Berkunjung ke Kuil TEO CHEW

Akhir bulan September 2024 kemarin, Saya reunian dengan teman SMA di Jakarta, dimana kita ketemuan di Houston, TX.

Salah satu tempat yang saya minta buat kunjungi adalah kuil Budha , TEO CHEW.

Ngapain gitu jauh2 ke Houston koq mau lihat kuil Budha? Gak tahu kenapa, Saya memang demen berkunjung ke tempat ibadah. Kalau di Indo, ya ke Borobudur, Prambanan, Pura Besakih.

Saya juga sempat berkunjung ke negara China bersama keluarga, dimana kita dibawa tur ke tempat peribadatan juga.

Kenapa gak ke mesjid? Ke mesjid ya bosen ya, ditambah juga mesjid di Amrik mah gak ada yang sekeren mesjid di Indonesia. Ke gereja Katolik sudah berkali-kali dan harus saya akui gereja Katolik suasananya apa ya..agung lah boleh dibilang. Dari segi arsitektur, interior dan dekorasi stain glass nya itu loh.

Jadi pas saya tahu di Houston ada kuil Budha, mau ah kunjungi.

Nah kuil TEO CHEW ini kuil Budha tapi versi Vietnam. Saya gak tahu juga bedanya apa? Mungkin ya masalah budaya ya?

Seperti biasa gerbang kuil seperti kebanyakan kuil2 Budha. Di antara gerbang dan kuil, ada 12 patung Shio, lukisan naga.

Yang pertama pengunjung akan lihat saat memasuki gedung utama kuil adalah patung The Jade Emperor. Patung kaisar patung yang berbesar di kuil ini. Di belakang kaisar Jade ada tiga patung berukuran sedang yang melambangkan surga (Queen of Heaven), Tuhan/Dewa Bumi dan Kemakmuran (God of Earth and Prosperity) dan Ibu kebaikan dan Kasih Sayang (Merciful Mother of Great Compassion).

Di kiri dan kanan gedung , masing- masing ada 5 patung lainnya. Semua patung terlihat megah dan apa ya.mm…sacred.

Kuil ini kuil aktif loh dalam arti banyak didatangi penganut agama yang mau berdoa di kuil. (Bukan cuma turis seperti saya)

Pas saya berkunjung , ada beberapa pengunjung yang melakukan sembahyang di kuil. Cara sembahyang mereka ya dengan membakar dupa didepan patung2. Terus terang saya gak tahu apakah penganut kepercayaan bersembahyang di semua patung atau tidak?

Selain kuil utama di komplek kuil juga ada rumah abu dan sekolah bahasa Vietnam.

Meskipun agak keder, saya paksain masuk ke rumah abu. Saya sudah pernah masuk ke rumah pembakaran mayat, mausoleum (kuburan tapi gak dalam tanah) , tapi baru kali ini ke rumah abu.

Suasananya berasa duka dan dingin banget.

Kalau mau lihat foto2 kuil, boleh lihat di IG IndonesiadiAmerika

Kalau mau tahu lebih lanjut tentang kuil ini, bisa di baca di TEO CHEW

Leave a comment