Bulan Januari dan Februari, saya mulai deh gelisah gak jelas. Bosen di rumah terus karena cuaca jelek.
Iseng2 cari kegiatan. Eh ada pertunjukkan musikal Moulin Rouge dan balet Don Quixote.
Moulin Rouge saya tertarik karena saya nonton filmnya yang dibintangi Nicole Kidman tahin 2001 dan saya ingat saya suka banget sama film itu ( meskioun gak ingat sama sekali tentang apa 🤭.
Sementara Don Quixote, somehow saya ingat baca versi komiknya pas saya kecil barengan dengan komik2 barat/ Eropa lainnya yang ortu saya belikan.
Maunya sih nonton dua2nya, tapi harga tiket gak murah! Minimal $75. Karena saya perginya berdua, jadi total $300++..duh..berat euy. Jadilah hati Jumat itu saya putuskan beli tiket balet saja.
Pas kerja hari Senin, atasan saya kirim email. Perusahaan punya 6 tiket untuk nonton Moulin Rouge! Ya saya langsung bilang Mau!! Sambil deg2 an, dapat atau gak ya?! 🤞
Hari Selasanya dapat email kalau saya termasuk yang dapat tiket gratis!!!! Yaaay!! Asli saya girang bamget!!!🥳
Hari Selasa 18 Februari 2025 hari pertunjukkannya.
Astaga teman2…ini asli keren banget!!!?!?
Lagu2nya terkini, dari Adele, Lady Gaga, Beyonce. Koreogtafinya seru.
Sepanjang pertunjukkan saya benar2 menikmati!!
Pertunjukan musikal, Broadway ya istilahnya? Saya sudah nonton 3x. Pertama kali nonton itu King Kong di NY, trus Miss Saigon di kota saya
Saya tahu saya cinta banget sama anjing saya. Kalau saya harus tinggalin dia pas saya pergi ke luar kota dan saya gak bisa bawa dia, saya pengen cepat2 pulang, khawatir mikirin anjing saya
Saya tahu saya ya cinta sama anak saya. Saya gak pengen anak saya menderita, pengen anak saya hidupnya diberikan kemudahan.
Cinta dewasa? Saya gak tahu.
Setelah dituduh “Begituan” sama yang melahirkannya
Setelah “dikasih tahu” sama pacar pertama “Maaf D, kita gak bisa teruskan hubungan ini, kemungkinan kamu ada isu kejiwaan dari keluargamu.”
Setelah terus menerus dibilang “Dasar idiot”, “Dasar kamu gak becus, gak bisa ngapa2in!” sama suami
Untuk sebagian besar dari masyarakat, kata ateist sungguh tabu diucapkan, diperbincangkan.
Ya wajar, karena sebagian besar ajaran agama, memandang seseorang yang ateist, tidak bertuhan, tidak percaya akan keberadaan tuhan adalah seseorang yang sesat. Orang yang tidak mendapat berkah dari Yang Maha Kuasa.
Ateist intinya cuma menjelek-jelekan agama dan pemeluknya. Ini stereotype tentang ateist.
Saya pernah sedang berbincang2 dengan salah satu kenalan. “Pokoknya saya paling tidak akan bisa memaafkan anak saya, kalau dia bilang dia tidak lagi percaya Tuhan”, celetuknya.
Saya sempat tertegun. Koq?
Waktu saya mau coba lanjut berdiskusi, dia mengangkat tangannya. Yang saya artikan sebagai ini hal yang mutlak dan dia gak mau berdiskusi tentang masalah ini.
Alasan seseorang meninggalkan agamanya dan memilih untuk tidak bertuhan itu bermacam-macam. Dan bukannya terjadi begitu saja. Ada proses. Ada banyak hal yg dipertanyakan dalam pikiran mereka.
Buat saya itu adalah sesuatu yang sangat pribadi & tidak perlu “dipertanyakan”.
Saya sendiri tidak melihat seseorang yang ateist sebagai akhir dari ybs. (The end of them). Seakan2 hidup mereka akan menjadi tak bermakna. Atau mereka adalah musuh kaum beragama.
Saya melihat mereka sebagai seseorang yang punya pandangan berbeda di masalah ketuhanan.
Seseorang yang ateist bukan berarti mereka kehilangan moralnya. Bukan berarti mereka tidak lagi bisa atau tidak lagi mau menghormati kaum beragama. Bukan berarti mereka tidak ada bermanfaat untuk dunia. Bukan berarti mereka tidak punya aturan, tidak berhati nurani. Bukan berarti hidup mereka jadi tidak bermakna atau sia-sia.
Seseorang yang memilih menjadi ateist tidak hatus dikucilkan, dicibir, dicela, dicemooh, dinistakan.
Sebaliknya , coba dengar pandangan mereka dengan hati terbuka, lapang dan lurus2 saja.
Kalau tho pada akhirnya anda tetap tidak setuju dengan pilihan mereka , ya tidak usah menjadi masalah.
Koreksilah perilaku seseorang, bukan pilihan keyakinan mereka.
Setiap orang ada jalannya masing-masing. Kalau dengan menjadi ateist mereka lebih berprestasi, lebih baik sebagai individu di masyarat, bukanlah itu yang lebih penting?
Gak semua orang ateist pembenci kaum beragama.
Dua pihak semata2 punya pemikiran yang berbeda tentang hidup di dunia, tentang ketuhanan.
Jadikan keberadaan mereka sebagai tantangan untuk perbaikii keagamaan kita pribadi, untuk memperdalamlah ketuhanan kita. Tanyakan ke diri kita sendiri. Apa iya kita sudah berbuat jauh lebih baik dari penganut ateist ini?
Judul wis ngawur . Gak apa2. Abis gak nemu padanannya di bahasa Indonesia.
Pasangan saya saat ini orangnya frugal. Gak terlalu suka sama yang namanya belanja2, makan luar. Bagian gak suka makan luarnya lebih karena dia sendiri suka masak, dari mulai pizza sampai belajar bikin roti bao, ramen, nasi goreng, sate, rendang sama saya.
Nah sementara saya gak suka masak, suka belanja dan senang jajan alias makan di luar
Dia sempat kesal karena saya sering merengek-rengek minta ngopi setiap pagi pas saya lagi sama dia. Dia gak ngerti kenapa saya kudu ngopi diluar (baca pesan cappuccino) sementara dia punya mesin pembuat espresso terkini.
Dia juga sempat gak ngerti kenapa saya termehek-mehek pas nemu toko roti yang jual roti asin (savory). Jadilah saya jelaskan alasan di belakang obsesi saya sama cappuccino dan savory pastry .
Dia juga jelasin kalau dia sangat suka masak apapun buat saya kalau saya lagi sama dia. Kalau saya minta makan luar, dia merasa saya gak suka makanan bikinannya atau gak di”anggep” bisa buatkan saya makanan enak.
Sejak dia tahu kenapa saya suka sama roti asin, dia dengan manisnya suka bawakan saya roti pas saya kerja di akhir pekan untuk saya makan pas jeda 15 menit.
Sebelum saya sama dia dia, saya gak pernah ngeh “hal-hal kecil”seperti yg buat saya ternyata berarti banget.
Alias ya saya ngerasa di perhatikan sama dia dan juga saya jadi ngeh kalau keinginan dia buat masak ini itu buat saya itu bagian dari Act of service gitu istilahnya.
Sejak tinggal sorangan dewe, yang namanya pengeluaran harus diperhatikan banget.
Saya mau mulai seri baru ah. Cari diskon di Amerika gitu…bukan ngumpulin kupon ini itu sik, cuma ya bagi2 tip yang saya sendiri terapkan sehari-hari saja.
Jadi banyak supermarket2 di Amrik punya program yang namanya Fuel Points. Biasanya supermarket2 besar sik. Yang saya tahu itu Giant Eagle di Ohio, Kroger di Ohio, Kentucky. Trader’s Joe dan Whole Food setahu saya tidak punya program ini ya.
Saya baru tahu fuel points ini waktu tunggal di OH, di negara bagian sebelumnya saya gak kenal istilah fuel points.
Jadi intinya ya setiap kali kita berbelanja di supermarket ybs, kita dapat poin.
Nah poin2 itu oleh supermarket dikonversi ke potongan harga bensin per galonnya, 100 poin = $0.10. Ihhh masa cuma 10 sen ? Sedikit sekali??! Memang sih kayaknya sedikit ya? Tapi kalau kita memang sering belanja di tempat yang sama, poin ini lama2 jadi bukit loh!
Kemarin saya dapat potongan sempati $0.60, harga bensin yang tadinya $2.79/galon, jadi cuma $2.19/galon kalau di kalıkan dengan kapasitas tangki 20 galon misalnya, kita irit $12 loh.
Selain belanja barang2 lebutuhan sehari-hari di supermarket, kadang supermarket kasih promo gitu, misalnya beli gift card dapat tambahan point 2x lipat, atau isi survey, dapat 50 point ekstra.
Coba saya pengen dengar cerita teman2 . Ada yang bisa kumpulkan point banyak gak?
Serius saya sekarang usahakan sekali buat menjalani hal-hal di tautan diatas.
Saya tidak bisa bilang kejadian spesifik yang saya alami sehingga pola pikir saya berubah?
Mungkin gara2 waktu sempat kencan dengan orang kantoran. Si dese ambil cuti ceritanya dan mau meluangkan waktu sama saya. “Ceritanya”.
Tapi koq telpon dari anak buah dia tidak habis-habisnya? Bahkan hingga malam hari (jam 10 malam). Setiap kali ya saya meminggirkan diri, karena ya saya gak mau tahu urusan kantor dia kan.
Atau saat sang kencan ngedumel karena telpon tidak henti2 nya masuk meskipun di hari libur?
Mungkin juga gara2 saya hanpir muntah katena kelupaan tidak makan siang?
Mungkin juga setelah lebih mengerti apa arti hari-hari cuti, hari-hari ijin bukan cuti di mata perusahaan.
Mungkin juga waktu dengar cerita2 rekan2 kerja yang kehilangan orang kesayangan mereka dan mereka merasa mereka tidak sempat meluangkan waktu bersama.
Mungkin juga karena hak cuti duka saya dihanguskan dan tidak ada yang bisa membela saya?
Mungkin juga saat saya tidak diberikan jeda istirahat sesuao aturan ketenagakerjaan oleh salah satu tempat kerja saya?
Serius deh.
Ambil lah cuti kalian. Tidak ada rencana liburan? Ya di rumah juga tidak masalah.
Sakit? Ambil ijin sakit dan istirahatlah.
Kapasitas mental lagi anjlok? Ambil ijin sakit dan menangislah sepuasnya.
Sekali2 boleh bandel, minta ijin tidak kerja buat nonton, buat kongkow sama teman2, coba resto baru.
Badan terasa kelelahan, ambil ijin 2 jam untuk memulihkan tenaga.
Nikmati hidup dan fasilitas yang diberikan selagi kita mampu ❤️
Yah.jadi sedih deh..ingat almarhum ibu yang suka mengumpulkan kain-kain batik yang sekarang saya tidak tahu kemana batik-batik beliau.
Selain kain batik beliau juga suka beli bermacam-macam jenis piring2. Saya ingat sekali ada piring bermotif bunga matahari yang saya sukai. Saya ingat beliau bilang. “Kalau kamu suka, ini nanti boleh buat kamu”.
Pas saya berangkat ke Amrik, mana terpikir kalau saya tidak selalu bisa menengok bapak ibu, tidak bisa mengurusi tetek bengek ini itu.
Tidak mungkin kan saya boyong semua barang2 ibu yang saya senangi ke Amrik
Jujur dari kejadian yang orang tua saya alami dimana mereka, ibu saya terutama, suka beli ini itu dan lain lain, saya belajar ternyata sebagian besar barang-barang yang kita beli, simpan buat dipakai nanti, jatuh-jatuhnya tidak terpakai (bahkan terbuang, jadi sampah) dan yang bikin lebih sedih lagi…membuat marah orang2 yang harus mengurusi barang-barang teesebut setelah bapak ibu meninggal dunia.
Apalagi kan di Indonesia yang namanua estate sale belum lumrah ya?
Yang ada sekarang saya ada rasa khawatir punya kebanyakan barang, saya tidak mau anak saya marah2 saat harus mengurus barang2 yang saya tinggalkan saat saya pergi.
Masih topik yang sama dan masih ada sangkut pautnya dengan tulisan saya sebelumnya,
Hijrah ke Amrik berati juga…..
Kemungkinan besar kita akan kehilangan momen2 penting di keluarga besar di Indonesia, dari mulai perkawinan, kelahiran anak dan kematian.
Lagi2 ya, ini salah satu dari sekian banyak hal yang saya tidak pikirkan.
Buat saya yang kenyataan paling memilukan gak bisa pulang saat itu juga adalah saat kematian orang tua.
Tahun 2010, Ibu saya kena stroke saya cuma bisa manyun, jangankan mudik, saat itu pasangan saya baru mulai kerja kembali setelah setahun tidak bekerja.
2014, Bapak meninggal, saya terima kabar pas lagi kerja, sepupu saya di NY telpon buat kasih tahu. Nangis lah saya di tempat. Pulang ke apartmen, lagi2 saya cuma bisa nangis di kamar.
2019, ibu meninggal, saya cuma bisa doakan dari jauh.
Bukan cuma masalah gak bisa menghantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir yang bikin pahit, pilu dan pedih, siap2 juga diomongin sama keluarga besar.
‘Dasar anak gak tahu diri, masa orang tua sakit gak bisa ditengok?
‘Sudah lupa sama keluarga/budaya ya? Masa segitu gak ada duitnya ?? ‘
‘Memang suaminya kerja apa sih?’
Yang nyebelinnya lagi , yang berisik itu orang2 berada loh..yang bisa jalan2 keluar negeri cuma buat ikutan lomba lari, nengokin anaknya yang sekolah/tinggal di luar negeri.
Saya gak bilang kondisi itu berlaku buat semua imigran Indo di luar negeri loh ya. Seperti yang saya bilang di tulisan saya sebelumnya, banyak juga orang2 Indo yang gak ada masalah buat angkat koper saat itu juga saat ada musibah di kampung halaman, ada hajatan atau sekedar berlebaran/bernatalan atau merayakan hari besar lainnya dengan keluarga besar di Indo.
Saya salah satu contoh yang gak bisa.
Realita berikutnya
Kita benar2 hidup sendiri tanpa keluarga.
Maksudnya? Gak semua punya pasangan yang punya keluarga besar misalnya. Tidak ada mertua, atau kakak/adik ipar.
Kita benar2 nikah dengan si bule tanpa ada keluarga tambahan lainnya
Ini berat juga loh. Apalagi kalau kita pas di Indo biasa dikelilingi dengan sepupu, Oom, tante segambreng.
Beratnya dimana gitu?
Contoh. Buat pasangan yang memilih untuk mempunyai anak, siap2 pas melahirkan kamu gak ada yang nolong. Gak semua pasangan bersifat kebapakan, banyak juga yang cuek atau gak ngerti mengurus anak.
Atau saat pasangan sakit dan harus masuk rumah sakit atau kena musibah lain padahal anak masih kecil dan kita tidak bekerja. Artinya kehilangan penghasilan.
Saya baru ngeh kalau orang-orang bule lokal pun bisa dibilang lebih beruntung. “I am moving in with my mom_sister/brother..
Ada tempat untuk menampung saat “jatuh” itu ternyata privileged banget.
Dan gak bohong waktu saya sadar kalau saya gak punya siapa2, ya pedihlah.
Mudah2an setelah baca tulisan realita seperti ini, orang2 gak comel lagi ya bisa lebih empati.
Dulu sebelum saya tinggal di Amrik, sepertinya negara Amrik itu amat sangat maju sekali yaaaa…keren bamget lah pokoknya..pasti nyaman deh.
Amerika sudah pergi ke bulan, ke Mars. Ya bener banget!
Ada Harvard, MIT, Yale dsb.
Tapi banyak loh hal2 lain yang ternyata Amrik ketinggalan atau ya menyedihkan lah istilahnya
Ada rekan kerja yang bilang, nanti kulit kamu jadi bersih deh, bernafas juga berasa lebih enak.
Lhaaa…ternyata ada yang namanya alergi musiman. Sumpaaah amit-amit sengsaranya minta ampun! Saya baru tahu yang namanya alergi itu pas pindah dari MT ke OH. Paraah!!
Asli saya sampai “bego” rasanya. Lebih parah lagi pas pindah ke KY, yah..kalau sudah masuk musim semi, mata berair, hidung ingusan; batuk berhari-hari mah sudah biasa.
Dan memang gak semua negara2 bagian kita bisa kena alergi ya. Biasanya di negara2 bagian yang lebih kering, masalah alergi lebih ringan. Ada teman saya yang sampai putuskan untuk pindah gara2 alergi ini.
Dan..tambahan lagi alergi gak cuma pas musim semi, banyak orang nongol.alerginya di musim gugur.
Daur Ulang? Ibarat janji gombal bule online
Dibanding negara-negara Eropa yang saya lihat di IG, ataupun si Singapura yang tong2 sampah di publik sudah terbagi2 kategori berbeda, proses daur ulang di Amrik ternyata sebagian besar koq menyedihkan?.dalam arti beda propinsi beda kebijakan dan beda cara penanganan.
Kalau di beberapa kota di CA sudah ada toko pengisian ulang untuk sabun dll, di MI, OH kaleng-kaleng bisa ditukarkan $ di banyak fasilitas, di KY daur ulang masih bikin deg2 an. “Ini sampah g bener di daur ulang atau end up di landfill yak?
Di kantor biarpun tempat sampah sudah dikasih tanda “daur ulang” trus sebelahnya sampah…masih saja pegawai buang seenak perut.
Kebersihan di publik
Halah..ini mah sama saja kayak di Cililitan. Kemarin pas kerja di pusat kota asliii saya stess karena pas turun tangga ada 💩.
Orang2 baik bule, pakle ya buang sampah seenak jidat gak di kota, di taman kota, di alam.
Pas saya ngobrol2 sama kenalan bule yang orang Jerman, dia bilang Amrik itu terbelakang. Asli saya sampai keselek dengernya!
Kriminalitas
Asli saya itu miris semiris mirisnya lihat anak2 seumur 20 tahunan sudah terlibat aktifitas kriminal.
Gak tahu juga apa pas di Indo saya lived in my own bubble? baru disini saya ngeh kalau kemiskinan di Amrik juga nyata banget. Banyak orang menghalalkan segala cara yang penting dapat uang cepat.
Hidup disini gak selamanya nyaman loh.
Seperti hal nya negara2 lain, Amerika Serikat ya punya masalah2 juga dari mulai sistim pendidikan, kesehatan, keamanan dll.
Ada sisi baiknya, ya pasti ada sisi kurang baiknya dong.
Gak apa2 kan kalau saya bagi sisi2 kurang mengenakkan…
Hari Minggu kemarin, saya bebersih kulkas, waduh koq kosong banget ya! Telur tinggal 3 biji, wortel tinggal segenggam, , sayuran hijau tinggal satu jenis. Wah sudah waktunya belanja ini!
Saya itu paling malas yang namanya pergi belanja keperluan dapur ataupun keperluan sehari2. Kenapa? Apa lagi sejak tinggal sendiri dan sejak inflasi. Amit-Amit! Mahalnya minta ampun!
Tapi ya kadang harus kan?
Nah ya sekalian ya saya cerita saja disini kalau belanja itu apa saja.
Biasanya saya kalau belanja itu ke Costco, tempat belanja khusus member, iuran tahunannya $60, saya pilih belanja disini bukan karena keren, tapi karena dekat rumah, harus relatif lebih murah dan ada fasilitas pompa bensin yang asli paling murah di kota saya.
Biasanya saya belanja disini itu buat beli barang-barang tahan lama dan buat bahan-bahan makanan yang pasti saya perlukan.
Barang-barang keperluan rumah tangga yang saya biasanya beli di Costco itu :
Sabun cuci piring
Sabun mesin cuci piring
Tisu kamar Mandi
Tisu dapur
Pembalut
Sabun cair tangan
Sabut pembersih (sponge)
Pel Lantai
Pembersih debu lantai
Sabun cuci baju
Sabun Mandi
Kalau Bahai-bahan makanan yang saya pastikan beli itu:
Telur 5 lusin – hampir setiap hari saya makan telur dan tahu sendir dong, orang Indonesia, kalau ada nasi dan telur, ya survive lah!
Beras = iya beras melati ada loh di Costco dan lebih murah dibanding toko Asia lokal
Wortel 5 lbs, buat bikin sup2 an, bakwan, nasi goreng, bihu goreng
Tahu , meskipun bukan tahu pong, atau tahu Sumedang, saya tetap demen sama tahu
Sayuran hijau – kadang bayam, 2 ikat, kadang buncis beku, yang penting ada sayuran hijau
Kaldu kaleng
Santan kelapa
Minyak goreng, biasanya saya beli 2 jenis. Minyak alpukat dan minyak zaitun
Mentega beli yang merek Costco saja
Dada ayam atau paha ayam 6 kantong, satu kantongnya isi 4 -5
Kalau segambreng barang-barang diatas saya beli sekaligus, itu bisa habis $300. Asli pediiih pas bayar!
. Ih mbak kaya amat? Bukaaaan!! Ini mah harus, bukan masalah kaya! Tapi ya kan menghabiskan uang sebesar itu gak tiap bulan ya?
Biasanya saya sik 4 bulan sekali baru belanja besar lagi. Jadi ya saya pasrahkan saja lah…( sambil tetep nangis dalam hari…😭)
Nah, selain barang-barang diatas, kadang ada bahan-bahan makanan tambahan yang saya beli buat persediaan darurat, alias pas malas masak, atau malas ke supermarket atau pas cuaca jelek gak bisa keluar.
Biasanya yang saya beli itu:
Jamur kalengan – saya suka banget sama jamur, kalau beli segar, koq lebih sering dibuangnya ya? Ya sudah beli kalengan saja
Kentang parut kering – untuk makan pagi
Sosis beku
Pangsit
Sardin kaleng – asli pas kepepet , cukup mengenyangkan. Sama pacar saya, pasti diledekin kalau saya bilang saya makan sardin kaleng
Selain Costco, saya juga pergi ke supermarket biasa, seperti Kroger, Walmart buat beli yang receh-receh, yang ukurannya gak buat orang sekampung.
Mau lihat harga2 barang yang saya sebut diatas? Bisa lihat disini.
Eh tulisan ini bukan buat nampang loh ya, ini sekedar memberikan gambaran nyata hidup sehari-hari di Amrik.
Ini harga2 di Costco di kota saya, skala sedang. Saya sendiri Alhamdulillah bukan di kategorikan miskin, tapi bukan kategori 2% juga🤪. Meskipun anak saya selalu bilangnya Kamu kere Mom.
Harga-harga barang ini saya foto setelah inflasi….pedih banget loh lihat kenaikan harca…(contoh sardin kaleng sebelum inflasi $6.99 sekarang $9.99..pedih kan?!?!)