recycle

Daur Ulang

Dulu sebelum saya pindah ke Amrik, saya pikir, ini negara maju pisanlah. Salah satunya dalam hal mengelola sampah. Saya pikir pastilah program daur ulang di Amrik canggih.

Canggih dalam arti sampah2 diharuskan untuk dibuat terpisah, ada tempat sampah masing-masing : yang organik, plastik, kertas, kaca, batere. Lalu juga masyarakat dibiasakan memisahkan sampah2 mereka, lokasi daur ulang ada di mana-mana.

Waktu saya tinggal di kota lumayan besar di negara bagian Ohio, ada rekan kerja yang cerita, kalau dia rajin mengumpulkan sampah kaleng. Karena dari sampah2 kalengan/logam ini, dia bisa bawa ke tempat daur ulang dekat dia tinggal, dan dapat uang, yang lumayan bisa dibelikan bensin.

Wah lumayan banget dong?

Nah waktu saya pindah ke kota tempat saya tinggal sekarang, saya cari-carilah tempat daur ulang sejenis. Memang ketemu, ada yang lumayan dekat dengan tempat tinggal saya. Semangat dong?

Waktu itu saya masih tinggal dengan suami yang suka minum. Jadi yang namanya kaleng2 bir, ya banyak banget. Jadilah saya bawa ke tempat Daru ulang. Halagh! Sebanyak2nya saya bawa material logam, saya ingat, yang tertinggi yang saya dapat itu cuma $7.

Duh. Pedih amat, sementara 6 kaleng bir ya harganya sama , segitu juga. Gak balik modal banget dong ya? Jangankan beli bensin.

Dah dari situ, saya baru ngeh, jadi ternyata program daur ulang itu gak semua dijalankan pemerintah setempat. Negara bagian seperti CA, NY, lebih banyak program daur ulangnya.

Sementara di kota saya, yang namanya pembuangan daur ulang makin lama makin sedikit lokasinya. Dulu ada 3 lokasi di area kode pos saya +/- 5 mil, satu lokasi malah ada asisten yang bantu penduduk unloading, sekarang cuma ada 1.

Dan juga, si sampah itu gak dipisah-pisah loh. Asli wis saya bingung. Jadi tempat daur ulang disini ya cuma kotak-kotak sampah raksasa , di mana penduduk bisa buang karton, plastik, kaca, kertas.

Asli tiap kali saya ke lokasi, saya koq miris, ini nanti siapa gitu yang akan memilah-pilah?

Dengar-dengar juga, banyak program daur ulang itu cuma cuap-cuap doang. Kampanye lah. Green Washing istilah disini.

Maksudnya? Ya sampah2 gak di daur ulang. Jatuh-jatuhnya ke tempat pembuangan sampah biasa. Bingung kan?

Kota saya sendiri sediakan tempat sampah khusus daur ulang, yang sama Pemda diambilnya beda hari dengan sampah biasa. Tapi ya itu, tetap gak dipilah-pilah.

Saya pribadi tetap coba memilah sampah sik, antara sampah organik dan sampah non organik. Idealnya sampah organik mau dijadikan kompos, tapi berhubung tinggal di apartemen, ya gak ada terlalu maksimal fungsinya.

Di dekat tempat saya tinggal ada supermarket yang sediakan tiga tempat sampah berbeda untuk pengunjung nya : foam, kantong-kantong plastik dan kertas.

Saya ya usahakan kalau ada sampah plastik bawa ke situ. Kalau kertas, saya bawa ke tempat kerja untuk di shred. Masalah apa benar didaur ulang..nah itu gak tahu deh……