Istirahatlah

Serius saya sekarang usahakan sekali buat menjalani hal-hal di tautan diatas.

Saya tidak bisa bilang kejadian spesifik yang saya alami sehingga pola pikir saya berubah?

Mungkin gara2 waktu sempat kencan dengan orang kantoran. Si dese ambil cuti ceritanya dan mau meluangkan waktu sama saya. “Ceritanya”.

Tapi koq telpon dari anak buah dia tidak habis-habisnya? Bahkan hingga malam hari (jam 10 malam). Setiap kali ya saya meminggirkan diri, karena ya saya gak mau tahu urusan kantor dia kan.

Atau saat sang kencan ngedumel karena telpon tidak henti2 nya masuk meskipun di hari libur?

Mungkin juga gara2 saya hanpir muntah katena kelupaan tidak makan siang?

Mungkin juga setelah lebih mengerti apa arti hari-hari cuti, hari-hari ijin bukan cuti di mata perusahaan.

Mungkin juga waktu dengar cerita2 rekan2 kerja yang kehilangan orang kesayangan mereka dan mereka merasa mereka tidak sempat meluangkan waktu bersama.

Mungkin juga karena hak cuti duka saya dihanguskan dan tidak ada yang bisa membela saya?

Mungkin juga saat saya tidak diberikan jeda istirahat sesuao aturan ketenagakerjaan oleh salah satu tempat kerja saya?

Serius deh.

Ambil lah cuti kalian. Tidak ada rencana liburan? Ya di rumah juga tidak masalah.

Sakit? Ambil ijin sakit dan istirahatlah.

Kapasitas mental lagi anjlok? Ambil ijin sakit dan menangislah sepuasnya.

Sekali2 boleh bandel, minta ijin tidak kerja buat nonton, buat kongkow sama teman2, coba resto baru.

Badan terasa kelelahan, ambil ijin 2 jam untuk memulihkan tenaga.

Nikmati hidup dan fasilitas yang diberikan selagi kita mampu ❤️

Leave a comment