Sejak saya pindah hidup sendiri, sehari2 saya memang banyak masak makanan tanpa daging. Kalau tho pakai daging, biasanya saya pilih ayam dan bukan daging sapi.
Sekali2 saya suka juga order dari rumah makan India dekat rumah. Biasany saya order nasi Biryani kambing. Soalnya males ngolah kambing….
Nah…
Anak saya suka ngeledekin kalau sejak saya hidup sendiri, saya jadi miskin dan makanan saya kebanyakan tahu, telur, dan sayur-sayuran
Dia gak salah sik…masalahnya tiap kali dia datang, saya masaknya ya itu…bihun goreng pakai tahu, sawi, wortel, kol, udon pakai bayam, pangsit siap jadi, atau nasi putih sama tahu goreng dan tumis sayur
Mana dagingnya? Gitu ya?
Sebetulnya saya bisa tambahkan protein hewani, cuma bahan2 mentah separti ayam, daging, udang, ikan itu saya simpan di lemari beku.
Yang paling cepat di bikin gak beku itu kan ikan2 an ya. Nah anak saya gak suka sama ikan. Jadi ya nasib dia cuma dapat tahu…🤣🤣.
Setelah saya perhatikan ya, saya merasa beruntung lahir sebagai orang Indo yang makanan sehari2 kita itu sederhana banget.
Oseng2 sayur, nasi, tahu, telor itu sudah komplit. Gak selalu harus makan ayam atau daging.
Buat teman2 yang tinggal di luar negeri ngerasain hal yang sama gak sik sama saya?
LOL buat kami yang tinggal di Denmark, makan pake tahu dan tempe itu justru mewah, karena lebih mahal dari daging disini haha. Disini juga lagi banyak kampanye awareness untuk mengurangi makan daging karena efeknya untuk klima (sapi dan hewan daging lainnya butuh banyak makanan dan air untuk dipelihara, etc etc) jadi untuk lebih eco-friendly, lebih baik makan vegetarian.
Di kantin kantor pun selalu ada makanan vegetarian yang ditawarkan, dan aku juga sering makan di restoran2 fine dining yang justru vegetarian yang lebih flavourful daripada yang daging2an, jadi kami memang lebih sering makan vegetarian, juga dirumah masak sendiri.
Dibilang miskin atau tidak? Sudah EGP, lagipula sudah dikatain miskin dari dulu sama orang2 di Indonesia karena kami memilih untuk tidak punya mobil, jadi kemana2 naik sepeda.