Berita Duka Dari Tanah Air

Lagi lagi saya melihat utasan duka dari tanah air. Suaminya teman kerja pas kerja di perusahaan properti di Jakarta .

Teman saya yang cantik, dulu anak gaul banget, sekarang pakai jilbab dan jadi pengusaha. Saya pun datang pas perkawinan mereka. Anak2 mereka dua orang, laki-laki dan perempuan, both young adults.

Gak kebayang rasanya ditinggal pasangan yang kita cintai ya.

Saya nulis ini bukan mau click bait atau cari engagement. Tapi lebih ke cara saya untuk menyalurkan kesedihan.

Ditinggal pasti sakit rasanya.

Mudah-mudahan teman saya diberikan ketabahan dan kekuatan untuk melanjutkan hidup dan tetek bengek yang harus diurus setelah kematian terjadi.

Saya lihat utasan dia di IG, lha, jadi ikutan nangis.

Saya gak bisa menghadiri pemakaman baik bapak maupun ibu saya.

Saya lupa pemakaman siapa, tapi saya ingat bagaimana realita menghantam saya saat tanah terakhir diayunkan dan sekop digotong oleh penggali makam.

Tandanya selesai sudah.

Kematian entah kenapa seringkali ‘menyakitkan’, seakan-akan kita gak percaya kalau kematian akan terjadi pada kita. Padahal kita tahu sekali kalau ‘apa-apa yang hidup pasti akan mati’

MEMENTO MORI.

Saya cuma bisa kirim doa dan peluk dari jauh untuk teman saya di Indonesia.

Xoxo

Leave a comment