Month: January 2018

‘Teman-teman’ Kita di Amerika Saat Susah Menimpa

Tinggal di Amrik dan bersuami bule tidak selalu seperti dongeng Cinderella.
Tidak sedikit cerita sedih wanita Indonesia di luar negeri, yang terkatung-katung, yang ditinggal, yang mengalami kekerasan rumah tangga, dan sebagainya

Untuk itu kita harus selalu jaga diri dan tahu kemana harus ‘pergi’ atau melapor saat keadaan yang tidak diinginkan terjadi.

Ini saya mau berbagi pengetahun sedikit tentang tempat-tempat ataupun layanan masyarakat umum untuk kita :

  • Sebagai warga negara Indonesia, perwakilan kita di negara Amrik adalah kedutaan besar Indonesia.  Di Amerika, karena negara besar, selain kedutaan, Republik Indonesia juga memiliki konsulat jendral di beberapa negara bagian.
    Fungsi kedubes/konjen ini adalah perwakilan negara Indonesia untuk melayani warga negara Indonesia yang tinggal di negara asing. Dari masalah urusan lapor diri, urus paspor, urus visa sampai ke masalah pelik yang menyangkut perlindungan diri kita.Jadikanlah kedubes/konjen Republic Indonesia sebagai ‘teman’ kita.screenshot_20180113-193321402598832.png

    Di Amrik, Republik Indonesia punya 1 kedutaan besar, yaitu di Washington DC, dan beberapa lokasi konsulat jendral:

    • Indonesian Consulate in San Francisco, United States

      1111 Columbus Avenue
      San Francisco , CA 94133

      Phone (1415) 4749571

      Email consulate@indonesiasanfrancisco.net
      Web Site http://www.kjrisfo.net
      Web Site http://indonesia-sanfrancisco.net

    • Indonesian Consulate in Hawaii, United States

      1001 Bishop Street, ASB Tower, Suite 2970
      Honolulu , HI 96813

      Phone (1808) 5313017

    • Indonesian Consulate in New York, United States

      325 East 38th Street
      New York, NY 94133

      Contact Hasan Kleib
      Phone (1 212) 9728333

      Email ptri@indonesiamissionny.org
      Web Site http://www.indonesiamissionny.org

    • Indonesian Consulate in Los Angeles, United States

      3457 Wilshire Boulevard
      Los Angeles, CA 90010

      Phone (1213) 3835126

      Email kjri@kjrila.net
      Web Site http://www.kjrila.net

    • Indonesian Consulate in Houston, United States

      10900 Richmond Avenue
      Houston, TX

      Phone (1713) 7851691

      Email kjrihouston@prodigy.net
      Web Site http://www.indonesiahouston.net/Formulir_Visa2.pdf

    • Consulate General of Indonesia in Chicago, United States

      211 West Wacker Drive
      Chicago, Illinois 60606

      Contact Mr. Daulat H Pasaribu
      Phone (+1) (312) 9201880

      Email generalinfo@indonesiachicago.org
      Web Site http://www.indonesiachicago.org

  • Suicide Hotline – tidak perlu mengernyitkan dahi dengar kata bunuh diri. This a real thing.  Kalau anda lagi benar-benar putus asa, kepingin nangis, mau curhat tidak bisa, tidak tahu kemana, terpikir mau mengakhiri hidup, cari nomor hotline ini, gratis, bisa ngobrol sepuasnya selama-lamanya sampai kita tenang. Tidak perlu malu, gengsi.
  • Perlindungan Kekerasan Rumah Tangga
    Dulu waktu saya tinggal di kota kecil, pas lagi jalan keliling keliling kota, tidak sengaja lihat rumah kantor kecil bertuliskan Women Center.  Bersyukur sekali saya koq lihat rumah kantor itu, karena ternyata saya membutuhkannya.Kekerasan rumah tangga itu bisa terjadi ke diri kita.  Abuse atau perlakuan semena-mena pasangan itu tidak semata-mata harus fisik loh ya, ini termasuk perlakuan lewat perkataan maupun tindakan non fisik, misalnya tiba-tiba menutup tabungan bersama kita dan suami tanpa bilang-bilang, tidak lagi mau memberikan uang, mengata-ngatai kita ‘jelek’ lah, tidak berguna lah dan sebagainya.Sebagai perempuan kita harus sadar hak kita sebagai pasangan, tidak usah sungkan-sungkan lari atau lapor ke tempat ini .

    Cari di mesin pencari ‘domestic abuse’ di setiap kota pasti ada fasilitas ini.
    Banyak tempat-tempat yang bahkan menyediakan shelter – tempat tinggal sementara untuk kita yang melapor. Shelter ini lokasinya rahasia, jadi si penyiksa tidak akan bisa menemukan kita, bahkan polisipun tidak akan memberitahukan lokasi kita kesiapapun meskipun kita mengijinkan.

    Jangan takut, kamu tidak sendiri!

  • Al Anon
    Saya pernah tulis sebelumnya, ini adalah ajang pertemuan mereka-mereka yang hidupnya dipengaruhi oleh pecandu alkohol. Karena sifatnya yang ‘tidak beridentitas, setiap anggota boleh dibilang berjanji akan tutup mulut tidak akan memberitahu siapapun tentang keberadaan kita di pertemuan

 

  • Tidak punya tempat tinggal?
    Setiap kota di negara bagian setahu saya ada fasililtas non profit yang bisa menolong . Waktu saya tinggal di Bozeman, Montana, saya merasa tertolong sekali dengan adanya HRDC (link https://www.thehrdc.org/)Anak saya bisa ikut pra TK, gratis karena suami kehilangan pekerjaannya (dan boleh dibilang kita hidup di bawah garis kemiskinan)
  • Food Stamp atau voucher makanan
    Nah food stamp ini atau dikenal dengan SNAP adalah fasilitas dari pemerintah (layanan-layanan diatas yang saya tulis, itu fasilitas dari organisasi-organisasi non profit)Saya, syukur Alhamdulillah belum pernah (dan mudah-mudahan tidak pernah) memakai fasilitas SNAP. Tapi kalau memang kita perlu, ya tidak ada salahnya koq untuk ambil fasilitas ini.Untuk informasi lebih lengkapnya baca disini : https://www.fns.usda.gov/snap/eligibility


    screenshot_20180113-2004182118780721.png

    Untuk masalah makanan bisa juga hubungi ‘Feeding America’

    screenshot_20180113-2003111148859087.png

  • County Clerk
    Selalu cek dimana lokasi kantor county clerk, dari sini kita bisa diarahkan ke layanan masyarakat lain yang mungkin kita perlukan : seperti layanan hukum.Kalau ada masalah hukum dan kita butuh pengacara, tapi kita tidak mampu, pemerintah setempat punya layanan hukum gratis untuk kita.   Istilahnya legal aid atau bantuan hukum.
  • Google
    Gunakan telpon pintar kita untuk mencari hal-hal penting juga, jangan cuma untuk postingan di  media sosial.’Google’ ibarat ‘Tuhan’ kecil lah, karena apa-apa,  ini itu, sebagian besar bisa ditemukan lewat meng-Google.Tempat-tempat yang saya tuliskan diatas sangat mudah ditemukan lewat pencarian di Google.

    Hidup di Amerika bisa sangat menantang, melelahkan dan membuat putus asa,
    jangan kehilangan harapan, semua ada jalan keluarnya!

 

 

PROSES MASUK KE AMERIKA – TANYA JAWAB

Sampai detik ini artikel saya “Proses Masuk Ke Amerika” yang paling buanyak di baca, juga yang paling banyak menjadi bahan pertanyaan teman-teman pembaca.

screenshot_2018-01-11-19-19-292067209615.png

Mungkin tulisan saya kurang mudah dimengerti atau gimana , karena sering kali pertanyaannya : kalau bukan sudah ada di tulisan, sudah saya jawab di bagian komentar.

Jadi saya putuskan membuat artikel khusus tanya jawab – dimana saya kumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang sungguh amat sering diajukan pembaca

Sanggahan : isi artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi di tahun 2004-2005, riset lewat situs terpercaya di internet.  Mohon selalu di cek kembali, tidak bertanggung jawab atas kesalahan pengertian di artikel ini.

Ini tanya jawab Proses masuk ke Amrik, adalah tanya jawab proses kita sebagai  sebagai pasangan resmi warga negara Amrik.

T = Tanya J = Jawab

  1. Tanya : Saya punya pacar orang Amrik , kita rencana mau nikah……

    Berbeda dengan visa kunjungan, visa kerja ataupun visa lain-lainnya, visa untuk kerabat atau calon kerabat dari seseorang WN Amrik itu dikategorikan ke dalam visa imigrasi.
    Ada 2 visa yang ditawarkan oleh imigrasi USA atau USCIS alias United States Citizenship and Imigration Services : visa tunangan (fiance visa) dan visa pasangan (spouse visa)

  2.  Apa beda visa tunangan dan visa pasangan?

    Visa tunangan adalah visa yang dikeluarkan oleh USCIS kepada tunangan WNAmrik, yang artinya mereka belum menikah dan akan menikah di AmrikVisa Pasangan adalah visa yang dikeluarkan oleh USCIS kepada pasangan resmi WNAmrik yang telah menikah (dalam hal ini telah menikah di Indonesia)Jadi jenis visa yang kamu mau ambil tergantung rencana kamu menikah dengan si WNAmrik : nikah di Amrik or nikah di Indo
  3. Bagaimana cara mengajukan visa tunangan atau visa pasangan?

    Kamu harus masukkan formulir imigrasi yaitu formulir I-130 Petition for Relative
    Sepanjang proses imigrasi akan ada formulir-formulir tambahan yang diminta oleh pihak imigrasi sebagai bagian dari proses imigrasi. Tapi itu petisi yang utama.
    Selalu gunakan nara sumber resmi yaitu https://www.uscis.gov/
    Dari situ klik di ‘FORMS’ lalu klik di I-130, keterangan lengkap ada di halaman I-130.screenshot_2018-01-11-19-32-38280794773.png

  4. Dokumen apa yang di perlukan dalam formulir?

    Masalah dokumen yang kudu dilampirkan itu bisa ditemukan di halaman 6 di: 
    Instructions for Form I-130 (PDF, 233 KB) ,

  5. Buku nikah harus dilegalisir?

    Yang saya mengerti keharusan buku nikah dilegalisir ini lebih ke aturan pihak Indonesia, bukan aturan imigrasi Amrik. Alasan dibalik legalisir buku nikah ini adalah pihak Indonesia tidak menyimpan foto kopi buku nikah kita. Jadi dilegalisir adalah untuk pembuktian pernikahan kita kalau buku nikah asli kita hilang.Dan juga untuk berjaga-jaga dipertanyakan saat kamu sudah tinggal di Amrik oleh pemerintah lokal.Catatan : saya tidak melegalisir buku nikah saya.
  6. Apa yang harus dipersiapkan saat wawancara

    Informasi mengenai ini itu wawancara bisa ditemukan di situs kedutaan besar Amrik (https://id.usembassy.gov/), ikuti saja tautan yang ada disitu, nanti kalian akan ketemu :screenshot_2018-01-11-20-02-241686555465.png
  7. Ditanya apa saja sih saat wawancara?

    Wawancara itu pada dasarnya pengecekan langsung dokumen-dokumen yang kita kirim dengan ‘aslinya’ yang bersangkutan.
    Jadi ya akan ditanya nama, alamat, tanggal lahir, tempat kelahiran, nama orang tua dan sebagainya.Si pewawancara harus memastikan kalau yang berdiri di depan dia adalah orang yang sama yang mengajukan aplikasi untuk visa.Kecuali kamu fraudster ya tidak perlu khawatir!Kamu bisa baca masalah wawancara di tautan ini y a:

    screenshot_2018-01-11-19-57-25538144548.png

  8. Dimana kita harus terjemahkan dokumen kita?

    Masuk ke situ:https://id.usembassy.gov/, di bagian ‘Cari’ masukkan kata ‘translator‘, dari hasil pencarian teratas adalah daftar penerjemah yang diakui
    Waktu saya cari dan buka daftar penerjemah, ada 2.5 halaman:screenshot_2018-01-11-20-06-42-505415661.png
  9. Mbak, saya masih bingung ni gimana dong?

    Jangan bingung! kalau tho bingung ajak (calon) suami untuk selalu membaca informasi di 3 situs utama :
    Situs keimigrasian Amrik : https://www.uscis.gov
    screenshot_2018-01-11-19-26-09-1509215541.png

    Situs kedutaan Amrik di Indonesia (alias Jakarta) https://id.usembassy.gov/


    screenshot_2018-01-11-19-55-20-1026147605.png


    Situs informasi travel ini itu ke Amrik :https://travel.state.gov/content/travel.html – situs ini banyak ditemukan di dalam situs kedutaan Amrik, jadi ikuti saja ya.

    Catatan : tiga situs ini sudah CUKUP buat anda untuk mencari informasi tentang imigrasi, visa dll, jangan gunakan situs lain, karena kemungkinan besar bukan situs resmi imigrasi Amrik – saya sendiri pernah salah klik!!

    Kayaknya sudah cukup pertanyaannya ya?

    Kalau masih ada yang kurang, kasih komentar, nanti mungkin saya bisa tambahkan disini!

    Terima kasih! mudah-mudahan bermanfaat!

 

 

Menelpon 9-1-1

Sebagian besar pembaca tahu lha apa 911 itu.

Di Amrik, 911 adalah nomor telpon yang kita putar saat keadaan darurat – bisa keadaan darurat pada diri sendiri , bisa keadaan darurat yang kita saksikan terjadi pada orang lain.

Saya pernah menelpon 911, 4 kali selama saya tinggal di US sejak tahun 2005.

Pertama kali menelpon 911 itu musim panas tahun 2006, anak saya baru umur 6 bulanan. Si mpok ceritanya lagi masak – masak sesuatu (lupa) yang pakai minyak banyak lah pokoke – bukan tumisan.

Ditinggal lah itu penggorengan di atas panci, sambil saya main dengan anak. Tiba-tiba tut…tut..tut..alarm berbunyi, kaget saya…astaga..apa ya????

Dari lantai ruang makan , saya melihat ke arah  dapur , ada asap mengepul,  hati ini langsung anjlok.

Oh Tuhan, apa yang terjadi??!!!

Lari ke dapur, astaga….ternyata panci yang saya tinggal dengan minyak didalamnya terbakar …..saya sudah matikan kompor, tapi karena kompornya tipe kompor listrik, jadi sisa ‘panas’ masih terasa dan itu cukup untuk membakar si minyak!!!

Bagaimana mematikan api?? saking paniknya saya tidak bisa mikir!!

Yang ada saya langsung gendong anak saya, ambil telpon dan lari ke teras belakang.

Halo 911

Tolong! ada kebakaran di rumah saya….

pendek kata, akhirnya pemadam kebakaran datang – sebelumnya untung ada tetangga yang baik hati lari ke rumah saya memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran.

Kedua kali saya menelpon 911 di bulan Desember 2009.

Kali ini karena saya takut kekerasan rumah tangga terjadi, karena suami pulang mabuk, saya telpon polisi. Sebenarnya saya tidak sempat berbicara,  karena telpon sudah direbut suami, tapi sudah tersambung ternyata, polisi tetap datang memeriksa keadaan saya.

Ketiga dan keempat kali saya menelpon 911, di tahun 2012 dari balkon apartemen saya.

Kali ini saya menelpon untuk orang lain, kami mendengar suara benturan keras, waktu lari ke balkon, ternyata ada tabrakan mobil di perempatan apartemen kami.

Ada kira-kira 10 menit, kita menunggu polisi , koq tidak datang-datang? Saya tanya kemana polisi? apa kita telpon?

Tadinya suami bilang ‘pasti sudah ada yang lapor’, tapi saya ngotot tetap menelpon…

Untung saja saya ngeyel, karena ternyata setelah sekian lama, belum ada laporan ke 911 tentang kecelakaan ini!! geblek kan???

Keempat kalinya kejadian serupa, kecelakaan di tempat yang sama! kali ini begitu mendengar suara ccciiiiitttttttt……dan gubrak, saya langsung ambil telpon dan lari ke teras, melihat kecelakaan (sudah tahu , dari kejadian pertama), sambil menelpon 911.

Buat saya 911 itu penyelamat sekali.

Umumnya ini yang operator tanyakan saat kita menelpon

911. Apa kondisi darurat anda.

Dari situ katakan apa yang terjadi : kecelakaan, kebakaran, masalah kesehatan – orang pingsan, jatuh, tertembak, dan sebagainya.

Sebutkan nama anda, nomor telpon anda dan lokasi anda – ini penting karena operator harus menyambung telpon kita ke petugas lokal, baik itu polisi, pemadam kebakaran atau ambulans.

Sering kali kita panik pasti – saya paniklah jelas, tapi biasanya si operator juga terlatih untuk menenangkan penelpon supaya bisa mendapat informasi yang jelas.

Yang harus kita ingat adalah menelpon 911 adalah untuk keadaan darurat saja – definisi keadaan darurat disini adalah hal-hal yang mengancam hidup kita.

Jadi jangan menelpon 911 buat pesan cheeseburger ya atau hal-hal konyol seperti dibawah ini….

 

 

 

 

Celoteh di Awal Tahun 2018

Halo Tahun 2018!

Ah tahun baru euy…biasanya orang-orang repot bikin resolusi. Saya pilih nulis saja ah.

Beberapa waktu lalu ada pembaca blog aku yang komentar “ penuh perjuangan juga ya MBA, WNI cewe nikah ma WNAmerika cowo”

Baca komentar itu saya jadi ‘geli’ sendiri..andaikan perjuangan kita cuma dimasalah imigrasi saja……kenyataannya perjuangan perempuan WNI menikah dengan WN Amrik itu bukan semata di masalah imigrasi loh.

Nah di tulisan kali ini saya mau blak-blakan buka-bukaan tantangan , perjuangan menikah dengan WN Amrik

  1. Menikah itu sendiri bukan hal yang sederhana, jangankan menikah dengan bangsa lain, menikah dengan bangsa sendiri pun pasti ada bentrokan.  Saya sendiri agak ‘telmi’  alias telat mikir tentang apa itu pernikahan.  Waktu menikah saya boleh dibilang tidak ‘ngerti’ apa sih artinya menikah itu? Untunglah saya menikah di umur yang sudah lumayan tinggi, tidak terpikir deh kalau saya menikah muda…
  2. Kalau anda menikah berarti ada kemungkinan bercerai.
  3. idih koq gitu sih? masa nikah trus langsung mikirin bercerai.
  4. Bukan begitu, ini kenyataan koq. Selalu siapkan diri untuk menghadapi hal yang (ter) buruk……
  5. Tidak usah malu, tidak usah gengsi, shit happens.
  6. Itu bagian dari hidup koq. Jangan putus asa. Jangan malu minta pertolongan orang lain ya.
  7. Kendala bahasa : memang sebagian besar orang Indonesia bisa berbahasa Inggris dan kenyataan kalau si bule mau nikah dengan kita, si bule sudah ‘ngerti’ apa yang kita omongin? gitu? Well…….Kendala bahasa bukan cuma masalah tata bahasa, kosa kata, struktur atau pelajaran bahasa lainnya ; kendala bahasa disini lebih ke cara kita mengekspresikan diri sehari-hari.
  8. Saya pribadi bahasa Inggrisnya tidak bego-bego amat, tetap di mata suami, dia banyak ‘tidak mengerti’ apa yang saya katakan.
  9. Bukan cuma di mata suami saja loh, namanya kita tinggal di Amrik, ya berarti kita harus bercakap-cakap dengan masyarakat umum kan? Salah mengerti, atau di pandang rendah itu salah satu hal yang kita akan hadapi.
  10. Kendala makanan : menikah dengan bule, makanan yang disajikan artinya akan beda dengan makanan yang kita terbiasa. Sebagian besar dari kita mudah beradaptasi , bisa suaminya yang mulai suka masakan Indo atau perempuannya yang jadi fasih memasak meatloaf, chicken pot pie (dan pie-pie lainnya) broccoli cheddar soup, you name it, the Indonesian wife will cook it.  Idealnya begitu, tapi tidak semua kasus sama. Saya contohnya, paling tidak suka masak (dan tidak ‘ngeh’ kalau menikah itu berarti harus SELALU masak buat pasangan?), janjinya pasangan karena saya kerja penuh waktu kita akan bergantian masak. Cuma koq yang dia masak cuma terbatas : spaghetti with marinara sauce, hamburger, chili, fried chicken as in KFC not as in Ayam Suharti, Plain Steak, mac and cheese (with or without tuna), canned bake beans with hot dogs.Bosen gila! Jadi ya saya yang lebih sering memasak supaya lebih ada variasi. Mudah-mudahan kalian pada senang masak ya? (#sayatidaksukamasak)
  11. Belum lagi masalah jenis makanan yang kita pantang (terutama untuk Muslim).
  12. Beberapa dari pasangan sangat menghormati pantangan kita, dan ikutan tidak makan, tapi tidak jarang ada pasangan yang tetap mengkonsumsi si ekor keriting seperti biasa baik itu diluar rumah maupun di dalam rumah.
  13. Kalau kamu tipe yang santai ya tidak masalah, tapi hal kecil seperti bisa jadi beban loh….
  14. Kendala Budaya : yang paling gampang deh, merayakan natal. Di Indonesia kita terbiasa ‘tahu’ kalau tidak semua orang merayakan natal dan kalau kita termasuk yang tidak merayakan natal ya kita tenang-tenang saja, tidak harus kan?Di sini, kecuali suami kita tipe ‘sangat’ memahami perbedaan, boleh dibilang jadinya kita ‘diharuskan’ ikutan merayakan natal.  Mungkin hal kecil sih ya, tapi buat saya terus terang agak melelahkan, karena saya merasa pe-er pressure sekali . Saya lebih suka suasana di Indonesia deh, saya merasa ‘bebas’ tidak bernatalan, tidak ada ‘paksaan’ atau dipertanyakan.
  15. Contoh lainnya minum alkohol, suami saya ternyata pecandu alkohol, ini menyiksa sekali loh, karena saya yang menganggap alkohol itu barang terlarang, sekarang harus melihat pasangan setiap malam minum.
  16. Kendala Keuangan : tidak semua dari kita dapat suami bule tajir tho? atau jadi Sugar Daddy; idealnya suami adalah sumber penghasilan keluarga. IDEALNYA. Dan jangan salah, banyak juga pria bule yang menganut faham kalau istri tugasnya di rumah, tidak perlu kerja.Terus terang buat saya, karena merasa ‘sendiri’ tanpa keluarga, saya terpacu untuk jadi mandiri dan tidak semata-mata mengantungkan diri dari penghasilan suami.
  17. Tahun-tahun pertama tinggal di Amrik memang saya tidak kerja , lebih banyak di rumah, beradaptasi dan merawat si anak, tapi kemudian saya KEJEDUG kenyataan waktu suami kehilangan kerja.
  18. Detik itu juga saya langsung teringat nasehat ibu saya : sebagai perempuan harus punya penghasilan sendiri dan tabungan sendiri……
  19. Disitulah saya merasa bersyukur sekali kalau saya bisa berpenghasilan – meskipun tidak besar- ta[i cukup bisa menolong keluarga saya bertahan hidup selama setahun lebih hingga suami mendapat pekerjaan baru.
  20. Belum lagi masalah kebiasaan pasangan membelanjakan uang. Ini juga bisa bikin berabe.
  21. Saya tipenya yang ogah minta duit, jadi ya saya pilih kerja sik.  Dan juga ya untuk itu, untuk menjaga diri saya sendiri, memastikan kalau ada hal-hal yang tidak diharapkan , saya bisa menghidupi diri sendiri.
  22. Kendala Pertemanan: support system istilah bulenya. Kalau di Indo kita ada orang tua, ada sanak keluarga, ada sohib sejak SD, sejak SMP, sejak SMA,’sejak kuliah…..Kesel sama pacar, curhat sama sohib, telpon-telponan, kabur ke rumah ortu, ke rumah oom, ke rumah teman.  Enak. (saya pernah koq kabur dan ngaso di rumah teman, jadi ya saya tahu laaah)
  23. Pindah ke Amrik, kita balik ke nol lagi.
  24. Mencari teman, gampang-gampang susah sih, bukannya tidak mungkin kita dapat sohib baru disini, bisa sesama orang Indo, bisa orang bule juga. Tapi ya itu , kita juga musti pinter-pinter bersosialisasi.
  25. Tidak selalu kita akan tinggal di kota yang banyak orang Indonesianya, mungkin salah satu dari kita tinggal di kota cilik mintik…yang semuanya bule dan manula, sosialisasi jadi tantangan kan?
  26. Ternyata setelah saya perhatikan saya agak-agak anti sosial..ha..ha..ha.
  27. Dan kalau kita jadi tidak ada support systemnya, ya bukan berarti dunia kiamat ya! Ya kita tetap akan survive lah – Insha ALLAH, cuma road will be bit rougher.
  28. Kesimpulannya?
  29. Menikah dengan bule tidak selalu indah, gemerlap, happy ending, pasang foto ciuman di Facebook, pasang status berbahasa Inggris , pasang foto-foto jalan-jalan dengan mas bulenya di media sosial
  30. Menikah dengan bule artinya banyak beradaptasi – setiap saat boleh dibilang-, otak dipicu untuk terus belajar, karena harus mikir dalam bahasa Indonesia, tapi ngomong dalam bahasa Inggris, kemandirian kita akan lebih di uji.
  31. Jadi…jangan lihat buku dari sampulnya yaaaaa!!!!