gaya hidup

Kamu Punya Terapis Mental?

Saya punya.

Idih. Ngapain pakai ketemuan sama terapis?

Nggak percaya Tuhan ya?

Gak suka shalat sik?!

Makanya berdoa!

Masak gitu aja butuh terapis?

Begitu kali ya komentar kebanyakan teman2. Ya gak apa2 juga sik. Pilihan kalian buat berkomentar.

Jujur saya disini merasa sangat kewalahan karena semua2nya harus saya lakoni sendiri. Dalam arti, saya tidak ada ortu atau sanak saudara yang saya bisa datangi / hubungi sesegera mungkin.

Teman2? Ya ada sik. Cuma pernah saya curhat gitu, tapi reaksinya nyakitin aja, yang ada saya ciut hati.

“Apa susahnya cerai?” (Memang situ mau bayarin ya?)

“Namanya lelaki, nafsunya lebih gede”

“Itu kan memang tugas kamu sebagai istri” (si suami make piring , tempat tidur, kamar mandi dsb juga kan??!)

Ya udah sabar aja…(beli dimana ya si sabar ini?)

Dan…seterusnya…

Yang ada saya tambah emosi. Tambah marah. Kheki.

Saya butuh “orang ketiga” tempat saya cerita apa adanya. Orang ketiga yang “waras”, tidak bias, punya latar belakang/pengetahuan ilmiah tentang mental, perilaku manusia atau istilahnya psikologi.

Orang ketiga yang tujuannya membantu saya menjadi versi yang lebih baik, tanpa menghakimi saya.

Orang ketiga yang saya tahu tidak akan comel sama cerita saya atau sibuk nyebar gossip.

Setelah capek dicela sama teman sendiri, dan curhatan saya dijadikan bahan gunjingan sedap, dan juga menyadari kalau kesehatan mental saya menurun drastis. saya putuskan untuk cari terapis.

Dari terapis, saya belajar meluangkan waktu untuk saya sendiri. Dari terapis saya belajar untuk menyibukkan diri dengan hal2 yang positif . Dan yang paling penting, saya belajar mengenali diri saya sendiri.

Buat saya punya terapis itu perlu banget, terutama buat mental saya.

Teman2 pembaca ada yang punya terapis?

Kecintaan Baru : Sukulen

Tahun 2019, saya diajak teman ikutan kelas bikin terrarium. Dari hasil kelas yang saya ikuti, saya bawa pulang gelas berisi 3 tanaman jenis sukulen.

Saya benernya skeptis banget tanaman saya akan terus hidup,  soalnya saya boleh dibilang pembunuh tanaman.

Eh. Ndilalah,  tanaman2 di terrarium ini tetap hidup, tumbuh jadi besar malah!

Secara saya taruh di ambai jendela pas musim dingin dan boleh dibilang saya cuekin.

Lihat deh foto dibawah ini, tanamannya sampai mencuat keluar toples.

Saya jadi semangat! Ternyata sukulen ini “bebal” sama saya!!

Nah, sejak itu saya jadi kesengsem sama tanaman sukulen ini. Mulailah saya beli ini, itu, nyobain media yang berbeda2 buat pot tanaman2 sukulen saya.

Pot tanah liat, pot keramik, pot kaca, pot metal, pot gantung pakai sabut kelapa, pot rotan,  terrarium.

Jadi sukulen2 ini yang saya perhatikan,  penampilannya berubah tergantung : suhu, pengairan, kadar matahari yang didapat dan juga media.

Contohnya si kiwi, pas pertama beli, saya taruh di pot tanah liat, wuih sumringah dia. Trus, saya sempat pindahkan ke pot lain…loh koq “sekarat”? Daun2nya mengurus gitu?!

Jadi saya pindahkan lagi, sekarang dia kembali sumringah. Meskipun belum balik membara lagi..

Satu tanaman sukulen bisa berubah warnanya, ada yang jadi “membara” kalau kena banyak sinat matahari, ada juga yang merona malah di musim dingin.

Saya paling demen sama sukulen yang di ujung daunnya atau pinggir daunnya berwarna merah jambu atau bertitik merah jambu. Imut banget!

Saya juga belajar nama2 mereka. Ada sedum, ada crassulla, aloe, aeonium dll. Saya belum berhasil menumbuhkan tipe crassula. dan sedum.

Kiwi, yang saya sebut sebelumnya itu tipe aeonium. Lidah buaya tipe aloe.

Tipe Crassulla

Sejauh ini favorit saya adalah Echeveria, yang banyaaaak jenisnya. Echeveria ini mudah dikenali karena bentuknya yang seperti bunga mawar.  Dan banyak Echeveria yang berwarna ungu, warna favorit saya.

Echeveria mudah berkembang dan cenderung gak rewel, tapi tetep saya masih sering gagal bikin dia sumringah.

Salah satu yang bikin saya kaget waktu saya mulai hobi ini adalah, ternyata mereka bisa berbunga loh!!

Dan yang bikin saya bangga adalah, salah satu Echeveria saya sempat berbunga!! Tadinya saya pikir, cuma “beranak”, yang saya cukup senang lah

Bayi sukulen di bawah “ketek” si ibu

Tapi pas saya ngeh kalau itu bunga, saya lebih girang lagi! Dua kali loh sukulen saya berbunga!

Semua tanaman2 saya, saya taruh di balkon.  Tapi masuk musim  dingin saya masukkan mereka ke jendela di kamar tidur, komplit dengan lampu pertumbuhan untuk menolong mereka dapat sinar yang cukup.

Memang susahnya tinggal di negara 4 musim tapi mau bertanam sukulen ya begini. Kecuali kita tinggal di CA, NV,AZ FL, yang boleh dibilang gak dapat salju, ya pas musim dingin harus selalu masukkan tanaman2 ke dalam rumah.

Saking demennya saya sama si sukulen, saya langganan kotak tiap bulannya dari Succulent Studio. Setiap bulan saya bayar $16.50, untuk 2 tanaman sukulen.

Baru2 ini saya ikutan IGlive salah satu profil penjual sukelen di IG dan beli dari mereka.

Yang jelas setiap hari, saya selalu tengokin tanaman2 saya. Melihat mereka tumbuh, berbunga dan beranak itu menyenangkan loh.

Teman2 ada yang hobi sama seperti saya?

Cerita dong pengalamannya!

Hiking Di Musim Gugur

Sepertinya hiking di musim gugur, adalah keharusan deh buat saya. Karena selain udara sudah sejuk, pergantian warna dedaunan juga membuat pemandangan lebih apik.

Tahun lalu, keluarga kami pergi ke Red River Gorge, secara tahun ini ada si Covid19, kami tidak pergi menginap seperti tahun lalu, tapi saya yang sudah kena ‘cabin fever’ merengek-rengek minta hiking ke danau Nolin yang 1.5 jam sebelah selatan Louisville, KY.

Jadilah hari ini kami pergi ke danau Nolin. Sepanjang jalan, kami lihat pepohonan sudah ramai berwarna warni kuning, jingga dan merah keunguan.

Sampai di tujuan, di lokasi ada beberapa trail yang bisa dipilih. Kami ambil ‘waterfalls’ loop trail yang 1.9 mil.

Haduh seneng deh hiking di trail ini, sejuk, pohon2nya rindang dan lagi-lagi karena pas musim gugur, warna warni daun juga tambah bikin hiking kami asik banget. Meskipun tidak ada air terjunnya – karena di Kentucky, yang namanya air terjun itu sangat tergantung dengan hujan dan relatif voume air terjun disini kecil, dibanding air terjun di negara-negara bagian barat US- ini salah satu trail favorit saya.

Kalau saya boleh kasih saran ni, luangkan deh waktu untuk berada di alam. Selain udara segar, pemandangan yang cantik, tubuh diajak aktif, juga biar otak gak sumpek di rumah melulu!!

Saya sendiri awalnya bukan ‘anak alam’, ogah banget yang namanya jalan2 ke hutan. Tapi setelah pindah ke Amrik, diajak kemping, jalan-jalan di taman kota, hutan2 alam, saya lama2 hobi hiking dan bisa menikmati alam , sungai, lembah, pepohonan, meskipun tetap gak nolak diajak ke NY atau Chicago. 😉

Selingan Ringan : Senangnya Apartemen di Renovasi

Hari ini cerita ringan dulu ya..bukan tentang Covid-19, bukan tentang etika jadi perempuan, ,mau berbagi kebahagian dikit…

Awal tahun ini ,kami diberitahu oleh pengelola apartemen kalau mereka akan melakukan renovasi di semua unit2 apartemen. Renovasinya itu sik cuma ganti tipe lantai dari karpet ke hardwood di dapur, kamar mandi, ruang makan, beberapa bagian hallway seperti pintu masuk, ruang cuci, ganti kabinet dapur, ganti tipe wastafel dan kabinet di seluruh kamar mandi, ganti lampu2 di dapur, ruang makan, patio, kloset.

Sebulan sebelum renovasi di gedung kami dimulai, kami dikasih surat pengingat, dua minggu selanjutnya kami terima surat yang intinya memberi tahu apa-apa yang harus dilakukan dan tanggal berapa hari renovasi kami. Dari surat itu, kami tahu kalau hari renovasi itu tanggal 2 Maret, hari Senin. Kami harus memindahkan mobil yang diparkir di depan gedung untuk tenda para pekerja.

Repot? jelas, karena ruangan yang akan di renovasi itu dapur, ruang makan, 2 kamar mandi, dan satu wastafel. Dapur dan ruang makan kami itu ruang yang paling penuh barang2…ya sudahlah kami jadi ibarat pindahan, semua barang-barang di tumpuk sana sini, ya di ruang TV, ya di kamar-kamar tidur. Kami jadinya juga mengungsi ke hotel dari hari Minggu hingga hari Rabu.

Saya sama sekali tidak nangkringin saat renovasi dikerjakan, berisik juga, lagian saya juga harus kerja.

Jreng-jreng-jreng..pas balik…wuih…ternyata keren banget euy hasilnya. Lemari-lemari dapur dari warna coklat jadi warna hitam, tipe sink juga di ganti, dari dua sink jadi hanya satu tapi lebih deep. Trus lemari nya juga dibuat lebih tinggi, kami jadi ada nambah ruang penyimpanan dengan lemari baru ini. Lemari es, mesin pencuci piring dan kompor diganti dengan yang lebih up to date, ditambah lagi sekarang ada microwave. Kami mah senang banget ya, secara lemari es juga mesin pembuat esnya sudah rusak, dan microwave kami juga mulai ngadat, jadi dapat ganti seperti ini ya pas banget waktunya!

Ruang makan jadi terlihat lebih ‘luas’ dan sleek. Jadilah saya mutar otak buat mengatur ruangan, habis kan gak mau dong, sudah direnovasi jadi keren, masa gak di manfaatin buat di atur lebih apik?

Sebelum renovasi di dekat pintu ada dua tumpuk rak sepatu plus kotak-kotak isi selendang dll, sekarang kotak-kotak saya pindahkan ke ruang cuci, di atas rak sepatu saya cuma taruh nampan dan vas bunga yang sebisa mungkin saya selalu isi dengan bunga , biar siapapun yang datang, langsung disambut dengan bunga gitu…

Senang lainnya,, saya jadi punya ruang kerja lebih luas , kemarin sebelum renovasi, ruang kerja saja mepet banget..tapi sekarang lebih lega’an…

Yang saya senang, saya bisa buat tea station buat saya, coffee station buat yang suka ngopi,

bahkan anjing dan kucing saya pun punya pojokan sendiri sendiri…he…he..he. Itu pernak pernik anjing yang saya selama ini beli dan tersebar dimana-mana sekarang semua bisa ngumpul deh.

Untungnya lagi ya, renovasi unit kami selesai sebelum apa2 ditutup karena Covid-19. Karena setelah renovasi di jalan kami selesai, manajemen menunda renovasi ke gedung berikutnya.

Yang jelas saya sekarang yang ada selalu repot ngebersihin wilayah dapur …ha…ha..ha..karena baru siiik!!

Saya kurang tahu apakah renovasi apartemen itu hal biasa? Kami sudah tinggal di komplek apartemen yang sama sejak 2014, ini pertama kalinya kami mengalami renovasi. Kalau teman-teman pernah mengalami cerita renovasi pas tinggal di apartemen , monggo di bagi kalau mau.

15/20 : Negara-Negara Bagian Yang Saya Sudah Kunjungi – Bagian 1

Seperti janji saya, saya mau buat tulisan berseri 15/20 yaitu 15 tahun sudah saya berdomisili di Amrik.

Tulisan kali ini tentang negara-negara bagian yang saya sudah kunjungi selama 15 tahun tinggal di Amerika.

Hitung punya hitung, ternyata saya sudah kunjungi 35 negara bagian plus 1 – yaitu District of Columbia. Takjub juga euy sudah kunjungi negara bagian sebanyak ini. Total negara-negara bagian di Amrik itu ada 50, jadi saya cuma belum mengunjungi 15 negara bagian lainnya.

Yuk mari kita bahas satu-satu ya.

Karena banyak, saya bagi cerita saya menjadi 4 bagian ya. Setiap bagian saya akan cerita 10 negara bagian.

Saya coba urutkan berdasarkan kapan saya pernah kunjungi negara bagian yang bersangkutan.

  1. Washington (WA) :

Washington teknisnya adalah negara bagian dimana saya pertama kali menginjakkan kaki di bumi Amerika. Saya transit di bandar udara di Seattle. Selain negara bagian pertama, saya juga sempat liburan ke negara bagian ini. Saya pergi ke Mt. Rainier, Mt. Helen, Olympic National Park, naik ke Space Needle di Seattle, naik feri menyeberang .

2. Montana (MT) :

Montana adalah negara bagian pertama saya bermukim di Amrik. Kota-kota di MT yang pernah saya kunjungi selain Bozeman, adalah Billings, kota terbesar di MT, Missoula, Butte, kota pertambangan, Livingston, Helena, ibukota negara MT dimana saya harus wawancara untuk jadi penduduk Amrik (greencard), Anaconda dimana kami nginap di Fairmont Hot Springs, Whitefish, waktu kami mau lihat kereta api uap, Big Sky, kota tempat main ski yang kalau musim dingin penuh dengan keluarga2 berada berlibur disini. Montana alamnya sangat cantik ya, banyak air terjun yang cantik disini. Kalau kalian senang berpetualang di alam, MT salah satu surganya deh.

3. Wyoming (WY) : negara bagian tetangganya MT. Kami hampir tiap akhir pekan main ke Yellow Stone National Park yang sebagian areanya masuk ke negara bagian WY. Di WY, kami pernah ke Jacksonhole, kota turis- konon Harrison Ford punya rumah disini, lalu kami juga pernah ke Cheyenne, ibukota WY. WY masih mirip dengan MT, kamu akan melihat banyak peternakan kuda, lapangan rumput, pokoknya koboi banget deh!

4. Idaho (ID) : negara bagian tetanggaan MT di sebelah barat/selatan. Kami mengunjungi kota Boise, ibukota ID, Twin Falls.

5. Colorado (CO) : Kami pergi ke Denver, ibukota CO dan ke salah satu lokasi resor, tapi saya lupa namanya. CO ini negara bagian favorit saya deh. Pemandangan CO ini ciamik banget. Dan negara bagian ini juga amat sangat outdoorsy, rasanya kalau tinggal disini bawaannya mau hiking, berkayak, sepedaan dll….cita-cita kalau tua mau tinggal di CO

6. Utah (UT), saya dua kali ke UT, pertama dengan keluarga, kami ke Salt Lake City, kota terbesar di UT dan kedua kali waktu dapat penghargaan dari tempat kerja.

7. California (CA) : Pas saya kesini pertama kali saya lagi hamil, jadi kurang ngeh dengan ini dan itu di Cali. Pertama kali ke Cali, kita ke San Francisco, jalan di Golden Gate Bridge, ke Palace of Arts, ke hutan Muir, ke Fisherman Wharf, naik troli, ngeceng depan Saks Fifth Avenue, maklum masih kampung waktu itu, potretan di Lombard Street yang meliuk-liuk, trus ke chinatown

Kedua kalinya saya ke Cali, kami ke Sacramento, ibukota Cali lalu ke Monterey Bay, mampir di aquariumnya saya anak saya yang masih umur 2 tahunan.

8. Nevada (NV) : kalau tidak salah kami ke Reno , yang saya ingat cuma suasana judi dimana-mana…ha..ha..ha..

9. Oregon (OR) : kami cuma numpang lewat sih di negara bagian ini, kalau tidak salah mampir di Olympia, ibukota negaranya.

10. South Dakota (SD) : kami mengunjungi Mt. Rushmore, Badland yang puanaaasnyaaa minta ampun dewh. SD pemandangannya ini rata, bikin males…ha…ha..ha…kurang cantik gitu, tidak ada pegunungan ataupun pantai.

Negara-negara bagian diatas, saya kunjungi dalam kurun waktu 2005-2009.

Liburan Musim Semi 2019 : Louisiana

LAsign

Lanjutan dari blog sebelumnya….Dari Mobile, AL, kami melanjutkan perjalanan ke New Orleans, Louisiana.Kenapa New Orleans?New Orleans atau NOLA termasuk kota tua yang beken dan bersejarah di Amrik, buat teman-teman yang senang hura-hura, kota ini cocok banget. Bar dimana-mana, disini orang boleh minum alkohol sambil jalan kaki di ruang terbuka – dalam arti kita boleh negak minuman beralkohol pas sightseeing gitu!Saya sih tidak terlalu tertarik dengan bar hopping ya, tapi lebih tertarik melihat arsitekur dan suasana NOLA yang konon beda dengan kota-kota lainnya di Amrik.Dari AL ke LA, kami sempat mampir di pantai Biloxi, di negara bagian Missisipi. Waduh, pasirnya putiiiiiiiiiiih banget! hampir-hampir seperti salju! Sayang tidak sempat berlama-lama di MS, mungkin lain kali kami bisa kunjungi lagi ya…

Sampai di NOLA, hari sudah gelap. Kami lagi-lagi sewa apartemen di pusat kota dari airbnb. Mm..unitnya bagus ya, lokasi nya juga ok banget, diapit sama resto Asia, cuma saya panik karena ….unitnya tidak ada jendela!! Maklum saya senang sekali melihat matahari, jadi pas ‘ngeh’ kalau apartemen kita tidak ada jendela di kamar (cuma ada jendela atap), saya kurang nyaman rasanya….pelajaran besok-besok kalau mau sewa airbnb pastikan ada jendela!

Malam itu saya sempat jalan-jalan di pusat kota NOLA..waduh…ramainyaaaaaaaaa minta ampun!! Saya sampai bingung..ha…ha..ha..Kami juga ke daerah French Quarter yang isinya ya bar, resto, hotel, sungguh sangat hiruk pikuk dan bau pesing dimana-mana. Saya mah tidak bisa menikmati suasana seperti ni ya, yang ada malah pusing!lolYang jelas kalau di NOLA, jangan lupa makan beignet, donutnya NOLA.

greengrenade

Penasaran apa benar boleh jalan sambil minum minuman alkohol, saya beli lah, minuman green grenade…dengan tidak PD-nya saya teruskan sightseeing, tapi sambil celingukan, pas lihat-lihat ternyata ya banyak orang-orang seliweran dengan membawa minuman beralkohol mereka. Gilee….untunglah aturan ini cuma di NOLA (yang saya tahu)Besok harinya kami lanjutkan dengan sightseeing di pusat kota NOLA, naik troli,

makan di resto lokal, nyicipn gelato yang dibentuk seperti bunga cantik, turis lah pokoknya…

Saya sih gak ada bosan-bosannya melihat arsitektur gedung-gedung di NOLA – ada kemiripan dengan gedung-gedung di AL juga.

Anak dan sang ayah mampir ke aqurium setempat, saya mah teruskan dengan jalan-jalan dengan si anjing setelah sempat fotoan dulu sebelum masuk aquarium.

oxdiaquariumNOLA

Selesai di NOLA, kami lanjutkan lagi perjalanan ke negara bagian selanjutnya!

Liburan Musim Semi 2019 : Alabama

Tulisan ini telat banget deh. Secara ini cerita pas liburan musim semi tahun 2019.

Gak apa2 ya…mending telat di banding enggak sama sekali kan.

Jadi, kalau kami liburan itu, seringnya ya pas anak liburan sekolah. Dan kalau orang sini, biasanya kalau jalan-jalan di bulan Januari hingga Mei, pilih ke negara-negara bagian di sisi selatan, karena udaranya lebih hangat dibanding kalau pergi ke negara-negara bagian di utara. Saya sendiri memang pernah ngerasain pergi ke negara-negara bagian utara (Wisconsin, New York, Illinois) di bulan Maret/April …weleeeh…dinginnya masih berasa banget!  Dan juga jadi aktifitas agak terbatas ya, karena ya itu temperatur masih rendah.

Kali ini kami pilih ke Alabama, Louisiana dan Florida. Alabama karena ayah si kecil mau lihat musim kapal perang di Mobile, di Louisiana kami mau mampir di New Orleans, Florida karena si kecil belum pernah ke negara bagian Florida dan sekalian ‘lewat’ juga pas balik ke Kentucky.

Ceritanya bersambung ya..biar tidak capai membacanya.

Dimulai dari Alabama,

ALstatesign

Mobile itu lokasinya di pantai Gulf, untuk ke Mobile, kami harus lewat Birmingham, yaitu ibukota negara AL. Saya kan hobinya motret gedung-gedung pemerintahan setiap negara bagian, jadi harus mampir dong..

Puas motret-motret dan bergaya ala turis, kami teruskan perjalanan ke Mobile. Untuk penginapan di Mobile, kami sewa dari Airbnb karena relatif lebih murah, terutama karena jalan-jalan kami kali ni , kami bawa anjing kecil kami.

Kami sewa rumah 2 kamar tidur, satu kamar mandi yang membolehkan anjing, lokasi dekat dengan pusat kota Mobile. Rumahnya wis apik. Enaknya sewa dari Airbnb, kita bisa masak ya, jadi tidak harus makan luar terus, dan kami merasa lebih ‘aman’ kalau memang harus meninggalkan si anjing, tidak akan mengganggu tetangga seperti layaknya di kamar hotel.

Hari pertama kami di Mobile, kami cuma jalan-jalan sekitar pusat kota saja, yang jelas kalau mampir ke daerah sini, pilihan makanannya pilih makanan seafood ya! Karena ya ini tempatnya!

Di Mobile, kami habiskan waktu di musium kapal perang – saya tidak ikut, cuma si ayah dan anak saya. Saya cuma jalan-jalan di luar musium , foto-fotoan sama anjing saya yang super nurut….;-)

lalu coba mampir di pantai di Gulf Shores, yang ternyata amat sangat berangin dan dingin!!! jadi kami tidak bisa lama-lama di pantai…

hari terakhir kami mengunjungi peternakan buaya di Summerdale, AL.

O iya, AL terkenal sebagai negara bagian yang banyak lokasi rawa-rawa alias swamp.

Tadinya kami mau ambil tiket buat ke pelesir ke rawa, tapi sayangnya cuaca tidak mendukung. Cukuplah kasih makan buaya, gendong bayi buaya dan melihat rawa buatan di peternakan ini.’

Asli buaya-buaya di peternakan ini gede-gede…dan bayi-bayi buayanya juga super rakus euy. Pas anak saya lempar makanannya, itu bayi-bayi langsung deh ramai-ramai berebutan makanan.

Hari terakhir di Mobile, kami makan di resto Spot of Tea di pusat kota Mobile, haduh, enak banget! kalau sempat ke Mobile, kudu deh mampir disini, saya pesan grit udang dan french toast.  Enaaaaaaaaaaakkk!!

Kami juga sempat mampir di museum sejarah Alabama, dan jalan-jalan di square di tengah kota yang banyak patung-patung mardi gras.  Kalau waktu terbatas, kayaknya enak juga ikutan tur pakai troli ya.

Satu hal yang saya perhatikan di Mobile, AL ,pohon-pohon disini koq cabang-cabangnya unik , seperti berbulu gitu, kayak tangan raksasa..he..he..he.coba deh lihat sendiri….Saya takjub saja, gak pernah lihat pohon seperti ini di negara bagian lain kayaknya….

Dari Mobile, kami lanjutkan perjalanan ke Louisiana! Sampai di cerita selanjutnya!

Kilas Balik Singkat 2019

Halo -halo!

Waduh sudah lama sekali ya tidak menulis di sini. Maklum sok sibuk …ha..ha..ha..

Yuk mari menulis lagi.

Mumpung masih bulan Januari 2020 , saya mau buka tulisan pertama di tahun 2020 kilas balik tahun 2019 tentang hal-hal yang saya pertama kali lakoni….

Coba kita lihat, apa saja sih yang ‘pertama kalinya’ di tahun 2019?.

Di tahun 2019 saya mulai bergabung dengan klub sehat dimana saya usahakan ikutan kelas olah raga, baik itu yoga, barre, atau senam di air. Tujuannya ?Kekinian?? Tidak juga sik..yang jelas ya biar badan tetap aktif saja sih, habis kerjaan saya sehari-hari ya nangkring di depan komputer 7-8 jam an…perasaan gak sehat saja gitu. Dan juga biar otak di ‘paksa’ buat melakoni hal-hal baru.  Apalagi kan hari gini jaman perawatan diri ya? self care istilahnya.

Tahun 2019 pertama kalinya saya mengunjungi negara bagian Alabama (AL),  Missisippi (MS), Louisiana (LA),  Georgia (GA) dan New York (NY). Total saya sudah kunjungi 35 negara-negara bagian di US , jadi masih ada 15 negara bagian lagi!  Asikk..mudah-mudahan kalau saya sempat saya ceritakan juga hari-hari saya di 4 negara bagian baru tersebut ya.

Tahun 2019, pertama kalinya sejak saya hijrah ke Amrik tahun 2005, saya di kunjungi teman sebangku saya di SMA. Kami ketemuan di New York, ini boleh di bilang perjalanan solo saya pertama tanpa keluarga. Asik juga ternyata…

 

Tahun 2019 saya pertama kali ikutan kelas belajar bikin coklat,belajar melukits dan dilukis, belajar merawat kaktus, nonton komedi JoKoy, mencoba pengalaman Escape’ dan mendonorkan darah, nonton stripper laki-laki, icip2 minuman anggur di tempat pembuatan anggur lokal

Pelisir ke Dayton, Ohio, naik gondola di Indianapolis, Indiana,menginap dan ikutan main di luncuran air di Great Wolf Lodge, di Mason, Ohio, nyobain rel kereta inclined di Chatanooga, Tennesse

Tahun 2019, saya pertama kalinya menang door prize di tempat kerja…lumayan dapat Roomba….

Di tahun 2019, saya kehilangan ibu saya……. saya resmi yatim piatu………..

Sudah, segitu saja seperti nya ‘pengalaman pertama kali’ di tahun 2019.

Mudah-mudahan di tahun 2020, ada banyak lagi pengalaman pertama kali yang saya bisa lakukan ya!

Sampai ketemu lagi!

 

 

 

 

 

Pertama Kali : Jadi Pendonor Darah

Hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019, saya pertama kalinya menyumbangkan darah.

Norak dan telat ya? He..he..he..

Memang saya akui koq kalau dalam masalah ini saya telat banget. Sudah sering lihat teman2 baik di Indo maupun Amrik berdonor ria.

Alasannya? Sok sibuk sama kerjaan dan saya paling malas kalau harus pergi ke tempat A cuma mau nyumbang darah wae.

Tapi koq tahun ini saya dapat ‘panggilan’ ..ceileee…

Pas baru saja ngobrol ngalor ngidul dengan teman kantor yang hobi mendonor dan dia menceramahi saya karena tidak pernah mendonor, seminggu kemudian waktu saya ke tempat olah raga, eh lihat pengumuman ini..

Wah..masih sempat daftar dong? Pikir saya.

Dan juga waktunya tidak mengganggu jadwal saya dan lokasi juga cuma 5 menit dari rumah.

Jadilah malam itu saya mendaftarkan diri. Besok harinya saya tanya2 lagi ke teman saya yang sudah “pakar” dalam mendonorkan darahnya.

Dia bilang banyak-banyak minum air, usahakan tidak minum obat apapun malam sebelumnya.

Pas hari H, saya sudah menegak 2 botol air dan makan pagi komplit..(mie goreng dong!😜)

Datang ke lokasi, saya di cari di pendaftar dan kartu identitas saya di cek. Setelah masalah administrasi selesai, suster nya mengecek kadar haemoglobin saya dengan mengambil darah saya beberapa tetes.

Kadar Hm saya bagus, di atas 12.

Selanjutnya saya diminta untuk menjawab 50 pertanyaan Ya/Tidak.

Pertanyaan2 ini untuk mengecek kebiasaan dan gaya hidup pendonor , mngecek resiko kesehatan kita lah intinya. Apakah kita pernah tinggal di negara tertentu, melakukan aktifitas tertentu, ada penyakit tertentu dsb.

Setelah selesai menjawab pertanyaan, saya diminta berbaring di kasur periksa. Di situ si suster mulai mencari pembuluh darah saya.

Saya diberikan semacam busa yang saya bisa remas-remas. Setelah ketemu , suster lagi mrmbersihkan bagian itu dengan alkohol.

Lalu?

Ya disuntik jarumlah saya…he..he..he..

Sakit? Sakit dikit lah..tapi gak sampai meringis lama2.

Selama darah saya diambil, saya harus meremas-remas si squeezer supaya si pembuluh tetap memompa darah saya.

Total darah yang diambil itu 1 pint.

Selain darah yang diambil di kantong, darah saya juga diambil dalam tabung-tabung kecil. Darah ditabung-tabung ini adalah darah saya yang akan dites: apa golongannya, apakah ada penyakit tertentu dsb.

Setelah jarum dicopot, dan bekas tempat pencoblosan jarum ditutup 2 jenis plester- satu kain kasa yang bolrh dicopot setelah 5 jam dan satu lagi plester silang warna jingga yang boleh dilepas setelah satu jam.

Setelah itu suster minta saya mengangkat tangan saya selama beberapa menit. Intinya mencegah si darah tidak “bocor”.

Selesai deh!

Sebelum pulang saya boleh pilih makanan ringan :ada oreo, cheez it, kismis, dll, dan jus apel atau fruit punch dan juga dikasih kaos gratis.

Mudah ya?!

Saya juga dikasih tahu sama si suster, kalau suatu saat darah saya dipilih menjadi donor, saya akan di kirim email pemberitahuan.

Wah..terharu juga kalau saya dapat pemberitahuan seperti itu..karena artinya darah saya dipakai untuk menyelamatkan seseorang kan?

Waktu saya tanya lagi ke teman saya yang pakar donor (64 kali!!), dia ternyata baru-baru ini dapat email pemberitahuan yang si suster bilang.

Darahnya dipakai untuk tranfusi seseorang. Asli terharu kan?!

Ada satu hal yang saya mau ingatkan..setelah kita mendonorkan darah, ada efek sampingnya.

Bisa mual, lelah, tidak punya energi dan ngantuk.

Pendonor juga tidak disarankan melakukan aktifitas yang terlalu menguras tenaga.

Jadilah saya batalkan kelas olah raga saya malam itu dan besok malamnya.

Masalah efek samping….saya ternyata kena ngantuk….

Dan ngantuknya itu buanngggeet!!!

Jam 7 malam hari itu, saya sudah ngorok di kamar….zzzzz

Jadi kesimpulannya gimana?

Jadi pendonor itu bikin hati senang ternyata. Mudah, tidak bertele-tele, gratis pula! Dan, darah kita mungkin bisa menyelamatkan seseorang loh!

Kalau teman-teman belum pernah melakukannya, mudah-mudahan setelah baca tulisan ini, jadi ikutan ya?

Yang jelas, menurut suster, minimum umur pendonor tanpa ijin orang tua itu 17 tahun. Maksimum? Tidak ada batasan, asalkan sehat dan berat badan mencukupi. (Ada batas minimum , tapi saya tidak tanya, yang jelas tidak boleh terlalu kurus ya.)

#pertamakali

#donordarah

Belajar Yuk Biar Tidak Goblok (2): Apa Itu Women Shelter

Waktu saya hijrah ke Amrik tahun 2005, saya boleh dibilang clueless banget ya.

Meskipun saya anak Jakarta dan pas mendarat di Amriknya , mendarat di kota cilik, tetap saja banyak hal-hal baru, hal-hal berbeda yang saya temui.

Saya ingat suatu sore kami jalan2 keliling kota pakai mobil. Lihat thrift store, pawn shop, youth center dan segambreng istilah asing lainnya yang saya baru dengar saat itu.

Lalu di jalan rindang di daerah tertua di kota saya, saya melihat ada rumah kecil dengan papan “help center”.

Apa itu ya? Pikir saya.

Sekilas saya baca informasi di depan rumah itu : crisis counseling.

Saya tidak kepikiran tentang rumah kecil itu lagi sampai beberapa bulan kemudian saya ada masalah dengan pasangan, saya nekat kabur. Maklum saya kan agak2 dramatis lah. Baru umur 30 an gitu deh….

Saya waktu itu tidak punya mobil ya, jadilah saya jalan kaki. Mau kemana? Pikir saya?

Yang jelas saya tahu saya harus ke tempat aman (safe place istilahnya disini).

Lalu saya ingat ke rumah kecil yang saya lewati beberapa waktu lalu. Saya putuskan untuk pergi ke tempat itu.

Jarak dari tempat saya tinggal ke rumah kecil itu 2.4 mil atau 3.8 kilo.

Jaman itu belum ada telpon pintar ya, jadi saya tahu lokasi semata2 karena saya perhatikan jalan ini dan itu.

Setelah saya sampai disitu, petugas langsung terima saya, tanyakan apa masalah saya dan tanpa banyak bla bla bla lagi saya di transpor ke ‘rumah rahasia’.

Intinya rumah kecil yang saya datangi itu adalah tempat dimana penduduk bisa mencari pertolongan : baik itu makanan, rumah, perlindungan dari pasangan yang pengguna obat, alkohol, abusive, saat merasa putus asa dan lain2nya.

Karena kasus saya saat itu (verbally abused/controlling saya diancam akan dicabut akses ke rekening bank-padahal saat itu saya tidak kerja), dan saya tidak mau balik ke rumah, oleh petugas saya dikirim ke women shelter.

Apa itu sih women shelter?

Women shelter pada dasarnya rumah yang disediakan untuk wanita2 yang mengalami penyiksaan (abused) , terutama fisik.

Women Shelter (WS) ini lokasinya dirahasiakan. Sangat tertutup dari luarnya. Tidak boleh ada yang tahu alamat WS ini dengan alasan keamanan. Cuma petugas dan polisi yang tahu dimana WS ini.

Karena kecenderungan si penganiaya, mereka biasanya terus mengejar si korban sampai mereka temukan. (Ada filem mbak JLo deh kalau tidak salah)

WS ini dibuat sedemikan menjadi tempat aman buat penghuninya. Pintu pagar ada kunci tertentu. Tidak boleh ada pengunjung. Penghuni juga tidak diperkenankan keluar.

Petugas bekerja sama dengan polisi dimana kalau si penganiaya mengadukan si korban, polisi sudah mendapat laporan dari petugas tentang kondisi abused. Jadi polisi tidak akan memberikan informasi apapun ke si pelapor.

Intinya women shelter adalah fasilitas yang tersedia di kota untuk perempuan saat mereka butuh perlindungan dari perlakuan buruk pasangan.

Saya merasa sangat aman dan terlindungi di WS. Dan juga saya bisa tenangkan diri disini.

WS tidak mengenakan biaya apapun. Dan kalau kita minta bantuan tambahan, misalnya menelpon kedutaan, saudara, teman, mereka akan bantu kita.

Saya (dan anak) diberikan kamar sendiri. Kamar mandi, dapur, ruang bersantai. ruang cuci baju ya digunakan bersama penghuni lainnya.

Sabun, sampo, sikat gigi. sisir disediakan, kalau memang kita tidak bawa baju ganti, mereka akan carikan. (Karena kan..kebanyakan penghuni WS kabur tho..sebagian besar mana sempat ngepakin barang2 pribadi…)

Kita boleh tinggal maksimum 7 hari di WS.

Intinya di Amrik, banyak fasilitas untuk penduduknya yang mencari bantuan.

Semoga tidak ada yang menggunakan fasilitas WS ini ya. Tapi kalau pun ada, jangan malu atau ragu. Fasilitas ini ada untuk menolong kita.

Kalau mau cari fasilitas2 seperti WS gunakan kata2 dibawah ini waktu lakukan pencarian.

  • Abuse
  • Domestic violence
  • Abusive
  • Battered
  • Molested
  • Crisis
  • Counseling
  • Help
  • Hotline crisis

C50BC91B-3256-4358-B049-29CF70575A05

 

Eh..pembaca tahu kan ya bagaimana menggunakan mesin pencari?

#belajarbiartidakgoblok

#mypeoplegoblokkatanya