Nah lo apa itu?
Saya pertama kali dengar istilah ini pas mulai kencan lagi. Ada satu lakibyang naruh di profilnya bilang kalau dia itu Sapiosexual.
Saya dong, orangnya penasaran. Ya saya Google lah…ternyata hasilnya ini
A sapiosexual is someone who is sexually or romantically attracted to highly intelligent people, and may consider intelligence to be the most important trait in a partner. Sapiosexuals may be turned on by smart conversations, and may find the ability to carry on a witty conversation to be especially attractive. The word “sapiosexual” comes from the Latin verb sapere, which means “to be wise” or “to have sense.
Intinya demen sama orang2 yang pinter.
Lhaaaaa…ada istilah ini tho?!?!? Ternyata saya ya sapiosexual
Ih blagu amat ya? Ngaku2. Tapi benaran deh…saya dari dulu kesengsemnya sama cowok2 pinter.
Pernah beberapa kali kencan sama cowok2 biasa2 saja, yang ada saya cepat bosan? Dan sebel karena merasa percakapan antara kami berdua gak berfaedah. Saya gak ngerasa tambah pinter dan berasa banget mandeg.
Sepertinya sih ya, ini juga hasil indoktrinasi ortu, nyokap terutama. Hadweuh, beliau mah kalau saya bloonnya keluar , udah deh…
Beliau juga selalu menomorsatukan kepandaian/ intelektual seseorang, gak laki gak perempuan.
Jadi ya saya kebawalah.
Dan pas sudah dewasa, bukan cuma masalah cowok2 pinter yang bikin terkagum2 dan termehek2
Saya lebih kagum lagi pas ngobrol sama cewek2 pinter….wuiiihh girl crush!!
Dan semakin berumur alias tuwir, saya lebih ‘cepat mengenali” intelektual seseorang.
Untungnya di tempat kerja utama saya, saya dikelilingi orang2 pintar, dalam arti cara berpikir mereka analitik, problem solving dan tajam pemikirannya.
Kita bisa tahu loh dari cara seseorang menanggapi pertanyaan atau merespon ke pernyataan, tingkat intelektual mereka seberapa.
Contoh ni.
Si A konon orang gaul sejagat, tinggal di NY. Bertahun2 di Amerika. Sosialita. Saking borjunya gak pernah tahu negara bagian KY.
PoV individu A. Gila ya. Ini orang high end banget gaulnya. Sampai2 gak tahu KY. Kampung sik soalnya.
Pov individu B. Kasian ya, bloon banget. Masa KY aja gak tahu
Contoh lain.
A pertama kali kenal B.
A bertanya. Kamu kerja apa?
B. Di bagian keamanan bank
A. Di bagian teknologinya atau operasional.
B. Danggg….bermakna ya pertanyaan si A.
Tapi benar deh. Ngobrol , dengarkan orang pinter itu memang memuaskan. Berasa faedahnya.
Itu baru “Dengarkan” loh ya. Kalau berinteraksi langsung…wuiih lebih sexy lagi!
Intinya sik kalau saya bilang.
Pilihlah lingkaran pergaulan kita dengan orang2 yang cerdas, baik hati, mendorong kita untuk berpikir dari sudut pandang berbeda, bikin kita tertarik untuk tahu lebih banyak masalah2 sekitar. Ekonomi. Lingkungan. Politik. Keuangan.
Hidup kan gak selalu masalah bergaya, banyak likes dan harus cantik kan?
Setuju gak teman2?
Yuk..mari gabung ke klub Sapiosexual!