Ala Amerika : Belanja Saat Black Friday

Setelah 10 tahun tinggal di Amrik, ternyata saya bosan berpartisipasi dalam kehebohan Black Friday (BF).

Kalau ada teman-teman yang belum tahu apa Black Friday itu, buat saya BF ada dasarnya adalah ‘gong’ dimulainya kehebohan berbelanja untuk menghadapi tradisi penghadiahan di hari Natal.

BF awalnya di mulai hari Jumat pagi-pagi subuh, setelah hari Thanksgiving. Tapi dua tahun belakangan, tradisi belanja BF DEAL dimulai di hari Thanksgiving.

Buat saya agak-agak keterlaluan, karena Thanksgiving kan hari libur yang tidak bernuansa keagamaan dan lebih umum, sekudunya ya di liburkan saja lah, tapi ternyata masyarakat banyak juga yang belanja di hari Thanksgiving, jadilah pergeseran waktu ini mulai menjadi hal yang ‘lumrah’.

Tahun 2007, pertama kali saya kerja di ritel, saya mulai kenal BF dan tradisinya. Toko tempat saya kerja kalau tidak salah ingat buka jam 3 pagi! Lumayan ‘gila’ untuk skala kota tempat saya berdomisili yang notabene kota kecil tapi karena tempat saya kerja boleh dibilang satu-satunya tempat belanja yang cukup ‘mentereng’ (fancy gitu), meskipun toko buka jam 3 pagi, pengunjung ya ada saja.

Sebagai pekerja ritel (waktu itu), terus terang saya ‘menderita’ saat BF, apalagi di tahun 2011 waktu suami tinggal di negara bagian lain, anak saya saat itu berumur 6 tahun, kelabakan saya mencari bantuan untuk menjaga anak saya selama saya kerja di jam zombie.

Sebagai konsumen, saya tidak pernah melakoni kelakuan beberapa orang yang sampai-sampai buka tenda segala untuk menunggu toko-toko dibuka untuk bela-belain beli BF Deal atau ngantri dari jam 10 malam menunggu toko di buka. 

Paling-paling waktu saya tinggal di Cleveland tahun 2010, saya pernah pagi-pagi sekali berangkat ke Outlet atau jam 12 malam ngacir ke Toys R Us seberang apartemen untuk beli hadiah ultah si kecil di bulan Januari nanti. 

Setelah saya tinggal di KY dan kerja di institusi keuangan boleh dibilang saya tidak lagi kebagian ber BF-ria karena saya selalu harus kerja di hari Jumat setelah Thanksgiving.

Tapi ya tidak apa-apa, karena setelah bekerja di ritel bertahun-tahun, saya ‘ngeh’ kalau tidak selalu BF Deal itu paling murah. 😉

Hari ini saya ya di rumah saja, tadinya mau melihat keramaian dan ambil foto buat teman-teman, tapi koq malas ya?

Jadilah saya dan anak sibuk membuat LEGO dengan tema Black Friday Madness has begun…..

Silahkan gunakan imaginasi masing-masing dalam meninterpretasikan LEGO  kami :

Update

Setelah melihat iklan toko Target, ada XBox, saya dan anak yang ada tergoda ngacir ke Target, di tambah memang saya punya 14 kartu hadiah (gift card) yang bisa di belanjakan di Target.

Kami parkir di sisi gedung – bukan di depan gedung- yang waduh….kendaraan bersliweran – langsung dapat parkir, lalu ke bagian elektronik, ambil XBox, dan langsung bayar di kasir di lokasi – dibanding di kasir utama yang antriannya sudah seperti ular naga panjangnya!

Resmilah kami sebagai korban BF Deal :

 

 

 

 

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s