info berguna

Mampir ke HayMarket

Di Instagram,  saya ngintilin beberapa profil kota Louisville,  KY tempat saya tinggal biar up to date dengan ini itu di kota saya dan kota sekitar. 

Salah satu profil yang saya ikutin itu Theloutoday dimana saya jadi tahu tentang taman baru lah, pameran seni, tempat makan baru dan lain2.

Kebanyakan sik soal tempat makanan baru ya .

Nah hari ini saya mampir ke HayMarket , pebisnis lokal yang jual sayur-sayuran, kopi, macam2 roti dan makanan siap saji.

Saya ngiler ke sini gara2 lihat postingan macam2 roti  profil HayMarket di IG.

Disini itu, saya suka mangkel sama judul bakery.  Di Jakarta, Indonesia yang namanya toko roti kan macam2 yaaa, dari mulai roti gambang, roti  manis, roti asin, roti tawar, roti abon, roti daging,  croissant, danish, berbagai jenis lah pokoknya.

Di Amerika,  kebanyakan toko roti isinya cookies, brownies, scones, donut..ya elah. Bosen amat?!

Kalau pergi ke kota lain, saya selalu tengok yang namanya toko roti, tapi ya itu bikin mangkel. Katanya bakery isinya donut doang. Piye tho?

Nah pas saya lihat postingan ini

Ngiler lah saya…jadilah hari Minggu ini saya mampir ..

Jadi HayMarket itu kayak toko kelontong, skala IndoMaret gitu deh, cuma gaya Amerika.

Ini dalamnya HayMarket

Penataan ruangnya ya keren, minimalis , sederhana tapi kelihatan up scale..ceileee..bahasa g kan ..gak nahaan dwh..😆

Masuk toko, langsung di hadang dengan display roti2 yang aduhai

Muffin, Scones, Cookies, standar bakery orang Amrik
Croissant, Danish, Brioche, nah..ini baru saya suka

Di sebelah kanan, jualan sayur2 an, macam2 minyak, cuka, mangkok2 lucu

Bagian sayur-sayuran segar

Di sebelah kiri, pengunjung bisa pesan katering dan sandwich dan makanan hangat lainnya seperti sup.

Ada coklat, permen, keju, peralatan dapur seperti sikat pembersih, sendok ukuran, sendok adukan

Di bagian belakang ada ruang terbuka buat pengunjung menikmati sandwich,  beli kopi, teh

Yang saya suka dari HayMarket adalah variasi makanan dan produk2 mereka gak cuma barat alias ham dan keju doang.

Sayurannya juga terlihat segar banget! Dan baru kali ini saya lihat toko jual jamur Lion Mane (dan jamur2 lainnya yang tidak saya temukan di toko biasa)

Saya lihat ada spread labneh, tapenade, minyak zaitun diinfused jahe dan kunyit.

Mungkin karena pemiliknya dari Lebanon ya?

Saya pesan Lebanese American Club, sandwich isi daging domba, teman saya pesan Serano Ham.

Yang jelas, saya beli juga segambreng roti :chocolate brioche : roti brioche isi coklat whipped, gak terlalu manis, cuma rich banget, berries danish, lemon pistachio bar, chocolate dua2nya muaniiisss bamget! , double chocolate croissant, belum saya rasain, jamur dan asparagus danish saking saya kangen saya roti savory belum saya makan

Belian saya kali ini..agak2 lapar mata

Yang jelas HayMarket ini bukan toko kelontong murah sik, toko kelontong hippie, ibaratnya Whole Food Market versi lokal deh.

Vibe nya asli boujee banget. Pengunjung nya juga gaya okl -kecuali saya loh. 🤣

Mau kesini lagi?

Saya sih mau, soalnya rotinya enak, sandwich juga unik  dan saya mau nyobain warung kopi mereka sambil duduk2 di halaman belakang, ngerumpiin orang….😅

Kalau ada teman2 yang sudah ke sini, coba saya mau dengar apa pendapat kalian.

Contohlah Amerika dalam hal..

Waktu tinggal di Jakarta, Saya ingat betapa Saya kewalahan setiap Saya beres- beres ruangan, bingung mau dikemanakan ini barang-barang yang Saya sudah bosan pakai, kesempitan, tidak perlu lagi dll.

Begitu pula waktu Saya bersiap-siap pindah ke Amerika di tahun 2005, banyak sekali barang-barang Saya yang masih bagus, tapi tidak bisa Saya bawa ke Amrik.

Saat itu kebetulan Saya punya kenalan yang bekerja sebagai sukarelawan di panti asuhan, dia bisa terima limpahan barang-barang Saya untuk kemudian dia bagi-bagikan ke tempat dia bekerja.

Tapi sebagian besar barang-barang tersebut berakhir di tempat sampah. 😦

Nelongso juga kalau di-ingat-ingat, bukan karena rakus, tapi karena merasa menyia-nyiakan barang dan tidak bisa memanfaatkannya lagi.

Hal yang sama bisa dialami sewaktu pindahan rumah, atau semata-mata ingin membeli perabot baru sementara perabot lama masih berfungsi.

Di Amerika, masalah seperti itu boleh dibilang mudah solusinya.

– Yang paling mudah, gelar jualan di garasi atau garage sale istilah bulenya. Bermodal stiker, spidol, uang kembalian, Anda bisa jual barang-barang Anda di halaman rumah. Uang masuk kantong sendiri, tidak perlau bayar komisi dll

– Kalau punya banyak waktu, buat akun di craiglist atau ebay , daftarkan barang-barang, beri harga dan siap dijual.

– Kalau tidak punya waktu dan tidak berminat mendapat uang tambahan,  tinggal sumbangkan ke toko-toko barang bekas seperti Salvation Army, Goodwill, Habitat for Humanity Restore. 

Dari baju, sepatu, alat-alat rumah tangga. pernak-pernik hingga mobil bisa anda sumbangkan di 2 tempat ini. Dan besar sumbangan Anda bisa digunakan untuk pemotongan pajak saat Anda mengisi pajak tahun berikutnya .

– Kalau Anda pikir barang-barang Anda masih ada ‘harganya’ dan layak jual, Anda bisa cari toko konsinyasi (consignment store) dimana Anda bisa mendapat porsi uang dari barang yang Anda titip jual di toko tersebut.

Tipe konsinyasi ada 2, yang sepanjang tahun atau yang musiman. Yang sepanjang tahun biasanya berwujud toko atau kios, sementara yang musiman wujudnya bisa berupa ‘farmers market’, pasar loak (flea market) atau bazaar musiman yang dikelola organisasi tertentu.

Tidak perlu malu atau sungkan untuk menjual atau menyumbangkan barang-barang di tempat ini.

Lebih baik barang-barang kita menjadi berguna untuk orang lain daripada dibuang jadi sampah tho?

O iya, Saya tidak tahu apakah toko-toko seperti ini ada di Indonesia, maklum sudah 7 tahunan tidak mudik.

Sebelum Saya hijrah, Saya tahu ada 1 toko barang bekas di Bandung yang menerapkan sistem konsinyasi, kalau tidak salah namanya Ba-be alias barang bekas.

Dan menurut Saya budaya menjual dan menyumbang barang seperti ini selayaknya kita contoh, tidak mubazir!