Pagi-pagi mau berangkat ke kantor, gak jadi karena ternyata prakiraan cuaca hari ini hujan seharian. Mobil saya bannya harus diganti, tapi belum sempat, Jadi gak PD nyetir di jalan licin.
Ya sudah, kerja dari rumahlah.
Eh ada rekan dari tim lain yang kita memang kemarin membahas kasus kita yang berhubungan. Setelah diskusi selesai, dia kasih saya Spotlight dimana dia tulis kalau dia suka kerja sama dengan saya.
Wah, serius saya terharu banget! Senang rasanya kalau ada rekan yang bisa see through us.
22 November 2025
Ah senangnya saya dapat notifikasi dari tempat kerja untuk menebus hadiah kerja 15 tahun.
Jujur saya cukup beruntung dalam masalah pekerjaan. Saya selalu dapat atasan dan rekan kerja yang baik , cerdas dalam bidang mereka.
Hari ini tempat kerja sibuk, maklum ada promosi Black Friday. Saya layani pasangan muda. Si perempuan sebetulnya cantik. Kulitnya mulus, pipinya agak tembem tapi tipe tembem yang imut. Tapi koq cemberut melulu dan cenderung gak ramah. Jujur, saya hampir kebawa mood si cewe, mana komputer bertingkah pula . Si mbak tambah cemberut. Tapi saya bilang ke diri sendiri , ya udah lah kasihan si eneng, hidupnya susah kali🙃
Selesai kerja, saya pergi ke Lowe’s, lihat2 promosi Black Friday barang2 elektronik yang memang saya lagi butuh. Entah gimana harga total yang saya bayar dari $1100 jadi cuma $750?
Saya bingung, tapi juga gak protes…..anggaplah rejeki semesta karena saya sudah berniat baik ❤️❤️
Jadi….kalau kita kerja di Amrik, banyak perusahaan2, terutama perusahaan besar yang kasih hadiah ke karyawan mereka saat karyawan sudah mencapai rentang kerja tertentu : 1 , 3, 5, 10, 15, 20, 25 dan seterusnya
Mungkin di Indonesia juga seperti itu ya? Saya gak tahu karena pas saya tinggal di Indo, seingat saya saya belum pernah kerja di satu perusahaan lebih dari 1 tahun?
Nah, saya kan kerja di dua tempat ni. Dua2 tempat saya sudah kerja cukup lama, 10 tahun lebih
Bulan ini , saya tahu saya akan dapat hadiah dari tempat kerja kedua, karena sudah 15 tahun bekerja.
Dari dua tempat kerja, hadiah2 yang saya pilih Ipod, kamera outdoor , perapian portable.
Kali ini saya mau lebih hati2 milih hadiah karena itu Ipod sama kamera sama perapian itu agak gak terpakai?
Dari sekian banyak pilihan2 hadiah, saya akhirnya pilih set pisau
Karena selain merek si pisau lumayan bagus, pasti lebih berguna sehari2 buat saya. Memang betul saya sudah punya pisau, yang berarti saya bisa hibahkan ke anak saya tho? 🥰
Badan agak berasa kurang enak. Saya pesan vitamin untuk saya ambil di Target. Sengaja saya pilih pick-up karena bisa irit waktu, tinggal ambil
Sampai di Target , ada satu mobil sudah di parkiran pick up gak berapa lama datang mobil lagi disebelah saya.
Saya sudah tandai kalau saya sudah di parkiran. Tunggu punya tunggu, petugas Target datang, layani mobil sebelah saya dan depan saya. Lha orderan saya kemana?
Tunggu lagi. Di App terlihat nota darti Target Maaf Harus Menunggu. Akhirnya ada mobil baru datang. Petugas Target datang lagi, lagi2 saya hampir dicuekin. Untungnya saya panggil.
Halah ternyata ada kesalahan teknis. Orderan saya entah gimana hilang disisi mereka?
Tadinya saya mau marah2. bitching. Tapi saya bilang ke diri saya sendiri. Bukan salah si petugas kan? Yang penting dia sudah ketemu order saya.
0-marah. 1- damai.❤️
Lanjut balik ke apartemen untuk kembali bekerja. Tiba2 ditengah-tengah bekerja, saya pengen nangis.
Entah apa karena saya memang sedang galau juga atau karena hormon atau kedua-duanya?
Thinking traps tiba2 memenuhi benak saya. Ini itu gak jelas. Saya tahan emosi ngawur hingga rapat mingguan dengan tim.
Setelah selesai rapat, saya bawa anjing saya jalan. 1 kilo. Cuma sekedar keliling 2 blok istilahnya. Tapi saya legowo
0-perasaan depresi 1-perasaan lega
530 an selesai kerja. Saya putuskan untuk membereskan dapur. Ah. Lega.
Hampir mau doom scrolling sambil nunggu webinar tentang investasi. Gak ah. Ambil 2 kotak Lego bunga yang sudah nangkring berbulan-bulan belum juga dibangun.
Saya baru sadar kalau akibat dari menikah dengan seseorang yang alkoholik kepribadian saya mengalami pergeseran yang saya tidak sepenuhnya sadari. Saya menjadi seseorang yang codependent.
Memang sebelumnya saya sudah pernah mendengar istilah ini dari terapis pertama saya. Cuma saya pikir karena saya sekarang sudah lepas dari sang alkoholik, saya sudah bebas
Saya baru beneran kejeduk dinding tentang isu saya ya hari ini.
Ternyata enggak. Ya logikanya saya hidup bersama hampir 16 tahun, hidup sendiri baru 4 tahunan, saya memang agak naif kalau berpikir saya sudah reset.
Setelah minggu lalu saya terpicu dimana ibaratnya luka lama saya terkuak lagi,
setelah nangis2, curhat sama orang gak dikenal, curhat sama teman, curhat di 988 dan curhat sama terapis baru….
Si terapis baru ini nyuruh saya baca buku Codependent No More.
Saya memang sudah beli bukunya beberapa tahun lalu, tapi gak dibaca. Untunglah hari gini teknologi sudah canggih, buku yang sama tersedia dalam versi audiobook yang ternyata lebih cocok untuk kepribadian saya. (Mendengar vs membaca)
Saya baru mendengarkan sampai bab keenam, dan barulah saya sadar sesadar2nya efek pernikahan saya terhadap kepribadian saya.
Saya jujur ngeh banget dengan salah satu tabiat saya yang nyebelin, dan ngeh kalau itu gak baik dan harus berubah. Tapi saya gak ngeh apa akar dari tabiat saya tsb.
Nah buku ini membantu saya mengenali akar permasalahan.
Jujur ya. Perkataan abusive yang saya terima selama di perkawinan saya sayangnya masih terngiang-ngiang hingga saat ini.
Dan kalau pas lagi teringat kembali, ya saya nangis lagi.
Beda dengan luka fisik, luka batin gak obat “nyata”. Ibarat penyakit , saya ngerasa ini koq sudah jadi seperti kanker. Ngendon di dalam diri saya. Kadang2 suka kambuh dan kambuhnya bisa parah dan lebih menyakitkan.
Kadang saya suka mikir, apa benar saya kuat dan bisa sembuhkan luka ini?
Saya pribadi gak terlalu heboh masalah kram perut, tapi saya tahu ada teman yang bisa sampai kesakitan saat kram.
Kalau kita pilih mau hamil, beda lagi “penderitaan” yang akan kita alami. Mual2, tekanan darah melejit, jerawatan, rambut rontok, bahkan ada yg harus istirahat di tempat tidur selama hamil.
Saat melahirkan? Widih itu yang namanya kontraksi, berasa retak-retak badan dan berasa semua remuk berkepinh-keping.
Selesai melahirkan beres?
Salah besar!
Saya malah mengalami pendarahan yang gak berhenti-henti karena pemakaian alat kontrasepsi selama 1 tahun lebih. Sampai sempat anemia.
Astaga, sudah umur setengah abad lebih masih cerita soal masa pendewasaan?
Ya ho-oh. Karena baru sadar kalau yang namanya menjadi dewasa atau istilah bahasa Inggrisnya adulting itu ternyata gak sekali jadi yak?
Sungguh, saya itu baru-baru ini saja ngeh, kalau ternyata saya baru belajar menjadi dewasa dan matang (ceileee…pisang kali…) itu baru 20 tahun terakhir? Belajar matang pemikiran? Ini lebih baru lagi deh.
Pendewasaan pertama itu ya juga terpaksa ya? karena pindah ke Amrik, gak ada siapa2.
Eh tapi ya sebenarnya dewasa itu apa sih? Apa semata-mata mengerjakan apa2 sendiri? Belajar bertanggung jawab atas hidup sendiri ? Belajar menghadapi konsekuensi pilihan?
Kalau cuma dilihat dari misalnya, bisa masak sendiri, mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari, saya baru dewasa 20 tahun lalu.
Kalau dilihat dari kemampuan seseorang membiayai diri mereka sendiri, saya ibaratnya masih balita. Karena baru di tahun 2021 akhir saya bisa menghidupi saya sendiri setelah bertahun-tahun ngendon orang tua, lanjut dengan ngendon suami.
Satu hal yang saya sendiri takjub akan proses pendewasaan diri saya sendiri adalah saya perhatikan saya jadi lebih resourceful. Apa ya bahasa Indonesianya? Intinya saya berusaha memakai dulu apa yang saya miliki sebelum saya beli baru.
Mungkin ya karena kantong pas-pasan juga kali….tapi ni… memang saya kalau baca tentang betapa bejibunnya sampah konsumsi manusia, saya suka panik sendiri. Ditambah juga waktu merasakan sendiri pas pindahan , haduh, koq barang banyak sekali ya??
Selain malu dan rasanya bersalah banget kalau buang-buang barang, juga kepikiran, nanti kalau saya tiba-tiba meninggal, kasihan gak sih yang harus urus barang-barang saya??
Selain itu saya mau lebih sadar lingkungan juga lah. Jadi kombinasi antara kantong pas-pasan dan mau lebih sadar lingkungan, saya jadi lebih mawas diri kalau mau beli ini itu.
Jadi ya dari mulai hal yang keperluan seperti memasak, sampai hal sepele , seperti cari dekorasi, saya sebelum ngacir ke toko, celingukan dulu di sekitar rumah.
Kalau masalah dapur, saya minimal selalu sedia : nasi, telur, tahu, sayuran beku, kecap manis, kecap asin, garam merica, bawang putih bubuk, mi instan.
Kalau masalah hal-hal tersier, ‘untung’nya saya di masa lalu itu boros. Jadi saya punya banyak barang reblekan.
Minggu lalu sempat jalan sama anak saya, dia mau beli ini itu untuk bikin kostum Halloween dia, yang ada saya senewen ‘ngapain sik beli? Pakai yang ada dulu aja gak bisa?? ‘ Karena saya pun membuat kostum Halloween sendiri, tapi cuma beli 1 bahan baru, yang lainnya memakai bahan-bahan yang saya sudah miliki.
Hasilnya? Pahlawan khayalan dan dinobatkan sebagai pemenang kostum paling kreatif di kantor.
Contoh lain ni. Saya gatel ingin buat dekorasi di depan pintu, karena saat ini area depan pintu saya yang tadinya penuh dengan tanaman-tanaman rumah, sekarang agak kosong melompong.
Beli dekorasi? eMoH deh. Keluar duit lagi? (Jiwa pas-pasan saya bergejolak). Celingukanlah saya di apartemen.
Dan jadilah dekorasi sederhana dari bunga kering dan bunga kertas peninggalan entah tahun kapan.
Masih kurang puas. Maklum saya konon tipe maksimalis. Ya puter otak lagi.
Saya punya ide di kepala. Yang jelas pengen pakai lilin kecil gitu. Romantis kayaknya. Tapi selain lilin apa lagi dong?
Lihat utasan si ibu bule yang suka bertanam bunga dan bikin dekorasi dari bahan-bahan alami. Pine cone lucu juga? Bisa kali di dapat dari pas jalan-jalan di taman. Gak perlu keluar duit kan?
Jadilah saya bertekad untuk mencari pine cone , eh hari ni nemu dong! Dekat tempat tinggal lagi! Gak perlu jauh-jauh.
Dan kebetulan saya punya pot kaca yang tebal dan bagus , saya beli pas saya lagi hobi bikin terarium. Ini pot agak-agak terbengkalai gitu. Kasihan kan?!
Saya tatalah itu pine cone, eh kurang oke? Eh kan punya sisa pasir? Kan punya sisa rumput palsu? Kan punya gelas kaca pendek bekas yogurt?
Dan jadilah center piece lucu-lucuan di bawah ini…