Memahami Sisi Anak Batin Kita

Konon masing-masing dari kita menyimpan sisi batin saat kita masih anak-anak. Inner child bahasa bulenya.

Nah…si inner child ini mempengaruhi tingkah laku, reaksi kita sehari-hari, terutama dalam hal hubungan dengan sesama.

Saya jadi lebih “ memperhatikan “ inner child saya ya boleh dibilang baru-baru ini.

Seperti utasan diatas, saya lagi coba baikan sama inner child saya. Saya coba memahami dan berusaha memperbaiki si adult me lewat inner child me.

Susah. Butuh rasa kemawasan tingkat dewa. Dan konon lebih banyak dari kita yang lebih milih menghindari kesedihan / trauma yang dialami si inner child.

Ternyata menjadi dewasa itu dimulai dari anak ya? Duh. Ya iyalah🤭

Maksud saya ternyata saat kita sudah berumur banyak, banyak dari kita yang sebenarnya belum dewasa gitu…masih terperangkap dalam trauma batin saat masa kanak-kanak.

Sayapun sampai sekarang masih meraba- raba kesedihan apa yang saya alami saat saya kecil dan pengaruhnya ke kelakuan saya saat dewasa ini.

Teman-teman ada yang mau berbagi tentang hal ini? Monggo loh. Siapa tahu bisa sama-sama belajar.

Leave a comment