informasi berguna

Jalan-Jalan : Air Terjun & Danau Cumberland

pano_20170219_104320

Minggu, 19 Februari 2017.

Sambil sarapan di rumah makan di hotel, kami lihat-lihat mau kemana lagi hari ini….Tadinya mau ke Cumberland Gap, tapi koq balik ke Louisvillenya jauh ya? 3 jam-an…ya sudah jadi diputuskan kami akan ke danau Cumberland saja setelah nengok air terjun Cumberland.

Resto di hotel ini sebetulnya saya kurang demen sama makanannya…tapi pemandangannya okeh banget…dan juga praktis saja sih..sarapan di hotel…ini pemandangan kami selama makan pagi :

tiff infomation

Selesai makan, kami mulai jalan ke air terjun. Jarak dari tempat menginap ke air terjun, tidak jauh, cuma 0.75 mil, total 1.5 mil bolak balik. Trailnya tidak sulit, cuma menuju ke air terjun jalan nya menurun, pas balik ke tempat parkir…banyak tanjakan deh..lumayan ngos-ngosan…he…he..he

Kami sudah pernah ke air terjun Cumberland sebelumnya, di akhir musim panas tahun 2012. Saat itu, kami mah niat liburan, dan memang kami tinggal lebih lama dan berkemping ria. Ini foto kami waktu pertama kali ke air terjun Cumberland.

cumberland12_collage

Air terjun Cumberland  ini air terjun terbesar di Kentucky, karena ukurannya, air terjun Cumberland diberi nama  Niagara of the South. Di tahun 2012, kami juga pergi ke lokasi air terjun lainnya di sekitar lokasi Cumberland, tapi baru kali ini kami menginap dan menggunakan trail dari hotel untuk ke air terjun.

Cuaca hari ini bagus banget, cerah dan tidak banyak angin… Tidak terlalu banyak pengunjung di lokasi air terjun, mungkin karena bukan musim turis ya. Lokasi air terjun juga banyak yang di tutup, sepertinya ada limpahan air besar sehingga pemerintah kudu memperbaiki ini dan itu di lokasi.

Untung juga kami sudah pernah kunjungi air terjun ini pas musim panas, karena lebih banyak yang bisa dilakoni, kalau berkunjung pas akhir musim dingin seperti sekarang, pengunjung cuma bisa lihat air terjun saja.

Dari lokasi ini, kami mampir ke danau Cumberland, lokasinya sekitar 1.5 jam ke arah barat.  Danau Cumberland seru buat mereka yang suka boating , karena ya luas dan ada marinanya. Di sini kami makan siang di tempat piknik – enaknya ya di taman-taman nasional di seantero Amrik, boleh dibilang selalu ada meja piknik, yang memang disediakan untuk pengunjung memasak sendiri untuk makan mereka tanpa harus mampir ke rumah makan yang harganya tidak murah.

pano_20170219_125906

Danau Cumberland dari teras hotel

Selesai melihat-lihat danau Cumberland dan bendungannya, balliklah kami ke Louisville, sampai jalan-jalan berikutnya ya!

Advertisements

Setelah tiba di Amerika…..

Then what?

Pertama, karena status kita (ini asumsi kondisi masuk ke US secara legal ya) belum penduduk tetap (permanent resident), jadi kita belum langsung bisa kerja.

Dengan alat pengenal satu-satunya yang berlaku dan dihargai secara hukum Amerika adalah paspor Indonesia- memang agak sulit untuk ‘bergerak’.

Nah dengan keterbatasan itu, ini hal-hal yang bisa kita lakukan :

1. Kalau tinggal di apartemen bersama pasangan, minta supaya nama kita di masukkan dalam kontrak sewa menyewa. Kenapa? Karena ini bisa dijadikan bukti tinggal di USA yang akan banyak diminta oleh institusi-institusi lainnya.

2. Kalau tinggal di rumah, bisa gunakan tagihan listrik dan air (utility bills istilahnya) sebagai tanda bukti tinggal di Amerika. Pasangan kita harus menelpon perusahaan ybs untuk menambahkan nama kita di tagihan.

3. Nah setelah ada bukti bertempat tinggal di Amerika, bisa ajukan aplikasi kartu identitas – ibarat KTP lah, judulnya State ID. Dengan memiliki ‘KTP’ ini akan memudahkan kita bertransaksi di tempat-tempat lainnya dari mulai perpustakaan, perbankan, kebun binatang dll.

Nah, Karena di KTP ini akan tercantum alamat kita di Amerika, makanya nomor 1 atau nomor 2 kudu dilakoni dulu. Selain kontrak apartemen dan tagihan air/listrik, surat masuk dengan nama dan alamat kita baru kadang juga bisa dijadikan bukti bertempat tinggal di Amerika.

Karena Saya di Jakarta sudah bisa mengendarai mobil sendiri, Saya tidak pernah memiliki KTP, tapi cukup SIM lokal.

Di beberapa negara bagian, ada yang membolehkan penduduk memiliki KTP dan SIM, tapi di beberapa negara bagian lain, si penduduk cuma boleh memiliki salah satu kartu identitas. Contohnya sewaktu kami tinggal di Ohio. SIM Saya masih berlaku hingga tahun 2014, dan kita tahu kita akan balik ke negara bagian asal (Montana). Jadi Saya ogah menyerahkan SIM Saya, tadinya Saya cuma mau ambil KTP setempat, eh ternyata hukum negara bagian Ohio tidak membolehkan satu orang memiliki 2 KTP dan SIM. Jadi ya Saya ogah ambil KTP/SIM Ohio, yang ada kemana-mana Saya kudu bawa surat dari apartemen yang menyatakan Saya penduduk lokal.

Di Kentucky, ternyata boleh-boleh saja. Lucu ya? Padahl Kentucky dan Ohio berbatasan.

4. Karena Saya  tidak punya uang sama sekali sewaktu baru pindah ke US, jadi kita langsung pergi ke bank suami untuk menambahkan nama Saya di rekening suami – asikk!!- dan dapat kartu debit supaya bisa belanja! hah!!

Nah, masalah bank ini, juga tergantung dari bank masing-masing, kartu identitas apa yang mereka syaratkan. Kalau di tempat Saya bekerja, untuk individu yang bukan warga negara Amerika dan tidak/belum memiliki nomor individu (social security number), bukti identitas yang diperlukan adalah : Paspor, KTP lokal, kartu kredit Visa atau Mastercard atau Discover atau American Express.

Bisa ditanyakan dulu ke bank yang bersangkutan, identitas apa yang mereka minta.

Urusan kartu identitas lokal sudah beres? sip. Langkah selanjutnya?

6. Amat sangat Saya sarankan untuk bisa mengemudi mobil di Amerika. Karena tidak semua kota-kota di Amerika memiliki fasilitas kendaraan umum yang memadai dan bisa diandalkan. Dan tergantung Anda tipe seperti apa? Saya tipe pembosan dan malas selalu tergantung dengan suami untuk diantar ke sana kemari, jadi Saya kudu punya SIM.

Karena Saya sudah biasa menyetir di Jakarta, Saya cukup belajar dengan suami membiasakan diri menyetir di jalur yang berbeda. Jelaslah Saya pernah masuk jalan yang salah…;-).

Untuk yang belum pernah menyetir mobil di Jakarta, monggo daftarkan ke sekolah mengemudi setempat.

Setelah PD mengemudi, mampir ke kantor DMV atau Department Motor Vehicle untuk mengambil bahan tes tertulis mengambil SIM. Pelajari dulu itu soal-soal di rumah supaya nanti sewaktu tes, bisa langsung lulus. Tiap-tiap DMV punya peraturan beda-beda. Kadang Anda bisa tes hingga 3 kali berturut-turut dalam sehari, ada yang hanya membolehkan tes 1 kali sehari.

Sudah PD mengemudi? sudah belajar tes tentang peraturan lalu lintas? Bisa daftarkan untuk tes di DMV setempat.

Nah ini juga berbeda di tiap negara bagian. Ada negara bagian yang calon pengemudi bisa ambil tes tertulis dan langsung tes mengemudi. Di negara bagian lain, karena jadwal yang ketat dan terbatasnya pegawai, si calon harus datang minimal dua kali.

Yang jelas tes tertulis harus lulus dulu baru Anda bisa ambil tes mengemudi.

Alhamdulillah Saya langsung lulus- karena sudah belajar lebih dulu!

7. Dapat identitas lokal sudah. Beres-beres tempat tinggal sudah. Lihat-lihat tempat belanja keperluan sehari-hari sudah. Ngapain lagi dong? bosan? tapi belum bisa kerja? (karena belum dapat ijin kerja). Anda bisa :

a. Daftarkan diri ke ‘adult education class‘ yang di selenggarakan oleh Pemda setempat dan biayanya amat terjangkau. Dari mulai berkebun, memasak, bertukang, dan banyaaaak lagi. Di Louisville, Kentucky bisa dibaca disini,

Saya sendiri pernah ikutan beberapa kelas sewaktu tinggal di Bozeman, biasanya kelas-kelasnya diselenggarakan di malam hari. Lumayan biar ini otak tidak menganggur.

b. Menjadi sukarelawan alias volunteer. Biasanya perpustakaan, tempat ibadah, sekolah, musium, food bankcommunity center selalu ada lowongan untuk sukarelawan. Jangan salah, waktu yang kita habiskan sebagai relawan ini bisa dimasukkan ke dalam resume loh! untuk sekolah, kemungkinan agak lebih sulit karena mereka akan minta laporan latar belakang (background check) dari FBI – dan untuk itu mereka akan perlu SSN kita. (yang kemungkinan belum kita dapatkan)

Kayaknya itu saja deh yang Saya bisa tulis saat ini.

Semoga berguna ya!

 

 

 

 

 

 

 

 

Informasi menjual barang bekas di Amerika (dan dapat uang jajan tambahan) – Bagian Pertama

Kalau ada rekan-rekan yang suka membaca blog Saya, tulisan ini boleh dibilang sambungan dari tulisan ‘Contohlah…’ dan informasi ini sebelumnya Saya tulis di cerita itu, tapi koq ya setelah Saya pikir-pikir kurang cocok, jadi Saya revisi tulisan Saya tersebut dan ini tulisan murni mengenai informasi berjualan barang-barang (bekas) di Amrik.

OK? Mari kita mulai!

Nah, setelah Anda tinggal di Amrik, ada kemungkinan Anda mengalami salah satu situasi di bawah ini :

  • Anak Anda sudah bukan bayi lagi, dan sekarang Anda punya banyak barang-barang bayi yang sudah tidak terpakai lagi
  • Anda akan pindah ke tempat baru, banyak barang-barang yang Anda sudah bosan dan tidak mau pakai lagi
  • Tiba-tiba Anda menjadi kurusan atau lebih makmur, sehingga baju-baju Anda mendadak tidak muat lagi
  • Anda ingin mengganti perabot, tapi koq perabot lama masih bagus ya? mau dikemanakan dong?
  • Ternyata Anda atau salah satu anggota keluarga Anda penderita shopoholic tanpa disadari banyak barang-barang tidak karuan di tempat Anda tinggal, sementara Anda tidak selera lagi
  • Anda butuh uang sementara gajian masih jauh dan ada tagihan yang kudu dibayar
  • Mau renovasi ruangan, itu pintu kabinet, kerangka jendela yang lama, sisa cat, sisa bahan bangunan di kemanakan dong?
  • Anda mahasiswa yang sudah selesai belajar di Amerika dan sekarang mau pulang ke tanah air
  • dan lain-lain

Solusinya? Gampang.

Selain yang Saya sudah tulis di tulisan Saya sebelumnya, ini Saya berikan informasi lebih detail (dan sebagian besar Saya juga lakoni sendiri)

Langkah pertama adalah cari (baca : google) toko konsinyasi (consignment store) di kota Anda.

Nah, toko konsinyasi ini juga beragam jenisnya dan juga tergantung jenis barang yang Anda mau titip jual.

Ada konsinyasi yang berani bayar uang tunai dimuka, ada konsinyasi yang akan membayar setelah barang terjual.

Berikut Saya beri daftar yang Saya tahu pasti cara kerjanya.

  • Bayar Tunai di Muka :

Tipe konsinyasi seperti ini untungnya Anda terima uang tunai di tempat saat Anda berikan barang Anda dan setelah mereka mensortir barang Anda yang mereka anggap bisa dijual di toko mereka.

Porsi Anda bisanya hanya 30% dari harga jual yang mereka tetapkan dan tidak ada biaya pendaftaran anggota. Cukup mengisi formulir.

Contoh : Anda bawa sepatu merek Charlotte Russe, mereka terima sepatu Anda, dan dalam anggapan mereka, sepatu ini akan dijual seharga $ 10.00, berarti mereka hanya akan membayar Anda sebesar $3.00

Kecil memang, tapi Anda terima uang langsung dan tidak ada resiko tidak mendapakan uang sama sekali nantinya.

Toko-toko yang menerapkan sistem ini

Saya pribadi pernah menjual barang-barang ke toko-toko tersebut diatas.  Berikut informasi tambahan lainnya :

Di toko pakaian wanita, banyak baju-baju Saya yang ditolak, mereka sangat ‘teliti’ dalam menyortir barang-barang.

Cek baju-baju Anda sebelum dibawa ke 2 tempat diatas. Cek :sobek, pudar, hilang kancing, baju berwarna hitam, noda, cabikan meskipun kecil , boleh dipastikan tidak akan dihargai.

Plato Closet lebih diutamakan untuk konsumen anak remaja, sementara Clothes Mentor untuk konsumen lebih dewasa.

Jangan pergi untuk menjual barang di hari Sabtu atau Minggu karena banyak sekali orang-orang yang menjual barang di hari itu.

Dan meskipun Anda diperbolehkan pergi meninggalkan barang-barang untuk disortir petugas, Anda diharuskan balik ke toko sebelum toko tutup, kalau tidak maka Anda tidak akan dibayar dan barang-barang anda yang di drop menjadi milik toko sepenuhnya.

Toko-toko yang Saya sebutkan diatas itu franchise, artinya ada kemungkinan Anda akan menemukan toko-toko tersebut di kota besar di manapun di Amerika.

  • Bayar setelah barang terjual

Untuk toko-toko yang menerapkan sistem ini, biasanya ada biaya pendaftaran, sepengetahuan Saya, di dua toko yang sudah pernah Saya lakoni, biaya pendaftaran $5 untuk satu tahun.

Untungnya toko seperti ini, porsi penjualan untuk Anda, cukup besar, 40%-60% dari harga terjual, tapi Anda hanya akan dibayar setelah barang benar-benar terjual.

Jadi selalu ada resiko Anda bisa-bisa tidak akan dibayar sama sekali, karena penjual toko biasanya menetapkan jangka waktu maksimum barang Anda ‘boleh’ dipajang di toko dan Anda masih mendapat porsi penjualan.

Yang Saya pernah alami, maksimum barang di pajang ditoko itu 3 bulan, setelah itu, toko berhak melakukan tindakan apapun terhadap barang Anda dalam arti mereka boleh memotong harga hingga 90% atau ‘melego’ barang anda ke tempat lain tanpa Anda memperoleh porsi penjualan.

Di Louisville, Kentucky ada 2 toko lokal yang Saya tahu pasti:

– Sugar Baker – untuk wanita

-The Attic – untuk perabotan rumah tangga

sedangkan di Bozeman, Montana, Saya pernah menjual di Recouture untuk baju, perhiasan, tas bermerek. Toko ini juga menerima perabotan antik.  Di Bozeman juga, bekas tetangga Saya mempunyai toko barang bekas untuk bayi dan anak-anak; nama tokonya Growth Spurts Retail Boutique. 

Untuk barang-barang olah raga, sepeda, trailer bayi, bisa dijual di Play it again Sports.

Berdasarkan pengalaman pribadi Saya, Saya cenderung lebih pilih ke sistem konsinyasi bayar setelah barang benar-benar terjual, terutama kalau Anda tahu pasti barang Anda ini bermerek, dalam kondisi prima, dan trendy.

Jadi pilihlah konsinyasi tipe ini untuk barang-barang Anda yang lebih ‘bermutu’. Terus terang juga Saya agak-agak ‘glek’ waktu menerima uang dari konsinyasi tipe tunai…’lha..koq cuma segini yak? he…he…he…tapi karena BU alias butuh uang, jadi ya mau gimana lagi.

Untuk konsinyasi tipe tunai, Anda berhak menolak tawaran mereka, dan memilih ambil kembali barang-barang Anda.

Tapi kalau dipikir-pikir intinya, daripada menumpuk barang, lebih baik di lego kan? 😉

Kenalkan : Pretty Batik Boutique

64173_10152038051008022_1979263615_n

Siapa yang tidak kenal batik?

Tekstil bermotif asli Indonesia, tepatnya dari pulau Jawa, karena kalau di Sumatera namanya Songket kan ya? 😉

Dari dulu Saya senang batik, tapi terus terang sejak pindah ke Amerika, jadi tambah rindu dengan batik.

Nah, ingat tidak tulisan Saya sebelum ini , yang intinya mendorong rekan-rekan imigran Indonesia untuk kreatif dalam beride, yang siapa tahu bisa jadi peluang bisnis?

Salah satu orang Indonesia yang berhasil membuka bisnisnya lewat facebook adalah  Jeng Kissy. Dia berdomisili di New York, ibu dua anak yang manis dan ganteng.

Jeng Kissy ini buka usaha berjualan batik sejak 2012. Nama usahanya ‘Pretty Batik Boutique‘ yang bisa kalian cari di facebook. 

Alasan si Jeng membuka usaha ini adalah karena dia ingin mempromosikan budaya Indonesia yang cantik  ke dunia internasional oleh orang Indonesia sendiri.

Sebagian besar barang-barang di toko Kissy untuk anak-anak dan barang-barang untuk orang dewasa, wanita terutama, seperti tas, selendang dan perhiasan. Produk yang paling top dari Pretty Batik Boutique adalah tu-tu batik untuk anak perempuan. Imut – imut sekali!!

Coba deh tengok toko Kissy di facebook, siapa tahu ada yang naksir atau memberi ide untuk pembaca!

Hidup Indonesia!

O iya, jangan lupa dukung usaha batik Jeng Kissy dengan menengok halaman Pretty Batik Boutique di facebook dan memberi jempol!!

Kenalan berikutnya : Usaha Fotografi oleh Jeng Valerie. Di tunggu yaaaaaa!!