liburan

Jalan-jalan ke Boston: Tentang Hotel

Setelah kebanyakan rencana mau pergi kemana pas ultah di bulan Juli, akhirnya saya putuskan untuk pergi ke Boston, Massachusetts.

Selain karena MA adalah satu dari 15 negara bagian yang belum saya kunjungi, Boston boleh dibilang juga kota penuh sejarah.

Jadilah saya terbang ke Boston pakai Souhwest. Ambil pesawat paling pagi supaya punya waktu buat jalan-jalan di hari kedatangan.

Pas mendarat pemandangannya agak beda dibanding pas saya ke Houston atau pas ke New Orleans, kelihatan ruang air dari pesawat, gak melulu daratan. Jadi inget pas mendarat di Ngurah Rai , Bali.

Saya pilih menginap di hotel Hilton Park Plaza karena lokasinya yang strategis. Selain ada bis gratis dari airport ke halte yang cuma 1 blok, juga dekat ke stasiun kereta bawah tanah dan tempat-tempat wisata lainnya. (tinggal jalan kaki).

Konon hotel ini sudah beroperasi dari tahun 1927. Kamarnya memang kecil (kami pilih 2 tempat tidur)  tapi bersih dan nyaman. Kayaknya dirawat dengan baik ya.

Perjalanan menuju Boston, mulus, sesuai jadwal. Hal pertama yang kami lakukan, drop koper di hotel , karena kepagian belum bisa check in. Terus laper, kebetulan seberang hotel ada resto Logan Seafood. Kalau gak salah ada orang Indo komentar di Threads kalau ini ok tempatnya.

Ya sudah makan disitu, daripada pusing. Mereka ada menu maksi. Kami pilih calamari, lobster mac n cheese, crab rolls.

Kalau teman2 ke Boston, pasti akan sering lihat menu lobster deh, terutama lobster roll. Karena memang itu salah satu makanan umum di sini. Enak sik. Daging lobsternya gak pelit.

Pas lagi makan saya pas iseng nanya ngeliat ada minuman di bar. Eh malah dikasih gratis. Kebetulan memang kesukaan saya, sangria. RejekiπŸ˜‰

Balik ke hotel buat check in. Dapat di lantai 11.  Pemandangan dari jendela kamar hotel lihat ruang terbuka. Lumayan oke lah.

Sama hotel saya dikasih satu voucher makan gratis karena saya bilang kalau trip ini trip ultah saya. Secara umum Hilton di lokasi ini kasih potongan $15/hari untuk tamu makan di resto mereka.

Si front desknya bilang. Kamu pilihnya makanan yang hearty ya buat treat yourself.

Saya nebus makanan gratis saya baru di hari kedua. Kebetulan anak saya bablas tidur, jadi saya makan sendiri. Saya pilih Steak Frites dan minuman purple rain. Asli enak sik.

Hari terakhir kami sarapan di hotel. Nah sistemnya itu bisa buffet $37/orang, atau pesan dari menu.

Buat teman2 yang gak makan πŸ–, mending pesandari menu ya. Karena ada pilihan bukan πŸ– dan harganya lebih murah dari harga buffet.

Buffet nya lumayan lengkap sik. Ada 2 tipe sausage, πŸ– dan ayam kentang goreng, telur orak arik, roti dan teman2nya, buah2 an dan yang agak beda, ada  charcuterie.

Buah-buahannya ada semangka, cantelop, melon, nenas, stoberi, blackberry dan semuanya manis.

Yang saya gemes itu botol saus tomat, Tabasco dan jar2 selai roti..ya ampun imut!! Gemes!!

Catatan. Ini saya sudah kehabisan storage di WordPress, males deh kalau harus bayar lagi. Karena itu, saya taro foto2 di IG yang saya tautkan disini supaya teman2 tetap bisa lihat foto2

MUDIK 2015 : BERDUAAN DI KIDZANIA

Di mudik 2015, saya sengaja sediakan satu hari yang saya pakai untuk menghibur anak saya. Dari sekian banyak rencana saya : Taman Safari, Taman Mini, Taman Budaya, Perosotan di FX dan Kidzania – terus terang pertama-tama saya masih bingung untuk memutuskan kemana kami akan pergi. Yang jelas, saya sudah pilih kosongkan hari Selasa untuk kami berdua.

Nah, di hari ulang tahun anak saya tanggal 22 Januari, kami ditraktir main ke Kidzania oleh teman baik saya. Ada bagusnya kita mampir di Kidzania hari itu, jadi kami bisa memantau situasi dan lebih ‘mengerti’ apa yang harus dilakukan.

Dari hasil bermain di hari itu, Saya semakin mantap kalau petualangan berdua saya dan anak saya di minggu berikutnya akan di Kidzania saja dan tidak di tempat lainnya. Jadilah pada hari Selasanya kami pergi ke Kidzania lagi sesuai dengan rencana awal saya.

Memang saya juga sengaja tidak mengajak siapa-siapa ke Kidzania ini , karena saya murni ingin spending time together with my son,Β berduaan saja. Kapan lagi bisa berpetualang berdua di Jakarta? jarang-jarang kan πŸ˜‰

Nah di blog ini Saya mau cerita petualangan kami di hari itu.

Saya asumsi tidak semua pembaca tahu apa Kidzania itu. Saya coba jelaskan disini ya.

Kidzania itu area bermain anak-anak, dimana anak-anak berkesempatan untuk berlakon (pretend play) sebagai orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti mereka bisa pilih berbagai jenis profesi, mulai dari polisi, petugas pemadam kebakaran, pembalap mobil, pembalap motor, petugas bank, pekerja konstruksi, pekerja hotel, pembuat pizza, roti, mie, handuk, montir, pilot, artis dan banyak lagi.

Anak-anak diajarkan konsep real life situation –misalnyaΒ sebagai pekerja mereka akan digaji – jadi kalau mereka pilih untuk menjadi montir, mereka harus ‘bekerja’ dan di akhir sesi mereka akan dibayar – sementara kalau mereka mau memakai jasa ini dan itu, mereka harus membayar dengan uang Kidzania.

Tiket masuk ke Kidzania itu di hari biasa Rp. 130,000 untuk si anak dan Rp. 80,000 untuk orang tua. Pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar , yang diperbolehkan dibawa hanya botol air.

Di Jakarta, lokasi Kidzania itu baru satu (Januari 2015), yaitu di Pacific Place di SCBD Sudirman.

Setelah membayar tiket, pengunjung harus di cek di mesin pemindai seperti di bandara, lalu masing-masing dari pengunjung akan diberikan gelang – yang menurut petugas, akan membantu kalau si anak kehilangan orang tuanya. Dan si anak di berikan voucher Kidzania yang harus ditukarkan dengan uang Kidzania di ‘bank’ di dalam lokasi.

Jadilah tujuan pertama kita setelah masuk itu ke bank, untuk menukarkan voucher. Si anak mendapat uang awal sebesar 20 ribu uang Kidzania.

Dari sini, si anak bebas untuk memilih ‘pekerjaan’ yang dia minati.

Anak saya memilih mau ikutan balap mobil, Sebelum bisa balapan, seperti layaknya di dunia nyata, si anak harus di periksa kesehatan terlebih dahulu, berlatih mengemudi dan mengambil SIM. πŸ˜‰

Dia juga harus membayar ‘ongkos’ membuat SIM dan juga dia pilih ikut balapan, dia harus membayar ongkos ikut balapan.

Uang hampir habis? berarti si anak harus pilih ‘profesi’ untuk bisa berpenghasilan.

Saat kami di Kidzania, anak saya memilih jadi petugas pemadam kebakaran, montir mobil, petugas pembersih gedung, petugas konstruksi, petugas hotel, pembalap mobil, pembalap motor.

Ada yang lucu waktu si kecil mau balapan motor; saya sempat deg-degan, apa bisa ya anak saya naik motor sebesar itu? – ukuran motor yang akan dikendarai anak saya seperti layaknya ukuran motor biasa, beda dengan waktu dia jadi pembalap mobil, ukuran mobil yang dia kendarai ya memang ukuran anak-anak.

Teliti punya teliti, ternyata si motor ada 2 ban tambahan dibelakangnya…he…he…he..legalah saya melihatnya!

Mudik_Jan18Feb318

Sewaktu jadi petugas pemadam kebakaran dia ikut di belakang truk pemadam kebakaran berkeliling ‘kota’ (sebetulnya ada aksi memadamkan api, tapi waktu kami kesana, lokasi pemadaman kebakaran ditutup).

Saat jadi montir mobil, dia dan anak-anak lainnya ‘sibuk’ mempreteli ban mobil πŸ˜‰

Mudik_Jan18Feb315

Sewaktu si kecil pilih jadi petugas pembersih bangunan tinggi, dia naik gondola mini lengkap dengan helm dan sabuk pengaman082

Si kecil juga berkesempatan memanjat ‘gedung tinggi’ dan membunyikan bel saat berhasil sampai di puncak.

Mudik_Jan18Feb316Mudik_Jan18Feb317

Asli seru bermain di Kidzania ini. Kalau mau melakoni semua permainan rasanya harus ke sini lebih dari satu kali!

Saya mau berbagi beberapa tips untuk orang tua sebelum bermain disini

  • Kidzania buka dari jam 9 pagi hingga 4 sore. Permainan terakhir itu jam 3:45 pm
  • Beberapa permainan membutuhkan sekelompok anak, dan permainan tidak akan mulai sebelum jumlah anak terpenuhi, contoh dibagian montir mobil. Tapi ada beberapa permainan yang cuma bisa dilakoni 2 anak per sesinya. Contoh – pekerja pembersih bangunan
  • Satu sesi permainan itu rata-rata membutuhkan waktu 15 menit – bisa lebih. Jadi sabar saja.
  • Ajarkan anak-anak untuk mengantri dan tidak menyelak antrian
  • Harap maklum dengan panjangnya antrian, terutama kalau anda bersamaan dengan segerombolan anak-anak dari sekolah
  • Jangan harap bisa melakoni semua permainan, tetapkan harapan si anak, supaya mereka tidak kecewa

O iya, disini juga ada pemotret anak-anak di lokasi permainan tertentu. Ongkos untuk menebus foto ini, tergantung berapa banyak foto yang pengunjung mau ambil, minimal itu Rp. 90,000. Tidak bohong kalau saya tebus semua foto anak saya, dengan pertimbangan, kami turis dan belum tentu bisa balik lagi ke Kidzania tiap tahunnya. πŸ˜‰