gaya hidup

Hiking Di Musim Gugur

Sepertinya hiking di musim gugur, adalah keharusan deh buat saya. Karena selain udara sudah sejuk, pergantian warna dedaunan juga membuat pemandangan lebih apik.

Tahun lalu, keluarga kami pergi ke Red River Gorge, secara tahun ini ada si Covid19, kami tidak pergi menginap seperti tahun lalu, tapi saya yang sudah kena ‘cabin fever’ merengek-rengek minta hiking ke danau Nolin yang 1.5 jam sebelah selatan Louisville, KY.

Jadilah hari ini kami pergi ke danau Nolin. Sepanjang jalan, kami lihat pepohonan sudah ramai berwarna warni kuning, jingga dan merah keunguan.

Sampai di tujuan, di lokasi ada beberapa trail yang bisa dipilih. Kami ambil ‘waterfalls’ loop trail yang 1.9 mil.

Haduh seneng deh hiking di trail ini, sejuk, pohon2nya rindang dan lagi-lagi karena pas musim gugur, warna warni daun juga tambah bikin hiking kami asik banget. Meskipun tidak ada air terjunnya – karena di Kentucky, yang namanya air terjun itu sangat tergantung dengan hujan dan relatif voume air terjun disini kecil, dibanding air terjun di negara-negara bagian barat US- ini salah satu trail favorit saya.

Kalau saya boleh kasih saran ni, luangkan deh waktu untuk berada di alam. Selain udara segar, pemandangan yang cantik, tubuh diajak aktif, juga biar otak gak sumpek di rumah melulu!!

Saya sendiri awalnya bukan ‘anak alam’, ogah banget yang namanya jalan2 ke hutan. Tapi setelah pindah ke Amrik, diajak kemping, jalan-jalan di taman kota, hutan2 alam, saya lama2 hobi hiking dan bisa menikmati alam , sungai, lembah, pepohonan, meskipun tetap gak nolak diajak ke NY atau Chicago. 😉

Selingan Ringan : Senangnya Apartemen di Renovasi

Hari ini cerita ringan dulu ya..bukan tentang Covid-19, bukan tentang etika jadi perempuan, ,mau berbagi kebahagian dikit…

Awal tahun ini ,kami diberitahu oleh pengelola apartemen kalau mereka akan melakukan renovasi di semua unit2 apartemen. Renovasinya itu sik cuma ganti tipe lantai dari karpet ke hardwood di dapur, kamar mandi, ruang makan, beberapa bagian hallway seperti pintu masuk, ruang cuci, ganti kabinet dapur, ganti tipe wastafel dan kabinet di seluruh kamar mandi, ganti lampu2 di dapur, ruang makan, patio, kloset.

Sebulan sebelum renovasi di gedung kami dimulai, kami dikasih surat pengingat, dua minggu selanjutnya kami terima surat yang intinya memberi tahu apa-apa yang harus dilakukan dan tanggal berapa hari renovasi kami. Dari surat itu, kami tahu kalau hari renovasi itu tanggal 2 Maret, hari Senin. Kami harus memindahkan mobil yang diparkir di depan gedung untuk tenda para pekerja.

Repot? jelas, karena ruangan yang akan di renovasi itu dapur, ruang makan, 2 kamar mandi, dan satu wastafel. Dapur dan ruang makan kami itu ruang yang paling penuh barang2…ya sudahlah kami jadi ibarat pindahan, semua barang-barang di tumpuk sana sini, ya di ruang TV, ya di kamar-kamar tidur. Kami jadinya juga mengungsi ke hotel dari hari Minggu hingga hari Rabu.

Saya sama sekali tidak nangkringin saat renovasi dikerjakan, berisik juga, lagian saya juga harus kerja.

Jreng-jreng-jreng..pas balik…wuih…ternyata keren banget euy hasilnya. Lemari-lemari dapur dari warna coklat jadi warna hitam, tipe sink juga di ganti, dari dua sink jadi hanya satu tapi lebih deep. Trus lemari nya juga dibuat lebih tinggi, kami jadi ada nambah ruang penyimpanan dengan lemari baru ini. Lemari es, mesin pencuci piring dan kompor diganti dengan yang lebih up to date, ditambah lagi sekarang ada microwave. Kami mah senang banget ya, secara lemari es juga mesin pembuat esnya sudah rusak, dan microwave kami juga mulai ngadat, jadi dapat ganti seperti ini ya pas banget waktunya!

Ruang makan jadi terlihat lebih ‘luas’ dan sleek. Jadilah saya mutar otak buat mengatur ruangan, habis kan gak mau dong, sudah direnovasi jadi keren, masa gak di manfaatin buat di atur lebih apik?

Sebelum renovasi di dekat pintu ada dua tumpuk rak sepatu plus kotak-kotak isi selendang dll, sekarang kotak-kotak saya pindahkan ke ruang cuci, di atas rak sepatu saya cuma taruh nampan dan vas bunga yang sebisa mungkin saya selalu isi dengan bunga , biar siapapun yang datang, langsung disambut dengan bunga gitu…

Senang lainnya,, saya jadi punya ruang kerja lebih luas , kemarin sebelum renovasi, ruang kerja saja mepet banget..tapi sekarang lebih lega’an…

Yang saya senang, saya bisa buat tea station buat saya, coffee station buat yang suka ngopi,

bahkan anjing dan kucing saya pun punya pojokan sendiri sendiri…he…he..he. Itu pernak pernik anjing yang saya selama ini beli dan tersebar dimana-mana sekarang semua bisa ngumpul deh.

Untungnya lagi ya, renovasi unit kami selesai sebelum apa2 ditutup karena Covid-19. Karena setelah renovasi di jalan kami selesai, manajemen menunda renovasi ke gedung berikutnya.

Yang jelas saya sekarang yang ada selalu repot ngebersihin wilayah dapur …ha…ha..ha..karena baru siiik!!

Saya kurang tahu apakah renovasi apartemen itu hal biasa? Kami sudah tinggal di komplek apartemen yang sama sejak 2014, ini pertama kalinya kami mengalami renovasi. Kalau teman-teman pernah mengalami cerita renovasi pas tinggal di apartemen , monggo di bagi kalau mau.

15/20 : Negara-Negara Bagian Yang Saya Sudah Kunjungi – Bagian 1

Seperti janji saya, saya mau buat tulisan berseri 15/20 yaitu 15 tahun sudah saya berdomisili di Amrik.

Tulisan kali ini tentang negara-negara bagian yang saya sudah kunjungi selama 15 tahun tinggal di Amerika.

Hitung punya hitung, ternyata saya sudah kunjungi 35 negara bagian plus 1 – yaitu District of Columbia. Takjub juga euy sudah kunjungi negara bagian sebanyak ini. Total negara-negara bagian di Amrik itu ada 50, jadi saya cuma belum mengunjungi 15 negara bagian lainnya.

Yuk mari kita bahas satu-satu ya.

Karena banyak, saya bagi cerita saya menjadi 4 bagian ya. Setiap bagian saya akan cerita 10 negara bagian.

Saya coba urutkan berdasarkan kapan saya pernah kunjungi negara bagian yang bersangkutan.

  1. Washington (WA) :

Washington teknisnya adalah negara bagian dimana saya pertama kali menginjakkan kaki di bumi Amerika. Saya transit di bandar udara di Seattle. Selain negara bagian pertama, saya juga sempat liburan ke negara bagian ini. Saya pergi ke Mt. Rainier, Mt. Helen, Olympic National Park, naik ke Space Needle di Seattle, naik feri menyeberang .

2. Montana (MT) :

Montana adalah negara bagian pertama saya bermukim di Amrik. Kota-kota di MT yang pernah saya kunjungi selain Bozeman, adalah Billings, kota terbesar di MT, Missoula, Butte, kota pertambangan, Livingston, Helena, ibukota negara MT dimana saya harus wawancara untuk jadi penduduk Amrik (greencard), Anaconda dimana kami nginap di Fairmont Hot Springs, Whitefish, waktu kami mau lihat kereta api uap, Big Sky, kota tempat main ski yang kalau musim dingin penuh dengan keluarga2 berada berlibur disini. Montana alamnya sangat cantik ya, banyak air terjun yang cantik disini. Kalau kalian senang berpetualang di alam, MT salah satu surganya deh.

3. Wyoming (WY) : negara bagian tetangganya MT. Kami hampir tiap akhir pekan main ke Yellow Stone National Park yang sebagian areanya masuk ke negara bagian WY. Di WY, kami pernah ke Jacksonhole, kota turis- konon Harrison Ford punya rumah disini, lalu kami juga pernah ke Cheyenne, ibukota WY. WY masih mirip dengan MT, kamu akan melihat banyak peternakan kuda, lapangan rumput, pokoknya koboi banget deh!

4. Idaho (ID) : negara bagian tetanggaan MT di sebelah barat/selatan. Kami mengunjungi kota Boise, ibukota ID, Twin Falls.

5. Colorado (CO) : Kami pergi ke Denver, ibukota CO dan ke salah satu lokasi resor, tapi saya lupa namanya. CO ini negara bagian favorit saya deh. Pemandangan CO ini ciamik banget. Dan negara bagian ini juga amat sangat outdoorsy, rasanya kalau tinggal disini bawaannya mau hiking, berkayak, sepedaan dll….cita-cita kalau tua mau tinggal di CO

6. Utah (UT), saya dua kali ke UT, pertama dengan keluarga, kami ke Salt Lake City, kota terbesar di UT dan kedua kali waktu dapat penghargaan dari tempat kerja.

7. California (CA) : Pas saya kesini pertama kali saya lagi hamil, jadi kurang ngeh dengan ini dan itu di Cali. Pertama kali ke Cali, kita ke San Francisco, jalan di Golden Gate Bridge, ke Palace of Arts, ke hutan Muir, ke Fisherman Wharf, naik troli, ngeceng depan Saks Fifth Avenue, maklum masih kampung waktu itu, potretan di Lombard Street yang meliuk-liuk, trus ke chinatown

Kedua kalinya saya ke Cali, kami ke Sacramento, ibukota Cali lalu ke Monterey Bay, mampir di aquariumnya saya anak saya yang masih umur 2 tahunan.

8. Nevada (NV) : kalau tidak salah kami ke Reno , yang saya ingat cuma suasana judi dimana-mana…ha..ha..ha..

9. Oregon (OR) : kami cuma numpang lewat sih di negara bagian ini, kalau tidak salah mampir di Olympia, ibukota negaranya.

10. South Dakota (SD) : kami mengunjungi Mt. Rushmore, Badland yang puanaaasnyaaa minta ampun dewh. SD pemandangannya ini rata, bikin males…ha…ha..ha…kurang cantik gitu, tidak ada pegunungan ataupun pantai.

Negara-negara bagian diatas, saya kunjungi dalam kurun waktu 2005-2009.

Liburan Musim Semi 2019 : Louisiana

LAsign

Lanjutan dari blog sebelumnya….Dari Mobile, AL, kami melanjutkan perjalanan ke New Orleans, Louisiana.Kenapa New Orleans?New Orleans atau NOLA termasuk kota tua yang beken dan bersejarah di Amrik, buat teman-teman yang senang hura-hura, kota ini cocok banget. Bar dimana-mana, disini orang boleh minum alkohol sambil jalan kaki di ruang terbuka – dalam arti kita boleh negak minuman beralkohol pas sightseeing gitu!Saya sih tidak terlalu tertarik dengan bar hopping ya, tapi lebih tertarik melihat arsitekur dan suasana NOLA yang konon beda dengan kota-kota lainnya di Amrik.Dari AL ke LA, kami sempat mampir di pantai Biloxi, di negara bagian Missisipi. Waduh, pasirnya putiiiiiiiiiiih banget! hampir-hampir seperti salju! Sayang tidak sempat berlama-lama di MS, mungkin lain kali kami bisa kunjungi lagi ya…

Sampai di NOLA, hari sudah gelap. Kami lagi-lagi sewa apartemen di pusat kota dari airbnb. Mm..unitnya bagus ya, lokasi nya juga ok banget, diapit sama resto Asia, cuma saya panik karena ….unitnya tidak ada jendela!! Maklum saya senang sekali melihat matahari, jadi pas ‘ngeh’ kalau apartemen kita tidak ada jendela di kamar (cuma ada jendela atap), saya kurang nyaman rasanya….pelajaran besok-besok kalau mau sewa airbnb pastikan ada jendela!

Malam itu saya sempat jalan-jalan di pusat kota NOLA..waduh…ramainyaaaaaaaaa minta ampun!! Saya sampai bingung..ha…ha..ha..Kami juga ke daerah French Quarter yang isinya ya bar, resto, hotel, sungguh sangat hiruk pikuk dan bau pesing dimana-mana. Saya mah tidak bisa menikmati suasana seperti ni ya, yang ada malah pusing!lolYang jelas kalau di NOLA, jangan lupa makan beignet, donutnya NOLA.

greengrenade

Penasaran apa benar boleh jalan sambil minum minuman alkohol, saya beli lah, minuman green grenade…dengan tidak PD-nya saya teruskan sightseeing, tapi sambil celingukan, pas lihat-lihat ternyata ya banyak orang-orang seliweran dengan membawa minuman beralkohol mereka. Gilee….untunglah aturan ini cuma di NOLA (yang saya tahu)Besok harinya kami lanjutkan dengan sightseeing di pusat kota NOLA, naik troli,

makan di resto lokal, nyicipn gelato yang dibentuk seperti bunga cantik, turis lah pokoknya…

Saya sih gak ada bosan-bosannya melihat arsitektur gedung-gedung di NOLA – ada kemiripan dengan gedung-gedung di AL juga.

Anak dan sang ayah mampir ke aqurium setempat, saya mah teruskan dengan jalan-jalan dengan si anjing setelah sempat fotoan dulu sebelum masuk aquarium.

oxdiaquariumNOLA

Selesai di NOLA, kami lanjutkan lagi perjalanan ke negara bagian selanjutnya!

Liburan Musim Semi 2019 : Alabama

Tulisan ini telat banget deh. Secara ini cerita pas liburan musim semi tahun 2019.

Gak apa2 ya…mending telat di banding enggak sama sekali kan.

Jadi, kalau kami liburan itu, seringnya ya pas anak liburan sekolah. Dan kalau orang sini, biasanya kalau jalan-jalan di bulan Januari hingga Mei, pilih ke negara-negara bagian di sisi selatan, karena udaranya lebih hangat dibanding kalau pergi ke negara-negara bagian di utara. Saya sendiri memang pernah ngerasain pergi ke negara-negara bagian utara (Wisconsin, New York, Illinois) di bulan Maret/April …weleeeh…dinginnya masih berasa banget!  Dan juga jadi aktifitas agak terbatas ya, karena ya itu temperatur masih rendah.

Kali ini kami pilih ke Alabama, Louisiana dan Florida. Alabama karena ayah si kecil mau lihat musim kapal perang di Mobile, di Louisiana kami mau mampir di New Orleans, Florida karena si kecil belum pernah ke negara bagian Florida dan sekalian ‘lewat’ juga pas balik ke Kentucky.

Ceritanya bersambung ya..biar tidak capai membacanya.

Dimulai dari Alabama,

ALstatesign

Mobile itu lokasinya di pantai Gulf, untuk ke Mobile, kami harus lewat Birmingham, yaitu ibukota negara AL. Saya kan hobinya motret gedung-gedung pemerintahan setiap negara bagian, jadi harus mampir dong..

Puas motret-motret dan bergaya ala turis, kami teruskan perjalanan ke Mobile. Untuk penginapan di Mobile, kami sewa dari Airbnb karena relatif lebih murah, terutama karena jalan-jalan kami kali ni , kami bawa anjing kecil kami.

Kami sewa rumah 2 kamar tidur, satu kamar mandi yang membolehkan anjing, lokasi dekat dengan pusat kota Mobile. Rumahnya wis apik. Enaknya sewa dari Airbnb, kita bisa masak ya, jadi tidak harus makan luar terus, dan kami merasa lebih ‘aman’ kalau memang harus meninggalkan si anjing, tidak akan mengganggu tetangga seperti layaknya di kamar hotel.

Hari pertama kami di Mobile, kami cuma jalan-jalan sekitar pusat kota saja, yang jelas kalau mampir ke daerah sini, pilihan makanannya pilih makanan seafood ya! Karena ya ini tempatnya!

Di Mobile, kami habiskan waktu di musium kapal perang – saya tidak ikut, cuma si ayah dan anak saya. Saya cuma jalan-jalan di luar musium , foto-fotoan sama anjing saya yang super nurut….;-)

lalu coba mampir di pantai di Gulf Shores, yang ternyata amat sangat berangin dan dingin!!! jadi kami tidak bisa lama-lama di pantai…

hari terakhir kami mengunjungi peternakan buaya di Summerdale, AL.

O iya, AL terkenal sebagai negara bagian yang banyak lokasi rawa-rawa alias swamp.

Tadinya kami mau ambil tiket buat ke pelesir ke rawa, tapi sayangnya cuaca tidak mendukung. Cukuplah kasih makan buaya, gendong bayi buaya dan melihat rawa buatan di peternakan ini.’

Asli buaya-buaya di peternakan ini gede-gede…dan bayi-bayi buayanya juga super rakus euy. Pas anak saya lempar makanannya, itu bayi-bayi langsung deh ramai-ramai berebutan makanan.

Hari terakhir di Mobile, kami makan di resto Spot of Tea di pusat kota Mobile, haduh, enak banget! kalau sempat ke Mobile, kudu deh mampir disini, saya pesan grit udang dan french toast.  Enaaaaaaaaaaakkk!!

Kami juga sempat mampir di museum sejarah Alabama, dan jalan-jalan di square di tengah kota yang banyak patung-patung mardi gras.  Kalau waktu terbatas, kayaknya enak juga ikutan tur pakai troli ya.

Satu hal yang saya perhatikan di Mobile, AL ,pohon-pohon disini koq cabang-cabangnya unik , seperti berbulu gitu, kayak tangan raksasa..he..he..he.coba deh lihat sendiri….Saya takjub saja, gak pernah lihat pohon seperti ini di negara bagian lain kayaknya….

Dari Mobile, kami lanjutkan perjalanan ke Louisiana! Sampai di cerita selanjutnya!

Kilas Balik Singkat 2019

Halo -halo!

Waduh sudah lama sekali ya tidak menulis di sini. Maklum sok sibuk …ha..ha..ha..

Yuk mari menulis lagi.

Mumpung masih bulan Januari 2020 , saya mau buka tulisan pertama di tahun 2020 kilas balik tahun 2019 tentang hal-hal yang saya pertama kali lakoni….

Coba kita lihat, apa saja sih yang ‘pertama kalinya’ di tahun 2019?.

Di tahun 2019 saya mulai bergabung dengan klub sehat dimana saya usahakan ikutan kelas olah raga, baik itu yoga, barre, atau senam di air. Tujuannya ?Kekinian?? Tidak juga sik..yang jelas ya biar badan tetap aktif saja sih, habis kerjaan saya sehari-hari ya nangkring di depan komputer 7-8 jam an…perasaan gak sehat saja gitu. Dan juga biar otak di ‘paksa’ buat melakoni hal-hal baru.  Apalagi kan hari gini jaman perawatan diri ya? self care istilahnya.

Tahun 2019 pertama kalinya saya mengunjungi negara bagian Alabama (AL),  Missisippi (MS), Louisiana (LA),  Georgia (GA) dan New York (NY). Total saya sudah kunjungi 35 negara-negara bagian di US , jadi masih ada 15 negara bagian lagi!  Asikk..mudah-mudahan kalau saya sempat saya ceritakan juga hari-hari saya di 4 negara bagian baru tersebut ya.

Tahun 2019, pertama kalinya sejak saya hijrah ke Amrik tahun 2005, saya di kunjungi teman sebangku saya di SMA. Kami ketemuan di New York, ini boleh di bilang perjalanan solo saya pertama tanpa keluarga. Asik juga ternyata…

 

Tahun 2019 saya pertama kali ikutan kelas belajar bikin coklat,belajar melukits dan dilukis, belajar merawat kaktus, nonton komedi JoKoy, mencoba pengalaman Escape’ dan mendonorkan darah, nonton stripper laki-laki, icip2 minuman anggur di tempat pembuatan anggur lokal

Pelisir ke Dayton, Ohio, naik gondola di Indianapolis, Indiana,menginap dan ikutan main di luncuran air di Great Wolf Lodge, di Mason, Ohio, nyobain rel kereta inclined di Chatanooga, Tennesse

Tahun 2019, saya pertama kalinya menang door prize di tempat kerja…lumayan dapat Roomba….

Di tahun 2019, saya kehilangan ibu saya……. saya resmi yatim piatu………..

Sudah, segitu saja seperti nya ‘pengalaman pertama kali’ di tahun 2019.

Mudah-mudahan di tahun 2020, ada banyak lagi pengalaman pertama kali yang saya bisa lakukan ya!

Sampai ketemu lagi!

 

 

 

 

 

Pertama Kali : Jadi Pendonor Darah

Hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019, saya pertama kalinya menyumbangkan darah.

Norak dan telat ya? He..he..he..

Memang saya akui koq kalau dalam masalah ini saya telat banget. Sudah sering lihat teman2 baik di Indo maupun Amrik berdonor ria.

Alasannya? Sok sibuk sama kerjaan dan saya paling malas kalau harus pergi ke tempat A cuma mau nyumbang darah wae.

Tapi koq tahun ini saya dapat ‘panggilan’ ..ceileee…

Pas baru saja ngobrol ngalor ngidul dengan teman kantor yang hobi mendonor dan dia menceramahi saya karena tidak pernah mendonor, seminggu kemudian waktu saya ke tempat olah raga, eh lihat pengumuman ini..

Wah..masih sempat daftar dong? Pikir saya.

Dan juga waktunya tidak mengganggu jadwal saya dan lokasi juga cuma 5 menit dari rumah.

Jadilah malam itu saya mendaftarkan diri. Besok harinya saya tanya2 lagi ke teman saya yang sudah “pakar” dalam mendonorkan darahnya.

Dia bilang banyak-banyak minum air, usahakan tidak minum obat apapun malam sebelumnya.

Pas hari H, saya sudah menegak 2 botol air dan makan pagi komplit..(mie goreng dong!😜)

Datang ke lokasi, saya di cari di pendaftar dan kartu identitas saya di cek. Setelah masalah administrasi selesai, suster nya mengecek kadar haemoglobin saya dengan mengambil darah saya beberapa tetes.

Kadar Hm saya bagus, di atas 12.

Selanjutnya saya diminta untuk menjawab 50 pertanyaan Ya/Tidak.

Pertanyaan2 ini untuk mengecek kebiasaan dan gaya hidup pendonor , mngecek resiko kesehatan kita lah intinya. Apakah kita pernah tinggal di negara tertentu, melakukan aktifitas tertentu, ada penyakit tertentu dsb.

Setelah selesai menjawab pertanyaan, saya diminta berbaring di kasur periksa. Di situ si suster mulai mencari pembuluh darah saya.

Saya diberikan semacam busa yang saya bisa remas-remas. Setelah ketemu , suster lagi mrmbersihkan bagian itu dengan alkohol.

Lalu?

Ya disuntik jarumlah saya…he..he..he..

Sakit? Sakit dikit lah..tapi gak sampai meringis lama2.

Selama darah saya diambil, saya harus meremas-remas si squeezer supaya si pembuluh tetap memompa darah saya.

Total darah yang diambil itu 1 pint.

Selain darah yang diambil di kantong, darah saya juga diambil dalam tabung-tabung kecil. Darah ditabung-tabung ini adalah darah saya yang akan dites: apa golongannya, apakah ada penyakit tertentu dsb.

Setelah jarum dicopot, dan bekas tempat pencoblosan jarum ditutup 2 jenis plester- satu kain kasa yang bolrh dicopot setelah 5 jam dan satu lagi plester silang warna jingga yang boleh dilepas setelah satu jam.

Setelah itu suster minta saya mengangkat tangan saya selama beberapa menit. Intinya mencegah si darah tidak “bocor”.

Selesai deh!

Sebelum pulang saya boleh pilih makanan ringan :ada oreo, cheez it, kismis, dll, dan jus apel atau fruit punch dan juga dikasih kaos gratis.

Mudah ya?!

Saya juga dikasih tahu sama si suster, kalau suatu saat darah saya dipilih menjadi donor, saya akan di kirim email pemberitahuan.

Wah..terharu juga kalau saya dapat pemberitahuan seperti itu..karena artinya darah saya dipakai untuk menyelamatkan seseorang kan?

Waktu saya tanya lagi ke teman saya yang pakar donor (64 kali!!), dia ternyata baru-baru ini dapat email pemberitahuan yang si suster bilang.

Darahnya dipakai untuk tranfusi seseorang. Asli terharu kan?!

Ada satu hal yang saya mau ingatkan..setelah kita mendonorkan darah, ada efek sampingnya.

Bisa mual, lelah, tidak punya energi dan ngantuk.

Pendonor juga tidak disarankan melakukan aktifitas yang terlalu menguras tenaga.

Jadilah saya batalkan kelas olah raga saya malam itu dan besok malamnya.

Masalah efek samping….saya ternyata kena ngantuk….

Dan ngantuknya itu buanngggeet!!!

Jam 7 malam hari itu, saya sudah ngorok di kamar….zzzzz

Jadi kesimpulannya gimana?

Jadi pendonor itu bikin hati senang ternyata. Mudah, tidak bertele-tele, gratis pula! Dan, darah kita mungkin bisa menyelamatkan seseorang loh!

Kalau teman-teman belum pernah melakukannya, mudah-mudahan setelah baca tulisan ini, jadi ikutan ya?

Yang jelas, menurut suster, minimum umur pendonor tanpa ijin orang tua itu 17 tahun. Maksimum? Tidak ada batasan, asalkan sehat dan berat badan mencukupi. (Ada batas minimum , tapi saya tidak tanya, yang jelas tidak boleh terlalu kurus ya.)

#pertamakali

#donordarah

Belajar Yuk Biar Tidak Goblok (2): Apa Itu Women Shelter

Waktu saya hijrah ke Amrik tahun 2005, saya boleh dibilang clueless banget ya.

Meskipun saya anak Jakarta dan pas mendarat di Amriknya , mendarat di kota cilik, tetap saja banyak hal-hal baru, hal-hal berbeda yang saya temui.

Saya ingat suatu sore kami jalan2 keliling kota pakai mobil. Lihat thrift store, pawn shop, youth center dan segambreng istilah asing lainnya yang saya baru dengar saat itu.

Lalu di jalan rindang di daerah tertua di kota saya, saya melihat ada rumah kecil dengan papan “help center”.

Apa itu ya? Pikir saya.

Sekilas saya baca informasi di depan rumah itu : crisis counseling.

Saya tidak kepikiran tentang rumah kecil itu lagi sampai beberapa bulan kemudian saya ada masalah dengan pasangan, saya nekat kabur. Maklum saya kan agak2 dramatis lah. Baru umur 30 an gitu deh….

Saya waktu itu tidak punya mobil ya, jadilah saya jalan kaki. Mau kemana? Pikir saya?

Yang jelas saya tahu saya harus ke tempat aman (safe place istilahnya disini).

Lalu saya ingat ke rumah kecil yang saya lewati beberapa waktu lalu. Saya putuskan untuk pergi ke tempat itu.

Jarak dari tempat saya tinggal ke rumah kecil itu 2.4 mil atau 3.8 kilo.

Jaman itu belum ada telpon pintar ya, jadi saya tahu lokasi semata2 karena saya perhatikan jalan ini dan itu.

Setelah saya sampai disitu, petugas langsung terima saya, tanyakan apa masalah saya dan tanpa banyak bla bla bla lagi saya di transpor ke ‘rumah rahasia’.

Intinya rumah kecil yang saya datangi itu adalah tempat dimana penduduk bisa mencari pertolongan : baik itu makanan, rumah, perlindungan dari pasangan yang pengguna obat, alkohol, abusive, saat merasa putus asa dan lain2nya.

Karena kasus saya saat itu (verbally abused/controlling saya diancam akan dicabut akses ke rekening bank-padahal saat itu saya tidak kerja), dan saya tidak mau balik ke rumah, oleh petugas saya dikirim ke women shelter.

Apa itu sih women shelter?

Women shelter pada dasarnya rumah yang disediakan untuk wanita2 yang mengalami penyiksaan (abused) , terutama fisik.

Women Shelter (WS) ini lokasinya dirahasiakan. Sangat tertutup dari luarnya. Tidak boleh ada yang tahu alamat WS ini dengan alasan keamanan. Cuma petugas dan polisi yang tahu dimana WS ini.

Karena kecenderungan si penganiaya, mereka biasanya terus mengejar si korban sampai mereka temukan. (Ada filem mbak JLo deh kalau tidak salah)

WS ini dibuat sedemikan menjadi tempat aman buat penghuninya. Pintu pagar ada kunci tertentu. Tidak boleh ada pengunjung. Penghuni juga tidak diperkenankan keluar.

Petugas bekerja sama dengan polisi dimana kalau si penganiaya mengadukan si korban, polisi sudah mendapat laporan dari petugas tentang kondisi abused. Jadi polisi tidak akan memberikan informasi apapun ke si pelapor.

Intinya women shelter adalah fasilitas yang tersedia di kota untuk perempuan saat mereka butuh perlindungan dari perlakuan buruk pasangan.

Saya merasa sangat aman dan terlindungi di WS. Dan juga saya bisa tenangkan diri disini.

WS tidak mengenakan biaya apapun. Dan kalau kita minta bantuan tambahan, misalnya menelpon kedutaan, saudara, teman, mereka akan bantu kita.

Saya (dan anak) diberikan kamar sendiri. Kamar mandi, dapur, ruang bersantai. ruang cuci baju ya digunakan bersama penghuni lainnya.

Sabun, sampo, sikat gigi. sisir disediakan, kalau memang kita tidak bawa baju ganti, mereka akan carikan. (Karena kan..kebanyakan penghuni WS kabur tho..sebagian besar mana sempat ngepakin barang2 pribadi…)

Kita boleh tinggal maksimum 7 hari di WS.

Intinya di Amrik, banyak fasilitas untuk penduduknya yang mencari bantuan.

Semoga tidak ada yang menggunakan fasilitas WS ini ya. Tapi kalau pun ada, jangan malu atau ragu. Fasilitas ini ada untuk menolong kita.

Kalau mau cari fasilitas2 seperti WS gunakan kata2 dibawah ini waktu lakukan pencarian.

  • Abuse
  • Domestic violence
  • Abusive
  • Battered
  • Molested
  • Crisis
  • Counseling
  • Help
  • Hotline crisis

C50BC91B-3256-4358-B049-29CF70575A05

 

Eh..pembaca tahu kan ya bagaimana menggunakan mesin pencari?

#belajarbiartidakgoblok

#mypeoplegoblokkatanya

Tinggal di Amerika : Belajar Membangun Kredit

Halo!!

Saya kali ini mau membahas tentang pengkreditan ala Amerika.

Pengkreditan atau peminjaman uang mau tidak mau adalah hal yang kita akan lakoni sebagai ‘orang dewasa’ 😉

Dari mulai kartu kredit, pinjaman untuk sekolah, beli mobil hingga beli rumah.

Nah di Amerika, setiap kali seseorang mau meminjam uang ke bank atau institusi keuangan lainnya, si individu akan di cek angka kreditnya. (istilah Amriknya  itu FICO credit score atau cukup credit score- saya singkat dengan CS ya untuk seterusnya).

Pengecekan CS individu tidak selalu berhubungan langsung dengan permintaan kredit di insitusi keuangan, beberapa perusahaan (tidak semua) juga melakukan pengecekan CS sebagai syarat penerimaan kepegawaian, yang saya tahu juga sebelum kita bisa dipertimbangkan untuk bisa menyewa apartemen, pengelola apartemen mensyaratkan pengecekan CS.

CS  pada dasarnya adalah tiga angka yang didapatkan dari hasil analisa matematik kondisi keuangan individu untuk menilai kredibilitas individu dalam hal peminjaman uang.

Semakin tinggi CS individu, semakin rendah bunga yang bisa di dapatkan si individu.

Di Amrik, ada 3 biro utama yang merekam kegiatan kredit seseorang : Experian, TransUnion dan Equifax.

Setiap individu diatas 18 tahun bisa mengakses angka kreditnya dari masing-masing biro ini, dan angka yang didapat dari biro yang satu dengan yang lain biasanya tidak selalu sama karena setiap biro memiliki kriteria yang agak berbeda dalam hal menilai kredit individu. Kalau tertarik untuk mengetahu perbedaan kriteria antara ketiga biro ini, bisa dibaca di sini.

 

Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai CS disini -kebetulan rekan saya yang juga tinggal di Amrik menulis pembahasan cukup detail tentang CS di blog nya, pembaca bisa baca penjelasan tentang CS di blog dia Cerita SF-.yang saya mau coba bagikan ke pembaca adalah bagaimana kita sebagai imigran bisa membangun CS kita.

Masalah utama yang di hadapi kita sebagai imigran adalah : tidak memiliki sejarah pengkreditan sama sekali di US.

Lah, namanya juga imigran kan?  Hidup kita boleh dibilang dimulai dari NOL lagi.

Ibaratnya orang baru lulus mau mencari pengalaman kerja,

tapi selalu ditolak karena tidak punya pengalaman kerja. ?????

Jadi gimana dong? Tenang, ini saya bagikan tip berdasarkan pengalaman pribadi sendiri tentang CS ini :

Langkah paling mudah membangun kredit adalah lewat pemilikan kartu kredit.

  • Kalau anda bersuamikan/beristrikan orang Amerika (dan mudah-mudahan CS dia bagus!!), boleh minta supaya anda di cantumkan sebagai pemohon tambahan (co-applicant bukan authorized user) dalam kartu kredit pasangan anda. Pastikan kalau anda dicantumkan sebagai co-applicant, dalam arti anda juga turut bertanggung jawab dalam hal pembayaran kartu kredit yang anda ajukan yang notabene akan tercantum dalam laporan CS. Kalau cuma sebagai authorized user anda cuma bisa memakai kartu, tapi tidak bertanggung jawab secara keuangan yang artinya juga tidak membangun kredit anda. Cara ini saya lakoni di bulan-bulan pertama saya tinggal di Amrik.
  • Ajukan pengambilan kartu kredit toko – ada 2 jenis kartu kredit di Amrik : kartu kredit yang diterima luas di penjuru dunia dengan logo : Amex, Visa, MasterCard, Discover dan kartu kredit yang hanya bisa dipakai di toko-toko tertentu. Kartu kredit toko pada umumnya memiliki persyaratan yang tidak terlalu ketat dengan kartu kredit global. Kemungkian permohonan kredit anda akan disetujui lebih besar. Di mana bisa ambil kartu kredit toko? Hampir semua toko-toko besar di Amrik menawarkan kartu kredit : Macys, Dillard, Old Navy, Banana Republic, Ann Taylor, Target dsb.

Yang harus diperhatikan dalam kartu kredit toko ini adalah : tingginya suku bunga dan batas kredit tidak besar. Apa artinya tinggi suku bunga? Kalau anda tidak membayar saldo penuh di batas tanggal akhir , anda akan dikenakan bunga yang cukup tinggi (tergantung dari saldo akhir).

Keuntungan kartu kredit toko ini adalah, kalau setelah periode tertentu anda dilihat bagus kinerja nya (pembayaran tepat waktu, tidak pernah lewat batas kredit), selalu ada kemungkinan untuk di naikkan tingkatannya menjadi kartu kredit global – yang artinya ya anda bisa menggunakan kartu kredit yang bersangkutan di manapun kartu kredit diterima.

  • Ajukan permohonan kartu kredit terbatas (secured credit card) dari bank (lebih baik di bank yang memang anda punya rekening). Apa itu kartu kredit terbatas? Kartu kredit terbatas memiliki daya beli yang serupa dengan kartu kredit tradisional, bedanya adalah pemohon diharuskan menaruh uangnya terlebih dahulu di kartu kredit ini dan sebagian besar kartu kredit jenis ini memiliki iuran tahunan. Kalau di tempat saya kerja, minimum pemohon bisa menaruh uang $250 dan maksimum $2,000 dengan iuran tahunan $36.

Pada dasarnya pemohon menggunakan uangnya sendiri dalam membangun kreditnya. Seperti halnya kartu kredit tradisional, pemilik kartu kredit terbatas juga akan menerima laporan pemakaian (statement) di akhir periode tertentu dan diwajibkan untuk membayar apa yang sudah dibelanjakan, baik minimum ataupun penuh. Kira-kira setelah satu tahun, anda bisa coba mengajukan permohonan kartu kredit tradisional dengan syarat anda ya menggunakan si kartu kredit terbatas layaknya kartu kredit tradisional.

Ada beberapa hal yang saya mau bagikan juga dalam masalah pengkreditan ini , supaya teman-teman tidak salah kaprah…he…he..he.

  1. Memiliki latar belakang kredit yang baik di Amrik itu lumayan penting. Meskipun mungkin kita punya cukup uang untuk membayar ini itu secara tunai, tidak ada salahnya untuk tetap membangun kredit.  Saya pribadi pernah temukan kasus dimana ada individu yang notabene berkecukupan, tetapi ditolak permohonan kreditnya semata-mata karena dia tidak memiliki latar belakang kredit sama sekali.
  2. Semakin beragam jenis kredit yang pernah kita miliki, semakin ‘baik’ rapor kita.
  3. Gunakan kredit – terutama kartu kredit- tidak lebih dari 50% dari batas kredit yang diberikan
  4. Pertahankan dan jaga kredit pertama yang anda buka sebaik mungkin. Misalnya : kredit pertama yang anda dapat itu kartu kredit. Setelah kartu kredit ini anda dapat 3 kartu kredit lainnya dalam jangka waktu 3 tahun. Kalau anda memutuskan ingin menutup kartu kredit yang lain, usahakan tutup yang terbaru yang anda punya. Karena lamanya kredit yang anda miliki adalah salah satu faktor dalam CS.

 

Hidup Glamorku di Amrik

Tinggal di Amerika buat banyak orang itu ibarat mimpi jadi kenyataan, menang lotere milyaran lah.

Banyak orang-orang yang bela-belain akan melakukan apa saja buat bisa hijrah ke sini.

Konon nih..hidup di luar negeri itu serba enak….

Benar atau tidak siiih??

Mau tahu keglamoran hidup di Amrik?

  • Tinggal di Amrik, artinya kita harus bisa berbahasa Inggris. Keren dooongggg…. halah…siap2 untuk dipandang sebelah mata, dicemooh karena aksen kita yang terdengar asing. Jadi coba buang mental “bahasa Inggris saya jelek”, mending langsung ikutan kursus bahasa Inggris kalau memang niat tinggal disini
  • Jangan selalu harapkan kalau kita bisa mudik setiap tahun (meskipun pengharapan orang-orang ke kita, kita seharusnya mudik setiap tahun). Kalau kebetulan Mas bulenya wis royal, banyak duit ya bisa -bisa saja mudik tiap tahun. Atau kita pribadi kelebihan uang yang bisa disisihkan until ongkos mydik. Tapi pada kenyataannya tidak semua pendatang bisa dengan manisnya mudik ke Indo setiap tahun. Saya termasuk contoh imigran kere. Sejak hijrah 2005, baru 2x balik ke Indo.

Kalau ada yang gatel nanya “emang situ gak kerja apa?” Jawabnya, Memang kalau saya kerja kamu pikir gaji saya berapa gitu.

Ini termasuk juga saat ada musibah di tanah air, 2x saya cuma bisa nangis waktu ortu meninggal, karena saya di sini dan GAK MAMPU pulang. Sedih? Banget. Cuma mau gimana lagi, gak mungkin kan bayar ongkos pesawat pakai bulu ketek?

  • Jauh dari sanak saudara dan jangan mengharapkan bakalan dikunjungi. Saya orangnya ternyata tipe “gak apa-apa dan gak minta apa-apa”. Selamat pindah, saya tidak merengek-rengek minta dikunjungi sanak saudara, secara tidak murah ya. Lagian juga saya orangnya males ngerepotin…kalau ada yang punya rejeki lebih pas main ke Amrik, kebetulan “lewat” tempat saya, kalau mau ketemuan ya monggo. Pernah beberapa kali saya koq bego nya ngarep dikunjungi, sempet minta dikunjungi pula…tapi ternyata saya tidak masuk daftar “penting untuk ditengok” …ya wis. Gak apa-apa.
  • Jangan harapkan bantuan dari tanah air…(jauh aja!!) Dulu di Indo, duit kurang minta ortu. Sakit minta dikelonin ortu. Di sini siapin mental buat MANDIRI. Saya ngelahirin ya berdua sama laki, setelah melahirkan kalau temen2 di Indo dikelonin sejuta helpers saya ya do it yourself Anak sakit ya ditungguin sendiri, suami di operasi ya ditungguin sendiri, mobil mogok di tengah jalan, suami di negara lain, ya dorong.

Tapi…jangan keder ya…gak usah terlalu dipikirin juga.

Bantuan datang dari berbagai bentuk lah. Gak ada saudara, selalu ada orang-orang di sekitar kita yang gak akan sungkan-sungkan akan menolong kita.

Kayak waktu mobil saya di tabrak lari, untuk ngebenerin saya harus punya $500. Buat ukuran keluarga saya saat itu, uang segitu gak kecil ya…

Dilalah dapat sumbangan dari strangers….

Ada kebakaran di rumah, tetangga punya alat pemadam kebakaran, sehingga api bisa dipadamkan sebelum unit pemadam kebakaran datang

Gak ada mobil, ya naik sepeda, atau jalan kaki, atau naik bis

Gak ada ortu ato mertua, atau kakak, adik buat jagain anak, ya bayar daycare atau sitter atau teman/tetangga yang baik hati.

Ngomong-ngomong, kondisi “glamor” yang saya paparkan di atas gak selalu berlaku untuk semua imigran loh ya.

Banyak juga koq teman-teman Indo yang Alhamdulillah rejeki mereka bagus dan berlimpah, bolak balik Indo-Amrik mah gak masalah…

Yang sering dikunjungi keluarga dari Indo.

Tulisan di atas sebagian besar ya hal-hal yang saya alami sendiri, yang saya pikir2 gak apa2 lah dibagi,

Dengan harapan bisa membuat pembaca yang berminat hijrah ke Amrik agak membumi dan gak selalu melayang di negeri kayangan atau berangan-angan setinggi langit ketujuh ☺

Gimana? Siap mental?