indonesia

Icip -Icip Truk Makanan

Sekitar pertengahan bulan Maret lalu, saya pindah posisi di perusahaan. Dari bekerja di kantor cabang, saya pilih bekerja di operasional.

Salah satu konsekuensi dari pergantian posisi adalah saya sekarang balik kerja ‘kantoran’ alias kerja di gedung tinggi di pusat kota Louisville, Kentucky.

Kerja kantoran bukan hal yang baru buat saya. Jaman waktu saya masih muda belia di Indonesia, saya selalu kerja di perusahaan yang kantornya berlokasi di pusat kota Jakarta (kawasan segitiga emas istilahnya).

Dulu itu yang mananya kerja di ‘segitiga emas’ artinya makan siang bareng-bareng di Amigos (agak minggir got sedikit) atau kalau setelah gajian, lumayan sanggup makan di food court – atau kantin lah di gedung tempat bekerja.

Di Amrik gimana dong? ada gitu amigos?

Ha!

The closest thing to Amigos is……………food truck!

Yup. Truk makanan boleh dibilang ya makanan kaki limanya Amrik.

Saya belum ngeh tentang truk makanan di hari pertama saya kerja di kantor – maklum, stres karena baru pindah kan.

Baru hari kedua saya perhatikan dari jendela…eh…ada truk makanan parkir!

Nah sejak itu saya sibuk memperhatikan berbagai jenis truk makanan yang parkir disisi gedung saya.

Wuidih…tiap hari truk makanan yang parkir di gedung saya itu selalu berbeda. Minimal ada 2 truk makanan yang ngetem, paling banyak 3.

Si truk makanan ini biasanya ngetem di gedung-gedung yang banyak penyewanya lah – termasuk gedung tempat saya kerja. Intinya si truk ini selalu wara wiri, pindah tempat dari hari yang satu ke hari yang lain. Kalau kamu mau cari truk makanan tertentu, kamu bisa cari dimanan si truk ngendon hari itu lewat app “Where the food trucks at

Jenis-jenis makanan yang disajikan di truk makanan ini juga berbeda-beda. Ini yang pernah saya lihat mampir di gedung saya:

  1. Dakshin – makanan India
  2. Travelling Kitchen – taco Korea
  3. Boss Hogs BBQ – apapun panggang – babi, sapi, ayam
  4. Boo Boo Smoke Shack – idem
  5. LouSushi – sushi lah!
  6. Germany#1Food – sandwich Jerman katanya
  7. Black Rock Grille- hamburger
  8. Smok’N Cantina – taco Mexico
  9. Asian Modern Nomad – masakan Asia (mi goreng, nasi goreng gitu deh)

img_2017-03-21_20-45-33.jpg

wp-1491607196876.jpg

Yang saya sudah pernah cicipi itu Dakshin dan Travelling Kitchen.

Dakhsin sendiri ada restorannya di kota Louisville, tapi koq makanan dari truknya agak mengecewakan yak…hambar gitu..cuma pedas doang.

Hari ini saya nyoba Travelling Kitchen lumayan oke, konon taco bulgoginya yang beken, cuma karena saya minggu itu sudah makan bulgogi, jadi saya pesan taco ikan..lumayan! (cuma kurang nasi!! ha…ha..ha..perut Indonesia susah di’tenangkan’ cuma pakai taco)

 

0407171227.jpg

Pengennya sih saya coba semua makanan dari truk makanan yang berbeda-beda ya….cuma kantong ini gak kuat euy! Rata-rata harga makanannya $10, kalo setiap hari makan , habis $50! hi..hi..hi..mending buat beli baju atau sepatu deh! ha..ha….ha..

Mungkin nantinya saya berhasil nyoba semua truk makanan, tapi satu minggu sekali saja ya….;-)

O iya…yang enak ni ya…di pusat kota di Amrik banyak ruangan terbuka yang memang sengaja dibuat untuk pekerja-pekerja kantoran untuk ngaso,  baik untuk istirahat ataupun ya makan.  Di gedung saya, juga disediakan ruangan terbuka, cuma berhubung cuaca masih dingin dan berangin, tidak banyak pekerja yang memanfaatkan ruangan terbuka ini.

Ini saya foto dari lantai enam, tempat saya bekerja, kebetulan shrubnya lagi pas berbunga..cantik ya!

0407171316b.jpg

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Jalan-Jalan : Gettysburg – Washington DC

Buat saya, Washington DC ya memang salah satu tempat di daftar ‘Tempat yang harus dikunjungi di Amrik’ , Bucket List ceritanya.  Ibukota negara Amrik gitu loh. Harus di kunjungi dong.

Nah waktu anak saya kelas 4, kami sudah tahu kalau nanti saat dia di kelas 5, sudah tradisi di sekolahnya dimana murid-murid bisa memilih untuk pergi mengunjungi kota-kota besar untuk pilihan field trip mereka, Cincinnati, Indianapolis, Chicago atau Washington DC. Kami sudah sepakat kalau akan pilih ke DC.

Jadilah waktu orientasi kelas 5 di bulan Agustus 2016, kami isi formulir untuk sekeluarga pergi ke DC bersama sekolah anak. Seret juga waktu tahu kalau ongkosnya $725 per orang! Berarti saya harus kumpulkan uang $1450 dalam waktu 6 bulan (September – Februari).

Alhamdulillah pas waktunya tiba, saya berhasil membayar ongkos jalan-jalan lunas.

Acara ke DC (dan sekitarnya) lumayan padat, dalam satu hari grup akan mengunjungi paling tidak 3 lokasi bersejarah. Kami akan pergi selama 3 hari : dari hari Kamis, 9 Maret 2017, balik ke Louisville, Kentucky hari Sabtu malam, tanggal 11 Maret 2017.

Jam 6 pagi kami sekeluarga sudah nangkring di bandara Louisville.

DSCN4044 (2)

Jam 8 an pesawat berangkat menuju bandara BWI (Baltimore-Washington International), sekitar jam 930 an, kami sampai di Baltimore, langsung naik bus menuju Gettysburg.

Gettysburg itu apa ya? Gettysburg itu salah satu kota di negara bagian Pennsylvania, yang pada jaman civil war adalah salah satu lokasi pertempuran antara Utara dan Selatan yang menelan beribu-ribu korban di kedua pihak. Gettysburg menjadi salah satu titik patokan terpenting dalam sejarah civil war Amerika.

Di Gettysburg, kami melihat-lihat  koleksi museum di lokasi,

GettysburgMuseum_0317

dilanjutkan dengan menonton filem pendek tentang sejarah civil war 

DSCN4060 (3).JPG

lalu menengok cyclorama – lukisan cat minyak di sekeliling ruangan dengan efek suara saat pertempuran terjadi.

Setelah cyclorama, kami makan di kafeteria – makan kotak istilah Indonya, cuma menunya sandwich bukan nasi padang :0

Seusai makan, acara diteruskan di bus mengunjungi situs-situs pertempuran di sekitar kota Gettysburg dengan pemandu turis.

Mendengar cerita di belakang civil war terus terang membuat saya merinding, negara Amerika benar-benar ‘dibangun’ dengan beribu-ribu nyawa. Tidak terbayang betapa ‘angot’nya situasi di tahun 1860 dimana negara Amrik terpecah menjadi 2 pihak : Confederate dan Union semata-mata karena perbudakan dan bagaimana presiden Amerika saat itu, Presiden Abraham Lincoln- presiden favorit saya- berusaha sekeras-kerasnya untuk kembali mempersatukan Amerika.

GettysburgField_0317

Selesai di Gettysburg, rombongan balik ke daerah DC, yaaaah..kena macetnya DC…widiiih, amit-amit deh, macetnya jadi mengingatkan saya dengan Jakarta! Karena kena macet, acara jadi berubah sedikit,  rombongan langsung pergi ke tempat makan malam di Uno Pizza di  Union Station – stasiun

Selesai makan kita pergi ke monumen Jefferson. Thomas Jefferson adalah salah satu dari 4 founding fathers negara Amerika,  perancang deklarasi kemerdekaan dan juga presiden ketiga Amrik.  Pemikiran Mr. Jefferson terus terang sangat maju dan terbuka di jamannya. Jefferson juga salah satu tokoh sejarah Amerika yang saya kagumi.

JeffersonMemorial

Beberapa tempat yang rencananya kami kunjungi hari ini terpaksa harus ditunda, karena waktu tidak memungkinkan. Dari monumen Jefferson, kami langsung menuju hotel di Maryland untuk istirahat.

 

 

 

 

 

 

 

Rindu Batik

Sebelum berimigrasi ke Amerika, saya suka sama batik, tapi cuma memakai batik di acara-acara tertentu saja : undangan perkawinan misalnya. Batik untuk sehari-hari dulu itu selain belum nge-tren, kesannya masih formal. Diantara tenun-tenun tradisional Indonesia, saya memang cenderung lebih dekat dengan batik (maklum ibu ada darah jawanya)Pindah ke Amrik, saya mulai misuh-misuh karena ingin menunjukan nasionalisme dan ‘pamer’ kecantikan budaya Indonesia. Memang dari Indonesia saya bawa 2 kain batik (yang sekarang sudah kekecilan deh), tapi ya itu, karena modelnya seperti kain kebaya kesannya masih formal dan tidak bisa dipakai sehari-hari.

Ingat sekali betapa girangnya saya waktu nemu satu rok batik di butik downtown, harganya kalau tidak salah $40, beli dan disayang-sayang, karena jarang sekali nemu batik saat itu. Lalu pas jalan-jalan ke Iowa di tahun 2008, ketemu rok batik tambalan (patched) di toko barang bekas, beli. Masih di Amrik, nemu motif batik atasan di ROSS, beli.

Pokoknya tiap kali ada ketemu batik, saya coba usahakan beli.

Di Indonesia sendiri batik tambah oke pamornya, semakin banyak orang-orang memakai batik sehari-hari, dan modelnya makin beragam, tambahlah gigit jari saya karena kepengen banget bergaya dengan batik, tapi tidak tersalurkan. (tahun 2005 gitu, belum ada Facebook kan??!!)

Beberapa tahun lalu, saya bertekad kalau sempat mudik lagi, mau beli batik sebanyak mungkin!

Memang waktu mudik Januari 2005 lalu saya dioleh-olehi teman-teman di Indo berbagai batik : taplak, rok, selendang, atasan, pernak pernik lainnya, namanya rindu, tetap saja saya ngiler setiap kali melihat batik.

Nah, berkat Facebook, kerinduan saya terhadap batik lumayan bisa terobati. Lewat FB, saya ketemu rekan-rekan dari Indonesia yang tinggal di Amerika yang berjualan barang-barang Indonesia (termasuk si batik!). Dari mulai kerabat sendiri lewat Pretty Batik Boutique, kenalan di Florida : Kedaton, sampai teman ketemu waktu pindah ke KY, Balinesian Ethnic Purses.

Jadilah sekarang koleksi batik saya sudah bertambah…ih senangnya bisa pakai batik di Amrik!

Yuk beli batik yukkkkkkkkkkkk

2015-09-041

Mudik 2015 : Banjir Hadiah Dan Traktiran!

Satu hal yang tidak kami sangka-sangka di mudik kali ini adalah melimpahnya hadiah dan traktiran dari teman-teman semua! Baik itu untuk saya pribadi, maupun untuk si kecil. Dari minggu pertama hingga hari terakhir, tidak henti-hentinya berdatangan hadiah dari teman-teman, baik itu material maupun imaterial.

Memang, mudik kali ini waktunya bersamaan dengan ulang tahun anak saya yang ke sembilan. Selain karena tiket pesawat pas murah di minggu itu, saya juga berpikir untuk memberikan kesempatan ibu saya merayakan hari ulang tahun anak saya bersama-sama.

Tadinya saya ingin selamatan kecil-kecilan (pesan nasi kuning gitu, atau beli kue ulang tahun), tapi kenyataannya sayanya masih kecapaian dari perjalanan dan juga tidak tahu mau pesan dimana itu nasi kuning atau kue ulang tahun.Jadilah niat saya terpaksa dibatalkan, meskipun kami sudah membawa lilin ulang tahun jauh-jauh dari Amerika.

Yang jelas saya memang sengaja membawa kado dari Amrik untuk si kecil buka di Indo. Paling tidak, dalam pemikiran saya, meskipun tidak ada acara khusus, si kecil tetap merasakan ulang tahunnya dengan adanya kado-kado yang saya bawa.

Alhamdulillah anak saya tipe anak manis, dia terlihat cukup senang dengan kado-kado yang saya bawa dari Amrik dan tidak menuntut lebih. Saya bersyukur waktu si kecil tidak kecewa dengan ultah dia apa adanya.

Tapi ternyata ultah dia berkepanjangan!

Dari mulai ditraktir ke pantai Anyer, dibelikan perlengkapan main pasir, baju ‘turis’, uang tunai 100  ribu, main gratis di Kidzania, si kecil mendapat set LEGO creator, topi, set PlayMobil, baju kaos HardRock Cafe Jakarta, 2 mobil-mobilan baru, tempat pensil LEGO, handuk Marvel, segambreng DVD dan pernak pernik asli Indonesia.

Mudik_Jan18Feb37-001

Komentar anak saya lucu sekali, dia bilang ‘Mom, I can’t believe I have so many presents! This is awesome!’

Seperti halnya anak saya, saya juga kecipratan hadiah!

Dari mulai berbagai jenis kerupuk, baju batik, selendang batik, rok batik, bahan batik, pernak pernik khas Indo, rok cantik, scarf macan, taplak batik, dompet Tulisan, kaastangel super enak dan banyak lagi yang saya tidak bisa sebutkan semuanya disini!

Mudik_Jan18Feb38-001

Selain hadiah-hadiah diatas, kami juga tidak habis-habisnya ditraktir teman-teman.

Ditraktir ke Anyer dari mulai dijemput, penginapan, makan, diantar ke Jakarta oleh Keluarga Mbak Indri, Mas Yo dan keluarga Mbak Ratna and Mas Tjipto. Ditraktir pelisir ke Jakarta dari Parung sama Oom Bona,ditraktir makan sushi sama Tante Eva, ditraktir makan di GM sama Oom Bona dan Tante Susan, diantar ke makam ayah, jalan-jalan ke Kokas, naik kereta api, diantar pulang sama keluarganya Tante Erma, dibawa keliling Jakarta sama Tante Mona dan Oom Riko, ditraktir kopi dan donat sama Tutrie, ditraktir makan mewah sama Tante Fitri, Oom Agung dan Rio daaan banyak lagi!!

Tidak bohong kalau saya merasa sangat berhutang budi dengan teman-teman semua dan merasa sangat beruntung.

Untuk teman-teman semua yang sudah meluangkan waktu untuk bertemu dengan kami di Indonesia, kami ucapkan terima kasih yang amat sangat banyak dan tidak terhitung!!

Kami merasa sangat beruntung atas kebaikan teman-teman semua!!

Semoga semua kebaikan teman-teman dibalas oleh Yang Maha Pemberi.

PS.

Mohon maaf sekiranya ada teman-teman yang terlewat di sebut di tulisan saya ini, yang pasti kami tidak lupa akan kebaikan teman-teman semua!

Mudik 2015 : Reuni Dengan Teman-Teman

Tiga minggu sebelum Saya berangkat ke Jakarta, boleh dibilang saya sudah umumkan rencana mudik saya ke publik lewat blog ini, yang tersambung ke profil saya di sosial media lainnya.

Dari tulisan pertama saya di bulan Desember 2014, teman-teman banyak yang ikutan senang dan banyak yang langsung menghubungi saya untuk janjian ketemuan. Semakin dekat ke hari H, semakin banyak teman-teman yang serius minta waktu untuk ketemu saya, yang tentunya berusaha saya penuhi.

Saya memang sengaja membuat keberadaan saya di Indonesia ‘dipublikasikan’ di umum (di profil FB saya). Dari mulai saya mendarat, nomor telpon saya di Indonesia, dimana saya tinggal, semua saya pajang. Apa alasan saya melakukan hal itu?

Untuk memudahkan komunikasi saya dengan siapapun yang berminat untuk ketemuan dengan saya. Meskipun ada beberapa rekan-rekan yang saya hubungi lewat pesan di FB dan saya utarakan keinginan saya untuk bertemu ;tidak semua dari mereka membalas pesan saya atau antusias menyambut ajakan saya. Ya tidak apa-apa juga, itu kan hak setiap orang. Saya sih amat mengerti kesibukan masing-masing, masa’ mau dipaksa?

Minggu pertama saya di Indonesia, karena kami tinggal di Parung, saya tidak berani membuat janji bertemu dengan terlalu banyak teman, secara jauh gitu loh. Saya mengerti sekali kalau akses ke Parung tidak mudah dan akan habis lebih banyak waktu di jalan dibanding untuk ketemuan.

Meskipun demikian tetap ada teman-teman yang sangat murah hatinya untuk tetap janjian bertemu kami dari jauh-jauh hari. 

Teman pertama yang kami janjian ketemu itu sahabat lama saya dari sejak SMA (1990). Dia sengaja mengambil cuti hari itu, karena mau menghabiskan waktu seharian dengan kami. Kebetulan hari itu juga hari ulang tahun anak saya yang ke sembilan. Jadilah teman saya ini menjemput kami jauh-jauh dari Jakarta, mentraktir kami makan di Urban Kitchen di Pacific Place, untuk kemudian memboyong kami masuk di Kidzania, membelikan hadiah LEGO untuk anak saya dan mengantar kami pulang ke Parung lagi.

Mudik_Jan18Feb35-002

Teman kedua yang bisa ketemuan yang juga sudah membuat janji jauh-jauh hari untuk bertemu itu, teman waktu kerja dulu. Teman saya ini baru balik dari luar negeri dua hari sebelumnya, tapi dia bela-belain untuk ketemu saya di minggu pertama saya diIndo. Teman saya ini saking baiknya, juga rela-rela saja mengantar kami balik ke Parung.

Sungguh kami amat beruntung mempunyai teman-teman yang murah hati kepada kami.

O iya, selain dia, ada teman SMA yang kebetulan tinggal di daerah relatif dekat dengan Parung yang juga antusias ingin ketemuan. Jadilah kami janjian untuk bertemu mereka berdua di Bogor.

Mudik_Jan18Feb36

Meskipun kita tidak bisa menghabiskan waktu lama-lama untuk rumpi-rumpi dan melepas kangen, tapi sungguh kami merasa bersyukur sekali bisa ketemuan, setelah 20 tahun tidak pernah ketemu!

Biasanya setelah bertemu teman-teman, kami pulang tidak lebih dari jam 7 malam, karena kami tinggal di rumah orang (rumah tempat tinggal Ibu) dan juga karena masih jetlag. Maunya ya kelayapan terus, tapi percaya atau tidak kami masih tahu diri lah…

Bersambung…..

Mudik 2015 : Rencana vs Realita

Di mudik 2015, Saya banyak rencana, selain memenuhi 4 tujuan utama yang saya tulis di tulisan sebelumnya, saya kepingin sekali membawa anak saya ke beberapa tempat jalan-jalan yang khas Jakarta: Kidzania, Taman Safari, Taman Budaya Sentul, WaterBoom, Taman Mini.

Maklum, kesempatan mudik buat keluarga kami itu LANGKA dalam arti kami tidak setiap tahunnya bisa mudik seperti kebanyakan teman-teman lain. Lah terakhir mudik saja itu di tahun 2006, jadi saya realistis saja kalau kenyataannya kami tidak selalu bisa pulang. Memang begitu a koq kenyataannya, mau diapakan lagi? masa mau minta dibayarin orang? Nah Saya inginnya di kesempatan pulang ini, anak saya bisa melihat Jakarta dan sekitarnya sebanyak mungkin.

Berhubung saya sudah bekerja, saya hanya bisa cuti selama 14 hari (bukan sebulan seperti M06) dan anggaran saya TERBATAS. Jadi saya harus pikirkan masalah transportasi dan waktu saya yang relatif sempit.

Sebulan sebelum saya berangkat, saya sudah rencanakan dimana saya tinggal. Rencana saya ini memang tidak semua orang tahu (memang harus ya semua orang tahu???? heh???), tapi secara garis besar saya beritahukan lokasi saya ke orang-orang yang secara langsung terlibat – yaitu mereka yang menjemput saya, mereka yang tempat tinggalnya saya tinggali, dan mereka yang mengajak untuk bertemu dengan saya. 

Sementara rencana akan kemana saya setiap harinya, ya cuma saya ya yang tahu dan mereka yang bertanya langsung kepada saya apa rencana saya. (menurut saya tidak penting ya untuk memberitahu rencana saya ke semua orang, kesannya saya sok penting sekali ah!!)

Well, beberapa rencana saya untuk anak saya tidak terealisasi, kasihan juga si kecil yang sedih karena harus menuruti jadwal yang sama sekali berbeda dengan yang saya rencanakan untuk dia. Kami tidak pergi ke Taman Safari, Taman Mini, Taman Budaya ataupun waterboom.

Lucunya, mereka-mereka yang dengan senang hati mengubah rencana saya ini tidak memberikan alternatif hiburan untuk anak saya. Jadilah saya yang harus pontang panting atur waktu saya ‘seadil-adilnya’ untuk semua pihak yang terlibat.

Tapi yang jelas, 4 tujuan mudik saya terpenuhi , dan anak saya tetap bisa bergembira di mudik ini.

Ibu saya berkesempatan ditemani cucunya, Saya dan anak saya menyekar ke makam Ayah,

Mudik_Jan18Feb3

anak saya bisa bermain di Kidzania,

Mudik_Jan18Feb33

berenang di pantai laut Jawa (Anyer), dan beberapa kali di kolam renang di apartemen (meskipun bukan di waterboom),

Mudik_Jan18Feb32

berkenalan dan bermain dengan anak-anak teman-teman saya,

Collages27

dan saya bisa bertemu teman-teman baik saya.

Mudik_Jan18Feb34-004

Tuhan Maha Baik koq.

Mudik 2015 : Indonesia (Jakarta) vs Amerika

  1. Keberadaan wi-fi – Pilih Amerika! halah! ternyata di Jakarta raya, wi-fi itu masih langka ya? waktu ke mal sekeren Grand Indo ataupun Plaza Indonesia sekalipun, wi-fi nya memble. Pengecualian itu Starbucks, koneksi wi-finya samalah dengan di Amrik!
  2. Pilihan makanan – Pilih Jakarta! pilihan makanan di Jakarta itu banyaaaaaaaaaaaaaak sekali! amat beragam dan seakan tidak ada habisnya. Kalau di food court di mal-mal di Amerika itu hitungan kiosnya bisa dihitung dengan jari tangan, di Jakarta, rasanya saya malah kepingin makan semua saking banyaknya pilihan!!
  3. Cara Pembayaran – Pilih Amerika!! dengar dari teman-teman, tempat-tempat makan di Indo sudah terima kartu gesek, kenyataanya sebagian besar masih hanya terima uang tunai, atau hanya kartu dari bank tertentu saja. Lah??
  4. Budaya Antri – Pilih Amerika! Orang Indo masih parah ternyata dalam hal menyelak antrian. Dari mulai ibu-ibu di mal keren sampai anak-anak semuanya seperti tidak kenal kata antri. Hadweeeeh!! terpaksalah berkali-kali diriku berjutek ria dengan kalangan ogah antri ini.
  5. Cara berbersih – Pilih Jakarta! rasanya berbersih dengan air tetap lebih resik dibanding cuma tisu doang. (kalau boleh sih pilih Jepang ya…soalnya mereka punya lebih dari satu pilihan untuk siraman air berbersih!! – termasuk di pesawat terbang!)IMG_20150119_000931IMG_20150119_000945
  6. Air hangat – Pilih Amerika! disini air hangat ya selalu tersedia, di rumah, maupun di tempat umum. Waktu saya tinggal di apartemen, sempat ‘panik’ karena jatah air hangat koq susah sekali..harus tunggu panas dan keluarnya sedikit!!
  7. Air minum – Pilih Amerika! air putih selalu gratis, bottomless pula! maklum air keran ya? di Jakarta, harus selalu pesan air botolan, dan harus dibilang ‘dingin’.
  8. Pesan Makanan – Pilih Indo (Jakarta)!, disini hampir semua resto menawarkan jasa layan antar! dari mulai resto cepat saji sampai warung semua bisa di antar ke tempat!!
  9. Belanja baju – Pilih Amerika!! pertama karena ukuran saya menurut standard Amerika itu ‘S’ atau ‘M’, di Indo jadi XL!! kedua karena di Amerika, rata-rata toko baju ada pilihan untuk mencari ukuran yang kita mau di toko lain atau pesan online.
  10. Keberadaan Taksi – Pilih Jakarta! taksi di Jakarta itu mudah di dapat di mana-mana dan kondisi mobil bagus. Di banyak kota-kota di Amrik, taksi itu jarang, mahal ongkosnya dan mobilnya tidak selalu bagus!!!

Salah Mengeja

Siapa bilang bule itu selalu bisa mengeja lebih baik daripada kita-kita yang imigran?

Kalau teman-teman mungkin cuma lihat foto atau baca berita ringan di sosial media, saya sendiri sudah mengalami langsung salah eja kata-kata bahasa Inggris yang dilakukan oleh mereka yang bahasa ibunya bahasa Inggris.

Contohnya dibawah ini :

10373484_10152588958761267_4401330495858968946_n (1)

Saya yakin maksud hati menulis kata ‘healthy’

Sebetulnya masalah salah mengeja ini masalah sehari-hari di Amerika, bukan cuma anak-anak sekolah yang baru belajar mengeja, tapi orang-orang dewasapun banyak yang masih suka salah mengeja.

Kalau saya perhatikan malah orang-orang imigran cenderung lebih hati-hati dalam mengeja bahasa Inggris, mungkin karena di bawah sadar, kita tahu bahwa ini bukan bahasa kita, jadi kita lebih memperhatikan ejaan kata yang akan kita tulis?

Terus terang suami saya sendiri juga mengakui kalau dia bukan pengeja yang baik, seringkali saya yang memperbaiki ejaan kata-kata dia, meskipun secara tata bahasa saya masih ‘ngaco’ berat.

Kesimpulannya apa dong?

Kesimpulannya kita jangan takut belajar, jangan takut salah. Karena mereka yang bahasa ibunya bahasa Inggris pun masih banyak salahnya koq. Yuk..belajar bahasa Inggris lagi!!