Cerita Saya

Main Ke Kafe Kucing

Di kota Louisville, ada beberapa kafe dimana kita bisa ngaso bareng2 sama kucing.

Kami sudah pernah lewati beberapa tahun lalu, tapi tidak pernah singgahi.

Setelah kucing kami wafat baru2 ini, kami ngerasa belum siap untuk mengadopsi kucing baru, tapi saya koq kangen main2 sama kucing? Saya teringatlah sama kafe kucing yang kami pernah lewati.

Jadilah Google Kafe Kucing. Dari hasil pencarian ada 3 tempat yang nongol.

Saya pilih untuk pesan tempat untuk bermain sama anak2 kucing di Purrfect Cat Cafe.

Tarif untuk bermain sama bayi2 kucing ini $15.00 per orang diatas umur 12 tahun.

Saya pesan buat jam 4 hari Sabtu buat saya dan anak saya.

Hari ini kami ke sana….

Ya ampun…gemes banget! Ada sekitar 10 bayi2 kucing sliweran di ruang kaca. Ada yang tiduran, ada yang ngumpet di pojok, ada yang bawaannya mau bobo sama pengunjung.

anak2 kucing bersliweran

Bayi2 kucingnya juga macam2, ada yang tabby hitam, abu2, ada tortoise shell, ada yang hitam pekat, ada yang abu2 dengan semburat merah jambu. Rata2 anak2 kucing ini masih cilik banget! Menurut pengurus, rata2 umur anak2 kucing di tempat mereka itu 2 sampai 4 bulan

Demi, kucing cewe warna abu2 muda
Demi manjat2 anak saya, sementara Twizzler bobo dengan nyenyaknya
Halo. Saya Tootsie
Tootsie bobo
Zeus
Lupa namanya..Saya naksir sama pola bulunya..Kayak semburat merah jambu gitu
Tootsie ngaso
Twizzler

Pas kami di sana, ada 2 anak kucing yang ngelendot sama anak saya…

Yang satu namanya Twizzler yang satu lagi Tootsie.

Twizzler dan Tootsie bobo di pelukan anak saya

Yaah..kalau gak kuat hati..ini dua2nya sudah kami adopsi deh..

Anak2 kucing ini memang bisa pengunjung adopsi.

Harga adopsi sekitar $145, dimana anak2 kucing ini sudah di steril, chipped dan vaksin.

Menurut pengelola, hampir setiap hari mereka ada anak kucing baru yang di drop.

Anak saya bilang kalau dia jatuh hati sama si Twizzler,

Twizzler

Kali ini saya terpaksa bilang Enggak dulu, karena belum siap mental .

Mungkin satu saat nanti kami sudah siap mengadopsi kucing lagi ya…

❤❤❤❤

Selalu di hati kami

Sparkles 2015-2021

Jalan-Jalan Ke Kebun Bunga Matahari

Setelah beberapa kali lihat foto teman2 di IG bergaya di kebun bunga matahari, hari Minggu tanggal 8 Agustus 3021, saya kesampaian ngeceng di kebum bunga matahari.

Seperti di Indo, di Amrik, yang namanya mengunjungi kebun (dan memetik buah sendiri) atau peternakan itu juga aktifitas wisata. Kalau di Indo, saya sempat ke perkebunan apel di Malang dan metik apel sendiri, di Amrik selain kebun buah2an seperti blueberries, strawberries, apel, pumpkin, kita juga bisa ke kebun bunga2 an, yang paling banyak itu adalah kebun bunga matahari dan lavender.

Di sekitar tempat saya tinggal yang pasti memang saya tahu kebun2 yang saya sebutkan diatas. Saya sendiri sudah pernah metik blueberries dan strawberries di Huber Farms, ambil pumpkin di IN.

Kalau kebun bunga matahari ya baru kali ini. Tahun2 sebelumnya saya telat melulu, si kebun sudah keburu tutup karena memang aktifitas2 seperti ini sifatnya musiman banget.

Makanya pas saya nemu artikel di FB tentang Country Pumpkin masih buka kunjungan ke kebun bunga matahari mereka dan ada buat hari Minggu jam 7:30 PM, ya saya langsung beli tiketnya.

Tiket buat ke kebun bunga matahari ini $8 per orang, kalau pengunjung mau petik bunga, ada tambahan $3.00 untuk 3 bunga matahari atau $6 untuk 6 bunga matahari

Saya pilih petik 3.

Lokasi pertanian ini lumayan jauh sik, sekitar 1.5 jam.

Sampai di lokasi, pengunjung naik gerbong di tarik traktor, duduk di tumpukan jerami, hay rides istilahnya untuk pergi ke area kebun matahari nya.

Sesampai kita di kebun matahari, pengunjung boleh jalan2 dan foto2 selama 1 jam an sebelum balik ke rumah utama.

Di kebun ini, pengelola sengaja meletakkan ornamen2 tersebar di beberapa titik di kebun untuk pengunjung berfoto ria. Ada bangku raksasa, ada piano, ada bingkai, ada rumah kecil, kedai dan gerobak.

Saya yang meskipun kurang bisa bergaya plus gak ada yang motretin juga, sempetin lah motret sana sini.

Secara umum, saya pilih aktifitas seperti ini karena buat saya gak selalu di tiap negara bagian loh kita bisa mengunjungi kebun bunga matahari.

Juga biar ada acara keluar rumah, nikmati alam gitu. Lagian lihat bunga2 begini buat saya juga bikin hati sumringah.

Belajar Membuat Topi Fascinator

Hari Sabtu minggu lalu pas saya gak kerja, kami sempat jalan2 ke pusat kota La Grange. Pas keluar masuk toko-toko di pusat kotanya, saya mampir di toko topi Judith Millinery.

Selama tinggal di Amrik, baru pertama kali ini saya ngeh toko pembuat topi, padahal yang namanya Louisville, Kentucky yang namanya topi2 cantik itu boleh dibilang sesuatu yang harus dimiliki..maklum di sini kan tempatnya festival Kentucky Derby.

Ternyata Millinery itu artinya pembuat topi wanita.

Saya boleh dibilang senang topi ya, tapi ya kebanyakan cuma topi musim panas, sama barrettes sik. Pengen sebenarnya punya Fedora atau Fascinator..cuma mahal ih! Apalagi Fascinator,  harganya bisa diatas $100, padahal kecil ukurannya!

Nah..toko ini selain jualan topi, ternyata juga penyedia material2 untuk pembeli mebuat topi sendiri dan ternyata juga mereka mengadakan workshop.

Pas saya mampir itu ternyata ada beberapa workshop yang masih buka untuk mendaftar dan workshop berikutnya , saya tertarik banget! Membuat topi Fascinator.

Topi Fascinator itu apa ya..topi cepluk gitu deh..biasanya kombinasi bunga2 , bulu2, dan cadar. Dipakai buat ke acara balapan kuda, kalau disini.

Mendaftar lah saya……

Nah berikut adalah cerita saya pas di kelas Membuat Topi Fascinator model Bunga dari Bulu2.

Bahan2 untuk membuat topi :

24 helai bulu2 yang peserta boleh pilih warna

Bahan beludru berbentuk lingkaran dan persegi panjang untuk dasar bunga

Lem, alat penggulung rambut (curling iron), pelurus rambut (straightening iron), tusuk sate, kawat fleksibel dan gunting.

Sekitar 30 menit pertama peserta diajarkan memanipulasi bulu2. Bagaimana menggundulkan si bulu, bagaimana menjarangkan si bulu, melekukan si bulu, menggambar pola di permukaan si bulu.

Kalau kita pakai penggelung rambut mulai dari bagian atas,  kalau pakai pelurus rambut , mulai dari bagian bawah si bulu.

Setelah peserta latihan manipulasi, sesi berikutnya adalah membuat topi!

Pertama2 peserta memilih warna bulu2   sesuai selera sebanyak 24 helai.

Kenapa 24? Ternyata kita akan membuat 3 lapisan dari 24 bulu2 tersebut.

Saya pikir…ah kalau gitu saya mau pilih 3 warna!

Peserta2 lain kebanyakan pilih 2 warna. Saya pilih warna2 favorit saya yang semuanya super ngejreng :

Sebelum bulu2 ini ditempel ke fondasi,  bulu2 ini harus dimanipulasi dulu, baik itu di gunting, digunduli atau di bikin meliuk.

Untuk setiap lapis, semua bulu2 di lapis itu harus sama panjangnya. Jadi kita sebisa mungkin  pilih bulu2 yang panjangnya hampir sama, lalu kita bisa gunting

Lapis pertama saya pilih ungu. Beberapa bulu2 saya lekuk biar agak keriting/ berombak ceritanya. Lapis pertama ini kita tempel paling dekat ke tepi base.

Lapis kedua saya pilih warna merah. Untuk lapis kedua, panjang bulu2 harus sedikit lebih pendek dari lapis pertama.

Kenapa? Intinya kita kan mau memberi efek bunga kita “berisi” /bervolum

Lapis ketiga saya pilih si merah jambon.  Kali ini saya kasih efek totol2 di permukaan si bulu menggunakan spidol permanen. Untuk lapisan ketiga ini harus di lem di tengah2 base.

Menurut instruktur, bulu2 ini ibarat rambut kita deh. Apa yang kita bisa lakuin di rambut kita, juga bisa dilakukan di bulu2. ( saya kepikiran glitter dan manik2)

Selesai semua bulu2 sudah di tempel, boleh dibilang bunga bulu2 kita jadi!.

Selanjutnya kita bisa pilih mau di tempel dimana bunga kita? Di bando? Di topi ? Atau di jepit rambut? Di workshop ini peserta di kasih sisir jepit untuk produk akhir

Dan…inilah hasilnya!

Buat saya ini cantik banget yaa. Warnanya sangat vibrant dan memang warna2 kesukaan saya.

Jadilah sejak hari Kamis, saya tiap hari pakai si fascinator ini pas kerja di rumah.

Kegenitan Pakai Topi Fascinator

Jalan-Jalan Ultah 2021. Bagian 4. Terdampar di Virginia

Senin. 12 Juli 2021.

Bangun pagi2…biar bisa santai di jalan. Pesan makan di resto hotel biar perut disini dan gak lapar pas nyetir. Rencananya….

“Abe sana gih nyalain mobil, Mom urus cek out”.

*bunyi mobil dinyalakan*

Loh..koq suaranya begitu?! Kata saya dalam hati. Mungkin Abe masukkin kuncinya gak bener kali? Mungkin pedal gas kudu diinjek?

Buru2 lah saya ngacir ke mobil. dan..yak….benar saja…mobilku gak “nyantel”. Pas dinyalain ya bunyi- berarti bukan masalah batere. Cuma gak cranking??

Panik? Jelas. Wong saya cuma berdua sama anak saya dan anjing saya.

Dan lokasi saya termasuk di tempat terpencil ya.

Gimanaaa dong?!!

Balik ke hotel, tanya mbak resepsionis nomor telpon bengkel terdekat. Setelah menelpon 3 nomor, akhirnya nemu orang yang mau narik mobil saya.

Satu jam kemudiam datanglah mobil derek raksasa.

Nah..isu terbesar mobil saya adalah…karena mobilku bukan mobil orang standard, dalam arti banyak bagian2 yang ukurannya spesifik buat mobilku. Contoh, kalau mobil2 sedan bisa beli sarung jok generic dan muat2 aja, gak akan muat di mobilku, tipe mesin juga beda, mobilku gak bisa di reparasi di bengkel lokal. Harus di dealership Mercedez Benz. Borju ya? Padahal punya Merci juga enggak.

Ternyata lagi..Saya juga baru tahu…kalau gak semua dealer MB ada teknisi Smart. Weleeehhh..

Setelah menelpon 3 dealer MB, cuma satu yang ada teknisi buat Smart…yaitu di Richmond,VA yang jaraknya 100+ mil 😭

Jadilah kami bertiga umpel2an naik mobil derek ke Richmond.

Sampai di dealership, mobil saya gak bisa langsung di lihat..karena ya itu..lagi2 cuma 1 teknisi…jadi harus tunggu giliran

Ya sudahlah..mau gimana lagi?

Cari2 hotel. Dapet di Hilton Garden Inn yang untungnya dekat dengan resto2. Hotel saya juga sempet berabe karena gak tahu kan sampai kapan saya akan disini? Tadinya booked sampai Rabu..dilanjutkan sampai Jumat..lanjut lagi sampai Sabtu…

Gilaaaaaa seminggu saya nambah “liburan”??!

Saya mah sudah pasrah saja deh lihat tagihan KK…💰💰💰💰💰💰💰💰

4Untungnya saya bawa laptop kerja. Jadi saya tetap bisa kerja, tapi ternyata internet hotel memble, bahkan saya coba beli premium, masih gak bisa konek ke jaringan kantor. Ya sudah saya pakai hotspot telpon seluler saya. Ini juga ada isu…data saya habis hari Kamis…haduh pikir saya, tinggal sehari lagi kerja gitu loh?! -> kalau ada yang komentar “makanya pakai unlimited data dong. Jawab saya, selama ini saya gak perlu ya, dan memang situ mau bayarin?

Pas mau beli data tambahan, ternyata entah gimana telpon saya dan SIM nya konon gak sinkron, padahal ya dua2nya sudah 5G. Jadilah saya harus telpon operator saya dan menghabiskan waktu sejam cuma buat nambah data doang.

Setiap hari saya gregetan nunggu kabar dari teknisi kapan mobil saya selesai. Bolak balik perpanjang tinggal di hotel yang juga sempet bikin pening kepala.

Hari Kamis, saya bosan sampai ke ubun2, akhirnya ajak anak dan anjing saya jalan-jalan ke Gedung Pusat Pemerintahan pakai Uber. Karena kan Richmond ya memang ibu kota negara bagian Virgina.

Saya pikir ya sudah disini juga..sekalian saja kan?

Sayangnya di sekeliling gedung lagi renovasi..jadi pemandangan agak2 jelek deh buat difoto.

Tadinya setelah dari sini mau jalan2 di Canal Walk, cuma koq lihat langit gelap bener? Ya sudah jadi kami buru2 pulang saja.

Hari Jumat sore, saya baru bisa ambil mobil saya. Setelah punya mobil lagi, saya nekat ajak anak dan anjing ke pantai VA. Lagi2 ya..Wong udah disini gitu loh…cuma 1.5 jam dari hotel.

Meskipun gak lama2 di pantai, saya cukup senang karena nyempatin ya. Gak tahu kan kapan lagi kami bisa ke sini?

Di jalan sempat nemu tanda LOVE pula.

Sabtu jam 11, kami mulai perjalanan balik ke rumah di Kentucky. Sepanjang I64, saya masih yang cari2 tanda Love.

Tanda LOVE ke empat, saya nemu di pertanian lokal dimana si pebisnis jual bunga2, tanaman, buah2 an. Saya sempatkan beli lavender kering dan roti buat di jalan.

Tanda LOVE berikutnya harusnya di ada di taman seni di Charlottesville, tapi koq saya gak nemu? Yang ada nemu hiruk pikuk farmers market . Ya sudah..nikmati aja

Teruskan perjalanan lagi..kali ini agak menyimpang dari I64, di kota kecil Waynesboro. Tanda LOVE ada di taman kota. GPS sempet ngawur deh kasih arahan. Ugh!

Masih di daerah rural, tanda LOVE berikutnya saya nemu di brewery lokal. Kayaknya sih ramai ya, cuma berhubung saya gak demen penyulingan bir, ya saya gak mampir. Stable Brewery kalau gak salah namanya.

Anak saya sudah mulai ngambek karena saya kebanyakan side trip..ya sudah..tanda LOVE berikutnya, yang terakhir..

Kali ini di jalan utama pusat kota kecil. Agak2 nyempil lokasinya…

Yang saya perhatikan, tanda LOVE ini sepertinya buat promosi tempat / pebisnis lokal ya…sayangnya gak tahu apa gara2 Covid-19, tempat2 ini koq gak terlalu ramai juga? Padahal lucu loh…berburu tanda LOVE.

Malam ini kami istirahat di Charleston, ibukotanya West Virginia. Karena saya gak tega sama mobil, saya sendiri dan Para penumpang untuk terus di jalan selama 6 jam.

Hari Minggu, 18 Juli, kami lanjutkan lagi perjalanan pulang. Namanya juga saya yang kedemenan motret, saya sempatkan mampir di Gedung pemerintahan buat ngeceng. Ini bukan pertama kalinya sik saya mampir di sini, beberapa tahun lalu, saya sudah pernah ke sini. Sekarang kan pertama kalinya sama anjing saya…jadi ya harus foto lagi dong…




Jalan-Jalan Ultah 2021. Bagian 2 . Naik KA dan Arung Jeram

Hari Sabtu , 10 Juli 2021.

Saya sekeluarga sudah ditampung di rumah temen saya di Frederick, MD.

Hari ini kami mau jadi turns naik kereta api di Walkersville, MD.

Ngapain gitu naik KA? Ya karena kesenangan anak saya ya dan ternyata dari Frederick kemana2 jauh ih. Pengen ke Baltimore masih 1 jam an. Ke Pantai 3 jam an. Beli tahu minimal 1/2 jam nyetir. Saya yang sudah nyetir 8 jam an di jalan ya males ya…mau simpan kaki nginjek pedal gas buat perjalanan balik saja kan.

Kebetulan KA nya juga lagi yang bertema Jesse James..itu koboi jahat jaman wild wild west lah. Saya sudah pernah sik ber KA ria bertema perampokan. Tapi temen saya dan lakinya belum pernah.

KA mulai jam 11 pagi, saya sudah beli tiket online $14 per orang. Saya bawa anjing saya yang tampak bingung tapi girang pas di elus2 banyak orang. Dasar deh….

Anak saya dapet souvenir peluru kosong.

Selesai naik KA, saya sama temen saya ngaso bentar di downtown Frederick. Pusat kota Frederick ini tipikal pusat kota kecil di Amrik, toko2 lokal, dari mulai pernak pernik, coklat sampai restaurant yang punya teras terbuka. Saya sih demen ya strolling dan lihat2 pebisnis lokal. Seru aja!

Habis ngaso, kami berangkat ke Harper’s Ferry buat ber arung jeram, karena sudah pesan buat jam 430 pm. Selama di Amrik, saya lumayan sudah sering berarung jeram, terus terang masih lebih ok arung jeram di Indo, perasaan arusnya lebih mantep.

Anak saya seneng berarung jeram, apalagi kalau ada kesempatan buat nyebur. Di arung jeram kali ini, juga ada acara dimana peserta boleh nyebur . Jadilah si bujang nyemplung ke sungai.

Selesai berarung jeram, kami balik ke rumah teman saya. Sementara anak saya tidur, saya jalan lagi sama teman saya buat ditraktir makan ultah di bakar2 ala Korea

Widih..lokasinya jauh juga…tapi ..ih..enakkk loh. Sistemnya all you can eat gitu. Pengunjung bisa pilih mau BBQ saja atau BBQ dan hotpot. Berhubung saya sumuk..saya cuma pilih BBQ saja.

Pakai acara di nyanyiin lagu selamat ulang tahun pula sama staf resto…he…he..he..

Jalan-Jalan Ultah 2021- Bagian 1. Great Falls

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya nyempetin pengen jalan-jalan pas saya ulang tahun yang kebetulan di bulan Juli, yang artinya musim liburan anak2 sekolah atau musim panas.

Nah tahun ini, saya setelah ganti2 rencana beberapa kali, saya mau jalan2 ke Maryland ah..kebetulan ada temen saya yang tinggal di situ.

Saya ambil cuti hari Jumat dan Senin. Ultah saya hari Minggunya. 711.

Hari Kamis sore setelah kerja setengah hari, saya, anak saya dan anjing kami berangkat. Tujuan kami adalah sampai ke West Virginia , nginep beristirahat buat besok paginya melanjutkan perjalanan lagi .

Perlengkapan sudah komplit, cemilan, air minum, makanan anjing, laptop kerja, telpon dan batere2nya. Karena bagasi saya kecil, saya musti benar2 atur naruh barang2, termasuk gimana caranya si anjing punya tempat sendiri.

Sampai di WV, kami lanjutkan lagi perjalanan ke Great Falls of Potomac State Park, Virginia. Great Falls ini ibarat Niagara deh, dalam arti kamu bisa lihat dari sisi Maryland atau dari sisi Virginia.

Kenapa gitu? Masalahnya tradisi saya itu selalu pengen lihat air terjun buat kado ultah saya. Kalau gak lihat air terjun..kurang afdol gitu.

Nah Great Falls ini tipe air terjun yang kita lihat dari kejauhan, bukan dari dekat or yang kita musti hiking. Jadi setelah saya pikir2, mending mampir ke sini dulu, lagian teman saya juga masih kerja kan?

Saya juga sengaja pilih pintu masuk dari negara bagian VA karena meskipun saya secara teknis sudah pernah ke VA waktu ekskursi anak saya pas kelas 5 SD, cuma ya cuma bentar banget. Jadi kali ini mau agak lamaan gitu.

Untuk masuk ke Great Falls, pengunjung harus bayar tiket. Saya sudah beli online $20. Jadi gak usah repot pas di gerbang, begitu pikir saya.

Dari WV, kami masih harus nyetir sekitar 5 jam-an lagi ya… harus masuk negara bagian MD dulu..

Menuju ke Great Falls dari MD itu nyebelin, karena kena arus komuter pulang kantor. Hadweeh..

Sana GPS kami dialihkan ke jalan lokal

Pas sampai di Great Falls..sepi loh! Bisa dibilang gak ada kerumunan. Asik lag, parkir gampang, gak antri sama sekali. Dan…oh…cantiknyaaaaaa

Yang seru lagi..pas kami jalan menuju ke air terjun, kita papasan sama rusa deket banget!

Saya seneng banget menikmati pemandangan air terjun ini.

Saya Suka Ali & Ratu-Ratu Queens

Hari Sabtu kemarin saya kongkow2 sama ibu2 Indonesia di Louisville. Biasa deh makan2 ala warteg Indo, ya terong pedes, tahu tempe, bumbu kacang, ikan asin, ayam goreng, ikan bumbu kuning…pokoke warteg abis dan enak.

Selesai makan, salah satu ibu yang sangat up to date dengan kekinian di Indo bilang..”Eh nonton Ali & Ratu- ratu Queens yuk?!”

Ya sudahlah kita semua rame2 nonton.

Jreng jreng Jreng…

Apa sik cerita film ini??

Saya terus terang rada2 skeptik karena kheki sama persepsi orang2 Indo dengan kita2 yang tinggal di Amrik yang lihatnya kita ini selalu hidup gak kekurangan dengan bule kita dan gaji dolar.

Film ini tentang anak bernama Ali, yang nyari ibunya yang pergi ke New York City, Amerikah saat Ali masih kecil untuk mengejar “impian”.

Disini masih agak klise ya dan stereotipe. Hijrah ke Amerikah adalah satu2nya jalan untuk memperbaiki hidup atau dengan hijrah ke Amerika hidup akan SELALU jadi lebih baik.

Saya lagi2 sempet gerah ya. Karena buat saya itu kasih persepsi/ide yang salah tentang hidup di Amrik.

Lokasi film ini ya di NYC ya..komplit dengan Times Square yang hingar bingar, China town, subway, penjual makanan gerobak yang memang ada di tiap sudut di NYC.

Saya yang kebetulan baru kunjungi NYC di tahun 2019, semua yang saya lihat di film ini masih segar banget di ingatan… (makasih ya Bon..dah ajak ke NYC buat ketemuan..kalo enggak, gak kesampean kaliiii).

Setengah film, saya mulai lebih berminat…

Karena ternyata cerita Ali & Ratu-Ratu Queens buat saya lebih real karena “berani” kasih lihat suka duka orang2 Indo yang berjuang untuk hidup di Amrik. Dibanding misalnya cuma kasih lihat kehidupan cewek Indo kawin sama bule en live happily in their castle. (uhuk..uhuk)

Jadilah di film ini dikasih lihat sekilas gimana ibu2 Indo di NYC kerja serabutan untuk memenuhi hidup mereka sehari-hari.

Gimana 4 ibu2 berumur tinggal bareng2 di satu apartemen di NYC dan belanja pakaian di toko whatever bukan cuma nenteng tas belanjaan dari Saks Fifth Avenue doang.

Film ini juga berani ngasih lihat cara pandang orang Indonesia yang sering kali lebih mentingin “gengsi, martabat, pamor di mata masyarakat, menutup-nutupi kenyataan (pahit) dibanding melihat sesuatu kondisi apa adanya.

Sepanjang film, saya sering kali harus nutup muka pakai bantal karena terharu, kebawa akting para pemain yang ciamik.

Saya jatuh cinta sama Nirina Zubir yang main sebagai Tante Party, ngakak waktu Ance dan Biyah throwing shade pas ngebahas rendang, gemes sama siluet Eva yang imut banget dan kagum sama karaketer Ali yang anak baik2 sekali.

Saya juga demen banget sama yang milihin kostum2 pemain. Sekali lagi ya…gak semata2 ngasih liat ibu Indo yang nenteng tas Dior dengan si bulenya…

Jadi teman2..nonton deh Ali & Ratu Ratu Queens.

Ada beberapa hal yang agak janggal ya..tapi secara keseluruhan saya suka banget sama film ini.

Buat pembaca di Amrik, cek Netflix ya!

https://www.netflix.com/us/title/81260949?s=a&trkid=13747225&t=cp&vlang=en&clip=81475843

Catatan :

Foto diambil dar IMB.

Cerita Pendek Dari Tempat Kerja

Di tempat kerja pertama saya itu, ada beberapa grup yang tugasnya serupa tapi tak sama. Nah, hasil kerja grup2 ini akan di kaji sama grup pengecekan kualitas istilahnya, atau Quality Assurance gitu…

Nah kebanyakan kita2 yg di grup ini sebel sama orang2 QA, karena kita ngerasa org2 QA ini kerjanya cari2 salah kita yang gak neko2 istilahnya. Pokoknya kita sebel dan sering kheki lah, istilahnya…

Apalagi QA ini boleh dibilang punya hak veto akan hasil kerja kita dan mereka boleh dibilang have the last words to say lah.

Nah , hari Jumat kemarin, giliran saya kena kritik orang QA. Saya lirik email yg dikirim ybs, namanya saya gak familiar. “Orang baru pasti ” pikir saya.

Saya baca email nya..waduuuhh banyak amat salah saya ya? Ya sudah saya balas emailnya , saya bilang kalau saya akan perbaiki salah2 saya.

Gak berapa lama dia kirim chat ke saya. Saya bilang. Telpon saya aja. Jadilah dia telpon.

“Halo. Hi kita belum pernah kenal ya, nama saya “xxxx” . Saya baru di departmen ini, jadi maklum kalau saya banyak salahnya. Salam kenal.

Dia jawab agak2 gelagapan yang saya tangkap…

“Oh ya. Ya. Salam kenal juga. Nama saya “xxxx”. Saya juga baru di department ini. Jadi saya baru belajar juga”

“Senang ketemu Anda walaupun cuma di Skype”

Lalu kita ngebahas satu hal saya masih error dan akhirnya kita setuju bagaimana kita mau lanjutkan.

Saya bilang, terima kasih ya sudah kasih tahu error saya dan mau ngertiin dan kompromi.

Si orang QA ini bilang, terima kasih juga, kamu receptive sekali, karena gak semua orang reaksi nya seperti kamu.

Saya lagi2 perhatikan nada bicaranya…..

Terdengar ada “kelegaan” di nada suaranya.

Saya jadi sempat “kaget” juga, karena ya itu, QA boleh dibilang punya “kuasa” loh atas kita2. Bisa saja dia songong kan?!

Saya jadi malu juga karena sempat berasumsi kalau si mbak ini akan blagu, akan sok kuasa dsb. Ternyata enggak.

Ternyata bereaksi postitif itu menyenangkan loh!?

Ternyata mengakui kesalahan itu gak apa2 loh…

Ternyata berbuat baik itu sederhana.

Salam!

Cerita Suka Duka Saya Sebagai Kurir Shipt

Haloooo teman2…sudah lama ya gak nulis..maklum lagi so sibuk…ceile..padahal banyak juga yang mau saya ceritain…

Salah satunya suka duka nge Shipt. Saya cerita kan ya kalau saya ambil kerjaan sampingan sebagai kurir belanja.

Nah..Saya sudah dikategorikan “veteran” loh, karena sudah ambil 50 order…

Kemarin pas saya masuk ke 30 order saya dapat hadiah dari Shipt…2 Kaos dan satu cooler bag. Seneng? Ya seneng aja, karena kan tasnya kepake banget, meskipun saya nanti sudah gak kerja di Shipt lagi.

Kemaren sempet saya di tanya sama temen kerja saya di tempat kerja kedua.

“Kamu nerusin kerjaan kurir kamu?”

Memang sering sik, saya ditanya ngapain sik kerja sampai 3 kerjaan?

Ih..gak oke banget ya kerja jadi “pembantu” orang lain. Gengsi

Ya gak apa2 sik..setiap orang kan boleh punya opini lah.

Buat saya kerjaan Shipt ini bikin saya grounded. (Well balance, sensible). Apa ya? Tahu diri. Sadar diri. Diingatkan biar gak blagu. Diingatkan akan kuasa Yang Maha Kuasa. Diingatkan biar gak lupa diri.

Misalnya ni..Ada satu waktu yang saya sudah ngoyo banget ambil orderan…masih juga gak dapat kena target yang saya mau..($150 per minggu). Sediiihhh banget..karena hari sudah larut malam, maunya sik saya gak amb order lagi..mana hari itu hari terakhir sebelum masuk minggu baru). Setelah saya nelongso karena gak kena target…

Beberapa jam sesudahnya, ternyata ada orderan yang kasih saya tip…jadilah bayaran saya di atas $150 seperti yang saya harapkan…❤❤❤

Atau hari ini saya papasan sama Shipt lain, saya tahu karena si mbak pake kaos berlogo perusahaan. Saya tegur kan. Hi! Saya juga kurir Shipt!

Aduh..si mbak cantiiiikkkk banget. Dandan tapi gak songong gayanya. Dia malah cerita gimana dia lagi nguber bonus hari itu. Saya masih ternganga liat cantik nya si mbak…ternyata orang cantik kayak si mbak gak gengsi an ya kerja “cuma jadi kurir belanja”.

Dia cerita kalau dia biasanya belanja di daerah lain (di Indiana!), tapi karena ada bonus, dia rela ambil order di wilayah lain. Gila! Salut ih!

Atau pas saya antar belanjaan ke rumah manula…beliau untuk bergerak harus pakai walker. Dia minta saya bawa masuk belanjaan ke dalam rumahnya karena beliau akan susah naik turun tangga. Saya mah oke2 aja. Lalu beliau bilang. Maaf ya, anak saya ternyata pulang telat, dia jadi gak bisa belanja buat saya…

Saya yang langsung mikir almarhum orangtua saya yang saya gak sempet nolong apa2 saat mereka butuh bantuan. Ada terselip rasa senang knowing somehow I helped another person in need.

Atau saya jadi sering kali terharu biru sama kemurahan pelanggan yang memberi tip, terutama tip diatas $10. Karena saya pribadi ya itu gede ya. They have no idea how much it makes a difference for me.

Dan seperti juga 2 pekerjaan saya lainnya…Saya tetap sumringah loh kalau dapat shoutout seperti ini

Kesimpulannya?

Saya bersyukur banget jadi kurir Shipt.

Saya bersyukur sama ortu Saya gak diajarin gengsi. Ortu Saya gak pernah memandang jelek pekerjaan apapun, asal itu gak melanggar hukum

Gak nyangka juga kalau Covid, cuaca jelek bisa buka peluang cari uang tambahan.

Yuk, kerja Yuk!

Aksen

Teman2 ngeh gak ya kalau kita sebagai orang Indonesia kalau ngomong bahasa Inggris itu di kuping orang2 (terutama si bule), kedengeran “asing” dan berlogat. Aksen gitu?!

Saya itu sempat lugu ( atau bloon?), gak pernah ngeh kalau cara berbicara Inggris saya ada aksennya. Habis kan saya tinggal di Indo, dengar teman2 Indonesia ngomong bahasa Inggris ya biasa aja? Denger bule2 ngomong Inggris cuma ngeh kalau si bule ada aksen kalau si bule ybs aslinya bukan bule yang bahasa ibunya bahasa Inggris.

Nah, pas pindah ke Amrik, awal2 saya bingung pas aksen saya dikomentarin. Dari mulai yang memuji seperti  “Where’s your accent from?”  atau “I wish I had your accent” sampai yang bikin saya mau nangis “Are you from/in US? ” (cuma dengar saya di telpon)

Masa sik saya punya aksen? Sempat ada masa2 saya masih gak mau ngaku loh….

Tapi terus saya pindah ke OH, dilanjutkan ke KY. Tetiba saya ngeh….eh…eh..orang Amerika sendiri punya aksen koq?!!

Saya sempat loh gak ngerti si local ngomong apa, saking aksennya bikin saya bingung.

Semakin saya ngeh, semakin kuping saya jadi lebih sensitif dengar aksen2 lokal. Pas jalan-jalan ke AL, ke West Virginia, NY, ngobrol sama temen saya yang lahir dan gede di NJ, FL, PA.

Contoh rekaman temen2 saya yang saya animasikan jadi panda2

Coba perhatikan pengucapan kata “water”
I want a glass of water

Beda kan??!!

Nah..jadi intinya….gak apa2 loh punya aksen. Gak usah malu atau jadi gak PD kayak saya.

Apalagi sebagai imigran, kita kan berbahasa lebih dari satu, dimana bahasa Indonesia dan bahasa Inggris beda pengucapannya.

Oh Iya, saya juga bikin podcast dengan tema yang sama. Boleh di dengerin juga…

Cari di Spotify “Indonesia di Amerika”

Salam!