jalan kendara

Edisi Ulang Tahun Emas : Chasing Waterfalls

Seperti janji saya di blog sebelumnya, saya mau cerita tradisi jalan2 saya ke tempat2 air terjun.

Air terjun Burgess

Jalan2 saya kali ini tidak selama jalan2 saya seperti tahun2 lalu, cukup 4 hari 3 malam saja.

Hari pertama buat perjalanan mobil menuju lokasi, 2 hari buat hiking , dari terakhir buat perjalanan pulang

Tujuan jalan2 kali ini adalah ke air terjun Burgess, air terjun Cummin dan air terjun Fall Creek, semuanya di Tennessee.

Idenya sudah dari dulu, saya tahu kalau negara bagian TN banyak lokasi2 air terjun. Saya sendiri sudah sering lah ke TN, kalau tidak salah ini ketiga kalinya.

Jadilah hari Jumat kita berangkat ke TN selesai kerja, lamanya perjalanan itu 3.5 jam. Saya pilih nginap di hotel Marriott di Cookeville karena boleh bawa anjing saya. Tahu sendiri dong, saya kan nempel banget sama anjing saya. Selain itu juga, lokasinya relatif dekat dengan lokasi2 air terjun yang mau saya datangi.

Kamarnya enak deh, komplit ada dapur kecil komplit dengan kompor, peralatan masak seperti panci, penggorengan, perabot makan, piring, cangkir, gelas, mangkok, mesin cuci piring dan kulkas ukuran normal. Kopi, teh, sabun cuci piring, lap dapur. Ada sofa tidur juga. Dan harga kamar itu termasuk sarapan, yang sarapannya juga saya bisa makan, karena kebetulan pas saya nginap, 2 pagi, mereka sajikan daging ayam turki.

Menurut saya oke banget ini hotel, dari segi harga, lokasi dan fasilitas. Anjing saya kena biaya $75 selama kita tinggal di hotel

Hari Sabtu, siap2 lah kita ke air terjun Burgess. Sengaja saya pilih ke lokasi ini, karena relatif dekat dan hiking kita gak jauh2 amat, cuma 1.2 mil bolak balik.

Trail lumayan gak terjal dan adem ya. Senangnya di sepanjang trail kita bisa dengar suara air dan berhenti di beberapa titik menarik, buat foto2 gituuu..

Air terjun Burgess ini, saya gak lihat kalau pengunjung bisa jalan sampai di dasar air terjun ya? Meskipun saya memang sempat lihat foto2 di internet, ada foto orang2 di kayak mendekati air terjun yang kedua. Tapi saat kita disana, saya gak lihat aksesnya.

Selesai dari Burgess, kita naik mobil lagi untuk ke lokasi air terjun berikutnya yaitu air terjun Cummin.

Naaah….air terjun Cummin , pengunjung bisa main air sepuasnya. Pada dasarnya air terjun Cummin ya kolam renang alam deh, atau di sini istilahnya swimming hole. Buat pengunjung bisa berenang di Cummin, pengunjung harus beli tiket. Bisa di beli lewat situs mereka.

Saya gak beli tiket di muka, soalnya gak tahu kapan kita bakal hiking disini, jadi pas kita sampai di lokasi, sempat keder juga karena ada kemungkinan kita gak bisa hiking karena tiket online sudah terjual habis.

Sampai di lokasi, ternyata pengunjung bisa beli tiket di tempat. Untungnya kita datang lumayan masih relatif pagi, jadi masih kebagian tiket.

Asikkk! Mulailah kita berjalan menuju air terjun. Alaaaamaaak…gila..medannya berbatuan, ya pada dasarnya pengunjung berjalan sepanjang dasar sungai lah. Yang ada ya sepatu pasti basah dan kurang teduh. Dan meskipun datar, kita kudu konsen karena ya itu, jalan di batu2 sungai dan sering harus nyeberang untuk cari jalan yang relatif lebih mudah.

Kalau nurutin kemauan saya, saya maunya kongkow lama2 nikmati air terjun, sampai basah kuyup juga gak apa2. Saya memang sengaja pakai atasan dan bawahan yang gampang kering dan baju dalam saya ya baju renang sebetulnya. Sepatu jelas2 sepatu yang gak masalah basah dan juga tipe cepat keringnya.

Cuma anjing saya dan teman saya sudah misuh2. Jadi…. anjing saya ini kolokannya sama saya amit2. Tadinya saya mau nyeberang sendiri, eh dia nangis2. Ya sudah jadilah saya menyeberang bareng si anjing…masalahnya dia itu…takut air!!!🤷‍♀️

Tapi ya itu, gak mau ditinggal saya. Yang ada saya harus lihat2 kondisi air , gak bisa pilih yang airnya semata kaki, karena buat anjing saya itu sudah kedalaman. Hadweeeuhhh….

Belum lagi pas sampai dekat air terjun, gak ada ceritanya dia mau dibawa basah2 an…🤣. Jadi ya sudahlah, saya kudu gendong dia dan gak bisa ngadem lama2….

Balik ke hotel, bersih2, kita cari makanan, terdamparlah kita di pusat kotanya Cookeville. Makan di tempat makan namanya Blue Pig. Saya pesan ayam panggang paha atas bawah. Enak juga sikk..apa karena saya lapar ya? Kik..kik..kik..

Selesai makan, kita juga jajan es krim dan mampir di toko2 di pusat kota. Lucu2 sik, kebanyakan ya jual baju2, aksesoris, ada toko macaroon juga cuma kita gak mampir.

Hari Minggu tanggal 9, kita pergi ke lokasi air terjun yang agak jauh dari hotel. Tujuan kita kali ini ke Fall Creek Falls State Park. Di lokasi ini, setahu saya pengunjung bisa lihat gak cuma satu air terjun dalam sekali jalan.

Sampai di lokasi, kita mampir di visitor center, ambil peta dan nanya sama petugasnya, trail mana yang paling efisien buat pengunjung.

Dari segi jarak sik trail nya gak seberapa jauh ya. Yang seru adalah disini ada jembatan gantung! Saya paling seneng menyeberangi jembatan gantung, meskipun goyang2 dan saya suka keder juga, tapi ser

Buat pengunjung yang gak kuat hiking, beberapa air terjun bisa di lihat dengan naik mobil. Di awal trail ada 2 air terjun sebelah2 an yang bisa dilihat tanpa harus hiking.

2 air terjun dari kejauhan, bisa di lihat tanpa hiking, cukup parkir dan jalan bentar ke overlook

Di belakang visitor center ada cascade yang lumayan oke, yang juga bisa diakses cukup mudah. Banyak anak tangga sik, tapi tidak bikin ngos2an banget

Ini di lokasi cascade belakang visitor center
Cascade

Air terjun Fall Creek sendiri ada di akhir trail, pengunjung bisa ke dasar air terjun, cuma kita ogah karena pas baca deskripsi trail terjal dan berbatuan. Dari segi volume air, gak terlalu banyak, tapi ini air terjun tertinggi di lokasi taman ini.

Fall Creek

Selesai dari trail ini kita jalan kendara sebentar untuk lihat2 bagian lain dari taman.

Ada satu lagi lokasi air terjun yang kita bisa lihat dari kejauhan dan ada jembatan gantung juga!

Dari hasil keliling2, ternyata state park ini lumayan komplit, ada kolam renang modern, tempat makan, perkemahan.

Selesai dari lokasi jembatan kedua, kita balik deh ke hotel.

Sampai lain kali lagi ya.

Xoxo

Cuplikan Foto2 Saya di air terjun

Jalan-Jalan : Madison, Wisconsin (bagian 2)

Hari Kamis, 7 April 2016.

Berhubung mobil saya itu cuma muat untuk 2 orang, saya sewa mobil dari Enterprise untuk bisa jalan-jalan dengan sepupu saya. Enaknya,  lokasi hotel saya Best Western West Towne Suite, itu berdekatan dengan lokasi penyewaan mobil Enterprise. Jadi saya tinggal minta jemput,  5 menit kemudian mobil jemputan datang, 10 menit kemudian saya, si kecil dan sepupu sudah melaju ke arah pusat kota Madison.

O iya, lupa bilang kalau Madison itu ibukota negara bagian Wisconsin, dimana di sini juga ada universitas besar, yaitu Universitas Wisconsin Madison. Kota Madison boleh dibilang diapit 2 danau besar, yaitu Mendota dan Monona.

Karena letaknya di utara, ada perbedaan cuaca yang cukup jauh antara tempat saya tinggal, Louisville, KY dan Madison, WI. Waktu saya berangkat, cuaca di Louisville sudah mulai hangat, sepatu boots sudah saya masukkan ke lemari, cukup pakai baju hangat ala kadarnya tapi di Madison, temperatur lebih rendah. Jadilah saya pakai baju hangat, rompi dan jaket kulit.

Kami sengaja parkir agak jauh supaya bisa jalan kaki melihat ini itu di pusat kota. Sama sepupu, dipilih untuk menyelusuri jalan State, di jalan ini bisa ditemui berbagai toko-toko unik, rumah makan, bar dan lain sebagainya.

Nah, State Capitol Building atau Balai Kota gitu ya? lokasinya di pusat kota Madison, sedikit berbeda dengan gedung-gedung balai kota yang pernah saya kunjungi, balai kota di Madison letaknya di tengah-tengah square. 

Selain itu juga, balai kota Madison itu strukturnya kalau dilihat dari atas seperti huruf X, di tengah-tengah ada kubah, dimana di puncak kubah ada patung perempuan bernama Wisconsin, sementara di salah satu sisinya ada lagi patung wanita bernama Forward.

Kami juga sempat masuk ke dalam gedung balai kota. Waduh, interiornya mewah sekali! tangga-tangga dihiasi dengan batu marbel (konon dari Itali) besar-besar. Langit-langit di dalam dihiasi dengan lukisan besar.

Malahan di salah satu ruangan, yaitu ruang konfrensi gubernur, seluruh langit-langitnya selain lukisan juga dihias dengan ukiran-ukiran yang semuanya menggunakan emas. Di ruangan ini juga ada tempat perapian terbesar.

Di ruangan lain, seluruh dindingnya menggunakan batuan alami, dimana pengunjung bisa melihat fosil yang tercetak di batu itu sendiri.

Pengunjung bisa ikutan tur keliling balai kota dengan pemandu tur,  kami pilih kelayapan sendiri saja dengan bekal buklet dan peta dari meja tamu.

 

Setelah selesai di balai kota, kami sempat mampir di Children Museum, biar si kecil tidak bosan, bisa main-main biar cuma sebentar. Children Museum di Madison ini boleh dibilang lebih di tujukan untuk anak-anak dibawah usia 5 tahun, untuk anak saya yang 10 tahun, tidak terlalu banyak hal menarik yang dia bisa lakoni. Yang jelas dia bisa manjat-manjat.

 

Dan juga kalau mampir di sini, jangan lupa ke atap, pemandangannya bagus, karena bisa melihat si danau dari kejauhan!

Yang saya sangat senangi dari perjalanan saya ke Wisconsin ini adalah kesempatan untuk makan di restoran Indonesia sebanyak dua kali!! Betapa senangnya hati ini bisa makan makanan tanah air tanpa perlu repot-repot masak!

Restoran Indonesia pertama yang saya kunjungi itu namanya Bandung, lokasinya di jalan Williamson. Kalap? Jelas! Tahu, tempe, otak-otak, lumpia, martabak, saya pesan untuk makanan pembuka!! Untuk masakan utamanya saya pesan nasi goreng untuk anak saya, gulai kambing untuk saya dan sepupu saya pesan udang goreng mentega.

 

 

 

Restoran Indonesia kedua yang saya kunjungi itu namanya JavaWarung, lokasinya di Appleton, Wisconsin. Saya makan disini waktu saya kunjungi teman saya yang orang Jepang, setelah kunjungan saya di Madison.

Disini sistemnya bufet, ketemu juga dengan pemilik resto, Jeng Enny. Yang saya tidak habis-habis comot disini itu lapis surabayanya dan kue gulung mocha…lembut dan enak!!