Kemarin saya makan siang di tempat makan Meksiko, yang boleh dibilang setting annya cepat saji. Pengunjung ke counter lihat menu, pesan, bayar trus cari tempat duduk sendiri.
Biasanya kalau makan di luar gini, saya pilih daging merah karena saya jarang masak daging merah kalau masak buat sendiri.
Jadilah saya pesan Mexican Bowl mangkok yang isinya daging sapi, nasi, dan pernak pernik : guacamole, pickled red oinions, keju siram, jalapeño, acar wortel, pisang plantain. Saya gak pake kacang karena gak suka. $18.50
Pas makanan datang, mulai makanlah saya. Duh nasinya berasa bukan kualitas bagus, trus rasanya lebih dominan asin, trus dagingnya gak empuk plus gosong . Bukan gosong yang enak tapi.
Tetiba saya ngeh.
Gilaaaa yaaa. Menghabiskan hampir $20 yet gak enak rasanya Pahit jek!
Secara matematika gini.
Katakan kamu dibayar $15/jam, kalo kamu makan luar seharga $18.50 berarti 1.2333 jam kerjamu habis cuma buat bayar maksi yang GAk eNaK!
Kebayang kalau upah kita UMR, sekitar $7.75/jam, lebih pahit lagi kan.
Harinya orang’orang berkostum ria. Dari mulai yang nyeremin sampai yang kocak. Dari mulai yang beli kostum jadi sampai yang super kreatif bikin sendiri.
Halloween ini salah satu hal yang saya adaptasi sejak tinggal di Amrik. Adaptasi dalam arti saya gak keberatan bawa anak saya pas dia kecil ke acara Trick or Treat. Gak keberatan bagikan permen ke anak2 dan dua tahun belakangan, gak keberatan ikutan berkostum ria.
Selain acara Trick or Treat, bulan Oktober itu bulannya si labu alias pumpkin. Akan banyak area2 pertanian yang bikin Pick Your Own Pumpkin, lomba menghias labu.
Di kota saya, bulan Oktober artinya mulai acara tahunan Jack O”Lantern Spectacular , acara bertiket dimana pengunjung akan berjalan di trail sepanjang kurang lebih 1 km yang dihiasi labu-labu yang diukir macam2.
Kalau mau tahu lebih lanjut tentang acara ini bisa ke situsnya. Kemarin juga ada postingan di IG yang kasih lihat dibalik layar acara ini
Seumur2 tinggal disini, baru kemarin saya akhirnya bisa lihat sendiri acara ini. Lucuk dan keren juga sik.
Jadi pengunjung jalan di trail di kiri dan kanan bisa mengagumi hasil karya seniman2.
Tema hiasan labu juga macam2: dinosaurus, binatang pemangsa (dari mulai nyamuk, harimau, beruang kutub, hiu pembunuh), kartun (Mario, Cookie Monster), tren kekinian, seni (ada Monalisa dan Starry Night gitu), film-film (ada Cars, Finding Nemo,Ratatouille Spiderman, Pirates of The Carribean, Harry Potter) .
Selain Jack O”Lantern, disini juga ada jalan pemukiman, Hillcrest yang sebagian besar rumah2 penduduknya dihiasi dekorasi2 Halloween.
Di beberapa tempat kerja gak jarang juga perusahaan membolehkan pegawainya pakai kostum saat bekerja.
Hari ini tempat kerja saya ada kontest kostum. Saya ogah beli kostum jadi kemarin2 cari ilham kostum apa yang bisa cuma pakai baju yang sudah saya punya. Tahun lalu saya jadi Wednesday Addams, modal baju terusan hitam, baju atasan putih , kepang dua. Tahun ini saya jadi Rosie The Riveter, bermodal baju terusan denim, scarf merah dan sepatu boots lama.
Dan ternyata saya menang kontes loh! Tempat pertama kategori Best Overall Custome!
Bar: seperti sebagian besar dari kita juga sudah ngeh, kebanyakan orang barat senang minum alkohol baik itu bir, wiski, wine, champagne. Alsannya? Mungkin karena saya latar belakang dibesarkan dengan agama yang melatang minum2, saya gak terlalu tertarik buat minum alkohol. Saya bisa minum, cuma ogah dibiasain, gengsi mabok. Selain katena latar belakang, juga karena saya mengalami hidup dengan alkoholik. Belum lagi masalah efek minuman alkohol terhadap kesehatan, baca berita tentang drunk driver dan efek ke saya sendiri yang bikin saya nguantukkkkkk! Plus minuman alkohol gak murah juga! Mending beli coklat! Di tempat tinggal saya juga gak sedia bar corner..di kulkas ada wiski, vodka dr teman tapi gak pernah diminum. Punya gelas wine, beli karena lucuk. Saya juga sama sekali gak tertarik bar hopping, go out for a drink. Kadang ya minum tapi jarang banget.
Pakai PJ di publik: hadwuuuhhh…gak deh. Buat saya gak pantes saja. PJ ya buat tidur.
Pakai legging baju atletik buat aktifitas bukan olah raga: sama seperti diatas. Leggings buat saya ya buat olah raga, hiking bukan pakaian sehari2.
Messy Bun: buat saya gak ada imut2 nya sama sekali. Saya pernah terpana liat temen kerja sibuk atur messy bun nya..melengos saja lah…
Pumkin Spice Latte: gak demen. Mending es cendol.
Natalan: nah. Selain karena saya akarnya bukan penganut agama yang merayakan natal, Saya itu males banget yang namanya dekorasi, hosting, pesta, beli kado, kumpul2. Meskipun saya ngerti banyak orang bilang kalau natal masalah festive bukan agama. Saya tetap gak minat. Kalau diundang ke pesta natal biasanya saya tetap datang buat menghormati.
Ganti dekorasi rumah : Easter, Valentine’s, Memorial Day, 4th of July, Halloween, Thanksgiving, Xmas. Sekali lagi saya males dekor ini itu, gak ada waktu, gak ada duit, gak ada tempat buat nyimpen.
Akhir bulan September 2024 kemarin, Saya reunian dengan teman SMA di Jakarta, dimana kita ketemuan di Houston, TX.
Salah satu tempat yang saya minta buat kunjungi adalah kuil Budha , TEO CHEW.
Ngapain gitu jauh2 ke Houston koq mau lihat kuil Budha? Gak tahu kenapa, Saya memang demen berkunjung ke tempat ibadah. Kalau di Indo, ya ke Borobudur, Prambanan, Pura Besakih.
Saya juga sempat berkunjung ke negara China bersama keluarga, dimana kita dibawa tur ke tempat peribadatan juga.
Kenapa gak ke mesjid? Ke mesjid ya bosen ya, ditambah juga mesjid di Amrik mah gak ada yang sekeren mesjid di Indonesia. Ke gereja Katolik sudah berkali-kali dan harus saya akui gereja Katolik suasananya apa ya..agung lah boleh dibilang. Dari segi arsitektur, interior dan dekorasi stain glass nya itu loh.
Jadi pas saya tahu di Houston ada kuil Budha, mau ah kunjungi.
Nah kuil TEO CHEW ini kuil Budha tapi versi Vietnam. Saya gak tahu juga bedanya apa? Mungkin ya masalah budaya ya?
Seperti biasa gerbang kuil seperti kebanyakan kuil2 Budha. Di antara gerbang dan kuil, ada 12 patung Shio, lukisan naga.
Yang pertama pengunjung akan lihat saat memasuki gedung utama kuil adalah patung The Jade Emperor. Patung kaisar patung yang berbesar di kuil ini. Di belakang kaisar Jade ada tiga patung berukuran sedang yang melambangkan surga (Queen of Heaven), Tuhan/Dewa Bumi dan Kemakmuran (God of Earth and Prosperity) dan Ibu kebaikan dan Kasih Sayang (Merciful Mother of Great Compassion).
Di kiri dan kanan gedung , masing- masing ada 5 patung lainnya. Semua patung terlihat megah dan apa ya.mm…sacred.
Kuil ini kuil aktif loh dalam arti banyak didatangi penganut agama yang mau berdoa di kuil. (Bukan cuma turis seperti saya)
Pas saya berkunjung , ada beberapa pengunjung yang melakukan sembahyang di kuil. Cara sembahyang mereka ya dengan membakar dupa didepan patung2. Terus terang saya gak tahu apakah penganut kepercayaan bersembahyang di semua patung atau tidak?
Selain kuil utama di komplek kuil juga ada rumah abu dan sekolah bahasa Vietnam.
Meskipun agak keder, saya paksain masuk ke rumah abu. Saya sudah pernah masuk ke rumah pembakaran mayat, mausoleum (kuburan tapi gak dalam tanah) , tapi baru kali ini ke rumah abu.
Mungkin teman2 yang gak terbiasa dengan 4 musim bertanya2 kenapa banyak orang2 yang tinggal di negara 4 musim, pas datang musim gugur seperi “mabok kepayang?”
Saya pribadi pas awal-awal tinggal di Amrik, gak terlalu terpukau dengan musim gugur ya. Secara tinggal di negara bagian yang lebih di arah utara dimana vegetasinya kebanyakan pohon cemara yang gak berubah warna.
Nah pas pindah ke negara bagian lain yang lebih di tengah2 (Midwest) istilahnya dan jalan-jalan ke negara2 bagian lain yang vegetasinya pepohonan yang riuh rendah warnanya pas musim gugur, naah…baru deh saya kena mabok kepayang sama si musim gugur.
Selain cuaca adem dibanding musim panas yang puanaaasnyaa bisa bikin sumuk abis, musim gugur alam seakan akan jadi lukisan. Semburat jingga, kuning, ungu, hijau, merah bisa kita nikmati.
Sejak tahu betapa indahnya musim gugur, masuk bulan Oktober saya tiap akhir pekan sibuk perhatikan perubahan warna daun dan usahakan hiking di alam. Kadang puncaknya perubahan warna pepohonan terjadi di pertengahan bulan, kadang di minggu ketiga, kadang lagi malah setelah Halloween
Akhir pekan ini kota saya sepertinya puncak perubahan warna2 daun lagi happening.
Hari Sabtu sempat berkendara ke kota sebelah dan pepohonan sudah banyak yang berwarna warni.
Hari ini saya jalan di sekitar rumah pacar…sempat foto pohon ini.
Hari ini saya pergi ke Homegoods, ceritanya mau cari mangkok ramen eh, malah nemu bidet. Sudah lama kepengen banget cari bidet cuma gak jadi beli. Soalnya gak murah juga.
Tapi ini koq saya sanggup beli lah. $24.99 dan juga lokal..maksudnya kalau gak pas di toilet saya, saya bisa kembalikan tanpa repot. Belilah saya. Ternyata butuh beli selang tipe yang berbeda, karena selang toilet saya tidak fleksibel, gak bisa di bengkokkan.
Sudah itu saja sih.
Setelah selang diganti, jadilah toilet saya sekarang lebih beradab.
Wuih…rasanya asli lebih bersih.
Merek bidet yang saya beli itu Poddi.
Isinya cuma 2 bagian; selang buat saluran air ke bidet dan bagian bidet nya sendiri yang cukup diselipkan di bawah dudukan toilet.
Tombol pengatur bidet, kalau diputar ke kiri buat pipis, kanan buat poo.
Gampang koq masangnya.
Teman saya yang bule nanya.
“Kalau fungsinya buat hemat toilet paper setelah di siram air, gimana mengeringkan?”
Saya jawabnya. Buat saya sik lebih ke lebih bersih pas bab ya?
Hari ini saya dikagetkan lihat cerita IG teman sekelas SMA. Dia di kuburan seseorang yang masih terlihat sangat baru.
Deg. Jantung saya berdetak. Pikiran saya langsung terpikir kalau ini teman kita juga. Tapi saya gak mau percaya. Gak mungkin ah. Saya screenshot cerita dia.
Ya Tuhan..ternyata benar. Teman kita berdua dipanggil balik ke alam.
Teman saya ini cantik sekali. Awet muda. Selalu terlihat segar. Aktif. Baru bulan Mei lalu ulang tahun. Sama2 genX. Setiap kali lihat postingan dia, saya selalu berdecak kagum. Ayu banget sik anak ini.
Sekarang dia sudah tidak ada.
Kematian itu ya peristiwa alami ya. Kita semua akan mengalami.
Tapi jujur. Berita kematian itu kebanyakan tetap hal yang mengejutkan. Apalagi kalau menurut kita rasanya koq belum waktunya?
Mau itu orang yang kenal dekat dengan kita ataupun sekedar kenalan, mau itu kematian binatang peliharaan pun, berita kematian itu membuat kita terhenyak.
Waktu ayah meninggal, meskipun beliau sudah manula dan sakit2 an, saya masih menangis. Sedih karena tahu gak akan terima telpon dari ayah lagi. Anak saya gak akan tahu tentang kakeknya. Beberapa bulan setelah ayah meninggal, saya masih ngerasa surreal. Gak percaya kalau ayah sudah gak ada
Waktu sepupu saya meninggal, saya gak bisa berkata2. Masih muda dia saat meninggal.
Kematian kucing saya adalah pertama kalinya saya mendapati sesosok mahluk hidup sudah terbaring kaku kehilangan nyawa. Dan gak bohong, reaksi saya saat itu sangat histeris. Marah. Kecewa. Saya gak mau dia mati.
Ada rasa hampa. Hilang. Selesai. Habis.
Sering kali kita pertanyakan. Kenapa? Kenapa sekarang? Kenapa dia?
Meskipun kita semua juga tahu, gak akan ada yang tahu kenapa.
Saya pertama kali dengar istilah ini pas mulai kencan lagi. Ada satu lakibyang naruh di profilnya bilang kalau dia itu Sapiosexual.
Saya dong, orangnya penasaran. Ya saya Google lah…ternyata hasilnya ini
A sapiosexual is someone who is sexually or romantically attracted to highly intelligent people, and may consider intelligence to be the most important trait in a partner. Sapiosexuals may be turned on by smart conversations, and may find the ability to carry on a witty conversation to be especially attractive. The word “sapiosexual” comes from the Latin verb sapere, which means “to be wise” or “to have sense.
Intinya demen sama orang2 yang pinter.
Lhaaaaa…ada istilah ini tho?!?!? Ternyata saya ya sapiosexual
Ih blagu amat ya? Ngaku2. Tapi benaran deh…saya dari dulu kesengsemnya sama cowok2 pinter.
Pernah beberapa kali kencan sama cowok2 biasa2 saja, yang ada saya cepat bosan? Dan sebel karena merasa percakapan antara kami berdua gak berfaedah. Saya gak ngerasa tambah pinter dan berasa banget mandeg.
Sepertinya sih ya, ini juga hasil indoktrinasi ortu, nyokap terutama. Hadweuh, beliau mah kalau saya bloonnya keluar , udah deh…
Beliau juga selalu menomorsatukan kepandaian/ intelektual seseorang, gak laki gak perempuan.
Jadi ya saya kebawalah.
Dan pas sudah dewasa, bukan cuma masalah cowok2 pinter yang bikin terkagum2 dan termehek2
Saya lebih kagum lagi pas ngobrol sama cewek2 pinter….wuiiihh girl crush!!
Dan semakin berumur alias tuwir, saya lebih ‘cepat mengenali” intelektual seseorang.
Untungnya di tempat kerja utama saya, saya dikelilingi orang2 pintar, dalam arti cara berpikir mereka analitik, problem solving dan tajam pemikirannya.
Kita bisa tahu loh dari cara seseorang menanggapi pertanyaan atau merespon ke pernyataan, tingkat intelektual mereka seberapa.
Contoh ni.
Si A konon orang gaul sejagat, tinggal di NY. Bertahun2 di Amerika. Sosialita. Saking borjunya gak pernah tahu negara bagian KY.
PoV individu A. Gila ya. Ini orang high end banget gaulnya. Sampai2 gak tahu KY. Kampung sik soalnya.
Pov individu B. Kasian ya, bloon banget. Masa KY aja gak tahu
Contoh lain.
A pertama kali kenal B.
A bertanya. Kamu kerja apa?
B. Di bagian keamanan bank
A. Di bagian teknologinya atau operasional.
B. Danggg….bermakna ya pertanyaan si A.
Tapi benar deh. Ngobrol , dengarkan orang pinter itu memang memuaskan. Berasa faedahnya.
Itu baru “Dengarkan” loh ya. Kalau berinteraksi langsung…wuiih lebih sexy lagi!
Intinya sik kalau saya bilang.
Pilihlah lingkaran pergaulan kita dengan orang2 yang cerdas, baik hati, mendorong kita untuk berpikir dari sudut pandang berbeda, bikin kita tertarik untuk tahu lebih banyak masalah2 sekitar. Ekonomi. Lingkungan. Politik. Keuangan.
Hidup kan gak selalu masalah bergaya, banyak likes dan harus cantik kan?
Seperti tahun2 kemarin, setiap saya ultah, saya maunya itu jalan-jalan ke air terjun.
Tahun ini, saya pilih ke Ashville, North Carolina , yang saya sudah pernah kunjungi 2 kali. Memang Ashville dan sekitarnya ini boleh dibilang biangnya air terjun deh. Saya sudah ke sini ketiga kalinya pun masih banyak air terjun- air terjun yang belum saya kunjungi.
Setelah riset lewat IG, saya pilih ke air terjun Catawba dan air terjun Linnville.
Agak beda sedikit dengan tahun2 sebelumnya, kali ini saya pilih pergi 1 minggu sebelum ultah saya, yang jatuhnya bersamaan dengan hari kemerdekaan Amrik.
Yang ada harga penginapan kena harga liburan. Ya gimana lagi, soalnya pasangan saya gak bisa ambil cuti lama pas ultah sayanya.
Kami pilih menginap di kabin 2 kamar di Laurel Mountain Retreat. Sebetulnya lokasi penginapan agak2 jauh dari lokasi air terjun yang kita mau, tapi ya sudahlah pusing nyari2 tempat lain yang ngebolehin bawa anjing.
Enaknya kabin kami ini komplit ada dapur dan mesin cuci baju. Kayak studio gitu lah
Yang agak gak enaknya jarak kabi kami dengan kabin tetangga deket banget, jadi bisa denger mobil tetangga , atau mereka ngobrol rame2 di luar.
Kami baru pergi hiking hari kedua, tujuan kamu afalah ke air terjun Catwaba. Air terjun ini baru dibuka lagi tahun ini setelah 2 tahun di perbagus fasilitas trail nya. Saya gak tahu kayak apa sebelumnya, yang jelas nemu di IG kayak gini
Keren gak sik??!! Pas lihat postingan ini saya sempet mikir…haduhh 580 anak tangga! Mana saya kuat ya? Apalagi bawa anjing….🤔
Pas sampai di lokasi, di trail head ada 2 pilihan ni. Jalur sungai atau jalur berbukit?
Kami pilih jalur sungai, selain lebih pendek jaraknya, pikir kami kan jalan sepanjang sungai lebih enak?
Ternyata benar, jalan sepanjang sungai cuma sekitar 1.1 mil…
Sampailah kami di bagian bawah dari air terjun Catawba.
Ada cascade kecil dengan kolam dimana pengunjung bisa main air
Sementara si air terjunnya sendiri tinggi menjulang dengan beberapa air mengalir dari berbagai penjuru. Asli keren deh!
Si air terjun Catawba
Tapi juga yang bikin hati saya kecut adalah pas lihat tangga menjulang disisi kanan air terjun! Alamaaak!! Kami di dasar 580 anak tangga!?!??!
Naik enggak? Naik enggak?
Saya putuskan kami akan terus naik si tangga, tapi pelan2 saya ya. Kata saya ke pasangan saya. Gak usah ngoyo. Kalau yang sanggup ya balik turun saya.
Enaknya banyak tempat2 ngaso disediakan buat pengunjung yangutuskan buat menaiki tangga. Baik itu tempat ngaso buat menikmati pemandangan air terjun, atau bangku buat istirahat.
Gak bohong, saya sempat ngerasa cuapeek banget, malah sempat berasa mual. Mana cuaca sudah mulai menyengat dan juga anjingku sayang kelihatan kelelahan juga.
Cuma saya paksain jalan. Akhirnya kami sampai di overlook.
Overlook. Saya disini udah klenyengan banget, gak berani lihat ke jurang karena lagi olengMejeng di overlook padahal mau matiii rasanya
Dari overlook masih 300 anak tangga lagi untuk kita sampai ke bagian atas air terjun
Haduhhh.mau nangis rasanya. Cuma udah segini gitu loh? Balik atau terusin sama banyaknya??!
Jadilah dengan nafas ngos2 an kamu terus mendaki. Eh grup keluarga di depan kita berhenti karena melihat ada pendaki yang “tertidur” di bangku.
Ada apa kami tanya? Gak tahu juga? Apa dia istirahat atau pingsan? Cuma koq gak bisa kita bangunkan?
Duh? Gimana dong? Kami ngeh kalau si pendaki yang “tertidur” itu orang yang motret kami pas di overlook. .Kita semua coba bangunkan dia lagi. Takutnya di pendaki ini dehidrasi gitu. Dan tetap gak bamgun2. Pasangan saya ambil icepack dari ransel sebagai usaha terakhir membangunkan dia. Masih belum bamgun juga?Akhirnya kita putuskan untuk panggil 911. Pas saya sudah tersambung dengan 911, si pendaki terbangun! Icepack saya sepertinya mengagetkan sistem dia. Uh. Syukurlah. Kami berikan si pendaki snack bar kami juga. Si pendaki akui kalau dia gak pernah hiking sebelumnya
Haduh mbaaaak. Kalau gak biasa hiking janganlah ambi 580 anak tangga?! Saya yang tiap hari jalan 1 mil, pakai tongkat trekking, pakai knee brace aja mau matiiii!!!
Setelah tahu si pendaki ini akan baik2 saya, somehow saya dapat dorongan energi buat meneruskan perjalanan.
Akhirnya sampailah kami di upper falls Catawba. Saya nyemplung di kolam…segar rasanya ( saya memang sengaja pakai baju renang sebagai dalam baju saya, celana panjang saya juga celana yang cepat kering bahannya)
Muka kecapekan di Upper Falls CatawbaUpper Falls Catawba
Balik ke tempat parkir, kami ambil jalur bukit yang ternyata tetap capek ya meskipun sebagian besar trail itu menurun. (Gak kebayang kalau kami pilih jalur ini di awal)
Selesai petualangan hari ini!
Sampai di kabin, saya berendam merilekskan si kaki di hottub!
Saat ini Amrik lagi ruameeee bamget masalah politik. Teman2 di Indo pasti banyak juga yang denger perkembangan terbaru dari partai Demokrat dimana wakil presiden yang kebetulan perempuan sekarang maju jadi calon presiden untuk pemilu November 2024 ini.
Saya sendiri gak mau komentar tentang kandidat ya…
Yang saya mau komentari disini itu pendukung2 kandidat.
Saya suka pusing sendiri baca komentar2, sahutan2 pendukung kepada kandidat favorit mereka ataupun kepada kandidat saingan.
Kadang komentar nya koq keji bamget gitu. Atau berkesan sangat merendahkan.
Kenapa gitu kita gak bisa obyektif aja?
Kandidat A kuat di segi apalah, kandidat B pengalaman di masalah X.
Karena ya kalau saya bilang sik..setiap orang kan ada kelebihan dan kekurangan?
Coontoh misalnya. Saya jangan di pilih untuk masalah masak memasak karena saya ogah bamget sama yang namanya masak.
Tapi saya suka perhatikan teknik memasak, suka mengetahui masalah bumbu2, suka baca2 tentang masakan beda2.
Jadi kalau kamu mau cari orang buat masak..jangan pilih saya, tapj kalau mau cari juri dalam kontes masak, saya mungkin masih cocok.
Contoh lagi bapake anak saya.
Kalau ditanya masalah matematik, biologi, atau masalah ilmu pengetahuan deh, dese bisa jawab fasih.
Tapi kalau masalah jadi suami, yah…score nya ya anjlok…🤣🤣🤣
Intinya …gimana kalau kita semua belajar obyektif, melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda.