Tradisi Amerika Yang Tidak Saya Lakoni : Tetap Menggunakan Nama Gadis

Sampai saat ini Saya belum ganti pemberian orang tua saya. Nama hukum saya masih seperti dulu. Meskipun tidak bohong kalau telinga ini ‘sakit’ setiap mendengar nama depan saya di ucapkan orang Amerika, tapi nama komplit saya belum berubah.

Kalau tho saya mau ubah nama saya, saya sudah punya nama ‘Amerika’ – yaitu nama saya yang lebih mudah diucapkan lidah bule plus nama suami – yang saya ‘ciptakan’ lebih karena alasan lebih mudah di gunakan dan diucapkan sehari-hari , dan saya pakai untuk keperluan tidak penting : email gaul, blog, sosial media, dll. Nama beken atau nama panggung istilah selebritinya. winking-smiley-face-clip-art-Smiley-Face-Clip-Art2

Alasan saya belum mau ganti nama secara  hukum, ada dua : malas urus berkas-berkas untuk ubah nama dan sentimen pribadi dimana saya merasa nama saya adalah identitas saya sebagai individu, saya sebagai pribadi yang lepas dari bayang-bayang suami dan juga ini adalah pemberian orang tua saya – mereka pilih nama saya dengan pertimbangan sebaik-baiknya. Saya koq ngerasa kurang ‘sreg’ mau mengubahnya kalau cuma semata-mata karena pernikahan.

Lagipula saya merasa janggal menggunakan nama belakang turunan Irlandia dari suami, wong muka wedok’ gini nama berbau Irlandia, kurang cocok deh ah.

Sebetulnya hal begini biasa di Indonesia, tradisi kita tidak ada ‘keharusan’ mengganti nama setelah menikah, tapi di Amerika ini, sebagian besar masih mengikut tradisi mengambil nama suami setelah menikah.

Teman-teman bule rata-rata usil nanya kenapa koq saya tidak ambil nama suami, malah sering mereka pikir kalau saya cuma hidup bersama dengan suami dan bukan menikah karena nama saya beda dengan nama suami. Lucu ya.

Ya tidak apa-apa, seperti kata pepatah

anjing-gonggong-dan-kafilah-berlalu

Advertisements

11 comments

    1. ganti ato nambah?
      soalnya kan orang penamaan orang Indonesia bisa beda ya ama orang Amerika : kadang cuma satu nama (Soeharto), bisa dua nama tapi gak ada hubungan sama sekali (Yuni Shara), bisa 3 nama ‘berhubungan’ ato gak berhubungan, bisa lebih dari 3 nama (Muhammad Joko Arif Rahman ), suku2 tertentu pakai nama depan sama : cut, teuku, wayan, putu, andi, dll.

      Di tradisi keluarga ayahku, mirip yg terakhir, semua pihak perempuan pakai nama depan sama,laki2 pakai nama sama juga (cuma beda namanya) lalu nama kedua, ketiga keempat baru nama masing2 individu.

      Jadi namaku yg 2 itu ya namaku dua2nya…ada yg manggil aku pake nama pertama ada yg manggil aku pakai nama kedua….

      krn lidah amrik selalu keseleo kl aku pake nama pertamaku, aku disini pakai nama keduaku (yg dari sisi bapakku, ya memangnya aku harus pake nama itu)….

      he…he…he…agak tricky masalah nama ini…;-)

  1. Aku namanya nambah Day. Seperti kamu aku juga ga mau kehilangan nama yg udah diberi ortu.
    Rada rese emang, karena aku udah “established” disini sebelum nikah (semua legal dokumen pakai namaku sendiri) jd gantinya harus pakai deed poll, lewat solicitor. Tp cepet kok. Dan dua2nya happy. Aku gak kehilangan nama dan suami berasa we are all one family. Apalagi sejak ada anak2.

    1. kayaknya aku juga bakal begitu ya Din, nambah nama , jadi namaku seperti nama orang amrik : tiga nama tapi aku akan pake nama ‘tengahku’ yaitu Suri sebagai nama di amrik.
      Yang aku emang rasakan disini – sebelumnya di Indo gak pernah ada perasaan seperti ini – tiba2 aku ‘parno’ sendiri takut orang gak akui kalau anakku itu beneran anakku karena nama kita berbeda – padahal kalau mau jujur orang tua di Indonesia namanya beda dengan nama anak2 mereka, gak pernah ada perasaan’repot’ ….

      we’ll see. 😉

    1. Benar,tapi bedanya kita terbiasa dengan pilihan : tidak mengganti. Disini masih dianggap janggal.
      Dari perbedaan kecil seperti ini, saya jadi lebih terbuka tidal merasa aneh dgn penamaan yg berbeda-beda.Sementara sebagian org2 amrik tahunya cuma satu Cara penamaan.

  2. saya juga murni nama pemberian bapak saya dan nama belakang saya tetap bawa nama bapak saya, dalam Islam kan yang seharusnya nama tetap ikut nama bapak bukan suami… kalau teman temna lain nama panggung di FB sudah berganti nama barat semua saya tetap pakai nama bapak saya … hehhehe dan saya bangga dengan itu… untung juga kan sy masih stay di indonesia jadi soal nama tak masalah..

    1. Di beberapa tempat yang bukan ‘resmi’, saya pakai nama ‘Amerika’, tapi di semua dokumen hukum, saya tetap pakai nama asli 😉
      Menurut saya mengganti nama dengan nama suami bukan sesuatu yang HARUS DI JALANI ya, pilihan pribadi saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s