Month: March 2017

Jalan-Jalan : Washington DC : Teater Ford, Panda dan Washington Monumen

Sabtu,  11 Maret 2017

Hari terakhir di DC!

Rencana kita hari ini adalah pergi ke teater Ford – teater dimana Presiden Abraham Lincoln di bunuh, mampir ke Bonbin untuk melihat panda, melewati Embassy Row – jalan dimana kedutaan-kedutaan besar negara asing – termasuk negara Indonesia  berlokasi dan memilih salah satu dari sekian banyak museum di pusat kota DC sebagai pilihan pribadi tanpa harus ikutan grup.

Rombongan sampai di lokasi teater sekitar jam 9: an, karena ada waktu cukup banyak , jadi ya kita jalan-jalan saja sekitar lokasi teater sampai tiba waktunya untuk masuk ke teater.

fordteaterentrance

Teater tempat Lincoln terbunuh ini ukurannya boleh dibilang mini, cuma ada 2 balkon VIP, Lincoln duduk di sebelah kanan.

FordTeater

Sempat merinding juga terbayang kejadian 15 April 1865. Dari teater, kita ke seberang jalan , dimana ada museum tentang kejadian penembakan Lincoln dan rumah tempat Lincoln meninggal dunia.:(

Keterangan foto :

  • kiri atas :Kamar tempat Lincoln meninggal dunia
  • kiri bawah : Museum tentang peristiwa penembakan Lincoln
  • Pintu dimana pembunuh Lincoln masuk ke balkon teater
  • pistol pembunuh Lincoln
  • Ilustrasi saat Lincoln dirawat
  • Keterangan tentang pistol pembunuh Lincoln

lincolnmuseum

Selesai dari teater, rombongan mampir di monumen Franklin D. Roosevelt, monumen Martin Luther King dan monumen Washington – yang mengingatkan saya seperti Monas di Jakarta.

FDR

 

Dari pusat kota, kita lanjutkan perjalanan ke bonbin nasional untuk melihat panda!!

Saya dan anak fan berat panda, beruang hitam putih yang gemesin! Rasanya baru ini saya beneran pergi melihat panda di bonbin….jelas, gemesin seperti yang saya lihat di media. Saking gemesnya, saya luluh hati membelikan anak boneka panda (kami sudah punya 3 boneka panda di rumah gitu loh).

panda

 

Selesai melihat si panda, kita balik ke pusat kota DC sambil melewati Embassy Row – kalau di Jakarta ibarat daerah Menteng kali ya. Konon bangunan kedutaan Indonesia cukup mencolok (unik), jadi mudah di kenali. Sayang saya tidak ada foto yang jernih, tapi ada videonya dibawah ini. Senang juga melihat bendera negara Indonesia berkibar 🙂

Kembali di pusat kota DC, kita punya beberapa pilihan, mau ke National Museum of American History,  Indian American History, atau Air and Space Museum. Anak dan suami pilih ke Air & Space Museum.

Di museum ini kita sempat nonton film pendek di planetarium tentang Dark Universe, main simulator pesawat dan makan siang di arena makan.

Berakhirnya acara bebas ini, berarti berakhir pula wisata sejarah kita di DC.

Terus terang cuapeek sekali rasanya, tapi tidak nyesal, karena saya belajar banyak tentang sejarah Amerika dari wisata kali ini.

Apakah akan kembali ke DC?

Mungkin juga. Karena masih banyak sekali yang bisa dilihat di DC yang tidak kesampain disinggahi. Yang jelas bukan mau lihat Cherry Blossom alias Sakura ya…karena di Jakarta dulu, di rumah ortu ada pohon Sakura.

Sampai jumpa lagi DC!

 

 

 

 

 

Jalan-Jalan : Washington DC – White House, Capitol Building, Arlington Cemetery

Jumat, 10 Maret 2017.

Hari ini kami sudah di wanti-wanti untuk berpakaian berlapis dan membawa jaket hujan, karena berdasarkan prakiraan cuaca DC akan diguyur hujan sepagian.

Jam 7:45 am kita berangkat dari hotel menuju White House, alias tempat tinggal presiden Amrik. Sayangnya kita tidak dapat tur di dalam White House, konon ada mis saat transisi pergantian presiden. Sekolah sudah mengajukan ijin untuk tur, tapi pihak WH tidak pernah terima ijin sekolah, jadilah kita cuma bisa lihat WH dari kejauhan.

whitehouse

Dari WH, kita menuju ke Capitol Building , seperti capital building di setiap negara bagian, Capitol Building di DC berfungsi sebagai gedung pemerintahan, dimana senat dan perwakilan rakyat (senates and house) bekerja sehari-hari.

Untuk masuk CB, kita harus melewati pemeriksaan seperti di bandara, di cek nama di lobi, untuk kemudian di beri lencana pengunjung.DSCN4167 (2)

Di CB, kita tur di beberapa bagian dari gedung.

Bagian yang paling mewah, tentunya di ruangan di bawah kubah CB atau Rotunda. Di langit-langit di kubah, ada lukisan Mr. George Washington dengan selimut ungu dipangkuan, di kanan Mr. Washington adalah Lady Freedom dan disebelah kirinya adalah Lady Libery,  dikelilingi dengan perwakilan dari 13 negara koloni.

Lukisankubah_CapitolBuilding

Di rotunda juga ada 13 lukisan yang mewakili peristiwa-peristiwa penting (kedatangan Christopher Columbus, Pembaptisan Sacajewa, Penandatangan deklarasi kemerdekaan dll) di sejarah Amerika dan patung-patung tokoh politik.

lukisandidindingrotunda

Selain rotunda, kita juga menonton filem pendek dan sempat bertemu dengan senator dari negara bagian Kentucky, Senator Mitch McConnell.

Selesai di CB, kita berangkat ke pemakaman Arlington. Taman pemakaman ini ibarat taman pemakaman pahlawan di Kalibata lah kalau di Indonesia. Anggota militer banyak yang dikuburkan disini, termasuk presiden JFK (istri dan beberapa kerabat Kennedy lainnya)

Di makam JFK atas permintaan Jacquelin Kennedy, di tempatkan api abadi yang tidak pernah padam.

makamJFK

Di sini kita juga sempat melihat acara pergantian pengawal makam.

Dari lokasi pemakaman, kita pergi makan di Hard Rock Cafe di downtown DC, lalu dilanjutkan dengan mengunjungi monumen Perang Dunia kedua (World War II Monumen), monumen perang Vietnam dan monumen Lincoln (Lincoln Memorial) – ketiga monumen ini berada di lokasi yang sama.

‌lincolnmemorial

Monumen Lincoln

Di monumen Lincoln, di dinding terukir salah satu pidato Lincoln, nah di situ ada kesalahan mengeja oleh si pengukir. Kata Future tereja Euture, kalau mata jeli, pengunjung bisa melihat hapusan huruf E menjadi F.

lincoln_misspell

Sayangnya kita tidak bisa lama-lama tur di luar, karena udara amat dingin menggigit, kasihan si anak-anak rata-rata kedinginan!

Kita balik ke hotel setelah berhenti di Iwojima monumen.

Jalan-Jalan : Gettysburg – Washington DC

Buat saya, Washington DC ya memang salah satu tempat di daftar ‘Tempat yang harus dikunjungi di Amrik’ , Bucket List ceritanya.  Ibukota negara Amrik gitu loh. Harus di kunjungi dong.

Nah waktu anak saya kelas 4, kami sudah tahu kalau nanti saat dia di kelas 5, sudah tradisi di sekolahnya dimana murid-murid bisa memilih untuk pergi mengunjungi kota-kota besar untuk pilihan field trip mereka, Cincinnati, Indianapolis, Chicago atau Washington DC. Kami sudah sepakat kalau akan pilih ke DC.

Jadilah waktu orientasi kelas 5 di bulan Agustus 2016, kami isi formulir untuk sekeluarga pergi ke DC bersama sekolah anak. Seret juga waktu tahu kalau ongkosnya $725 per orang! Berarti saya harus kumpulkan uang $1450 dalam waktu 6 bulan (September – Februari).

Alhamdulillah pas waktunya tiba, saya berhasil membayar ongkos jalan-jalan lunas.

Acara ke DC (dan sekitarnya) lumayan padat, dalam satu hari grup akan mengunjungi paling tidak 3 lokasi bersejarah. Kami akan pergi selama 3 hari : dari hari Kamis, 9 Maret 2017, balik ke Louisville, Kentucky hari Sabtu malam, tanggal 11 Maret 2017.

Jam 6 pagi kami sekeluarga sudah nangkring di bandara Louisville.

DSCN4044 (2)

Jam 8 an pesawat berangkat menuju bandara BWI (Baltimore-Washington International), sekitar jam 930 an, kami sampai di Baltimore, langsung naik bus menuju Gettysburg.

Gettysburg itu apa ya? Gettysburg itu salah satu kota di negara bagian Pennsylvania, yang pada jaman civil war adalah salah satu lokasi pertempuran antara Utara dan Selatan yang menelan beribu-ribu korban di kedua pihak. Gettysburg menjadi salah satu titik patokan terpenting dalam sejarah civil war Amerika.

Di Gettysburg, kami melihat-lihat  koleksi museum di lokasi,

GettysburgMuseum_0317

dilanjutkan dengan menonton filem pendek tentang sejarah civil war 

DSCN4060 (3).JPG

lalu menengok cyclorama – lukisan cat minyak di sekeliling ruangan dengan efek suara saat pertempuran terjadi.

Setelah cyclorama, kami makan di kafeteria – makan kotak istilah Indonya, cuma menunya sandwich bukan nasi padang :0

Seusai makan, acara diteruskan di bus mengunjungi situs-situs pertempuran di sekitar kota Gettysburg dengan pemandu turis.

Mendengar cerita di belakang civil war terus terang membuat saya merinding, negara Amerika benar-benar ‘dibangun’ dengan beribu-ribu nyawa. Tidak terbayang betapa ‘angot’nya situasi di tahun 1860 dimana negara Amrik terpecah menjadi 2 pihak : Confederate dan Union semata-mata karena perbudakan dan bagaimana presiden Amerika saat itu, Presiden Abraham Lincoln- presiden favorit saya- berusaha sekeras-kerasnya untuk kembali mempersatukan Amerika.

GettysburgField_0317

Selesai di Gettysburg, rombongan balik ke daerah DC, yaaaah..kena macetnya DC…widiiih, amit-amit deh, macetnya jadi mengingatkan saya dengan Jakarta! Karena kena macet, acara jadi berubah sedikit,  rombongan langsung pergi ke tempat makan malam di Uno Pizza di  Union Station – stasiun

Selesai makan kita pergi ke monumen Jefferson. Thomas Jefferson adalah salah satu dari 4 founding fathers negara Amerika,  perancang deklarasi kemerdekaan dan juga presiden ketiga Amrik.  Pemikiran Mr. Jefferson terus terang sangat maju dan terbuka di jamannya. Jefferson juga salah satu tokoh sejarah Amerika yang saya kagumi.

JeffersonMemorial

Beberapa tempat yang rencananya kami kunjungi hari ini terpaksa harus ditunda, karena waktu tidak memungkinkan. Dari monumen Jefferson, kami langsung menuju hotel di Maryland untuk istirahat.

 

 

 

 

 

 

 

Tabrak Lari

Kalau dengar kata Amerika, sebagian besar dari kita merasa semua-muanya pasti lebih OKEH dibanding negara sendiri, bukan tidak mungkin kita anggap Amrik itu negara hampir tanpa cacat kali ya.

Teratur. Nyaman. Tidak ada polusi. Tertib. Mewah. Serba ada dan lain lain.

Kenyataannya Amrik, sama saja seperti negara-negara lainnya, sama seperti negara berkembang, terutama dalam hal : TABRAK LARI.

Saya pribadi pernah mengalaminya, 2 kali. Alhamdulillah tidak serius ya, tapi tetap saja jengkel, apalagi kalau akibat tabrakan mobil harus masuk bengkel.

Pertama kali saya mengalami tabrak lari itu tahun 2010, waktu masih tinggal di Bozeman, MT.

Saya baru balik dari mengunjungi suami di Texas, waktu tiba di Bozeman itu salju berat. Saya dijemput oleh teman saya dan di drop di rumah. Mobil terparkir di driveway tertutup salju.

Keesokan harinya saya kerja, karena pagi-pagi saya bersihkan salju secepat mungkin. Sampai di tempat kerja ya saya parkir seperti biasa.

Selesai kerja, sekitar jam 3 an, menuju ke mobil, deg, jantung saya berhenti. Bagian depan kiri depan mobil ringsek. Meskipun kerusakan tidak seberapa, tapi perasaan ini campur aduk antara kaget dan marah.

Koq tega banget ya orang nabrak mobil terparkir, terus tidak pakai basa basi cuek saja?

Ongkos perbaikan itu sekitar $800! Dengan asuransi, kami harus merogoh kantong sendiri $500. Kondisi kami saat itu tidak terlalu baik, suami baru saja kerja di tempat baru selama 3 bulan eh ternyata ada restrukturisasi, departemen dia ditutup, jadilah dia kehilangan pekerjaan, ditambah kami baru saja pindah dari Ohio dan sudah harus pindah lagi ke Kentucky.  $500 buat kami itu tidak sedikit. 😦

Alhamdulillah kami banyak mendapat donasi dari masyarakat kota Bozeman – saya tulis pengalaman saya di ‘surat untuk redaksi’ di koran setempat, eh malah di wawancara jadi masuk koran segala, dan orang-orang menyumbang!

Kejadian kedua, saya alami minggu ini, lagi-lagi waktu parkir di tempat kerja!!

Sebeeeeeeeeeeeeeeeeel banget!!!

Kali ini memang kerusakan tidak seberapa, hanya baret di pintu, tapi tetap saja hati mangkel.

0307171801.jpg

Saya ngerti sekali kalau mungkin si penabrak tidak punya asuransi untuk menutup ongkos kerusakan – terutama kasus pertama yang saya alami,  tapi ya bukan berarti lari dari tanggung jawab kan?? jangan jadi pengecut gitu dong!

Tidak mampu vs. Tidak bertanggung jawab tidak ada hubungannya kan?!

Apa salahnya sih menulis memo ‘Maaf Bu/Pak, saya tidak sengaja membaret mobilnya. Saya harus pergi, ini nomor telpon saya untuk Ibu/Bapak hubungi’

Gitu loh!

Mudah-mudahan teman-teman tidak ada yang seperti ini ya!

Masalahnya bukan besar atau kecil kerusakan ya…masalahnya kalau kita berbuat salah, mbok ya berani bertanggung jawab!

Kalau kata Ibu/Bapakku : Berani berbuat, berani bertanggung jawab!

Yuk, mari kita semua jadi orang yang bertanggung jawab!!

(tu kan ternyata orang-orang Amrik tidak semuanya patuh aturan!)