Month: March 2014

Kita dan telpon genggam

Hari gini, siapa sih yang tidak punya telpon selular, baik itu Iphone, Blackberry atau telpon canggih lainnya. Waktu Saya coba google untuk cari statistik pemakai telpon genggam, konon 91% penduduk Amrik memiliki telpon genggam. Di survey itu juga dinyatakan kalau sebagian besar penduduk sudah meninggalkan budaya telpon rumah. Memang benar kalau telpon genggam itu sudah menjadi budaya ‘harus punya’ buat sebagian besar orang.

Dimana-mana kita bisa lihat orang-orang sibuk wara wiri dengan telpon mereka, di antrian kopi, di lobi bank, di stasiun, di kamar mandi,  di toko, sambil jalan, sambil nyetir mobil!!, sambil makan di restoran, sambil kerja!! dan seterusnya……………..

telpon ibarat oksigen, tanpa telpon, ‘mati’ rasanya hidup di pemegang telpon.

Beberapa teman yang Saya kenal, bisa kebingungan tidak karuan kalau lupa membawa telpon. Pernah rekan kerja kelupaan bawa telpon, padahal hari itu kita cuma kerja 4 jam-an, halah, dia panik setengah mati, sampai2 dia telpon suaminya untuk datang ke tempat kerja membawa telpon dia. Ck..ck..ck..Saya sampai geleng-geleng kepala. Perasaan tempat kerja Saya bukan ruang darurat deh yang HARUS berkomunikasi setiap saat. Atau pebisnis yang super sibuk yang harus memantau klien setiap detik.

Saya pribadi bukan penggemar telpon genggam. Telpon genggam yang Saya miliki usianya lebih dari 2 tahun dan prabayar. Satu bulan Saya cukup bayar $15.00. Karena tipe telpon Saya yang jadul, ada rekan kerja yang meledeki Saya, telpon Amish katanya. Saya sih ketawa saja.

Saya butuh telpon genggam untuk berjaga-jaga, misalnya pas anak Saya kena diare di sekolah, pihak sekolah harus menelpon Saya, atau kalau Saya akan telat menjemput anak di tempat penitipan anak, atau suami akan telat pulang, dan mau memastikan Saya tidak menunggu2 dan sebagainya.

Sudah hampir 2 bulan telpon Saya entah dimana karena Saya lupa dimana Saya taruh. Saya tenang-tenang saja tuh. Hidup berjalan lancar, pekerjaan beres, ini dan itu tetap berlangsung tanpa ada hambatan berarti.

Terus terang juga rasa hormat Saya banyak pupus terhadap ‘pelakon telponku oksigenku’.

Kenapa? Sebagian besar tipe ini amat sangat terserap pikirannya terhadap telpon semata.

Lupa tata krama, sopan santun.

Berhadapan dengan sesama manusia menjadi tidak sepenting dengan memelototi telpon.

Keselamatan orang lain menjadi tidak sepenting mengirim text dikala mengendarai mobil.

Pelayanan terhadap konsumen bisa dinomor duakan karena harus balas pesan dulu di telpon.

Sebagai pekerja di bidang jasa, terus terang paling malas Saya menyapa pelanggan yang sibuk dengan telponnya. Buat apa gitu?Apakah karena Saya ‘kebetulan’ berada di sisi berbeda dengan mereka Saya patut diacuhkan? Saya kurang penting dibanding bermain dengan telpon?

Jujur deh, berapa dari kita sebetulnya benar-benar HARUS menggunakan telpon untuk hal-hal penting? bukan untuk foto-foto (baik selfie atau yang tidak puguh), bukan untuk kirim teks gak penting, bukan untuk main candy crush?, bukan untuk menjelajah status dan foto teman-teman di facebook, twitter dst?

Apa hal-hal tersebut di atas cukup dijadikan alasan kita untuk lupa tata krama? tidak peduli keselamatan orang lain?
lupa kalau berbincang dengan manusia di hadapan mata, fokuslah dengan dia bukan dengan telpon di genggaman?
lupa kalau ada hidup di dunia nyata, bukan dunia maya?

Adanya telpon canggih yang KONON bisa membuat hidup kita lebih mudah, bukan berarti kita harus menjadi orang yang lupa tata krama kan? Teknologi harusnya mengeratkan hubungan sesama manusia, bukan jadi mengasingkan sesama manusia.

Ah…Saya cuma bisa bersyukur karena hingga saat ini masih belum merasa perlu memiliki whatsapp ataupun pin BB atau ini dan itu lainnya. Kuno? ya tidak apa2, yang antik yang susah dicari dan mahal harganya kan? 😉

 

Pssst….jangan pernah beli barang harga penuh di Amrik!

Image

 

Aturan pertama belanja di Amrik:

Jangan pernah beli barang tanpa ada potongan!

Karena satu saat barang yang bersangkutan pasti akan ada promosi.

Tip belanja :

1. Di Macy – tunggu promosi ‘One Day Sale’ karena harga barang2 notabene paling rendah dan bisa kombinasi dengan kupon yang dikirim lewat pos

2. Banana Republic – paling tidak satu bulan sekali ada promosi extra potongan 40% untuk barang-barang yang sudah didiskon.  Sempat beli sepatu boots harga asli $225, cukup bayar $50, bahan material dari kulit.

3. JC Penney – daftar di program Rewards, dijamin dikirim kupon, maksimal 25%. Sering kali ada promosi gratis. Baru-baru ini dapat kupon gratis handuk (seharga $10), tidak nolak dong.

4. Stein Mart – daftar program Rewards, di email akan dapat extra potongan 20%-40% dari harga yang sudah didiskon. Koleksi sepatu Stein Mart boleh dibilang unik, tidak ada di toko lain, tapi jangan pernah beli kalau harga belum di diskon. Karena kalau tanpa diskon, ya harga jadi samimawon, mahal. Nemu sepatu merek EuroSofft yang notabene merek cukup bagus, seharga $25 – harga asli $60++

5.  TJ Maxx – harga pakaian boleh dibilang ‘biasa’ alias kita bisa temukan harga yang sama di departement store. Yang boleh dibilang miring di toko ini menurut Saya itu kosmetik dan pernak pernik perawatan tubuh. Kadang ada merek kosmetik beken seperti Estee Lauder, Shisedo, Elizabeth Arden dengan harga $10-$30 lebih murah. Contoh : Serum Idealist dari Estee Lauder, di situs harga minimal $62, di TJ Maxx cukup $32. Body Butter merek The Body Shop, harga termurah di toko asli $10 (promosi), disini cukup $4-$6.

Bule senang kulit coklat?

kik..kik…kik…hayo ingat kan dengan stereotype ini?

Benar atau tidak sih kalau bule itu senang sama yang keling-keling?

Ternyata……………….

Ada benarnya!!
Dan ini bukan cuma laki-laki kulit putih yang suka dengan perempuan berkulit coklat. Tapi perempuan kulit putih pun terobsesi untuk berkulit coklat.

Suami sendiri lebih senang kalau kulit Saya coklat. Di musim panas, waktu Saya kerjaannya berenang hampir tiap hari, ini kulit yang ada gosong, eh malah di sayang-sayang sama Suami.
Eksotis istilah kerennya.

Nah itu kalau laki-laki.

Kalau perempuan; Manager Saya di tempat kerja itu ternyata langganan ke salon tanning, dia sendiri mengakui kalau dia pengen banget punya kulit seperti SayaDan dia bukan kenalan pertama Saya yang Saya tahu keranjingan ber-tanning di salon.

Ada kenalan yang sejak usia 20 tahun sudah menjadikan tanning ritual setiap bulan.

Pernah Manager Saya (perempuan) celetuk ‘Laki-laki suka perempuan seperti kamu, terutama warna kulitmu’

Ha…ha…ha…
Saya pribadi sih senang-senang saja, tapi tidak jadi keranjingan mandi matahari atau mandi sinar ulta violet di salon. Karena ternyata setelah Saya perhatikan, mereka yang waktu mudanya pergi ke salon UV, koq kulitnya jadi terlihat tidak alami, ibarat tas kulit yang sudah lama dipakai (very beat-up old leather bag)…

Jadi bersyukurlah kalau punya  kulit eksotis…tidak perlu ke salon kan…;-)

Askes oh Askes (di Amerika)

Mungkin ini karena pengalaman orang tua waktu di Jakarta, mereka kena tipu agen asuransi. Jadilah Saya sekarang agak-agak alergi kalau dengar kata asuransi.

Di Amerika, hidup tanpa asuransi boleh dibilang tidak mungkin. Dari mulai asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi rumah, asuransi mobil, panjang deh daftarnya.

Ini Saya mau cerita pengalaman pribadi mengurus klaim dengan asuransi kesehatan Saya.

Tahun lalu itu Saya berasuransi dengan Aetna lewat perusahaan tempat Saya kerja. Saya sendiri jarang ke dokter, tapi memang tahun 2013 sekeluarga agak lebih sering sakit, meskipun tidak parah, tapi cukup membuat kita khawatir sehingga kudu pergi ke dokter.

Salah satu kunjungan dokter yang Saya lakukan itu di akhir tahun 2013, tepatnya tanggal 31 Desember. Seperti biasa laporan dari asuransi Saya terima kira-kira satu bulan setelah kunjungan ke dokter. Waktu Saya buka. lah??!! Kaget, karena di laporan tertera kalau kunjungan Saya tidak akan dibayar asuransi karena Saya tidak memiliki asuransi saat kunjungan!!!!

Bingung dong?? Langsunglah Saya obrak abrik berkas-berkas askes dari kantor. Di situ tertera kalau ‘Saya terlindungi oleh asuransi hingga Desember 31, 2013. Saya telpon ke bagian kepegawaian kantor, di konfirmasi kalau data yang Saya miliki benar. Saya telpon asuransi, jawaban pertama ‘Di data kami, asuransi Anda hingga Desember 30, 2013. Akan Kami selidiki lebih lanjut.’

Keesokan harinya Saya terima pesan dari Asuransi kalau data yang mereka miliki adalah benar. Desember 30 1013 hari terakhir Saya terasuransi.

Telpon lagi ke kepegawaian, lagi-lagi dijawab kalau Saya harus diasuransi hingga Desember 31 2013 dan mereka tidak menemukan hal yang mengatakan berbeda.

Telpon Asuransi lagi, kali ini dijawab oleh Supervisor, ternyata masalahnya adalah ‘premi’ yang mereka terima hanya sampai tanggal 30 Desember 2013. Oleh si Supervisor, dia berjanji akan melanjutkan kasus Saya ke departemen yang berwenang (masalah pembayaran premi). Agak sedikit legalah Saya.

Dua minggu berikutnya Saya terima tagihan dari dokter, halagh?? Saya masih harus membayar penuh?

Waktu Saya lihat slip gaji, memang di minggu terakhir 2013, bayaran asuransi Saya tidak seperti biasanya. Jadilah Saya coba email HR kantor untuk menanyakan kenapa bayaran asuransi berbeda. Dijawab kalau itu dikarenakan mereka harus membagi bayaran 2 hari di tahun 2013 dan 3 hari di tahun 2014. Jadi kesimpulan Saya, Saya sudah bayar premi dong.??

Telpon lagi ke pegawaian kantor. Kali ini Saya jelaskan kalau ada masalah di pembayaran premi. Pegawai yang menjawab kali ini sepertinya lebih mengerti duduk masalah. Dia berjanji akan mengirim email ke asuransi ,data terbaru Saya. Ok. Saya pikir beres dong?

Dua minggu berikutnya, telpon lagi ke Asuransi……loh..di data mereka masih tertera ‘asuransi tidak dibayar!!’ haduhhhhhhhh………
Hampir gila rasanya!! masalah sederhana begini koq susah sekali ya dibereskan??

Akhirnya kemarin, 14 Maret, Saya dapat email dari asuransi yang memberitahukan kalau ada penjelasan baru mengenai status kunjungan tanggal 31 Desember. Akhirnya tagihan Saya dari $203 , turun menjadi $78.72.

Gila kan? Dari pengalaman ini Saya belajar, kalau menyangkut asuransi, kita harus berani protes karena mereka belum tentu benar dalam memproses klaim kita!!!

Piknik yuk piknik

Salah satu hobi baru setelah pindah ke Amerika adalah berpiknik ria, alias makan di taman terbuka disaat hari cerah.

Contohnya hari ini. Wuih…rasanya seperti musim panas, suhu udara 75F atau 24C, dan matahari bersinar super cerah. Yang ada kami buru-buru merencanakan piknik di luar. Menunya sederhana saja, burger. Jadilah pulang kerja Saya ke supermarket beli bahan-bahan.

Jam 6 petang, kita cabut ke taman dekat rumah. Ternyata bukan cuma kami yang berpikiran untuk berpiknik ria. Taman terlihat ramai, hari secerah ini tampaknya tidak disia-siakan warga Louisville.
Untunglah meja-meja piknik masih tersedia banyak. Jadilah kami memilih tempat dekat dengan jembatan dan sungai kecil.

Setelah berbulan-bulan terkurung di rumah karena udara dingin menusuk tulang, senang rasanya berada di luar, menghirup udara segar, bercelana pendek, bersandal jepit.

Selamat Datang Musim Semi!!

Image

Menjadi Seperti Wong Amerika :Tergila-gila matahari

Tahun-tahun pertama di Amerika, Saya kebingungan melihat polah bule-bule yang super semangat berpakaian minim dan langsung ‘kabur’ keluar rumah saat hari mulai terasa hangat.  Jalan-jalan dan taman-taman yang tadinya sepi dan dingin, tiba-tiba menjadi ramai dan hangat.

Kata Saya dalam hati ‘Idih, ini bule-bule gila apa ya? Baru ada matahari dikit dah pakai tanktop dan sandal jepit.Biasa aja deh ah.’

Sekarang, Saya ibaratnya ya si bule-bule itu. Setelah berbulan-bulan terkurung di rumah, berpakaian berlapis-lapis, hati ini meloncat riang gembira saat hari dimana matahari bersinar cerah dan menghangatkan bumi.

Ayo, ayo cari tempat terbuka untuk berjalan-jalan menikmati matahari!

Kenapa gitu?

Setelah 8 tahunan di Amerika, Saya menyadari kalau salju memang cantik, tapi membosankan. Mungkin karena jiwa Saya tetap jiwa tropis, jadi Saya akan selalu cinta hangatnya sinar matahari.

Sebelum Saya tinggal di Amerika, keberadaan matahari, hari-hari yang selalu hangat Saya tidak pedulikan.

Tapi setelah disini mengalami sendiri yang namanya cabin fever , Saya menyadari kalau Saya tidak akan pernah bosan akan indahnya matahari dan mensyukuri datangnya hari-hari cerah !!

Selamat datang Musim Semi!!Imagefeb25