jalan kendara

Jalan-Jalan : Madison, Wisconsin

Memasuki bulan April / akhir bulan Maret, biasanya ibu-ibu yang mempunyai anak usia sekolah tahu sekali apa artinya. Liburan sekolah! Alias Spring Break. Saya sebagi ibu anak usia sekolah sudah dari jauh-jauh hari mengajukan permohonan cuti buat spring break ini.

Spring Break si kecil tahun ini mulai tanggal 4 April sampai 10 April. Tadinya saya ajukan cuti seminggu penuh, tapi ternyata kita tidak ada rencana yang pasti untuk pergi-pergi, jadi saya kurangi cuti saya, cuma dari hari Rabu saja.

Waktu lagi misuh misuh mikir mau kemana ya…eh dapat kabar kalau sepupu saya sudah balik kuliah di University of Wisonsin – Madison lagi, tidak lama kemudian saya dapat kabar kalau teman saya waktu di Bozeman, Montana juga ternyata sekarang tinggal di Wisconsin. Dua-duanya sudah sekitar 8 tahunan tidak pernah bertemu. Mmm…coba lihat peta ah..seberapa jauh ya perjalanan ke Wisconsin? 8 jam-an alias seharian.

Terakhir saya berkendara mobil antar propinsi itu di tahun 2010, waktu pindahan dari Bozeman, Montana ke Cleveland, Ohio. Saya dengan gagah menyetir truk pindahan dengan si kecil, yang waktu itu berumur 4 tahun.

Well, kalau dulu itu saya bisa nyetir truk berduaan antar propinsi selama berhari-hari, 8 jam di perjalanan dengan mobil biasa ya kudunya bisa dilakoni dong??

Ya sudah, dibulatkanlah tekad untuk berpetualang kendara dengan anak 10 tahun ke Wisconsin!

Kita berangkat hari Rabu jam 9 pagi. Bagasi mobil cilikku sudah penuh dengan dua tas isi baju, cemilan, air minum, rompi tebal, jaket kulit, topi , sarung tangan, komputer dan sepatu boots (karena waktu mengecek cuaca di Wisconsin, ternyata ada kemungkinan saljuan).  Berhubung ruang bagasi terbatas, kita kudu pinter-pinter ngepak supaya semua masuk…ha…ha…ha..

smartiepacked

Sebelum masuk ke Interstate , kami mampir dulu di Chick-Fil-A buat sarapan dan Starbucks buat beli doping alias kopi supaya tegar nyetir selama 8 jam.

img_20160406_084945.jpg

Rute perjalanan dari tempat kita tinggal, Louisville, ke Madison, Wisconsin ada beberapa pilihan. Total sekitar 460 mil. Tapi kita sengaja pilih rute yang tidak melalui Chicago, karena kita anggap akan terlalu hiruk pikuk dan kurang aman buat pengemudi amatiran seperti saya yang sering kagok orientasi 😉

Perjalanan kita intinya itu dari Kentucky, melewati negara bagian Indiana, terus menuju utara melewati negara bagian Illinois hingga akhirnya masuk negara bagian Wisconsin.

Interstate pertama yang kami ambil itu Interstate 71 arah Louisville, dari situ kita ganti ke Interstate 65 arah Utara, menuju ke Indianapolis. Pergantian propinsi dari Kentucky ke Indiana itu cuma 30 menitan, karena kota tempat kita tinggal, berdekatan dengan perbatasan Indiana.

Perjalanan selanjutnya, dari Interstate 65 hingga masuk ke Illinois lumayan gempor…separuh total perjalanan lah kira-kira. Di Interstate 65, kita pindah ke lajur Interstate 74 arah Peoria (menghindari Chicago)

Pas sudah masuk Illinois, girang juga, karena berarti satu negara bagian lagi, kami sudah sampai di tujuan!

illinois.jpg

Dari I-74, kita ganti jalur lagi ke I-39 North, sampai akhirnya masuk Wisconsin! yay!Kita sampai di hotel itu kira-kira jam 6 waktu setempat (atau jam 7 waktu Timur Amerika, jadi total kita di perjalanan itu 10 jam!)

Hotel yang kami pilih hotel Best Western West Towne Suite, lumayan bagus, dan lokasinya enak, karena dekat dengan mal dan restoran-restoran macam-macam, dari mulai dimsum, India, Vietnam dan restoran rantai lainnya.

Malam pertama di Madison, saya habiskan dengan rumpi-rumpi dengan sepupu hingga larut malam. Besok kami akan jalan-jalan untuk lihat gedung Ibukota Negara bagian!

 

 

 

 

Jalan-Jalan Akhir Pekan : Mengunjungi Tempat Penyulingan Bourbon

Negara bagian Kentucky, tempat saya tinggal sekarang, boleh dibilang terkenal akan dua hal :

  • Balapan Kuda dan
  • Minuman Bourbon (sejenis wiski)

Waktu pertama kali pindah ke Louisville, Kentucky saya bingung karena melihat patung kuda dimana-mana, diberitahu suami kalau di Kentucky balapan kuda itu tradisi orang sini. Di kota Louisville sendiri, setiap tahun ada festival Kentucky Derby, acara tahunan yang heboh dan ditunggu-tunggu kalangan elit di sini.

Selain kuda, KY juga terkenal akan bourbon-nya. Bourbon itu sejenis wiski, boleh dibilang wiskinya Amerika lah, karena pakemnya bourbon hanya boleh di produksi di Amerika. Konon sumber air alam di KY membuat bourbon lebih khas rasanya dibanding di tempat lain.

Nah di KY, saking banyaknya tempat penyulingan bourbon di sini, pemda setempat membuat atraksi turis, namanya Kentucky Bourbon Trail. Saya yang meskipun bukan penggemar minuman beralkohol;berhubung bukan penduduk asli Kentucky terus terang penasaran dengan si bourbon ini.

Setelah minggu lalu tidak sengaja melewati salah satu tempat penyulingan bourbon, Jim Beam, saya bernegosiasi dengan suami untuk melakoni KY bourbon trail tanpa dia tergoda ingin minum melampau batas.

wpid-wp-1447896474236.jpeg

Jadilah hari ini, Minggu tanggal 15 November 2015, kami memulai petualangan kami menyelusuri KY bourbon trail.

Dari 9 tempat penyulingan di Kentucky, kami pilih penyulingan di timur Louisville, yaitu di kota Lawrenceburg, dimana ada 4 tempat penyulingan yang lokasinya berdekatan ; Four Roses, Wild Turkey, Woodford Reserve dan Town Branch.

Bukan jadi mau singgah ke-empat-empatnya, tapi paling tidak kami ada rencana cadangan lah, karena siapa tahu kami ternyata tidak suka yang satu, bisa pergi ke tempat yang lain.

Pilihan pertama kami adalah Wild Turkey, eh alah waktu sampai di lokasi, ternyata tutup (padahal waktu di cari di Google, tertulis jam operasi untuk hari Minggu). Tu kan?!! Untung kita pilih jalur yang ada 3 pilihan lainnya. Setelah mengecek lewat telpon kami putuskan untuk ke Woodford Reserve.

Seperti halnya lokasi Jim Beam, Woodford Reserve ini lokasinya juga apik, bersih dan ‘tenteram’.

Di gedung utama, pengunjung bisa duduk di lobi yang luas untuk menunggu bus tur berikutnya, sambil melihat-lihat toko suvenir yang menjual produk Woodford Reserve, dari mulai bourbonnya sendiri, bumbu-bumbu dapur, gelas-gelas, sampai pernak-pernik khas Woodford Reserve.

Di gedung utama ini, pengunjung juga bisa membeli tiket untuk tur : $10 per orang, anak-anak dibawah 18 tahun gratis dan mengambil paspor KY Bourbon Trail.

20151115_145855

Jeda antara tur yang satu dengan yang berikutnya itu sekitar 30 menit, tidak terlalu lama. Setiap pengunjung diberikan radio pendengar lengkap dengan ear set jadi si pemandu turis tidak perlu berbicara dengan suara keras tapi masing-masing pengunjung bisa mendengar penjelasan dengan baik.

Dari gedung utama, kami naik ke bis untuk pergi ke lokasi penyulingan.

wpid-wp-1447639431035.jpeg

Gedung pertama yang kami kunjungi adalah gedung dimana awal pembuatan bourbon dimulai. Ada 5 hal penting dalam pembuatan bourbon, seperti yang tercantum dalam diagram ini :

IMG_20151115_141903

Di gedung ini juga, bahan-bahan utama di campur dan di giling bersama-sama untuk kemudian di fermentasi di dalam tong kayu (barrel) raksasa.

Proses selanjutnya adalah proses penyulingan, di ruang penyulingan ada 3 ‘botol’ ukuran besar yang mengingatkan saya dengan botol si jin ‘Jinnie’.

20151115_142526

Selesai penyuingan, tahap berikutnya adalah tahap yang paling penting dalam pembuatan bourbon : yaitu tahap pematangan (aging). Bourbon yang sudah disuling, dituang kedalam tong-tong kayu, lalu di simpan di dalam gedung khusus untuk menyimpan si tong kayu ini.

Masing-masing tong kayu tertera tanggal awal penyimpanan. Untuk mencapai rasa yang diinginkan rata-rata bourbon disimpan tidak kurang dari 6 tahunan.

Untuk mengetes apakah bourbon sudah siap untuk dipasarkan, dalam waktu tertentu, crafter akan mencicipi bourbon yang bersangkutan dari masing-masing tong. Bisa di lihat di beberapa tong, ada bagian yang terbuka, yang tandanya crafter sudah pernah cicipi tong tersebut.

Selesai penyulingan, semua bourbon yang sudah jadi sekarang siap untuk dibotolkan dan dikirim ke pemasok di seluruh penjuru Amerika.

Tur di tutup dengan pencicipan bourbon. Masing-masing pengunjung di beri 2 gelas kecil (shot) bourbon : satu bourbon biasa dan satu lagi bourbon double oak (bourbon yang mengalami proses lanjutan setelah proses utama selesai) dengan satu coklat isi bourbon.

Pengunjung diminta mencicip masing-masing 3 kali. Setiap selesai mencicipi, kami diminta untuk membayangkan rasa ‘awal’ yang kami rasakan. Bourbon, seperti halnya parfum, memiliki 3 tahap perasaan yang berbeda. Perasaan awal, menengah dan akhir.

Rasa awal yang lazim dirasakan oleh pengunjung itu adalah rasa ‘buah’, rasa tengah mulai dari kayu manis, daun mint, sedangkan rasa akhir itu mulai terasa aroma kayu oak, coklat, tembakau, kopi dsb. Diagram ‘rasa’ ini berbeda dimasing-masing bourbon, bisa dilihat di bawah ini.

WDF_Flavor-Wheel_RYE

Waktu saya cicip si bourbon, mblllaaaaaaaaaaaaaaah…..lidah ini langsung protes, dan ternyata bukan saya saja yang tidak bisa ‘menikmati’ rasa bourbon, ada 2 pengunjung wanita lainnya yang juga mengernyitkan dahi seusai mencicipi. Terus terang saya koq lebih senang membaui si wiski dibanding menegaknya. Hi..hi..hi..

Buat saya pribadi, menengok dengan kepala sendiri bagaimana proses pembuatan wiski memberi wacana sendiri buat saya. Dari mulai terkagum-kagum melihat tong setinggi rumah, tumpukan tong kayu setinggi langit dan ‘njelimetnya’ ‘merasakan’ aroma dan rasa si bourbon, saya lumayanlah jadi mengerti apa itu ‘bourbon‘ tanpa harus jadi penikmat ataupun pecandu. 😉

 2015-11-152

2015-11-151

2015-11-15

Jalan-Jalan Alam : Taman Nasional New River Gorge, West Virginia

Akhir pekan ini di Amerika adalah akhir pekan panjang karena hari libur Memorial Day yang jatuh pada hari Senin.  Saya sejak pindah, saya dikenalkan suami dengan jalan-jalan berkendara (road trip) dan mengunjungi taman nasional.  Kami terakhir mengunjungi taman nasional itu di musim panas tahun lalu. Saya kegerahan pengen banget jalan-jalan, jadilah saya putuskan untuk pergi ke negara bagian West Virginia. Selain karena saya belum pernah mengunjungi WV, disana juga ada taman nasional yang kelihatannya seru untuk diexplorasi. Jarak antara WV dengan lokasi tempat tinggal kami juga relatif tidak jauh, sekitar 4 jam-an.

Kami berangkat hari Minggu pagi tanggal 24 Mei, ambil Interstate I-64 arah timur ke WV. Karena kami melewati Charleston, ibukota WV, kita mampir di gedung pemerintahan, karena saya hobi koleksi foto gedung pemerintahan ibukota masing-masing negara bagian.

WestVirginia

Dari situ kami terus ke hotel di daerah Beckley, istirahat sebentar terus kita explorasi taman nasional yang kita mau kunjungi : New River Gorge.

Awalnya kami mau ikutan jalan dibawah jembatan, tapi koq ya waktu lihat jembatannya, ketinggiannya dan jaraknya….KEDER euy!!  Selain itu juga, ada umur minimal untuk anak-anak,yaitu 10 tahun, si kecil masih kurang satu tahun! ya sudah, batalkan petualang jalan kaki menyeberang jembatan.

WestVirginia2

Balik ke hotel, saya buru-buru google, kalau tidak salah ingat ada air terjun di dekat taman nasional itu. Voila!

Benar dugaan saya, ada air terjun Sandstone. Jadilah saya cetak peta untuk ke lokasi air terjun.

Hari Senin tanggal 25 Mei, jam 8 pagi, kita pergi meninggalkan hotel , sarapan di tempat makan lokal, Omelette Shoppe, lalu ambil Interstate 64 arah timur menuju Sandstone Visitor Center. Dari situ, kita masih harus berkendara lagi ke lokasi air terjun sekitar 40 menit lewat jalan lokal yang berliku dan sempit.

Sampai di lokasi, kita harus jalan kaki sekitar 10 menit, barulah kita bisa lihat si air terjun Sandstone, cantik juga, meskipun tidak secantik air terjun yang saya pernah lihat di Montana.

Cuplikan air terjun Sandstone bisa dilihat disini.

Nevertheless, saya tetap senang dengan jalan-jalan saya kali ini, saya mengunjungi negara bagian baru, dapat koleksi State sign, State Capitol Building dan air terjun tentu saja!

Jalan-Jalan : St. Louis Missouri – Downtown

Mau cerita tentang jalan-jalan yuk!

Berbeda dengan orang Indonesia yang kalau jalan-jalan dalam negeri menggunakan pesawat, atau orang Eropa yang dengar-dengar senang ber-backpack ria, sebagian besar orang Amerika itu hobi berkelana dengan mobil, road trip istilah kerennya. Termasuk keluarga kami.

Buat Saya bertamasya dengan mobil relatif baru dan tidak biasa, waktu di Indonesia, Saya cuma sekali bermobil ria dengan Ayah dan Ibu ke Bali. Jadi waktu pertama kali sekali bermobil tamasya, agak-agak bosen juga dan ‘kurang mengerti’ asiknya. Tapi lama-lama terbiasa juga, bahkan jadi keranjingan.

Nah, ini mau cerita tentang jalan-jalan kami ke St. Louis, Missouri di bulan Juli 2014.

Sebagai imigran, Saya tuh kepingin sekali mengunjungi tempat-tempat monumental lah di Amerika. Dari mulai taman-taman nasional ataupun tempat-tempat bersejarah di Amerika.

Di St. Louis, terkenal dengan monumen Gerbang Lengkung, atau Gateway Arch.

Gateway Arch

Sejak pindah ke Louisville, Gerbang Lengkung ini menjadi salah satu yang kudu Saya kunjungi, tapi belum juga kesampain. Padahal jarak dari tempat kami tinggal ke St. Louis relatif dekat, 260 mil atau 4 jaman berkendara.

Jadilah waktu hari libur 4 Juli kemarin kita nekat pergi ke St. Louis padahal tidak ada rencana sebelumnya.

Kami berangkat hari Sabtu pagi dan tiba di St. Louis sekitar jam 7 malam. Kami harus melewati 2 negara bagian : Indiana, Illinouis sebelum sampai di negara bagian Missouri.

Karena sudah agak sore, kami putuskan untuk jalan-jalan di downtown St. Louis. Setelah parkir, kami sepakat untuk menyewa ‘delman’ untuk menikmati downtown dengan santai. Harga sewa delman ini untuk 30 menit itu $30. Agak mahal memang kalau dibanding dengan delman di Jogja, maklum area padat turis.

indiana (54)

Yang Saya senangi di downtown St. Louis ini, ada taman kota yang lengkap dengan berbagai ragam pahatan artis, taman air pancur untuk anak-anak dengan air terjun buatan.

Kelihatan kalau taman ini salah satu favorit keluarga untuk mengaso di akhir pekan.
Andai ya di Indonesia, pusat kota selalu ada taman terbuka seperti ini.

st3

st4

 

st5