Tulisan ini saya buat untuk pihak2 yang mau gak mau harus mengurusi tetek bengek yang orang tua saya tinggalkan setelah mereka meninggal.
Saya yakin secata emosi kalian lelah, marah, secara keuangan saya yakin pengeluaran untuk membersihkan ini itu gak kecil, waktu yang dihabiskan? Jelas kalian gak bisa ambil kembali.
Saya bisa mengerti kalau kalian kecewa bahkan marah dengan saya yang kelihatannya cuma “ongkang ongkang” kaki tinggal di Amrik bertaburan dolar. Sangat tidak tahu diri sekali saya tidak pulang untuk membantu.
Sekali lagi saya mengerti persepsi kalian.
Di sisi lain
Tolong jangan buat pernyataan2 bohong.
“Gak tahu dia sekarang dimana”
Karena saya ada di 3 media sosial : FB, IG dan LinkedIn.
Nomor telpon, email saya tidak berubah sejak 20 tahun lalu.
Saya tinggal & kerja di kota yang sama sudah 13 tahun lebih.
Kalau kalian peduli sama saya , kalian paling gak tahu dimana saya kerja. Kalau kalian tahu tempat kerja saya, tinggal Google, akan ketemu koq nomor telpon salah satu tempat kerja saya.
Saya gak perlu menjelaskan kepada siapapun kenapa saya tidak pulang ke Indonesia.
Tapi mungkin coba tanyakan kepada diri kalian masing-masing.
Pernah gak tanya apa kabar saya? Langsung ke saya?
Kalau kalian segitu “kangen” nya ingin saya pulang, pernah urun rembuk beli tiket? Kalian ke Amrik bukan sekali dua kali kan? Belum lagi ke negara lain untuk ikutan acara olah raga ini itu.
Tolong deh, gak usah sebar asumsi2 kalian tentang saya padahal kalian gak tahu apapun tentang saya.
Sekali lagi, maaf banget kalian harus mengurusi barang2 ini itu milik almarhum ayah dan ibu. Dan terima kasih sudah melakukannya.
You don’t how things are in my shoes. And I prefer you don’t.
Please keep your mouth shut about me.