Apa yang meresahkan mental mereka ya?
Di atas permukaan mereka adalah orang-orang sukses di bidangnya.
Kekayaan. Kejayaan. Rasanya pasti mereka miliki.
Robin. Kate. Anthony
Keputusasaan. Rasa sedih yang luar biasa. Kesakitan fisik. Kelelahan mental. Rasa ketakutan yang sedemikian besar hingga mengambilalih nalar logika seseorang itu bukan hal yang ringan untuk dibicarakan.
Dibicarakan?
Sama siapa? Terapis? Pasangan? Teman dekat? Sanak saudara?
Kenyataannya, semua yang disebut diatas, kecuali terapis, gak bakal ada yang mau ataupun sanggup mendengarkan keluh kesah seseorang yang sedang mengalami depresi.
Robin. Kate. Anthony
Mungkin kalian sudah “berteriak” sekencang-kencangnya tentang kesedihan kalian. Tapi tidak ada satupun yang “mendengar” baik disengaja maupun tidak.
Apalagi kalian “memiliki semuanya”. Sulit untuk orang luar bisa memahami keriwetan pikiran di benak kalian.
Secara umum, seringkali saat seseorang mendengar kata2 “mengakhiri hidup”, pendengar akan mundur. Entah karena takut akan menjadi saksi kejadian yang tidak menyenangkan atau takut terlibat?
Pasangan, teman, kerabat, sanak saudara lebih pilih kabur, pura-pura tidak mendengar, bahkan marah.
Memang tidak bisa disalahkan ya. Topik itu berat sekali. Gak semua orang punya kapasitas mental untuk mendengarkan, mengerti topik itu.
Robin. Kate. Anthony
Saya yakin kalian sudah mencoba keluar dari kegelapan mental dan emosi yang kalian hadapi dan meyudahkan hidup adalah jalan “terbaik” yang kalian sudah pikirkan “matang-matang”.