Arti Tinggal di Amerika Buat Saya

Saya harus bisa berbahasa Inggris lebih baik.

Untuk saya pernyataan diatas itu mutlak. Sebagai imigran, saya ngeh konsekuensi berimigrasi ke negara yang tidak berbahasa ibu saya, artinya saya harus belajar bahasa lokal di negara yang akan saya tinggal.

Untungnya saya cuma berimigrasi ke Amerika dimana bahasa mayoritas yang digunakan adalah bahasa Inggris. Kalau saya berimigrasi ke Jepang, atau ke Jerman atau ke Finlandia misalnya, kemungkinan besar saya akan nangis darah, karena harus belajar bahasa baru dari nol.

Saya memang sudah belajar bahasa Inggris dari mulai SMP – SMP negeri – dan ortu memasukkan saya ke kursus bahasa Inggris LIA – meskipun saya waktu itu belum cukup umur (masih SMP dan persyaratan masuk LIA jama itu, harus SMA), tapi saya ‘pura-pura bego’ ngaku anak SMA. Saya juga kerja di perusahaan yang bosnya orang Amrik, klien-klien juga banyak yang bule.

Jadi kemampuan bahasa Inggris saya tidak apa adanya.

Kenapa gitu saya merasa harus memperbaiki berbahasa Inggris saya setelah di Amrik?

Di sini ada stereotipe kalo imigran itu bloon, tidak bisa berbahasa Inggris, tidak punya kemampuan kerja , dan kelakuannya seperti parasit.

Saya mau mematahkan stereotipe itu.  Tidak rela deh di remehkan orang cuma karena saya imigran dan bahasa ibu saya bukan bahasa Inggris.

Lagipula menurut saya memang sudah adabnya lah kalau kita tinggal di negara lain, kita harus belajar budaya lokal.

Tul tidak?

Secara pribadi saya juga malu kalau kalimat bahasa Inggris saya cuma terbatas :

  • I love you
  • I love my husband
  • I have the best husband
  • I miss my husband
  • Honey
  • You are the best
  • dan kalimat-kalimat lain yang agak-agak mirip

Lagian kan, kita berinteraksi bukan cuma sama suami kita saja…

Jadi yuk…kalau mau tinggal di Amrik, belajarlah bahasa Inggris!

 

Pemilu Oh Pemilu

DKI Jakarta punya gubernur baru ceritanya. Saya sendiri yang sudah bukan penduduk Jakarta lagi, cuma bisa memantau berita dari postingan FB teman-teman. Kalau tidak salah ada 3 calon ya? Tapi yang ‘angot’ itu 2 calon, Ahok/Djarot dan Anies/Sandi.

Kalau saya perhatikan pilkada DKI ini koq ya ada mirip juga dengan pemilihan presiden Amrik tahun lalu. Calon yang kontroversi.

Kalau DT dan Ahok kayaknya mulutnya sama-sama ‘cablak’.  DT di tuduh anti agama tertentu, begitu juga Ahok.

Teman-teman di FB ramai posting status tentang pasangan favorit mereka, sama juga waktu pemilu Hillary/Trump. Masing-masing belain pilihannya sampai tetes darah penghabisan lah istilahnya.

Saya sendiri ikutan pemilu Amrik. Saya tidak pilih DT, bukan semata-mata karena dia digambarkan sangat anti agama tertentu, tapi karena menurut saya dia tidak berbobot.

Saya juga semangat sekali untuk memilih karena ini pemilu pertama saya sejak jadi WNA.

Tapi ada daya….hasil pemilu, DT menang. DT adalah presiden saya.

Bingung kenapa koq ya ada yang milih DT? Jelas. Setelah pencoblosan, saya ketar ketir mendengarkan berita di TV, siapa yang akan jadi presiden terpilih.

Waktu mendengar kalau DT adalah presiden terpilih, saya bengong……terselip rasa takut…terselip rasa ragu (dan jengkel itu pasti!! mau maki-maki? banget!!!!).

Hadweeeeh??!!!

Tapi ya mau gimana lagi? kenyataannya dia menang.

Lalu gimana dong? Imigrasi ke Kanada?

Well, dari situ saya belajar legowo. Saya yakinkan diri kalau warga negara Amerika lainnya tidak ada berdiam diri kalau presiden ybs melenceng dari konstitusi. Saya yakinkan diri kalau sistem Amerika akan mampu untuk memantau presiden terpilih untuk tidak semena-mena.

Saya yakinkan diri  kalau sebagian besar warga negara Amerika masih ‘waras’, kalaupun mereka memilih DT, bukan berarti mereka rasis, bukan berarti mereka anti agama tertentu, bahwa mereka tidak buta kenyataan.

Saya yakinkan diri kalau pemilih DT tetap akan berpegang pada konstitusi dan bukan bertindak berlandaskan kebencian.

Sama juga dengan hasil pemilihan gubernur DKI kali ini. Anies/Sandi yang menang. Saya tahu banyak teman-teman yang tidak sehati dengan hasil ini. Dan banyak teman-teman yang amat sangat bersyukur dengan tidak terpilihnya Ahok.

Seperti juga halnya dengan DT, saya yakinkan diri kalau teman-teman saya yang penduduk DKI baik yang memilih Ahok ataupun yang memilih Anies, memilih karena rasional.

Saya yakinkan diri kalau teman-teman akan tetap berpihak pada kebenaran bukan pada kekuasaan.

Saya yakinkan diri kalau teman-teman akan membela teman-teman lainnya yang tertindas bukan semata-mata karena kesamaan agama.

Beri pemimpin baru waktu untuk membuktikan kapasitas dan kualitas mereka,

Jangan terlena, terbuai cuma karena kesamaan ras, suku, agama

Jangan mengolok pihak yang kalah, buat apa? mending kritis terhadap pihak yang menang

Amerika punya DT, Jakarta punya A/S.

Let’s Move On. 

 

Icip -Icip Truk Makanan

Sekitar pertengahan bulan Maret lalu, saya pindah posisi di perusahaan. Dari bekerja di kantor cabang, saya pilih bekerja di operasional.

Salah satu konsekuensi dari pergantian posisi adalah saya sekarang balik kerja ‘kantoran’ alias kerja di gedung tinggi di pusat kota Louisville, Kentucky.

Kerja kantoran bukan hal yang baru buat saya. Jaman waktu saya masih muda belia di Indonesia, saya selalu kerja di perusahaan yang kantornya berlokasi di pusat kota Jakarta (kawasan segitiga emas istilahnya).

Dulu itu yang mananya kerja di ‘segitiga emas’ artinya makan siang bareng-bareng di Amigos (agak minggir got sedikit) atau kalau setelah gajian, lumayan sanggup makan di food court – atau kantin lah di gedung tempat bekerja.

Di Amrik gimana dong? ada gitu amigos?

Ha!

The closest thing to Amigos is……………food truck!

Yup. Truk makanan boleh dibilang ya makanan kaki limanya Amrik.

Saya belum ngeh tentang truk makanan di hari pertama saya kerja di kantor – maklum, stres karena baru pindah kan.

Baru hari kedua saya perhatikan dari jendela…eh…ada truk makanan parkir!

Nah sejak itu saya sibuk memperhatikan berbagai jenis truk makanan yang parkir disisi gedung saya.

Wuidih…tiap hari truk makanan yang parkir di gedung saya itu selalu berbeda. Minimal ada 2 truk makanan yang ngetem, paling banyak 3.

Si truk makanan ini biasanya ngetem di gedung-gedung yang banyak penyewanya lah – termasuk gedung tempat saya kerja. Intinya si truk ini selalu wara wiri, pindah tempat dari hari yang satu ke hari yang lain. Kalau kamu mau cari truk makanan tertentu, kamu bisa cari dimanan si truk ngendon hari itu lewat app “Where the food trucks at

Jenis-jenis makanan yang disajikan di truk makanan ini juga berbeda-beda. Ini yang pernah saya lihat mampir di gedung saya:

  1. Dakshin – makanan India
  2. Travelling Kitchen – taco Korea
  3. Boss Hogs BBQ – apapun panggang – babi, sapi, ayam
  4. Boo Boo Smoke Shack – idem
  5. LouSushi – sushi lah!
  6. Germany#1Food – sandwich Jerman katanya
  7. Black Rock Grille- hamburger
  8. Smok’N Cantina – taco Mexico
  9. Asian Modern Nomad – masakan Asia (mi goreng, nasi goreng gitu deh)

img_2017-03-21_20-45-33.jpg

wp-1491607196876.jpg

Yang saya sudah pernah cicipi itu Dakshin dan Travelling Kitchen.

Dakhsin sendiri ada restorannya di kota Louisville, tapi koq makanan dari truknya agak mengecewakan yak…hambar gitu..cuma pedas doang.

Hari ini saya nyoba Travelling Kitchen lumayan oke, konon taco bulgoginya yang beken, cuma karena saya minggu itu sudah makan bulgogi, jadi saya pesan taco ikan..lumayan! (cuma kurang nasi!! ha…ha..ha..perut Indonesia susah di’tenangkan’ cuma pakai taco)

 

0407171227.jpg

Pengennya sih saya coba semua makanan dari truk makanan yang berbeda-beda ya….cuma kantong ini gak kuat euy! Rata-rata harga makanannya $10, kalo setiap hari makan , habis $50! hi..hi..hi..mending buat beli baju atau sepatu deh! ha..ha….ha..

Mungkin nantinya saya berhasil nyoba semua truk makanan, tapi satu minggu sekali saja ya….;-)

O iya…yang enak ni ya…di pusat kota di Amrik banyak ruangan terbuka yang memang sengaja dibuat untuk pekerja-pekerja kantoran untuk ngaso,  baik untuk istirahat ataupun ya makan.  Di gedung saya, juga disediakan ruangan terbuka, cuma berhubung cuaca masih dingin dan berangin, tidak banyak pekerja yang memanfaatkan ruangan terbuka ini.

Ini saya foto dari lantai enam, tempat saya bekerja, kebetulan shrubnya lagi pas berbunga..cantik ya!

0407171316b.jpg

 

 

 

 

 

 

Napak Tilas Abraham Lincoln

Sebelum saya hijrah ke Amrik, saya sudah tahu sedikit tentang Abraham Lincoln. Terus terang beliau adalah salah satu tokoh Amerika yang saya kagumi ; dimata saya Lincoln adalah seorang pekerja keras, jujur dan percaya akan kesamaan hak antar warga negara.

Nah, waktu saya pindah ke Kentucky, baru ngeh kalau di negara bagian inilah tokoh yang saya kagumi lahir.

Setelah di awal bulan Maret 2017 kami jalan-jalan ke DC, sempat mengunjungi teater tempat Lincoln ditembak, kami pikir-pikir kenapa tidak sekalian melengkapi jejak Lincoln di kota Springfield, Illinois?

Jadilah liburan sekolah (Spring break) si kecil kali ini, kami pilih untuk mampir di Springfield, Illinois untuk melengkapi napak tilas Mr. Lincoln.

Dengan komplitnya kunjungan kami ke Springfield, kami boleh dibilang sudah napak tilas Mr. Lincoln sejak beliau lahir, hingga beliau dikebumikan.

Kalau teman-teman tertarik, ini tempat-tempat yang kami kunjungi yang berkaitan dengan Mr. Lincoln :

  • Lincoln di Kentucky

Lincoln lahir di Knob Creek, negara bagian Kentucky. Beliau lahir di kabin kayu (log home) – kabin dalam arti, ya tempat tidur, ya dapur, ya makan di satu ruangan! Gile ya….dari kabin sekecil itu lahir tokoh yang dikagumi di sejarah Amerika!

Lincoln_birthplace

Informasi lebih lanjut bisa dibaca di situ Lincoln BirthPlace

  • Lincoln di Indiana

Dari Kentucky, Lincoln sekeluarga hijrah ke Indiana, yang sekarang di kenal dengan nama Lincoln City. Disini kamu bisa lihat prototipe rumah yang dibangun ayah Lincoln dan bagaimana mereka hidup sehari-hari dijamannya.

Untuk keterangan lebih lanjut bisa dibaca di situs Lincoln Boyhood National Park.

  • Lincoln di Illinois

Setelah Lincoln dewasa, beliau hijrah seorang diri ke negara bagian Illinois. Pertama-tama beliau menetap di New Salem, di New Salem, Lincoln boleh dibilang bekerja serabutan ini itu, dari menjadi surveyor tanah, toko kelontong, tukang kayu dan banyak lagi. Disini Lincoln sempat terjerat hutang cukup besar, yang membuat beliau hijrah lagi ke Springfiled untuk mencari peruntungan baru.

Di Springfield inilah hidup sebagian besar hidup Lincoln dihabiskan (beliau tinggal di Springfield selama 25 tahun).  Disinilah Lincoln memulai karirnya sebagai pengacara, anggota senat, menikah,  mempunyai anak, kehilangan anak dan hingga akhirnya terpilih menjadi presiden Amerika ke 16.

Untuk masuk ke rumah Lincoln, tidak dikenakan biaya – karena memang permintaan anak Lincoln waktu dia memberikan rumah ini ke negara bagian Illinois – tapi kita tidak boleh masuk sendiri, harus dengan pemandu tur, jadi pengunjung harus ambil tiket masuk.

Tur selalu ada setiap 5 menit, jadi pengunjung tidak harus menunggu lama-lama. Sambil menunggu giliran, pengunjung bisa menonton video tentang Lincoln selama 20 menit .

Rumah Lincoln sendiri tidak terlalu besar, 2 tingkat dengan 4 kamar tidur : kamar tidur Lincoln, kamar tidur Mary (istri Lincoln) berbagi dengan 2 anak Lincoln yang kedua dan ketiga kamar tidur Robert – anak pertama Lincoln dan kamar tidur pembantu keluarga mereka (hired girl). Lincoln memperbesar rumah ini sejalan dengan karirnya sebagai pengacara yang menanjak.

Rumah ini boleh dibilang saksi bisu suka duka yang di alami Lincoln, dari mulai dia baru meniti karirnya sebagai pengacara, kalah di pemilihan senat, kehilangan anaknya hingga terpilih jadi presiden Amerika ke 16.

CollageoutsidehouseCollageinsidehouse

Beberapa bagian dari rumah Lincoln masih asli dan bukan replika, karena itu pengunjung tidak bisa masuk ke ruangan masing-masing, melainkan hanya melihat dari pintu masuk dari tiap ruangan saja.

Pengunjung harus berjalan di karpet biru dan dilarang keras melintas karpet biru ataupun menggapai ke perabotan, kalau ada yang bandel, alarm akan berbunyi dan pengunjung di minta keluar dari rumah.

Di tengah kota Springfield, kamu juga bisa lihat kantor Lincoln saat jadi pengacara ; Lincoln – Herndon. Boleh dibilang seantero kota Springfield, kamu akan lihat banyak ini itu serba Lincoln, patung, perpustakaan, hiasan kota, semuanya memakai gambar Lincoln.

Collage 2017-04-04 22_00_42

Dari rumah Lincoln, kami pergi ke makam Lincoln di 1441 Monument Ave, Springfield, IL 62702.

Collage 2017-04-04 20_45_09

Disini semua keluarga Lincoln, kecuali anak pertamanya, dikebumikan.

Collage 2017-04-04 20_46_20

PANO_20170404_204338

Terus terang sejarah Lincoln boleh dibilang tragis, selain beliau sendiri dibunuh saat menjabat presiden, ibunya meninggal waktu Lincoln masih kecil dan 3 anak-anak Lincoln meninggal saat mereka masih muda.

  • Lincoln di Washington DC

Lincoln menjabat presiden selama 4 tahun dan 1 bulan. Disini juga, di teater Ford, tempat dimana Lincoln ditembak oleh John Wilkes Booth.

Sebagai presiden, Lincoln memikul tugas yang sangat berat : menyatukan kembali Amerika Serikat – karena perbudakan, beberapa negara bagian sempat memilih melepaskan diri dari union – ini bahkan terjadi sebelum Abe dilantik jadi presiden.
Bayangkan saja, belum juga beliau resmi, keadaan negara yang akan dipimpin ‘sudah’ tidak bersatu lagi!

Di masa kepresidenan Lincoln jugalah perang sipil (Civil War) terjadi.

Di DC, ada 3 tempat utama yang kudu dikunjungi yang berkaitan dengan mendiang Lincoln : Monumen Lincoln, Teater Ford dan Rumah Peterson – rumah dimana Lincoln sempat dirawat dan menghembuskan nafas terakhirnya setelah penembakan di teater.

Monumen Lincoln kamu bisa kunjungi di malam hari, karena monumen terbuka dan tidak diperlukan tiket untuk masuk. Teater Ford dan rumah Peterson, harus dikunjungi di siang hari, karena terbatas waktu kunjungannya.

 

 

Jalan-Jalan : Washington DC : Teater Ford, Panda dan Washington Monumen

Sabtu,  11 Maret 2017

Hari terakhir di DC!

Rencana kita hari ini adalah pergi ke teater Ford – teater dimana Presiden Abraham Lincoln di bunuh, mampir ke Bonbin untuk melihat panda, melewati Embassy Row – jalan dimana kedutaan-kedutaan besar negara asing – termasuk negara Indonesia  berlokasi dan memilih salah satu dari sekian banyak museum di pusat kota DC sebagai pilihan pribadi tanpa harus ikutan grup.

Rombongan sampai di lokasi teater sekitar jam 9: an, karena ada waktu cukup banyak , jadi ya kita jalan-jalan saja sekitar lokasi teater sampai tiba waktunya untuk masuk ke teater.

fordteaterentrance

Teater tempat Lincoln terbunuh ini ukurannya boleh dibilang mini, cuma ada 2 balkon VIP, Lincoln duduk di sebelah kanan.

FordTeater

Sempat merinding juga terbayang kejadian 15 April 1865. Dari teater, kita ke seberang jalan , dimana ada museum tentang kejadian penembakan Lincoln dan rumah tempat Lincoln meninggal dunia.:(

Keterangan foto :

  • kiri atas :Kamar tempat Lincoln meninggal dunia
  • kiri bawah : Museum tentang peristiwa penembakan Lincoln
  • Pintu dimana pembunuh Lincoln masuk ke balkon teater
  • pistol pembunuh Lincoln
  • Ilustrasi saat Lincoln dirawat
  • Keterangan tentang pistol pembunuh Lincoln

lincolnmuseum

Selesai dari teater, rombongan mampir di monumen Franklin D. Roosevelt, monumen Martin Luther King dan monumen Washington – yang mengingatkan saya seperti Monas di Jakarta.

FDR

 

Dari pusat kota, kita lanjutkan perjalanan ke bonbin nasional untuk melihat panda!!

Saya dan anak fan berat panda, beruang hitam putih yang gemesin! Rasanya baru ini saya beneran pergi melihat panda di bonbin….jelas, gemesin seperti yang saya lihat di media. Saking gemesnya, saya luluh hati membelikan anak boneka panda (kami sudah punya 3 boneka panda di rumah gitu loh).

panda

 

Selesai melihat si panda, kita balik ke pusat kota DC sambil melewati Embassy Row – kalau di Jakarta ibarat daerah Menteng kali ya. Konon bangunan kedutaan Indonesia cukup mencolok (unik), jadi mudah di kenali. Sayang saya tidak ada foto yang jernih, tapi ada videonya dibawah ini. Senang juga melihat bendera negara Indonesia berkibar 🙂

Kembali di pusat kota DC, kita punya beberapa pilihan, mau ke National Museum of American History,  Indian American History, atau Air and Space Museum. Anak dan suami pilih ke Air & Space Museum.

Di museum ini kita sempat nonton film pendek di planetarium tentang Dark Universe, main simulator pesawat dan makan siang di arena makan.

Berakhirnya acara bebas ini, berarti berakhir pula wisata sejarah kita di DC.

Terus terang cuapeek sekali rasanya, tapi tidak nyesal, karena saya belajar banyak tentang sejarah Amerika dari wisata kali ini.

Apakah akan kembali ke DC?

Mungkin juga. Karena masih banyak sekali yang bisa dilihat di DC yang tidak kesampain disinggahi. Yang jelas bukan mau lihat Cherry Blossom alias Sakura ya…karena di Jakarta dulu, di rumah ortu ada pohon Sakura.

Sampai jumpa lagi DC!

 

 

 

 

 

Jalan-Jalan : Washington DC – White House, Capitol Building, Arlington Cemetery

Jumat, 10 Maret 2017.

Hari ini kami sudah di wanti-wanti untuk berpakaian berlapis dan membawa jaket hujan, karena berdasarkan prakiraan cuaca DC akan diguyur hujan sepagian.

Jam 7:45 am kita berangkat dari hotel menuju White House, alias tempat tinggal presiden Amrik. Sayangnya kita tidak dapat tur di dalam White House, konon ada mis saat transisi pergantian presiden. Sekolah sudah mengajukan ijin untuk tur, tapi pihak WH tidak pernah terima ijin sekolah, jadilah kita cuma bisa lihat WH dari kejauhan.

whitehouse

Dari WH, kita menuju ke Capitol Building , seperti capital building di setiap negara bagian, Capitol Building di DC berfungsi sebagai gedung pemerintahan, dimana senat dan perwakilan rakyat (senates and house) bekerja sehari-hari.

Untuk masuk CB, kita harus melewati pemeriksaan seperti di bandara, di cek nama di lobi, untuk kemudian di beri lencana pengunjung.DSCN4167 (2)

Di CB, kita tur di beberapa bagian dari gedung.

Bagian yang paling mewah, tentunya di ruangan di bawah kubah CB atau Rotunda. Di langit-langit di kubah, ada lukisan Mr. George Washington dengan selimut ungu dipangkuan, di kanan Mr. Washington adalah Lady Freedom dan disebelah kirinya adalah Lady Libery,  dikelilingi dengan perwakilan dari 13 negara koloni.

Lukisankubah_CapitolBuilding

Di rotunda juga ada 13 lukisan yang mewakili peristiwa-peristiwa penting (kedatangan Christopher Columbus, Pembaptisan Sacajewa, Penandatangan deklarasi kemerdekaan dll) di sejarah Amerika dan patung-patung tokoh politik.

lukisandidindingrotunda

Selain rotunda, kita juga menonton filem pendek dan sempat bertemu dengan senator dari negara bagian Kentucky, Senator Mitch McConnell.

Selesai di CB, kita berangkat ke pemakaman Arlington. Taman pemakaman ini ibarat taman pemakaman pahlawan di Kalibata lah kalau di Indonesia. Anggota militer banyak yang dikuburkan disini, termasuk presiden JFK (istri dan beberapa kerabat Kennedy lainnya)

Di makam JFK atas permintaan Jacquelin Kennedy, di tempatkan api abadi yang tidak pernah padam.

makamJFK

Di sini kita juga sempat melihat acara pergantian pengawal makam.

Dari lokasi pemakaman, kita pergi makan di Hard Rock Cafe di downtown DC, lalu dilanjutkan dengan mengunjungi monumen Perang Dunia kedua (World War II Monumen), monumen perang Vietnam dan monumen Lincoln (Lincoln Memorial) – ketiga monumen ini berada di lokasi yang sama.

‌lincolnmemorial

Monumen Lincoln

Di monumen Lincoln, di dinding terukir salah satu pidato Lincoln, nah di situ ada kesalahan mengeja oleh si pengukir. Kata Future tereja Euture, kalau mata jeli, pengunjung bisa melihat hapusan huruf E menjadi F.

lincoln_misspell

Sayangnya kita tidak bisa lama-lama tur di luar, karena udara amat dingin menggigit, kasihan si anak-anak rata-rata kedinginan!

Kita balik ke hotel setelah berhenti di Iwojima monumen.

Jalan-Jalan : Gettysburg – Washington DC

Buat saya, Washington DC ya memang salah satu tempat di daftar ‘Tempat yang harus dikunjungi di Amrik’ , Bucket List ceritanya.  Ibukota negara Amrik gitu loh. Harus di kunjungi dong.

Nah waktu anak saya kelas 4, kami sudah tahu kalau nanti saat dia di kelas 5, sudah tradisi di sekolahnya dimana murid-murid bisa memilih untuk pergi mengunjungi kota-kota besar untuk pilihan field trip mereka, Cincinnati, Indianapolis, Chicago atau Washington DC. Kami sudah sepakat kalau akan pilih ke DC.

Jadilah waktu orientasi kelas 5 di bulan Agustus 2016, kami isi formulir untuk sekeluarga pergi ke DC bersama sekolah anak. Seret juga waktu tahu kalau ongkosnya $725 per orang! Berarti saya harus kumpulkan uang $1450 dalam waktu 6 bulan (September – Februari).

Alhamdulillah pas waktunya tiba, saya berhasil membayar ongkos jalan-jalan lunas.

Acara ke DC (dan sekitarnya) lumayan padat, dalam satu hari grup akan mengunjungi paling tidak 3 lokasi bersejarah. Kami akan pergi selama 3 hari : dari hari Kamis, 9 Maret 2017, balik ke Louisville, Kentucky hari Sabtu malam, tanggal 11 Maret 2017.

Jam 6 pagi kami sekeluarga sudah nangkring di bandara Louisville.

DSCN4044 (2)

Jam 8 an pesawat berangkat menuju bandara BWI (Baltimore-Washington International), sekitar jam 930 an, kami sampai di Baltimore, langsung naik bus menuju Gettysburg.

Gettysburg itu apa ya? Gettysburg itu salah satu kota di negara bagian Pennsylvania, yang pada jaman civil war adalah salah satu lokasi pertempuran antara Utara dan Selatan yang menelan beribu-ribu korban di kedua pihak. Gettysburg menjadi salah satu titik patokan terpenting dalam sejarah civil war Amerika.

Di Gettysburg, kami melihat-lihat  koleksi museum di lokasi,

GettysburgMuseum_0317

dilanjutkan dengan menonton filem pendek tentang sejarah civil war 

DSCN4060 (3).JPG

lalu menengok cyclorama – lukisan cat minyak di sekeliling ruangan dengan efek suara saat pertempuran terjadi.

Setelah cyclorama, kami makan di kafeteria – makan kotak istilah Indonya, cuma menunya sandwich bukan nasi padang :0

Seusai makan, acara diteruskan di bus mengunjungi situs-situs pertempuran di sekitar kota Gettysburg dengan pemandu turis.

Mendengar cerita di belakang civil war terus terang membuat saya merinding, negara Amerika benar-benar ‘dibangun’ dengan beribu-ribu nyawa. Tidak terbayang betapa ‘angot’nya situasi di tahun 1860 dimana negara Amrik terpecah menjadi 2 pihak : Confederate dan Union semata-mata karena perbudakan dan bagaimana presiden Amerika saat itu, Presiden Abraham Lincoln- presiden favorit saya- berusaha sekeras-kerasnya untuk kembali mempersatukan Amerika.

GettysburgField_0317

Selesai di Gettysburg, rombongan balik ke daerah DC, yaaaah..kena macetnya DC…widiiih, amit-amit deh, macetnya jadi mengingatkan saya dengan Jakarta! Karena kena macet, acara jadi berubah sedikit,  rombongan langsung pergi ke tempat makan malam di Uno Pizza di  Union Station – stasiun

Selesai makan kita pergi ke monumen Jefferson. Thomas Jefferson adalah salah satu dari 4 founding fathers negara Amerika,  perancang deklarasi kemerdekaan dan juga presiden ketiga Amrik.  Pemikiran Mr. Jefferson terus terang sangat maju dan terbuka di jamannya. Jefferson juga salah satu tokoh sejarah Amerika yang saya kagumi.

JeffersonMemorial

Beberapa tempat yang rencananya kami kunjungi hari ini terpaksa harus ditunda, karena waktu tidak memungkinkan. Dari monumen Jefferson, kami langsung menuju hotel di Maryland untuk istirahat.

 

 

 

 

 

 

 

Tabrak Lari

Kalau dengar kata Amerika, sebagian besar dari kita merasa semua-muanya pasti lebih OKEH dibanding negara sendiri, bukan tidak mungkin kita anggap Amrik itu negara hampir tanpa cacat kali ya.

Teratur. Nyaman. Tidak ada polusi. Tertib. Mewah. Serba ada dan lain lain.

Kenyataannya Amrik, sama saja seperti negara-negara lainnya, sama seperti negara berkembang, terutama dalam hal : TABRAK LARI.

Saya pribadi pernah mengalaminya, 2 kali. Alhamdulillah tidak serius ya, tapi tetap saja jengkel, apalagi kalau akibat tabrakan mobil harus masuk bengkel.

Pertama kali saya mengalami tabrak lari itu tahun 2010, waktu masih tinggal di Bozeman, MT.

Saya baru balik dari mengunjungi suami di Texas, waktu tiba di Bozeman itu salju berat. Saya dijemput oleh teman saya dan di drop di rumah. Mobil terparkir di driveway tertutup salju.

Keesokan harinya saya kerja, karena pagi-pagi saya bersihkan salju secepat mungkin. Sampai di tempat kerja ya saya parkir seperti biasa.

Selesai kerja, sekitar jam 3 an, menuju ke mobil, deg, jantung saya berhenti. Bagian depan kiri depan mobil ringsek. Meskipun kerusakan tidak seberapa, tapi perasaan ini campur aduk antara kaget dan marah.

Koq tega banget ya orang nabrak mobil terparkir, terus tidak pakai basa basi cuek saja?

Ongkos perbaikan itu sekitar $800! Dengan asuransi, kami harus merogoh kantong sendiri $500. Kondisi kami saat itu tidak terlalu baik, suami baru saja kerja di tempat baru selama 3 bulan eh ternyata ada restrukturisasi, departemen dia ditutup, jadilah dia kehilangan pekerjaan, ditambah kami baru saja pindah dari Ohio dan sudah harus pindah lagi ke Kentucky.  $500 buat kami itu tidak sedikit. 😦

Alhamdulillah kami banyak mendapat donasi dari masyarakat kota Bozeman – saya tulis pengalaman saya di ‘surat untuk redaksi’ di koran setempat, eh malah di wawancara jadi masuk koran segala, dan orang-orang menyumbang!

Kejadian kedua, saya alami minggu ini, lagi-lagi waktu parkir di tempat kerja!!

Sebeeeeeeeeeeeeeeeeel banget!!!

Kali ini memang kerusakan tidak seberapa, hanya baret di pintu, tapi tetap saja hati mangkel.

0307171801.jpg

Saya ngerti sekali kalau mungkin si penabrak tidak punya asuransi untuk menutup ongkos kerusakan – terutama kasus pertama yang saya alami,  tapi ya bukan berarti lari dari tanggung jawab kan?? jangan jadi pengecut gitu dong!

Tidak mampu vs. Tidak bertanggung jawab tidak ada hubungannya kan?!

Apa salahnya sih menulis memo ‘Maaf Bu/Pak, saya tidak sengaja membaret mobilnya. Saya harus pergi, ini nomor telpon saya untuk Ibu/Bapak hubungi’

Gitu loh!

Mudah-mudahan teman-teman tidak ada yang seperti ini ya!

Masalahnya bukan besar atau kecil kerusakan ya…masalahnya kalau kita berbuat salah, mbok ya berani bertanggung jawab!

Kalau kata Ibu/Bapakku : Berani berbuat, berani bertanggung jawab!

Yuk, mari kita semua jadi orang yang bertanggung jawab!!

(tu kan ternyata orang-orang Amrik tidak semuanya patuh aturan!)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jalan-Jalan : Air Terjun & Danau Cumberland

pano_20170219_104320

Minggu, 19 Februari 2017.

Sambil sarapan di rumah makan di hotel, kami lihat-lihat mau kemana lagi hari ini….Tadinya mau ke Cumberland Gap, tapi koq balik ke Louisvillenya jauh ya? 3 jam-an…ya sudah jadi diputuskan kami akan ke danau Cumberland saja setelah nengok air terjun Cumberland.

Resto di hotel ini sebetulnya saya kurang demen sama makanannya…tapi pemandangannya okeh banget…dan juga praktis saja sih..sarapan di hotel…ini pemandangan kami selama makan pagi :

tiff infomation

Selesai makan, kami mulai jalan ke air terjun. Jarak dari tempat menginap ke air terjun, tidak jauh, cuma 0.75 mil, total 1.5 mil bolak balik. Trailnya tidak sulit, cuma menuju ke air terjun jalan nya menurun, pas balik ke tempat parkir…banyak tanjakan deh..lumayan ngos-ngosan…he…he..he

Kami sudah pernah ke air terjun Cumberland sebelumnya, di akhir musim panas tahun 2012. Saat itu, kami mah niat liburan, dan memang kami tinggal lebih lama dan berkemping ria. Ini foto kami waktu pertama kali ke air terjun Cumberland.

cumberland12_collage

Air terjun Cumberland  ini air terjun terbesar di Kentucky, karena ukurannya, air terjun Cumberland diberi nama  Niagara of the South. Di tahun 2012, kami juga pergi ke lokasi air terjun lainnya di sekitar lokasi Cumberland, tapi baru kali ini kami menginap dan menggunakan trail dari hotel untuk ke air terjun.

Cuaca hari ini bagus banget, cerah dan tidak banyak angin… Tidak terlalu banyak pengunjung di lokasi air terjun, mungkin karena bukan musim turis ya. Lokasi air terjun juga banyak yang di tutup, sepertinya ada limpahan air besar sehingga pemerintah kudu memperbaiki ini dan itu di lokasi.

Untung juga kami sudah pernah kunjungi air terjun ini pas musim panas, karena lebih banyak yang bisa dilakoni, kalau berkunjung pas akhir musim dingin seperti sekarang, pengunjung cuma bisa lihat air terjun saja.

Dari lokasi ini, kami mampir ke danau Cumberland, lokasinya sekitar 1.5 jam ke arah barat.  Danau Cumberland seru buat mereka yang suka boating , karena ya luas dan ada marinanya. Di sini kami makan siang di tempat piknik – enaknya ya di taman-taman nasional di seantero Amrik, boleh dibilang selalu ada meja piknik, yang memang disediakan untuk pengunjung memasak sendiri untuk makan mereka tanpa harus mampir ke rumah makan yang harganya tidak murah.

pano_20170219_125906

Danau Cumberland dari teras hotel

Selesai melihat-lihat danau Cumberland dan bendungannya, balliklah kami ke Louisville, sampai jalan-jalan berikutnya ya!

Jalan-Jalan Akhir Pekan : Ke Pelosok Kentucky Bagian Timur

Yay! Ada hari libur President Day!

Ini untungnya kerja di perbankan, dapat banyak tambahan hari libur yang pegawai lain tidak selalu dapat. Libur Hari Presiden kali ini, saya lebih siap, karena sudah jauh-jauh hari minta libur di tempat kerja kedua.

Jadi saya bilang ke suami, yuk jalan-jalan kemana gitu keq..bosen di Louisville melulu…

Lihat-lihat di IG, ada 2 air terjun yang kelihatannya asik juga untuk di kunjungi : air terjun Fall Lick dan air terjum McCammon. Lokasi si air terjun ini di daerah McKee, bagian timur negara bagian Kentucky.

Bojo pesan kamar di Cumberland Falls State Park resort – kami sudah pernah kunjungi tempat ini sebelumnya, tapi tidak menginap – jarak dari lokasi air terjun yang mau kami kunjungi agak jauh, tapi mau gimana lagi, tidak ada penginapan yang okeh di lokasi air terjun.

Dari Louisville, kami ambil jalan I64 ke arah Lexington, nah, dari situ agak-agak riweh nemuin akses ke Flat Lick Falls.

Dari awal trail ke air terjun, cuma 500 meteran…air terjunnya sendiri bagus juga….tapi koq tidak bisa sampai dekat sekali ya seperti di foto-foto yang saya lihat di Instagram ya?

Sedikit kuciwa..tapi tetap senang, karena berhasil menemukan lokasi air terjun.

Selesai foto-foto di Flat Lick, kami coba cari lokasi air terjun McCammon…waduh..yang ini lebih susah lagi! Di situs yang kami jadikan referensi tidak ada alamat yang jelas…setelah kami baca lagi, cuma tertulis di belakang Gray Hawk Community Park .Hah??

Ya sudah, kita cari lokasi Gray Hawk Community Park dulu, sudah ketemu, mentok di jalan buntu, kami turun dari mobil, celingak celinguk, bojo nemuin jalan setapak dan terdengar bunyi air di kejauhan.

Benar saja, jalan setapak itu adalah trail ke air terjun McCammon, haduuuhh….trailnya sempit dan terjal….kepikiran..harusnya bawa tongkat ni! sampai di lokasi, air terjunnya sendiri tidak terlalu besar, dan lagi-lagi cuma bisa dilihat dari kejauhan….

tiff infomation

 

Memang sih…air terjun di negara bagian Kentucky tidak terlalu spektakuler dibanding air terjun di negara-negara bagian disisi barat, karena dari segi geografi, tidak banyak pegunungan di Kentucky, cuma di bagian Apalacian saja – sementara di sisi barat ada rentang pegunungan Rocky yang lebih besar skalanya.

Kebanyakan air terjun disini boleh dibilang cuma air tetesan, tapi ya…masih cantik lah….

Kami akhiri hari ini dengan menginap di Cumberland Falls Resort State Park…besok jalan lagi yaaa

img_20170218_175924_114

(more…)