Pssst….jangan pernah beli barang harga penuh di Amrik!

Image

 

Aturan pertama belanja di Amrik:

Jangan pernah beli barang tanpa ada potongan!

Karena satu saat barang yang bersangkutan pasti akan ada promosi.

Tip belanja :

1. Di Macy – tunggu promosi ‘One Day Sale’ karena harga barang2 notabene paling rendah dan bisa kombinasi dengan kupon yang dikirim lewat pos

2. Banana Republic – paling tidak satu bulan sekali ada promosi extra potongan 40% untuk barang-barang yang sudah didiskon.  Sempat beli sepatu boots harga asli $225, cukup bayar $50, bahan material dari kulit.

3. JC Penney – daftar di program Rewards, dijamin dikirim kupon, maksimal 25%. Sering kali ada promosi gratis. Baru-baru ini dapat kupon gratis handuk (seharga $10), tidak nolak dong.

4. Stein Mart – daftar program Rewards, di email akan dapat extra potongan 20%-40% dari harga yang sudah didiskon. Koleksi sepatu Stein Mart boleh dibilang unik, tidak ada di toko lain, tapi jangan pernah beli kalau harga belum di diskon. Karena kalau tanpa diskon, ya harga jadi samimawon, mahal. Nemu sepatu merek EuroSofft yang notabene merek cukup bagus, seharga $25 – harga asli $60++

5.  TJ Maxx – harga pakaian boleh dibilang ‘biasa’ alias kita bisa temukan harga yang sama di departement store. Yang boleh dibilang miring di toko ini menurut Saya itu kosmetik dan pernak pernik perawatan tubuh. Kadang ada merek kosmetik beken seperti Estee Lauder, Shisedo, Elizabeth Arden dengan harga $10-$30 lebih murah. Contoh : Serum Idealist dari Estee Lauder, di situs harga minimal $62, di TJ Maxx cukup $32. Body Butter merek The Body Shop, harga termurah di toko asli $10 (promosi), disini cukup $4-$6.

Bule senang kulit coklat?

kik..kik…kik…hayo ingat kan dengan stereotype ini?

Benar atau tidak sih kalau bule itu senang sama yang keling-keling?

Ternyata……………….

Ada benarnya!!
Dan ini bukan cuma laki-laki kulit putih yang suka dengan perempuan berkulit coklat. Tapi perempuan kulit putih pun terobsesi untuk berkulit coklat.

Suami sendiri lebih senang kalau kulit Saya coklat. Di musim panas, waktu Saya kerjaannya berenang hampir tiap hari, ini kulit yang ada gosong, eh malah di sayang-sayang sama Suami.
Eksotis istilah kerennya.

Nah itu kalau laki-laki.

Kalau perempuan; Manager Saya di tempat kerja itu ternyata langganan ke salon tanning, dia sendiri mengakui kalau dia pengen banget punya kulit seperti SayaDan dia bukan kenalan pertama Saya yang Saya tahu keranjingan ber-tanning di salon.

Ada kenalan yang sejak usia 20 tahun sudah menjadikan tanning ritual setiap bulan.

Pernah Manager Saya (perempuan) celetuk ‘Laki-laki suka perempuan seperti kamu, terutama warna kulitmu’

Ha…ha…ha…
Saya pribadi sih senang-senang saja, tapi tidak jadi keranjingan mandi matahari atau mandi sinar ulta violet di salon. Karena ternyata setelah Saya perhatikan, mereka yang waktu mudanya pergi ke salon UV, koq kulitnya jadi terlihat tidak alami, ibarat tas kulit yang sudah lama dipakai (very beat-up old leather bag)…

Jadi bersyukurlah kalau punya  kulit eksotis…tidak perlu ke salon kan…;-)

Askes oh Askes (di Amerika)

Mungkin ini karena pengalaman orang tua waktu di Jakarta, mereka kena tipu agen asuransi. Jadilah Saya sekarang agak-agak alergi kalau dengar kata asuransi.

Di Amerika, hidup tanpa asuransi boleh dibilang tidak mungkin. Dari mulai asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi rumah, asuransi mobil, panjang deh daftarnya.

Ini Saya mau cerita pengalaman pribadi mengurus klaim dengan asuransi kesehatan Saya.

Tahun lalu itu Saya berasuransi dengan Aetna lewat perusahaan tempat Saya kerja. Saya sendiri jarang ke dokter, tapi memang tahun 2013 sekeluarga agak lebih sering sakit, meskipun tidak parah, tapi cukup membuat kita khawatir sehingga kudu pergi ke dokter.

Salah satu kunjungan dokter yang Saya lakukan itu di akhir tahun 2013, tepatnya tanggal 31 Desember. Seperti biasa laporan dari asuransi Saya terima kira-kira satu bulan setelah kunjungan ke dokter. Waktu Saya buka. lah??!! Kaget, karena di laporan tertera kalau kunjungan Saya tidak akan dibayar asuransi karena Saya tidak memiliki asuransi saat kunjungan!!!!

Bingung dong?? Langsunglah Saya obrak abrik berkas-berkas askes dari kantor. Di situ tertera kalau ‘Saya terlindungi oleh asuransi hingga Desember 31, 2013. Saya telpon ke bagian kepegawaian kantor, di konfirmasi kalau data yang Saya miliki benar. Saya telpon asuransi, jawaban pertama ‘Di data kami, asuransi Anda hingga Desember 30, 2013. Akan Kami selidiki lebih lanjut.’

Keesokan harinya Saya terima pesan dari Asuransi kalau data yang mereka miliki adalah benar. Desember 30 1013 hari terakhir Saya terasuransi.

Telpon lagi ke kepegawaian, lagi-lagi dijawab kalau Saya harus diasuransi hingga Desember 31 2013 dan mereka tidak menemukan hal yang mengatakan berbeda.

Telpon Asuransi lagi, kali ini dijawab oleh Supervisor, ternyata masalahnya adalah ‘premi’ yang mereka terima hanya sampai tanggal 30 Desember 2013. Oleh si Supervisor, dia berjanji akan melanjutkan kasus Saya ke departemen yang berwenang (masalah pembayaran premi). Agak sedikit legalah Saya.

Dua minggu berikutnya Saya terima tagihan dari dokter, halagh?? Saya masih harus membayar penuh?

Waktu Saya lihat slip gaji, memang di minggu terakhir 2013, bayaran asuransi Saya tidak seperti biasanya. Jadilah Saya coba email HR kantor untuk menanyakan kenapa bayaran asuransi berbeda. Dijawab kalau itu dikarenakan mereka harus membagi bayaran 2 hari di tahun 2013 dan 3 hari di tahun 2014. Jadi kesimpulan Saya, Saya sudah bayar premi dong.??

Telpon lagi ke pegawaian kantor. Kali ini Saya jelaskan kalau ada masalah di pembayaran premi. Pegawai yang menjawab kali ini sepertinya lebih mengerti duduk masalah. Dia berjanji akan mengirim email ke asuransi ,data terbaru Saya. Ok. Saya pikir beres dong?

Dua minggu berikutnya, telpon lagi ke Asuransi……loh..di data mereka masih tertera ‘asuransi tidak dibayar!!’ haduhhhhhhhh………
Hampir gila rasanya!! masalah sederhana begini koq susah sekali ya dibereskan??

Akhirnya kemarin, 14 Maret, Saya dapat email dari asuransi yang memberitahukan kalau ada penjelasan baru mengenai status kunjungan tanggal 31 Desember. Akhirnya tagihan Saya dari $203 , turun menjadi $78.72.

Gila kan? Dari pengalaman ini Saya belajar, kalau menyangkut asuransi, kita harus berani protes karena mereka belum tentu benar dalam memproses klaim kita!!!

Piknik yuk piknik

Salah satu hobi baru setelah pindah ke Amerika adalah berpiknik ria, alias makan di taman terbuka disaat hari cerah.

Contohnya hari ini. Wuih…rasanya seperti musim panas, suhu udara 75F atau 24C, dan matahari bersinar super cerah. Yang ada kami buru-buru merencanakan piknik di luar. Menunya sederhana saja, burger. Jadilah pulang kerja Saya ke supermarket beli bahan-bahan.

Jam 6 petang, kita cabut ke taman dekat rumah. Ternyata bukan cuma kami yang berpikiran untuk berpiknik ria. Taman terlihat ramai, hari secerah ini tampaknya tidak disia-siakan warga Louisville.
Untunglah meja-meja piknik masih tersedia banyak. Jadilah kami memilih tempat dekat dengan jembatan dan sungai kecil.

Setelah berbulan-bulan terkurung di rumah karena udara dingin menusuk tulang, senang rasanya berada di luar, menghirup udara segar, bercelana pendek, bersandal jepit.

Selamat Datang Musim Semi!!

Image

Menjadi Seperti Wong Amerika :Tergila-gila matahari

Tahun-tahun pertama di Amerika, Saya kebingungan melihat polah bule-bule yang super semangat berpakaian minim dan langsung ‘kabur’ keluar rumah saat hari mulai terasa hangat.  Jalan-jalan dan taman-taman yang tadinya sepi dan dingin, tiba-tiba menjadi ramai dan hangat.

Kata Saya dalam hati ‘Idih, ini bule-bule gila apa ya? Baru ada matahari dikit dah pakai tanktop dan sandal jepit.Biasa aja deh ah.’

Sekarang, Saya ibaratnya ya si bule-bule itu. Setelah berbulan-bulan terkurung di rumah, berpakaian berlapis-lapis, hati ini meloncat riang gembira saat hari dimana matahari bersinar cerah dan menghangatkan bumi.

Ayo, ayo cari tempat terbuka untuk berjalan-jalan menikmati matahari!

Kenapa gitu?

Setelah 8 tahunan di Amerika, Saya menyadari kalau salju memang cantik, tapi membosankan. Mungkin karena jiwa Saya tetap jiwa tropis, jadi Saya akan selalu cinta hangatnya sinar matahari.

Sebelum Saya tinggal di Amerika, keberadaan matahari, hari-hari yang selalu hangat Saya tidak pedulikan.

Tapi setelah disini mengalami sendiri yang namanya cabin fever , Saya menyadari kalau Saya tidak akan pernah bosan akan indahnya matahari dan mensyukuri datangnya hari-hari cerah !!

Selamat datang Musim Semi!!Imagefeb25

Salah kaprah tentang Amerika : Buang sampah sembarangan masih nyata disini

Beberapa teman-teman di Indonesia selalu beranggapan negara Amerika itu negara yang maju, tertib, dan ‘lebih’ dalam segala hal.

Ada benarnya, ada tidak benarnya.

Contoh : Masalah buang sampah sembarangan.

Di Amerika super bersih?

Nah!!

Contoh : ini foto popok bekas yang dibuang begitu saja di perparkiran tempat Saya kerja. Gimana ya orang tua yang enaknya membuang popok ini? Jijik?

Image

Lah ya iyalah, siapa juga yang tidak jijik dengan kotoran manusia (meskipun kotoran bayi, namanya kotoran juga kan? Tapi bukan berarti boleh-boleh saja di buang di tempat umum tho?
Saya bisa ngomong begini, karena Saya juga pernah harus mengganti popok di tengah jalan, dikemanakan popok kotor itu? Ya Saya bungkus kantong plastik dan simpan di mobil sampai kita ketemu tempat sampah dong. Kalau Saya saja jijik dengan kotoran anak sendiri bagaimana dengan orang lain?

Sama seperti negara-negara lainnya, Amerika punya masalah dengan orang-orang yang tidak membuang sampah pada tempatnya.

Membuang sampah pada tempatnya itu tergantung didikan keluarga dimana kita dibesarkan. Didik deh anak dari usia balita untuk membuang sampa pada tempatnya.

Tidak susah koq, dan jadilah contoh buat anak-anak kita, sebagai orang dewasa juga jangan buang sampah sembarangan dong..mau di Indonesia, mau di Amerika!

Si cantik putih salju

Salju memang cantik dan anggun (dan tidak jarang berbahaya)

Setelah salju turun, alam seakan berubah jiwanya. Hening dan dingin.

Sejauh mata memandang, alam sekitar terlihat putih tanpa batas.

Hari ini Saya libur total, alias tidak kerja di kedua tempat.  Jadilah kita melanglang tidak juntrungan di daerah yang kita belum pernah kunjungi.

Tidak sengaja kita ketemu jalan berliku dengan pemandangan cantik, meskipun dahan-dahan pohon masih gundul, sisa-sisa salju minggu lalu masih lekat menyelimuti dahan-dahan tersebut. Saya tidak bosan-bosannya menjepret sana sini ingin menangkap keheningan si pohon-pohon berselimut salju.

Di tengah perjalanan, Kami juga melewati aliran air mengalir dari tebing yang membeku. Di musim panas, aliran air seperti ini mungkin tidak menarik, atau malah tidak ada sama sekali. Tapi di musim dingin seperti ini, aliran air yang membeku menjadi tontonan yang cukup menakjubkan buat keluarga kami.

Meskipun bukan air terjun asli, tapi cukuplah membuat Saya, yang hobi melihat air terjun gembira melihatnya. Karena terakhir Saya melihat air terjun membeku itu di tahun 2010. Dan untuk ukuran Kentucky yang minim air terjun, apa yang Saya lihat hari ini, lumayan menghapus rindu akan air terjun.

Yuk kita lihat foto-foto yang Saya ambil hari ini…

SatFeb15-002SatFeb152

DSCN2435DSCN2420

Es dimana-mana

DSCN2279

Baru musim dingin tahun ini Saya merasakan sekali dampak salju dan es di kehidupan sehari-hari. Sekolah anak sudah total 10 hari terpaksa diliburkan karena badai salju.

Sewaktu Kami tinggal di negara bagian Montana,yang namanya salju itu sudah biasa, dan bisa berhari-hari kita kena badai salju. Salju setinggi lutut boleh dibilang makanan sehari-hari saat musim dingin. Secara geografis Montana memang lebih tinggi dan lebih di utara lokasinya. Tapi sekolah tidak pernah diliburkan, malahan anak-anak tetap di haruskan bermain di halaman yang bersalju.

Nah di negara bagian Kentucky ini masalahnya bukan di jumlah salju yang turun yang membuat hati ketar ketir, tapi bahaya licin karena es yang membuat kondisi disini lebih riskan.

Jadi meskipun kelihatannya badai salju tidak seberapa besar, tapi karena kelembaban tinggi, salju basah tersebut segera berubah menjadi es dalam sekejap saja.

Contohnya hari ini, hari Rabu tanggal 2 Februari 2014. Lagi-lagi sekolah diliburkan. Tadinya Saya bingung juga, kenapa gitu libur, lihat dari jendela kondisi di luar tampak biasa-biasa saja.

Suami suruh Saya keluar supaya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana lingkungan yang membeku menjadi es.

Jadilah malam ini Saya kelayapan keluar apartemen…astaga! benar juga kata Suami, pohon-pohon gundul sekarang berubaha  menjadi pohon-pohon es!

Dan sewaktu Saya berjalan diatas salju, terdengar suara ‘kriuk-kriuk’, bukan karena sambil makan kerupuk, tapi karena Saya menginjak es!!

Image

Image

Murah? Mahal? Patokannya apa dong? Belanjaan sehari-hari

Minggu-minggu pertama Saya tiba di Amerika, pola pikiran Saya masih selalu ke rupiah. Semua harga-harga barang dalam dolar yang Saya lihat masih selalu Saya konversikan ke rupiah. Yang ada…..Saya ngeri untuk belanja!! karena semua Saya anggap terlalu mahal. (atau mungkin Saya tergolong miskin ya? ha…ha..ha..mungkin juga sih…..ha…ha…ha..)

Setelah beradaptasi dan wara wiri dari satu toko ke toko lain, akhirnya Saya mulai terbiasa dengan harga dolar dan bisa ‘menganalisa’ apakah harga barang ybs murah atau mahal (menurut patokan Saya loh ya!!)

Ini Saya coba bagi dengan teman-teman.

Toko supermarket berantai secara umum harga barang-barangnya akan lebih mahal dibanding toko supermarket lokal. Tapi sayangnya tidak semua kota ada toko supermarket lokal. Ini tidak berlaku untuk Walmart ya, yang memang dikenal sebagai toko murah.

Contohnya : Di Bozeman, Montana, harga barang-barang di Albertsons notabene lebih mahal dibanding di toko Town & Country karena Town & Country supermarket lokal. Lebih mahal disini artinya beda harga bisa sampai $1.00 lebih.

Di toko-toko berantai skala besar (Albertsons, Kroger, Giant, Walmart, Safeway, Marc) kadang teman-teman bisa temukan seksi ‘Manager’s Special‘ atau reduced dimana harga daging atau sayuran atau buah-buahan dijual dengan harga lebih murah. Alasannya barang-barang tersebut sudah hampir kadaluwarsa atau jadi hati-hati kalau memutuskan untuk membeli barang dari bagian tsb. Hanya beli barang kalau memang kalian akan memasaknya langsung.

Jangan lupa tengok toko-toko seperti Big Lots! untuk bahan-bahan makanan kering (dried goods), harganya cukup bersaing. Saya pernah ketemu nasi instan di toko ini cuma $0.50 sementara di toko lainnya bisa $1.00++.

O iya, ada bumbu-bumbu tertentu seperti bawang merah dan jahe, yang Saya paling ogah beli di toko-toko tersebut diatas kecuali di toko Asia (asia tenggara maupun asia selatan alias India) karena harganya sangat jauuuuuuuuuh lebih murah. (Harga jahe $1.49 per  lbs di toko asia, di supermarket berantai $2.99 per lbs…beda jauh kan??!!)

Terus terang Saya malas belanja di Walmart, karena antrian di kasir selalu panjang dan rasanya tidak pernah ada cukup pegawai yang bekerja, tapi secara umum memang harga barang-barang sehari-hari di Walmart lebih murah dibanding toko-toko supermarket berantai lainnya. Selain Walmart, beberapa lokasi Target juga menjual bahan-bahan makanan, terutama jika sebutannya ‘Super Target‘. Harga barang-barang di Walmart vs Target itu beti alias beda tipis – 2 sen lebih murah di Walmart, kecuali kalau di Target sedang ada promosi.

Harga daging disini rata-rata $7.99-$12.99 per lbs, biasanya potongan daging tertentu seperti shank, tail, roundtip lebih murah dibanding T-bone atau Rib Eye. Daging yang sudah dipotong-potong harga per lbs akan lebih mahal dibanding daging utuh. Semua tergantung mau di apakan si daging.

Kalau mau merebus daging dalam waktu lama, Saya pilih potongan shank, karena tho si daging akan jadi empuk dalam proses pemasakan dan empuk dalam kantong juga! 😉

Untuk daging ayam, harga termurah yang pernah Saya temui cuma di Costco, yaitu $0.99 per lbs. Di toko-toko umum, harga si ayam berkisar antara $1.49-$2.00++.

Kalau kantong lagi super cekak, bisa pilih ampela, karena notabene harganya lebih murah dan kita sebagai orang Indonesia punya banyak cara untuk mengolah ampla jadi makanan enak tho?!