Hari ini saya dikagetkan lihat cerita IG teman sekelas SMA. Dia di kuburan seseorang yang masih terlihat sangat baru.
Deg. Jantung saya berdetak. Pikiran saya langsung terpikir kalau ini teman kita juga. Tapi saya gak mau percaya. Gak mungkin ah. Saya screenshot cerita dia.
Ya Tuhan..ternyata benar. Teman kita berdua dipanggil balik ke alam.
Teman saya ini cantik sekali. Awet muda. Selalu terlihat segar. Aktif. Baru bulan Mei lalu ulang tahun. Sama2 genX. Setiap kali lihat postingan dia, saya selalu berdecak kagum. Ayu banget sik anak ini.
Sekarang dia sudah tidak ada.
Kematian itu ya peristiwa alami ya. Kita semua akan mengalami.
Tapi jujur. Berita kematian itu kebanyakan tetap hal yang mengejutkan. Apalagi kalau menurut kita rasanya koq belum waktunya?
Mau itu orang yang kenal dekat dengan kita ataupun sekedar kenalan, mau itu kematian binatang peliharaan pun, berita kematian itu membuat kita terhenyak.
Waktu ayah meninggal, meskipun beliau sudah manula dan sakit2 an, saya masih menangis. Sedih karena tahu gak akan terima telpon dari ayah lagi. Anak saya gak akan tahu tentang kakeknya. Beberapa bulan setelah ayah meninggal, saya masih ngerasa surreal. Gak percaya kalau ayah sudah gak ada
Waktu sepupu saya meninggal, saya gak bisa berkata2. Masih muda dia saat meninggal.
Kematian kucing saya adalah pertama kalinya saya mendapati sesosok mahluk hidup sudah terbaring kaku kehilangan nyawa. Dan gak bohong, reaksi saya saat itu sangat histeris. Marah. Kecewa. Saya gak mau dia mati.
Ada rasa hampa. Hilang. Selesai. Habis.
Sering kali kita pertanyakan. Kenapa? Kenapa sekarang? Kenapa dia?
Meskipun kita semua juga tahu, gak akan ada yang tahu kenapa.
Karena kematian kan memang “dijamin”.
Ah. Betul juga kata Stoic.
…….
Memento Mori
Yaah kematian adalah peristiwa alam biasa, yg semua orang pasti mengalami. Dalam dikotomi kendali penganut Stoa termasuk hal yg tdk bisa kita kendalikan.
Iya. Cuma ternyata tetep nyesek yaa