Waktu saya hijrah ke Amrik tahun 2005, saya boleh dibilang clueless banget ya.
Meskipun saya anak Jakarta dan pas mendarat di Amriknya , mendarat di kota cilik, tetap saja banyak hal-hal baru, hal-hal berbeda yang saya temui.
Saya ingat suatu sore kami jalan2 keliling kota pakai mobil. Lihat thrift store, pawn shop, youth center dan segambreng istilah asing lainnya yang saya baru dengar saat itu.
Lalu di jalan rindang di daerah tertua di kota saya, saya melihat ada rumah kecil dengan papan “help center”.
Apa itu ya? Pikir saya.
Sekilas saya baca informasi di depan rumah itu : crisis counseling.
Saya tidak kepikiran tentang rumah kecil itu lagi sampai beberapa bulan kemudian saya ada masalah dengan pasangan, saya nekat kabur. Maklum saya kan agak2 dramatis lah. Baru umur 30 an gitu deh….
Saya waktu itu tidak punya mobil ya, jadilah saya jalan kaki. Mau kemana? Pikir saya?
Yang jelas saya tahu saya harus ke tempat aman (safe place istilahnya disini).
Lalu saya ingat ke rumah kecil yang saya lewati beberapa waktu lalu. Saya putuskan untuk pergi ke tempat itu.
Jarak dari tempat saya tinggal ke rumah kecil itu 2.4 mil atau 3.8 kilo.
Jaman itu belum ada telpon pintar ya, jadi saya tahu lokasi semata2 karena saya perhatikan jalan ini dan itu.
Setelah saya sampai disitu, petugas langsung terima saya, tanyakan apa masalah saya dan tanpa banyak bla bla bla lagi saya di transpor ke ‘rumah rahasia’.
Intinya rumah kecil yang saya datangi itu adalah tempat dimana penduduk bisa mencari pertolongan : baik itu makanan, rumah, perlindungan dari pasangan yang pengguna obat, alkohol, abusive, saat merasa putus asa dan lain2nya.
Karena kasus saya saat itu (verbally abused/controlling saya diancam akan dicabut akses ke rekening bank-padahal saat itu saya tidak kerja), dan saya tidak mau balik ke rumah, oleh petugas saya dikirim ke women shelter.
Apa itu sih women shelter?
Women shelter pada dasarnya rumah yang disediakan untuk wanita2 yang mengalami penyiksaan (abused) , terutama fisik.
Women Shelter (WS) ini lokasinya dirahasiakan. Sangat tertutup dari luarnya. Tidak boleh ada yang tahu alamat WS ini dengan alasan keamanan. Cuma petugas dan polisi yang tahu dimana WS ini.
Karena kecenderungan si penganiaya, mereka biasanya terus mengejar si korban sampai mereka temukan. (Ada filem mbak JLo deh kalau tidak salah)
WS ini dibuat sedemikan menjadi tempat aman buat penghuninya. Pintu pagar ada kunci tertentu. Tidak boleh ada pengunjung. Penghuni juga tidak diperkenankan keluar.
Petugas bekerja sama dengan polisi dimana kalau si penganiaya mengadukan si korban, polisi sudah mendapat laporan dari petugas tentang kondisi abused. Jadi polisi tidak akan memberikan informasi apapun ke si pelapor.
Intinya women shelter adalah fasilitas yang tersedia di kota untuk perempuan saat mereka butuh perlindungan dari perlakuan buruk pasangan.
Saya merasa sangat aman dan terlindungi di WS. Dan juga saya bisa tenangkan diri disini.
WS tidak mengenakan biaya apapun. Dan kalau kita minta bantuan tambahan, misalnya menelpon kedutaan, saudara, teman, mereka akan bantu kita.
Saya (dan anak) diberikan kamar sendiri. Kamar mandi, dapur, ruang bersantai. ruang cuci baju ya digunakan bersama penghuni lainnya.
Sabun, sampo, sikat gigi. sisir disediakan, kalau memang kita tidak bawa baju ganti, mereka akan carikan. (Karena kan..kebanyakan penghuni WS kabur tho..sebagian besar mana sempat ngepakin barang2 pribadi…)
Kita boleh tinggal maksimum 7 hari di WS.
Intinya di Amrik, banyak fasilitas untuk penduduknya yang mencari bantuan.
Semoga tidak ada yang menggunakan fasilitas WS ini ya. Tapi kalau pun ada, jangan malu atau ragu. Fasilitas ini ada untuk menolong kita.
Kalau mau cari fasilitas2 seperti WS gunakan kata2 dibawah ini waktu lakukan pencarian.
- Abuse
- Domestic violence
- Abusive
- Battered
- Molested
- Crisis
- Counseling
- Help
- Hotline crisis

Eh..pembaca tahu kan ya bagaimana menggunakan mesin pencari?
#belajarbiartidakgoblok
#mypeoplegoblokkatanya
Nah, akhir pekan Labor day ini, di kota tempat saya tinggal ada acara tahunan, namanya World Festival. Saya sudah sering mampir sik ke festival ini sejak kami pindah di tahun 2012, meskipun tidak setiap tahunnya.Pada dasarnya acara ini seperti bazaar terbuka, cuma temanya internasional, jadi selama 3 hari pengunjung bisa melihat parade dari bermacam-macam negara, pentas tarian Flamenco, Salsa, bagpipe players dll dan menikmati makanan dari berbagai negara.Tapi tahun ini spesial, karena tahun ini ada pentas tari Pendet dan tari Panji Semirang!Saya sebagai orang Indonesia yang kurang beruntung tidak bisa sering-sering mudik , langsung dong semangat 45 pengen hadir dan nonton.Ditambah kedua tarian ini saya tahu banget auranya, wong pas kelas 5 SD saya dimasukkin ke sanggar tari Bali oleh almarhum ibunda.Jam 11 saya sudah nangkring di meja Indonesia yang dihias dengan taplak batik, peta Indonesia versi batik, sepasang boneka wayang, angklung mini, congklak, topeng Rama dan Sinta, boneka kerbau, buku-buku masakan Indonesia, buku-buku anak-anak 2 bahasa dan buku-buku tentang Indonesia.

Jreng jreng …jam 2:30 PM waktu setempat, anak-anak blasteran Indo-Amrik yang cantik-cantik mulai menari tarian Pendet.Selama saya merekam pertunjukan mereka, saya seakan-akan dibawa kembali ke hari-hari saya berlatih di sanggar tari Bali dan berpentas menari Pendet untuk ujian kenaikan kelas ke tingkat Panji Semirang.Senang? Banget!Karena itu salah satu kenangan manis yang mau saya ingat terus.Perasaan saya yang berbunga-bunga karena akhirnya bisa ditindik 3 bondolan di kedua kening dan dahi.Mencium bau bunga kamboja di bokorMendengarkan musik Bali dimainkan dengan gamelan langsung bukan dari kaset terdengar sangat mistis di telinga…Ah…kenangan masa kecil memang indah ya.Yang jelas saya bersukur sekali punya teman-teman yang sangat bangga sebagai orang Indonesia dan mau bersusah payah melatih anak-anak mereka untuk ikut melestarikan budaya IndonesiaIni foto-foto cantik para penari dan video nya…



