Cinta itu apa sik?
Mbuh lah. Saya pun kurang paham. Kata orang cinta itu bikin seseorang mabuk kepayang, gak bisa hidup tanpanya.
Akhir2 ini saya dipaksa menelaah arti kata cinta. Ceileeee…gak nahan deh🤭
Saya baca tiga buku berturut2 : Codependency No More. 5 Love Languages. Attachment Theory.
Kesimpulan saya? Cinta atau mencintai seseorang itu intinya kata kerja. Bukan cuma perasaan sar ser, hati berbunga-bunga pas lihat si cem-ceman.
Mencintai seseorang adalah pilihan. Dan kalau kita sudah memilih untuk mencintai sesuatu, seseorang, kita harus “bergerak”, aktif melakukan perbuatan mencintai apapun itu.
Saya cinta air terjun misalnya. Ya saya berusaha mengunjungi air terjun di berbagai tempat.
Saya cinta anjing saya. Ya dia saya peluk, saya bawa ke dokter untuk cek kesehatan, saya belikan baju, mainan, ajak jalan kemanapun saya pergi sebisa mungkin. Kadang dia suka merengek-rengek lapar, saya suka luluh kasih dia cemilan. Saya coba mengerti kelakuan dia, meskipun ya susah juga. Wong saya bukan anjing 🙃
Tapi karena saya cinta, saya mau ngerti kalau dia gak suka keluar saat udara dingin. Saya gak marah kalau dia lagi2 salah nyantronin apartemen.
Saya cinta pekerjaan saya. Saya mengerti apa yang pekerjaan saya “harapkan” dari saya. Saya mengerti the why saya melakukan apa yang saya lakukan. Saya belajar dari kesalahan saya dan berusaha gak akan melakukan kesalahan yang sama. Saya berusaha sekeras mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan saya tepat pada waktunya. Kalau ada hal yang saya tidak mengerti, saya cari tahu.
Gak bohong kadang saya nangis saat bekerja. Saya merasa lelah, gak worth it. Tapi saya gak nyerah begitu saja. Saya pilih untuk teruskan pekerjaan yang saya lakoni. Karena saya kadung cinta.
Kalau cinta sama orang gimana?
Ya saya artinya harus berusaha ngertiin orang tsb ya? Saya mau tahu apa sik yang bikin orang ini merasa dicinta? Apa yang bikin orang ini merasa gak dicintai?
Sama estranged suami, saya ngerasa gak dicintai karena dia sibuk minum alkohol, saya gak ngerasa dicintai karena saya merasa saya ‘sendiri’ di kehidupan RT kami.
Saya ingat sekali saat saya baru saja melahirkan, saya kena baby blues, badan meriang. Saya telpon minta dia pulang secepatnya, karena saya mau istirahat. Dia malah datang hampir jam 8 malam (biasanya jam 530an). Dari situ tangki cinta saya mulai bocor perlahan-lahan.
Pastinya ada masa2 saya merasa dicintai. Saat kami sekeluarga pergi kemping. Meskipun gak tidur di kasur empuk, tangki cinta saya terasa penuh karena terasa sekali kebersamaan kami. Membangun tenda, memasak makanan ala kadarnya, menggelar tikar piknik.
Bedanya mencintai sesuatu dan mencintai seseorang? karena sesuatu itu benda mati, usaha mencintai cuma dari kita semata.
Tapi saat kita pilih untuk mencintai seseorang, kata kerja ini akan lebih efektif hasilnya kalau timbal balik.
Balik lagi ke kasus saya & suami.
Jujur sampai saat ini, saya gak tahu apa bahasa cinta si suami dulu. Tapi juga saya gak akan heran kalau suamipun gak tahu bahasa cinta saya.
Bahasa cinta anjing saya? Makanan. Itu jelas banget. 🤪
Kalau saya pikir2, kebocoran tangki cinta saya itu banyak disebabkan karena saya gak merasa he’s on my side dan saya gak bisa mengandalkan dia sbg pelindung
Waktu saya dikibulin agen travel. Waktu dia jatuh di tempat parkir di bar, saya repot lapor ke pemilik bar, waktu saya kena homesick saat baru pindah dan seterusnya.
Saya datang ke pengadilan bersama dia masalah tunggakan child support. Saya ingat bagaimana kami menggenggam tangan seakan2 berkata We’ll get through this together “.
Tapi genggaman tangan tanpa perubahan saja ya gak cukup karena ternyata dia gak cari jalan keluar untuk membereskan masalah ini hingga tuntas.
Perlahan-lahan saya membeku. Saya menjadi istri yang dingin, sadis.
Kalau kita melihat cinta sebagai perasaan semata, kayaknya itu gak akan cukup ya. Logikanya kita tahu sendiri kalau perasaan kan datang dan pergi.
Cinta sebagai kata kerja? Apa sik artinya?
Mungkin cuplikan reel dibawah bisa merangkum deh.
Dan ini juga sik…
Intinya mencintai itu perbuatan yang kita lakukan penuh kesadaran.
Mencintai bukan berarti tidak ada luka🩸🩸 tidak ada tersinggung😖, tidak ada marah 😡, tidak ada kekecewaan.
Mencintai berarti sadar kalau pasangan kita dan kita sendiri punya kelemahan masing-masing.
Sadar kalau…well. We are all broken. Kita semua punya trauma. Dari masa kecil, dari masa muda. Kita semua “menyembunyikan” luka lama (yang kita pikir sudah sembuh 100%)
Baik saya atau siapapun deh gak ada yang mudah untuk dimengerti Tapi yang lebih penting adalah saat kita sama2 mau tumbuh bersama, mau mengerti pasangan kita,
Air terjun yang sama gak selalu bergemuruh dengan air berlimpah, tidak selalu terlihat jernih. Saya belajar memahami karakter air terjun. Saya sadar kalau ada faktor cuaca, faktor manusia, faktor alam sekitar yang mempengaruhi air terjun yang saya cintai. Saya sadar meskipun air terjun yang saya cintai tidak berniat untuk berubah, tapi perubahan tetap akan terjadi.
Selama air terjun itu bisa memberikan saya ketenangan jiwa, memberikan kesejukan dari percikan airnya, saya tetap mencintainya.