selingan

Pertama Kali : Ikutan Kelas Masak

Kali ini saya mau cerita pengalaman saya ikut kelas masak bareng Cooking at Millie.

Nemu kelas ini tidak sengaja pas lagi browsing Facebook…lucu juga pikir saya.

Secara saya seneng coklat…

Iseng ah..gak ada salahnya! Jadilah saya daftarkan ke kelas hari Selasa tanggal 12 Februari 2019 jam 6:30 PM.

Biaya nya $55.00 , gak murah sik..sekali2 boleh lah.

Saya sempat nanya boleh gak bawa anak saya -buat motoin says gitu- tapi gak boleh karena tempat terbatas katanya.

Jadilah selesai kerja, jam 5:40 pm, saya berangkat. Lokasi kelas di pusat kota Louisville, sekitar 30 menitan dari tempat saya tinggal.

Sampai di lokasi, sudah ada 8 peserta, semuanya pasangan..ada Ibu Dan anaknya, ada suami istri….lha..saya manyun juga cuma sendiri…katanya tempat terbatas??

Ya sudahlah…

Saya pilih meja kedua dari depan.

Penataan ruang ya seperti layaknya dapur. Ada kompor dengan 4 burner, panci, mangkuk, spatula, garpu.

Di area kerja saya, sudah tersedia bahan2 yang akan digunakan untuk membuat coklat malam ini

Jam 6:35, kelas dimulai.

Coklat pertama yang dibuat adalah oreo chocolate truffles.

Tinggal campur kue oreo yang sudah jadi bubuk- tanpa bagian putihnya- dengan cream cheese.

Adonan diuleni sampai tercampur semuanya lalu dibentuk bola-bola kecil

Koq truffles saya pipih begini ya?? Ternyata cara saya me-roll adonan kurang “muter”! Ha!!

Bola2 coklat ini lalu disimpan di kulkas supaya mengeras.

Aktifitas media adalah membuat adonan bentukan coklat yang nantinya akan digunakan untuk membuat coklat berbentuk bunga mawar.

Pertama-tama air didihkan diatas panci, setelah mendidih, matikan api,pindahkan panci ke counter, kalu kita letakkan coklat serpihan di atasnya dan mulai mengaduk-aduk hingga semua coklat meleleh.

Setelah meleleh, masukkan air gulag sedkitsemi deficit. Air gula akan membuat lelehan coklat kita liat seperti clay..

Proses ini lumayan makan waktu lama, karena kita harus terus mengelus menguleni adonan coklat sampai adonan “pas”: tidak berair, tidak terlalu kaku juga.

Setelah adonan jadi, seperti foto diatas, harus di keringkan.

Sementara menunggu adonan kering, peserta ke penganan coklat berikut : stoberi celup coklat.

Langkah pertama adalah serpihan coklat yang ditandai dipping kita lelehkan.

Prosesnya sama seperti melelehkan coklat pertama kali, tapi kita tidak menggunakan tambahan gula.

Dan disini peserta harus terus menerus mengaduk si lelehan coklat sembari mencemplung si stroberi supaya coklat tidak mengeras.

Saya barragan dengan peserta sebelah gantian mengaduk coklatnya.

O iya..truffles kita yang disimpan di kulkas sebelumnya juga akan dicelup coklat barengan dengan stroberi.

Tuh….hasilnya!!! Banyak ya?!!

Selesai celap celup, kita balik ke adonan coklat lagi.

Sekarang peserta harus meratakan si adonan

Haduh! Pegel!

Sebisa mungkin kita bikin adonanjadi tipis, supaya lebih enak dimakan.

Selesai meratakan adonan, mulai lah kita mencetak pola untuk membuat bunga mawar coklat.

Cetakan yang dipakai adalah cetakan berbentuk hati dengan ukuran yang berbeda-beda.

Peserta juga diberikan edible glitters yang bisa ditaburkan di kelopak mawar.

Dan ini hasilnya!

Selesai acara, masing-masing peserta membawa pula satu kontak coklat berisi oreo truffles, stroberi value coklat, coklat berbentuk mawar dan lolipop hati.

Seru?

Seru! Saya pribadi tidak hobi masak, tapi saya lebih tertarik ke ‘ilmu’ memasak…

Misalnya….saya jadi tahu

Kenapa coklat jangan dicampur dengan air misalnya (karena buyar), kenapa stroberinya jangan disimpan di lemari es..karena akan terlalu berair..akan susah celupan coklat nempel.

Kenapa pas nyampur gula dengan coklat kita gak mau adonan terlalu berminyak…

Mau ikutan lagi?

Boleh aja..kalau temanya menarik!

O iya..peserta disuguhi 2 shots bourbon…di tengah-tengah kelas…

Say minum seeuntik…ha.ha..ha..gak doyan…berhubung disuguhi ya monggo wae….

Sekian cerita pendek pengalaman saya…

Sampai lain kali!

Advertisements

Mumpung di Amrik: Explorasi Makanan Dunia

Sebelum ke Amrik, saya boleh dibilang kurang gaul dalam hal makanan. Pernah sik makan di resto Arab di hotel Sahid Jaya, makan Korea di resto2 dekat bundaran HI, makan Sushi di Darmawangsa, makan sup telur ala Cina di Blok M, makan taco di Plaza Indonesia, makan burger di resto rantai ala Amrik.

Gak berani makan yang kurang familiar ya, selain keder, gak ada teman yang mau diajak dan mahal juga kali…

Disini saya pertama kalinya makan masakan India…eh..suka ternyata….

Lalu kebetulan punya kenalan orang Turki, orang Irak, orang Paki yang rata-rata hobi masak.

Jadilah saya kenal baklava, nasi biryani, dan berbagai makanan asing lainnya….

Yang enaknya di Amrik, harga makanan dunia itu rata-rata ya sama dengan masakan lokal.

Kalau pas ada rejeki kami jalan-jalan ke kota besar di Amrik, pasti kami nyobain makan di resto yang tidak biasa.

Yang jelas nyari resto Indo lah, dari mulai Seattle, San Francisco, Denver, Ohiyo di Cleveland, Bali di Columbus, Mayasari di Indiana, Rickshaw di Chicago, Dallas, Bandung di Madison, Java Warung sudah kami coba.

Favorit kedua itu masakan India, menu favorit saya itu domba/lamb, mau di nasi, atau ala semur, saya doyan.

Kalau di resto Cina, saya paling girang kalau nemu bebek Peking.

Masakan Korea, ya nge-BBQ .

Buat saya, selain excited nyoba makanan baru, saya senang menelaah kemiripan makanan negara yang satu dengan negara yang lain ataupun karakter makanan.

Baru tahu kalau ada mi kari misalnya, atau ternyata masakan Afrika banyak penganan ikan dan rasanya mirip sama ikan panggang Indo.

Atau idealnya bebek Peking supaya garing, harus dianginin 24 jam sebelum dimasak…

Siomai bukan cuma milik abang2 sepeda di pinggiran Jakarta….

Jenis-jenis mi itu buanyaaaak….. ada mi kurus, mi endut (udon), mi transparan dan seterusnya…

Ramen aslinya kuah dasarnya dari ūüź∑ūüźĖūüźĹ

Vietnam dan India kenal dengan krupuk juga…

Crepes pada dasarnya martabak….bisa manis, bisa asin

Matcha, Chai, jadi favorit saya selain teh Sari Wangi…

Fudge itu ibarat dodol buat bule…

Yogurt ternyata bisa digunakan di makanan tho?

Orang Meksiko, Cuban, Afrika ternyata demen pisang goreng juga.

Inget susu kental manis?

Coklat Brazil, cemilan manis ala Meksiko pakai juga loooh

Seru kalau saya bilang ya..

Ternyata banyak yang kita pelajari dari makanan!

Beneran deh..saran saya..kalau tinggal di sini, apalagi di kota besar..yuk berpetualang kuliner!

Pertama Kali : Dilukis dan Melukis

Dulu waktu tinggal di Indo, pas jalan-jalan ke Pasar Seni Ancol sering lihat artis yang sedang melukis modelnya atau pengunjung di publik.

Lucu juga.

Cuma saya tidak PD. Mahal juga kali…

Di Amrik, pemandangan yang sama cukup sering saya lihat. Ada rasa kepingin, cuma koq ya keder ya…gimana gitu…

Nah, bulan Oktober lalu, di kota tempat saya tinggal ada festival seni tahunan, St.James Art Festival namanya.

Saya dan teman saya, yang anak Indo juga jalan-jalan lah ke lokasi St. James.

Teman saya sehari sebelumnya sudah mampir dan dia niat banget untuk dilukis sama artis ini.

Saya mah hayoo saja. Cari punya cari, kita ketemu juga artis ybs.

Saya mengamati si artis melukis teman saya.

Ternyata keren loh…dari mulai kanvas kosong, coret sana coret sini, campurkan warna-warna cat, hingga jadi potret wajah itu kira-kira 30 menit.

Teman saya selesai dilukis, saya koq jadi kepengen juga? Latah ya?

Jadilah saya gantian duduk manis di kursi…

30 menit kemudian lukisan wajah saya jadi deh…

Puas gak? Puas.

Apalagi si artis, namanya Ali membolehkan saya memilih warna latar belakang di lukisan saya ( ungu lahūüėä)

Si artis mematok harga $94 untuk lukisan wajah ini.

Mau dilukis lagi lain kali? Gak solo kali ya..berdua sama anak lucu juga kali…he..he..he…

Mirip gak lukisannya sama aslinya?

Kata anak saya sik mirip ūüėć

Setelah punya lukisan diri, beberapa bulan kemudian, teman saya yang lainnya mengajak saya ikutan kelas lukis singkat di Uptown.

Saya pernah diajak sebelumnya, tapi tidak ikutan, di tempat yang berbeda.

Nyesel juga tidak ikut, karena pas lihat hasil lukisan teman saya, low lucu juga…

Ya sudah..kesempatan belum tentu datang 2 kali kan?

Biaya kelas singkat ini $40, tapi saya dapat diskon, jadi saya cuma bayar $37.

Sampai di lokasi, peserta sudah disediakan celemek, 4 ukuran kuas, kanvas yang sudah bersketsa sesuai dengan pilihan kelas.

Tema lukisan itu beda setiap bulannya, tema kali ini adalah pemandangan di kanal Venice, Itali.

Saat itu ada total 7 peserta di kelas, 2 laki-laki dan 5 perempuan.

Instrukturnya perempuan masih muda.

Kelas dimulai sesuai waktu, pertama-tama peserta menuangkan cat 6 warna berbeda di kertas di area masing-masing.

Lalu instruktur memberi tahu peserta warna apa yang akan dicampur dan bagian mana dari sketsa yang akan diwarnai.

Setelah 1.5 jam, akhirnya lukisan saya jadi!

Yang uniknya , meskipun kita semua melukis obyek yang sama, hasil akhir beda loh!

Dan yang saya baru sadari, ternyata melukis itu relaxing banget!

Saya sangat menikmati perasaan saat saya mencampur warna dan bermain dengan kuas di kanvas.

Dan waktu lukisan akhirnya selesai, ada rasa puas melihat hasil karya sendiri.

Mau ikutan kelas lukis lagi?

Most likely I will!

Pertama Kali : Nonton Penari Seksi Laki-laki

Baru bikin seri baru ah..judulnya Pertama Kali.

Alias cerita saya saat pertama kali melakukan sesuatu yang baru, yang belum pernah saya lakoni sebelumnya.

Tidak selalu harus yang heboh ya, dari mulai hal kecil seperti masak siomay misalnya, sampai jalan-jalan ke tempat tertentu.

Karena ini tulisan pertama, saya pilih obyek yang agak-agak “Astaga!”

Kalau pembaca merasa tulisan ini tidak pantas dibaca, ya silahkan tidak dibaca.

Kalau memutuskan untuk teruskan membaca, monggo dan terima kasih.

Eng. Ing.Eng.

Male Dancer atau Male Entertainer, begitu mereka menyebut mereka sendiri.

Pernah nonton filem Magic Mike?

Pada dasarnya ya itu yang saya tonton, cuma bukan film, tapi di panggung langsung.

Gara-garanya ada teman yang hobi cari kegiatan ini itu. Dia ajak saya nonton The New Fifty Shades of Male Revue.

Pikir-pikir, ah ayo saja..kebetulan dapat tiket murah $9 dari Groupon, dibanding beli tiket dari agent $23.

What the heck? If it sucks, I’d only be losing $9

Lokasi acara di klub namanya Headliners…waktu sampai di lokasi, kami agak-agak gimana gitu, secara tempatnya gak asik banget….

Oh well. $9. Just enjoy the show

Acara di mulai tepat waktu, jam 8…penari lelaki satu persatu keluar panggung.

Penari pertama, jangkung berwajah Hispanik, namanya Mike.

Penari kedua berwajah Asia Pacific, orang Hawaii ternyata, namanya Kai.

Penari ketiga bule, namanya Sean

Penari keempat dari Jamaika, lupa says namanya

Mulailah mereka berlagak dipanggung….

Tidak berapa lama, satu persatu mulai melucuti pakaian mereka…..

Dan penonton yang 100% perempuan menjerit-jerit histeris.

Ya gimana tidak histeris, wong pemuda-pemuda di panggung ini badannya aduhai semua!! Kekar Dan seksi!!

Tambah histeris waktu semua penari cuma bercelana kolor doang!ūü§£ūü§£ūü§£ūü§£ūüėäūüėä

Saya dan teman ya ikutan cekikikan dan histeris lah..

Lah..kapan lagi boleh lihat, nyolek langsung mas-mas berbadan aduhai ini tanpa khawatir dipelototin??

Selain berlagak dipanggung, ternyata tipe acara beginian sangat kuat partisipasi penontonnya.

Yang saya baru tahu , penonton boleh membeli “kartu” kalau tidak salah $20. Nanti grup kartu tertentu dipanggil ke panggung …

Dan masing-masing akan di”hibur” oleh si penari lelaki..one on one.

Asli. Disini penonton ngakak, jejeritan habis-habisan!!

Si penari berlagak seakan-akan melakukan adegan ranjang di panggung.

Saya terperangah antara takjub- kuat sekali ya si Mas ini menggendong penonton A dan “melayani” penonton B – dan penasaran….pegimana ya rasanya di panggung di ajak ” beradegan”???

Selain penonton diajak berpartisipasi di panggung, penari juga turun ke lantai..penonton boleh membeli lap dance $5 minimum untuk penari yang penonton suka, “melayani” di lantai.

Saya dasar norak..cuma bisa terpana tengok sana sini menonton si mas sibuk “menghibur” penonton, sampai-sampai says tidak ngeh kalau teman saya mereka ke-melongo- an saya…..

Teman saya membelikan $5 lap dance dong….

Astaga…si Mas ini berdiri dekat sekali dengan saya, berlegak legok….

Saya asli panik..tidak tahu musti gimana…sama si Mas, tangan saya di pegang trus disuruh mengelus bahu terus ke dada si mas..ya saya pasrah…ha…ha..ha…

Acara ditutup dengan penonton diberi kesempatan berfoto dengan para penari dengan membayar bayar $10.

Kami ya ikut lah..kapan lagi dipangku mas-mas kekar dan seksi???

Pendapat saya tentang acara seperti ini?

Sangat menghibur!

Paling seru ya nonton bareng-bareng teman perempuan lainnya ya…

Semakin banyak, semakin rame deh.

Mau nonton lagi?

Mungkin, tapi gak dalam waktu dekat dan acara begini memang buat saya bukan sesuatu yang dilakoni sering2 ya..karena ya bosen juga….

Seru untuk girls night out, bachelorette party.

Maksiat?.

Ih. Serius amat.

Cantik Untuk Siapa?

Hampir semua perempuan pasti mau dianggap cantik, iya kan?

Makanya ada beribu-ribu merek kosmetik, perawatan kulit, sampo, salon, masker dan sejuta tetek bengek lainnya yang bisa membantu kita terlihat cantik.

Termasuk saya lah.

Saya pengen lah punya kulit mulus, alis rapi, bulu mata lentik, pipi merah merona, bibir plump pengen dikecup, dada montok, pinggang kecil, pinggul enak dibonceng, dan sebagainya…

Boleh-boleh….

Yang saya cuma mau ingetin… kita, perempuan, itu BERHARGA dengan atau tanpa hiasan ya.

Kalau kita memilih untuk mempercantik diri, itu adalah pilihan kita untuk diri kita sendiri.

Bukan untuk orang lain, termasuk bukan untuk pasangan. Bukan untuk membahagiakan orang lain.

Dan kalau kita memilih untuk apa adanya ya itu juga buat kita sendiri juga.

Saya sempat dicela “Jelek”. Bukan cuma sekali.

Sakit hati rasanya. Ya iyalah, meskipun tahu sik..muka saya ya standard aja…

Memang setelah dicela, saya jadi tergugah pengen terlihat lebih apik, pengen kurangi ekstra lemak di perut…

Bukan karena saya merasa bersalah karena saya “jelek” dan ybs melakoni hal-hal yang tidak mengenakkan, tapi karena saya sadar kalau saya sendirilah yang bertanggung jawab akan “kecantikan” saya.

Kalau tho saya gembrot, yang “kalah” saya, karena yang tidak sehat saya tho? Yang sudah bergerak, sesak nafas kan saya tho…,Bukan orang lain?!

Kata orang bulenya nih..

We are worth it

Our body deserves our care because we love ourselves enough to take care of it

Jadi teman-teman pembaca semua , terutama yang perempuan, cuma mengingatkan

Kita semua cantik.

Kalau ada laki yang semena-mena dengan kita, itu bukan karena kita kurang cantik, harus lebih dandan dsb, tapi karena si lelakilah yang tidak tahu nilai kita sebagai perempuan.

Jangan nasehati teman perempuan kita untuk berdandan demi lelaki pilihannya, tapi bantu dia untuk kenali nilainya…..

Ingat ya.

Peluk dari tanah seberang,

‚̧

Posting Gak Makna Banget

Halo halo..aduh sudah lamaa ya tidak menulis..padahal banyak juga sikk ide-ide di kepala yang pengen aku tulis….

Sabar ya….

Semalam itu saya iseng-iseng jelajah IG…wuih..banyak orang-orang Indo ya..termasuk orang-orang Indo di Amrik yang beken atau punya pamor atau sekian ribu pengikut di akun sosial medianya…

Coba ah saya klik….

Ada postingan video -> bahasa Indonesia postingan itu apa ya?-…

Loh video si mbak lagi makan pakai tangan, lengkap dengan kunyahan ala Indonesiah….

Asli saya bingung

What did I just watch?

Video seseorang perempuan makan entah apa pakai tangan di Instagram.

Buat apa ya?

Maknanya?

Faedahnya? Manfaatnya?

Jadi gue pada dasarnya menghabiskan waktu gue untuk nonton video gak puguh ini

Halagh.

Ngerti sikkk… kita semua pengen nampang, pengen pamer, pengen tenar dan sejuta pengen lainnya…

Saya juga pengen nampang koq- kalau memang ada yang bisa di nampangin

Tapi……..

Boleh gak pengennya pake makna?

Pengen nampang pakai baju baru…boleh…mungkin bisa mengilhami yang melihat jadi beli baju yang sama…atau belajar maca in baju

Pengen nampang mobil baru….boleh..siapa tahu bikin pembaca jadi kerja lebih giat biar bisa beli mobil kayak kita…

Pengen nampang anak kita pinter sejagat raya? Boleh banget…namanya juga orang tua…memicu kepercayaan diri si anak kan bagus…

Gimana?

Boleh gak kita bikin gerakan Postingan Bermakna?

Postingan yang ada manfaatnya gitu……

Atau itu…terlalu tidak mungkin ya??!!

Telat

Saya itu orangnya telat-an, terutama telat mikir, telat dewasa juga.

Ingat waktu saya ultah jaman SMP sepupu-sepupu saya kasih hadiah saya pemulas bibir mini karena saya koq masih begajulan seperti anak laki, rambut jarang disisir, jarang pakai bedak muka…tomboi banget lah istilahnya.

Jaman kuliah, saya telat mikir musti lulus. Dipikir seperti jaman SMA gitu..tiap tahun pasti naik kelas…baru ngeh waktu lihat mahasiswa2 angkatan bawah koq sudah lulus duluan yak???

Jaman kerja, telat membangun karir…

Parah ya??!!

Ketelatan yang saya sekarang alami adalah telat mau tampak cantik – sebetulnya banyak lagi ketelatan-ketelatan saya lainnya..sekarang bahas yang ini dulu yaaa

Sementara teman-teman seangkatan sudah menjelma jadi bidadari semua…saya masih ‘inem’…ha..ha..haaa

Teman-teman sudah ngecat rambut, pasang alis, bulu mata palsu, suntik botox, micro peeling , giat jaga badan, saya baru betah-betahin manjangin rambut dan belajar bikin rambut berombak sexy..biar jadi lebih”cewe” …..

Ha…ha…ha…

Teman-teman selalu apik berjari lentik dan berwarna warni sesuai tren…saya masih bingung gimana cara perbaiki kuku terbelah….

Asli…saya behind banget masalah tampak anggun dan apik….

Teman-teman ada yang telat seperti saya gak ya??

Festival Derby 2

Masih bagian dari keriaan Kentucky Derby Festival, hari Sabtu tanggal 18 April 2018, saya diajak teman untuk nonton air show dan kembang api, kebetulan dia punya tiket extra…asikkk..rejeki nomplok!

Acara ini biasa disebut dengan Thunder Over Louisville.

Jam 2 saya dan anak di jemput teman saya dan suaminya, kita langsung cabut ke pusat kota dengan berbekal kursi lipat dan selimut.

Sampai di pusat kota, setelah parkir kami berempat berjalan kaki sekitar 4 blok ke lokasi Belvedere yang sudah dipesan khusus untuk pemegang tiket dari perusahaan ini.

Sampai di Belvedere, Kami diberi gelang untuk keluar masuk dan beberapa glowing sticks.

Setelah mengetek tempat menonton, Kami pergi ke lokasi makan yang juga disediakan dari perusahaan. Makanan ringan seperti hotdog, nachos, cotton candy, ice cream, soda, botol air mengalir tidak henti-henti.

Jam 3, air show dimulai, jam 4 pengunjung boleh mulai makan malam.

Acara kembang api dimulai setelah matahari terbenam, dan pengunjung mulai keluarkan glowing stick mereka

Sekitar jam 10, acara selesai.

Saya sendiri baru kali ini nonton acara Thunder Over Louisville dari awal hingga akhir.

Seru? Pasti. Yang jelas tahun ini, cuaca sangat mendukung, matahari bersinar cerah, tapi tidak kepanasan.

Cuma ni…pas pulangnya..haduh..mandeq dimana-mana.

Kami terjebak di kemacetan tidak kurang dari 2 jam, 1 jamnya habis di gedung garasi!!!

Mungkin besok-besok mending parkir jauhan kali yaaaa…….tapi harus rela jalan jauhan juga!ūüėĀ

Sudah Bergaya Amerika kah Saya?

Dulu waktu belum hijrah ke Amrik,¬†saya kebetulan kerja di perusahaan yang banyak berhubungan dengan orang-orang Indonesia yang pernah tinggal di luar negeri, yang oleh rekan-rekan kerja, jahil kami kasih istilah ‘Tante Amerika’ lah….ha….ha…ha.

Ciri-cirinya¬†si Tante Amerika: ¬†kalau ngomong¬†selalu diselipin bahasa Inggris, dikit-dikit bilang ‘waktu¬†saya di Amerika’ , pakai¬†sepatu boots, rambut diwarna ,pokoke wis ‘bule’ lah. ūüėČ

saya ingat bagaimana¬†saya¬†sering terpana melihat gaya¬†si ibu yang ‘Amrik’ bangget.

Ndilalah…saya¬†sendiri hijrah ke negeri Paman sam. (dan¬†sudah resmi jadi warga negara Amerika pula). ¬†Lagi menelaah diri..apa¬†saya juga¬†sudah jadi Tante Amerika ya?

Coba di cek :

Makanan favorit :

Masih nasi putih, boleh dibilang¬†saya pecandu nasi, kalau tidak ketemu nasi lebih dari 3 hari, yang ada¬†saya deprived…..atau¬†sakau…ha….ha….ha..Paling panik kalau pas lagi ‘road trip‘,¬†sering kali untuk menghemat waktu, kami cukup makan cepat¬†saji, hamburger lagi, hamburger lagi. Hari pertama masih kuat, hari kedua, mulai panik, hari ketiga…..kelimpungan cari rumah makan cina buat beli nasi putih tok!!!

Rambut :

Hitam enggak, coklat mungkin tapi bukan gara-gara di cat, gara-gara gak diurus! ha…ha…ha. Ternyata¬†saya ini tidak betah duduk berlama-lama untuk dicat rambutnya. Haduuuh…pernah nyoba 3 kali….wis kapok!¬†selain¬†si warna tidak nempel, tidak betah nongkrong di¬†salon dan tidak betah untuk re-do lagi……

Cara Bicara :

Kalau ketemu teman-teman Indonesia, terus terang memang saya paksakan berbahasa Indonesia..bukan kenapa-kenapa..karena pengin tetap nulis di blog ini!!

Memang kadang terselip kata-kata dalam bahasa Inggris, tapi¬†sungguh bukan¬†sok bule..karena¬†sudah kebiasaan ngomong dalam bahasa Inggris,¬†sering lupa padanan bahasa Indonesianya….

Yang memang berubah….saya¬†sumpah¬†serapahnya¬†sudah ala Amrik! hi….hi..hi…

Cara Masak :

Meskipun masakan orang Indonesia itu bumbunya njelimet, tapi¬†saya tetap lebih rela masak makanan Indonesia….padahal orang¬†sini cukup pakai garam , merica,¬†sudah jadi deh itu masakan….

Warna Pakaian :

Kebanyakan orang Amerika itu riweh sama yang namanya memakai baju sesuai musim. Ibaratnya kita musti kayak bunglon, menyesuaikan warna pakaian dengan warna alam sekitar.

Warna putih konon tidak boleh dipakai setelah hari Buruh. Warna koneng (aka mustard) , warna merah anggur, identik dengan musim gugur.

Di musim dingin, ekspektasinya makai baju hitam, abu-abu. Cuma di musim¬†semi atau panas ‘boleh’ pakai baju bunga-bungan atau warna warna cerah.

yaaaaaaaah bosaaaaaan!!

Ternyata dalam soal memilih warna, saya masih sangat tropikal sekali.

Dulu¬†saya tidak ngeh¬†sering dikomentari ‘You like color‘ -ternyata ya , ya itu,¬†sebagian besar orang Amrik kurang ‘embrace‘ warna….tidak¬†seperti orang Indonesia yang¬†selalu cerah dalam berpakaian ūüėČ

Cara Berkendara :

Jelas lebih tertib…bukan kenapa-kenapa, bayar tiketnya mahaaaaaaaaaaal!! belum lagi urus asuransi. malas deh! ¬†Dulu¬†saya tergolong¬†suka ngebut di jalan tol,¬†sekarang mah mana berani…(meskipun kepingiiiiiiiiiiin banggett!!! ),

Cara Belanja :

Ini jelas saya Amrik banget! Yang pasti nunggu diskon! pakai kupon atau cari perbandingan harga yang lebih murah! Keluar masuk toko barang bekas, nyantai¬†saja. Harus bermerek? Tidak mampu..ha…ha….ha..

O iya..disini kan konsumen dibolehkan mengembalikan barang yang mereka beli, ini jelas jadi kebiasaan¬†saya…kik..kik..kik.¬†sering kali¬†saya beli barang, tidak mikir, cuma bawaan mau,¬†sampai di rumah..ya koq tidak¬†sreg ya…ya¬†sudah balikin¬†saja. Coba kalau di Indonesia…mana bisa????!!!

 

 

 

 

 

Mengintip Proyek Rumah Ramah Lingkungan

Hari Kamis tanggal 13 Oktober lalu, saya mendapat undangan ‘private viewing’ rumah yang dibangun oleh salah satu kenalan saya di sini.

2222.jpeg

Ini pengalaman pertama saya mengunjungi proyek rumah baru sebelum di pasarkan ke publik.

Saya tidak tahu juga apakah setiap perusahaan perumahan selalu mengadakan private viewing untuk proyek yang mereka kerjakan atau tidak, yang jelas di kota tempat saya tinggal memang setiap tahunnya ada acara Homearama, dimana pengunjung¬†membeli tiket untuk¬†melihat rumah-rumah baru di lingkungan perumahan tertentu, dari pameran rumah ini, pengunjung bisa mendapat ide untuk rumah yang akan mereka bangun, memilih kontraktor rumah ataupun langsung membeli rumah yang bersangkutan. Biasanya Homearama di selenggarakan di bulan Juli, sayangnya tahun ini saya kelewatan, padahal saya punya tiket gratis. ūüė¶ Mudah-mudahan tahun depan saya bisa datangi dan cerita disini ya!

Anyway,¬†waktu saya di beri undangan untuk melihat rumah baru ini, ya jelas saja saya senang! Maklum latar belakang pendidikan saya kan sarjana teknik sipil, dan saya sempat kerja lama di riset properti, dimana saya menyantroni berbagai macam proyek properti, termasuk proyek perumahan. Mengunjungi proyek rumah seperti nostalgia rasanya…ha…ha…ha..meskipun saya kurang suka dengan teknik sipil sendiri, tapi kalau subyeknya rumah dan material bangunan saya masih tertarik. (my soft spot istilahnya)

Yuk…kita lihat rumahnya……

Rumah ini lokasinya di lingkungan Norton Commons yang notabene lingkungan perumahan elit bagian timur kota Louisville, Kentucky.

Seperti kebanyakan rumah lainnya, rumah ini terdiri dari basement, lantai dasar, lantai satu dan lantai atap.

Di lantai dasar ada ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar utama, ruang cuci, dan toilet.

 

wp-1476920522610.jpg

Ruang TV/Keluarga/Tamu, Perhatikan meja kayu dan bangku kayu yang penampilannya tidak beraturan

 

wp-1476920502840.jpg

Tempat Tidur di Kamar Utama, saya naksir papan kepala, cukup $6,200 saja

 

Di lantai satu ada 2 kamar tidur, kamar mandi, teras, ruang kerja dan balkon.

wp-1476920482357.jpg1017161757a.jpg

wp-1476920491068.jpg

Pojokan Untuk Bekerja, semua material dari reclaimed wood

Di lantai atap, ruang terbuka.

wp-1476920474181.jpg

Lantai Atap

 

Yang membedakan proyek rumah ini dengan proyek rumah lainnya adalah, perusahaan di belakang proyek ini , yaitu UberGreen Spaces. Si pemilik UberGreen Space, Sy Safi ,boleh dibilang ahlinya membangun rumah yang bersertifikat ¬†‘hijau’ atau ramah lingkungan¬†dan efisien dalam penggunaan energi.

Proyek ini oleh Sy diberi nama Su Verde (Bahasa Italinya atau ‘About Green’ Bahasa Inggrisnya)

 

 

Tampak Muka Su Verde (Foto Kredit : Bret Knight)

 

 

Semua material yang digunakan dia pertimbangkan masak-masak fungsinya buat si pemilik rumah , dari mulai fondasi, dinding, jendela, lantai, atap, interior sampai kompor semuanya berkonsep hijau.

Sy juga semaksimal mungkin menggunakan barang-barang / artis-artis lokal untuk interior rumahnya sebagai wujud dia mendukung sesama pebisnis seperti dia.

Contoh : material lantai yang digunakan adalah kayu-kayu daur ulang (reclaimed wood) dari bangunan yang sudah tidak digunakan lagi. Pengunjung bisa lihat ‘cacat-cacat’ kayu di lantai yang memang sengaja dibiarkan apa adanya.

Untuk lantai-lantai kamar mandi, ada tambahan penghangat lantai, keren ya? jadi kalau pas musim dingin, setelah mandi tidak usah sengsara kedinginan kaki kita…ha…ha…ha..;-)

wp-1476920511569.jpg

Demikian juga bentangan kayu di ruang tamu, juga dari reclaimed wood ; yang uniknya lagi bentangan kayu ini mengalami proses pengawetan ramah lingkungan dengan cara pembakaran yang di kenal dengan teknik Shou Sugi Ban, sehingga warnanya menjadi hitam legam alami. Asli keren!

 

blackbeam

Kredit Foto : Bret Knight

 

 

blackbeam2

Ruang Tamu/TV dengan latar belakang si bentang kayu hitam yang membingkai ruang makan (Kredit Foto : Bret Knight)

Saya yang ada jadi banyak belajar tentang bahan-bahan bangunan tercanggih dan ramah lingkungan dari Sy.

 

Jelas banyak bengongnya…ha…ha..ha..wong saya sudah tidak berkecimpung di dunia sipil bertahun-tahun! Tapi seru juga, karena ya jadi tahu ternyata tersedia pilihan yang ramah lingkungan dan efisien di pasaran.

Yang saya senang dari rumah ini adalah lantai atapnya (roof top)

wp-1476920474181.jpg

Lantai Atap- buat tempat kongkow kongkow

rooftop

Kredit Foto : Bret Knight

dan pojokan (nook) yang nyaman dekat balkon lantai dua.

Kredit Foto : Bret Knight

 

Harganya? Konon rumah ini akan dipasarkan sekitar $1,000,0000 haaaaa…mahal yaaaaa…yang jelas saya bukan pembeli potensial rumah ini….ha….ha…ha..tapi for what it’s made of, I think it’s worth it.

O iya, kalau ada teman-teman pembaca yang kebetulan arsitek, atau teknik sipil atau juga senang dengan proyek-proyek seperti ini, bisa buka situs -situs dibawah ini untuk belajar lebih banyak tentang material-material terbaru :

http://www.proudgreenhome.com/videos/a-high-performance-thermal-envelope-starts-at-the-foundation/

http://www.proudgreenhome.com/videos/drywall-options-deliver-better-living-in-in-proud-green-home-of-louisville/

http://www.proudgreenhome.com/videos/sustainable-exterior-options-wrap-the-proud-green-home-of-louisville/

Untuk pembaca yang mau melihat foto-foto Su Verde lebih banyak lagi bisa buka link dibawah ini:

Foto Su Verde 1

Foto Su Verde 2

Foto Su Verde 3

 

Catatan :

Semua situs yang saya tautkan di tulisan saya ini sudah saya dapat ijin untuk membagi dari pihak Sy Safi sebagai pembangun proyek Su Verde. Harap tidak menggunakan tautan tanpa ijin tertulis dari pemilik.