Cerita Saya

Menguber Warna Warninya Pepohonan di Alam di Musim Gugur

Sejak pindah ke negara bagian Kentucky, dari beberapa tahun lalu, saya itu gregetan banget pengen melihat perubahan warna daun-daun di musim gugur. Karena pertama kali saya tinggal di Amrik, saya tinggal di bagian barat utara yang pepohonannya kebanyakan pohon cemara. Jadi waktu musim gugur, tidak terlalu terasa pergantian warna daun. Di KY, yang jelas jenis-jenis pepohonan disini lebih beragam, meskipun tidak sesumringah negara-negara bagian New England yang konon cantik sekali di saat musim gugur.Setiap kali masuk bulan Oktober, saya ngeh kalau sudah masuk musim gugur, cuma koq lupa melulu buat jalan-jalan??!! Memang saya kalau akhir pekan kerja jadi agak susah mau mencari waktu luang. Pas ingat dan ada waktu, sering kali sudah terlambat, udara sudah terlalu dingin, pohon-pohon sudah pada gundul.Nah, tahun ini udara baru terasa semilir itu pas masuk bulan Oktober, saya juga tidak lagi kerja hari Minggu dan kalau tho kerja di hari Sabtu, saya biasanya selesai jam 1 siang.Masuk minggu kedua di bulan Oktober saya sudah celingukan memperhatikan pohon-pohon di sekeliling saya. Di hutan kota Bernheim mereka baru selesai selenggarakan acara Colorfest yang saya jadikan indikasi kalau pepohonan sudah banyak yang berubah warnanya. Jadilah saya bilang sama keluarga kalau kita akan pergi ke Natural Bridge/Red River Gorge akhir pekan lalu. Kenapa pilih ke situ?Kami sekeluarga sudah pernah mengunjungai Natural Bridge/Red River Gorge di tahun 2003 kalau tidak salah, pas musim panas. Kami senang ke situ karena pemandangannya bagus. Natural Bridge itu pada dasarnya jembatan alam , lokasi nya di 2135 Natural Bridge Rd, Slade, KY 40376 kira-kira 2 jam-an dari tempat tinggal kami.Setelah mengecek cuaca, kami putuskan untuk berangkat hari Sabtu setelah saya selesai kerja. Kami cuma menginap di hotel cilik karena kami tahu hari Sabtu itu selain kami akan diperjalanan juga akan hujan seharian, Jadi kami tidak butuh hotel yang keren lah.Sampai di Slade, kami cuma makan di restoran di Natural Bridge State Resort Park, lalu tidur. Hari minggunya, langit terlihat jernih, suhu semilir! ah cocok sekali buat hiking! Kami sarapan pagi di resto local, makanannya enak – saya pesan telur pakai croissant, wuih croissantnnya lembut dan flaky banget! Resto ini lokasi nya dekat dengan motel tempat kami menginap juga.Dari situ kami langsung menuju ke lokasi Natural Bridge. Pertama kita coba di trail di tempat parkiran dekat fasilitas kolam renang. Trail nya seru karena melewati jembatan goyang aka suspension bridge.Tapi setelah kami baca, trail ini agak-agak panjang, jadilah kita balik ke tempat parkir dan mulai hiking kita dari trail yang lokasinya dibelakang Hemlock Lodge.Di awal trail di tulisnya ini trail terpendek dan termudah.Kenyataannya…haduh..naik-naik ke puncak gunung deh! Mana lupa bawa tongkat jalan ! Tapi paling enggak, pemandangan sepanjang trail itu apik lah..Pas sudah sampai di bawah jembatan alam..legaaaaaaaaaa rasanya! Puih!Jadi trail ini akan membawa kita di bawah bentangan jembatan. Untuk berada di atas jembatan, kita harus melewati ‘gang’ sempit diantara batuan, lalu diteruskan dengan naik tangga dan gak terlalu banyak lah anak tangganya.And it is sooo worth it !Sampai di atas jembatan, rasanya sejuk, dan teduh melihat warna warni pepohonan di kejauhan.Dari atas jembatan pengunjung bisa hiking ke beberapa trail lainnya untuk balik ke parkiran. Anak saya dan bapaknya pilih naik sky lift buat turun, saya pilih jalan yang sama. Waktu pertama kali kami ke tempat ini, kami semua naik sky lift naik dan turun. Cuma kali ini karena saya bawa si anjing kecil, saya tidak bisa gunakan sky lift .Sampai di tempat parkir , kami lanjutkan perjalanan dengan mengeksplorasi Natural Bridge/Red River Gorge :berhenti di danau Mill Creek,berhenti di jembatan alam lainnya,menyeberang jembatan goyang Sheltowee,ngecek lokasi tree house yang disewakan oleh Red River Gorgeoussampai anak merengek minta pulang..ha..ha…ha…Yang jelas kami sekeluarga sangat senang dengan Natural Bridge/Red River Gorge. Seperti memang lokasi ini lebih cantik untuk dikunjungi saat musim gugur, karena udara lebih sejuk, tidak banyak serangga dan pemandangan juga lebih warna warni.

Pertama Kali : Jadi Pendonor Darah

Hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019, saya pertama kalinya menyumbangkan darah.

Norak dan telat ya? He..he..he..

Memang saya akui koq kalau dalam masalah ini saya telat banget. Sudah sering lihat teman2 baik di Indo maupun Amrik berdonor ria.

Alasannya? Sok sibuk sama kerjaan dan saya paling malas kalau harus pergi ke tempat A cuma mau nyumbang darah wae.

Tapi koq tahun ini saya dapat ‘panggilan’ ..ceileee…

Pas baru saja ngobrol ngalor ngidul dengan teman kantor yang hobi mendonor dan dia menceramahi saya karena tidak pernah mendonor, seminggu kemudian waktu saya ke tempat olah raga, eh lihat pengumuman ini..

Wah..masih sempat daftar dong? Pikir saya.

Dan juga waktunya tidak mengganggu jadwal saya dan lokasi juga cuma 5 menit dari rumah.

Jadilah malam itu saya mendaftarkan diri. Besok harinya saya tanya2 lagi ke teman saya yang sudah “pakar” dalam mendonorkan darahnya.

Dia bilang banyak-banyak minum air, usahakan tidak minum obat apapun malam sebelumnya.

Pas hari H, saya sudah menegak 2 botol air dan makan pagi komplit..(mie goreng dong!😜)

Datang ke lokasi, saya di cari di pendaftar dan kartu identitas saya di cek. Setelah masalah administrasi selesai, suster nya mengecek kadar haemoglobin saya dengan mengambil darah saya beberapa tetes.

Kadar Hm saya bagus, di atas 12.

Selanjutnya saya diminta untuk menjawab 50 pertanyaan Ya/Tidak.

Pertanyaan2 ini untuk mengecek kebiasaan dan gaya hidup pendonor , mngecek resiko kesehatan kita lah intinya. Apakah kita pernah tinggal di negara tertentu, melakukan aktifitas tertentu, ada penyakit tertentu dsb.

Setelah selesai menjawab pertanyaan, saya diminta berbaring di kasur periksa. Di situ si suster mulai mencari pembuluh darah saya.

Saya diberikan semacam busa yang saya bisa remas-remas. Setelah ketemu , suster lagi mrmbersihkan bagian itu dengan alkohol.

Lalu?

Ya disuntik jarumlah saya…he..he..he..

Sakit? Sakit dikit lah..tapi gak sampai meringis lama2.

Selama darah saya diambil, saya harus meremas-remas si squeezer supaya si pembuluh tetap memompa darah saya.

Total darah yang diambil itu 1 pint.

Selain darah yang diambil di kantong, darah saya juga diambil dalam tabung-tabung kecil. Darah ditabung-tabung ini adalah darah saya yang akan dites: apa golongannya, apakah ada penyakit tertentu dsb.

Setelah jarum dicopot, dan bekas tempat pencoblosan jarum ditutup 2 jenis plester- satu kain kasa yang bolrh dicopot setelah 5 jam dan satu lagi plester silang warna jingga yang boleh dilepas setelah satu jam.

Setelah itu suster minta saya mengangkat tangan saya selama beberapa menit. Intinya mencegah si darah tidak “bocor”.

Selesai deh!

Sebelum pulang saya boleh pilih makanan ringan :ada oreo, cheez it, kismis, dll, dan jus apel atau fruit punch dan juga dikasih kaos gratis.

Mudah ya?!

Saya juga dikasih tahu sama si suster, kalau suatu saat darah saya dipilih menjadi donor, saya akan di kirim email pemberitahuan.

Wah..terharu juga kalau saya dapat pemberitahuan seperti itu..karena artinya darah saya dipakai untuk menyelamatkan seseorang kan?

Waktu saya tanya lagi ke teman saya yang pakar donor (64 kali!!), dia ternyata baru-baru ini dapat email pemberitahuan yang si suster bilang.

Darahnya dipakai untuk tranfusi seseorang. Asli terharu kan?!

Ada satu hal yang saya mau ingatkan..setelah kita mendonorkan darah, ada efek sampingnya.

Bisa mual, lelah, tidak punya energi dan ngantuk.

Pendonor juga tidak disarankan melakukan aktifitas yang terlalu menguras tenaga.

Jadilah saya batalkan kelas olah raga saya malam itu dan besok malamnya.

Masalah efek samping….saya ternyata kena ngantuk….

Dan ngantuknya itu buanngggeet!!!

Jam 7 malam hari itu, saya sudah ngorok di kamar….zzzzz

Jadi kesimpulannya gimana?

Jadi pendonor itu bikin hati senang ternyata. Mudah, tidak bertele-tele, gratis pula! Dan, darah kita mungkin bisa menyelamatkan seseorang loh!

Kalau teman-teman belum pernah melakukannya, mudah-mudahan setelah baca tulisan ini, jadi ikutan ya?

Yang jelas, menurut suster, minimum umur pendonor tanpa ijin orang tua itu 17 tahun. Maksimum? Tidak ada batasan, asalkan sehat dan berat badan mencukupi. (Ada batas minimum , tapi saya tidak tanya, yang jelas tidak boleh terlalu kurus ya.)

#pertamakali

#donordarah

Malaikat Nyinyir

Hari Rabu kemarin (10/16/2019) saya nangis sesegukan.Kenapa?Saya nangis pertama kali karena saya dikasih tahu komentar gak logis dari seseorang. Saya nangis karena saya gak ngerti kenapa orang yang tidak pernah tanya-tanya ke saya koq bisa-bisanya bilang sesuatu tentang saya yang bukan berdasarkan fakta. Saya nangis karena saya merasa capek hati sekali selalu digambarkan sebagai anak yang durhaka, saudara yang tidak tahu diri, kerabat yang hilang, entah dimana.Sementara saya sendiri tidak pernah ditanya apa kabar saya, bagaimana hidup saya disini, bagaimana anak saya.Saya bingung kenapa keharusan akan mengunjungi kerabat hanya dibebankan kepada saya? Apakah karena saya semata-mata yang tinggal di luar negeri? Padahal yang bertanya bukan orang miskin yang tinggal di gubuk 4×4, tapi banyak dari mereka yang paspornya juga sudah penuh dengan cap-cap negara-negara Eropa, Asia, Amerika.Kenapa mereka-mereka tidak pernah menawarkan mau mengunjungi saya di sini? Ngerti banget ya, saya kan cuma tinggal di kota Louisvillle, KY, bukan San Francisco, DC, Los Angeles, Seattle, Denver, Salt Lake City, Chicago, New York, Dallas, Orlando yang layak dikunjungi. #siapaelo #gakpentingMakanya memang saya ya pribadi tidak pernah minta dikunjungi , karena ya itu saya tahu diri dan untuk patokan saya , ongkos ke luar negeri itu besar secara saya sendiri tidak mampu dengan seenak jidatnya angkat koper, pesan tiket begitu saja – which , jangan salah ya, banyak koq teman-teman Indo di sini yang bisa seperti itu, karena mereka memang mampu, tapi bukan saya.Jangankan buat hura-hura, lari di Michigan Avenue di Chicago, untuk datang waktu ayah atau ibu meninggal saja saya cuma bisa gigit jari.(dan nangis saat tahu- yang coba saya rekam di video ya, tapi buat apa juga,karena tidak ada yang bisa bantu saya kan, secara saya bukan orang beken, gak mungkin lah bikin video viral di IG nangis2 trus ada yang nawarin tiket pulang, itu mah dream comes true banget)Capek nangis sepagian, saya coba konsentrasi ke kerja.Lalu, bel apartemen saya bunyi.Siapa ya? Rasanya saya tidak mengharapkan tamu?“Halo”“Hi. Uber eats here?”You must have wrong address, I did not order anything.”This is 10*** apartment 303?”Yes?”Bingung, saya turun ke bawah, buat kasih tahu si mbak Uber alamat yang benar….Pas sampai di bawah, mbak Uber kasih lihat saya orderannya….Astaga.Ternyata memang benar itu makanan untuk saya, kiriman teman saya di LA.Mbak Uber bilang “iya, ini kiriman teman kamu, dia bilang kamu lagi gak feeling well”Saya lagi-lagi nangis sesegukan, tapi kali ini karena saya terharu.Teman saya ini, Ida Ayu Yogeswary namanya, dia sama saya belum pernah ketemu muka sama sekali.Tapi entah gimana kita cocok saja, yang ada kita selalu cerita2 (more like saya selalu cerita-cerita), dia selalu kasih nasihat ke saya buat lihat sisi baik dari segala yang jelek-jelek yang saya hadapi.Dia pesankan saya makanan steak, komplit.Dia sengaja pesankan makanan ini pas tahu saya nangis dan tahu saya sedang sedih dari kemarin.Saya lagi-lagi bingung, ada ya orang seperti Ary yang saudara bukan, pernah ketemu saja belum, tapi tidak sungkan-sungkan memberi saya dukungan moral. Bilang ke saya kalau ‘You are going to be OK’ atau sekedar bilang ‘You are not alone“Saya bersyukur sekali saya bukan cuma kenal dengan Ary seorang, ada banyak Ary-Ary lain yang sudah membantu saya survived selama tinggal di Amerika. Teman-teman yang bawakan makanan waktu saya sakit bronchitis dan pneumonia, teman-teman yang adakan pembacaan Quran setelah orang tua saya wafat, teman-teman yang bantu saya waktu pindahan ke OH tanpa pasangan saya, teman-teman yang mengundang saya makan Thanksgiving bareng-bareng , teman-teman yang mengajak saya mencoba hal-hal baru, teman-teman yang menghubungi saya lewat pesan FB sekedar untuk bilang ‘Day, are you OK?”, teman-teman yang mengajak saya ketemuan baik di Jakarta maupun di Amrik, teman-teman yang dengan senang hati menghadiahkan anak saya saat dia ulang tahun jauh dari rumah.Hari itu emosi dan energi saya terkuras habis. Tapi saya tetap harus kerja di 2 tempat, tetap harus jemput anak di sekolah, tetap harus jadi ibu.Waktu jemput anak saya, saya bilang ke dia kalau saya sedang sedih.Dia tanya “Why do you care of what she said Mom?. You know what she is saying is not true”Saya selesaikan tulisan ini di hari berikutnya. Saya putuskan fokus hidup saya adalah untuk mereka-mereka yang memberikan energi positif untuk saya. Hidup terlalu singkat untuk para penyinyir-penyinyir yang merasa paling benar sendiri.

Silahkan anda pakai jaket malaikat anda, tapi coba berkaca dulu,

apa yang anda lihat di kepala anda?

Halo atau Tanduk Merah?

Belajar Yuk Biar Tidak Goblok (2): Apa Itu Women Shelter

Waktu saya hijrah ke Amrik tahun 2005, saya boleh dibilang clueless banget ya.

Meskipun saya anak Jakarta dan pas mendarat di Amriknya , mendarat di kota cilik, tetap saja banyak hal-hal baru, hal-hal berbeda yang saya temui.

Saya ingat suatu sore kami jalan2 keliling kota pakai mobil. Lihat thrift store, pawn shop, youth center dan segambreng istilah asing lainnya yang saya baru dengar saat itu.

Lalu di jalan rindang di daerah tertua di kota saya, saya melihat ada rumah kecil dengan papan “help center”.

Apa itu ya? Pikir saya.

Sekilas saya baca informasi di depan rumah itu : crisis counseling.

Saya tidak kepikiran tentang rumah kecil itu lagi sampai beberapa bulan kemudian saya ada masalah dengan pasangan, saya nekat kabur. Maklum saya kan agak2 dramatis lah. Baru umur 30 an gitu deh….

Saya waktu itu tidak punya mobil ya, jadilah saya jalan kaki. Mau kemana? Pikir saya?

Yang jelas saya tahu saya harus ke tempat aman (safe place istilahnya disini).

Lalu saya ingat ke rumah kecil yang saya lewati beberapa waktu lalu. Saya putuskan untuk pergi ke tempat itu.

Jarak dari tempat saya tinggal ke rumah kecil itu 2.4 mil atau 3.8 kilo.

Jaman itu belum ada telpon pintar ya, jadi saya tahu lokasi semata2 karena saya perhatikan jalan ini dan itu.

Setelah saya sampai disitu, petugas langsung terima saya, tanyakan apa masalah saya dan tanpa banyak bla bla bla lagi saya di transpor ke ‘rumah rahasia’.

Intinya rumah kecil yang saya datangi itu adalah tempat dimana penduduk bisa mencari pertolongan : baik itu makanan, rumah, perlindungan dari pasangan yang pengguna obat, alkohol, abusive, saat merasa putus asa dan lain2nya.

Karena kasus saya saat itu (verbally abused/controlling saya diancam akan dicabut akses ke rekening bank-padahal saat itu saya tidak kerja), dan saya tidak mau balik ke rumah, oleh petugas saya dikirim ke women shelter.

Apa itu sih women shelter?

Women shelter pada dasarnya rumah yang disediakan untuk wanita2 yang mengalami penyiksaan (abused) , terutama fisik.

Women Shelter (WS) ini lokasinya dirahasiakan. Sangat tertutup dari luarnya. Tidak boleh ada yang tahu alamat WS ini dengan alasan keamanan. Cuma petugas dan polisi yang tahu dimana WS ini.

Karena kecenderungan si penganiaya, mereka biasanya terus mengejar si korban sampai mereka temukan. (Ada filem mbak JLo deh kalau tidak salah)

WS ini dibuat sedemikan menjadi tempat aman buat penghuninya. Pintu pagar ada kunci tertentu. Tidak boleh ada pengunjung. Penghuni juga tidak diperkenankan keluar.

Petugas bekerja sama dengan polisi dimana kalau si penganiaya mengadukan si korban, polisi sudah mendapat laporan dari petugas tentang kondisi abused. Jadi polisi tidak akan memberikan informasi apapun ke si pelapor.

Intinya women shelter adalah fasilitas yang tersedia di kota untuk perempuan saat mereka butuh perlindungan dari perlakuan buruk pasangan.

Saya merasa sangat aman dan terlindungi di WS. Dan juga saya bisa tenangkan diri disini.

WS tidak mengenakan biaya apapun. Dan kalau kita minta bantuan tambahan, misalnya menelpon kedutaan, saudara, teman, mereka akan bantu kita.

Saya (dan anak) diberikan kamar sendiri. Kamar mandi, dapur, ruang bersantai. ruang cuci baju ya digunakan bersama penghuni lainnya.

Sabun, sampo, sikat gigi. sisir disediakan, kalau memang kita tidak bawa baju ganti, mereka akan carikan. (Karena kan..kebanyakan penghuni WS kabur tho..sebagian besar mana sempat ngepakin barang2 pribadi…)

Kita boleh tinggal maksimum 7 hari di WS.

Intinya di Amrik, banyak fasilitas untuk penduduknya yang mencari bantuan.

Semoga tidak ada yang menggunakan fasilitas WS ini ya. Tapi kalau pun ada, jangan malu atau ragu. Fasilitas ini ada untuk menolong kita.

Kalau mau cari fasilitas2 seperti WS gunakan kata2 dibawah ini waktu lakukan pencarian.

  • Abuse
  • Domestic violence
  • Abusive
  • Battered
  • Molested
  • Crisis
  • Counseling
  • Help
  • Hotline crisis

C50BC91B-3256-4358-B049-29CF70575A05

 

Eh..pembaca tahu kan ya bagaimana menggunakan mesin pencari?

#belajarbiartidakgoblok

#mypeoplegoblokkatanya

Belajar Yuk Biar Tidak Goblok

Saya mau tulis beberapa tips buat teman-teman yang baru pindah ke Amrik (atau yang relatif baru tinggal di sini kurang dari 2 tahun).

Yang mudah-mudahan menolong teman-teman untuk mengerti tata cara hidup di sini yang notabene pastilah berbeda dengan hidup di Indonesia dan pastinya ya biar tidak dibilang “Goblok” gitu….😊

  • Sadarilah kalau kita imigran alias pendatang. Sopan santun tetap harus dijaga. Rasis? Bukan cuma di Amrik, di mana2 orang2 rasis itu ada. Jadi gimana dong? Ya buktikan kalau kita imigran yang sopan, yang patuhi aturan, yang tahu tata krama lokal. Bukan berarti karena bule2 demen minum beralkohol , kita juga ikutan ya. Atau langsung ngecet rambut jadi pirang. Stereotip imigran, kita dianggap tidak bisa berbahasa Inggris dengan benar, ya patahkan itu dengan belajar bahasa Inggris untuk perbaiki bahasa Inggris kita yang masih belepotan. Imigran tidak berpendidikan? Ayo sekolah lagi! (Silahkan baca tulisan saya mengenai seorang imigran disini
  • Mengerti kita itu tinggal di bagian mana di Amrik. Di barat? Di selatan? Di utara? Di midwest? Bisa bedakan antara kota dengan negara bagian, apa bedanya. Kenapa gitu penting amat? Biar kalau kita ada keadaan darurat, kita bisa dengan jelaskan dimana lokasi kita. Misalnya ni, jangan cuma bilang “Saya tinggal di Kentucky”. Kentucky itu negara bagian, ada berpuluh2 kota ya di Kentucky. Tolong belajar geografi lagi, baca peta Amerika ya.
  • Sebagai warga negara Indoensia, mengerti kita itu harus lapor ke perwakilan Indonesia yang mana? Ada KJRI California, KJRI Los Angeles, KJRI Chicago, KJRI Houston, KJRI New York dan Kedubes di DC.
  • Belajar menggunakan mesin pencari Google untuk cari tahu informasi-informasi publik: kantor polisi lokal, kantor bikin SIM, kantor bayar pajak, court house, rumah sakit, women’s shelter, tornado shelter. Google kalau saya bilang sudah cukup canggih untuk membaca kebiasaan kita. Jadi kalaupun kita pakai bahasa Indonesia misalnya, Google bisa deteksi kalau kita di Amrik, Google akan kasih kita informasi di Amrik.
  • Milikilah telpon seluler abad kini, yet tidak perlu yang tercanggih, cukup untuk akses ke internet, peta, foto, dan telpon. Bayar tagihan tepat waktu ya dan tahu bagaimana mengakses wifi gratis kalau pas data habis. Bikin video boleh banget, asal tahu buka internet juga kaliiii….
  • Simpan dokumen di satu tas, biar kalau ada apa2, seperti bencana alam, bencana RT, bencana tidak jelas lainnya, itu tas langsung bisa disambet dan kabuuuurrr ke tempat aman. Definisi dokumen penting : paspor negara kita. Kartu identifikasi lain. Akte kelahiran, ijazah sekolah. Dari sekian dokumen penting ini yang paling penting buat imigran, ya PASPOR. Istilahnya kalau kita punya paspor di tangan, dokumen2 lain can be left out.
  • Selalu sisihkan uang untuk diri kita sendiri, minimal cukup untuk tiket pulang (sendiri atau sama anak), atau untuk bisa hidup sendiri tanpa pasangan. Biarpun kita tidak kerja misalnya, sisihkan uang belanja sedikit demi sedikit untuk darurat. Simpan uang ini bersama2 dengan dokumen penting yang saya jelaskan diatas. Mau angka yang pakem? Minimal $1000. Dan..oh…Uang tunai masih diterima koq buat alat pembayaran di SEMUA tempat.😊
  • Perhatikan kota tempat kamu tinggal. Dimana bisa nemu polisi, dimana rumah sakit, dimana pemadam kebakaran. Tahu rute jalan utama, rute bis, rute kereta (kalau ada). Cara nelpon taksi tradisional gimana. Jangan cuma tahu mal doang. Please deh.
  • Selalu tanamkan di diri, kalau kita sendirilah yang harus bisa menolong diri kita. Minta bantuan boleh banget, tapi coba jangan membiasakan bikin heboh atau panik orang lain.
  • Polisi, aparat keamanan lainnya tugasnya menolong dan melindungi kita. Hormati mereka.
  • Jangan menyalahgunakan sistem deh alias nge- abuse. Karma loh!

Tinggal di negara baru jelas bikin keder ya.

Tapi bukan berarti kita jadi goblok.

Eh maaf duh kasar amat yaa bahasanya. Jadi malu deh saya…

Orang Indonesia konon santun perkataan dan perbuatannya, ayo tunjukkan dong!

Apalagi kita di negeri orang.

Setuju kan?!

Sekedar mengingatkan, cara kita berbicara, pilihan kata2 yang kita pakai itu cerminan diri kita sendiri loh. 😊

Catatan : bukan belagu, hal2 yang saya tulis diatas itu karena kebetulan saya baru tinggal disini 14 tahunan, punya pengalaman lumayan lah: pernah nelpon 911, 3 kali, sekali karena minta tolong, takut karena pas pasangan lagi mabok, takut salah satu dari kita jadi gelap mata. Pas polisi datang, mereka baik sekali dan menolong menengahi argumen kami berdua.

Saya juga pernah kabur ke tempat aman karena merasa di verbally abuse. Abuse itu macam2 ya, ada fisik, ada perkataan, ada keuangan, bahkan seks. Apapun bentuknya, namanya ya tetap abuse.

Masalah kabur bermodal paspor negara asli (dan tiket lah), saya tahu itu bukan mustahil karena saya punya kenalan yang melakukannya. Hari ini saya masih ketemu dia, besoknya dia sudah lenyap. Dan dia minggat bersama anaknya.

Yang jelas secara umum, saya selalu merasa aman melapor ke polisi.

Meskipun saya tidak pernah memakai layanan kedutaan Indo untuk hal2 lain selain urusan paspor, saya merasa aman karena saya tahu mereka ada.

Jangan takut bertanya sana sini, karena dengan bertanya kita jadi tidak goblok. 😜

Sekeping Indonesia di World Festival

Sejak pindah ke Amerika, saya selalu riang gembira dan hati berbuncah pas kebetulan ketemu barang-barang atau apapun dari Indonesia.Dari mulai lihat gambar harimau Sumatera di Starbucks,

 

nemu kursi rotan ala orang kaya jaman 80 an di TJ Maxx, atau pas ada kegiatan budaya lokal dimana ada perwakilan dari Indonesia.Nah, akhir pekan Labor day ini, di kota tempat saya tinggal ada acara tahunan, namanya World Festival. Saya sudah sering mampir sik ke festival ini sejak kami pindah di tahun 2012, meskipun tidak setiap tahunnya.Pada dasarnya acara ini seperti bazaar terbuka, cuma temanya internasional, jadi selama 3 hari pengunjung bisa melihat parade dari bermacam-macam negara, pentas tarian Flamenco, Salsa, bagpipe players dll dan menikmati makanan dari berbagai negara.Tapi tahun ini spesial, karena tahun ini ada pentas tari Pendet dan tari Panji Semirang!Saya sebagai orang Indonesia yang kurang beruntung tidak bisa sering-sering mudik , langsung dong semangat 45 pengen hadir dan nonton.Ditambah kedua tarian ini saya tahu banget auranya, wong pas kelas 5 SD saya dimasukkin ke sanggar tari Bali oleh almarhum ibunda.Jam 11 saya sudah nangkring di meja Indonesia yang dihias dengan taplak batik, peta Indonesia versi batik, sepasang boneka wayang, angklung mini, congklak, topeng Rama dan Sinta, boneka kerbau, buku-buku masakan Indonesia, buku-buku anak-anak 2 bahasa dan buku-buku tentang Indonesia.Jreng jreng …jam 2:30 PM waktu setempat, anak-anak blasteran Indo-Amrik yang cantik-cantik mulai menari tarian Pendet.Selama saya merekam pertunjukan mereka, saya seakan-akan dibawa kembali ke hari-hari saya berlatih di sanggar tari Bali dan berpentas menari Pendet untuk ujian kenaikan kelas ke tingkat Panji Semirang.Senang? Banget!Karena itu salah satu kenangan manis yang mau saya ingat terus.Perasaan saya yang berbunga-bunga karena akhirnya bisa ditindik 3 bondolan di kedua kening dan dahi.Mencium bau bunga kamboja di bokorMendengarkan musik Bali dimainkan dengan gamelan langsung bukan dari kaset terdengar sangat mistis di telinga…Ah…kenangan masa kecil memang indah ya.Yang jelas saya bersukur sekali punya teman-teman yang sangat bangga sebagai orang Indonesia dan mau bersusah payah melatih anak-anak mereka untuk ikut melestarikan budaya IndonesiaIni foto-foto cantik para penari dan video nya…https://youtu.be/kMzJNR1Ohhk

(Tidak Rencana) Jalan-Jalan : Pantai Wilmington, North Carolina

Bulan September lalu, waktu kebetulan libur ‘Labor Day’, kami ternyata harus pergi ke kota Wilmington di negara bagian Carolina Utara untuk menghadiri pemakaman kerabat suami.

Kami berangkat hari Jumat malam -setelah saya pulang kerja- sementara acara pelayanan itu hari Sabtu jam 11 pagi, jadilah boleh dibilang kami non stop berkendara dari Louisville, Kentucky ke Wilmington.

Mana hotel belum pesan pula, untunglah teknologi sudah canggih, sambil di jalan, saya cari-cari hotel yang tersedia – waduh…mana pas long weekend, yang ada semua hotel harganya tinggi! apa boleh buat, daripada tidak ada penginapan sama sekali, kami pilih hotel Staybridge untuk tempat kita ngaso di Wilmington.

Memang ini bukan perjalanan wisata yang direncanakan, tapi karena kebetulan pas hari libur, dan jarak tempuh yang cukup jauh dari kota kami (10 jam-an), daripada terlalu capai dijalan, kami putuskan untuk menghabiskan 1 hari penuh di kota Wilmington.

Kami sampai tepat waktu, masih sempat menghadiri layanan di gereja dan berkunjung ke rumah duka.

Setelah acara duka selesai, kami balik ke hotel. Di hotel, kami melihat-lihat, kira-kira apa yang kami bisa lakoni dalam waktu singkat ini.

Suami tertarik mau kunjungi museum kapal perang, saya ogah, saya kepingin ke pantai, karena setelah kami lihat Wilmington ini lokasinya dekat dengan pantai Wrightsville, di laut Atlantik.

Jadilah diputuskan kalau suami dan anak berkunjung ke museum, sementara saya jalan-jalan di downtown Wilmington.

Hari minggu pagi kita berangkat ke downtown Wilmington, beli tiket untuk ke museum kapal perang untuk

2016fatherdayetc2

Tinggal di Amerika : Belajar Membangun Kredit

Halo!!

Saya kali ini mau membahas tentang pengkreditan ala Amerika.

Pengkreditan atau peminjaman uang mau tidak mau adalah hal yang kita akan lakoni sebagai ‘orang dewasa’ 😉

Dari mulai kartu kredit, pinjaman untuk sekolah, beli mobil hingga beli rumah.

Nah di Amerika, setiap kali seseorang mau meminjam uang ke bank atau institusi keuangan lainnya, si individu akan di cek angka kreditnya. (istilah Amriknya  itu FICO credit score atau cukup credit score- saya singkat dengan CS ya untuk seterusnya).

Pengecekan CS individu tidak selalu berhubungan langsung dengan permintaan kredit di insitusi keuangan, beberapa perusahaan (tidak semua) juga melakukan pengecekan CS sebagai syarat penerimaan kepegawaian, yang saya tahu juga sebelum kita bisa dipertimbangkan untuk bisa menyewa apartemen, pengelola apartemen mensyaratkan pengecekan CS.

CS  pada dasarnya adalah tiga angka yang didapatkan dari hasil analisa matematik kondisi keuangan individu untuk menilai kredibilitas individu dalam hal peminjaman uang.

Semakin tinggi CS individu, semakin rendah bunga yang bisa di dapatkan si individu.

Di Amrik, ada 3 biro utama yang merekam kegiatan kredit seseorang : Experian, TransUnion dan Equifax.

Setiap individu diatas 18 tahun bisa mengakses angka kreditnya dari masing-masing biro ini, dan angka yang didapat dari biro yang satu dengan yang lain biasanya tidak selalu sama karena setiap biro memiliki kriteria yang agak berbeda dalam hal menilai kredit individu. Kalau tertarik untuk mengetahu perbedaan kriteria antara ketiga biro ini, bisa dibaca di sini.

 

Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai CS disini -kebetulan rekan saya yang juga tinggal di Amrik menulis pembahasan cukup detail tentang CS di blog nya, pembaca bisa baca penjelasan tentang CS di blog dia Cerita SF-.yang saya mau coba bagikan ke pembaca adalah bagaimana kita sebagai imigran bisa membangun CS kita.

Masalah utama yang di hadapi kita sebagai imigran adalah : tidak memiliki sejarah pengkreditan sama sekali di US.

Lah, namanya juga imigran kan?  Hidup kita boleh dibilang dimulai dari NOL lagi.

Ibaratnya orang baru lulus mau mencari pengalaman kerja,

tapi selalu ditolak karena tidak punya pengalaman kerja. ?????

Jadi gimana dong? Tenang, ini saya bagikan tip berdasarkan pengalaman pribadi sendiri tentang CS ini :

Langkah paling mudah membangun kredit adalah lewat pemilikan kartu kredit.

  • Kalau anda bersuamikan/beristrikan orang Amerika (dan mudah-mudahan CS dia bagus!!), boleh minta supaya anda di cantumkan sebagai pemohon tambahan (co-applicant bukan authorized user) dalam kartu kredit pasangan anda. Pastikan kalau anda dicantumkan sebagai co-applicant, dalam arti anda juga turut bertanggung jawab dalam hal pembayaran kartu kredit yang anda ajukan yang notabene akan tercantum dalam laporan CS. Kalau cuma sebagai authorized user anda cuma bisa memakai kartu, tapi tidak bertanggung jawab secara keuangan yang artinya juga tidak membangun kredit anda. Cara ini saya lakoni di bulan-bulan pertama saya tinggal di Amrik.
  • Ajukan pengambilan kartu kredit toko – ada 2 jenis kartu kredit di Amrik : kartu kredit yang diterima luas di penjuru dunia dengan logo : Amex, Visa, MasterCard, Discover dan kartu kredit yang hanya bisa dipakai di toko-toko tertentu. Kartu kredit toko pada umumnya memiliki persyaratan yang tidak terlalu ketat dengan kartu kredit global. Kemungkian permohonan kredit anda akan disetujui lebih besar. Di mana bisa ambil kartu kredit toko? Hampir semua toko-toko besar di Amrik menawarkan kartu kredit : Macys, Dillard, Old Navy, Banana Republic, Ann Taylor, Target dsb.

Yang harus diperhatikan dalam kartu kredit toko ini adalah : tingginya suku bunga dan batas kredit tidak besar. Apa artinya tinggi suku bunga? Kalau anda tidak membayar saldo penuh di batas tanggal akhir , anda akan dikenakan bunga yang cukup tinggi (tergantung dari saldo akhir).

Keuntungan kartu kredit toko ini adalah, kalau setelah periode tertentu anda dilihat bagus kinerja nya (pembayaran tepat waktu, tidak pernah lewat batas kredit), selalu ada kemungkinan untuk di naikkan tingkatannya menjadi kartu kredit global – yang artinya ya anda bisa menggunakan kartu kredit yang bersangkutan di manapun kartu kredit diterima.

  • Ajukan permohonan kartu kredit terbatas (secured credit card) dari bank (lebih baik di bank yang memang anda punya rekening). Apa itu kartu kredit terbatas? Kartu kredit terbatas memiliki daya beli yang serupa dengan kartu kredit tradisional, bedanya adalah pemohon diharuskan menaruh uangnya terlebih dahulu di kartu kredit ini dan sebagian besar kartu kredit jenis ini memiliki iuran tahunan. Kalau di tempat saya kerja, minimum pemohon bisa menaruh uang $250 dan maksimum $2,000 dengan iuran tahunan $36.

Pada dasarnya pemohon menggunakan uangnya sendiri dalam membangun kreditnya. Seperti halnya kartu kredit tradisional, pemilik kartu kredit terbatas juga akan menerima laporan pemakaian (statement) di akhir periode tertentu dan diwajibkan untuk membayar apa yang sudah dibelanjakan, baik minimum ataupun penuh. Kira-kira setelah satu tahun, anda bisa coba mengajukan permohonan kartu kredit tradisional dengan syarat anda ya menggunakan si kartu kredit terbatas layaknya kartu kredit tradisional.

Ada beberapa hal yang saya mau bagikan juga dalam masalah pengkreditan ini , supaya teman-teman tidak salah kaprah…he…he..he.

  1. Memiliki latar belakang kredit yang baik di Amrik itu lumayan penting. Meskipun mungkin kita punya cukup uang untuk membayar ini itu secara tunai, tidak ada salahnya untuk tetap membangun kredit.  Saya pribadi pernah temukan kasus dimana ada individu yang notabene berkecukupan, tetapi ditolak permohonan kreditnya semata-mata karena dia tidak memiliki latar belakang kredit sama sekali.
  2. Semakin beragam jenis kredit yang pernah kita miliki, semakin ‘baik’ rapor kita.
  3. Gunakan kredit – terutama kartu kredit- tidak lebih dari 50% dari batas kredit yang diberikan
  4. Pertahankan dan jaga kredit pertama yang anda buka sebaik mungkin. Misalnya : kredit pertama yang anda dapat itu kartu kredit. Setelah kartu kredit ini anda dapat 3 kartu kredit lainnya dalam jangka waktu 3 tahun. Kalau anda memutuskan ingin menutup kartu kredit yang lain, usahakan tutup yang terbaru yang anda punya. Karena lamanya kredit yang anda miliki adalah salah satu faktor dalam CS.

 

Hidup Glamorku di Amrik

Tinggal di Amerika buat banyak orang itu ibarat mimpi jadi kenyataan, menang lotere milyaran lah.

Banyak orang-orang yang bela-belain akan melakukan apa saja buat bisa hijrah ke sini.

Konon nih..hidup di luar negeri itu serba enak….

Benar atau tidak siiih??

Mau tahu keglamoran hidup di Amrik?

  • Tinggal di Amrik, artinya kita harus bisa berbahasa Inggris. Keren dooongggg…. halah…siap2 untuk dipandang sebelah mata, dicemooh karena aksen kita yang terdengar asing. Jadi coba buang mental “bahasa Inggris saya jelek”, mending langsung ikutan kursus bahasa Inggris kalau memang niat tinggal disini
  • Jangan selalu harapkan kalau kita bisa mudik setiap tahun (meskipun pengharapan orang-orang ke kita, kita seharusnya mudik setiap tahun). Kalau kebetulan Mas bulenya wis royal, banyak duit ya bisa -bisa saja mudik tiap tahun. Atau kita pribadi kelebihan uang yang bisa disisihkan until ongkos mydik. Tapi pada kenyataannya tidak semua pendatang bisa dengan manisnya mudik ke Indo setiap tahun. Saya termasuk contoh imigran kere. Sejak hijrah 2005, baru 2x balik ke Indo.

Kalau ada yang gatel nanya “emang situ gak kerja apa?” Jawabnya, Memang kalau saya kerja kamu pikir gaji saya berapa gitu.

Ini termasuk juga saat ada musibah di tanah air, 2x saya cuma bisa nangis waktu ortu meninggal, karena saya di sini dan GAK MAMPU pulang. Sedih? Banget. Cuma mau gimana lagi, gak mungkin kan bayar ongkos pesawat pakai bulu ketek?

  • Jauh dari sanak saudara dan jangan mengharapkan bakalan dikunjungi. Saya orangnya ternyata tipe “gak apa-apa dan gak minta apa-apa”. Selamat pindah, saya tidak merengek-rengek minta dikunjungi sanak saudara, secara tidak murah ya. Lagian juga saya orangnya males ngerepotin…kalau ada yang punya rejeki lebih pas main ke Amrik, kebetulan “lewat” tempat saya, kalau mau ketemuan ya monggo. Pernah beberapa kali saya koq bego nya ngarep dikunjungi, sempet minta dikunjungi pula…tapi ternyata saya tidak masuk daftar “penting untuk ditengok” …ya wis. Gak apa-apa.
  • Jangan harapkan bantuan dari tanah air…(jauh aja!!) Dulu di Indo, duit kurang minta ortu. Sakit minta dikelonin ortu. Di sini siapin mental buat MANDIRI. Saya ngelahirin ya berdua sama laki, setelah melahirkan kalau temen2 di Indo dikelonin sejuta helpers saya ya do it yourself Anak sakit ya ditungguin sendiri, suami di operasi ya ditungguin sendiri, mobil mogok di tengah jalan, suami di negara lain, ya dorong.

Tapi…jangan keder ya…gak usah terlalu dipikirin juga.

Bantuan datang dari berbagai bentuk lah. Gak ada saudara, selalu ada orang-orang di sekitar kita yang gak akan sungkan-sungkan akan menolong kita.

Kayak waktu mobil saya di tabrak lari, untuk ngebenerin saya harus punya $500. Buat ukuran keluarga saya saat itu, uang segitu gak kecil ya…

Dilalah dapat sumbangan dari strangers….

Ada kebakaran di rumah, tetangga punya alat pemadam kebakaran, sehingga api bisa dipadamkan sebelum unit pemadam kebakaran datang

Gak ada mobil, ya naik sepeda, atau jalan kaki, atau naik bis

Gak ada ortu ato mertua, atau kakak, adik buat jagain anak, ya bayar daycare atau sitter atau teman/tetangga yang baik hati.

Ngomong-ngomong, kondisi “glamor” yang saya paparkan di atas gak selalu berlaku untuk semua imigran loh ya.

Banyak juga koq teman-teman Indo yang Alhamdulillah rejeki mereka bagus dan berlimpah, bolak balik Indo-Amrik mah gak masalah…

Yang sering dikunjungi keluarga dari Indo.

Tulisan di atas sebagian besar ya hal-hal yang saya alami sendiri, yang saya pikir2 gak apa2 lah dibagi,

Dengan harapan bisa membuat pembaca yang berminat hijrah ke Amrik agak membumi dan gak selalu melayang di negeri kayangan atau berangan-angan setinggi langit ketujuh ☺

Gimana? Siap mental?