Puasa Yuk….

Puasa. Buat orang Indonesia, kata puasa itu kata yang lumrah, kita semua tahu arti kata puasa.

Buat orang Amerika, kata puasa itu cenderung asing dan aneh, apalagi yang namanya puasa sebulan penuh. Kecuali di kota-kota besar yang lebih beragam penduduknya, orang-orang Amerika boleh dibilang ‘buta’ tentang puasa di bulan Ramadan.

Saya kebetulan orang Islam, yang memilih untuk berpuasa di bulan Ramadan. Bedanya dengan puasa di Indonesia, puasa di negara 4 musim seperti Amerika itu bikin berpuasa sedikit lebih unik, karena perbedaan musim….yang artinya perbedaan kapan terbitnya matahari dan tenggelamnya matahari.

Di musim panas, dimana matahari terbit sejak jam 5 pagi misalnya dan tenggelam jam 9 malam , jelas waktu berpuasa jadi lebih lamaaaaaaaaaaaaa…….

Kuat gitu? kuat-kuat saja sih, banyak teman-teman yang sesama muslim yang saya kenal, nyantai-nyantai saja puasa lebih dari 12 jam.

Kalau buat saya, yang jelas saya tidak lagi menghitung sekian jam…dilakoni saja, dan untungnya saya kerja dan lingkungan kerja saya, pegawai tidak bisa ngemil, jadi ya lempeng-lempeng saja puasa saya.

Yang agak lebih riweh buat saya itu, karena pasangan dan anak tidak berpuasa, saya harus tetap menyediakan makan malam untuk mereka sebelum saya sendiri makan. Agak-agak BT memang…tapi ya itu, dilakoni saja lah….

Kalau pas tinggal di Indo, saya ngabuburit di mal, di sini jam 8 malam, saya ngacir ke kolam renang untuk olah raga menunggu waktu berbuka. Lumayan menghabiskan 1 jam tidak terasa karena adem dan juga sehat!

Berhubung saya orangnya tidak religius (dan agak anti sosial), saya tidak pernah ikutan berbuka puasa di mesjid setempat, tapi dekat saya ada 2 mesjid yang menyelenggarakan acara berbuka bersama setiap akhir pekan.

Yang anehnya lagi, waktunya berbuka saya tidak terlalu lapar juga (mungkin karena saya banyak simpanan lemak ya?????)….cukup panaskan nasi dan makanan apa adanya di kulkas.

Enaknya puasa di Amrik itu, tidak banyak godaan makanan minuman….tergiur makan hamburger gitu? yah enggak deh…atau pizza? atau sandwich? NOPE.

Kecuali ada yang nawarin ayam goreng Mbok Berek atau sop buntuk Borobudur tuh atau es teler Sari Ratu..baru deh saya kelimpungan!!! ha…ha…ha..

Buat saya benar sekali kalau dibilang puasa itu untuk menahan nafsu….jadi tidak ‘kalap’ mau makan di luar terus misalnya…atau ‘kalap’ mau beli makanan ini itu…termasuk juga menahan nafsu untuk belanja baju! he….he….he…

Kemarin itu ada wartawan Resty Armenia dari CNN Indonesia sempat mewawancarai saya via Facebook, bisa dibaca disini ya!

Kalau ada pembaca yang mau berbagi cerita tentang berpuasa, sok atuh cerita di komentar!

..

 

 

 

 

 

 

Advertisements

3 comments

  1. Hi Mbak Dayang Suri.

    Salam kenal ya. Saya baru mampir ke blog ini.
    Tulisannya ringan2 ya…saya suka yang gak berat2 gini hehhe

    Mbak, aku sedang mengumpulkan berbagai tips dari orang Indonesia untuk orang Indonesia. Tentang bagaimana mereka bisa menjadi merasa percaya diri.
    Kebetulan saya bekerja di Singapore untuk mengurusi ASEAN dan South Korea dan saya merasa orang Indonesia sangat kurang untuk menduduki posisi penting di wilayah. Sepanjang observasi saya, kurangnya ‘cuma’ 1, yaitu rasa percaya diri, sehingga kalah dengan negara lain yang cuma modal pede.

    Nah, jika berkenan Mbak bisa visit dulu di http://www.indonesiapede.com
    Lalu, saya berharap Mbak bisa menyumbang artikel juga di sini ya 🙂
    Artikel ini akan disebarluaskan dan mudah2an menjadi inspirasi praktis apa yang harus dilakukan supaya pede.

    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s