kentucky

Pasar Loak

Jauh2 tinggal di Amrk bukannya bergaya pakai tas Tory Burch, Kate Spade, Coach dll, saya koq malah demen yang namanya jalan-jalan ke pasar loak, atau istilah bulenya Vintage Market/Flea Market.

Agak beda dikit dengan toko jual barang2 bekas seperti Salvation Army, Goodwill yang jualan barang2 dari donasi masyarakat , Vintage Market lebih ke pasar dimana banyak booth sewaan si pemilik barang yang naro barang2 mereka dan kasih harga seberapa yang mereka mau untuk dijual. Jadi seperti consignment.

Di kota saya ada lah beberapa toko seperti ini.

Yang serunya kalau ke toko-toko seperti ini saya koq jadi banyak nemu barang-barang yang mirip seperti ibu atau sanak keluarga di Indo punya.

Jadi bukan cuma belanjalah, tapi bernostalgia juga

Pernah saya iseng pergi buat cari figur gajah. Eh nemu ukiran gajah kayu buatan Thai, keren banget kan?.dan cuma $10.

Pernah lihat pembatas ruang yang ala2 ukiran Jepara gitu. Pengen banget beli!

Hari ini iseng-iseng kami pergi ke salah satu vintage market di kota.

Saya pengen cari piring-piring kristal untuk tatakan buat pot-pot tanaman saya.

Sempat lihat “kursi rotan” ala2 pejabat tahun 80 an versi mininya. Trus lihat toples kue kristal, tas pesta metal, tempat garpu kecil kalo gak salah dari belalai gajah yang diukir yang seperti almarhum ibu punya.

Belum lagi musik yang dimainkan juga musik jadul. ABBA yang almarhum bapak suka pasang pagi-pagi circa 80 an.

Ah..tenyata saya sudah menua ya.

Yang ada saya beli vas cilik 2, yang rencananya mau saya kasih bunga segar, sendok bertuliskan Bismillahi rahmanni rahim dan piring kristal segi 4 buat tatakan pot.

Shakespeare di Taman

Setiap tahun di kota Louisville, Kentucky ada acara yang namanya Shakespeare in the Park.

Bertahun2 saya tinggal disini baru kali ini saya datangi acara ini. Intinya ya pertunjukkan karya2 Shakespeare di panggung terbuka di taman kota, Central Park.

Saya sengaja pilih cerita Romeo & Juliet yang klasik kan dan sudah familiar dengan jalan ceritanya. Secara gitu Shakespeare, live pula. Kalau gak tahu ceritanya bisa2 saya bengong kan.

Si penyelenggara gak cuma mainkan cerita Romeo & Juliet, ada cerita2 lainnya yang mereka gantian mainkan

Yang saya senang dari lokasi ini adalah;

1. Gratis

2. Tempat duduk tersedia banyak, selain tempat duduk taman, meja piknik, pengunjung juga bisa bawa kursi lipat sendiri dan pilih lokasi

Panggung dan tempat duduk

3. Ada toilet di taman. Bukan cuma portable potty

4. Ada truk2 makanan buat pengunjung beli makan. Dan meskipun ada truk makanan banyak pengunjung yang bawa makanan minuman sendiri.  Dan truk makanan ini gak selalu sama. Hari ini truk makanannya burger, mediteranian dan cheese cake

Truk Makanan

5. Buat yang suka minum, ada bar

6. Boleh bawa anjing.

Kualitas pertunjukkan nya gimana?

Setiap pemain punya microphone masing2, jadi lumayan kedengeran.

Karena saya belum pernah nonton pertunjukkan tipe seperti ini, jadi saya gak terlalu tahu masalah kualitas pemain sih ya.

Yang jelas sih saya senang2 saja. Nonton pertunjukkan seni selalu menarik.

Mas Romeo lagi ngerayu Juliet
Acara dansa dansi
Mas Romeo ketemu Juliet
Suit..suit..Mas Romeo cipokan sama Juliet

Dan juga saya lihatnya, dengan kita pergi ke acara2  seperti ini, pikiran / otak kita dibuka untuk mengalami sesuatu yang beda dengan kegiatan sehari2, yang konon bagus buat kesehatan otak.

Gak ada ruginya kan? Gratis. Terhibur. Bikin wawasan lebih luas!

Lulus Sekolah!

Hari ini, Selasa 25 April 2023, saya menghadiri acara kelulusan salah satu teman Indo disini, dimana dia resmi selesai sekolah menjadi Licensed Nurse Practitioner (LPN)

Teman kita ini Gen-X loh ya, dan dia sekolah lagi sembari kerja juga. Dia sekolah hampir tiap hari sampai jam 10 malam, terus akhir pekan disini clinical seharian.

Terus terang saya mah gak sanggup deh, menjalani kerja dan sekolah lagi umur segini. Wong kadang konsentrasi kerjaan saja sudah susah?!

Teman2 Indonesia lainnya disini boleh dibilang jadi ‘saksi’ perjuangan teman kita saat sekolah. Sering kalau kita ajak kongkow2, temen kita jawab “Gak bisa, g harus belajar”, atau “Gak bisa g clinical”, “Gak bisa g ada kelas”.

Saya cuma bisa geleng2 kepala deh. Gile, kuat banget ya mental dan fisik teman kita ini!

Bayangkan saja deh. Sekolah lagi pas umur sudah tidak muda lagi, kapasitas otak sudah gak seperti umur 20 an kan. Lalu ada kendala bahasa. Bahasa Inggris percakapan dan bahasa Inggris akademis beda loh! Kalau situ pikir “alah, yang penting bisa cas cis cus tho?, Salah bamget!

Belum lagi karena mata kuliah yang diambil dekat dengan ilmu kedokteran, berarti harus menghapal nama2 organ tubuh, penyakit…

Atau ada yang mikir “masa sih lulus saja susah?” Ihhh..coba situ yang sekolah lagi??!

Terus masalah bayaran kuliah yang tidak murah. Biaya Satu kelas itu = harga tas merek loh. Kelas ya dapat ilmu bermanfaat, beli tas dapat gengsi di IG.

Nah hari ini, semua “siksaan” sudah lewat!

Hari ini teman kita dapat diploma!

Saya pribadi lebih kagum sama hal2 seperti ini ya (lulus sekolah, promosi kerjaan, penghargaan di tempat kerja) dibanding hal2 material (lihat saya punya tas merek terkenal/mobil mahal loh)

Lebih bermutu gitu.

Ini sekilas foto2 kita pas di acara kelulusan

Bangga gak sik punya teman seperti Ibu LQ ini??!

Mudah2an teman2 pembaca ikutan bangga ya dan termotivasi buat seperti teman kita ini!!

Kopi di Cangkir

Menurut saya, menyeruput kopi atau teh dari cangkir itu “sesuatu” banget. Ada kenikmatan sendiri, ada kepuasan yang berbeda.

Belum lagi pas kita menyendokkan gula, atau susu dan mengaduk dengan sendok metal. Suara benturan sendok dengan cangkir koq merdu rasanya.

Dulu pas tinggal di Indonesia, saya dan almarhum ibu hobi ngopi di Oh La La, order cappuccino dan croissant isi ayam.

Teman2 bingung kali ya. Masak sik cuma minum dari cangkir saja segitu “berjiwa” banget?

Mungkin teman2 tidak terlalu ngeh karena ya memang kalau di Indonesia, tempat2 ngopi, kebanyakan disajikan pakai cangkir ya , jadi ya biasa saja.

Nah di Amerika, yang namanya warung kopi, mayoritas kopi dan teh disajikan pakai….gelas kertas atau ya gelas plastik.

Maklum dari segi biaya kan mengurangi biaya cuci piring, listrik, air, resiko pecah, resiko pembeli luka dan ribet deh.

Jadi saya kalau ke tempat ngopi disini tuh kurang menikmati gitu. Maunya kan duduk2, sambil ngeliatin orang2 sliweran, mencium bau kopi atau teh dari cangkir yang bukaannya jelas lebih lebar daripada bukaan gelas kertas deh.

Nah..hari ini, saya dan teman2 kongkow ke tempat kopi baru di kota. Haraz Coffee namanya. Ini kopi franchise juga, tapi based dari negara Yemen.

Dari lihat dekornya saja , saya sudah kesengsem. Keren. Unik. Beda.

Lihat cemilan2nya, tambah saya terpesona, karena cemilan2nya bervariasi banget, gak cuma bagel, donut, scone, cookie.

Lihat jenis2 kopinya pun, keingintahuan saya tergelitik. Karena mereka menawarkan tipe minuman yang lebih etnik lah istilahnya

Saya pesan Saffron Latte, yang isinya 2 shot espresso, saffron dan madu.

Pas mereka bawaan kopi2 pesanan kita, ,wuiih…saya langsung kesengsem …

Saffron Latte dan Croissant ayam keju
Kopi Turki
Chai dan croissant almon
Kunafa cheese cake

Pakai nampan, cangkir besar, piring keramik dan sendok pisau metal….

Teman saya yang pesan topi Turki, disajikan komplit dengan teko dan cangkir ala2 .

Beneran loh….vibe nya beda deh sama minum dari gelas kertas. Dan juga sepertinya karena ini base nya dari Yemen, gaya mereka juga beda ya dengan gaya Amerika.

Kongkow Kopi

Kalau saya pribadi, lebih suka ke konsep warung kopi seperti ini. Yang nyaman, relaxing, chic, gak terlalu business like grab n go.

Kesimpulannya tempat kopi ini ahuy banget. Besok2 saya dan teman2 mau ke sini lagi !

Hiking Di Musim Gugur

Sepertinya hiking di musim gugur, adalah keharusan deh buat saya. Karena selain udara sudah sejuk, pergantian warna dedaunan juga membuat pemandangan lebih apik.

Tahun lalu, keluarga kami pergi ke Red River Gorge, secara tahun ini ada si Covid19, kami tidak pergi menginap seperti tahun lalu, tapi saya yang sudah kena ‘cabin fever’ merengek-rengek minta hiking ke danau Nolin yang 1.5 jam sebelah selatan Louisville, KY.

Jadilah hari ini kami pergi ke danau Nolin. Sepanjang jalan, kami lihat pepohonan sudah ramai berwarna warni kuning, jingga dan merah keunguan.

Sampai di tujuan, di lokasi ada beberapa trail yang bisa dipilih. Kami ambil ‘waterfalls’ loop trail yang 1.9 mil.

Haduh seneng deh hiking di trail ini, sejuk, pohon2nya rindang dan lagi-lagi karena pas musim gugur, warna warni daun juga tambah bikin hiking kami asik banget. Meskipun tidak ada air terjunnya – karena di Kentucky, yang namanya air terjun itu sangat tergantung dengan hujan dan relatif voume air terjun disini kecil, dibanding air terjun di negara-negara bagian barat US- ini salah satu trail favorit saya.

Kalau saya boleh kasih saran ni, luangkan deh waktu untuk berada di alam. Selain udara segar, pemandangan yang cantik, tubuh diajak aktif, juga biar otak gak sumpek di rumah melulu!!

Saya sendiri awalnya bukan ‘anak alam’, ogah banget yang namanya jalan2 ke hutan. Tapi setelah pindah ke Amrik, diajak kemping, jalan-jalan di taman kota, hutan2 alam, saya lama2 hobi hiking dan bisa menikmati alam , sungai, lembah, pepohonan, meskipun tetap gak nolak diajak ke NY atau Chicago. 😉

Menguber Warna Warninya Pepohonan di Alam di Musim Gugur

Sejak pindah ke negara bagian Kentucky, dari beberapa tahun lalu, saya itu gregetan banget pengen melihat perubahan warna daun-daun di musim gugur. Karena pertama kali saya tinggal di Amrik, saya tinggal di bagian barat utara yang pepohonannya kebanyakan pohon cemara. Jadi waktu musim gugur, tidak terlalu terasa pergantian warna daun. Di KY, yang jelas jenis-jenis pepohonan disini lebih beragam, meskipun tidak sesumringah negara-negara bagian New England yang konon cantik sekali di saat musim gugur.Setiap kali masuk bulan Oktober, saya ngeh kalau sudah masuk musim gugur, cuma koq lupa melulu buat jalan-jalan??!! Memang saya kalau akhir pekan kerja jadi agak susah mau mencari waktu luang. Pas ingat dan ada waktu, sering kali sudah terlambat, udara sudah terlalu dingin, pohon-pohon sudah pada gundul.Nah, tahun ini udara baru terasa semilir itu pas masuk bulan Oktober, saya juga tidak lagi kerja hari Minggu dan kalau tho kerja di hari Sabtu, saya biasanya selesai jam 1 siang.Masuk minggu kedua di bulan Oktober saya sudah celingukan memperhatikan pohon-pohon di sekeliling saya. Di hutan kota Bernheim mereka baru selesai selenggarakan acara Colorfest yang saya jadikan indikasi kalau pepohonan sudah banyak yang berubah warnanya. Jadilah saya bilang sama keluarga kalau kita akan pergi ke Natural Bridge/Red River Gorge akhir pekan lalu. Kenapa pilih ke situ?Kami sekeluarga sudah pernah mengunjungai Natural Bridge/Red River Gorge di tahun 2003 kalau tidak salah, pas musim panas. Kami senang ke situ karena pemandangannya bagus. Natural Bridge itu pada dasarnya jembatan alam , lokasi nya di 2135 Natural Bridge Rd, Slade, KY 40376 kira-kira 2 jam-an dari tempat tinggal kami.Setelah mengecek cuaca, kami putuskan untuk berangkat hari Sabtu setelah saya selesai kerja. Kami cuma menginap di hotel cilik karena kami tahu hari Sabtu itu selain kami akan diperjalanan juga akan hujan seharian, Jadi kami tidak butuh hotel yang keren lah.Sampai di Slade, kami cuma makan di restoran di Natural Bridge State Resort Park, lalu tidur. Hari minggunya, langit terlihat jernih, suhu semilir! ah cocok sekali buat hiking! Kami sarapan pagi di resto local, makanannya enak – saya pesan telur pakai croissant, wuih croissantnnya lembut dan flaky banget! Resto ini lokasi nya dekat dengan motel tempat kami menginap juga.Dari situ kami langsung menuju ke lokasi Natural Bridge. Pertama kita coba di trail di tempat parkiran dekat fasilitas kolam renang. Trail nya seru karena melewati jembatan goyang aka suspension bridge.Tapi setelah kami baca, trail ini agak-agak panjang, jadilah kita balik ke tempat parkir dan mulai hiking kita dari trail yang lokasinya dibelakang Hemlock Lodge.Di awal trail di tulisnya ini trail terpendek dan termudah.Kenyataannya…haduh..naik-naik ke puncak gunung deh! Mana lupa bawa tongkat jalan ! Tapi paling enggak, pemandangan sepanjang trail itu apik lah..Pas sudah sampai di bawah jembatan alam..legaaaaaaaaaa rasanya! Puih!Jadi trail ini akan membawa kita di bawah bentangan jembatan. Untuk berada di atas jembatan, kita harus melewati ‘gang’ sempit diantara batuan, lalu diteruskan dengan naik tangga dan gak terlalu banyak lah anak tangganya.And it is sooo worth it !Sampai di atas jembatan, rasanya sejuk, dan teduh melihat warna warni pepohonan di kejauhan.Dari atas jembatan pengunjung bisa hiking ke beberapa trail lainnya untuk balik ke parkiran. Anak saya dan bapaknya pilih naik sky lift buat turun, saya pilih jalan yang sama. Waktu pertama kali kami ke tempat ini, kami semua naik sky lift naik dan turun. Cuma kali ini karena saya bawa si anjing kecil, saya tidak bisa gunakan sky lift .Sampai di tempat parkir , kami lanjutkan perjalanan dengan mengeksplorasi Natural Bridge/Red River Gorge :berhenti di danau Mill Creek,berhenti di jembatan alam lainnya,menyeberang jembatan goyang Sheltowee,ngecek lokasi tree house yang disewakan oleh Red River Gorgeoussampai anak merengek minta pulang..ha..ha…ha…Yang jelas kami sekeluarga sangat senang dengan Natural Bridge/Red River Gorge. Seperti memang lokasi ini lebih cantik untuk dikunjungi saat musim gugur, karena udara lebih sejuk, tidak banyak serangga dan pemandangan juga lebih warna warni.

Sekeping Indonesia di World Festival

Sejak pindah ke Amerika, saya selalu riang gembira dan hati berbuncah pas kebetulan ketemu barang-barang atau apapun dari Indonesia.Dari mulai lihat gambar harimau Sumatera di Starbucks, nemu kursi rotan ala orang kaya jaman 80 an di TJ Maxx, atau pas ada kegiatan budaya lokal dimana ada perwakilan dari Indonesia.Nah, akhir pekan Labor day ini, di kota tempat saya tinggal ada acara tahunan, namanya World Festival. Saya sudah sering mampir sik ke festival ini sejak kami pindah di tahun 2012, meskipun tidak setiap tahunnya.Pada dasarnya acara ini seperti bazaar terbuka, cuma temanya internasional, jadi selama 3 hari pengunjung bisa melihat parade dari bermacam-macam negara, pentas tarian Flamenco, Salsa, bagpipe players dll dan menikmati makanan dari berbagai negara.Tapi tahun ini spesial, karena tahun ini ada pentas tari Pendet dan tari Panji Semirang!Saya sebagai orang Indonesia yang kurang beruntung tidak bisa sering-sering mudik , langsung dong semangat 45 pengen hadir dan nonton.Ditambah kedua tarian ini saya tahu banget auranya, wong pas kelas 5 SD saya dimasukkin ke sanggar tari Bali oleh almarhum ibunda.Jam 11 saya sudah nangkring di meja Indonesia yang dihias dengan taplak batik, peta Indonesia versi batik, sepasang boneka wayang, angklung mini, congklak, topeng Rama dan Sinta, boneka kerbau, buku-buku masakan Indonesia, buku-buku anak-anak 2 bahasa dan buku-buku tentang Indonesia.

Jreng jreng …jam 2:30 PM waktu setempat, anak-anak blasteran Indo-Amrik yang cantik-cantik mulai menari tarian Pendet.Selama saya merekam pertunjukan mereka, saya seakan-akan dibawa kembali ke hari-hari saya berlatih di sanggar tari Bali dan berpentas menari Pendet untuk ujian kenaikan kelas ke tingkat Panji Semirang.Senang? Banget!Karena itu salah satu kenangan manis yang mau saya ingat terus.Perasaan saya yang berbunga-bunga karena akhirnya bisa ditindik 3 bondolan di kedua kening dan dahi.Mencium bau bunga kamboja di bokorMendengarkan musik Bali dimainkan dengan gamelan langsung bukan dari kaset terdengar sangat mistis di telinga…Ah…kenangan masa kecil memang indah ya.Yang jelas saya bersukur sekali punya teman-teman yang sangat bangga sebagai orang Indonesia dan mau bersusah payah melatih anak-anak mereka untuk ikut melestarikan budaya IndonesiaIni foto-foto cantik para penari dan video nya…https://youtu.be/kMzJNR1Ohhk

Pertama Kali : Ikutan Kelas Masak

Kali ini saya mau cerita pengalaman saya ikut kelas masak bareng Cooking at Millie.

Nemu kelas ini tidak sengaja pas lagi browsing Facebook…lucu juga pikir saya.

Secara saya seneng coklat…

Iseng ah..gak ada salahnya! Jadilah saya daftarkan ke kelas hari Selasa tanggal 12 Februari 2019 jam 6:30 PM.

Biaya nya $55.00 , gak murah sik..sekali2 boleh lah.

Saya sempat nanya boleh gak bawa anak saya -buat motoin says gitu- tapi gak boleh karena tempat terbatas katanya.

Jadilah selesai kerja, jam 5:40 pm, saya berangkat. Lokasi kelas di pusat kota Louisville, sekitar 30 menitan dari tempat saya tinggal.

Sampai di lokasi, sudah ada 8 peserta, semuanya pasangan..ada Ibu Dan anaknya, ada suami istri….lha..saya manyun juga cuma sendiri…katanya tempat terbatas??

Ya sudahlah…

Saya pilih meja kedua dari depan.

Penataan ruang ya seperti layaknya dapur. Ada kompor dengan 4 burner, panci, mangkuk, spatula, garpu.

Di area kerja saya, sudah tersedia bahan2 yang akan digunakan untuk membuat coklat malam ini

Jam 6:35, kelas dimulai.

Coklat pertama yang dibuat adalah oreo chocolate truffles.

Tinggal campur kue oreo yang sudah jadi bubuk- tanpa bagian putihnya- dengan cream cheese.

Adonan diuleni sampai tercampur semuanya lalu dibentuk bola-bola kecil

Koq truffles saya pipih begini ya?? Ternyata cara saya me-roll adonan kurang “muter”! Ha!!

Bola2 coklat ini lalu disimpan di kulkas supaya mengeras.

Aktifitas media adalah membuat adonan bentukan coklat yang nantinya akan digunakan untuk membuat coklat berbentuk bunga mawar.

Pertama-tama air didihkan diatas panci, setelah mendidih, matikan api,pindahkan panci ke counter, kalu kita letakkan coklat serpihan di atasnya dan mulai mengaduk-aduk hingga semua coklat meleleh.

Setelah meleleh, masukkan air gulag sedkitsemi deficit. Air gula akan membuat lelehan coklat kita liat seperti clay..

Proses ini lumayan makan waktu lama, karena kita harus terus mengelus menguleni adonan coklat sampai adonan “pas”: tidak berair, tidak terlalu kaku juga.

Setelah adonan jadi, seperti foto diatas, harus di keringkan.

Sementara menunggu adonan kering, peserta ke penganan coklat berikut : stoberi celup coklat.

Langkah pertama adalah serpihan coklat yang ditandai dipping kita lelehkan.

Prosesnya sama seperti melelehkan coklat pertama kali, tapi kita tidak menggunakan tambahan gula.

Dan disini peserta harus terus menerus mengaduk si lelehan coklat sembari mencemplung si stroberi supaya coklat tidak mengeras.

Saya barragan dengan peserta sebelah gantian mengaduk coklatnya.

O iya..truffles kita yang disimpan di kulkas sebelumnya juga akan dicelup coklat barengan dengan stroberi.

Tuh….hasilnya!!! Banyak ya?!!

Selesai celap celup, kita balik ke adonan coklat lagi.

Sekarang peserta harus meratakan si adonan

Haduh! Pegel!

Sebisa mungkin kita bikin adonanjadi tipis, supaya lebih enak dimakan.

Selesai meratakan adonan, mulai lah kita mencetak pola untuk membuat bunga mawar coklat.

Cetakan yang dipakai adalah cetakan berbentuk hati dengan ukuran yang berbeda-beda.

Peserta juga diberikan edible glitters yang bisa ditaburkan di kelopak mawar.

Dan ini hasilnya!

Selesai acara, masing-masing peserta membawa pula satu kontak coklat berisi oreo truffles, stroberi value coklat, coklat berbentuk mawar dan lolipop hati.

Seru?

Seru! Saya pribadi tidak hobi masak, tapi saya lebih tertarik ke ‘ilmu’ memasak…

Misalnya….saya jadi tahu

Kenapa coklat jangan dicampur dengan air misalnya (karena buyar), kenapa stroberinya jangan disimpan di lemari es..karena akan terlalu berair..akan susah celupan coklat nempel.

Kenapa pas nyampur gula dengan coklat kita gak mau adonan terlalu berminyak…

Mau ikutan lagi?

Boleh aja..kalau temanya menarik!

O iya..peserta disuguhi 2 shots bourbon…di tengah-tengah kelas…

Say minum seeuntik…ha.ha..ha..gak doyan…berhubung disuguhi ya monggo wae….

Sekian cerita pendek pengalaman saya…

Sampai lain kali!

Festival Derby 2

Masih bagian dari keriaan Kentucky Derby Festival, hari Sabtu tanggal 18 April 2018, saya diajak teman untuk nonton air show dan kembang api, kebetulan dia punya tiket extra…asikkk..rejeki nomplok!

Acara ini biasa disebut dengan Thunder Over Louisville.

Jam 2 saya dan anak di jemput teman saya dan suaminya, kita langsung cabut ke pusat kota dengan berbekal kursi lipat dan selimut.

Sampai di pusat kota, setelah parkir kami berempat berjalan kaki sekitar 4 blok ke lokasi Belvedere yang sudah dipesan khusus untuk pemegang tiket dari perusahaan ini.

Sampai di Belvedere, Kami diberi gelang untuk keluar masuk dan beberapa glowing sticks.

Setelah mengetek tempat menonton, Kami pergi ke lokasi makan yang juga disediakan dari perusahaan. Makanan ringan seperti hotdog, nachos, cotton candy, ice cream, soda, botol air mengalir tidak henti-henti.

Jam 3, air show dimulai, jam 4 pengunjung boleh mulai makan malam.

Acara kembang api dimulai setelah matahari terbenam, dan pengunjung mulai keluarkan glowing stick mereka

Sekitar jam 10, acara selesai.

Saya sendiri baru kali ini nonton acara Thunder Over Louisville dari awal hingga akhir.

Seru? Pasti. Yang jelas tahun ini, cuaca sangat mendukung, matahari bersinar cerah, tapi tidak kepanasan.

Cuma ni…pas pulangnya..haduh..mandeq dimana-mana.

Kami terjebak di kemacetan tidak kurang dari 2 jam, 1 jamnya habis di gedung garasi!!!

Mungkin besok-besok mending parkir jauhan kali yaaaa…….tapi harus rela jalan jauhan juga!😁

Jalan-Jalan : Air Terjun & Danau Cumberland

pano_20170219_104320

Minggu, 19 Februari 2017.

Sambil sarapan di rumah makan di hotel, kami lihat-lihat mau kemana lagi hari ini….Tadinya mau ke Cumberland Gap, tapi koq balik ke Louisvillenya jauh ya? 3 jam-an…ya sudah jadi diputuskan kami akan ke danau Cumberland saja setelah nengok air terjun Cumberland.

Resto di hotel ini sebetulnya saya kurang demen sama makanannya…tapi pemandangannya okeh banget…dan juga praktis saja sih..sarapan di hotel…ini pemandangan kami selama makan pagi :

tiff infomation

Selesai makan, kami mulai jalan ke air terjun. Jarak dari tempat menginap ke air terjun, tidak jauh, cuma 0.75 mil, total 1.5 mil bolak balik. Trailnya tidak sulit, cuma menuju ke air terjun jalan nya menurun, pas balik ke tempat parkir…banyak tanjakan deh..lumayan ngos-ngosan…he…he..he

Kami sudah pernah ke air terjun Cumberland sebelumnya, di akhir musim panas tahun 2012. Saat itu, kami mah niat liburan, dan memang kami tinggal lebih lama dan berkemping ria. Ini foto kami waktu pertama kali ke air terjun Cumberland.

cumberland12_collage

Air terjun Cumberland  ini air terjun terbesar di Kentucky, karena ukurannya, air terjun Cumberland diberi nama  Niagara of the South. Di tahun 2012, kami juga pergi ke lokasi air terjun lainnya di sekitar lokasi Cumberland, tapi baru kali ini kami menginap dan menggunakan trail dari hotel untuk ke air terjun.

Cuaca hari ini bagus banget, cerah dan tidak banyak angin… Tidak terlalu banyak pengunjung di lokasi air terjun, mungkin karena bukan musim turis ya. Lokasi air terjun juga banyak yang di tutup, sepertinya ada limpahan air besar sehingga pemerintah kudu memperbaiki ini dan itu di lokasi.

Untung juga kami sudah pernah kunjungi air terjun ini pas musim panas, karena lebih banyak yang bisa dilakoni, kalau berkunjung pas akhir musim dingin seperti sekarang, pengunjung cuma bisa lihat air terjun saja.

Dari lokasi ini, kami mampir ke danau Cumberland, lokasinya sekitar 1.5 jam ke arah barat.  Danau Cumberland seru buat mereka yang suka boating , karena ya luas dan ada marinanya. Di sini kami makan siang di tempat piknik – enaknya ya di taman-taman nasional di seantero Amrik, boleh dibilang selalu ada meja piknik, yang memang disediakan untuk pengunjung memasak sendiri untuk makan mereka tanpa harus mampir ke rumah makan yang harganya tidak murah.

pano_20170219_125906

Danau Cumberland dari teras hotel

Selesai melihat-lihat danau Cumberland dan bendungannya, balliklah kami ke Louisville, sampai jalan-jalan berikutnya ya!