Ala Amerika

Liburan Musim Panas 2016 : Kemping di Hutan Alam Pisgah (Bagian 1)

 

Liburan musim panas kali ini, Saya agak sedikit lebih terencana. Kalau sebelum-sebelumnya saya suka ‘asal’ tunjuk tempat tujuan, kali ini saya dari jauh-jauh hari sudah beri tahu suami dan anak kalau kita akan pergi kemping ke hutan Pisgah di negara bagian Carolina Utara.

Kebetulan tahu Pisgah dari hasil ngobrol ringan dengan klien, dia bilang banyak air terjun cantik di daerah itu. Ya sudah, jadilah saya cari-cari info dimana kita akan kemping yang dekat dengan Pisgah.

Meskipun tahu mau kemana, cuma kita agak-agak reseh menentukan waktu liburan, setelah bolak balik ganti tanggal, akhirnya dipastikan saya dan suami akan cuti di minggu hari kemerdekaan Amerika, yaitu 4 Juli.

Enaknya kami ibarat dapat tambahan hari libur, tidak enaknya, tempat liburan biasanya penuh karena sebagian besar penduduk Amrik memanfaatkan hari libur ini juga.

Setelah dapat ‘OK’ dari suami, saya langsung cari-cari tempat kemping. Untunglah saya dapat 2 malam di perkemahan Davidson River…eh waktu lihat-lihat lagi, ternyata di dekat Pisgah ada yang namanya hutan DuPont, dan juga ada beberapa lokasi air terjun.

Tanya lagi ke suami, mau tidak liburannya diperpanjang dari 2 malam jadi 4 malam, dia oke-oke saja.

Tapi di lokasi Davidson River, cuma tersedia 2 malam saja, terpaksa cari lokasi kemping lainnya ; ketemulah Perkemahan Black Forest Family , yang cuma 30 menitan dari lokasi kemping pertama dan dekat dengan lokasi air terjun.

Jadilah saya pesan 2 malam di lokasi perkemahan sungai Davidson dan 2 malam lokasi Black Forest.

Kita berangkat hari Selasa tanggal 5 Juli, sengaja tidak ambil akhir pekan 4 Juli, karena kita mau menghindari keramaian.

Dari Kentucky, kita berkendara ke arah timur sampai masuk negara bagian Tennessee, untuk kemudian masuk ke Carolina Utara. Total perjalanan kira-kira 7 jam-an. Berangkat jam 10-an, sampai di lokasi kemah jam 6 lebih.

Dan seperti biasa, saya harus ngeceng di perbatasan negara bagian dong, sebagai bukti otentik kalau pernah di lokasi…he….he…he..

Pemandangan menuju lokasi itu lumayan cantik dan menyejukkan, maklum kita kan menuju pegunungan Apalachian, rentang pegunungan tertinggi kedua di wilayah Amerika.

2016-07-5

Pemandangan di Interstate antara Tennessee dan Carolina Utara

Sampai di lokasi perkemahan, kita tinggal tunjukkan email pemesanan tempat, oleh petugas kemping diberikan tanda masuk dan peta lokasi kemah. Lokasi kemah kita itu nomor 40, dekat dengan kamar mandi, jadi tidak perlu jauh-jauh kalau harus ke belakang di tengah malam.

2016-07-060

Langsung kita bongkar muatan dan mendirikan tenda, ayunan dan juga menyiapkan makan malam dan pasang api.

2016-07-51

Kemah Pertama

Siap-siap untuk berhiking ria besok!

 

 

 

 

Advertisements

Proses Menjadi Warga Negara Amerika

 

Di tahun 2015, saya ‘ngeh’ kalau tahun depan kartu penduduk tetap (Permanent Resident Card aka Green Card) saya akan habis, artinya saya punya dua pilihan, memperbaharui kartu penduduk tetap saya atau mengajukan permohonan menjadi warga negara Amerika.

Jadilah saya baca-baca situs USCIS lagi untuk mengetahui biaya masing-masing proses. Biaya pengajuan menjadi WNA itu $680 termasuk cap jari sementara biaya memperbaharui kartu penduduk tetap itu $450, beda $230. Yang WNA cukup sekali, sementara yang kartu penduduk tetap , saya harus bayar lagi setelah habis masa berlakunya.

Pikir-pikir, koq males ya kalau di pikiran selalu harus ingat-ingat masa habis berlaku si  kartu bersama-sama dengan dokumen pemerintahan lainnya yang harus diingat untuk di perbaharui : SIM, registrasi mobil, paspor, lah. Belum lagi, memikirkan biaya yang pastinya akan lebih tinggi 10 tahun mendatang? kalau saya pas lagi tekor gimana?

Ya wis lah…diputuskan saya kalau tahun ini saya akan ajukan permohonan jadi warga negara Amerika!

Kartu Penduduk tetap saya itu akan berakhir di bulan Maret 2016, saya hitung mundur 6 bulan – karena baca di USCIS 6 bulan sebelum kartu habis masa berlakunya, kita boleh mulai proses perbaharui – untuk kasus saya proses menjadi WNA. Bulan September 2015 saya jadikan patokan untuk memulai proses pengajuan WNA saya.

Saya juga mulai menabung jauh-jauh hari -$680 tidak sedikit buat ukuran saya!

Masuk bulan September 2015, syukurlah  saya punya cukup uang untuk membayar biaya naturalisasi, dan saya juga  mulai mengisi formulir N-400 yaitu formulir naturalisasi.

Dokumen N-400 ini ada 21 halaman, sebenarnya tidak ribet untuk mengisi dokumen ini, isiannya ya hal-hal ‘yang mendasar’ seperti alamat rumah, tempat kerja dll. Tapi, buat saya, formulir ini yang ada bikin riweh, karena :

  1. Untuk alamat : selama 10 tahun di Amrik, keluarga kami pindah tempat tinggal 5 kali  lebih dan tidak selalu mencatat tanggal kepindahan.Jadilah saya kudu bongkar-bongkar jurnal bahela, bolak balik lihat Facebook lintas waktu untuk dapatkan tanggal.
  2. Untuk pekerjaan : tidak terlalu heboh seperti mengisi alamat, saya pribadi ‘cuma’ harus menulis 5 tempat kerja berbeda, lagi-lagi masalah tanggal yang bikin pusing.
  3. Sejarah keluarga suami : idem ditto, lupa tanggal ini dan itu!

Waktu akhirnya selesai, huurah banget rasanya!!

Tanggal 12 September, saya beli cek dari bank untuk membayar biaya naturalisasi sebesar $680 dan tanggal 14 September saya kirim dokumen saya pakai UPS.

Saya memang sengaja pilih untuk kirim lewat jasa kurir, karena sempat ada pengalaman buruk menggunakan jasi pos biasa.

Nah waktu saya kirim ini, sempat bermasalah dengan petugas UPS. Di USCIS, secara spesifik diberikan 2 alamat yang berbeda tergantung bagaimana si pemohon akan kirim : lewat pos biasa atau menggunakan Express Mail atau kurir. Saya pilih lewat kurir (UPS).

Waktu saya di toko UPS, entah kenapa si petugas ‘ngotot’ mengasih saya Priority Mail, dia ngotot kalau itu sama dengan express mail dan dia bilang kalau pakai UPS mahal.

Pertama saya nurut, tapi waktu saya balik ke rumah dan cek langsung di situs pos Amrik, ternyata beda, jadilah saya balik ke toko UPS dan minta di ganti dengan kurir. Masalah saya bukan di harga, tapi saya ‘ngerti’ banget kalau urusan dengan imigrasi, kalau kita tidak mau kasus kita tertunda, ya harus ikuti aturan, Tidak maulah saya dokumen saya dikembalikan cuma gara-gara si petugas UPS ngotot gak jelas. Saya sempat jengkelnya minta ampun dengan si petugas UPS ini!! Please deh ah!

Tanggal 18 September 2015 saya terima surat dari USCIS kalau mereka sudah terima formulir yang saya kirim. Lega! berarti dokumen tidak hilang dijalan! Di surat pemberitahuan tertulis kalau mereka terima dokumen saya tanggal 16 September 2015.

Tanggal 2 Oktober 2015, saya terima lagi pemberitahuan dari USCIS, kali ini undangan untuk cap jari di lokasi USCIS di kota saya tanggal 15 Oktober 2015.

Nah waktu saya mau siapkan dokumen untuk cap jari ini, saya baru ngeh kalau kartu penduduk tetap saya koq tidak ada ya????? Hadwwweeeh!! mau nangis rasanya! cari ke sana ke mari, ubek lemari ini itu, tetap tidak ketemu. Pasrah lah saya kalau kartu PR saya HILANG!!!

Gimana dong???!! Masa saya harus ajukan permohonan penggantian kartu PR – yang ongkosnya $450??!!!

Nangis segugukan saya….panik tidak karuan. Dapat uang dari mana???

Dengan bantuan Google, saya coba cari ‘jawaban’ via internet……dari yang saya baca, ada perespon yang bilang kalau tidak perlu mengajukan permohonan penggantian kartu PR, tapi cukup buat laporan polisi tentang kehilangan laporan ini dan bawa laporan tersebut sebagai bukti.

Baiklah, itu yang saya akan lakukan! saya pikir, saya ambil resiko proses naturalisasi saya ditolak, tapi yang jelas saya tidak punya extra $450!

Untungnya saya punya kopi kartu PR saya di komputer, berwarna dan bisa saya cetak. Sementara saya buat laporan polisi, saya cetak juga kopi kartu PR saya.

Pembuatan laporan polisi itu paling lama 3 hari, saya lapor hari Kamis tanggal 8 Oktober 2015 – harusnya saya bisa cetak online lewat kontraktor yang kerja sama dengan polisi Louisville , eh waktu saya lihat hasilnya, loh, koq tidak tertulis nomor kartu PR saya di laporan???!! ya tidak ada gunanya lah!!

Saya telpon lagi ke kantor polisi, di laporan asli saya tercantum jelas nomor kartu PR saya, berarti si kontraktor yang ngaco!! SEBEL!! Untunglah saya bisa ambil sendiri laporan ybs di kantor polisi langsung. Jadilah hari Senin, saya ke pusat kota Louisville untuk ambil laporan polisi, cuma bayar $0.10! Puih!

Ya sudah, yang penting laporan kehilangan ada di tangan!

Di hari H untuk cap jari, saya komat kamit berdoa semoga tidak ditolak gara-gara tidak punya kartu PR!

Jadwal yang diberikan oleh USCIS itu jam 11:00 am, saya datang sekitar 40 menit sebelumnya, dengan hati-hati saya bilang ke petugas kalau kartu PR saya hilang tapi saya perlihatkan foto kopi berwarnyanya. Si petugas bilang ‘This is a good copy! I just need another ID please! HAIYAAAAAAAAA!! leganya!!!

Urusan cap jari ini lumayan cepat dan saya tidak terlalu lama menunggu! Sekitar jam 2 saya bisa balik ke tempat kerja lagi. Di sesi ini, petugas mencap pemberitahuan saya dan juga memberikan saya buku beriskan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan di langkah selanjutnya , yaitu wawancara.

Tanggal 19 Oktober 2015 saya terima pemberitahuan berikutnya dari USCIS, yaitu harus datang untuk wawancara. Pemberitahuan pertama , saya diberikan jadwal wawancara hari Selasa tanggal 1 Desember 2015, tapi kemudian saya terima 2 pemberitahuan lainnya dari USCIS. Yang satu isinya pembatalan tanggal wawancara 1 Desember, yang kedua jadwal wawancara dengan tanggal baru yaitu hari Jumat tanggal 4 Desember 2015.

 

Apa saya belajar gitu? Jelaslah!

Saya tidak tahu banyak tentang sejarah Amerika dan saya juga tidak mau gagal di tahap wawancara!

Hari wawancara, saya datang sekitar 30 menit sebelum jadwal yang ditetapkan 1:00pm. Hadweh…kali ini koq lama ya menunggunya dan ada beberapa pengunjung lain yang sudah menunggu sebelum saya datang.

Ada mungkin sekitar satu jam saya menunggu sebelum saya akhirnya di panggil.

Grogi? Jelas! Bukan cuma karena takut tidak bisa menjawab pertanyaan, tapi juga karena status hilang kartu PR tetap menggantung di kepala!

Pertama saya ditanya petugas,nama, tanggal lahir, alamat dsb.

Lalu saya diminta membaca kalimat dan menulis kata : the people

Selanjutnya saya diberikan 10 pertanyaan dan petugas tidak akan memberitahu saya apakan jawaban yang saya berikan itu benar atau salah. (yaaaaaaaaaah…tidak bisa belajar dari kesalahan dunk????!!)

Tidak semua pertanyaan saya ingat, yang jelas saya ditanya :

  1. Siapa penulis dekralasi kemerdekaan
  2. Siapa Presiden
  3. Dari partai apa
  4. Partai politik apa di Amrik
  5. 3 negara bagian pertama yang masuk dalam USA

Hasilnya? Yay! Saya dinyatakan luluss!

Saya sempat keder waktu petugas tanya kemana kartu PR saya? Waktu saya jawab apa adanya, petugas reaksinya santai-santai saja, dia berikan saya formulir untuk saya bawa ke acara sumpah warga negara sebagai pengganti kartu PR yang hilang.

Tada!!!

Satu langkah lagi!!!

Dari selesai wawancara, saya tunggu sebulan sebelum saya cek kasus saya online.

O iya, di situs imigrasi USCIS itu, kalau kita sedang dalam proses keimigrasian, bisa buat akun untuk lihat tahapan / progres selanjutnya.

Di akun yang kita buat, tinggal masukkan nomor tanda terima – yang ada di semua pemberitahuan dari USCIS dan kalau di klik, akan muncul status terbaru kita dan juga bisa lihat tahapan yang sudah kita lampaui.

This slideshow requires JavaScript.

Sempat panik karena koq setelah sebulan lebih saya belum terima pemberitahuan lagi dari USCIS, padahal sebelumnya pemberitahuan USCIS relatif cepat.

Status terakhir itu ‘wawancara dijadwalkan’. Lah?wong sudah selesai wawancara??!! kumaha???

Akhirnya tanggal 14 Januari 2016, status saya berubah !

Oath Ceremony Will Be Scheduled
We placed you in line for your oath ceremony and will send you a notice for Receipt Number ***********, with the date, time, and location of your oath ceremony. You should receive your notice within 30 days of its mailing date. Please follow the instructions in the notice.

Tanggal 19 Januari, pemberitahuan yang saya tunggu-tunggu tiba!

Saya dijadwalkan untuk menghadiri acara sumpah kewarga negaraan tanggal 29 Januari 2015 jam 9:30 am di perpustakaan di pusat kota!

Tadinya saya tidak terlalu pusing mau pakai baju apa, eh terus ada teman lama yang menyapa di FB, ternyata dia juga menunggu hal yang sama dengan saya, dan dia tanya ” Kamu pakai baju apa ?”

Wah….pakai baju apa ya?????? Saya koq jadi ‘tertantang’ juga…..yang langsung kepikiran adalah mau pakai batik……trus ada teman kerja juga yang sempat bilang ‘kamu pakai merah, putih dan biru?’

Jadilah semalam, saya obrak abrik koper, nemu kain jarik batik yang tidak pernah dipakai sebelumnya, kebetulan warnanya biru….ingat-ingat, punya baju renda warna biru, trus ada ikat pinggang besar merah…dan untuk warna putih apa dong?? oh iya! saya kan punya kalung putih!!

Waktu nyoba si kain..gimana caranya biar si kain bisa saya pakai tanpa di jahit ya??? tadinya mau diikat, cuma koq kelihatan gendut amat dan tidak rapih???

Pikir punya pikir, dengan bantuan 2 peniti, satu tali pinggang dari baju lama, saya ‘aksen’kan si kain jadi rok berlipat…..siplah!

Warna merah, putih dan biru mewakilkan negara Amerika saya tampilkan di atasan saya, sementara negara ibu, Indonesia saya wakilkan lewat bawahan batik.

1454030654251

Merah, Putih Biru = Amerika ; Batik = Indonesia

Jadilah hari ini , Jumat tanggal 29 Januari 2016, saya diambil sumpahnya untuk menjadi warga negara Amerika, bersama-sama dengan 139 individu lainnya dari 45 negara!

Di surat pemberitahuan ditulis kalau acara mulai jam 9:30 am, lokasinya di Perpustakaan Louiville di jalan 301 York aka pusat kota.

Jam 9 kurang, kami sekeluarga tiba di lokasi – sudah banyak orang-orang menunggu di tempat yang sama

Jam 9 pintu perpustakaan dibuka

Jam 9:30 am pendaftaran di mulai, petugas mengecek surat pemberitahuan dari USCIS dan kartu PR partisipan dan masing-masing diberikan bendera Amerika kecil, amplop putih yang berisi :

. Masing-masing partisipan diberikan nomor kursi tertentu, saya dapat nomor 91 – 3 baris dari depan panggung. Sip!

 

Jam 10:00 am pemohon, keluarga dan teman-teman mulai memasuki auditorium

Jam 11:00 am acara dimulai, dibuka oleh Hakim Federal Yang Terhormat Larry King.

Dilanjutkan dengan lagu Star Spangled Banner, kata pembukaan dari beberapa pejabat negara.

Dan ditutup dengan penyerahan dokumen naturalisasi.

Yang saya senang adalah saat kepala imigrasi menyebutkan negara-negara partisipan kali ini, mulai dari Algeria sampai Vietnam,  saya satu-satunya yang dari Indonesia.

Berhubung kelaparan dan juga harus balik ke tempat kerja saya tidak foto banyak-banyak di lokasi. Maaf ya..jadi kurang ‘meriah’ tulisannya…he….he….he..

Tiba di tempat kerja saya, rekan-rekan sekerja merayakan hari jadi saya dengan memberikan saya kartu, balon bintang Amerika, coklat dan rangkaian bunga yang cantik sekali!

 

Bos dari tempat kerja yang satu lagi memasang status dengan menge-tag saya di FB bersama rekan-rekan lainnya.

Terharu juga saya dengan kebaikan hati teman-teman ‘Amerika’ saya!

Resmilah saya menjadi warga negara Amerika, tapi seperti kata hakin ganteng, menjadi warga negara Amerika artinya saya patuh dengan aturan pemerintah Amerika, tapi saya tetap orang Indonesia dengan budaya Indonesia yang saya bawa.

Saya adalah orang Indonesia berkewarganegaraan Amerika!

naturalizationcertificate-001

 

 

 

 

 

 

 

Ala Amerika : Cuci Mata di Toko Barang Bekas

Di Amrik yang namanya toko barang bekas (bukan baru) itu dimana-mana. Judulnya bisa toko antik, toko hemat(thrift), dikelola sendiri atau bagian dari chain : Goodwill, Salvation Army, Clothes Mentor, Plato Closet dll.

Dari sekian banyak tempat jual barang bekas pakai , di kota saya ada yang namanya Peddler Mall – kalau terjemahan bebasnya sih Mal Kelontong ya..tapi yang saya lihat di sini PM itu ibaratnya ‘garage sale‘ sepanjang tahun deh, karena barang-barang  yang dijual di PM rata-rata barang bekas pakai, meskipun ada PM yang penjajanya menjual makanan ringan.

PM penataannya mengingatkan saya dengan penataan Pasar Senen…he…he..he di mana ya ada lapak-lapak terbuka di sana sini, bedanya di PM ya tidak ada penjual di lapak, pengunjung tinggal ambil barang yang mereka tertarik untuk di bayar di kasir di  pintu masuk.

Di PM, kita ibarat menemukan ‘harta karun’ yang tidak disangka-sangka.

Hari ini karena hujan seharian, saya yang tadinya dijadwalkan untuk kerja di tempat kedua setelah pagi kerja di tempat pertama, ternyata boleh diliburkan. Nah lo? Kemana dong?

Jadilah kita iseng-iseng mampir ke PM setempat.

Saya pribadi bisa habis waktu berjam-jam cuma melihat-lihat ‘harta karun’ di PM, sementara suami biasanya cuma sekilas wae.

Di PM ini kamu bisa membeli furnitur dari mulai antik sampai relatif baru, peralatan olah raga, peralatan pertukangan, baju, benang-benang rajutan, perhiasan antik, mainan, buku, makanan ringan, kamera, mata uang, piring-piring makan, gelas-gelas, dekorasi rumah dan panjaaaaaaaang lagi lah daftarnya.

Harta karun yang hari ini kami temukan adalah jaket bulu imitasi seharga $10 yang kebetulan muat buat saya!  Saya memang sudah lama kepingin punya jaket bulu, cuma selalu cekikikan karena tergelitik bulu-bulu pas memakainya, jadi mau beli jaket bulu mahal koq sayang uangnya, karena ya bisa jadi tidak terpakai karena ‘kegelian’. Kalau $10 ya boleh lah…

IMG_20151128_174141

 

Si kecil menemukan lebih banyak lagi harta karun : sekantong plastik penuh dengan potongan-potongan acak Lego, mainan senjata Nerf, mobil-mobilan….ha! bisa bokek lah kalau nurutin kemauannya!

Saya juga terpekik kegirangan waktu ketemu lapak yang  menjual rok-rok ala Scottish! Karena jadi ingat waktu kecil, Tante saya membelikan saya oleh-oleh rok ini waktu beliau habis pulang liburan di Inggris. Nostalgia lah istilahnya. Sayang saya kegendutan, jadi tidak ada rok yang muat 😦 (namanya bukan rejeki kali yaaaaaa…)

Tapi itulah serunya menengok tempat-tempat seperti ini, kita seperti dibawa ke masa lalu karena kita menemukan barang-barang yang pernah kita miliki sebelumnya.

Ini beberapa foto dari PM yang saya ambil hari ini:

This slideshow requires JavaScript.

 

Ala Amerika : Belanja Saat Black Friday

Setelah 10 tahun tinggal di Amrik, ternyata saya bosan berpartisipasi dalam kehebohan Black Friday (BF).

Kalau ada teman-teman yang belum tahu apa Black Friday itu, buat saya BF ada dasarnya adalah ‘gong’ dimulainya kehebohan berbelanja untuk menghadapi tradisi penghadiahan di hari Natal.

BF awalnya di mulai hari Jumat pagi-pagi subuh, setelah hari Thanksgiving. Tapi dua tahun belakangan, tradisi belanja BF DEAL dimulai di hari Thanksgiving.

Buat saya agak-agak keterlaluan, karena Thanksgiving kan hari libur yang tidak bernuansa keagamaan dan lebih umum, sekudunya ya di liburkan saja lah, tapi ternyata masyarakat banyak juga yang belanja di hari Thanksgiving, jadilah pergeseran waktu ini mulai menjadi hal yang ‘lumrah’.

Tahun 2007, pertama kali saya kerja di ritel, saya mulai kenal BF dan tradisinya. Toko tempat saya kerja kalau tidak salah ingat buka jam 3 pagi! Lumayan ‘gila’ untuk skala kota tempat saya berdomisili yang notabene kota kecil tapi karena tempat saya kerja boleh dibilang satu-satunya tempat belanja yang cukup ‘mentereng’ (fancy gitu), meskipun toko buka jam 3 pagi, pengunjung ya ada saja.

Sebagai pekerja ritel (waktu itu), terus terang saya ‘menderita’ saat BF, apalagi di tahun 2011 waktu suami tinggal di negara bagian lain, anak saya saat itu berumur 6 tahun, kelabakan saya mencari bantuan untuk menjaga anak saya selama saya kerja di jam zombie.

Sebagai konsumen, saya tidak pernah melakoni kelakuan beberapa orang yang sampai-sampai buka tenda segala untuk menunggu toko-toko dibuka untuk bela-belain beli BF Deal atau ngantri dari jam 10 malam menunggu toko di buka. 

Paling-paling waktu saya tinggal di Cleveland tahun 2010, saya pernah pagi-pagi sekali berangkat ke Outlet atau jam 12 malam ngacir ke Toys R Us seberang apartemen untuk beli hadiah ultah si kecil di bulan Januari nanti. 

Setelah saya tinggal di KY dan kerja di institusi keuangan boleh dibilang saya tidak lagi kebagian ber BF-ria karena saya selalu harus kerja di hari Jumat setelah Thanksgiving.

Tapi ya tidak apa-apa, karena setelah bekerja di ritel bertahun-tahun, saya ‘ngeh’ kalau tidak selalu BF Deal itu paling murah. 😉

Hari ini saya ya di rumah saja, tadinya mau melihat keramaian dan ambil foto buat teman-teman, tapi koq malas ya?

Jadilah saya dan anak sibuk membuat LEGO dengan tema Black Friday Madness has begun…..

Silahkan gunakan imaginasi masing-masing dalam meninterpretasikan LEGO  kami :

Update

Setelah melihat iklan toko Target, ada XBox, saya dan anak yang ada tergoda ngacir ke Target, di tambah memang saya punya 14 kartu hadiah (gift card) yang bisa di belanjakan di Target.

Kami parkir di sisi gedung – bukan di depan gedung- yang waduh….kendaraan bersliweran – langsung dapat parkir, lalu ke bagian elektronik, ambil XBox, dan langsung bayar di kasir di lokasi – dibanding di kasir utama yang antriannya sudah seperti ular naga panjangnya!

Resmilah kami sebagai korban BF Deal :

 

 

 

 

Suka Duka Di Amrik : Pekerja Jam-Jam-an

Baru setelah berimigrasi ke Amerika, saya mengenal istilah pekerja jam-jaman dan pekerja gaji.

Pekerja jam-jaman yaitu pekerja yang dibayar berdasarkan jumlah jam yang si pekerja lakoni, ya biasanya pekerja buruhlah, seperti pegawai toko, pegawai bank,pegawai di rumah sakit, dll. Pekerja jam-an ini bisa pekerja paruh waktu, bisa juga pekerja penuh.

Karena sifatnya yang dibayar berdasarkan jumlah jam si pegawai bekerja, dari NOL jam hingga 40 jam (atau bisa lebih, tapi biasanya managemen perusahaan akan ‘ngomel’ kalau pegawai jam-jaman mereka lembur)- bayaran si pekerja ya bisa berbeda-beda setiap kali terima gaji.

Juga pekerja di haruskan mencatat saat mereka mulai kerja dan selesai kerja setiap harinya di timesheet.

Pekerja jam-jaman ini juga rentan terpotong jadwal kerjanya, terutama pekerja ritel. Kalau manager menilah penjualan pada hari itu tidak seperti yang diperkirakan, mereka harus segera memotong anggaran perusahaan yaitu dengan memotong jam kerja si pegawai yang dijadwalkan bekerja hari itu. Jadi kalau awalnya si pekerja di jadwalkan bekerja selama 4 jam, sangat mungkin kalau si pekerja yang ada cuma bekerja selama 2 jam saja.

Sementara pekerja gajian, yaitu mereka-mereka yang gajinya dihitung secara lumpsum per bulannya, dengan standar jam kerja 40 jam per minggu. Sepengetahuan saya pekerja gajian ini sebagian besar pekerja penuh, atau pekerja kontrak. Contohnya suami saya.

Sebagian besar pekerja jam-an menerima gaji setiap minggu atau setiap dua minggu sekali. Sedangkan pekerja gaji, sebagian besar di bayar setiap dua minggu sekali atau 2 kali sebulan : di awal bulan dan di tengah bulan (tanggal 15).

Saya ini termasuk pekerja buruh, alias pekerja yang dibayar per jam, gaji dibayar oleh perusahaan setiap 2 minggu sekali. Tapi karena saya bekerja di dua tempat, saya jadinya terima bayaran setiap minggu, karena jadwal terima gaji saya yang satu dengan yang lain berselisihan.

Ada enak dan tidak enaknya jadi pekerja jam-jaman.

Yang paling tidak enak itu kalau lupa masukkan waktu kerja (clock in dan clock out) dan kelewat tenggat waktu perhitungan gaji. Kenapa? Karena beberapa perusahaan sangat ketat dalam hal pembayaran gaji ini, kalau sudah lewat tenggat masukkan timesheet ya terpaksa kamu dibayar apa adanya, kekurangan jam kerja akan dibayar di gaji berikutnya.

Contohnya saya.

Waktu mau mudik kemarin, saya pikir waktu saya balik saya tetap akan terima gaji cukuplah, karena meskipun saya tidak kerja, saya sudah punya jatah liburan, yang jumlah jam libur per mingggunya boleh dibilanag sama dengan jumlah jam kerja saya kerja.

Saya pikir lagi, karena saya pekerja paruh waktu, manager saya yang harus memasukkan jumlah jam libur saya ke timesheet saya – karena kalau ada libur di kalender, manager saya yang memang harus memasukkan libur kalender itu di timesheet saya supaya saya dibayar.

Waktu kembali ke tempat kerja setelah mudik, saya panik melihat jumlah kerja saya cuma seuncril dan ternyata jam liburan saya tidak tercatat. Ternyata saya salah asumsi, sayalah yang harus memasukkan jam libur saya ke timesheet, bukan manager.

Yaaaaah….apa daya, terpaksalah saya gigit jari selama lebih dari 2 minggu!

Hadweeeh, asli sengsara, karena berarti saya tidak bisa membayar tagihan ini itu seperti yang sudah saya jadwalkan.

Untunglah cuma saya yang pergi berlibur dan suami tidak ikutan, karena berarti kita  masih ada penghasilan dari suami yang bisa bantu untuk hidup sehari-hari…………..

Phew!!??!!

Pindahan Oh Pindahan

Sewaktu saya tinggal di Jakarta, seingat saya, saya cuma pindah rumah  3 kali : dari daerah Pasar Minggu ke daerah Condet, lalu ke daerah Pancoran, terakhir ke daerah Cibubur , semuanya dalam kota dan tidak pernah rasanya heboh-heboh amat. Seingat saya, kami selalu dapat bantuan, ayah ibu tetap kerja seharian, tahu-tahu kita pindah ke tempat baru.

Yang jelas namanya hidup ya, pindahan kadang tidak bisa dihindari – idealnya ketemu rumah yang sreg, terus tinggal di situ sampai kakek nenek deh ….

Nah, waktu saya imigrasi ke Amerika, terus terang hal-hal seperti ini tidak terbayang sebelumnya, maklum, tidak terbiasa hidup sendiri, semua-muanya cuma tahu beres, karena selalu tinggal dengan ortu. Baru di Amerika ini saya ‘ngeh’ dan belajar tahu ini itu masalah pindahan. Sejak saya di Amerika tahun 2005 hingga 2014, saya sudah merasakan pindahan itu 5 kali, sementara suami ada kali 10 kali pindahan!

Pindahan pertama kali lumayan gampang, cuma pindah dari apartemen 2 kamar ke rumah yang notabene lebih luas. Barang-barang yang kita miliki tidak terlalu banyak dan cuma perlu sewa satu truk Uhaul ukuran sedang.

Suami sendiri yang nyetir truk, yang ngepakin barang-barang ya kita berdua saja, masalah angkut barang-barang, ada dua teman suami yang bantuin kita gotong mebel-mebel yang lumayan berat: dari apartemen ke truk, dari truk ke rumah.

Setelah pindahan ini, pikirnya ya sudah dong, kita bakalan menetap di sini sampai tahunan, tidak kepikiran mau pindah ke tempat lain.

Itu tahun 2006.

Ternyata keadaan tidak memungkinkan kami untuk menetap di rumah kami, di tahun 2010, suami dapat kerja di negara bagian lain, Ohio. Berhubung dia harus berada di Ohio secepatnya, jadi dia langsung berangkat dengan mobil satu-satunya kami dengan pakaian dan barang-barang keperluan rumah tangga seadanya.  Rencananya saya dan anak (waktu itu dia umur 4 tahun), akan menyusul belakangan dimana suami akan minta cuti untuk pulang ke Montana, bawa kami semua ke Ohio.

Tapi, saya, setelah pikir ini itu, ditambah bawaan diri yang memang agak-agak petualang dan pemberontak, saya nekat bilang ke suami kalau dia tidak usah pulang karena saya sendiri yang akan bawa truk ke Ohio.

Suami amat sangat tidak setuju, tapi dia tahu bininya ini keras kepala dan tidak mau dibilangin sampai dia kejeduk sendiri- akhirnya setuju dengan rencana saya.

Jadilah si Jeng sibuk mengatur rencana kepindahan ke Ohio sorangan dewe.  Cerita kepindahan ku bisa dibaca disini dan disini.
Nah, sejak pindah ke Ohio itu, kami boleh dibilang ‘hobi’ pindahan, baik pindahan antar negara bagian maupun pindahan dalam kota, asli keblenger!!!

Tapi ya mau gimana lagi, kadang kita harus pindah karena pekerjaan, jadi ya lakoni aja.

Dari pengalaman ‘jutaan’ pindahan itu, jadilah di blog ini, saya mau berbagi tips pindahan untuk teman-teman:

Pertama : pilih perusahaan truk yang akan di sewa.

Yang beken di sini itu Uhaul, salah satu perbedaan truk Uhaul dengan truk-truk dari perusahaan lain adalah dek Uhaul lebih rendah, jadi memang agak lebih mudah untuk wara-wiri ke/dari truk.  Tapi Uhaul jauuuuuuuuuuuuh lebih mahal dibanding merek lain.  Berhubung saya orangnya agak-agak pelit, saya pilih truk dari BudgetSelain harga dasar lebih murah, selalu ada diskon untuk sewa dari Budget. Saya dapat kupon 20% , jadi untuk sewa truk saja, bedanya bisa $200 dibanding ambil dari Uhaul.

Masalah ukuran truk, baik Uhaul maupun Budget punya pilihan ukuran yang relatif sama. Harga truk akan tergantung dari ukuran yang dipilih, berapa lama truk akan disewa. Bensin dan resiko kecelakaan harus ditanggung sendiri.

Karena ukuran keluarga kami (& jumlah barang yang kami miliki), biasanya kami harus menyewa truk ukuran 16 kaki dan waktu yang kami ambil untuk pindahan antar negara bagian itu minimal 10 hari (berapa hari di perjalanan, berapa hari istirahat sebelum bisa bongkar truk di tempat baru). Selama pindahan kami (4 kali), rata-rata pengeluaran untuk sewa truk ini tidak kurang dari $1,000.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Truk pindahan ukuran 16 kaki,muat 3 penumpang

Kedua : beli kotak-kotak penyimpan barang.

Ini bisa di beli dari Home Depot ,Lowe’s,dari perusahaan truk sendiri (untuk kotak-kotak baru) atau Craiglist, atau dari tempat kerja untuk kotak-kotak bekas. Pertama pindahan ini, saya coba ngirit dengan ambil kotak-kotak bekas dari tempat saya kerja. Memang gratis, cumaaaaaaaaaaaaa, waktu penempatan di truk, ini bisa jadi masalah.

Kenapa gitu? karena ukuran kotak tidak seragam dan lebih sulit untuk menumpuk kotak-kotak dengan stabil.  Dan juga seringkali kotak-kotak bekas ini sudah terlalu beat-up, jadi resiko jebol lebih besar.

Kotak-kotak yang dijual di Home Depot atau Lowe ini, biasanya ada beberapa ukuran : kecil, sedang, besar, super besar dan khusus untuk pakaian.

Kotak kecil akan paling banyak di gunakan, terutama untuk mengepak barang-barang berat seperti : buku-buku, peralatan tukang, barang-barang pecah belah.

Secara pribadi saya tidak rekomendasi kotak ukuran besar, kecuali untuk simpan bantal, guling atau boneka-boneka. Karena tho meskipun ukurannya besar, kita tidak bisa memuati terlalu banyak, karena resiko jebol.

Pindahan terakhir kami menggunakan tidak kurang dari 100 kotak. (banyak!!!)

packingprogress-001

Lihat lemari kosong, lega rasanya!

newapart20141

tumpukan kotak-kotak siap diangkut! Truk siap di bongkar!

Ketiga : cari bantuan untuk mengangkut barang-barang

Kalau pindahan pertama dan kedua kita cukup angkat telpon dan minta bantuan teman-teman, pindahan berikutnya kita tidak bisa melakukan hal yang sama. Pertama karena suami orangnya risih minta tolong ke orang (gratisan), kedua, suami tidak di lokasi, saya boleh dibilang tidak ada teman laki-laki.

Waktu pindahan dari Ohio ke Montana, saya pilih perusahaan Mergenthaler – layanan yang saya pilih benar-benar cuma bantu angkut barang-barang besar dari rumah ke truk.

Untuk memilih ‘layanan kuli angkut’ ini boleh dibilang yang paling rumit dan tidak murah!

Perusahaan-perusahaan seperti Margenthaler ini banyak jenisnya di Amerika. dan layanan servis mereka beragam : dari mulai layanan penuh : pengepakan barang, pengangkutan, pembongkaran, pemindahan atau bisa pilih satu layanan tertentu saja.

Yang membuat rumit itu karena masing-masing perusahaan punya kebijakan sendiri yang membuat harga bisa beda.

Secara umum pertanyaan-pertanyaan yang akan mereka ajukan adalah :

  • jenis barang-barang yang akan diangkut – jadi kita harus memberi tahu mereka satu per satu barang-barang yang akan mereka angkut : berapa banyak kotak, mebel apa saja, tempat tidur ukuran apa, dsb
  • berapa jauh mereka harus transpor barang-barang kita (kalau memang kita mau mereka untuk transpor barang-barang kita)
  • apakah ada barang-barang yang unik : piano, kotak penyimpan barang berharga ukuran besar
  • berapa besar asal properti kita dan berapa besar properti baru kita – dan tipenya : rumah atau apartmen
  • apakah ada barang-barang lain yang harus diangkut yang tidak berada di lokasi yang sama

Waktu pindahan kedua kami di Kentucky, saya telpon 3 perusahaan jasa angkut barang. Dua dari tiga perusahaan ini selain saya tahu dari melihat di jalan, saya juga tahu mereka karena mereka klien di tempat saya kerja .

Pilihan saya waktu itu Two Men and a Truck, Margaret Moving dan Edward Neutz Sons & Daughters.

Yang satu bertanya sangat detail mengenai kepindahan kami : apartemen awal kami di lantai berapa dan apartemen tujuan di lantai berapa, konon ini membuat perbedaan harga yang signifikan untuk mereka. Ada juga yang mengenakan biaya transportasi lebih dari 1 jam.

Semuanya memang tergantung dari ‘sreg’ atau tidaknya kita ya. Intinya harga layanan ini berdasarkan jumlah orang-orang yang mereka kirim dan berapa lama mereka bekerja.

Yang jelas, saya belajar dari pengalaman bongkar barang-barang waktu pindahan dari Montana ke Kentucky, saya tidak lagi pilih perusahaan abal-abal alias bukan franchise, bukan kenapa-kenapa, karena saya perhatikan mereka cuma bermodal otot, tapi tidak ada strategi, yang ada waktu pembongkaran bisa jadi lebih lama, meskipun awalnya mereka kenakan harga relatif lebih murah per jamnya, yang ada saya jadi BT.

Pindahan dari Bozeman ke Cleveland, kita pakai 3 orang , 1 orang membungkus mebel-mebel sebelum diangkut, yang 2 memindahkan barang-barang dari rumah ke truk. Seingat saya mereka selesai dalam waktu 3-4 jam.

Untuk pindahan di Kentucky, berhubung ukuran rumah dan jumlah barang-barang berkembang, perusahaan yang kami pilih : Two Men and a Truck mengirim 3 + 1 orang untuk membantu kepindahan kami.

Terus terang saya cukup puas dengan pilihan kami, meskipun secara teknis ada 4 orang yang membantu , kami hanya di kenakan biaya untuk 3 orang. Kerja mereka juga lumayan efisien dan santun. Mereka datang jam 8.30-an, selesai mengangkut barang-barang kami dari apartemen lama jam 12-an. Total biaya yang kami harus bayar itu $910 (berikut tip untuk 4 orang)

Keempat : tetapkan waktu pindahan

Karena itu akan berefek ke harga sewa truk dan harga jasa kuli! Sabtu dan Minggu harga bantuan angkut bisa $30-$50 lebih mahal dibanding hari biasa.

Kadang karena jadwal kerja, kita mau tidak mau harus pilih akhir pekan, kalau memang ini jadi pilihan ya siap-siap buka kantong lebih dalam..;-)

Kelima : beli peralatan tambahan.

Hah? apaan tuh?

Setelah 5 kali pindahan saya lumayan paham akan pentingnya pernak-pernik tambahan yang diperlukan :

  • Dolly atau dongkrak angkut – meskipun waktu kita sewa truk, sebagian besar perusahaan menyediakan dolly di truk ybs, tidak ada salahnya kalau kita juga punya Kenapa gitu? dengan punya dolly sendiri, ini memudahkan kita memindahkan kotak-kotak dari ruang-ruang ke satu ruang tertentu yang nantinya akan memudahkan pengangkutan akhir ke truk. (lebih efisien)
  • Tali : bisa tali rafia, bisa tali tambang biasa, bisa tali elastis (bungee) : gunanya untuk membuat jala laba-laba di dalam truk, supaya dalam pengangkutan, kotak-kotak yang sudah tersusun di dalam truk tidak goyang ke sana ke mari .
  • Penahan pintu : ya menahan pintu supaya selalu terbuka, jadi tidak repot harus bolak balik buka tutup pintu selama pengangkutan barang-barang dari truk ke rumah dan sebaliknya.
  • Padding – seperti juga dolly, padding biasanya disediakan dari perusahaan truk, tapi jumlahnya terbatas – terutama kalau kita tidak menyewa jasa kuli. Jadi tidak ada salahnya untuk sedia tambahan – padding ini bisa berupa selimut atau bantal lama yang sudah tidak terpakai lagi.

Tips-tips lain yang kali berguna :

  • Ruang pengemudi dan penumpang relatif sempit, isi dengan minuman dan makanan kecil untuk perjalanan, dan koper ukuran sedang yang muat di taruh dibagian kaki penumpang di paling pinggir, untuk ganti di perjalanan atau ganti di hari-hari awal di tempat baru
  • Pakai pakaian yang tidak nyesal kalau sobek atau kotor selama di perjalanan, maklum akan banyak berhenti dan atau angkut ini itu
  • Gunakan sprei lama untuk melindungi kasur dari kotor selama di truk/pengangkutan- jadi biarpun si sprei ini sobek misalnya dalam perjalanan, kita rela untuk membuang.
  • Kalau mau nyetir truk sendiri, jangan lupa lengkapi penumpang dengan DVD player supaya tidak bosan
  • Isi gas waktu penunjuk gas tidak kurang dari 1/4 kapasitas – terutama kalau pindah antar negara bagian, karena pompa bensin tidak selalu berdekatan di Interstate.
  • Hindari mundur – terutama kalau nyetir truk besar
  • Kumpulkan kotak-kotak yang sudah rapi di satu tempat tertentu – ini akan menghemat waktu pengangkutan dari apartemen/rumah ke truk
  • Jangan sungkan sumbangkan barang-barang yang tidak pernah terpakai lagi, aturannya kalau kita sudah tidak pernah pakai barang yang bersangkutan selama 1 tahun , ya wis sumbangkan saja, daripada menuh-menuhin truk.  Lokasi sumbangan bisa ke Goodwill, Salvation Army, toko-toko barang bekas lainnya. Kalau buat buku-buku, bisa dijual lagi di toko buku Half Price Book Store, lumayan dapat uang beli kopi
  • Beli satu kotak plastik ukuran sedang yang disini barang-barang kepeluan selama hari-hari pertama di tempat baru : sabun, sampo, sisir, barang-barang pribadi lainnya yang bisa dipakai sekeluarga, piring, gelas kertas, sendok, garpu plastik, pisau, talenan, makanan kaleng, pembuka kaleng, 2 gulung paper towel, 3 gulung toilet paper. Simpan kotak ini paling dekat dengan bukaan di truk, jadi mudah diambil dimana perlu.

Hah. Heboh ya?  Banget! dan yang pasti, pindahan itu selain menguras tenaga juge menguras kantong, karena tidak pernah murah (kecuali ada yang bayarin ya). Dan meskipun kami sudah pindahan berkali-kali, tetap saja stres waktu kami harus melakukannya lagi.

Yah wis, sampai disini dulu cerita dari saya,  mudah-mudahan cerita saya kali ini bisa membantu teman-teman yang mau pindahan….

blog4-002

Pssst….jangan pernah beli barang harga penuh di Amrik!

Image

 

Aturan pertama belanja di Amrik:

Jangan pernah beli barang tanpa ada potongan!

Karena satu saat barang yang bersangkutan pasti akan ada promosi.

Tip belanja :

1. Di Macy – tunggu promosi ‘One Day Sale’ karena harga barang2 notabene paling rendah dan bisa kombinasi dengan kupon yang dikirim lewat pos

2. Banana Republic – paling tidak satu bulan sekali ada promosi extra potongan 40% untuk barang-barang yang sudah didiskon.  Sempat beli sepatu boots harga asli $225, cukup bayar $50, bahan material dari kulit.

3. JC Penney – daftar di program Rewards, dijamin dikirim kupon, maksimal 25%. Sering kali ada promosi gratis. Baru-baru ini dapat kupon gratis handuk (seharga $10), tidak nolak dong.

4. Stein Mart – daftar program Rewards, di email akan dapat extra potongan 20%-40% dari harga yang sudah didiskon. Koleksi sepatu Stein Mart boleh dibilang unik, tidak ada di toko lain, tapi jangan pernah beli kalau harga belum di diskon. Karena kalau tanpa diskon, ya harga jadi samimawon, mahal. Nemu sepatu merek EuroSofft yang notabene merek cukup bagus, seharga $25 – harga asli $60++

5.  TJ Maxx – harga pakaian boleh dibilang ‘biasa’ alias kita bisa temukan harga yang sama di departement store. Yang boleh dibilang miring di toko ini menurut Saya itu kosmetik dan pernak pernik perawatan tubuh. Kadang ada merek kosmetik beken seperti Estee Lauder, Shisedo, Elizabeth Arden dengan harga $10-$30 lebih murah. Contoh : Serum Idealist dari Estee Lauder, di situs harga minimal $62, di TJ Maxx cukup $32. Body Butter merek The Body Shop, harga termurah di toko asli $10 (promosi), disini cukup $4-$6.

Askes oh Askes (di Amerika)

Mungkin ini karena pengalaman orang tua waktu di Jakarta, mereka kena tipu agen asuransi. Jadilah Saya sekarang agak-agak alergi kalau dengar kata asuransi.

Di Amerika, hidup tanpa asuransi boleh dibilang tidak mungkin. Dari mulai asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi rumah, asuransi mobil, panjang deh daftarnya.

Ini Saya mau cerita pengalaman pribadi mengurus klaim dengan asuransi kesehatan Saya.

Tahun lalu itu Saya berasuransi dengan Aetna lewat perusahaan tempat Saya kerja. Saya sendiri jarang ke dokter, tapi memang tahun 2013 sekeluarga agak lebih sering sakit, meskipun tidak parah, tapi cukup membuat kita khawatir sehingga kudu pergi ke dokter.

Salah satu kunjungan dokter yang Saya lakukan itu di akhir tahun 2013, tepatnya tanggal 31 Desember. Seperti biasa laporan dari asuransi Saya terima kira-kira satu bulan setelah kunjungan ke dokter. Waktu Saya buka. lah??!! Kaget, karena di laporan tertera kalau kunjungan Saya tidak akan dibayar asuransi karena Saya tidak memiliki asuransi saat kunjungan!!!!

Bingung dong?? Langsunglah Saya obrak abrik berkas-berkas askes dari kantor. Di situ tertera kalau ‘Saya terlindungi oleh asuransi hingga Desember 31, 2013. Saya telpon ke bagian kepegawaian kantor, di konfirmasi kalau data yang Saya miliki benar. Saya telpon asuransi, jawaban pertama ‘Di data kami, asuransi Anda hingga Desember 30, 2013. Akan Kami selidiki lebih lanjut.’

Keesokan harinya Saya terima pesan dari Asuransi kalau data yang mereka miliki adalah benar. Desember 30 1013 hari terakhir Saya terasuransi.

Telpon lagi ke kepegawaian, lagi-lagi dijawab kalau Saya harus diasuransi hingga Desember 31 2013 dan mereka tidak menemukan hal yang mengatakan berbeda.

Telpon Asuransi lagi, kali ini dijawab oleh Supervisor, ternyata masalahnya adalah ‘premi’ yang mereka terima hanya sampai tanggal 30 Desember 2013. Oleh si Supervisor, dia berjanji akan melanjutkan kasus Saya ke departemen yang berwenang (masalah pembayaran premi). Agak sedikit legalah Saya.

Dua minggu berikutnya Saya terima tagihan dari dokter, halagh?? Saya masih harus membayar penuh?

Waktu Saya lihat slip gaji, memang di minggu terakhir 2013, bayaran asuransi Saya tidak seperti biasanya. Jadilah Saya coba email HR kantor untuk menanyakan kenapa bayaran asuransi berbeda. Dijawab kalau itu dikarenakan mereka harus membagi bayaran 2 hari di tahun 2013 dan 3 hari di tahun 2014. Jadi kesimpulan Saya, Saya sudah bayar premi dong.??

Telpon lagi ke pegawaian kantor. Kali ini Saya jelaskan kalau ada masalah di pembayaran premi. Pegawai yang menjawab kali ini sepertinya lebih mengerti duduk masalah. Dia berjanji akan mengirim email ke asuransi ,data terbaru Saya. Ok. Saya pikir beres dong?

Dua minggu berikutnya, telpon lagi ke Asuransi……loh..di data mereka masih tertera ‘asuransi tidak dibayar!!’ haduhhhhhhhh………
Hampir gila rasanya!! masalah sederhana begini koq susah sekali ya dibereskan??

Akhirnya kemarin, 14 Maret, Saya dapat email dari asuransi yang memberitahukan kalau ada penjelasan baru mengenai status kunjungan tanggal 31 Desember. Akhirnya tagihan Saya dari $203 , turun menjadi $78.72.

Gila kan? Dari pengalaman ini Saya belajar, kalau menyangkut asuransi, kita harus berani protes karena mereka belum tentu benar dalam memproses klaim kita!!!

Piknik yuk piknik

Salah satu hobi baru setelah pindah ke Amerika adalah berpiknik ria, alias makan di taman terbuka disaat hari cerah.

Contohnya hari ini. Wuih…rasanya seperti musim panas, suhu udara 75F atau 24C, dan matahari bersinar super cerah. Yang ada kami buru-buru merencanakan piknik di luar. Menunya sederhana saja, burger. Jadilah pulang kerja Saya ke supermarket beli bahan-bahan.

Jam 6 petang, kita cabut ke taman dekat rumah. Ternyata bukan cuma kami yang berpikiran untuk berpiknik ria. Taman terlihat ramai, hari secerah ini tampaknya tidak disia-siakan warga Louisville.
Untunglah meja-meja piknik masih tersedia banyak. Jadilah kami memilih tempat dekat dengan jembatan dan sungai kecil.

Setelah berbulan-bulan terkurung di rumah karena udara dingin menusuk tulang, senang rasanya berada di luar, menghirup udara segar, bercelana pendek, bersandal jepit.

Selamat Datang Musim Semi!!

Image

Contohlah Amerika dalam hal : sekolah kapan saja!

Kalau mendengar kata ‘sekolah’ (kuliah) maksudnya, yang ada di pikiran Saya itu ya setelah lulus SMA. Tidak ada kata ‘tunda’, tidak ada kata ‘nanti’. Memang seperti itulah yang orang tua Saya ajarkan.

Atau kalau memang senang menuntut ilmu ya silahkan dilanjutkan kuliah S2 bahkan S3, tapi selesaikan dulu program S1-nya.

Jadi ya Saya setelah lulus SMA, otomatis langsung masuk kuliah. Tidak ada yang aneh dengan pilihan Saya, biasa saja.

Berfikir kembali ke bangku kuliah setelah umur 30 tahun koq ya aneh yak? apalagi kuliah S1.

Di Amerika, yang namanya kuliah itu tidak terbatas usia. Bukan hal yang luar biasa melihat mahasiswa-mahasiswa disini usianya sangatlah beragam.

Budaya Amerika yang menganggap kalau anak sudah berusia 18 tahun-notabene setelah lulus SMA- maka dia dianggap bebas menentukan pilihan boleh dibilang salah satu alasan kenapa batasan usia tidak terlalu nyata di dunia kampus.

Ada bagusnya, ada jeleknya

Bagusnya ya orang-orang terbiasa kuliah kapan saja, tidak merasa terlalu tua untuk kuliah. Tidak ada yang memandang ‘aneh’ kepada mereka yang terlihat sudah agak ‘berumur’ tapi masih mau mendaftar untuk sekolah.

Terus terang Saya males untuk kuliah lagi, tapi koq pas disini, terus terang jadi berminat untuk kuliah lagi…karena ya itu budaya disini sangat memungkinkan kita untuk kuliah lagi tanpa takut akan umur!