Bulan Augustus 2019 lalu, sekitar seminggu sebelum anak masuk sekolah lagi, kami jalan-jalan ke Indianapolis, Indiana. Kami sebelumya sudah pernah beberapa kali mampir maupun menginap di Indianapolis, biasanya di akhir pekan dan tidak ‘niat’.
Karena Indianapolis memang lokasinya cukup dekat dengan tempat tinggal kami di Louisville, KY. Cuma kali ini , kami lebih ‘niat’ dan pertama kalinya bawa si anjing kecil dan juga ada teman saya yang saya paksa ikutan ke Indy…sebelum dia balik ke DC.
Yang belum tahu, Indianapolis itu ibukota negara bagian Indiana, yang berbatasan dengan negara bagian KY dan Ohio.
Apa rencana kami kali ini? Yang jelas saya mau naik gondola…he..he..he..maklum belum mampu pergi ke Venesia ya.
Hari Sabtu kami berangkat ke Indy. Setelah menaruh koper2 di hotel kami langsung menjuju ke Canal Walk. Canal Walk ini lokasinya di pusat kota Indy, disini kami akan naik gondola jam 5 sore.
Karena masih kepagian, ya kami jalan-jalannya di downtown Indy. Di tengah-tengah pusat kota Indy itu ada air mancur dengan tugu peringatan – kayak bunderan HI dan Monas digabung lah. Kami bertiga naik ke atas tugu.

Selesai ngeceng dan foto2 di air mancur, kami ke lokasi Gondola.
Harga buat naik gondola bareng-bareng ini $30 per orang. Kalau mau sewa gondola buat sendiri, bisa juga, tapi harganya jadi $300. Dua-duanya untuk 30 menit di air.
Yang keren ni, si pembawa gondola sambil mengayuh gondola di kanal, dia juga nyanyi loh! pakai bahasa Itali pula. Meskipun agak2 puanas terik, tapi pas dengar si mas berdendang pakai bahasa Itali, lumayan terhibur ya.
Jadi ngayal di Venisianya lebih berasaa…’


Besok harinya, kami ke bagian lain dari Canal Walk, kalau kemarin kami bergondola, kali ini kami bersepedaan sepanjang jalur kanal…
Asik..olah raga ramai-ramai….

Setelah selesai bersepeda ramai2, saya dan anak saya terpaksa sepedaan lagi karena dia ketinggalan kacamata hitamnya yang baru dibeli kemarin…hadewh….ya sudahlah pegal betisku.
Yang jelas di Cultural Trail / Canal Walk ini pengunjung bisa milih mau bergondola, sepeda air, atau sepedaan seperti saya.

Selesai berkeringat kepanasan setelah bersepeda, kami cari tempat makan. Berhubung kami bawa anjing, jadi kami cari-cari tempat yang bisa makan di luar. Cari punya cari, temen saya ketemu resto Thai di daerah Broad Walk..
Ternyata Broad Ripple itu , cool banget. Banyak resto-resto lokal dan toko-toko lokal yang unik-unik. Bayangin saya ketemu toko khusus cemilan, mainan, ini itu buat anjing.
Coba lihat video dibawah, penampakannya enak banget kan? padahal semuanya ya treats buat si anjing!
Broad Ripple asli seru buat di explorasi. Saya ketemu toko eskrim yang jual es alpukat..trus boleh dong di celup sama coklat…senangnyaaa minta ampun..meskipun es alpukat ala Indo mah belih wokeh deh…

Selesai makan pulang deh kami ke Louisville…
Sampai lain kali Indy!












































































Dari situ kami langsung menuju ke lokasi Natural Bridge. Pertama kita coba di trail di tempat parkiran dekat fasilitas kolam renang. Trail nya seru karena melewati jembatan goyang aka suspension bridge.Tapi setelah kami baca, trail ini agak-agak panjang, jadilah kita balik ke tempat parkir dan mulai hiking kita dari trail yang lokasinya dibelakang Hemlock Lodge.Di awal trail di tulisnya ini trail terpendek dan termudah.Kenyataannya…haduh..naik-naik ke puncak gunung deh! Mana lupa bawa tongkat jalan ! Tapi paling enggak, pemandangan sepanjang trail itu apik lah..
Pas sudah sampai di bawah jembatan alam..legaaaaaaaaaa rasanya! Puih!
Jadi trail ini akan membawa kita di bawah bentangan jembatan. Untuk berada di atas jembatan, kita harus melewati ‘gang’ sempit diantara batuan, lalu diteruskan dengan naik tangga dan gak terlalu banyak lah anak tangganya.And it is sooo worth it !Sampai di atas jembatan, rasanya sejuk, dan teduh melihat warna warni pepohonan di kejauhan.
Dari atas jembatan pengunjung bisa hiking ke beberapa trail lainnya untuk balik ke parkiran. Anak saya dan bapaknya pilih naik sky lift buat turun, saya pilih jalan yang sama. Waktu pertama kali kami ke tempat ini, kami semua naik sky lift naik dan turun. Cuma kali ini karena saya bawa si anjing kecil, saya tidak bisa gunakan sky lift .Sampai di tempat parkir , kami lanjutkan perjalanan dengan mengeksplorasi Natural Bridge/Red River Gorge :berhenti di danau Mill Creek,
berhenti di jembatan alam lainnya,menyeberang jembatan goyang Sheltowee,
ngecek lokasi tree house yang disewakan oleh Red River Gorgeous
sampai anak merengek minta pulang..ha..ha…ha…Yang jelas kami sekeluarga sangat senang dengan Natural Bridge/Red River Gorge. Seperti memang lokasi ini lebih cantik untuk dikunjungi saat musim gugur, karena udara lebih sejuk, tidak banyak serangga dan pemandangan juga lebih warna warni.





(dan nangis saat tahu- yang coba saya rekam di video ya, tapi buat apa juga,karena tidak ada yang bisa bantu saya kan, secara saya bukan orang beken, gak mungkin lah bikin video viral di IG nangis2 trus ada yang nawarin tiket pulang, itu mah dream comes true banget)Capek nangis sepagian, saya coba konsentrasi ke kerja.Lalu, bel apartemen saya bunyi.Siapa ya? Rasanya saya tidak mengharapkan tamu?“Halo”“Hi. Uber eats here?”“You must have wrong address, I did not order anything.”“This is 10*** apartment 303?”“Yes?”Bingung, saya turun ke bawah, buat kasih tahu si mbak Uber alamat yang benar….Pas sampai di bawah, mbak Uber kasih lihat saya orderannya….Astaga.Ternyata memang benar itu makanan untuk saya, kiriman teman saya di LA.Mbak Uber bilang “iya, ini kiriman teman kamu, dia bilang kamu lagi gak feeling well”Saya lagi-lagi nangis sesegukan, tapi kali ini karena saya terharu.Teman saya ini, Ida Ayu Yogeswary namanya, dia sama saya belum pernah ketemu muka sama sekali.Tapi entah gimana kita cocok saja, yang ada kita selalu cerita2 (more like saya selalu cerita-cerita), dia selalu kasih nasihat ke saya buat lihat sisi baik dari segala yang jelek-jelek yang saya hadapi.Dia pesankan saya makanan steak, komplit.
Dia sengaja pesankan makanan ini pas tahu saya nangis dan tahu saya sedang sedih dari kemarin.Saya lagi-lagi bingung, ada ya orang seperti Ary yang saudara bukan, pernah ketemu saja belum, tapi tidak sungkan-sungkan memberi saya dukungan moral. Bilang ke saya kalau ‘You are going to be OK’ atau sekedar bilang ‘You are not alone“Saya bersyukur sekali saya bukan cuma kenal dengan Ary seorang, ada banyak Ary-Ary lain yang sudah membantu saya survived selama tinggal di Amerika. Teman-teman yang bawakan makanan waktu saya sakit bronchitis dan pneumonia, teman-teman yang adakan pembacaan Quran setelah orang tua saya wafat, teman-teman yang bantu saya waktu pindahan ke OH tanpa pasangan saya, teman-teman yang mengundang saya makan Thanksgiving bareng-bareng , teman-teman yang mengajak saya mencoba hal-hal baru, teman-teman yang menghubungi saya lewat pesan FB sekedar untuk bilang ‘Day, are you OK?”, teman-teman yang mengajak saya ketemuan baik di Jakarta maupun di Amrik, teman-teman yang dengan senang hati menghadiahkan anak saya saat dia ulang tahun jauh dari rumah.Hari itu emosi dan energi saya terkuras habis. Tapi saya tetap harus kerja di 2 tempat, tetap harus jemput anak di sekolah, tetap harus jadi ibu.Waktu jemput anak saya, saya bilang ke dia kalau saya sedang sedih.Dia tanya “Why do you care of what she said Mom?. You know what she is saying is not true”Saya selesaikan tulisan ini di hari berikutnya. Saya putuskan fokus hidup saya adalah untuk mereka-mereka yang memberikan energi positif untuk saya. Hidup terlalu singkat untuk para penyinyir-penyinyir yang merasa paling benar sendiri.
