musim panas

Jalan-Jalan Ke Kebun Bunga Matahari

Setelah beberapa kali lihat foto teman2 di IG bergaya di kebun bunga matahari, hari Minggu tanggal 8 Agustus 3021, saya kesampaian ngeceng di kebum bunga matahari.

Seperti di Indo, di Amrik, yang namanya mengunjungi kebun (dan memetik buah sendiri) atau peternakan itu juga aktifitas wisata. Kalau di Indo, saya sempat ke perkebunan apel di Malang dan metik apel sendiri, di Amrik selain kebun buah2an seperti blueberries, strawberries, apel, pumpkin, kita juga bisa ke kebun bunga2 an, yang paling banyak itu adalah kebun bunga matahari dan lavender.

Di sekitar tempat saya tinggal yang pasti memang saya tahu kebun2 yang saya sebutkan diatas. Saya sendiri sudah pernah metik blueberries dan strawberries di Huber Farms, ambil pumpkin di IN.

Kalau kebun bunga matahari ya baru kali ini. Tahun2 sebelumnya saya telat melulu, si kebun sudah keburu tutup karena memang aktifitas2 seperti ini sifatnya musiman banget.

Makanya pas saya nemu artikel di FB tentang Country Pumpkin masih buka kunjungan ke kebun bunga matahari mereka dan ada buat hari Minggu jam 7:30 PM, ya saya langsung beli tiketnya.

Tiket buat ke kebun bunga matahari ini $8 per orang, kalau pengunjung mau petik bunga, ada tambahan $3.00 untuk 3 bunga matahari atau $6 untuk 6 bunga matahari

Saya pilih petik 3.

Lokasi pertanian ini lumayan jauh sik, sekitar 1.5 jam.

Sampai di lokasi, pengunjung naik gerbong di tarik traktor, duduk di tumpukan jerami, hay rides istilahnya untuk pergi ke area kebun matahari nya.

Sesampai kita di kebun matahari, pengunjung boleh jalan2 dan foto2 selama 1 jam an sebelum balik ke rumah utama.

Di kebun ini, pengelola sengaja meletakkan ornamen2 tersebar di beberapa titik di kebun untuk pengunjung berfoto ria. Ada bangku raksasa, ada piano, ada bingkai, ada rumah kecil, kedai dan gerobak.

Saya yang meskipun kurang bisa bergaya plus gak ada yang motretin juga, sempetin lah motret sana sini.

Secara umum, saya pilih aktifitas seperti ini karena buat saya gak selalu di tiap negara bagian loh kita bisa mengunjungi kebun bunga matahari.

Juga biar ada acara keluar rumah, nikmati alam gitu. Lagian lihat bunga2 begini buat saya juga bikin hati sumringah.

Aktifitas Untuk Anak Di Musim Panas (Summer Camp)

Terus terang setiap musim panas saya kebingungan, bingung cari kegiatan untuk anak semasa liburan sekolah, maklum saya dan suami dua-duanya kerja. Meskipun saya kerja paruh waktu, sehari sekitar 6 jam, si anak yang jelas belum (tidak) bisa ditinggal bengong  sendiri di rumah, terutama waktu dia masih relatif kecil.

Tahun-tahun pertama si kecil masuk usia sekolah, tidak bohong kalau boleh dibilang kita ‘bokek’ selama musim panas. Summer camp itu yang jelas tidak murah! Lumayan banyak memang pilihan, tapi yang sesuai kantong, waduh, boleh dibilang sedikit.

Kami pernah coba summer camp di lokasi sekolahan, summer camp di lokasi YMCA, summer camp di tempat anak berlatih bela diri.

Tahun pertama si kecil di summer camp (dia kelas 1 SD, naik kelas 2, umur 6 tahun), ybs masing menikmati, selain karena lokasinya di sekolah dia sendiri,pengasuh-pengasuhnya juga ramah-ramah dan berpendidikan dan  juga karena cukup banyak kegiatan di luar, seperti berenang di fasilitas YMCA, jalan-jalan ke taman air pancuran, jalan-jalan ke kebun binatang, jalan-jalan ke kolam berenang di luar kota dll.

Tahun kedua, dia mulai bosan, memang lokasinya berbeda dengan lokasi tahun pertama, jadi dia kurang familiar dengan rekan-rekan sebayanya.

Saya sendiri juga kurang puas dengan mutu pengajarnya, terkesan bloon, kurang perhatian dan cuma sibuk ber-selfie waktu saya lihat foto-foto yang di unggah di facebook.

Tahun ini boleh agak beda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Anak sudah lumayan cukup besar dan mandiri, dan tempat tinggal kami sangat dekat dengan tempat kerja saya, kita putuskan anak tidak partisipasi dalam summer camp setiap minggunya dan juga kita pilih summer camp dari institusi yang berbeda-beda.

Salah satu summer camp yang kita pilih tahun ini adalah summer camp yang diselenggarakan oleh boy scout si anak. Boleh dibilang ini summer camp yang paling ‘bermutu’ dan juga sepadan dengan harganya.

Anak-anak bermain di luar seharian, kegiatannya juga bermacam-macam, ada belajar memanah, belajar menembak dengan senjata berpeluru pelor (BB gun), belajar menurunkan bendera, dan lain-lainnya yang boleh dibilang sangat boyish ya namanya juga dari boyscout ya? 😉

Tidak ada yang namanya main komputer, atau terkukung di ruangan selama berjam-jam seperti yang saya lihat di camp yang pernah dia lakoni sebelumnya.

Setiap saya jemput si anak selalu ada yang dibicarakan dengan semangatnya. Senang melihat dia aktif dan berkumpul dengan sesama anak-anak laki sebayanya.

Sekedar berbagi, ini beberapa hal yang saya pertimbangkan sebelum memilih summer camp:

  1. Lokasi – saya selalu pilih lokasi yang dekat dengan rumah atau tempat kerja, pertimbangannya kalau ada masalah, saya atau suami akan mudah datang ke lokasi.
  2. Harga dibanding dengan kegiatan : kalau anggaran tidak terbatas, harga tidak jadi masalah ya. Tapi buat kami pribadi, kami cuma mampu untuk membayar camp sekitar $100-$200, untuk $200 yang jelas tidak mungkin kita lakoni setiap minggu
  3. Durasi camp ,kami harus pilih camp yang sesuai dengan jadwal kerja. Ada beberapa camp yang kami sangat tertarik, tapi sayangnya waktu camp (11 pagi hingga 4 sore), sulit untuk saya ataupun suami untuk mengantar & menjemput si kecil.
  4. Jadwal kegiatan sehari-hari : saya sungguh tidak puas dengan salah satu institusi penyelenggara camp, masa’ di jadwal kegiatan tercantum kunjungan ke lokasi X yang intinya cuma ruangan terbuka, atau cuma tercantum ‘nonton film’ (bukan di bioskop). Hal lain yang saya pelajari adalah meskipun penyelenggara camp sama dan harga camp sama, tapi di lokasi yang berbeda, jadwal jalan-jalan (field trip) akan sangat berbeda, karena si kepala camp di lokasi lah yang menentukan tujuan-tujuan field trip untuk lokasi mereka. Tahun kedua si kecil ikutan camp di lokasi sekolah, saya sempat bandingkan jadwal kegiatan di lokasi dia dan di lokasi lain. Waduh beda banget! untungnya lokasi yang kita pilih waktu itu menawarkan field trip yang lebih seru dibanding lokasi lainnya.
  5. Pengasuh camp : Paling males kalau ketemu pengasuh camp yang terlihat tidak ramah, tidak peduli dengan anak-anak. Pengalaman pribadi ketemu dengan pengasuh seperti ini, saya tidak sungkan sungkan mengutarakan keberatan/kejengkelan saya di survei yang mereka kirim di email.

Intinya ya kita sebagai orang tua harus pandai-pandai memilih camp, karena beberapa camp ada yang super komersil tapi kurang bermutu, ada camp yang terjangkau namun menawarkan aktifitas yang cukup beragam.

Kalau boleh milih sih ya..mending saya jadi ibu RT saja dan menghabiskan waktu dengan si kecil selama musim panas, apa boleh buat, saat ini belum memungkin kan.

Buat ibu-ibu yang tidak perlu repot memilih dan bisa menemani anak-anak selama musim liburan , bersyukurlah, enteng di kantong yang jelas.