedikit lebih terencana. Kalau sebelum-sebelumnya saya suka ‘asal’ tunjuk tempat tujuan, kali ini saya dari jauh-jauh hari sudah beri tahu suami dan anak kalau kita akan pergi kemping ke hutan Pisgah di negara bagian Carolina Utara.

Kebetulan tahu Pisgah dari hasil ngobrol ringan dengan klien, dia bilang banyak air terjun cantik di daerah itu. Ya sudah, jadilah saya cari-cari info dimana kita akan kemping yang dekat dengan Pisgah.

Meskipun tahu mau kemana, cuma kita agak-agak reseh menentukan waktu liburan, setelah bolak balik ganti tanggal, akhirnya dipastikan saya dan suami akan cuti di minggu hari kemerdekaan Amerika, yaitu 4 Juli.

Enaknya kami ibarat dapat tambahan hari libur, tidak enaknya, tempat liburan biasanya penuh karena sebagian besar penduduk Amrik memanfaatkan hari libur ini juga.

Setelah dapat ‘OK’ dari suami, saya langsung cari-cari tempat kemping. Untunglah saya dapat 2 malam di perkemahan Davidson River…eh waktu lihat-lihat lagi, ternyata di dekat Pisgah ada yang namanya hutan DuPont, dan juga ada beberapa lokasi air terjun.

Tanya lagi ke suami, mau tidak liburannya diperpanjang dari 2 malam jadi 4 malam, dia oke-oke saja.

Tapi di lokasi Davidson River, cuma tersedia 2 malam saja, terpaksa cari lokasi kemping lainnya ; ketemulah Perkemahan Black Forest Family , yang cuma 30 menitan dari lokasi kemping pertama dan dekat dengan lokasi air terjun.

Jadilah saya pesan 2 malam di lokasi perkemahan sungai Davidson dan 2 malam lokasi Black Forest.

Kita berangkat hari Selasa tanggal 5 Juli, sengaja tidak ambil akhir pekan 4 Juli, karena kita mau menghindari keramaian.

Dari Kentucky, kita berkendara ke arah timur sampai masuk negara bagian Tennessee, untuk kemudian masuk ke Carolina Utara. Total perjalanan kira-kira 7 jam-an. Berangkat jam 10-an, sampai di lokasi kemah jam 6 lebih.

Dan seperti biasa, saya harus ngeceng di perbatasan negara bagian dong, sebagai bukti otentik kalau pernah di lokasi…he….he…he..

Pemandangan menuju lokasi itu lumayan cantik dan menyejukkan, maklum kita kan menuju pegunungan Apalachian, rentang pegunungan tertinggi kedua di wilayah Amerika.

2016-07-5

Pemandangan di Interstate antara Tennessee dan Carolina Utara

Sampai di lokasi perkemahan, kita tinggal tunjukkan email pemesanan tempat, oleh petugas kemping diberikan tanda masuk dan peta lokasi kemah. Lokasi kemah kita itu nomor 40, dekat dengan kamar mandi, jadi tidak perlu jauh-jauh kalau harus ke belakang di tengah malam.

2016-07-060

Langsung kita bongkar muatan dan mendirikan tenda, ayunan dan juga menyiapkan makan malam dan pasang api.

2016-07-51

Kemah Pertama

Siap-siap untuk berhiking ria besok!

 

 

 

 

Proses Menjadi Warga Negara Amerika

 

Di tahun 2015, saya ‘ngeh’ kalau tahun depan kartu penduduk tetap (Permanent Resident Card aka Green Card) saya akan habis, artinya saya punya dua pilihan, memperbaharui kartu penduduk tetap saya atau mengajukan permohonan menjadi warga negara Amerika.

Jadilah saya baca-baca situs USCIS lagi untuk mengetahui biaya masing-masing proses. Biaya pengajuan menjadi WNA itu $680 termasuk cap jari sementara biaya memperbaharui kartu penduduk tetap itu $450, beda $230. Yang WNA cukup sekali, sementara yang kartu penduduk tetap , saya harus bayar lagi setelah habis masa berlakunya.

Pikir-pikir, koq males ya kalau di pikiran selalu harus ingat-ingat masa habis berlaku si  kartu bersama-sama dengan dokumen pemerintahan lainnya yang harus diingat untuk di perbaharui : SIM, registrasi mobil, paspor, lah. Belum lagi, memikirkan biaya yang pastinya akan lebih tinggi 10 tahun mendatang? kalau saya pas lagi tekor gimana?

Ya wis lah…diputuskan saya kalau tahun ini saya akan ajukan permohonan jadi warga negara Amerika!

Kartu Penduduk tetap saya itu akan berakhir di bulan Maret 2016, saya hitung mundur 6 bulan – karena baca di USCIS 6 bulan sebelum kartu habis masa berlakunya, kita boleh mulai proses perbaharui – untuk kasus saya proses menjadi WNA. Bulan September 2015 saya jadikan patokan untuk memulai proses pengajuan WNA saya.

Saya juga mulai menabung jauh-jauh hari -$680 tidak sedikit buat ukuran saya!

Masuk bulan September 2015, syukurlah  saya punya cukup uang untuk membayar biaya naturalisasi, dan saya juga  mulai mengisi formulir N-400 yaitu formulir naturalisasi.

Dokumen N-400 ini ada 21 halaman, sebenarnya tidak ribet untuk mengisi dokumen ini, isiannya ya hal-hal ‘yang mendasar’ seperti alamat rumah, tempat kerja dll. Tapi, buat saya, formulir ini yang ada bikin riweh, karena :

  1. Untuk alamat : selama 10 tahun di Amrik, keluarga kami pindah tempat tinggal 5 kali  lebih dan tidak selalu mencatat tanggal kepindahan.Jadilah saya kudu bongkar-bongkar jurnal bahela, bolak balik lihat Facebook lintas waktu untuk dapatkan tanggal.
  2. Untuk pekerjaan : tidak terlalu heboh seperti mengisi alamat, saya pribadi ‘cuma’ harus menulis 5 tempat kerja berbeda, lagi-lagi masalah tanggal yang bikin pusing.
  3. Sejarah keluarga suami : idem ditto, lupa tanggal ini dan itu!

Waktu akhirnya selesai, huurah banget rasanya!!

Tanggal 12 September, saya beli cek dari bank untuk membayar biaya naturalisasi sebesar $680 dan tanggal 14 September saya kirim dokumen saya pakai UPS.

Saya memang sengaja pilih untuk kirim lewat jasa kurir, karena sempat ada pengalaman buruk menggunakan jasi pos biasa.

Nah waktu saya kirim ini, sempat bermasalah dengan petugas UPS. Di USCIS, secara spesifik diberikan 2 alamat yang berbeda tergantung bagaimana si pemohon akan kirim : lewat pos biasa atau menggunakan Express Mail atau kurir. Saya pilih lewat kurir (UPS).

Waktu saya di toko UPS, entah kenapa si petugas ‘ngotot’ mengasih saya Priority Mail, dia ngotot kalau itu sama dengan express mail¬†dan dia bilang kalau pakai UPS mahal.

Pertama saya nurut, tapi waktu saya balik ke rumah dan cek langsung di situs pos Amrik, ternyata beda, jadilah saya balik ke toko UPS dan minta di ganti dengan kurir. Masalah saya bukan di harga, tapi saya ‘ngerti’ banget kalau urusan dengan imigrasi, kalau kita tidak mau kasus kita tertunda, ya harus ikuti aturan, Tidak maulah saya dokumen saya dikembalikan cuma gara-gara si petugas UPS ngotot gak jelas. Saya sempat jengkelnya minta ampun dengan si petugas UPS ini!! Please deh ah!

Tanggal 18 September 2015 saya terima surat dari USCIS kalau mereka sudah terima formulir yang saya kirim. Lega! berarti dokumen tidak hilang dijalan! Di surat pemberitahuan tertulis kalau mereka terima dokumen saya tanggal 16 September 2015.

Tanggal 2 Oktober 2015, saya terima lagi pemberitahuan dari USCIS, kali ini undangan untuk cap jari di lokasi USCIS di kota saya tanggal 15 Oktober 2015.

Nah waktu saya mau siapkan dokumen untuk cap jari ini, saya baru ngeh kalau kartu penduduk tetap saya koq tidak ada ya????? Hadwwweeeh!! mau nangis rasanya! cari ke sana ke mari, ubek lemari ini itu, tetap tidak ketemu. Pasrah lah saya kalau kartu PR saya HILANG!!!

Gimana dong???!! Masa saya harus ajukan permohonan penggantian kartu PR – yang ongkosnya $450??!!!

Nangis segugukan saya….panik tidak karuan. Dapat uang dari mana???

Dengan bantuan Google, saya coba cari ‘jawaban’ via internet……dari yang saya baca, ada perespon yang bilang kalau tidak perlu mengajukan permohonan penggantian kartu PR, tapi cukup buat laporan polisi tentang kehilangan laporan ini dan bawa laporan tersebut sebagai bukti.

Baiklah, itu yang saya akan lakukan! saya pikir, saya ambil resiko proses naturalisasi saya ditolak, tapi yang jelas saya tidak punya extra $450!

Untungnya saya punya kopi kartu PR saya di komputer, berwarna dan bisa saya cetak. Sementara saya buat laporan polisi, saya cetak juga kopi kartu PR saya.

Pembuatan laporan polisi itu paling lama 3 hari, saya lapor hari Kamis tanggal 8 Oktober 2015 Рharusnya saya bisa cetak online lewat kontraktor yang kerja sama dengan polisi Louisville , eh waktu saya lihat hasilnya, loh, koq tidak tertulis nomor kartu PR saya di laporan???!! ya tidak ada gunanya lah!!

Saya telpon lagi ke kantor polisi, di laporan asli saya tercantum jelas nomor kartu PR saya, berarti si kontraktor yang ngaco!! SEBEL!! Untunglah saya bisa ambil sendiri laporan ybs di kantor polisi langsung. Jadilah hari Senin, saya ke pusat kota Louisville untuk ambil laporan polisi, cuma bayar $0.10! Puih!

Ya sudah, yang penting laporan kehilangan ada di tangan!

Di hari H untuk cap jari, saya komat kamit berdoa semoga tidak ditolak gara-gara tidak punya kartu PR!

Jadwal yang diberikan oleh USCIS itu jam 11:00 am, saya datang sekitar 40 menit sebelumnya, dengan hati-hati saya bilang ke petugas kalau kartu PR saya hilang tapi saya perlihatkan foto kopi berwarnyanya. Si petugas bilang ‘This is a good copy! I just need another ID please! HAIYAAAAAAAAA!! leganya!!!

Urusan cap jari ini lumayan cepat dan saya tidak terlalu lama menunggu! Sekitar jam 2 saya bisa balik ke tempat kerja lagi. Di sesi ini, petugas mencap pemberitahuan saya dan juga memberikan saya buku beriskan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan di langkah selanjutnya , yaitu wawancara.

Tanggal 19 Oktober 2015 saya terima pemberitahuan berikutnya dari USCIS, yaitu harus datang untuk wawancara. Pemberitahuan pertama , saya diberikan jadwal wawancara hari Selasa tanggal 1 Desember 2015, tapi kemudian saya terima 2 pemberitahuan lainnya dari USCIS. Yang satu isinya pembatalan tanggal wawancara 1 Desember, yang kedua jadwal wawancara dengan tanggal baru yaitu hari Jumat tanggal 4 Desember 2015.

 

Apa saya belajar gitu? Jelaslah!

Saya tidak tahu banyak tentang sejarah Amerika dan saya juga tidak mau gagal di tahap wawancara!

Hari wawancara, saya datang sekitar 30 menit sebelum jadwal yang ditetapkan 1:00pm. Hadweh…kali ini koq lama ya menunggunya dan ada beberapa pengunjung lain yang sudah menunggu sebelum saya datang.

Ada mungkin sekitar satu jam saya menunggu sebelum saya akhirnya di panggil.

Grogi? Jelas! Bukan cuma karena takut tidak bisa menjawab pertanyaan, tapi juga karena status hilang kartu PR tetap menggantung di kepala!

Pertama saya ditanya petugas,nama, tanggal lahir, alamat dsb.

Lalu saya diminta membaca kalimat dan menulis kata : the people

Selanjutnya saya diberikan 10 pertanyaan dan petugas tidak akan memberitahu saya apakan jawaban yang saya berikan itu benar atau salah. (yaaaaaaaaaah…tidak bisa belajar dari kesalahan dunk????!!)

Tidak semua pertanyaan saya ingat, yang jelas saya ditanya :

  1. Siapa penulis dekralasi kemerdekaan
  2. Siapa Presiden
  3. Dari partai apa
  4. Partai politik apa di Amrik
  5. 3 negara bagian pertama yang masuk dalam USA

Hasilnya? Yay! Saya dinyatakan luluss!

Saya sempat keder waktu petugas tanya kemana kartu PR saya? Waktu saya jawab apa adanya, petugas reaksinya santai-santai saja, dia berikan saya formulir untuk saya bawa ke acara sumpah warga negara sebagai pengganti kartu PR yang hilang.

Tada!!!

Satu langkah lagi!!!

Dari selesai wawancara, saya tunggu sebulan sebelum saya cek kasus saya online.

O iya, di situs imigrasi USCIS itu, kalau kita sedang dalam proses keimigrasian, bisa buat akun untuk lihat tahapan / progres selanjutnya.

Di akun yang kita buat, tinggal masukkan nomor tanda terima – yang ada di semua pemberitahuan dari USCIS dan kalau di klik, akan muncul status terbaru kita dan juga bisa lihat tahapan yang sudah kita lampaui.

This slideshow requires JavaScript.

Sempat panik karena koq setelah sebulan lebih saya belum terima pemberitahuan lagi dari USCIS, padahal sebelumnya pemberitahuan USCIS relatif cepat.

Status terakhir itu ‘wawancara dijadwalkan’. Lah?wong sudah selesai wawancara??!! kumaha???

Akhirnya tanggal 14 Januari 2016, status saya berubah !

Oath Ceremony Will Be Scheduled
We placed you in line for your oath ceremony and will send you a notice for Receipt Number ***********, with the date, time, and location of your oath ceremony. You should receive your notice within 30 days of its mailing date. Please follow the instructions in the notice.

Tanggal 19 Januari, pemberitahuan yang saya tunggu-tunggu tiba!

Saya dijadwalkan untuk menghadiri acara sumpah kewarga negaraan tanggal 29 Januari 2015 jam 9:30 am di perpustakaan di pusat kota!

Tadinya saya tidak terlalu pusing mau pakai baju apa, eh terus ada teman lama yang menyapa di FB, ternyata dia juga menunggu hal yang sama dengan saya, dan dia tanya ” Kamu pakai baju apa ?”

Wah….pakai baju apa ya?????? Saya koq jadi ‘tertantang’ juga…..yang langsung kepikiran adalah mau pakai batik……trus ada teman kerja juga yang sempat bilang ‘kamu pakai merah, putih dan biru?’

Jadilah semalam, saya obrak abrik koper, nemu kain jarik batik yang tidak pernah dipakai sebelumnya, kebetulan warnanya biru….ingat-ingat, punya baju renda warna biru, trus ada ikat pinggang besar merah…dan untuk warna putih apa dong?? oh iya! saya kan punya kalung putih!!

Waktu nyoba si kain..gimana caranya biar si kain bisa saya pakai tanpa di jahit ya??? tadinya mau diikat, cuma koq kelihatan gendut amat dan tidak rapih???

Pikir punya pikir, dengan bantuan 2 peniti, satu tali pinggang dari baju lama, saya ‘aksen’kan si kain jadi rok berlipat…..siplah!

Warna merah, putih dan biru mewakilkan negara Amerika saya tampilkan di atasan saya, sementara negara ibu, Indonesia saya wakilkan lewat bawahan batik.

1454030654251

Merah, Putih Biru = Amerika ; Batik = Indonesia

Jadilah hari ini , Jumat tanggal 29 Januari 2016, saya diambil sumpahnya untuk menjadi warga negara Amerika, bersama-sama dengan 139 individu lainnya dari 45 negara!

Di surat pemberitahuan ditulis kalau acara mulai jam 9:30 am, lokasinya di Perpustakaan Louiville di jalan 301 York aka pusat kota.

Jam 9 kurang, kami sekeluarga tiba di lokasi – sudah banyak orang-orang menunggu di tempat yang sama

Jam 9 pintu perpustakaan dibuka

Jam 9:30 am pendaftaran di mulai, petugas mengecek surat pemberitahuan dari USCIS dan kartu PR partisipan dan masing-masing diberikan bendera Amerika kecil, amplop putih yang berisi :

. Masing-masing partisipan diberikan nomor kursi tertentu, saya dapat nomor 91 – 3 baris dari depan panggung. Sip!

 

Jam 10:00 am pemohon, keluarga dan teman-teman mulai memasuki auditorium

Jam 11:00 am acara dimulai, dibuka oleh Hakim Federal Yang Terhormat Larry King.

Dilanjutkan dengan lagu Star Spangled Banner, kata pembukaan dari beberapa pejabat negara.

Dan ditutup dengan penyerahan dokumen naturalisasi.

Yang saya senang adalah saat kepala imigrasi menyebutkan negara-negara partisipan kali ini, mulai dari Algeria sampai Vietnam,  saya satu-satunya yang dari Indonesia.

Berhubung kelaparan dan juga harus balik ke tempat kerja saya tidak foto banyak-banyak di lokasi. Maaf ya..jadi kurang ‘meriah’ tulisannya…he….he….he..

Tiba di tempat kerja saya, rekan-rekan sekerja merayakan hari jadi saya dengan memberikan saya kartu, balon bintang Amerika, coklat dan rangkaian bunga yang cantik sekali!

 

Bos dari tempat kerja yang satu lagi memasang status dengan menge-tag saya di FB bersama rekan-rekan lainnya.

Terharu juga saya dengan kebaikan hati teman-teman ‘Amerika’ saya!

Resmilah saya menjadi warga negara Amerika, tapi seperti kata hakin ganteng, menjadi warga negara Amerika artinya saya patuh dengan aturan pemerintah Amerika, tapi saya tetap orang Indonesia dengan budaya Indonesia yang saya bawa.

Saya adalah orang Indonesia berkewarganegaraan Amerika!

naturalizationcertificate-001

 

 

 

 

 

 

 

Ala Amerika : Cuci Mata di Toko Barang Bekas

Di Amrik yang namanya toko barang bekas (bukan baru) itu dimana-mana. Judulnya bisa toko antik, toko hemat(thrift), dikelola sendiri atau bagian dari chain : Goodwill, Salvation Army, Clothes Mentor, Plato Closet dll.

Dari sekian banyak tempat jual barang bekas pakai , di kota saya ada yang namanya Peddler Mall – kalau terjemahan bebasnya sih Mal Kelontong ya..tapi yang saya lihat di sini PM itu ibaratnya ‘garage sale‘ sepanjang tahun deh, karena barang-barang ¬†yang dijual di PM rata-rata barang bekas pakai, meskipun ada PM yang penjajanya menjual makanan ringan.

PM penataannya mengingatkan saya dengan penataan Pasar Senen…he…he..he di mana ya ada lapak-lapak terbuka di sana sini, bedanya di PM ya tidak ada penjual di lapak, pengunjung tinggal ambil barang yang mereka tertarik untuk di bayar di kasir di ¬†pintu masuk.

Di PM, kita ibarat menemukan ‘harta karun’ yang tidak disangka-sangka.

Hari ini karena hujan seharian, saya yang tadinya dijadwalkan untuk kerja di tempat kedua setelah pagi kerja di tempat pertama, ternyata boleh diliburkan. Nah lo? Kemana dong?

Jadilah kita iseng-iseng mampir ke PM setempat.

Saya pribadi bisa habis waktu berjam-jam cuma melihat-lihat ‘harta karun’ di PM, sementara suami biasanya cuma sekilas wae.

Di PM ini kamu bisa membeli furnitur dari mulai antik sampai relatif baru, peralatan olah raga, peralatan pertukangan, baju, benang-benang rajutan, perhiasan antik, mainan, buku, makanan ringan, kamera, mata uang, piring-piring makan, gelas-gelas, dekorasi rumah dan panjaaaaaaaang lagi lah daftarnya.

Harta karun yang hari ini kami temukan adalah jaket bulu imitasi seharga $10 yang kebetulan muat buat saya! ¬†Saya memang sudah lama kepingin punya jaket bulu, cuma selalu cekikikan karena tergelitik bulu-bulu pas memakainya, jadi mau beli jaket bulu mahal koq sayang uangnya, karena ya bisa jadi tidak terpakai karena ‘kegelian’. Kalau $10 ya boleh lah…

IMG_20151128_174141

 

Si kecil menemukan lebih banyak lagi harta karun : sekantong plastik penuh dengan potongan-potongan acak Lego, mainan senjata Nerf, mobil-mobilan….ha! bisa bokek lah kalau nurutin kemauannya!

Saya juga terpekik kegirangan waktu ketemu lapak yang ¬†menjual rok-rok ala Scottish! Karena jadi ingat waktu kecil, Tante saya membelikan saya oleh-oleh rok ini waktu beliau habis pulang liburan di Inggris. Nostalgia lah istilahnya. Sayang saya kegendutan, jadi tidak ada rok yang muat ūüė¶ (namanya bukan rejeki kali yaaaaaa…)

Tapi itulah serunya menengok tempat-tempat seperti ini, kita seperti dibawa ke masa lalu karena kita menemukan barang-barang yang pernah kita miliki sebelumnya.

Ini beberapa foto dari PM yang saya ambil hari ini:

This slideshow requires JavaScript.