Author: Irus

15/20 : Negara-Negara Bagian Yang Saya Sudah Kunjungi – Bagian 1

Seperti janji saya, saya mau buat tulisan berseri 15/20 yaitu 15 tahun sudah saya berdomisili di Amrik.

Tulisan kali ini tentang negara-negara bagian yang saya sudah kunjungi selama 15 tahun tinggal di Amerika.

Hitung punya hitung, ternyata saya sudah kunjungi 35 negara bagian plus 1 – yaitu District of Columbia. Takjub juga euy sudah kunjungi negara bagian sebanyak ini. Total negara-negara bagian di Amrik itu ada 50, jadi saya cuma belum mengunjungi 15 negara bagian lainnya.

Yuk mari kita bahas satu-satu ya.

Karena banyak, saya bagi cerita saya menjadi 4 bagian ya. Setiap bagian saya akan cerita 10 negara bagian.

Saya coba urutkan berdasarkan kapan saya pernah kunjungi negara bagian yang bersangkutan.

  1. Washington (WA) :

Washington teknisnya adalah negara bagian dimana saya pertama kali menginjakkan kaki di bumi Amerika. Saya transit di bandar udara di Seattle. Selain negara bagian pertama, saya juga sempat liburan ke negara bagian ini. Saya pergi ke Mt. Rainier, Mt. Helen, Olympic National Park, naik ke Space Needle di Seattle, naik feri menyeberang .

2. Montana (MT) :

Montana adalah negara bagian pertama saya bermukim di Amrik. Kota-kota di MT yang pernah saya kunjungi selain Bozeman, adalah Billings, kota terbesar di MT, Missoula, Butte, kota pertambangan, Livingston, Helena, ibukota negara MT dimana saya harus wawancara untuk jadi penduduk Amrik (greencard), Anaconda dimana kami nginap di Fairmont Hot Springs, Whitefish, waktu kami mau lihat kereta api uap, Big Sky, kota tempat main ski yang kalau musim dingin penuh dengan keluarga2 berada berlibur disini. Montana alamnya sangat cantik ya, banyak air terjun yang cantik disini. Kalau kalian senang berpetualang di alam, MT salah satu surganya deh.

3. Wyoming (WY) : negara bagian tetangganya MT. Kami hampir tiap akhir pekan main ke Yellow Stone National Park yang sebagian areanya masuk ke negara bagian WY. Di WY, kami pernah ke Jacksonhole, kota turis- konon Harrison Ford punya rumah disini, lalu kami juga pernah ke Cheyenne, ibukota WY. WY masih mirip dengan MT, kamu akan melihat banyak peternakan kuda, lapangan rumput, pokoknya koboi banget deh!

4. Idaho (ID) : negara bagian tetanggaan MT di sebelah barat/selatan. Kami mengunjungi kota Boise, ibukota ID, Twin Falls.

5. Colorado (CO) : Kami pergi ke Denver, ibukota CO dan ke salah satu lokasi resor, tapi saya lupa namanya. CO ini negara bagian favorit saya deh. Pemandangan CO ini ciamik banget. Dan negara bagian ini juga amat sangat outdoorsy, rasanya kalau tinggal disini bawaannya mau hiking, berkayak, sepedaan dll….cita-cita kalau tua mau tinggal di CO

6. Utah (UT), saya dua kali ke UT, pertama dengan keluarga, kami ke Salt Lake City, kota terbesar di UT dan kedua kali waktu dapat penghargaan dari tempat kerja.

7. California (CA) : Pas saya kesini pertama kali saya lagi hamil, jadi kurang ngeh dengan ini dan itu di Cali. Pertama kali ke Cali, kita ke San Francisco, jalan di Golden Gate Bridge, ke Palace of Arts, ke hutan Muir, ke Fisherman Wharf, naik troli, ngeceng depan Saks Fifth Avenue, maklum masih kampung waktu itu, potretan di Lombard Street yang meliuk-liuk, trus ke chinatown

Kedua kalinya saya ke Cali, kami ke Sacramento, ibukota Cali lalu ke Monterey Bay, mampir di aquariumnya saya anak saya yang masih umur 2 tahunan.

8. Nevada (NV) : kalau tidak salah kami ke Reno , yang saya ingat cuma suasana judi dimana-mana…ha..ha..ha..

9. Oregon (OR) : kami cuma numpang lewat sih di negara bagian ini, kalau tidak salah mampir di Olympia, ibukota negaranya.

10. South Dakota (SD) : kami mengunjungi Mt. Rushmore, Badland yang puanaaasnyaaa minta ampun dewh. SD pemandangannya ini rata, bikin males…ha…ha..ha…kurang cantik gitu, tidak ada pegunungan ataupun pantai.

Negara-negara bagian diatas, saya kunjungi dalam kurun waktu 2005-2009.

2020 : 15 Tahun di Amerika

Masuk tahun 2020, berarti saya sudah 15 tahun menetap di Amerika. Banyak hal-hal yang saya alami selama 15 tahun disini, saya mau coba rangkum di tulisan berseri saya 15/20.

Saya mendarat di Amerika bulan Maret tahun 2015, setelah 1 tahun-an menunggu visa pasangan keluar.

Selama 15 tahun di Amerika, saya tinggal di 3 negara bagian : Montana, Ohio dan Kentucky. Saya bekerja di 6 tempat kerja yang berbeda, dari retail hingga perbankan.

Saya belajar buat hidup ‘sendiri’ , tanpa ada keluarga Indonesia yang bisa datang kalau saya ada kesulitan.

Coba lihat yuk per 5 tahunnya, apa saja yang saya lakoni

2005-2010 : Tahun-tahun penyesuaian

Boleh dibilang periode ini periode penuh tangisan, kekhawatiran, kesepian, penyesuaian, pembelajaran dan tahun penuh kejadian ‘pertama kali’…

Pertama kali tinggal jauh jauh dan sendiri dari keluarga. Dari Jakarta, Indonesia ke Bozeman, Montana itu sekitar 8,888 mil menurut hitungan google.

Pertama kali merasakan salju, dibikinkan acara baby shower oleh rekan kantor

Pertama kali hamil, punya anak dan melahirkan.

Pertama kali tinggal di apartemen, lalu tinggal di rumah yang dibeli pasangan.

Pertama kali kerja di retail, yang notabene di Indo adalah pekerjaan yang ‘rendah’ tapi syukurnya bisa menghidupi 3 kepala saat resesi menimpa. Dan juga dari pekerjaan ini pertama kalinya saya mendapat kpenghargaan dari tempat kerja, harus pergi ke Salt Lake City untuk mendapatkan penghargaan. Cukup bangga yang jelas ya, saya satu-satunya pekerja Asia di tempat saya kerja, dan saya baru bekerja selama kurang lebih 2 tahun

Pertama kali melakoni jalan-jalan kendara dan pertama kalinya mampir di negara bagian Wyoming, Idaho, California, Nevada, Colorado, Utah, South Dakota, North Dakota, Washington, Oregon, Ohio, New York, Iowa.

Pertama jalan-jalan ke Yellow Stone National Park, Mount Rushmore, Mt Rainier, Mt. Helena, Olympic National Park, naik feri di Seattle, Space Needle, Denver, Carson City, Des Moines, air terjun Niagara.

Pertama kali mampir di Edmonton, Banff, Jasper National Park, Kanada.

Anak saya pertama kali masuk TK subsidi pemerintah. Anak saya jadi pemenang Baby Gerber.

Pertama kali ngerasain kemping di alam dan jadi kepincut.

Pertama kali mengalami resesi dimana saya merasakan sendiri harus bisa ngirit dengan pengeluaran, karena pasangan kehilangan pekerjaan.

Pertama kali mudik ke Indo cuma berdua doang dengan anak.

Pertama kali harus pindah ke negara lain karena pasangan dapat kerja sebagai kontraktor di negara bagian lain.

Pertama kali nyetir truk pindahan antar negara bagian berduaan dengan si kecil yang waktu itu baru 3.5 tahunan.

Pertama kali ngerasain kerja dibayar upah minimum $7.25 per jam , dimana membuat saya sadar, kalau upah segitu tidak akan cukup untuk menghidupi diri sendiri.

Kebakaran di rumah gara-gara lupa angkat penggorengan dari kompor meskipun kompor sudah dimatikan. Ngungsi ke women shelter. Nelpon 911 karena KDRT.

Pertama kali ngeh kalau kecanduan alkohol itu menyakitan bukan hanya yang melakoni tapi juga yang hidup dengan si pecandu.

Di periode ini saya tinggal di Montana dan Ohio.

2010-2015 : Tahun-tahun transisi

Dapat kabar kalau ibu kena stroke. Sedih karena tidak bisa pulang, secara kami baru mulai membereskan kondisi keuangan sejak resesi. Apa boleh buat, meskipun gara-gara saya tidak bisa pulang ini, saya dimaki-maki sama anak umur remaja.

Pertama kali menghadiri pemakaman ala bule, adik ipar meninggal dunia karena livernya berhenti berfungsi akibat konsumsi alkohol.

Lagi-lagi sempat ketar-ketir karena kontrak kerja pasangan tiba-tiba putus. Di tahun ini kami sempat harus pindahan dari satu negara bagian ke negara bagian lain 3 kali dalam setahun. Jelas itu bikin keuangan morat marit.

Pindah tempat tinggal lagi untuk ketiga kalinya, kali ini di negara bagian Kentucky.

Pertama kali nya saya ‘kuliah’ lagi dan kerja di perbankan. Ternyata kuliah lagi umur segini susah loh! Saya ngaku saja kalau kewalahan.

Saya kerja di dua tempat, satu di retail satu di perbankan. Alhamdulillah, saya di promosikan di tempat kerja karena prestasi kerja saya.

Pertama kalinya punya mobil sendiri. Mobil kecil ya, merek Smart. Yang jelas cukup buat saya untuk wara-wari ke tempat kerja tanpa harus tergantung dari pasangan. Asli saya bayar sendiri mobil ini, dari mulai masih sewa dari dealer sampai saya angsuran untuk beli si mobil.

Pertama kali kehilangan orang tua. Ayah meninggal. Saya tahu pas saya di tempat kerja. Dan saya tahu kalau saya tidak mungkin bisa pulang saat itu, karena kami baru mulai membayar hutang ini itu setelah pindah berkali-kali.

Anak saya sekolah di 3 tempat di periode ini, TK di sekolah ED di Bozeman, MT, kelas 1 dan 2 di sekolah ZT dan kelas 3 hingga 5 di sekolah dasar B.

Pertama kalinya bisa mudik sejak 2006 sama anak saya. Disini saya sadar kalau ternyata saya boleh dibilang tidak ada support lagi di Indonesia.

Anak saya merayakan ulang tahun ke 9-nya di Indo. Beruntung sekali dia karena teman-teman saya membanjiri dia dengan hadiah bermacam-macam.

Saya masuk umur 40 tahun di tahun ini. Sudah tua ya…

Di tahun ini saya pertama kalinya melancong ke Texas, Tennessee, North Carolina, Missouri, West Virginia.

2015-2020 : Tahun-tahun Sadar Diri

Mengadopsi bayi kucing warna abu-abu tua.

Pertama kali mendapat penghargaan tertinggi di tempat kerja di perbankan dan terbang ke Tampa, Florida untuk penganugerahan plakat. Bangga? banget!

Giaman gak bangga, wong saya waktu itu cuma kerja paruh waktu, tapi nilai saya ngalah-ngalahin mereka yang kerja penuh.

Dari tempat kerja yang sama , saya dapat penghargaan kedua kalinya di tahun 2017.

Diangkat sumpah menjadi warga negara Amerika.

Pertama kali ke DC, Virginia , karena ikutan jalan-jalan lulus SD si kecil.

Gettysburg, Gedung Putih, teater tempat Lincoln dibunuh, makam pahlawan di Virginia.

Anak saya mulai masuk usia pra remaja…haduh….tobat rasanya……’.

Ibu meninggal. Di bulan yang sama ayah meninggal. Berakhir penderitaan beliau dan juga penderitaan mereka-mereka yang merasa direcoki sama ibu.

Pertama kali jalan-jalan ke Madison, Wisconsin ngunjungin sepupu dan teman lama, naik jip di gurun pasir di Michigan, reunian sama temen SMA dan ketemu sepupu di New York, jalan-jalan ke Chicago, Illinois, naik ke Gateway Arch di Missouri, liburan Alabama, merasakan hiruk pikuknya New Orleans, Louisiana, main ke museum Coca Cola di Atlanta, Georgia, melihat pasir putih diMississippi.

Pertama kalinya terbang dewe,an ke New York. Ternyata enak juga jalan-jalan sendiri

Bolak-balik ke rumah sakit karena anggota keluarga didiagnosa dengan depresi dan gelisah

Mengadopsi anjing.

Pertama kali nonton pertunjukan Broadway, asli keren abis!

Pertama kali nonton Stand Up Comedy show seru banget ternyata ketawa ngakak barengan….

Pertama kali nonton aksi penari eksotis laki-laki. Astaga…lebih banyak ketawa ha..ha..hi..hi..dibanding ngeres….

Pertama kali ikutan kelas melukis, dilukis, bikin coklat, belajar tentang kaktus, nyobain atraksi escape, mendoronorkan darah.

45 tahun umur saya di periode ini

Di periode ini saya belajar untuk lebih hati-hati dalam mengelola uang, menjaga kesehatan dengan mulai ikutan yoga, barre, erobik di air.

Jalan-Jalan Singkat : Jadi Turis di Indianapolis

Bulan Augustus  2019 lalu, sekitar seminggu sebelum anak masuk sekolah lagi, kami jalan-jalan ke Indianapolis, Indiana. Kami sebelumya sudah pernah beberapa kali mampir maupun menginap di Indianapolis, biasanya di akhir pekan dan tidak ‘niat’.

Karena Indianapolis memang lokasinya cukup dekat dengan tempat tinggal kami di Louisville, KY.  Cuma kali ini , kami lebih ‘niat’ dan pertama kalinya bawa si anjing kecil dan juga ada teman saya yang saya paksa ikutan ke Indy…sebelum dia balik ke DC.

Yang belum tahu, Indianapolis itu ibukota negara bagian Indiana, yang berbatasan dengan negara bagian KY dan Ohio.

Apa rencana kami kali ini? Yang jelas saya mau naik gondola…he..he..he..maklum belum mampu pergi ke Venesia ya.

Hari Sabtu kami berangkat ke Indy. Setelah menaruh koper2 di hotel kami langsung menjuju ke Canal Walk. Canal Walk ini lokasinya di pusat kota Indy, disini kami akan naik gondola jam 5 sore.

Karena masih kepagian, ya kami jalan-jalannya di downtown Indy.  Di tengah-tengah pusat kota Indy itu ada air mancur dengan tugu peringatan – kayak bunderan HI dan Monas digabung lah.  Kami bertiga naik ke atas tugu.

Selesai ngeceng dan foto2 di air mancur, kami ke lokasi Gondola.

Harga buat naik gondola bareng-bareng ini $30 per orang.  Kalau mau sewa gondola buat sendiri, bisa juga, tapi harganya jadi $300.  Dua-duanya untuk 30 menit di air.

Yang keren ni, si pembawa gondola sambil mengayuh gondola di kanal, dia juga nyanyi loh! pakai bahasa Itali pula. Meskipun agak2 puanas terik, tapi pas dengar si mas berdendang pakai bahasa Itali, lumayan terhibur ya.

Jadi ngayal di Venisianya lebih berasaa…’

Berpose di gondola

Besok harinya, kami ke bagian lain dari Canal Walk, kalau kemarin kami bergondola, kali ini kami bersepedaan sepanjang jalur kanal…

Asik..olah raga ramai-ramai….

Bersepeda ramai-ramai di Indianapolis

Setelah selesai bersepeda ramai2, saya dan anak saya terpaksa sepedaan lagi karena dia ketinggalan kacamata hitamnya yang baru dibeli kemarin…hadewh….ya sudahlah pegal betisku.

Yang jelas di Cultural Trail / Canal Walk ini pengunjung bisa milih mau bergondola, sepeda air, atau sepedaan seperti saya.

Selesai berkeringat kepanasan setelah bersepeda, kami cari tempat makan. Berhubung kami bawa anjing, jadi kami cari-cari tempat yang bisa makan di luar. Cari punya cari, temen saya ketemu resto Thai di daerah Broad Walk..

Ternyata Broad Ripple itu , cool banget. Banyak resto-resto lokal dan toko-toko lokal yang unik-unik. Bayangin saya ketemu toko khusus cemilan, mainan, ini itu buat anjing.

Coba lihat video dibawah, penampakannya enak banget kan? padahal semuanya ya treats buat si anjing!

Broad Ripple asli seru buat di explorasi. Saya ketemu toko eskrim yang jual es alpukat..trus boleh dong di celup sama coklat…senangnyaaa minta ampun..meskipun es alpukat ala Indo mah belih wokeh deh…

Selesai makan pulang deh kami ke Louisville…

Sampai lain kali Indy!

Liburan Musim Semi 2019 : Georgia/ Tennessee

Ini bagian terakhir dari cerita liburan musim semi kami tahun 2019.

Rencana awal kami mau mampir di Florida sebelum balik ke Kentucky, tapi si anak mood nya ganti tidak mau ke FL. Jadilah kita melenceng ke negara bagian Georgia..saya sih senang-senang saja, secara memang belum pernah ke GA, lumayan, nambah koleksi negara bagian yang dikunjungi kan?

Di Georgia, kami menginap di Atlanta 1 malam saja. Keesokan harinya saya dan anak saya mampir di museum Coca Cola.

Serunya di musium ini saya melihat ini itu berbau Coca Cola keluaran Indonesia. Jadi saya sibuk ajak anak saya cicipi minuman produk Coca Cola yang di pasarkan di Indo.

Senang juga ya bisa melihat barang-barang berbahasa Indonesia di museum ini.

20190405_114234-ANIMATION

Di museum ini, saya dan anak foto-fotoan konyol, ada 2 tempat di museum dimana pengunjung bisa foto. Pertama foto dengan beruang kutub, tempat kedua foto di prop di sofa. Yang bikin seru, fotografernya – yang di tempat kedua – itu kocak dan menyarankan pengunjung buat bergaya konyol. Yah..namanya anak saya, gak usah diminta juga dia bakalan bergaya konyol, apalagi diminta…

Selesai dari museum kami makan di resto Indo. Oh…iya, Atlanta ini termasuk salah satu surga makanan Indonesia! Ada beberapa pilihan untuk makan makanan Indo…ha??! yang ada saya panik..maunya nyobain semua…ha..h.a..ha…tapi ya cuma bisa pilih satu. Akhirnya saya pilih rumah makan Batavia. Enak?

restoindoGA

Enak lah…gak usah masak, tinggal pesan. wakkkkakkkkkaaak. Di rumah makan ini juga ada bagian tokonya, dimana bisa beli produk2 Indonesia : ada berbagai jenis kerupuk, marie regal, Pagoda pastilles, Monica lapis legit. Borong lah saya..ngalah2in stok makanan keadaan darurat!

Indogroceries

Selesai makan, kami teruskan perjalanan pulang. Dari Georgia ke Kentucky masih sekitar 6 jam ya…jadi kami tahu kalau kami tidak akan sampai di Louisville hari yang sama. Jadi waktu kami masuk negara bagian Tennessee, kami putuskan untuk berhenti di kota Chattanooga, yang kami tahu ada inclined railway yang memang dari dulu kami pengen coba.

Jadi hari itu, kami ngaso di Chattanooga, jalan-jalan di pusat kotanya yang imut-imut tapi keren. Di pusat kota ini, ada toko coklat yang haduuuh enak bangget! kalau teman-teman sempat ke Chattanooga, mampir deh!

DTChattanooga

Besok paginya kami ke Inclined Railway

Saya maunya pergi ke air terjun Ruby dan Rock City (karena 3 atraksi ini bisa dipaketin) cuma tidak ada waktu. Jadi inclined railway ini, pengunjung naik ke gerbong kereta selama 1 mil (1.6 kilo) dibawa ke Lookout Mountain yang bikin deg-degan adalah relnya itu terjal banget, 72.7%..haiyaaa!!

Waktu mulai menanjak, berasa banget ‘melawan gravitasi’…pas turun, juga agak-agak keder….ha..ha…ha . Saya sampai pegangan erat-erat.

Paling susah ya pas berhenti di stasiun di puncak, mau jalan melawan daya tarik bumi..asli..berattttt…

Pemandangannya konon ciamik, sayangnya hari itu cuaca amat berkabut. Sampai di puncak Lookout Mountain, kami mampir di Military Park sekedar meluruskan kaki.

pointpark

Selesai dari museum, kami balik ke pusat kota buat makan, trus pulang deh ke KY.

Sampai lain kali yaaa

Liburan Musim Semi 2019 : Louisiana

LAsign

Lanjutan dari blog sebelumnya….Dari Mobile, AL, kami melanjutkan perjalanan ke New Orleans, Louisiana.Kenapa New Orleans?New Orleans atau NOLA termasuk kota tua yang beken dan bersejarah di Amrik, buat teman-teman yang senang hura-hura, kota ini cocok banget. Bar dimana-mana, disini orang boleh minum alkohol sambil jalan kaki di ruang terbuka – dalam arti kita boleh negak minuman beralkohol pas sightseeing gitu!Saya sih tidak terlalu tertarik dengan bar hopping ya, tapi lebih tertarik melihat arsitekur dan suasana NOLA yang konon beda dengan kota-kota lainnya di Amrik.Dari AL ke LA, kami sempat mampir di pantai Biloxi, di negara bagian Missisipi. Waduh, pasirnya putiiiiiiiiiiih banget! hampir-hampir seperti salju! Sayang tidak sempat berlama-lama di MS, mungkin lain kali kami bisa kunjungi lagi ya…

Sampai di NOLA, hari sudah gelap. Kami lagi-lagi sewa apartemen di pusat kota dari airbnb. Mm..unitnya bagus ya, lokasi nya juga ok banget, diapit sama resto Asia, cuma saya panik karena ….unitnya tidak ada jendela!! Maklum saya senang sekali melihat matahari, jadi pas ‘ngeh’ kalau apartemen kita tidak ada jendela di kamar (cuma ada jendela atap), saya kurang nyaman rasanya….pelajaran besok-besok kalau mau sewa airbnb pastikan ada jendela!

Malam itu saya sempat jalan-jalan di pusat kota NOLA..waduh…ramainyaaaaaaaaa minta ampun!! Saya sampai bingung..ha…ha..ha..Kami juga ke daerah French Quarter yang isinya ya bar, resto, hotel, sungguh sangat hiruk pikuk dan bau pesing dimana-mana. Saya mah tidak bisa menikmati suasana seperti ni ya, yang ada malah pusing!lolYang jelas kalau di NOLA, jangan lupa makan beignet, donutnya NOLA.

greengrenade

Penasaran apa benar boleh jalan sambil minum minuman alkohol, saya beli lah, minuman green grenade…dengan tidak PD-nya saya teruskan sightseeing, tapi sambil celingukan, pas lihat-lihat ternyata ya banyak orang-orang seliweran dengan membawa minuman beralkohol mereka. Gilee….untunglah aturan ini cuma di NOLA (yang saya tahu)Besok harinya kami lanjutkan dengan sightseeing di pusat kota NOLA, naik troli,

makan di resto lokal, nyicipn gelato yang dibentuk seperti bunga cantik, turis lah pokoknya…

Saya sih gak ada bosan-bosannya melihat arsitektur gedung-gedung di NOLA – ada kemiripan dengan gedung-gedung di AL juga.

Anak dan sang ayah mampir ke aqurium setempat, saya mah teruskan dengan jalan-jalan dengan si anjing setelah sempat fotoan dulu sebelum masuk aquarium.

oxdiaquariumNOLA

Selesai di NOLA, kami lanjutkan lagi perjalanan ke negara bagian selanjutnya!

Liburan Musim Semi 2019 : Alabama

Tulisan ini telat banget deh. Secara ini cerita pas liburan musim semi tahun 2019.

Gak apa2 ya…mending telat di banding enggak sama sekali kan.

Jadi, kalau kami liburan itu, seringnya ya pas anak liburan sekolah. Dan kalau orang sini, biasanya kalau jalan-jalan di bulan Januari hingga Mei, pilih ke negara-negara bagian di sisi selatan, karena udaranya lebih hangat dibanding kalau pergi ke negara-negara bagian di utara. Saya sendiri memang pernah ngerasain pergi ke negara-negara bagian utara (Wisconsin, New York, Illinois) di bulan Maret/April …weleeeh…dinginnya masih berasa banget!  Dan juga jadi aktifitas agak terbatas ya, karena ya itu temperatur masih rendah.

Kali ini kami pilih ke Alabama, Louisiana dan Florida. Alabama karena ayah si kecil mau lihat musim kapal perang di Mobile, di Louisiana kami mau mampir di New Orleans, Florida karena si kecil belum pernah ke negara bagian Florida dan sekalian ‘lewat’ juga pas balik ke Kentucky.

Ceritanya bersambung ya..biar tidak capai membacanya.

Dimulai dari Alabama,

ALstatesign

Mobile itu lokasinya di pantai Gulf, untuk ke Mobile, kami harus lewat Birmingham, yaitu ibukota negara AL. Saya kan hobinya motret gedung-gedung pemerintahan setiap negara bagian, jadi harus mampir dong..

Puas motret-motret dan bergaya ala turis, kami teruskan perjalanan ke Mobile. Untuk penginapan di Mobile, kami sewa dari Airbnb karena relatif lebih murah, terutama karena jalan-jalan kami kali ni , kami bawa anjing kecil kami.

Kami sewa rumah 2 kamar tidur, satu kamar mandi yang membolehkan anjing, lokasi dekat dengan pusat kota Mobile. Rumahnya wis apik. Enaknya sewa dari Airbnb, kita bisa masak ya, jadi tidak harus makan luar terus, dan kami merasa lebih ‘aman’ kalau memang harus meninggalkan si anjing, tidak akan mengganggu tetangga seperti layaknya di kamar hotel.

Hari pertama kami di Mobile, kami cuma jalan-jalan sekitar pusat kota saja, yang jelas kalau mampir ke daerah sini, pilihan makanannya pilih makanan seafood ya! Karena ya ini tempatnya!

Di Mobile, kami habiskan waktu di musium kapal perang – saya tidak ikut, cuma si ayah dan anak saya. Saya cuma jalan-jalan di luar musium , foto-fotoan sama anjing saya yang super nurut….;-)

lalu coba mampir di pantai di Gulf Shores, yang ternyata amat sangat berangin dan dingin!!! jadi kami tidak bisa lama-lama di pantai…

hari terakhir kami mengunjungi peternakan buaya di Summerdale, AL.

O iya, AL terkenal sebagai negara bagian yang banyak lokasi rawa-rawa alias swamp.

Tadinya kami mau ambil tiket buat ke pelesir ke rawa, tapi sayangnya cuaca tidak mendukung. Cukuplah kasih makan buaya, gendong bayi buaya dan melihat rawa buatan di peternakan ini.’

Asli buaya-buaya di peternakan ini gede-gede…dan bayi-bayi buayanya juga super rakus euy. Pas anak saya lempar makanannya, itu bayi-bayi langsung deh ramai-ramai berebutan makanan.

Hari terakhir di Mobile, kami makan di resto Spot of Tea di pusat kota Mobile, haduh, enak banget! kalau sempat ke Mobile, kudu deh mampir disini, saya pesan grit udang dan french toast.  Enaaaaaaaaaaakkk!!

Kami juga sempat mampir di museum sejarah Alabama, dan jalan-jalan di square di tengah kota yang banyak patung-patung mardi gras.  Kalau waktu terbatas, kayaknya enak juga ikutan tur pakai troli ya.

Satu hal yang saya perhatikan di Mobile, AL ,pohon-pohon disini koq cabang-cabangnya unik , seperti berbulu gitu, kayak tangan raksasa..he..he..he.coba deh lihat sendiri….Saya takjub saja, gak pernah lihat pohon seperti ini di negara bagian lain kayaknya….

Dari Mobile, kami lanjutkan perjalanan ke Louisiana! Sampai di cerita selanjutnya!

Kilas Balik Singkat 2019

Halo -halo!

Waduh sudah lama sekali ya tidak menulis di sini. Maklum sok sibuk …ha..ha..ha..

Yuk mari menulis lagi.

Mumpung masih bulan Januari 2020 , saya mau buka tulisan pertama di tahun 2020 kilas balik tahun 2019 tentang hal-hal yang saya pertama kali lakoni….

Coba kita lihat, apa saja sih yang ‘pertama kalinya’ di tahun 2019?.

Di tahun 2019 saya mulai bergabung dengan klub sehat dimana saya usahakan ikutan kelas olah raga, baik itu yoga, barre, atau senam di air. Tujuannya ?Kekinian?? Tidak juga sik..yang jelas ya biar badan tetap aktif saja sih, habis kerjaan saya sehari-hari ya nangkring di depan komputer 7-8 jam an…perasaan gak sehat saja gitu. Dan juga biar otak di ‘paksa’ buat melakoni hal-hal baru.  Apalagi kan hari gini jaman perawatan diri ya? self care istilahnya.

Tahun 2019 pertama kalinya saya mengunjungi negara bagian Alabama (AL),  Missisippi (MS), Louisiana (LA),  Georgia (GA) dan New York (NY). Total saya sudah kunjungi 35 negara-negara bagian di US , jadi masih ada 15 negara bagian lagi!  Asikk..mudah-mudahan kalau saya sempat saya ceritakan juga hari-hari saya di 4 negara bagian baru tersebut ya.

Tahun 2019, pertama kalinya sejak saya hijrah ke Amrik tahun 2005, saya di kunjungi teman sebangku saya di SMA. Kami ketemuan di New York, ini boleh di bilang perjalanan solo saya pertama tanpa keluarga. Asik juga ternyata…

 

Tahun 2019 saya pertama kali ikutan kelas belajar bikin coklat,belajar melukits dan dilukis, belajar merawat kaktus, nonton komedi JoKoy, mencoba pengalaman Escape’ dan mendonorkan darah, nonton stripper laki-laki, icip2 minuman anggur di tempat pembuatan anggur lokal

Pelisir ke Dayton, Ohio, naik gondola di Indianapolis, Indiana,menginap dan ikutan main di luncuran air di Great Wolf Lodge, di Mason, Ohio, nyobain rel kereta inclined di Chatanooga, Tennesse

Tahun 2019, saya pertama kalinya menang door prize di tempat kerja…lumayan dapat Roomba….

Di tahun 2019, saya kehilangan ibu saya……. saya resmi yatim piatu………..

Sudah, segitu saja seperti nya ‘pengalaman pertama kali’ di tahun 2019.

Mudah-mudahan di tahun 2020, ada banyak lagi pengalaman pertama kali yang saya bisa lakukan ya!

Sampai ketemu lagi!

 

 

 

 

 

Menguber Warna Warninya Pepohonan di Alam di Musim Gugur

Sejak pindah ke negara bagian Kentucky, dari beberapa tahun lalu, saya itu gregetan banget pengen melihat perubahan warna daun-daun di musim gugur. Karena pertama kali saya tinggal di Amrik, saya tinggal di bagian barat utara yang pepohonannya kebanyakan pohon cemara. Jadi waktu musim gugur, tidak terlalu terasa pergantian warna daun. Di KY, yang jelas jenis-jenis pepohonan disini lebih beragam, meskipun tidak sesumringah negara-negara bagian New England yang konon cantik sekali di saat musim gugur.Setiap kali masuk bulan Oktober, saya ngeh kalau sudah masuk musim gugur, cuma koq lupa melulu buat jalan-jalan??!! Memang saya kalau akhir pekan kerja jadi agak susah mau mencari waktu luang. Pas ingat dan ada waktu, sering kali sudah terlambat, udara sudah terlalu dingin, pohon-pohon sudah pada gundul.Nah, tahun ini udara baru terasa semilir itu pas masuk bulan Oktober, saya juga tidak lagi kerja hari Minggu dan kalau tho kerja di hari Sabtu, saya biasanya selesai jam 1 siang.Masuk minggu kedua di bulan Oktober saya sudah celingukan memperhatikan pohon-pohon di sekeliling saya. Di hutan kota Bernheim mereka baru selesai selenggarakan acara Colorfest yang saya jadikan indikasi kalau pepohonan sudah banyak yang berubah warnanya. Jadilah saya bilang sama keluarga kalau kita akan pergi ke Natural Bridge/Red River Gorge akhir pekan lalu. Kenapa pilih ke situ?Kami sekeluarga sudah pernah mengunjungai Natural Bridge/Red River Gorge di tahun 2003 kalau tidak salah, pas musim panas. Kami senang ke situ karena pemandangannya bagus. Natural Bridge itu pada dasarnya jembatan alam , lokasi nya di 2135 Natural Bridge Rd, Slade, KY 40376 kira-kira 2 jam-an dari tempat tinggal kami.Setelah mengecek cuaca, kami putuskan untuk berangkat hari Sabtu setelah saya selesai kerja. Kami cuma menginap di hotel cilik karena kami tahu hari Sabtu itu selain kami akan diperjalanan juga akan hujan seharian, Jadi kami tidak butuh hotel yang keren lah.Sampai di Slade, kami cuma makan di restoran di Natural Bridge State Resort Park, lalu tidur. Hari minggunya, langit terlihat jernih, suhu semilir! ah cocok sekali buat hiking! Kami sarapan pagi di resto local, makanannya enak – saya pesan telur pakai croissant, wuih croissantnnya lembut dan flaky banget! Resto ini lokasi nya dekat dengan motel tempat kami menginap juga.Dari situ kami langsung menuju ke lokasi Natural Bridge. Pertama kita coba di trail di tempat parkiran dekat fasilitas kolam renang. Trail nya seru karena melewati jembatan goyang aka suspension bridge.Tapi setelah kami baca, trail ini agak-agak panjang, jadilah kita balik ke tempat parkir dan mulai hiking kita dari trail yang lokasinya dibelakang Hemlock Lodge.Di awal trail di tulisnya ini trail terpendek dan termudah.Kenyataannya…haduh..naik-naik ke puncak gunung deh! Mana lupa bawa tongkat jalan ! Tapi paling enggak, pemandangan sepanjang trail itu apik lah..Pas sudah sampai di bawah jembatan alam..legaaaaaaaaaa rasanya! Puih!Jadi trail ini akan membawa kita di bawah bentangan jembatan. Untuk berada di atas jembatan, kita harus melewati ‘gang’ sempit diantara batuan, lalu diteruskan dengan naik tangga dan gak terlalu banyak lah anak tangganya.And it is sooo worth it !Sampai di atas jembatan, rasanya sejuk, dan teduh melihat warna warni pepohonan di kejauhan.Dari atas jembatan pengunjung bisa hiking ke beberapa trail lainnya untuk balik ke parkiran. Anak saya dan bapaknya pilih naik sky lift buat turun, saya pilih jalan yang sama. Waktu pertama kali kami ke tempat ini, kami semua naik sky lift naik dan turun. Cuma kali ini karena saya bawa si anjing kecil, saya tidak bisa gunakan sky lift .Sampai di tempat parkir , kami lanjutkan perjalanan dengan mengeksplorasi Natural Bridge/Red River Gorge :berhenti di danau Mill Creek,berhenti di jembatan alam lainnya,menyeberang jembatan goyang Sheltowee,ngecek lokasi tree house yang disewakan oleh Red River Gorgeoussampai anak merengek minta pulang..ha..ha…ha…Yang jelas kami sekeluarga sangat senang dengan Natural Bridge/Red River Gorge. Seperti memang lokasi ini lebih cantik untuk dikunjungi saat musim gugur, karena udara lebih sejuk, tidak banyak serangga dan pemandangan juga lebih warna warni.

Pertama Kali : Jadi Pendonor Darah

Hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019, saya pertama kalinya menyumbangkan darah.

Norak dan telat ya? He..he..he..

Memang saya akui koq kalau dalam masalah ini saya telat banget. Sudah sering lihat teman2 baik di Indo maupun Amrik berdonor ria.

Alasannya? Sok sibuk sama kerjaan dan saya paling malas kalau harus pergi ke tempat A cuma mau nyumbang darah wae.

Tapi koq tahun ini saya dapat ‘panggilan’ ..ceileee…

Pas baru saja ngobrol ngalor ngidul dengan teman kantor yang hobi mendonor dan dia menceramahi saya karena tidak pernah mendonor, seminggu kemudian waktu saya ke tempat olah raga, eh lihat pengumuman ini..

Wah..masih sempat daftar dong? Pikir saya.

Dan juga waktunya tidak mengganggu jadwal saya dan lokasi juga cuma 5 menit dari rumah.

Jadilah malam itu saya mendaftarkan diri. Besok harinya saya tanya2 lagi ke teman saya yang sudah “pakar” dalam mendonorkan darahnya.

Dia bilang banyak-banyak minum air, usahakan tidak minum obat apapun malam sebelumnya.

Pas hari H, saya sudah menegak 2 botol air dan makan pagi komplit..(mie goreng dong!😜)

Datang ke lokasi, saya di cari di pendaftar dan kartu identitas saya di cek. Setelah masalah administrasi selesai, suster nya mengecek kadar haemoglobin saya dengan mengambil darah saya beberapa tetes.

Kadar Hm saya bagus, di atas 12.

Selanjutnya saya diminta untuk menjawab 50 pertanyaan Ya/Tidak.

Pertanyaan2 ini untuk mengecek kebiasaan dan gaya hidup pendonor , mngecek resiko kesehatan kita lah intinya. Apakah kita pernah tinggal di negara tertentu, melakukan aktifitas tertentu, ada penyakit tertentu dsb.

Setelah selesai menjawab pertanyaan, saya diminta berbaring di kasur periksa. Di situ si suster mulai mencari pembuluh darah saya.

Saya diberikan semacam busa yang saya bisa remas-remas. Setelah ketemu , suster lagi mrmbersihkan bagian itu dengan alkohol.

Lalu?

Ya disuntik jarumlah saya…he..he..he..

Sakit? Sakit dikit lah..tapi gak sampai meringis lama2.

Selama darah saya diambil, saya harus meremas-remas si squeezer supaya si pembuluh tetap memompa darah saya.

Total darah yang diambil itu 1 pint.

Selain darah yang diambil di kantong, darah saya juga diambil dalam tabung-tabung kecil. Darah ditabung-tabung ini adalah darah saya yang akan dites: apa golongannya, apakah ada penyakit tertentu dsb.

Setelah jarum dicopot, dan bekas tempat pencoblosan jarum ditutup 2 jenis plester- satu kain kasa yang bolrh dicopot setelah 5 jam dan satu lagi plester silang warna jingga yang boleh dilepas setelah satu jam.

Setelah itu suster minta saya mengangkat tangan saya selama beberapa menit. Intinya mencegah si darah tidak “bocor”.

Selesai deh!

Sebelum pulang saya boleh pilih makanan ringan :ada oreo, cheez it, kismis, dll, dan jus apel atau fruit punch dan juga dikasih kaos gratis.

Mudah ya?!

Saya juga dikasih tahu sama si suster, kalau suatu saat darah saya dipilih menjadi donor, saya akan di kirim email pemberitahuan.

Wah..terharu juga kalau saya dapat pemberitahuan seperti itu..karena artinya darah saya dipakai untuk menyelamatkan seseorang kan?

Waktu saya tanya lagi ke teman saya yang pakar donor (64 kali!!), dia ternyata baru-baru ini dapat email pemberitahuan yang si suster bilang.

Darahnya dipakai untuk tranfusi seseorang. Asli terharu kan?!

Ada satu hal yang saya mau ingatkan..setelah kita mendonorkan darah, ada efek sampingnya.

Bisa mual, lelah, tidak punya energi dan ngantuk.

Pendonor juga tidak disarankan melakukan aktifitas yang terlalu menguras tenaga.

Jadilah saya batalkan kelas olah raga saya malam itu dan besok malamnya.

Masalah efek samping….saya ternyata kena ngantuk….

Dan ngantuknya itu buanngggeet!!!

Jam 7 malam hari itu, saya sudah ngorok di kamar….zzzzz

Jadi kesimpulannya gimana?

Jadi pendonor itu bikin hati senang ternyata. Mudah, tidak bertele-tele, gratis pula! Dan, darah kita mungkin bisa menyelamatkan seseorang loh!

Kalau teman-teman belum pernah melakukannya, mudah-mudahan setelah baca tulisan ini, jadi ikutan ya?

Yang jelas, menurut suster, minimum umur pendonor tanpa ijin orang tua itu 17 tahun. Maksimum? Tidak ada batasan, asalkan sehat dan berat badan mencukupi. (Ada batas minimum , tapi saya tidak tanya, yang jelas tidak boleh terlalu kurus ya.)

#pertamakali

#donordarah