Begitu kali ya komentar kebanyakan teman2. Ya gak apa2 juga sik. Pilihan kalian buat berkomentar.
Jujur saya disini merasa sangat kewalahan karena semua2nya harus saya lakoni sendiri. Dalam arti, saya tidak ada ortu atau sanak saudara yang saya bisa datangi / hubungi sesegera mungkin.
Teman2? Ya ada sik. Cuma pernah saya curhat gitu, tapi reaksinya nyakitin aja, yang ada saya ciut hati.
“Apa susahnya cerai?” (Memang situ mau bayarin ya?)
“Namanya lelaki, nafsunya lebih gede”
“Itu kan memang tugas kamu sebagai istri” (si suami make piring , tempat tidur, kamar mandi dsb juga kan??!)
Ya udah sabar aja…(beli dimana ya si sabar ini?)
Dan…seterusnya…
Yang ada saya tambah emosi. Tambah marah. Kheki.
Saya butuh “orang ketiga” tempat saya cerita apa adanya. Orang ketiga yang “waras”, tidak bias, punya latar belakang/pengetahuan ilmiah tentang mental, perilaku manusia atau istilahnya psikologi.
Orang ketiga yang tujuannya membantu saya menjadi versi yang lebih baik, tanpa menghakimi saya.
Orang ketiga yang saya tahu tidak akan comel sama cerita saya atau sibuk nyebar gossip.
Setelah capek dicela sama teman sendiri, dan curhatan saya dijadikan bahan gunjingan sedap, dan juga menyadari kalau kesehatan mental saya menurun drastis. saya putuskan untuk cari terapis.
Dari terapis, saya belajar meluangkan waktu untuk saya sendiri. Dari terapis saya belajar untuk menyibukkan diri dengan hal2 yang positif . Dan yang paling penting, saya belajar mengenali diri saya sendiri.
Buat saya punya terapis itu perlu banget, terutama buat mental saya.
Tahun 2019, saya diajak teman ikutan kelasbikin terrarium. Dari hasil kelas yang saya ikuti, saya bawa pulang gelas berisi 3 tanaman jenis sukulen.
Saya benernya skeptis banget tanaman saya akan terus hidup, soalnya saya boleh dibilang pembunuh tanaman.
Eh. Ndilalah, tanaman2 di terrarium ini tetap hidup, tumbuh jadi besar malah!
Secara saya taruh di ambai jendela pas musim dingin dan boleh dibilang saya cuekin.
Lihat deh foto dibawah ini, tanamannya sampai mencuat keluar toples.
Saya jadi semangat! Ternyata sukulen ini “bebal” sama saya!!
Nah, sejak itu saya jadi kesengsem sama tanaman sukulen ini. Mulailah saya beli ini, itu, nyobain media yang berbeda2 buat pot tanaman2 sukulen saya.
Pot tanah liat, pot keramik, pot kaca, pot metal, pot gantung pakai sabut kelapa, pot rotan, terrarium.
Jadi sukulen2 ini yang saya perhatikan, penampilannya berubah tergantung : suhu, pengairan, kadar matahari yang didapat dan juga media.
Contohnya si kiwi, pas pertama beli, saya taruh di pot tanah liat, wuih sumringah dia. Trus, saya sempat pindahkan ke pot lain…loh koq “sekarat”? Daun2nya mengurus gitu?!
Jadi saya pindahkan lagi, sekarang dia kembali sumringah. Meskipun belum balik membara lagi..
Satu tanaman sukulen bisa berubah warnanya, ada yang jadi “membara” kalau kena banyak sinat matahari, ada juga yang merona malah di musim dingin.
Saya paling demen sama sukulen yang di ujung daunnya atau pinggir daunnya berwarna merah jambu atau bertitik merah jambu. Imut banget!
Saya juga belajar nama2 mereka. Ada sedum, ada crassulla,aloe, aeonium dll. Saya belum berhasil menumbuhkan tipe crassula. dan sedum.
Kiwi, yang saya sebut sebelumnya itu tipe aeonium. Lidah buaya tipe aloe.
Tipe Crassulla
Sejauh ini favorit saya adalah Echeveria, yang banyaaaak jenisnya. Echeveria ini mudah dikenali karena bentuknya yang seperti bunga mawar. Dan banyak Echeveria yang berwarna ungu, warna favorit saya.
Echeveria mudah berkembang dan cenderung gak rewel, tapi tetep saya masih sering gagal bikin dia sumringah.
Salah satu yang bikin saya kaget waktu saya mulai hobi ini adalah, ternyata mereka bisa berbunga loh!!
Dan yang bikin saya bangga adalah, salah satu Echeveria saya sempat berbunga!! Tadinya saya pikir, cuma “beranak”, yang saya cukup senang lah
Bayi sukulen di bawah “ketek” si ibu
Tapi pas saya ngeh kalau itu bunga, saya lebih girang lagi! Dua kali loh sukulen saya berbunga!
Semua tanaman2 saya, saya taruh di balkon. Tapi masuk musim dingin saya masukkan mereka ke jendela di kamar tidur, komplit dengan lampu pertumbuhan untuk menolong mereka dapat sinar yang cukup.
Memang susahnya tinggal di negara 4 musim tapi mau bertanam sukulen ya begini. Kecuali kita tinggal di CA, NV,AZ FL, yang boleh dibilang gak dapat salju, ya pas musim dingin harus selalu masukkan tanaman2 ke dalam rumah.
Saking demennya saya sama si sukulen, saya langganan kotak tiap bulannya dari Succulent Studio. Setiap bulan saya bayar $16.50, untuk 2 tanaman sukulen.
Baru2 ini saya ikutan IGlive salah satu profil penjual sukelen di IG dan beli dari mereka.
Yang jelas setiap hari, saya selalu tengokin tanaman2 saya. Melihat mereka tumbuh, berbunga dan beranak itu menyenangkan loh.
Bulan November ini, saya genap 10 tahun kerja di Gap Inc.
Saya ingat banget pertama kali saya kerja di toko saya cuma jadi pengarah pembeli yang antri panjang di depan kasir. Maklum, hari itu hari Jumat setelah Thanksgiving alias Black Friday. Disini Black Friday artinya belanja gede2an buat Natal.
Ngapain sik jadi mbak2 penjaga toko, gitu kali ya kata pembaca. Rendah amat? Haduh..kerja shift2 an? Ih ogah deh.
Buat saya, kerja di ritel, saya belajar buat jadi tahu diri. Belajar ngerti pengorbanan, bayangin musti kerja sampai malam hari, akhir pekan, liburan hari2 besar. Berat loh!
Tapi saya jadi “tahu”, jadi lebih ngeh. Ngeh kalau segimana banyaknya jam kerja yang kamu ambil, push $7.25 per jam , tidak akan bisa hidup layak.
Jadi juga jadi bisa lebih mensyukuri apa yang saya miliki. Untung ada pasangan yang gajinya mencukupi biaya hidup keluarga. Untung kerjaan saya ini bukan kerjaan utama.
Perayaan 10 tahun saya jadi pramuniaga toko, buat saya adalah perayaan pendewasaan, perayaan perjuangan hidup, perayaan kerja keras apapun itu jenis pekerjaan saya, perayaan menghormati pekerjaan orang lain apapun jenisnya.
Semoga kita semua tetap hormat pada sesama ya.
Jangan mentang2 kita di depan layar, jadi petantang petenteng, orang yang di belakang layar juga sama2 manusia loh!
Iya emang ‘ngeri’ dan tabu ya buat di omongin. Tapi saya pengen banget nulis ini biar teman-teman, terutama teman2 perempuan lebih sadar diri.
Berdasarkan hasil pencarian di Google, definisi pelecehan seksual versi wikipedia adalah sbb:
Pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang Tak Diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seksual.
Kebanyakan dari kita – termasuk saya – tahu terminologi ini, tapi waktu mengalami sendiri, kadang kita jadi meragukan ‘kebenaran’nya, dalam arti kita jadi meragukan apa iya, ini yang namanya pelecehan seksual.
Setelah mengalami sendiri, saya benar-benar jadi pengen mengerti luar dalam masalah pelecehan seksual ini.
Memang sering kali perilaku (baca pelecehan) yang kita alami cenderung tersamar, contohnya:
“Aww..kamu seksi banget deh pakai baju itu” banding kan dengan
“Emm.emm..emm…ini mah bukan keren lagi, tapi ‘hot’ banget, kalau kamu pakai baju itu, aku ajak kencan deh.
Kelihatannya kalimat diatas ‘baik2’ saja kan? Tapi kalimat kedua diucapkan dengan gelengan kepala sambil seakan2 bergairah? kepengen? birahi? dan kamu yang mendengar jadi gak nyaman, itu pelecehan namanya.
Atau misalnya kita ketemu teman2, trus saling peluk, cipika, cipiki. Itu biasa. Saya sendiri orangnya suka merangkul dan kasih ‘sun dari jauh. Tapi kalau tiap kali ketemu, ngeles pengen meluk, lagi dan lagi dan lagi, atau tiba-tiba sok imut angkat2 kita padahal kita gak minta, itu namanya pelecehan.
Atau ada teman kerja demen banget berbagi cerita ‘bobo-bobo siang atau malam’ mereka saat waktu kerja. Coba deh pikir, ngapain sih lo, cerita2 kalau ditawarin esek-esek sama A, B dan C dst? Maksudnya apa? Situ jagoan? Situ nawarin? Situ kepengen? Gak penting kan? lagian ini di tempat kerja, amat sangat tidak profesional banget.
Pertama bukan tempatnya, gak peduli kita kerja dimana, mau di kantor elit, mau di toko seks,tempat kerja ya tempat kerja.
Kedua topik BBS bukan topik untuk dibagikan ke publik.
Ketiga: itu bisa dikategorikan pelecehan , terutama kalau yang mendengar merasa gak nyaman.
Pada dasarnya apapun tindakan kita, apa itu cuma kata-kata, maupun perbuatan, kalau tujuannya esek-esek, dan yang mendengarkan gak kepengen, trus kita tetap melakukan hal yang sama, itu pelecehan.
Ini saya ambil contoh2 lain yang dikategorikan pelecehan seksual dari wikipedia:
Saya pribadi orangnya bukan tipe yang dikit2 ngadu. Dikit2 marah. Dikit2 sensi. Atau tipe putri yang pengen dijunjung tinggi.
Biasanya pertama-tama, saya melengos aja atau menjauhkan diri, kalau terlibat dalam pembicaraan BBS. (dibaca : Maaf saya tidak tertarik dengan percakapan ini).
Masih juga nyerempet2, saya ketusin. Apaan sik?
Tetep ngeyel? saya blok.
Eh…masih ndableg? Saya lapor.
Karena sekarang, saya merasa sangat tidak nyaman berinteraksi dengan ybs’. Karena saya ‘geli’ alias jijik sama kelakuan si peleceh.
Yang jelas ya yang saya belajar dari pengalaman ini adalah:
Jangan sungkan2 bilang blak2 an : Saya tidak suka omongan anda
Jangan sungkan2 bilang blak2 an : Tolong jangan sentuh / peluk saya, saya tidak suka
Bahkan ceplosin : Perkataan kamu tidak senonoh.
Kalau kita merasa tidak nyaman akan perlakuan seseorang, seringkali adalah karena perlakuan ybs ya tidak pada tempatnya. Percaya sama insting kita sendiri.
Hampir di semua tempat kerja, ada bagian pelaporan yang kita bisa isi dan kirim ke bagian sumber daya manusia.
Mengerti kalau cuma karena kita pakai baju yang terlihat seksi, bukan berarti kita artinya kita membolehkan orang2 colek2, memelototi kita atas bawah penuh hasrat gak jelas
Kalau kita gak yakin apakah komentar kita ‘menyempet’, mending gak usah dilontarkan sekalian, karena interprestasi orang bisa beda
Pelecehan seksual tidak pandang bulu : perempuan -laki, perempuan-perempuan, laki-laki, tua-muda
Kenapa harus lapor? Karena pelecehan seksual adalah tindakan yang salah dan harus diberhentikan supaya tidak terulang lagi baik terhadap kita sendiri maupun orang lain.
Terus terang saya merasa takut, merasa ‘ragu’ (saya melaporkan ini benar tidak ya), itu wajar. Saya sampai harus menelpon temen saya buat ‘temani’ saya bikin laporan.
Jangan mundur. Kita bukan cari sensasi, bukan cari kompensasi.
Kita melakukan hal yang benar.
Jaga diri. Jaga hati.
UPDATE
Saya akhirnya melaporkan ke manager saya langsung kelakuan ybs ( selain juga melaporkan online ke bagian SDM. Karena 2 hari berturut2 ybs lagi2 nyentuh saya, dimana saya sudah jelas2 bilang Saya tidak mau. Saya tidak suka kelakuan kamu. (NO/STOP/I DON’T LIKE IT)
Buat saya, artinya ybs tidak menghormati saya sebagai rekan kerja. Dia menganggap enteng saya..
Tolong ya pembaca baik lelaki maupun perempuan, NO MEANS NO.
Sepertinya hiking di musim gugur, adalah keharusan deh buat saya. Karena selain udara sudah sejuk, pergantian warna dedaunan juga membuat pemandangan lebih apik.
Tahun lalu, keluarga kami pergi ke Red River Gorge, secara tahun ini ada si Covid19, kami tidak pergi menginap seperti tahun lalu, tapi saya yang sudah kena ‘cabin fever’ merengek-rengek minta hiking ke danau Nolin yang 1.5 jam sebelah selatan Louisville, KY.
Jadilah hari ini kami pergi ke danau Nolin. Sepanjang jalan, kami lihat pepohonan sudah ramai berwarna warni kuning, jingga dan merah keunguan.
Sampai di tujuan, di lokasi ada beberapa trail yang bisa dipilih. Kami ambil ‘waterfalls’ loop trail yang 1.9 mil.
Haduh seneng deh hiking di trail ini, sejuk, pohon2nya rindang dan lagi-lagi karena pas musim gugur, warna warni daun juga tambah bikin hiking kami asik banget. Meskipun tidak ada air terjunnya – karena di Kentucky, yang namanya air terjun itu sangat tergantung dengan hujan dan relatif voume air terjun disini kecil, dibanding air terjun di negara-negara bagian barat US- ini salah satu trail favorit saya.
Kalau saya boleh kasih saran ni, luangkan deh waktu untuk berada di alam. Selain udara segar, pemandangan yang cantik, tubuh diajak aktif, juga biar otak gak sumpek di rumah melulu!!
Saya sendiri awalnya bukan ‘anak alam’, ogah banget yang namanya jalan2 ke hutan. Tapi setelah pindah ke Amrik, diajak kemping, jalan-jalan di taman kota, hutan2 alam, saya lama2 hobi hiking dan bisa menikmati alam , sungai, lembah, pepohonan, meskipun tetap gak nolak diajak ke NY atau Chicago. 😉
Beberapa bulan setelah ibu meninggal bulan April tahun 2019, salah satu kenalan nyeletuk “Ngomong2 lo dah dapat jatah warisan blom?”
Saya dengernya cengengesan…
Warisan? Haduh sepertinya kata ini sudah lama gak nongol di kosa kata saya ya. Bukan kenapa2, sejak pindah ke Amrik, boleh dibilang saya harus “ngerelain” meninggalkan dunia Indonesia saya.
Dari masalah makanan, ngobrol pakai bahasa Indonesia, cara beberes tempat tidur, cara bab, cara masak, berkunjung ke kerabat, bersapa ke kerabat kapan saja, menghadiri hajatan, baik itu hajatan hura2 ataupun hajatan duka cita. Termasuk juga mikirin warisan.
Saya sih tahu diri sekali ya kalau saya tidak turun tangan saat orang tua sakit hingga beliau2 meninggal. Jadi saya juga amat sangat tahu diri gak usik2 masalah warisan tetek bengek.
Harapan saya cuma semoga warisan ayah ibu berguna buat orang2 yang memang butuh.
Lagipula kalau tho saya dikasih warisan..tetek bengeknya lebih bikin pusing.
Kalau ditanya, “Memang kamu gak mau gitu “harta” ayah atau ibumu?”.
Jujur, ada beberapa barang ayah ibu yang pengen saya bawa ke sini. Kebanyakan bukan masalah nilai nominal, tapi lebih ke masalah kenangan, lebih masalah ke ‘sesuatu yang mengingatkan saya kepada almarhum ayah dan ibu’.
Untungnya ya, sewaktu beliau2 masih hidup, saya beberapa kali dikirimkan barang2 dari Indo. Yang sampai saat ini saya simpan baik2, apakah itu perhiasan berharga maupun boneka panda dari Cina.
Mungkin saya satu2nya orang dewasa yang masih suka memeluk boneka panda ya? Ya gak apa2.
Nah ngomong masalah kenang2 an. Berhubung saya orangnya praktis, saya pikir daripada ngarep yang gak jelas, mending saya create sendiri kenang2 an dari ayah ibu sebagai warisan mereka kepada saya.
Mau tahu apa yang lekat di ingatan saya tentang “harta almarhun ayah ibu” dan sukur banget saya berhasil “jadikan” warisan / kenang2 an buat saya?
1. Pemisah ruangan / tirai kerang
Saya ingat antara wastafel dan ruang TV, ibu taruh pemisah ruangan terbuat dari kayu yang ada kaca warna warni (stained glass). Entah kenapa saya senang sekali dengan pemisah ruangan tersebut.
Saya juga ingat kalau suatu waktu di depan pintu kamar saya, saya gantung hiasan kerang jadi seperti tirai.
Untuk kenangan ini saya kebetulan nemu pemisah ruang yang makai kerang di toko World Market beberapa tahun lalu. Pas lihat ini saya langsung ingat rumah Cibubur. Jadilah saya beli.
2. Lampu stained glass
Di ruang makan kami, saya ingat banget, ibu pasang lampu stained glass. Kalau tidak salah warnanya dasarnya putih, ada burung biru. Seperti juga pemisah ruang, lampu ini salah satu favorit saya.
Dilalah, saya nemu lampu stained glass di garage sale. Kalau tidak salah, saya beli $10 , tapi rasanya seperti punya harta karun loh!
Saat ini lampu cantik ini belum punya tempat yang cocok, tapi saya akan selalu bawa lampu ini kemana pun saya pergi
3. Tanaman
Almarhum ibu itu, setiap Sabtu/Minggu pagi rajin keluar, untuk ngurus tanaman2 beliau. Beberapa tanaman yang saya kengenin dari halaman rumah kita yaitu bunga melati, kembang sepatu, bunga kenanga, bunga sedap malam dan banyaakkk lagi.
Berhubung saya tinggal di negara 4 musim, gak mungkinlah saya bisa nanam pohon2 tersebut. Tapi pas saya pindah ke KY yang notabene cuacanya lebih banyak panasnya dibanding pas tinggal di MT, tahun lalu, saya nekatkan beli bunga melati (baca cerita saya disini).
Tahun ini saya lagi2 nekatkan beli tanaman kembang sepatu. Sengaja saya pilih warna kuning, karena saya ingat almarhum ibu punya bunga sepatu campuran merah/kuning. Kelopaknya kuning, tapi bagian tengahnya merah merona. Cantik banget.
Ada banyak lagi sik ya kenang2an yang saya pengen create. Misalnya koleksi kristal2 ibu, sabun2 wangi ibu.
Yang saya sekarang sedang cari untuk menjadikan kenang2 an saat tinggal sama ortu menjadi kenyataan adalah sendok teh yang cantik2.
Saya ingat koleksi sendok2 teh ibu. Imut2 dan cantik. Di sini yang namanya sendok teh ya cuma stainless steel saja gitu. Saya sempat lihat di toko asia di tempat saya jual sendok2 teh cantik..tapi belum ada yang saya sreg.
Mudah2 an satu hari saya ketemu ya.
Ada gak teman2 yang punya sentimen saya seperti saya? Yuk berbagi
Tanggal 11 Juli, saya ulang tahun. Ih sudah emak-emak banget ternyata. 😉
Rencananya saya mau ke Philly, tapi apa daya Covid tiba, jadi rencana ke Philly kudu dibatalkan. (Saat menulis ini negara bagian PA relatif belum dibuka kembali sejak pembatasan Covid di bulan Maret 2020, dibanding dengan negara bagian KY yang sudah dalam tahap 2 pembukaan ekonomi). Trus kemana dong? Pikir saya? Rasanya ‘gatel’ tetap pengen jalan2, tapi yang ‘relatif’ lebih aman, yaitu, ya..jalan pakai mobil sendiri.
Tapi kemana? setelah mikir ini itu, saya putuskan mau jalan ke negara bagian tetangga di selatan, alias Tennesse buat hiking lihat air terjun. Karena saya memang selalu senang jalan ke air terjun dan juga daerah yang saya lirik, Tellico Plains, lokasinya tidak jauh dengan Chattanooga yang kami sekeluarga pernah lakoni. Jadi saya agak PD lah, karena rencananya saya mau pergi bertiga doang, dengan anak saya dan anjing saya pakai mobil kecil saya, si smartie.
Hari Jumat, tanggal 10 Juli, kami bertiga mulailah jalan kendara ke Tellico Plains. Kami berangkat jam 10 pagi, lewat interstate 64 timur ke lokasi. Sampai di lokasi kira2 jam 4 sorean. Kabin yang saya pesan murah,namanya Silver Top Cabin at Tellico Plains harganya $60 per malam dari airbnb.com. Dan bersih lagi! dan pemiliknya ramah dan baik, karena saya travel cuma sama anak, masalah bersih dan keamanan jadi faktor utama ya.
Karena sudah sore, kami cuma keliling2 kota, lihat tempat2 makan dan lokasi air terjun. Rencana saya, disini kami akan kunjungi 3 air terjun, Bald River Falls, Baby Falls, Conasauga Falls, ke kota Chattanooga untuk eksplorasi lebih detail, karena terakhir kami disini, gak sempat mampir banyak tempat dan cari tempat berenang alam alias swimming hole kalau istilah disini.
Hasilnya?
Masalah air terjun? asli saya puas.
Bald River Falls, pengunjung bisa lihat dari jalan, atau parkir dan turun ke air terjun sedekat mungkin atau kalau mau ya hike ke atas air terjun. Saya sudah sangat bahagia melihat si Bald River dari bawah dan dari jalan. Mendengar gemuruh air, rasanya ademmmm banget!
Bald River Falls dari sampingSungai Tellico
Bald River Falls
Baby Falls, lokasinya berdekatan dengan Bald River Falls, tidak se-spektakuler, Bald River falls, tapi tetap apik untuk dilihat. Apalagi di tempat parkiran disediakan meja2 piknik. Saya mah bisa duduk batu-batu besar di tepian sungai Tellico berjam-jam cuma ngeliatin arus sungai menderu-deru.
Jalan ke dua air terjun diatas itu mudah, berliku2 sik, tapi ya aspal penuh. Jadi kudu selalu perhatikan jalan.
Conasuga Falls….nah…ini agak beda dengan 2 air terjun sebelumnya. Pertama akses ke air terjun ini, cuma jalan kerikil dan sempit dan banyak bolong2 dibeberapa bagian! saya yang pakai smartie saja, keder pas mikir kalau ada mobil papasan gimana ini? (untungnya gak!) dan musti pinter2 menghindari bolong sana bolong sini. Kalau hujan mah, jangan deh kalau saya bilang.
Selain masalah akses, masalah parkir juga nyebelin. Tempat buat parkir cuma buat buat 5-6 mobil ‘normal’. Kalau ada mobil yang parkirnya serampangan, yah nasib lah, musti nunggu ada yang keluar. Untungnya lagi pas saya sampai, ada mobil yang keluar, jadi saya dapat tempat parkir.
Kalau Bald River Falls/Baby Falls, akses untuk lihat air terjunnya juga relatif gampang, akses ke Conasuga ini amat berbatu2, asli musti lihat kemana kaki kita akan menapak, kalau enggak bisa2 kesengkle – pas saya disana, ada ibu yang kesengkle pergelangan kakinya dan harus digotong sama ambulans.
Sampai di lokasi……wahh….kelelahan terhapus deh! cantik dan pengunjung bisa duduk-duduk ngaso dekat air terjunnya tanpa takut tergelincir atau terbawa arus.
Conasauga Falls tampak depanBertiga di Conasauga FallsAnakku dan Conasuaga Falls
Masalah swimming holes?
Nah..saya sih sudah pernah ke swimming holes yang lebih asik ya..yang kami datangi, Soddy Creek, ibaratnya cuma berenang di sungai saja. Ada sik swimming holes di lokasi yang lain, tapi sayangnya lagi2 masalah tempat parkir sangat terbatas! pas kami datang, kami gak bisa masuk karena parkiran penuh, dan penjaga taman sama sekali gak ramah sama kami. Dan lokasi swimming holes yang satu dengan yang lain agak2 jauh. Males.
Masalah explorasi kota Chattanooga?
Naah…efek Covid masih berasa banget ya. Resto2 yang tadinya ada ruang makan terbuka, semua ditutup. Toko2 lokal juga tutup lebih cepat. Jadi kurang semarak gitu? dan hadewh…masalah parkir juga..kudu parkir di parkiran yang bayarnya $5-$8 per 3 jam…gak relaaaaa…;-)
Oh iya..saat pulang, kami sempat mampir di satu air terjun lagi, namanya Ozone Falls. Astagaaa…..jarak dari parkiran ke air terjun cuma 3/4 mil sik..cuma bebatuan semua!! Kalau mau kesini, jangan lupa bawa walking stick deh! Air terjun Ozone bukan tipe air terjun bergemuruh dengan volume air banyak, tapi tipe air terjun ‘langsing’ dan ‘tinggi’ dimana ada kolam buat berenang2. Berhubung kami sudah mode balik ke rumah, anak saya gak mau berenang wae.
Ozone Falls
Mudah2 an pembaca menikmati foto2 dan video pendek yang saya pajang disini yaaa.
Hari ini saya gembira banget! Masuk ke akun bank buat ngecek saldo….dan ngecek pembayaran pinjaman mobil.
Eng ing eng…..akun pinjaman saya sudah lenyap!! Artinya???
Saya tidak punya hutang mobil lagi!! Masih belum percaya, saya telpon bank saya dan lewat telpon, si mbak bilang “Sudah lunas koq Bu, dari kemarin!!
Whooot whoot!!
Kenapa gitu koq bermakna banget ? Baru juga lunas pinjaman mobil yang gak seberapa?
Buat saya yang telat dewasa, telat mandiri, biasa dibayarin sama ortu, lunasnya mobil benar2 big deal banget.
Mobil ini mobil pertama saya,yang saya beli benar2 dari hasil kerja sendiri. Orang yang konon judulnya suami, sekali gak bantuin saya, baik dalam hal pembayaran angsuran, ongkos reparasi, bayar pajak
Awalnya pas pindah ke KY, saya di terima kerja di kantor cabang yang lokasinya 5 kilo dari rumah. Bulan2 pertama , kami masih pakai satu mobil. Pagi2 semua diangkut, anak di titip di sekolah, kemudian saya di drop, terus si bapak ke kantor di pusat kota.
Pulangnya, kadang saya kudu nongkrong dulu di mal sebelah tempat kerja, karena kantor cabang sudah tutup, tapi si bapak masih otw. Kalau pas apes, anak yang ada telat di jemput. Riweh lah pokoknya.
Mulai dong di bapak rewel, gak mau anterin lagi. Jadi kami mulai cari2 mobil buat saya.
Saat itu saya masih kerja paruh waktu ya, gaji tidak seberapa. Mobil yang saya mampu beli ya kudu mobil bekas , itu juga tergantung harga.
Cari punya cari, lupa gimana ceritanya, kami nemu promosi sign & drive plus 0% DP mobil Smart.
Penasaran kan? Datanglah kami ke toko Mercedez Benz-dealernya Smart, ketemu penjual namanya Charles Buehl.
Promosi yang kami dengar memang benar, cuma sayangnya saat itu tidak ada lagi stok Smart. Kecewa, ya kami pulang. Kalau tidak salah itu bulan November/Desember 2012.
Awal tahun baru, kami di telpon sama Charles, ditanya, apakah masih tertarik? Karena dia ada stok, dan buatan keluaran 2013 malah. Kami bilang ok.
Singkat cerita, pertengahan bulan Februari, saya bawa pulang mobil Smart Coupe 2, tanpa keluar uang sepeser pun.
Bayaran sewa pertama saya itu $99.00 -yang buat saya amat sangat terjangkau. Saya “sewa” mobil ini untuk 3 tahun.
Selesai 3 tahun, penjual yang sama tetap melayani kami. Dia ajukan metode termurah buat saya.
Aslinya kalau kita sewa (lease) mobil, di akhir leasing, kita punya pilihan :1) serahkan mobil balik ke dealer. Tergantung dari kondisi mobil, kita mungkin kena bayar ongkos perbaikan atau 2) serahkan mobil ke dealer, ambil sewa untuk mobil lainnya 3)beli mobil ybs.
Sama Charles, kami dianjurkan untuk “serahkan” mobil, tutup perjanjian sewa, untuk kemudian beli mobil yang sama, tapi statusnya bekas. Dengan begitu, kami akan dapat harga yang jauh lebih murah dibanding kalau beli langsung dari leasing
Singkat cerita lagi, ya sudah saya belilah mobil kecilku. Rentang pinjaman 5 tahun. Angsuran per bulannya $130.00.
Saat itu saya sudah kerja penuh, penghasilan sedikit lebih besar, jadi saya masih mampu bayar angsuran mobil.
Itu tahun 2016….harusnya pinjaman saya jatuh tempo bulan Februari 2021, tapi Alhamdulillah banget saya bisa lunasi lebih cepat.
Banyak banget suka duka saya sama si Smartie. Yang jelas, Smartie adalah mobil pertama yang saya mampu beli!
Meskipun kecil dan sering di olok2, saya tetap cinta sama Smartie.
Sebagai orang Indonesia kebanyakan, satu hal yang saya paling kangeni dari tanah air adalah makanan.
Sudah 15 tahun di Indonesia, saya tetep lebih milih makan siomay di banding cheese poppers, martabak terang bulan dibanding crepes.
Saya juga orangnya tidak hobi masak, jadi masalah kangen sama makanan Indonesia itu lebih dalem lagi.
Salah satu jajanan Indo yang saya kangen adalah martabak manis. Dulu pas di Indo saya lumayan sering beli dari abang2 yang dijualan di sekitar tempat saya tinggal.
Beda dengan martabak asin yang saya sudah PD bikin sendiri, martabak manis saya gak berani buatnya….
Disamping itu juga saya perhatikan, beberapa kali saya icip2 martabak manis homemade, rasanya kurang pas buat saya. Entah itu ketebelan, atau menteganya gak berasa, atau rasa tepungnya terlalu dominan.
Tapi kemarin itu..sakkkkiing pengennya saya nekat nyoba bikin dong. Iih…dua kali gagal. Keki banget rasanya.
Pertama kayaknya salah komposisi tepung, percobaan kedua, matangnya koq gak rata sik??
Setelah gagal dua kali, saya tanya ke teman saya yang hobi masak. Kata dia komposis tepung, tipe kompor, udara tempat kita tinggal berpengaruh…haaaalaahh..mau repot ya?!!
Manyun lah saya. Ternyata susah yaaaaa…(dan memang ya saya paling sebel bikin penganan yang bahannya tepung)
Nah, gak sengaja dengar ada toko khusus jualan martabak di Philadelphia, PA. Denger2 sik enak…cuma belum sempat2 juga ke sana.🙄
Nama warungnya MartabakOK. Pas liat di Google, kayaknya oke banget memang.
Setelah ngobrol sama teman yang juga hobi makan, ternyata MartabakOK terima pesanan untuk kirim ke seantero Amrik.
Ya sudahlah saya akhirnya menyerah. Sekitar dua minggu lalu, saya hubungi MartabakOK lewat WhatsApp. (pakai nomor telpon di bawah ini ya)
Responnya cepet lagi! Saya bilang saya lagi mikir2 mau pesan. Dikirimlah menu ke saya.
Biar gak usah bayar ongkir, saya pesan 4 loyang:
Setelah MartabakOK terima pesanan saya, mereka kirim tagihan yang jelas rinciannya. Saya lalu bayar via Zel.
Dasar saya pembeli yang bawel, saya minta kotak martabak dimasukkan ke paket juga. (Soalnya saya lihat, kotak mereka koq lucu gitu)
Pembayaran beres, beberapa hari kemudian saya di kirimkan foto nomor pengiriman paket.
Wuahhh..senangnya hati waktu lihat kalau paket on the way
Hari ini pas saya kebetulan keluar rumah, voila ada paket di kotak pos saya! Gak sabaran dong..saya langsung buka..mana juga pas sampai pas waktunya saya break dari tempat kerja.
Masing2 loyang dibungkus dalam plastik kedap udara, yang saya langsung masukkan ke freezer.
Saya cuma buka martabak manis komplit dan martabak asinnya.
Coba lihat …alangkah sedapnya penampilan si martabak?!!
Martabak Manis Coklat, Kacang, Keju
Martabak asinnya juga bolehlah…
Si martabak manis cukup dipanaskan di microwave selama 1-2 menit.
Waduh….enaaaaakkk banget! Menteganya berasa (jarum timbangan langsung goyang2), coklatnya, kejunya!!
Kalau martabak asinnya, saya tidak panaskan, karena saya malah senang makan kalau dingin. O iya, martabak asinnya ada 2 jenis saus. Kalau saya bilang, sausnya kurang pedas dan kurang cuko istilahnya, tapi si bule suka.
Jadi masa karantina terasa sedikit lebih manis (dan gembul) dengan adanya persediaan martabak di kulkas
Kalau ada teman2 yang seperti saya, doyan martabak manis tapi ogah masak, pesen deh ke MartabakOK. Dijamin gak nyesel!
Sebagai imigran, nemu yang kayak gini saya bersyukur banget! Bisa menikmati makanan Indo tanpa mudik!
(tulisan ini bukan promosi loh, cuma murni saking senengnya saya sama pelayanan dan produk martabak dari MartabakOK )
Hari ini cerita ringan dulu ya..bukan tentang Covid-19, bukan tentang etika jadi perempuan, ,mau berbagi kebahagian dikit…
Awal tahun ini ,kami diberitahu oleh pengelola apartemen kalau mereka akan melakukan renovasi di semua unit2 apartemen. Renovasinya itu sik cuma ganti tipe lantai dari karpet ke hardwood di dapur, kamar mandi, ruang makan, beberapa bagian hallway seperti pintu masuk, ruang cuci, ganti kabinet dapur, ganti tipe wastafel dan kabinet di seluruh kamar mandi, ganti lampu2 di dapur, ruang makan, patio, kloset.
Sebulan sebelum renovasi di gedung kami dimulai, kami dikasih surat pengingat, dua minggu selanjutnya kami terima surat yang intinya memberi tahu apa-apa yang harus dilakukan dan tanggal berapa hari renovasi kami. Dari surat itu, kami tahu kalau hari renovasi itu tanggal 2 Maret, hari Senin. Kami harus memindahkan mobil yang diparkir di depan gedung untuk tenda para pekerja.
Repot? jelas, karena ruangan yang akan di renovasi itu dapur, ruang makan, 2 kamar mandi, dan satu wastafel. Dapur dan ruang makan kami itu ruang yang paling penuh barang2…ya sudahlah kami jadi ibarat pindahan, semua barang-barang di tumpuk sana sini, ya di ruang TV, ya di kamar-kamar tidur. Kami jadinya juga mengungsi ke hotel dari hari Minggu hingga hari Rabu.
Saya sama sekali tidak nangkringin saat renovasi dikerjakan, berisik juga, lagian saya juga harus kerja.
Jreng-jreng-jreng..pas balik…wuih…ternyata keren banget euy hasilnya. Lemari-lemari dapur dari warna coklat jadi warna hitam, tipe sink juga di ganti, dari dua sink jadi hanya satu tapi lebih deep. Trus lemari nya juga dibuat lebih tinggi, kami jadi ada nambah ruang penyimpanan dengan lemari baru ini. Lemari es, mesin pencuci piring dan kompor diganti dengan yang lebih up to date, ditambah lagi sekarang ada microwave.Kami mah senang banget ya, secara lemari es juga mesin pembuat esnya sudah rusak, dan microwave kami juga mulai ngadat, jadi dapat ganti seperti ini ya pas banget waktunya!
Ruang makan jadi terlihat lebih ‘luas’ dan sleek. Jadilah saya mutar otak buat mengatur ruangan, habis kan gak mau dong, sudah direnovasi jadi keren, masa gak di manfaatin buat di atur lebih apik?
Sebelum renovasi di dekat pintu ada dua tumpuk rak sepatu plus kotak-kotak isi selendang dll, sekarang kotak-kotak saya pindahkan ke ruang cuci, di atas rak sepatu saya cuma taruh nampan dan vas bunga yang sebisa mungkin saya selalu isi dengan bunga , biar siapapun yang datang, langsung disambut dengan bunga gitu…
Senang lainnya,, saya jadi punya ruang kerja lebih luas , kemarin sebelum renovasi, ruang kerja saja mepet banget..tapi sekarang lebih lega’an…
Yang saya senang, saya bisa buat tea station buat saya, coffee station buat yang suka ngopi,
bahkan anjing dan kucing saya pun punya pojokan sendiri sendiri…he…he..he. Itu pernak pernik anjing yang saya selama ini beli dan tersebar dimana-mana sekarang semua bisa ngumpul deh.
Untungnya lagi ya, renovasi unit kami selesai sebelum apa2 ditutup karena Covid-19. Karena setelah renovasi di jalan kami selesai, manajemen menunda renovasi ke gedung berikutnya.
Yang jelas saya sekarang yang ada selalu repot ngebersihin wilayah dapur …ha…ha..ha..karena baru siiik!!
Saya kurang tahu apakah renovasi apartemen itu hal biasa? Kami sudah tinggal di komplek apartemen yang sama sejak 2014, ini pertama kalinya kami mengalami renovasi. Kalau teman-teman pernah mengalami cerita renovasi pas tinggal di apartemen , monggo di bagi kalau mau.