Memahami Sisi Anak Batin Kita

Konon masing-masing dari kita menyimpan sisi batin saat kita masih anak-anak. Inner child bahasa bulenya.

Nah…si inner child ini mempengaruhi tingkah laku, reaksi kita sehari-hari, terutama dalam hal hubungan dengan sesama.

Saya jadi lebih “ memperhatikan “ inner child saya ya boleh dibilang baru-baru ini.

Seperti utasan diatas, saya lagi coba baikan sama inner child saya. Saya coba memahami dan berusaha memperbaiki si adult me lewat inner child me.

Susah. Butuh rasa kemawasan tingkat dewa. Dan konon lebih banyak dari kita yang lebih milih menghindari kesedihan / trauma yang dialami si inner child.

Ternyata menjadi dewasa itu dimulai dari anak ya? Duh. Ya iyalah🤭

Maksud saya ternyata saat kita sudah berumur banyak, banyak dari kita yang sebenarnya belum dewasa gitu…masih terperangkap dalam trauma batin saat masa kanak-kanak.

Sayapun sampai sekarang masih meraba- raba kesedihan apa yang saya alami saat saya kecil dan pengaruhnya ke kelakuan saya saat dewasa ini.

Teman-teman ada yang mau berbagi tentang hal ini? Monggo loh. Siapa tahu bisa sama-sama belajar.

One comment

  1. Yang positif maupun negatif dalam masa kanak-kanak kita terbawa hingga dewasa.
    Saya anak generasi lawas, pernah dipukul anak saya padahal saya tak bersalah, yang salah adalah adik saya, namun saat dewasa saya dan adik saya bisa bercerita ke anak-anak kami dengan tertawa. Tanpa dendam. Kami juga tidak mengulangi yang Bapak lakukan untuk anak kami.

    Namun kekerasan fisik dan mental oleh beberapa guru saya membawa luka hingga dewasa, butuh waktu untuk berdamai dengan diri sendiri.

    Salah satu pengimbang, selain guru jahat ada juga guru-guru baik, bahkan ada yang saya kunjungi setelah saya tak jadi muridnya.

    Salah satu guru baik adalah kepala sekolah SD. Dia membebaskan saya di kelas 6 untuk untuk tidak ikut pelajaran di kelas, tapi disuruh menata buku baru di perpustakaan, mengeluarkan dari kardus dst, dan menata alat baru di lab IPA. Saya dibebaskan membaca apa saja, dan mencoba alat lab IPA.

Leave a reply to Blogombal Cancel reply