jalan kendara

Jalan-Jalan : Air Terjun & Danau Cumberland

pano_20170219_104320

Minggu, 19 Februari 2017.

Sambil sarapan di rumah makan di hotel, kami lihat-lihat mau kemana lagi hari ini….Tadinya mau ke Cumberland Gap, tapi koq balik ke Louisvillenya jauh ya? 3 jam-an…ya sudah jadi diputuskan kami akan ke danau Cumberland saja setelah nengok air terjun Cumberland.

Resto di hotel ini sebetulnya saya kurang demen sama makanannya…tapi pemandangannya okeh banget…dan juga praktis saja sih..sarapan di hotel…ini pemandangan kami selama makan pagi :

tiff infomation

Selesai makan, kami mulai jalan ke air terjun. Jarak dari tempat menginap ke air terjun, tidak jauh, cuma 0.75 mil, total 1.5 mil bolak balik. Trailnya tidak sulit, cuma menuju ke air terjun jalan nya menurun, pas balik ke tempat parkir…banyak tanjakan deh..lumayan ngos-ngosan…he…he..he

Kami sudah pernah ke air terjun Cumberland sebelumnya, di akhir musim panas tahun 2012. Saat itu, kami mah niat liburan, dan memang kami tinggal lebih lama dan berkemping ria. Ini foto kami waktu pertama kali ke air terjun Cumberland.

cumberland12_collage

Air terjun Cumberland  ini air terjun terbesar di Kentucky, karena ukurannya, air terjun Cumberland diberi nama  Niagara of the South. Di tahun 2012, kami juga pergi ke lokasi air terjun lainnya di sekitar lokasi Cumberland, tapi baru kali ini kami menginap dan menggunakan trail dari hotel untuk ke air terjun.

Cuaca hari ini bagus banget, cerah dan tidak banyak angin… Tidak terlalu banyak pengunjung di lokasi air terjun, mungkin karena bukan musim turis ya. Lokasi air terjun juga banyak yang di tutup, sepertinya ada limpahan air besar sehingga pemerintah kudu memperbaiki ini dan itu di lokasi.

Untung juga kami sudah pernah kunjungi air terjun ini pas musim panas, karena lebih banyak yang bisa dilakoni, kalau berkunjung pas akhir musim dingin seperti sekarang, pengunjung cuma bisa lihat air terjun saja.

Dari lokasi ini, kami mampir ke danau Cumberland, lokasinya sekitar 1.5 jam ke arah barat.  Danau Cumberland seru buat mereka yang suka boating , karena ya luas dan ada marinanya. Di sini kami makan siang di tempat piknik – enaknya ya di taman-taman nasional di seantero Amrik, boleh dibilang selalu ada meja piknik, yang memang disediakan untuk pengunjung memasak sendiri untuk makan mereka tanpa harus mampir ke rumah makan yang harganya tidak murah.

pano_20170219_125906

Danau Cumberland dari teras hotel

Selesai melihat-lihat danau Cumberland dan bendungannya, balliklah kami ke Louisville, sampai jalan-jalan berikutnya ya!

Mari Belajar Berkemah : Tempat Perkemahan

Tempat Perkemahan atau camping ground secara umum bisa dibagi dua :

  • Yang di kelola pemerintah : US Forest Service, US National Park
  • Yang dikelola swasta : KOA, Yogi Bear, Black Forest dll

Yang dikelola pemerintah biasanya berada di dalam taman/hutan itu sendiri, sementara yang di kelola swasta biasanya berada di luar taman/hutam alam , sekitar 15 mil – 30 mil.

Harga antara kedua tempat perkemahan tidak terlalu beda, terakhir kami pesan tempat untuk dua malam di tempat perkemahan pemerintah itu $58, sementara di perkemahan swasta $64.

Dua-duanya bisa di pesan online.

Tempat perkemahan yang dikelola swasta biasanya lebih banyak pilihan : tenda, mobil kemping pribadi, kabin, atau sewa camper dari mereka. Dan kemungkinan tersedia lebih banyak fasilitas tambahan seperti kolam berenang, ruang bermain, lapangan rumput terbuka, tempat cuci baju, kamar mandi lengkap (bukan cuma WC tapi ada buat mandi juga)

Semenara tempat perkemahan pemerintah biasanya cuma dua pilihan : tenda atau camper. Kalau pilih tenda siap-siap tidak ada listrik dan air di lokasi kemah.

Dan tidak semua perkemahan pemerintah ada kamar mandi lengkap, lebih sering perkemahan pemerintah tidak tersedia fasilitas untuk mandi. Untuk mandi kita harus pergi ke lokasi lain. Jadi siap-siap untuk tidak mandi selama kemping!

Pertama-tama, saya kaget juga ya…gimana tho tidak mandi 2 hari???? yang ada saya pakai bandana untuk sembunyikan rambut saya yang sudah tidak karuan bentuknya! 😉

Kalau tidak tahan untuk tidak mandi lebih dari satu hari, bisa pakai sampo khusus kemping – sampo tanpa bilas. 

Saya sendiri pernah memakainya, lumayan, agak ‘segar’ sedikit…..;-)

Di perkemahan pemerintah, ada istilah perkemahan primitif – nah, kalau ada kata ‘primitif’ itu artinya kamar mandinya kamar mandi tipe cemplung, bablas langsung tanpa air (baik untuk cuci tangan atau air untuk bilas kotoran!!). Kalau yang tipe ini mah terus terang saya ogah, yang ada stres duluan karena tidak akan bisa lakukan #2. Dan kalau toh harus memakai fasilitas primitif, saya yang ada bawa semprotan ruang yang berbau netral, jadi saya kudu semprot dulu itu toilet sebelum masuk.

Di setiap negara bagian, aturan tempat perkemahan bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana pemerintah lokal mau menanganinya.

Contoh : di perkemahan di propinsi-propinsi bagian barat Amrik, sudah umum terlihat larangan untuk tidak meninggalkan sisa makanan di lokasi tenda. Pemakai tenda di haruskan membersihkan meja piknik tempat makan sebersih mungkin!

Kami bahkan pernah kemah di mana pengunjung harus menggunakan shelter tertentu untuk makan – tidak boleh sama sekali makan di lokasi tenda kita berada. Alasannya sama, yaitu untuk menghindari binatang-binatang liar (beruang terutama) berkunjung dan sibuk mengendus-ngendus tenda anda.

Dan sampah makanan harus disimpan dimobil atau di buang ke tempat sampah yang sudah ditentukan – dan si tempat sampah ini boleh dibilang ‘terkunci’ – untuk mencegah binatang liar membuka dan mengambil sisa makanan.

Jangankan sisa makanan, tidak usah heran kalau melihat ada larangan untuk tidak meninggalkan benda-benda yang memiliki aroma harum seperti : bedak, penghalus kulit, parfum, deodoran di tenda- karena kemungkinan binatang-binatang liar bisa mencium barang-barang tersebut dan tertarik untuk mengambilnya.

Tempat perkemahan terakhir itu kita tidak boleh mencuci peralatan masak di lokasi. Sebetulnya aturan ini tidak baru sih, cuma kalau dibanding dengan tempat perkemahan lainnya yang pernah kita inapi, perkemahan ini ‘kelihatannya’ cukup ‘memadai’ fasilitasnya : bisa beli kayu api unggun di pintu masuk lokasi, bisa beli es (jarang-jarang perkemahan pemerintah ada fasilitas ini!!!)

Tapi ternyata dalam hal pembuangan sisa makanan, perkemahan ini tetap tidak ‘modern’. Padahal saya sudah bawa sabun cuci biodegrable! jadilah terpaksa air cucian ditampung dulu, untuk kemudian dibuang di tempat sampah. Berabe juga ya?

Intinya memang kalau kita berkemah itu, kita meminimalkan menggunakan bahan-bahan modern, selain untuk ‘mempertahankan’ keaslian dan keasrian lingkungan alami juga untuk meminimalkan efek kimia ke alam dan binatang-binatang liar di lokasi dan mengurangi polusi.

Gimana? Masih mau kemping? 😉

 

 

 

Liburan Musim Panas 2016 : Explorasi Hutan DuPont

7 -9 Juli 2016

Tanggal 7 Juli, setelah selesai hiking , dari perkemahan Davidson River, kita pindah ke perkemahan Black Forest Family.

Perkemahan ini karena di kelola swasta, fasilitasnya lebih lengkap : ada kolam renang, ada ruang permainan elektronik, ada toko kelontong mini, penyewaan sepeda, dan ‘bioskop’ kecil. Di hari Sabtu dan Minggu, pengelola membuat acara sarapan pancake untuk penyewa.

Dari jalan , pengunjung bisa lihat tanda perkemahan berupa gambar beruang imut-imut.

Di perkemahan ini , kita dapat ruang lokasi 302, di jalan ‘Frankfuter’ , dibanding Davidson, lokasi tenda lebih kecil dan juga tidak ada tempat menggantung lentera. Tapi kamar mandinya relatif lebih ‘beradab’ dan juga di lokasi ada tempat untuk listrik.

blackforestcampground

Enaknya lagi karena ada toko kelontong di lokasi, pengunjung bisa beli keperluan dengan cepat, contohnya kami akhirnya beli plastik terpal, karena di malam kedua, sempat hujan, meskipun tidak deras, tapi membuat tenda agak lembab.

Setelah selesai mendirikan tenda, malam pertama karena kita tiba di lokasi belum terlalu malam, kita santai-santai di kolam renang.  O iya, malam ini kita tidak masak di kemah, karena masih kenyang makan di kota sebelum ke lokasi perkemahan.

Jumat 8 Juli 2019.

Dari informasi yang di dapat di pendaftaran, kita tahu kalau di DuPont ada beberapa lokasi air terjun, diantaranya :

  • Air terjun Hooker – salah satu lokasi pembuatan film The Last of Mohicans
  • Air terun Triple –  konon ini air terjun di film Hunger Games
  • Air terjun ‘High’
  • Air terjun
  • Air terjun Connesstee

Empat air terjun pertama lokasinya boleh dibilang di satu tempat, jadilah kita putuskan untuk mendatangi air terjun tersebut.

Dari perkemahan ke lokasi air terjun Hooker/Triple/High itu tidak jauh, mungkin sekitar 15 menit dengan mobil. Lalu ya harus jalan kaki lagi ke lokasi masing-masing air terjun. Air terjun Triple/High/Grass Creek itu di satu arah, sementara air terjun Hooker di arah yang berbeda dengan ketiga air terjun pertama.

wp-1468359914456.jpg

Air terjun pertama yang kami datangi itu air terjun Hooker.

wp-1468359927756.jpg

Bentangannya lebar dan airnya banyak, yang seru, selain pengunjung bisa berenang di sekitar air terjun, pengunjung bisa ‘duduk-duduk’ di depan dan dibelakang air terjun. Sayangnya saya agak-agak cemen, meskipun saya sudah pakai baju renang…..jadi cuma anak saya yang berani duduk di depan dan belakang si air terjun.

Kalau anda berani, saya saranin sekali untuk ke air terjun sedekat mungkin!

2016-07-510

Si kecil bermain di air terjun

Selesai berbasah-basah di air terjun Hooker, kita lanjutkan perjalanan lagi ke air terjun ‘Triple’/’High;.

Untuk ke lokasi ‘Triple’, dari air terjun ‘Hooker’ kita harus berbalik arah.

Lokasi ‘Triple’ dan ‘High’ ini satu arah lah. Yang pertama di jumpai itu Triple, untuk ke air terjun High, harus mendaki lagi sekitar 1-2 mil.

wp-1468063606035.jpg

Di perjalanan menuju lokasi air terjun, pengunjung bisa melihat si air terjun dari kejauhan, asli cantik! ada 3 air terjun di satu lokasi (makanya dikasih nama ‘Triple’)

Pengunjung bisa ‘turun’ ke bagian tengah air terjun kedua dari air terjun’Triple’,tapi di tidak boleh berenang.  Ada bagian dari sungai ‘Triple’ yang bisa untuk berenang, tapi bukan di lokasi air terjunnya sendiri.

 

wp-1468063567234.jpg

Air terjun Triple di latar belakang

Untuk ke lokasi air terjun ‘High’ boleh dibilang kita dah ‘semaput’…..rasanya koq tidak sampai-sampai. Tapi setelah menggeret kaki, tibalah kita di lokasi air terjun High..dan asli….cannnnnnnnnnnnnntiiiiiik sekali!!

Air terjunnya bergemuruh, sejuk dan spektakuler lah istilahnya!

Di jamin tidak menyesal sampai di lokasi. Pengunjung bisa berfoto amat dekat dengan air terjun, tapi tidak bisa berenang di depan air terjun. Tapi di bagian dasar air terjun, pengunjung bisa berkecipak kecipuk dan berenang. Terus terang saya bisa berlama-lama disini, habis indah sekali tempatnya!

DSCN4521

Air Terjun High

DSCN4522

Adem Rasanya Disini…

DSCN4532

Sedikit Menjauh Dari Air terjun

Dari sini, kita balik ke tempat parkir, tapi sebelumnya mampir di ‘swimming holes’ di bagian dari air terjun Triple.

Di lokasi ini , saya akhirnya beranikan nyemplung ke air, itu juga karena saya pastikan dulu kalau airnya dangkal….;-)

2016-07-511

Selesai basah kuyup di sini, kami balik ke tenda untuk istirahat.

Besok pagi kami pulang ke Louisville membawa kenangan yang mudah-mudahan di ingat selalu.

Sampai di liburan berikutnya!

 

Liburan Musim Panas 2016 : Kemping di Hutan Alam Pisgah (Bagian 1)

 

Liburan musim panas kali ini, Saya agak sedikit lebih terencana. Kalau sebelum-sebelumnya saya suka ‘asal’ tunjuk tempat tujuan, kali ini saya dari jauh-jauh hari sudah beri tahu suami dan anak kalau kita akan pergi kemping ke hutan Pisgah di negara bagian Carolina Utara.

Kebetulan tahu Pisgah dari hasil ngobrol ringan dengan klien, dia bilang banyak air terjun cantik di daerah itu. Ya sudah, jadilah saya cari-cari info dimana kita akan kemping yang dekat dengan Pisgah.

Meskipun tahu mau kemana, cuma kita agak-agak reseh menentukan waktu liburan, setelah bolak balik ganti tanggal, akhirnya dipastikan saya dan suami akan cuti di minggu hari kemerdekaan Amerika, yaitu 4 Juli.

Enaknya kami ibarat dapat tambahan hari libur, tidak enaknya, tempat liburan biasanya penuh karena sebagian besar penduduk Amrik memanfaatkan hari libur ini juga.

Setelah dapat ‘OK’ dari suami, saya langsung cari-cari tempat kemping. Untunglah saya dapat 2 malam di perkemahan Davidson River…eh waktu lihat-lihat lagi, ternyata di dekat Pisgah ada yang namanya hutan DuPont, dan juga ada beberapa lokasi air terjun.

Tanya lagi ke suami, mau tidak liburannya diperpanjang dari 2 malam jadi 4 malam, dia oke-oke saja.

Tapi di lokasi Davidson River, cuma tersedia 2 malam saja, terpaksa cari lokasi kemping lainnya ; ketemulah Perkemahan Black Forest Family , yang cuma 30 menitan dari lokasi kemping pertama dan dekat dengan lokasi air terjun.

Jadilah saya pesan 2 malam di lokasi perkemahan sungai Davidson dan 2 malam lokasi Black Forest.

Kita berangkat hari Selasa tanggal 5 Juli, sengaja tidak ambil akhir pekan 4 Juli, karena kita mau menghindari keramaian.

Dari Kentucky, kita berkendara ke arah timur sampai masuk negara bagian Tennessee, untuk kemudian masuk ke Carolina Utara. Total perjalanan kira-kira 7 jam-an. Berangkat jam 10-an, sampai di lokasi kemah jam 6 lebih.

Dan seperti biasa, saya harus ngeceng di perbatasan negara bagian dong, sebagai bukti otentik kalau pernah di lokasi…he….he…he..

Pemandangan menuju lokasi itu lumayan cantik dan menyejukkan, maklum kita kan menuju pegunungan Apalachian, rentang pegunungan tertinggi kedua di wilayah Amerika.

2016-07-5

Pemandangan di Interstate antara Tennessee dan Carolina Utara

Sampai di lokasi perkemahan, kita tinggal tunjukkan email pemesanan tempat, oleh petugas kemping diberikan tanda masuk dan peta lokasi kemah. Lokasi kemah kita itu nomor 40, dekat dengan kamar mandi, jadi tidak perlu jauh-jauh kalau harus ke belakang di tengah malam.

2016-07-060

Langsung kita bongkar muatan dan mendirikan tenda, ayunan dan juga menyiapkan makan malam dan pasang api.

2016-07-51

Kemah Pertama

Siap-siap untuk berhiking ria besok!

 

 

 

 

Jalan-Jalan : Madison, Wisconsin (bagian 2)

Hari Kamis, 7 April 2016.

Berhubung mobil saya itu cuma muat untuk 2 orang, saya sewa mobil dari Enterprise untuk bisa jalan-jalan dengan sepupu saya. Enaknya,  lokasi hotel saya Best Western West Towne Suite, itu berdekatan dengan lokasi penyewaan mobil Enterprise. Jadi saya tinggal minta jemput,  5 menit kemudian mobil jemputan datang, 10 menit kemudian saya, si kecil dan sepupu sudah melaju ke arah pusat kota Madison.

O iya, lupa bilang kalau Madison itu ibukota negara bagian Wisconsin, dimana di sini juga ada universitas besar, yaitu Universitas Wisconsin Madison. Kota Madison boleh dibilang diapit 2 danau besar, yaitu Mendota dan Monona.

Karena letaknya di utara, ada perbedaan cuaca yang cukup jauh antara tempat saya tinggal, Louisville, KY dan Madison, WI. Waktu saya berangkat, cuaca di Louisville sudah mulai hangat, sepatu boots sudah saya masukkan ke lemari, cukup pakai baju hangat ala kadarnya tapi di Madison, temperatur lebih rendah. Jadilah saya pakai baju hangat, rompi dan jaket kulit.

Kami sengaja parkir agak jauh supaya bisa jalan kaki melihat ini itu di pusat kota. Sama sepupu, dipilih untuk menyelusuri jalan State, di jalan ini bisa ditemui berbagai toko-toko unik, rumah makan, bar dan lain sebagainya.

Nah, State Capitol Building atau Balai Kota gitu ya? lokasinya di pusat kota Madison, sedikit berbeda dengan gedung-gedung balai kota yang pernah saya kunjungi, balai kota di Madison letaknya di tengah-tengah square. 

Selain itu juga, balai kota Madison itu strukturnya kalau dilihat dari atas seperti huruf X, di tengah-tengah ada kubah, dimana di puncak kubah ada patung perempuan bernama Wisconsin, sementara di salah satu sisinya ada lagi patung wanita bernama Forward.

Kami juga sempat masuk ke dalam gedung balai kota. Waduh, interiornya mewah sekali! tangga-tangga dihiasi dengan batu marbel (konon dari Itali) besar-besar. Langit-langit di dalam dihiasi dengan lukisan besar.

Malahan di salah satu ruangan, yaitu ruang konfrensi gubernur, seluruh langit-langitnya selain lukisan juga dihias dengan ukiran-ukiran yang semuanya menggunakan emas. Di ruangan ini juga ada tempat perapian terbesar.

Di ruangan lain, seluruh dindingnya menggunakan batuan alami, dimana pengunjung bisa melihat fosil yang tercetak di batu itu sendiri.

Pengunjung bisa ikutan tur keliling balai kota dengan pemandu tur,  kami pilih kelayapan sendiri saja dengan bekal buklet dan peta dari meja tamu.

 

Setelah selesai di balai kota, kami sempat mampir di Children Museum, biar si kecil tidak bosan, bisa main-main biar cuma sebentar. Children Museum di Madison ini boleh dibilang lebih di tujukan untuk anak-anak dibawah usia 5 tahun, untuk anak saya yang 10 tahun, tidak terlalu banyak hal menarik yang dia bisa lakoni. Yang jelas dia bisa manjat-manjat.

 

Dan juga kalau mampir di sini, jangan lupa ke atap, pemandangannya bagus, karena bisa melihat si danau dari kejauhan!

Yang saya sangat senangi dari perjalanan saya ke Wisconsin ini adalah kesempatan untuk makan di restoran Indonesia sebanyak dua kali!! Betapa senangnya hati ini bisa makan makanan tanah air tanpa perlu repot-repot masak!

Restoran Indonesia pertama yang saya kunjungi itu namanya Bandung, lokasinya di jalan Williamson. Kalap? Jelas! Tahu, tempe, otak-otak, lumpia, martabak, saya pesan untuk makanan pembuka!! Untuk masakan utamanya saya pesan nasi goreng untuk anak saya, gulai kambing untuk saya dan sepupu saya pesan udang goreng mentega.

 

 

 

Restoran Indonesia kedua yang saya kunjungi itu namanya JavaWarung, lokasinya di Appleton, Wisconsin. Saya makan disini waktu saya kunjungi teman saya yang orang Jepang, setelah kunjungan saya di Madison.

Disini sistemnya bufet, ketemu juga dengan pemilik resto, Jeng Enny. Yang saya tidak habis-habis comot disini itu lapis surabayanya dan kue gulung mocha…lembut dan enak!!

 

Jalan-Jalan : Madison, Wisconsin

Memasuki bulan April / akhir bulan Maret, biasanya ibu-ibu yang mempunyai anak usia sekolah tahu sekali apa artinya. Liburan sekolah! Alias Spring Break. Saya sebagi ibu anak usia sekolah sudah dari jauh-jauh hari mengajukan permohonan cuti buat spring break ini.

Spring Break si kecil tahun ini mulai tanggal 4 April sampai 10 April. Tadinya saya ajukan cuti seminggu penuh, tapi ternyata kita tidak ada rencana yang pasti untuk pergi-pergi, jadi saya kurangi cuti saya, cuma dari hari Rabu saja.

Waktu lagi misuh misuh mikir mau kemana ya…eh dapat kabar kalau sepupu saya sudah balik kuliah di University of Wisonsin – Madison lagi, tidak lama kemudian saya dapat kabar kalau teman saya waktu di Bozeman, Montana juga ternyata sekarang tinggal di Wisconsin. Dua-duanya sudah sekitar 8 tahunan tidak pernah bertemu. Mmm…coba lihat peta ah..seberapa jauh ya perjalanan ke Wisconsin? 8 jam-an alias seharian.

Terakhir saya berkendara mobil antar propinsi itu di tahun 2010, waktu pindahan dari Bozeman, Montana ke Cleveland, Ohio. Saya dengan gagah menyetir truk pindahan dengan si kecil, yang waktu itu berumur 4 tahun.

Well, kalau dulu itu saya bisa nyetir truk berduaan antar propinsi selama berhari-hari, 8 jam di perjalanan dengan mobil biasa ya kudunya bisa dilakoni dong??

Ya sudah, dibulatkanlah tekad untuk berpetualang kendara dengan anak 10 tahun ke Wisconsin!

Kita berangkat hari Rabu jam 9 pagi. Bagasi mobil cilikku sudah penuh dengan dua tas isi baju, cemilan, air minum, rompi tebal, jaket kulit, topi , sarung tangan, komputer dan sepatu boots (karena waktu mengecek cuaca di Wisconsin, ternyata ada kemungkinan saljuan).  Berhubung ruang bagasi terbatas, kita kudu pinter-pinter ngepak supaya semua masuk…ha…ha…ha..

smartiepacked

Sebelum masuk ke Interstate , kami mampir dulu di Chick-Fil-A buat sarapan dan Starbucks buat beli doping alias kopi supaya tegar nyetir selama 8 jam.

img_20160406_084945.jpg

Rute perjalanan dari tempat kita tinggal, Louisville, ke Madison, Wisconsin ada beberapa pilihan. Total sekitar 460 mil. Tapi kita sengaja pilih rute yang tidak melalui Chicago, karena kita anggap akan terlalu hiruk pikuk dan kurang aman buat pengemudi amatiran seperti saya yang sering kagok orientasi 😉

Perjalanan kita intinya itu dari Kentucky, melewati negara bagian Indiana, terus menuju utara melewati negara bagian Illinois hingga akhirnya masuk negara bagian Wisconsin.

Interstate pertama yang kami ambil itu Interstate 71 arah Louisville, dari situ kita ganti ke Interstate 65 arah Utara, menuju ke Indianapolis. Pergantian propinsi dari Kentucky ke Indiana itu cuma 30 menitan, karena kota tempat kita tinggal, berdekatan dengan perbatasan Indiana.

Perjalanan selanjutnya, dari Interstate 65 hingga masuk ke Illinois lumayan gempor…separuh total perjalanan lah kira-kira. Di Interstate 65, kita pindah ke lajur Interstate 74 arah Peoria (menghindari Chicago)

Pas sudah masuk Illinois, girang juga, karena berarti satu negara bagian lagi, kami sudah sampai di tujuan!

illinois.jpg

Dari I-74, kita ganti jalur lagi ke I-39 North, sampai akhirnya masuk Wisconsin! yay!Kita sampai di hotel itu kira-kira jam 6 waktu setempat (atau jam 7 waktu Timur Amerika, jadi total kita di perjalanan itu 10 jam!)

Hotel yang kami pilih hotel Best Western West Towne Suite, lumayan bagus, dan lokasinya enak, karena dekat dengan mal dan restoran-restoran macam-macam, dari mulai dimsum, India, Vietnam dan restoran rantai lainnya.

Malam pertama di Madison, saya habiskan dengan rumpi-rumpi dengan sepupu hingga larut malam. Besok kami akan jalan-jalan untuk lihat gedung Ibukota Negara bagian!

 

 

 

 

Jalan-Jalan Akhir Pekan : Mengunjungi Tempat Penyulingan Bourbon

Negara bagian Kentucky, tempat saya tinggal sekarang, boleh dibilang terkenal akan dua hal :

  • Balapan Kuda dan
  • Minuman Bourbon (sejenis wiski)

Waktu pertama kali pindah ke Louisville, Kentucky saya bingung karena melihat patung kuda dimana-mana, diberitahu suami kalau di Kentucky balapan kuda itu tradisi orang sini. Di kota Louisville sendiri, setiap tahun ada festival Kentucky Derby, acara tahunan yang heboh dan ditunggu-tunggu kalangan elit di sini.

Selain kuda, KY juga terkenal akan bourbon-nya. Bourbon itu sejenis wiski, boleh dibilang wiskinya Amerika lah, karena pakemnya bourbon hanya boleh di produksi di Amerika. Konon sumber air alam di KY membuat bourbon lebih khas rasanya dibanding di tempat lain.

Nah di KY, saking banyaknya tempat penyulingan bourbon di sini, pemda setempat membuat atraksi turis, namanya Kentucky Bourbon Trail. Saya yang meskipun bukan penggemar minuman beralkohol;berhubung bukan penduduk asli Kentucky terus terang penasaran dengan si bourbon ini.

Setelah minggu lalu tidak sengaja melewati salah satu tempat penyulingan bourbon, Jim Beam, saya bernegosiasi dengan suami untuk melakoni KY bourbon trail tanpa dia tergoda ingin minum melampau batas.

wpid-wp-1447896474236.jpeg

Jadilah hari ini, Minggu tanggal 15 November 2015, kami memulai petualangan kami menyelusuri KY bourbon trail.

Dari 9 tempat penyulingan di Kentucky, kami pilih penyulingan di timur Louisville, yaitu di kota Lawrenceburg, dimana ada 4 tempat penyulingan yang lokasinya berdekatan ; Four Roses, Wild Turkey, Woodford Reserve dan Town Branch.

Bukan jadi mau singgah ke-empat-empatnya, tapi paling tidak kami ada rencana cadangan lah, karena siapa tahu kami ternyata tidak suka yang satu, bisa pergi ke tempat yang lain.

Pilihan pertama kami adalah Wild Turkey, eh alah waktu sampai di lokasi, ternyata tutup (padahal waktu di cari di Google, tertulis jam operasi untuk hari Minggu). Tu kan?!! Untung kita pilih jalur yang ada 3 pilihan lainnya. Setelah mengecek lewat telpon kami putuskan untuk ke Woodford Reserve.

Seperti halnya lokasi Jim Beam, Woodford Reserve ini lokasinya juga apik, bersih dan ‘tenteram’.

Di gedung utama, pengunjung bisa duduk di lobi yang luas untuk menunggu bus tur berikutnya, sambil melihat-lihat toko suvenir yang menjual produk Woodford Reserve, dari mulai bourbonnya sendiri, bumbu-bumbu dapur, gelas-gelas, sampai pernak-pernik khas Woodford Reserve.

Di gedung utama ini, pengunjung juga bisa membeli tiket untuk tur : $10 per orang, anak-anak dibawah 18 tahun gratis dan mengambil paspor KY Bourbon Trail.

20151115_145855

Jeda antara tur yang satu dengan yang berikutnya itu sekitar 30 menit, tidak terlalu lama. Setiap pengunjung diberikan radio pendengar lengkap dengan ear set jadi si pemandu turis tidak perlu berbicara dengan suara keras tapi masing-masing pengunjung bisa mendengar penjelasan dengan baik.

Dari gedung utama, kami naik ke bis untuk pergi ke lokasi penyulingan.

wpid-wp-1447639431035.jpeg

Gedung pertama yang kami kunjungi adalah gedung dimana awal pembuatan bourbon dimulai. Ada 5 hal penting dalam pembuatan bourbon, seperti yang tercantum dalam diagram ini :

IMG_20151115_141903

Di gedung ini juga, bahan-bahan utama di campur dan di giling bersama-sama untuk kemudian di fermentasi di dalam tong kayu (barrel) raksasa.

Proses selanjutnya adalah proses penyulingan, di ruang penyulingan ada 3 ‘botol’ ukuran besar yang mengingatkan saya dengan botol si jin ‘Jinnie’.

20151115_142526

Selesai penyuingan, tahap berikutnya adalah tahap yang paling penting dalam pembuatan bourbon : yaitu tahap pematangan (aging). Bourbon yang sudah disuling, dituang kedalam tong-tong kayu, lalu di simpan di dalam gedung khusus untuk menyimpan si tong kayu ini.

Masing-masing tong kayu tertera tanggal awal penyimpanan. Untuk mencapai rasa yang diinginkan rata-rata bourbon disimpan tidak kurang dari 6 tahunan.

Untuk mengetes apakah bourbon sudah siap untuk dipasarkan, dalam waktu tertentu, crafter akan mencicipi bourbon yang bersangkutan dari masing-masing tong. Bisa di lihat di beberapa tong, ada bagian yang terbuka, yang tandanya crafter sudah pernah cicipi tong tersebut.

Selesai penyulingan, semua bourbon yang sudah jadi sekarang siap untuk dibotolkan dan dikirim ke pemasok di seluruh penjuru Amerika.

Tur di tutup dengan pencicipan bourbon. Masing-masing pengunjung di beri 2 gelas kecil (shot) bourbon : satu bourbon biasa dan satu lagi bourbon double oak (bourbon yang mengalami proses lanjutan setelah proses utama selesai) dengan satu coklat isi bourbon.

Pengunjung diminta mencicip masing-masing 3 kali. Setiap selesai mencicipi, kami diminta untuk membayangkan rasa ‘awal’ yang kami rasakan. Bourbon, seperti halnya parfum, memiliki 3 tahap perasaan yang berbeda. Perasaan awal, menengah dan akhir.

Rasa awal yang lazim dirasakan oleh pengunjung itu adalah rasa ‘buah’, rasa tengah mulai dari kayu manis, daun mint, sedangkan rasa akhir itu mulai terasa aroma kayu oak, coklat, tembakau, kopi dsb. Diagram ‘rasa’ ini berbeda dimasing-masing bourbon, bisa dilihat di bawah ini.

WDF_Flavor-Wheel_RYE

Waktu saya cicip si bourbon, mblllaaaaaaaaaaaaaaah…..lidah ini langsung protes, dan ternyata bukan saya saja yang tidak bisa ‘menikmati’ rasa bourbon, ada 2 pengunjung wanita lainnya yang juga mengernyitkan dahi seusai mencicipi. Terus terang saya koq lebih senang membaui si wiski dibanding menegaknya. Hi..hi..hi..

Buat saya pribadi, menengok dengan kepala sendiri bagaimana proses pembuatan wiski memberi wacana sendiri buat saya. Dari mulai terkagum-kagum melihat tong setinggi rumah, tumpukan tong kayu setinggi langit dan ‘njelimetnya’ ‘merasakan’ aroma dan rasa si bourbon, saya lumayanlah jadi mengerti apa itu ‘bourbon‘ tanpa harus jadi penikmat ataupun pecandu. 😉

 2015-11-152

2015-11-151

2015-11-15

Jalan-Jalan Alam : Taman Nasional New River Gorge, West Virginia

Akhir pekan ini di Amerika adalah akhir pekan panjang karena hari libur Memorial Day yang jatuh pada hari Senin.  Saya sejak pindah, saya dikenalkan suami dengan jalan-jalan berkendara (road trip) dan mengunjungi taman nasional.  Kami terakhir mengunjungi taman nasional itu di musim panas tahun lalu. Saya kegerahan pengen banget jalan-jalan, jadilah saya putuskan untuk pergi ke negara bagian West Virginia. Selain karena saya belum pernah mengunjungi WV, disana juga ada taman nasional yang kelihatannya seru untuk diexplorasi. Jarak antara WV dengan lokasi tempat tinggal kami juga relatif tidak jauh, sekitar 4 jam-an.

Kami berangkat hari Minggu pagi tanggal 24 Mei, ambil Interstate I-64 arah timur ke WV. Karena kami melewati Charleston, ibukota WV, kita mampir di gedung pemerintahan, karena saya hobi koleksi foto gedung pemerintahan ibukota masing-masing negara bagian.

WestVirginia

Dari situ kami terus ke hotel di daerah Beckley, istirahat sebentar terus kita explorasi taman nasional yang kita mau kunjungi : New River Gorge.

Awalnya kami mau ikutan jalan dibawah jembatan, tapi koq ya waktu lihat jembatannya, ketinggiannya dan jaraknya….KEDER euy!!  Selain itu juga, ada umur minimal untuk anak-anak,yaitu 10 tahun, si kecil masih kurang satu tahun! ya sudah, batalkan petualang jalan kaki menyeberang jembatan.

WestVirginia2

Balik ke hotel, saya buru-buru google, kalau tidak salah ingat ada air terjun di dekat taman nasional itu. Voila!

Benar dugaan saya, ada air terjun Sandstone. Jadilah saya cetak peta untuk ke lokasi air terjun.

Hari Senin tanggal 25 Mei, jam 8 pagi, kita pergi meninggalkan hotel , sarapan di tempat makan lokal, Omelette Shoppe, lalu ambil Interstate 64 arah timur menuju Sandstone Visitor Center. Dari situ, kita masih harus berkendara lagi ke lokasi air terjun sekitar 40 menit lewat jalan lokal yang berliku dan sempit.

Sampai di lokasi, kita harus jalan kaki sekitar 10 menit, barulah kita bisa lihat si air terjun Sandstone, cantik juga, meskipun tidak secantik air terjun yang saya pernah lihat di Montana.

Cuplikan air terjun Sandstone bisa dilihat disini.

Nevertheless, saya tetap senang dengan jalan-jalan saya kali ini, saya mengunjungi negara bagian baru, dapat koleksi State sign, State Capitol Building dan air terjun tentu saja!

Jalan-Jalan : St. Louis Missouri – Downtown

Mau cerita tentang jalan-jalan yuk!

Berbeda dengan orang Indonesia yang kalau jalan-jalan dalam negeri menggunakan pesawat, atau orang Eropa yang dengar-dengar senang ber-backpack ria, sebagian besar orang Amerika itu hobi berkelana dengan mobil, road trip istilah kerennya. Termasuk keluarga kami.

Buat Saya bertamasya dengan mobil relatif baru dan tidak biasa, waktu di Indonesia, Saya cuma sekali bermobil ria dengan Ayah dan Ibu ke Bali. Jadi waktu pertama kali sekali bermobil tamasya, agak-agak bosen juga dan ‘kurang mengerti’ asiknya. Tapi lama-lama terbiasa juga, bahkan jadi keranjingan.

Nah, ini mau cerita tentang jalan-jalan kami ke St. Louis, Missouri di bulan Juli 2014.

Sebagai imigran, Saya tuh kepingin sekali mengunjungi tempat-tempat monumental lah di Amerika. Dari mulai taman-taman nasional ataupun tempat-tempat bersejarah di Amerika.

Di St. Louis, terkenal dengan monumen Gerbang Lengkung, atau Gateway Arch.

Gateway Arch

Sejak pindah ke Louisville, Gerbang Lengkung ini menjadi salah satu yang kudu Saya kunjungi, tapi belum juga kesampain. Padahal jarak dari tempat kami tinggal ke St. Louis relatif dekat, 260 mil atau 4 jaman berkendara.

Jadilah waktu hari libur 4 Juli kemarin kita nekat pergi ke St. Louis padahal tidak ada rencana sebelumnya.

Kami berangkat hari Sabtu pagi dan tiba di St. Louis sekitar jam 7 malam. Kami harus melewati 2 negara bagian : Indiana, Illinouis sebelum sampai di negara bagian Missouri.

Karena sudah agak sore, kami putuskan untuk jalan-jalan di downtown St. Louis. Setelah parkir, kami sepakat untuk menyewa ‘delman’ untuk menikmati downtown dengan santai. Harga sewa delman ini untuk 30 menit itu $30. Agak mahal memang kalau dibanding dengan delman di Jogja, maklum area padat turis.

indiana (54)

Yang Saya senangi di downtown St. Louis ini, ada taman kota yang lengkap dengan berbagai ragam pahatan artis, taman air pancur untuk anak-anak dengan air terjun buatan.

Kelihatan kalau taman ini salah satu favorit keluarga untuk mengaso di akhir pekan.
Andai ya di Indonesia, pusat kota selalu ada taman terbuka seperti ini.

st3

st4

 

st5