Berteman

Barusan saya lihat utasan ini

Saya setuju sik dengan apa yang dikatakan si pembicara.

Kalau masalah2 sepele okelah ya, kita bisa cuma angkat bahu dan cengengesan saat ada teman yang “ribut”.

Tapi kalau sudah masalah prinsip? Saya jelas akan berpihak sik. Dan ini juga yang membuat saya menjauh dari ‘teman-teman’ di sini.

Hal prinsip itu seperti apa ya? Ya memang beda-beda pastinya untuk setiap orang ya.

Buat saya ni. Contoh hal prinsip adalah saat saya dengan bego nya cerita hal yang memalukan yang terjadi dengan saya, (dibaca pelecehan seksual) si pendengar dengan entengnya bilang ‘saya nanti jodohnya’ dengan si yang bikin malu saya?

Ya saya putus. Berarti pandangan hidup dia ya sudah beda banget dengan saya ya.

Contoh lain. Saya dikata-katain oleh anak umur 8 tahun. Saya kasih tahu ke orang tua, si ortu cuma bilang ‘Namanya juga anak-anak “

Ya selamat tinggal. Saya tidak mau lagi berhubungan dengan ortu model seperti itu.

Saya memang tipe ‘setia’ , solider, entah itu sama pacar, saudara atau teman.

Kalau teman saya misalnya lagi uring-uringan dengan seseorang, dan saya ngerti kenapa dia uring-uringan, ya saya gak bakal lah manis2 dengan si orang yang teman saya uring-uringan.

Itu saja sih yang minta dari hubungan saya dengan seseorang.

Dan ternyata dari utasan IG ini, ada juga yang sependapat dengan saya.

Netral ? Bull shit.

Ya udah yuk, kita jalan sendiri saja.

One comment

  1. Pertemanan usia dewasa apalagi di tanah rantau itu unik. Ada saja “cobaannya” tapi ya sudah, lama2 lebih senang sendiri atau paling nggak, ga perlu banyak teman. Males dengan drama kumbara.

Leave a comment